spot_img
Latest Phone

Garmin Health Summit Soroti Peran Wearable

Telko.id - Garmin Health Summit kembali menyoroti isu keselamatan...

Garmin fēnix 9 Resmi di Indonesia, Dibekali Solar Charging

Telko.id - Garmin resmi menghadirkan seri smartwatch premium fēnix...

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

ARTIKEL TERKAIT

Kacamata Pintar Berbasis AI Sudah Masuk Indonesia, Apa Keunggulan nya?

Telko.id – EssilorLuxottica dan Meta Platforms resmi mengumumkan kehadiran Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di pasar Indonesia mulai 11 November 2026.

Peluncuran ini menandai era baru kacamata pintar berbasis AI di tanah air, sekaligus membuka akses fitur Meta AI bagi pengguna di Indonesia melalui perangkat wearable yang dipakai langsung di wajah.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh kedua perusahaan pada Selasa (3/11/2026). Langkah ini memperluas peta ekspansi Meta AI setelah fitur serupa lebih dulu hadir di sejumlah pasar internasional, tempat Ray-Ban Meta telah terjual jutaan unit dan menjelma fenomena budaya baru yang mengubah cara masyarakat memandang fungsi kacamata.

“Kami sangat antusias untuk memperluas kategori kacamata AI di Indonesia melalui peluncuran Ray-Ban Meta (Gen 3), Ray-Ban Meta Optics, serta Oakley Meta, yang dirancang untuk memperkaya berbagai aktivitas harian pengguna,” kata Dailami Aziz, President Director EssilorLuxottica Indonesia.

Dailami menyebut perangkat ini dirancang untuk memudahkan interaksi pengguna dengan dunia sekitar, mulai dari mendengarkan musik, melakukan panggilan bebas genggam, menerjemahkan bahasa secara langsung, mengabadikan momen tanpa memegang ponsel, hingga memantau performa olahraga secara real-time. “Kami mengajak siapa saja untuk mencoba dan merasakan langsung pengalamannya,” ujarnya.

Ray-Ban Meta (Gen 3) dan Lini Optics

Untuk pasar Indonesia, lini Ray-Ban Meta menghadirkan koleksi Ray-Ban Meta (Gen 3) dalam desain ikonik Wayfarer, Aviator, dan Zena. Perangkat ini memadukan desain klasik dengan Meta AI, kemampuan pengambilan foto dan video bebas genggam, serta sistem audio open-ear.

Content image for article: Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia 11 November 2026

Kombinasi tersebut memungkinkan pengguna bertanya langsung soal apa yang mereka lihat, mendengarkan musik dan podcast, menerima panggilan telepon, menerjemahkan percakapan, mengirim pesan, hingga merekam momen dari sudut pandang pertama tanpa perlu meraih ponsel.

Konsep serupa juga mulai muncul di pasar kacamata AI lain, seperti yang tergambar dalam artikel Kacamata AI Huawei yang mengandalkan penerjemahan langsung.

Selain varian sunglasses, EssilorLuxottica menghadirkan lini Ray-Ban Meta Optics yang menempatkan fungsi penglihatan dan gaya personal sebagai daya tarik utama. Koleksi ini menawarkan pilihan lensa bening hingga lensa pelindung matahari, termasuk teknologi Transitions®, Polarized, dan Blue Light Filter, plus fleksibilitas penuh untuk opsi lensa resep.

Kehadiran Blayzer Optics (Gen 2) dan Scriber Optics (Gen 2) yang berfokus pada fungsi optik kian memperluas pilihan bagi pengguna kacamata resep. Dengan begitu, kacamata AI tak lagi hanya soal gaya, tetapi juga bisa menjadi perangkat penglihatan harian untuk pengguna berkacamata minus atau silinder.

Oakley Meta: Fokus pada Performa dan Olahraga

Berbeda dari lini Ray-Ban yang menonjolkan gaya, Oakley Meta menyasar pengguna aktif. Dua varian yang hadir adalah Oakley Meta HSTN dan Oakley Meta Vanguard, yang dirancang untuk mendukung pergerakan, daya tahan, serta penyajian data real-time agar pengguna tetap fokus pada aktivitasnya.

Oakley Meta HSTN memadukan estetika berani dengan kamera terintegrasi 3K Ultra HD dan pengeras suara open-ear bertenaga yang menyatu pada bingkai. Perangkat ini bersertifikasi ketahanan air IPX4 dan varian pilihannya dilengkapi teknologi lensa Oakley PRIZM™ yang mengoptimalkan kejelasan penglihatan serta mempertegas kontras warna di berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan.

Sementara Oakley Meta Vanguard mengawali era Athletic Intelligence, dibekali lensa PRIZM™ yang dipadukan dengan kamera ultra-lebar 12 MP berfield of view 122°, pengeras suara open-ear berdesibel tinggi, serta peredam bising angin. Perangkat ini dirancang untuk lari, bersepeda, hingga latihan luar ruangan agar pengguna tetap waspada tanpa merusak fokus.

Vanguard kompatibel dengan helm sepeda maupun topi, serta tangguh menghadapi cuaca ekstrem berkat sertifikasi ketahanan air dan debu IP67. Perangkat ini juga dapat terintegrasi dengan aplikasi kebugaran seperti Strava dan Garmin untuk memantau performa secara real-time, memungkinkan atlet tetap fokus berolahraga sementara teknologi bekerja otomatis di balik layar.

Kedua varian Oakley Meta hadir dalam beragam kombinasi warna dan lensa baru yang memberi banyak pilihan penyesuaian untuk berbagai gaya ekspresi diri pengguna. Pendekatan ini menyasar segmen pengguna yang menuntut perangkat tahan banting sekaligus tetap tampil sesuai karakter.

Harga dan Ketersediaan

EssilorLuxottica mematok harga awal untuk keempat lini produk di Indonesia. Ray-Ban Meta Optics (Gen 2) dibanderol mulai Rp9.399.000, Ray-Ban Meta (Gen 3) mulai Rp8.999.000, Oakley Meta Vanguard mulai Rp10.999.000, dan Oakley Meta HSTN mulai Rp8.799.000.

Rentang harga tersebut menempatkan kacamata AI ini di segmen premium, sejajar dengan perangkat wearable kelas atas lain di pasar. Sebagai perbandingan, artikel Xiaomi turut meramaikan kategori kacamata AI dengan pendekatan fitur yang berbeda.

Dari sisi Meta, Managing Director Meta Indonesia Pieter Lydian menegaskan ambisi perusahaan menghadirkan kecerdasan buatan yang personal.

“Kami membangun superintelligence yang personal untuk siapa saja, dan kami sangat senang dapat membawanya lebih dekat kepada masyarakat Indonesia melalui kacamata AI terdepan di industri kami, berkolaborasi dengan EssilorLuxottica,” ujarnya.

Pieter menyebut jutaan orang telah memanfaatkan perangkat ini untuk mendengarkan musik, menerima panggilan bebas genggam, menggunakan fitur penerjemahan langsung, hingga mengabadikan momen berharga tanpa perlu meraih ponsel, dengan beragam pilihan gaya yang cocok untuk semua.

Kehadiran Ray-Ban Meta dan Oakley Meta menambah deretan inovasi kacamata AI yang menyasar segmen berbeda, termasuk upaya anak bangsa lewat RunSight yang mengangkat isu aksesibilitas.

Bagi konsumen Indonesia, masuknya dua merek global ini memperluas pilihan perangkat AI yang menyatu dengan gaya hidup sehari-hari, sekaligus menguji seberapa cepat pasar lokal mengadopsi teknologi wearable berbasis kecerdasan buatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU