spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Museum Istana Pakai Jaringan 5G, untuk Apa?

Telko.id, Jakarta – The Palace Museum atau Museum Istana dan Huawei menandatangani kerja sama strategis pada 15 Maret 2019. Keduanya bahu-membahu membangun aplikasi uji coba jaringan 5G, membangun area cerdas Museum Istana, dan mengadakan kompetisi kecerdasan buatan.

Dilansir Xinhua, seperti dikutip Telko.id, Minggu (17/3/2019), Museum Istana menerima lebih dari 17 juta pengunjung sepanjang 2018, menjadikannya museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Pada awal 1998, Museum Istana meluncurkan konstruksi digital.

Setelah 20 tahun, secara bertahap terbentuk jaringan informasi kantor yang mencakup seluruh museum dan sistem pengumpulan, mengelola 1,86 juta informasi peninggalan budaya. Museum Istana mengembangkan aplikasi tentang informasi peninggalan budaya.

{Baca juga: Tak Cuma 5G, China Juga akan Menangkan Persaingan AI}

Total, aplikasi itu mempunyai lebih dari enam juta unduhan. Juga, museum memiliki penelitian tentang penerapan VR, AR, AI dan teknologi lainnya di museum. Ini mengumpulkan sumber daya digital yang kaya dari bangunan kuno dan peninggalan budaya.

Penandatanganan perjanjian otomatis menandai babak baru dalam kerja sama strategis antara The Palace Museum dan Huawei Technologies. Selanjutnya, kedua belah pihak akan memberikan contoh untuk aplikasi 5G, menciptakan warisan budaya yang cerdas.

Selain itu, Huawei akan mempercepat pembangunan area cerdas Museum Istana dengan teknologi dan solusi inovatif menggunakan 5G, AI, dan bidang teknis lain. “Museum Istana belum pernah sedekat ini dengan sains dan teknologi,” kata Shan Jixiang, sang direktur.

{Baca juga: China akan Cabut Sebagian Sensor Internet di Hainan?}

Shan berbagi banyak ide tentang 5G di The Palace Museum. Dengan bantuan teknologi canggih, diharapkan khalayak di seluruh dunia akan mengunjungi Museum Istana. Penggunaan teknologi AI juga menyediakan platform dan dukungan pengetahuan lebih kuat. [SN/HBS]

Sumber: Xinhuanet

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU