spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Huawei Ditinggal ARM, Nasib P30 Pro dkk Terancam?

Telko.id, Jakarta – Kasus pemblokiran Huawei oleh sejumlah perusahaan teknologi penting makin pelik saja. Setelah Google, Intel, dan Qualcomm, kini perusahaan asal China itu ditinggal oleh perancang chip, ARM.

Dilaporkan BBC News, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (23/05/2019), karyawan ARM telah diperintahkan untuk menghentikan semua urusan dengan Huawei.

Para karyawan wajib menghentikan semua kontrak aktif, dukungan hak, dan segala keterlibatan yang tertunda dengan Huawei, karena larangan perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

Asal tahu saja, negara adidaya ini telah melarang perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Huawei tanpa izin dari pemerintah. Akan tetapi, ARM bukanlah perusahaan AS, karena mereka berbasis di Inggris, dan dimiliki oleh SoftBank dari Jepang.

Ternyata, ARM memang harus mematuhi aturan AS karena mereka mengembangkan beberapa desain prosesor di wilayah Negeri Paman Sam, seperti Austin, Texas, dan California.

“ARM mematuhi pembatasan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah AS dan sedang melakukan percakapan dengan lembaga pemerintah yang sesuai untuk memastikan kami tetap patuh,” jelas ARM.

Tentu ini menjadi pukulan telak untuk Huawei yang mengandalkan lisensi ARM untuk desain prosesor HiSilicon Kirin-nya. Tanpa lisensi, Huawei dipastikan tidak akan dapat melanjutkan pembuatan prosesornya sendiri, dan mengancam produk seperti smartphone berbasis prosesor Kirin, seperti Huawei P30 Pro yang jadi smartphone terbaru mereka.

“ARM menghargai hubungannya dengan mitra lama kami, HiSilicon dan kami berharap untuk resolusi cepat tentang masalah ini,” kata ARM.

Huawei sendiri mengomentari masalah ini. Mereka mengakui tekanan akibat dari keputusan yang diakibatkan oleh masalah politik.

“Kami menghargai hubungan dekat kami dengan mitra kami, tetapi mengakui tekanan beberapa dari mereka, sebagai akibat dari keputusan bermotivasi politik,” ujar Huawei.

“Kami yakin situasi yang dapat disesalkan ini dapat diselesaikan dan prioritas kami tetap untuk terus memberikan teknologi dan produk kepada pelanggan kami di seluruh dunia,” lanjut mereka. (FHP)

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU