spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

ARTIKEL TERKAIT

DOKU Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor

Telko.id – DOKU, perusahaan fintech pembayaran digital terkemuka di Indonesia, resmi meluncurkan Green Pantry, inisiatif pengelolaan limbah sirkular yang mengubah sampah makanan kantor menjadi kompos bernilai guna.

Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap sustainability sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Diluncurkan bertepatan dengan Hari Bumi dan perayaan ulang tahun ke-19 DOKU, Green Pantry menargetkan pengalihan hingga 65% sampah organik atau sekitar 650 kilogram per bulan dari tempat pembuangan akhir (TPA).

Dengan okupansi harian sekitar 150–170 karyawan, DOKU menghasilkan hampir 1 ton sampah setiap bulan, yang sebagian besar berupa limbah makanan.

Melihat potensi tersebut, program ini dirancang untuk mengelola limbah langsung dari sumbernya melalui sistem waste management terintegrasi di pantry kantor.

“Bahkan bisnis digital tetap meninggalkan jejak. Melalui Green Pantry, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana di tempat kerja dapat memberikan dampak lingkungan yang nyata dan terukur,” ujar Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU.

Melalui sistem pengomposan di kantor, karyawan terlibat langsung dalam pemilahan dan pengolahan limbah makanan. Selain mengurangi volume sampah, pendekatan ini juga mendorong kebiasaan kerja yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kompos yang dihasilkan, bernama BeyondGrow, diproses melalui tahapan terkontrol mulai dari pengumpulan, dehidrasi, fermentasi, hingga pematangan. Produk ini mendukung prinsip zero waste sekaligus dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan peningkatan kualitas tanah.

Sebagai langkah lanjutan, DOKU membuka pre-order terbatas untuk BeyondGrow agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Content image for article: DOKU Luncurkan Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor
Content image for article: DOKU Luncurkan Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor

Kompos ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap air, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi DOKU.

Nabilah Alsagoff, Co-Founder dan Chief Operating Officer DOKU, menambahkan bahwa inisiatif ini mencerminkan pendekatan perusahaan dalam mengintegrasikan corporate sustainability ke dalam operasional sehari-hari.

“Kami percaya keberlanjutan harus menjadi bagian dari cara kerja. Dengan sistem yang tepat dan keterlibatan karyawan, dampaknya dapat dikelola secara konsisten dan terukur,” ujarnya.

Green Pantry merupakan bagian dari komitmen ESG DOKU yang mencakup pengelolaan limbah, efisiensi operasional, serta peningkatan kesadaran karyawan terhadap praktik yang lebih bertanggung jawab.

“Perubahan tidak selalu harus besar. Dari pantry kantor, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana bisa memberikan dampak nyata,” tutup Himelda.

Program ini dirancang agar mudah diterapkan dan scalable, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam membangun praktik operasional yang lebih berkelanjutan.

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Karyawan

Inisiatif Green Pantry tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan di kalangan karyawan. Dengan keterlibatan langsung dalam pemilahan dan pengolahan sampah, setiap individu menjadi bagian dari solusi. Hal ini sejalan dengan tren korporasi global yang mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

DOKU juga membuka peluang bagi perusahaan lain untuk mengadopsi model serupa. Dengan sistem yang terukur dan hasil kompos yang berkualitas, Green Pantry bisa menjadi blueprint pengelolaan limbah organik di perkantoran.

Komitmen ESG dan Masa Depan Berkelanjutan

Green Pantry menjadi bukti nyata komitmen DOKU dalam menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Inisiatif seperti ini juga menjadi daya tarik bagi talenta muda yang peduli terhadap isu keberlanjutan.

Dengan target pengurangan 65% sampah organik per bulan, DOKU optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.

Dengan pendekatan yang terukur dan melibatkan seluruh elemen perusahaan, Green Pantry diharapkan mampu menjadi katalis perubahan menuju operasional bisnis yang lebih hijau.

DOKU membuktikan bahwa transformasi menuju keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil di pantry kantor. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU