spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

BINUS Hadirkan CIPHER 2026, Festival Cyber Security dan AI Interaktif

Telko.id – School of Computer Science BINUS University resmi menghadirkan CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026, sebuah festival teknologi berbasis komunitas yang mempertemukan dunia Cyber Security dan Artificial Intelligence dalam satu ekosistem pembelajaran terbuka dan interaktif.

Acara ini diumumkan dari Tangerang pada 15 September 2026, mengusung tema “Ecosystem Protocol – An Ecosystem that Thinks, Builds, and Grows Together”.

CIPHER 2026 dirancang sebagai ruang bagi masyarakat, mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga technology enthusiasts untuk belajar, mencoba, berbagi pengetahuan, dan membangun koneksi.

Berbeda dari kegiatan teknologi yang hanya berfokus pada seminar atau konferensi, festival ini menggunakan konsep Community-Oriented Showcase atau “Hive”, di mana setiap Hive memiliki fokus dan aktivitasnya masing-masing, mulai dari product showcase, interactive challenges, workshop, hingga talks.

Derwin Suhartono, Professor bidang Artificial Intelligence sekaligus Dean of School of Computer Science BINUS University, menegaskan bahwa pendekatan ini lahir dari kebutuhan nyata di industri.

“Melalui CIPHER, kami ingin menunjukkan bahwa computer science bukan hanya tentang bagaimana menciptakan teknologi, tetapi juga bagaimana memahami teknologi tersebut secara kritis dan menggunakannya untuk memberikan solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Cybersecurity dan AI merupakan dua bidang yang berkembang sangat cepat dan memiliki dampak luas terhadap masyarakat maupun industri. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk belajar melalui pengalaman yang nyata, eksperimental, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Hive Cyber Security: Tiga Perspektif Keamanan Digital

Salah satu daya tarik utama CIPHER 2026 adalah Hive Cyber Security dan Hive Artificial Intelligence, yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk memahami berbagai aspek keamanan siber maupun kecerdasan buatan melalui challenge dan workshop dalam lingkungan simulasi yang telah disiapkan. Hive ini terbagi ke dalam tiga area, yaitu Red Team Hive, Blue Team Hive, dan Physical Security Hive.

Content image for article: BINUS Hadirkan CIPHER 2026, Festival Cyber Security dan AI Interaktif

Pada Physical Security Hive, pengunjung dapat mempelajari aspek keamanan fisik melalui tantangan seperti lock picking dan simulasi RFID cloning. Peserta dengan kemampuan lebih lanjut dapat mengikuti simulasi identifikasi kerentanan pada perangkat CCTV/IP Camera dalam lingkungan yang terkontrol.

Sementara itu, Red Team Hive mengajak peserta memahami perspektif offensive security melalui sejumlah tantangan simulasi, termasuk web application security, mobile application security, dan application analysis. Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan tantangan, tetapi juga memahami bagaimana suatu kerentanan dapat ditemukan dan dianalisis.

Bagi pengunjung yang tertarik dengan sisi defensive security, Blue Team Hive menghadirkan pengalaman melalui data recovery, digital forensic investigation, log analysis, serta malware analysis. Aktivitas ini memperkenalkan bagaimana seorang cybersecurity professional mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, menganalisis bukti digital, hingga memahami perilaku malware.

Seluruh challenge dirancang dalam lingkungan simulasi khusus, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami prinsip keamanan siber secara bertanggung jawab.

Hive Artificial Intelligence: NLP, Computer Vision, dan AIoT

Selain Cyber Security, CIPHER 2026 menghadirkan Hive Artificial Intelligence yang membawa pengunjung lebih dekat dengan berbagai penerapan AI melalui tiga area utama: Natural Language Processing (NLP), Computer Vision, dan Artificial Intelligence of Things (AIoT).

Pada area NLP – “The Talking Machine”, pengunjung dapat melihat berbagai demonstrasi teknologi seperti chatbot, sentiment analysis, machine translation, text summarization, hingga Question Answering System.

Pengunjung juga dapat berinteraksi melalui aktivitas seperti Turing Test Challenge, Guess the Prompt, dan Prompt Engineering Arena untuk melihat bagaimana manusia berinteraksi dan berkolaborasi dengan AI.

Pengalaman yang lebih visual hadir melalui Computer Vision – “The Seeing Machine”. Di area ini, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana AI mampu mengenali wajah, objek, gestur, hingga pose secara real-time.

Berbagai aktivitas interaktif seperti AI Photobooth, Deepfake Riddles, Games Versus AI, Human vs AI Drawing Challenge, dan Draw with AI dirancang agar pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana AI bekerja di balik teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, AIoT – “Meet Your Robot Overlord” memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat terhubung dengan perangkat fisik. Pengunjung dapat melihat berbagai prototipe smart home, smart farming, hingga wearable technology, serta mengikuti workshop untuk memahami dasar pengembangan prototipe AIoT dan edge AI.

Ayu Maulina, Cyber Security Lecturer dan Chairwoman of CIPHER Fest, menyebut bahwa pendekatan experiential menjadi kunci festival ini. “Cybersecurity dan AI adalah bidang yang membutuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, sekaligus keberanian untuk mencoba,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman langsung ini dapat membuka perspektif baru sekaligus mendorong generasi muda untuk melihat computer science sebagai bidang yang dapat mereka eksplorasi dan kembangkan.

Semangat membangun ekosistem juga hadir melalui Main Stage, yang menjadi ruang bagi para praktisi, peneliti, akademisi, dan tokoh di bidang Cyber Security dan AI untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan teknologi serta masa depan industri digital.

Dua pembicara yang hadir dalam Talkshow Session CIPHER 2026 adalah Aurelius Ivan Wijaya, Lead AI Engineer at Invenio Potential, serta Satria Ady Paradana, Senior Security Engineer at Flip.

Kehadiran kedua praktisi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan insight langsung mengenai bagaimana AI dan cybersecurity diterapkan dalam lingkungan profesional.

Kehadiran berbagai perspektif tersebut diharapkan dapat memperluas diskusi mengenai bagaimana Cyber Security dan AI berkembang tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi industri, riset, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan kolaboratif semacam ini sejalan dengan inisiatif serupa di sektor industri, seperti yang tergambar dalam XLSMART Future Ready serta pengembangan Telkom AIcosystem yang menekankan pentingnya ekosistem terpadu untuk talenta digital dan AI di Indonesia.

Selain menghadirkan sesi edukatif, CIPHER 2026 juga menyediakan Sticker Swap and Wall, sebuah ruang komunitas yang memungkinkan pengunjung bertukar stiker dan meninggalkan jejak kreativitas mereka.

Aktivitas sederhana ini menjadi representasi dari filosofi CIPHER sebagai sebuah ekosistem: setiap individu hadir dengan kontribusi, perspektif, dan identitasnya masing-masing, lalu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Festival ini dirancang dengan pendekatan inklusif. Pengunjung yang belum memiliki pengalaman teknis dapat menikmati showcase dan aktivitas interaktif. Mereka yang ingin memperdalam pengetahuan dapat mengikuti talk dan workshop, sementara peserta yang telah memiliki pengalaman dapat menguji kemampuan melalui berbagai challenge di setiap Hive.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen School of Computer Science BINUS University dalam membangun talenta digital yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memahami perkembangan teknologi secara lebih luas.

“Kami percaya bahwa ekosistem teknologi yang kuat tidak dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan mahasiswa yang ingin belajar, akademisi yang terus melakukan riset, industri yang membuka peluang kolaborasi, komunitas yang berbagi pengetahuan, dan masyarakat yang memiliki literasi digital,” tutup Derwin.

Menurutnya, CIPHER dihadirkan sebagai titik temu bagi seluruh elemen tersebut, karena masa depan teknologi bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mengembangkan teknologi, tetapi tentang bagaimana semua pihak dapat tumbuh bersama di dalam ekosistemnya.

Melalui CIPHER 2026, BINUS University menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem teknologi Indonesia, khususnya dalam bidang Cyber Security dan Artificial Intelligence.

Upaya ini melengkapi berbagai inisiatif industri yang tengah berjalan, termasuk penguatan ekosistem transformasi digital nasional maupun pengembangan solusi bisnis berbasis teknologi seperti yang terlihat pada ekosistem ESTA yang turut mendorong percepatan adopsi teknologi di Tanah Air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU