spot_img
Latest Phone

Garmin fēnix 9 Resmi di Indonesia, Dibekali Solar Charging

Telko.id - Garmin resmi menghadirkan seri smartwatch premium fēnix...

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

ARTIKEL TERKAIT

BINUS Gelar CoDHES 2026, Soroti Digital Humanities di Era AI

Telko.id – Faculty of Humanities BINUS University resmi menyelenggarakan International Conference on Digital Humanities and Environmental Sustainability (CoDHES 2026) pada 26–27 Oktober 2026 di BINUS @Senayan JWC Campus Jakarta.

Konferensi internasional ini mengangkat tema “Collaborative Digital Humanities: Bridging Local Knowledge and Global Goals” sebagai upaya menghubungkan perkembangan teknologi digital dengan berbagai bidang keilmuan, mulai dari pendidikan, psikologi, hukum, ekonomi, hubungan internasional, bahasa, hingga budaya.

Penyelenggaraan CoDHES 2026 menjadi penanda pentingnya peran digital humanities di tengah percepatan inovasi kecerdasan buatan.

Teknologi tidak lagi dipandang sekadar alat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Kolaborasi lintas disiplin dinilai menjadi kunci agar kemajuan teknologi tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.

Dalam konferensi ini, Faculty of Humanities BINUS University menggandeng Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT) dari Malaysia dan Shandong University of Science and Technology (SDUST) dari China sebagai co-host.

Kerja sama ini menegaskan komitmen Faculty of Humanities terhadap arah inisiatif BINUS Asian Collaboration yang menghubungkan jejaring akademik lintas negara.

Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., selaku Dean of Faculty of Humanities BINUS University, menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, inovasi harus berorientasi pada manusia dan lingkungan, bukan semata pada kemajuan teknologi itu sendiri.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kita perlu memastikan bahwa inovasi tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada manusia dan lingkungan. Melalui CoDHES-2026, kami ingin mempertemukan berbagai perspektif keilmuan untuk menggali bagaimana pengetahuan lokal, nilai budaya, dan teknologi digital dapat saling mendukung dalam menjawab tantangan global. Kami percaya bahwa solusi yang berkelanjutan perlu dibangun dengan memahami kebutuhan dan keberagaman masyarakat,” ungkap Dr. Elisa.

AI hingga Pelestarian Arsip Jadi Fokus Diskusi

Sejumlah topik utama akan dibahas dalam CoDHES 2026, di antaranya Artificial Intelligence (AI) dalam digital humanities, digital environmental sustainability, digital cultural arts, digital psychology, digital pedagogy, international political economy of technology, digital diplomacy, serta pemanfaatan teknologi untuk pelestarian arsip dan lingkungan.

Pembahasan ini diharapkan memperluas pemahaman tentang bagaimana inovasi digital dapat dikembangkan dengan tetap mempertimbangkan konteks sosial dan budaya masyarakat.

Isu kecerdasan buatan memang kian melekat dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Sebagaimana dibahas dalam artikel Peran Teknologi, pemanfaatan inovasi di ruang belajar menuntut keseimbangan antara efisiensi dan nilai kemanusiaan.

Pandangan serupa juga muncul dalam pembahasan Teknologi Pendidikan yang menempatkan teknologi sebagai kebutuhan, bukan sekadar pelengkap.

Konferensi ini menghadirkan akademisi dari berbagai universitas luar negeri untuk berbagi perspektif dan hasil penelitian mengenai perkembangan digital humanities serta kontribusinya terhadap tantangan global di bidang politik, ekonomi, hukum, budaya, pendidikan, dan lingkungan. Total terdapat 28 panel dengan 192 makalah penelitian yang dipresentasikan dari berbagai universitas dalam dan luar negeri.

Deretan keynote speaker yang tampil antara lain Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si. (Dean of the Faculty of Humanities at BINUS University), Miguel Escobar Varela, Ph.D. (Associate Professor National University of Singapore), Prof. Su-Ling Yeh (National Taiwan University), Prof. Takayuki Nakanishi (Dokkyo University Japan), Prof. Yohannes Kurniawan (BINUS University), Prof. Dr. Dra. Clara Herlina Karjo, M.Hum (BINUS University), serta Marc Irawan, Co-Founder and COO of CoLearn.

Selain rangkaian pidato utama dan diskusi panel, CoDHES 2026 juga menampilkan eksebisi dari lima proyek digital humanities. Kelima proyek tersebut adalah Poe-Life and Read (On Two Apps on Poetry as Healing and Digital Reading), AIXplorasi (exploring the Stories, Cultures, and Imagination of the Indonesian Archipelago through Artificial Intelligence), Indonesia’s Museums Projects (explore Indonesia’s History Through Immersive Virtual Museum Tours), Indonesian Language & Culture Fest (Discover Indonesian Language and Culture Through Fun, Interactive, and Engaging Experiences), dan Digital Language Learning Center (DLLC) melalui Beelingua Apps, platform pembelajaran bahasa interaktif dan mandiri bagi mahasiswa BINUS.

Pengetahuan Lokal sebagai Kunci Jawaban Tantangan Global

Dr. Miranda Paulina Tahalele, S.IP., M.A., selaku General Chair CoDHES 2026, menyampaikan bahwa konferensi ini diharapkan memperkuat kontribusi penelitian humaniora dalam menghadapi perubahan global. Menurutnya, kekayaan pengetahuan lokal dan keberagaman pengalaman masyarakat Indonesia menjadi perspektif penting yang layak diperhitungkan di panggung internasional.

“Indonesia memiliki kekayaan pengetahuan lokal dan keberagaman pengalaman masyarakat yang dapat memberikan perspektif penting dalam menjawab berbagai persoalan global. Melalui CoDHES 2026, kami ingin membuka ruang dialog dan kolaborasi agar pengetahuan tersebut dapat terus dikembangkan melalui penelitian lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi digital. Harapannya, hasil diskusi dan penelitian yang dibagikan tidak hanya memperkaya dunia akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat,” jelas Dr. Miranda.

Keterlibatan para akademisi dan praktisi ini diharapkan memperkaya diskusi melalui perspektif penelitian yang beragam, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik antar negara. Peserta juga memperoleh kesempatan bertukar gagasan mengenai perkembangan teknologi digital, pendekatan penelitian humaniora, serta penerapannya dalam menjawab persoalan sosial, budaya, pendidikan, dan keberlanjutan.

CoDHES 2026 berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan mulai dari keynote speech bersama akademisi internasional, diskusi panel, hingga presentasi penelitian dari berbagai disiplin ilmu. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi penelitian dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penyelenggaraan konferensi ini menjadi bagian dari komitmen Faculty of Humanities BINUS University dalam mengembangkan diskusi dan penelitian digital humanities yang telah dibangun selama lima tahun terakhir. Faculty of Humanities BINUS University terus mendorong kolaborasi nasional dan internasional untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat identitas nasional dalam mendukung pencapaian tujuan global.

Langkah BINUS ini sejalan dengan tren adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor yang terus meluas, seperti terlihat pada AC Berteknologi AI yang dipasarkan di Indonesia.

Bagi dunia akademik, CoDHES 2026 menegaskan bahwa pengembangan teknologi digital perlu dibarengi pemahaman konteks sosial dan budaya agar manfaatnya terasa lebih luas dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU