Tag: PSN

  • PSN Siap Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Kapasitas 160 Gbps

    PSN Siap Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Kapasitas 160 Gbps

    Telko.id – Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersiap meluncurkan Satelit Nusantara Lima (N5 atau SNL), satelit komunikasi canggih berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps.

    Satelit ini akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Amerika Serikat pada akhir Agustus atau awal September 2025, setelah mengalami beberapa penundaan.

    Sebagian besar kapasitas satelit akan dialokasikan untuk Indonesia, sementara sisanya menjangkau Malaysia dan Filipina.

    Satelit Nusantara Lima dibangun oleh Boeing menggunakan platform 702MP dan akan ditempatkan di orbit pada posisi 113 derajat Bujur Timur di atas ekuator.

    CEO PSN Group Adi Rahman Adiwoso mengatakan, “PSN adalah perusahaan operator satelit pertama di Indonesia yang memiliki komitmen untuk menghadirkan konektivitas yang inklusif. Satelit Nusantara Lima akan memperkuat kemampuan PSN dalam menyediakan kapasitas nasional untuk memenuhi kebutuhan komunikasi di berbagai sektor, termasuk sekolah, komunitas, dan pelaku usaha.”

    PSN Siap Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Kapasitas 160 Gbps

    Kehadiran satelit ini diharapkan dapat memperluas dan memperkuat jaringan komunikasi serta konektivitas internet di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, serta mendukung pasar Asia Tenggara.

    Peluncuran satelit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan swasta dalam meningkatkan infrastruktur digital nasional.

    PSN telah lama menjadi pemain kunci dalam industri satelit Indonesia. Dengan peluncuran Satelit Nusantara Lima, perusahaan ini semakin memperkuat posisinya dalam menyediakan layanan komunikasi berkecepatan tinggi.

    Teknologi VHTS yang digunakan memungkinkan pengiriman data dalam volume besar, yang sangat dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan permintaan internet.

    Selain mendukung konektivitas umum, satelit ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada program-program strategis pemerintah, seperti persiapan hot backup satellite yang menjadi pendamping Satelit SATRIA-1. Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan redundansi dan keandalan layanan satelit nasional.

    Peluncuran satelit komunikasi seperti ini tidak lepas dari tantangan dan dinamika industri. Sebelumnya, sejumlah proyek satelit nasional mengalami penundaan dan penyesuaian, termasuk proyek Satelit SATRIA yang melalui lika-liku panjang sebelum akhirnya diluncurkan.

    Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi pengembangan satelit generasi berikutnya.

    Di sisi lain, keputusan PSN untuk menggunakan jasa peluncuran SpaceX menunjukkan kepercayaan terhadap teknologi roket reusable yang dikembangkan perusahaan Elon Musk tersebut. Falcon 9 telah terbukti andal dalam meluncurkan berbagai muatan ke orbit, termasuk satelit-satelit komunikasi.

    Keberhasilan peluncuran Satelit Nusantara Lima akan menjadi milestone penting bagi Indonesia dalam menguasai teknologi satelit high-throughput.

    Kapasitas 160 Gbps yang ditawarkan jauh lebih besar dibandingkan satelit generasi sebelumnya, menandakan lompatan kemampuan yang signifikan.

    Dengan semakin banyaknya satelit high-throughput yang beroperasi, termasuk satelit HBS yang sempat direncanakan pemerintah, Indonesia diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dalam hal konektivitas digital.

    Satelit-satelit ini tidak hanya berperan dalam layanan internet, tetapi juga mendukung telekomunikasi, siaran televisi, dan aplikasi strategis lainnya.

    PSN menyatakan kesiapan penuh untuk mengoperasikan Satelit Nusantara Lima pascapeluncuran.

    Perusahaan telah menyiapkan infrastruktur ground segment dan tim operasi yang berpengalaman untuk memastikan satelit dapat berfungsi optimal sepanjang masa operasionalnya.

    Peluncuran satelit ini juga membuka peluang kolaborasi dengan operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet di Indonesia.

    Dengan kapasitas yang besar, diharapkan dapat menurunkan biaya akses internet sekaligus meningkatkan kualitas layanan, terutama di daerah-daerah yang masih minim infrastruktur fiber optik.

    Keberhasilan proyek satelit nasional seperti ini menjadi bukti bahwa industri satelit Indonesia terus berkembang. Dukungan pemerintah melalui kebijakan yang kondusif dan investasi swasta yang masif menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur satelit.

    Masyarakat dan pelaku industri telekomunikasi menantikan dampak positif dari kehadiran Satelit Nusantara Lima.

    Dengan tambahan kapasitas yang signifikan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan mengurangi kesenjangan konektivitas antara wilayah di Indonesia. (Icha)

  • Satelit Nusantara Dua Milik PSN dan Indosat Ooredoo Gagal Ngorbit!

    Satelit Nusantara Dua Milik PSN dan Indosat Ooredoo Gagal Ngorbit!

    Telko.id – Confirm! Satelit Nusantara Dua gagal terbang. Seperti dikutip dari nasaspaceflight.com. Rencananya, satelit yang diluncurkan oleh China Great Wall Industry Corporation pada hari Kamis ini menggunakan roket Long March-3B / G2 (Chang Zheng-3B / G2).

    Namun, peluncuran yang berlangsung pukul 11:45 UTC pada pad LC2 di Pusat Peluncuran Satelit Xichang, dilaporkan gagal saat penerbangan tahap ketiga.

    Menurut Johanes Indri Prijatmodjo, Presiden Direktur PSNS, dalam pernyataan resminya, satelit sudah menjalani proses lift off berjalan dengan baik. “Namun terjadi anomali ketika memasuki tahap pelepasan roket tingkat tiga, sehingga satelit tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan,” ujar nya.

    “Nusantara Dua telah dilindungi oleh asuransi yang sepenuhnya memberikan perlindungan atas risiko peluncuran dan operasional satelit,” ungkap Johanes menambahkan.

    Satelit tersebut, yang berbasis pada platform China DFH-4, akan digunakan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi PT Indosat Ooredoo dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS), untuk menyediakan akses internet broadband dan layanan penyiaran berkualitas.

    Laporan dari Tiongkok yang mencatat masalah dengan tahap ketiga Long March telah mengakibatkan misi digolongkan sebagai kegagalan.

    Satelit Nusantara Dua ini merupakan hasil kerja sama antara Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersama Indosat Ooredoo dan Pintar Nusantara Sejahtera (PNS) yang dibentuk sejak 2017 lalu.

    Baca juga : Hebat! Indonesia Bakal Jadi Negara Ke-4 Yang Punya Satelit Internet Cepat

    Dan pada 17 Mei tahun itu dikontrak oleh China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), anak perusahaan China Aerospace Science and Technology Corporation, untuk membangun satelit Palapa-N1 yang disebut juga Nusantara Satu-2, satelit ini akan menggantikan satelit Palapa-D pada posisi 113 ° BT di orbit geosinkron tempat ia akan beroperasi pada Juni 2020.

    Dengan berat 5.550 kilogram, Palapa-N1 memiliki kapasitas 20 × 36 MHz C-band FSS transponder dan 9,5 gigabit-per-detik (Gbps) HTS. Satelit ini dapat mencakup wilayah di seluruh Asia Pasifik dan ke Australia untuk transponder C-band dan di seluruh Indonesia untuk HTS. Satelit bisa juga digunakan untuk layanan VSAT, siaran, broadband, backbone, dan backhaul.

    Satelit ini rencananya akan memiliki masa hidup hingga 15 tahun mendatang dan memiliki teknologi serupa pendahulunya, yakni Nusantara Satu. Adapun teknologi itu termasuk Classic Fixed Satellite Service di C-band dan HTS di Ku-band.

    Baca juga: Mantap! Wilayah 3T Bisa Internetan via Satelit Nusantara Satu

    “Dengan itu, satelit menjadi lebih efisien namun tetap memiliki nilai tambah pada kehandalan tautan. Satelit ini pun dapat dimanfaatkan untuk VSAT, broadcastbroadbandbackbone, serta backhaul,” tutur Johanes Indri Prijatmodjo, Presiden Direktur PSNS, beberapa waktu lalu.

    Sekadar informasi, tahap awal pembangunan satelit ini dilakukan sejak 2017. Lalu pada awal Maret 2020, proses pre-shipment review satelit sudah selesai dan diperkirakan dapat mengantar satelit meluncur awal April 2020, lalu beroperasi Juni 2020.

    Setidaknya, untuk meluncurkan Satelit Nusantara dua ini menghabiskan dana sebesar $70,000,000. (Icha)

  • Indonesia Memilih Sistem Jupiter Untuk Berdayakan Satelit HTS

    Indonesia Memilih Sistem Jupiter Untuk Berdayakan Satelit HTS

    Telko.id – Untuk mendistribusikan akses internet di darat dari satelit dibutuhkan sebuah sistem konektivitas terestrial yang tepat agar target pemerintah menghilangkan kesenjangan digital di Indonesia. Hughes JUPITER System pun dipilih untuk Memberdayakan Satelit High Throughput Satelit Multifunction 150Gbps yang akan dibangun dan dioperasikan oleh kemitraan publik-swasta antara pemerintah Indonesia dan Konsorsium PSN yang dipimpin oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

    Yang disediakan oleh Hughes adalah sistem dasar untuk memungkinkan konektivitas satelit broadband di seluruh negara pulau.

    “Sebagai perusahaan satelit nasional, PSN sangat bangga dan berterima kasih atas kepercayaan penuh yang diberikan kepada kami untuk menyediakan infrastruktur utama bagi perkembangan Indonesia, dan kami berharap jaringan ini akan membuat Internet dapat diakses oleh semua orang Indonesia di mana pun mereka berada di Kepulauan Indonesia,” kata Adi Rahman Adiwoso, chief executive officer di PSN, berbicara atas nama Konsorsium PSN dalam pernyataan tertulisnya.

    Adiwoso juga menambahkan “Sebagai pelanggan Hughes selama bertahun-tahun, kami tahu secara langsung kemampuan Sistem JUPITER dan itu adalah solusi yang tepat untuk proyek penting nasional ini.”

    “Sangatlah mustahil untuk menyediakan konektivitas terestrial di seluruh Indonesia dengan ribuan pulau ini,” kata Ramesh Ramaswamy, wakil presiden senior dan manajer umum, Divisi Internasional di Hughes.

    “Itu sebabnya, satelit multifungsi yang beroperasi dengan Sistem Hughes JUPITER akan mempercepat penutupan kesenjangan digital untuk seluruh Indonesia, dan kami bangga menjadi bagian dari upaya penting ini dengan pelanggan lama kami PSN dan mitra mereka di Konsorsium PSN,” sahut Ramesh menambahkan.

    Sistem Jupiter ini akan beroperasi untuk mendukung satelit HTS Nusantara Satu atau PSN VI. Dengan menggunakan standar industri DVB-S2X yang canggih, Sistem JUPITER menjadi platform pilihan operator di seluruh dunia karena mampu memberikan kapasitas dan efisiensi tinggi untuk setiap implementasi broadband satelit.

    Beberapa terminal akan dengan mudah dikonfigurasikan untuk melayani semua pelanggan. Baik masyarakat luas, perusahaan dan pemerintah. Dan, gateway Sistem JUPITER ini dapat ditingkatkan kemampuannya menjadi multi-Gbps sebagai generasi berikutnya dari sebuah satelit Multifungsi setelah sistem HTS. (Icha)

  • Sony Cegah Ujaran Kebencian di PlayStation Network

    Sony Cegah Ujaran Kebencian di PlayStation Network

    Telko.id, Jakarta  Sony melakukan inisiatif terkait pencegahan perilaku tidak menyenangkan dan ujaran kebencian terhadap nama pengguna di PlayStation Network (PSN), dengan mengganti PSN ID yang ofensif atau menyinggung dengan nama sementara.

    Beberapa hari lalu, Sony membuka peluang dengan memungkinkan pengguna PlayStation untuk mengubah nama pengguna di konsol.

    Hal itu untuk pertama kalinya dilakukan dalam sejarah platform online Sony, yakni memberikan pemain PS4 peluang untuk menentukan kembali identitas mereka baik secara positif dan negatif.

    Menurut laporan The Verge, PSN ID yang melanggar peraturan jaringan akan disensor dan digantikan oleh ID sementara yang terbaca sebagai TempXXX. Huruf X menandakan angka yang akan menggantikan nama asli pengguna yang disensor.

    {Baca juga: Saingi Nintendo, Sony akan Rilis PlayStation Classic}

    Hukuman ini jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan hukuman yang sebelumnya diberikan oleh Sony. Sebagai informasi sebelumnya Sony akan langsung memblokir pemain yang melanggar peraturan PlayStation Network.

    Pelanggaran tersebut termasuk pencantuman kata yang menghina ras atau etnis tertentu, vulgar atau kata terlarang lain pada nama mereka. Kemudian, Sony akan meminta penguna utnuk mengubah nama pengguna dengan nama yang sesuai peraturan.

    Tidak hanya untuk pemain yang telah lama menjadi anggota PSN, regulasi baru ini juga berlaku untuk pemain baru. Sebelumnya, rumor terbaru kembali beredar disebutkan PS5 akan dirilis tahun depan, 2020.

    Rumor ini pertama kali dibisikkan oleh developer game asal Eropa yang mengklaim sedang mengerjaan game untuk konsol PS5.

    Dalam forum Pastebin, studio game ini mengaku sedang membantu sebuah perusahaan game besar untuk menyiapkan game kelas AAA saat peluncuran PS5. Klaim mereka bahwa rencana awal Sony merilis PS4 antara di bulan April hingga Juni.

    Menariknya, salah satu game yang ikut disebut bakal dirilis bersama konsol PS5 adalah game GTA 6 garapan Rockstar Games. Seperti yang diketahui, akhir tahun 2018 Rockstar Games baru saja merilis Red Dead Redemption 2.

    Sementara itu, Studio Sony Interactive Entertainment kembali merilis game baru. Game kali ini mengusung virtual reality untuk menambah koleksi game PlayStation VR (PS VR), bernama Everybody’s Golf VR.

    {Baca juga: Ini Dia Game Terlaris PlayStation 4 di 2018}

    Sesuai dengan nama game tersebut, pemain akan disuguhkan pengalaman bermain golf meski hanya bermodalkan konsol dan PlayStation VR. Everybody’s Golf VR akan dirilis pada tanggal 21 Mei 2019 mendatang. [BA/HBS]

    Sumber: The Verge

  • Mantap! Wilayah 3T Bisa Internetan via Satelit Nusantara Satu

    Mantap! Wilayah 3T Bisa Internetan via Satelit Nusantara Satu

    Telko.id – Satelit Nusantara Satu adalah satelit broadband pertama Indonesia. Di buat oleh oleh Space System Loral (SSL), Amerika Serikat dan pada Februari 2019 sudah sukses diluncurkan menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X. Kini, satelit Nusantara Satu sudah berada di orbitnya yakni di atas Papua dan siap melayani kebutuhan internet masyarakat Indonesia terutama daerag 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

    Satelit Nusantara Satu (PSN VI) yang merupakan milik Pasifik Satelit Nusantara (PSN) adalah satelit komunikasi geo stasioner (GEO) Indonesia yang dimiliki oleh Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit ini ditempatkan pada posisi di atas equator pada 146 BT dan bergerak bersamaan dengan rotasi bumi.

    Satelit Nusantara Satu merupakan Satelit Broadband pertama Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar untuk memberikan layanan akses broadband ke seluruh wilayah Indonesia.

    Satelit yang nilai sekitar US$ 230 juta ini memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps, dengan area cakupan (coverage) hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

    Menurut Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama Pasifik SN, kondisi terakhir Satelit Nusantara Satu dinyatakan dalam performa terbaiknya karena seluruh spesifikasi teknis terpenuhi sesuai dengan rancangan dan harapan.

    “Satelit Nusantara Satu telah mengemban tugasnya dengan baik hingga saat ini dan siap beroperasi agar dapat memberikan akses internet yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Adi dalam acara Syukuran Peluncuran Nusantara di Jakarta, Senin (1/4/2019).

    Satelit ini memiliki kapasitas 15Gbps, tiga kali lebih besar dibandingkan satelit konvensional yang saat ini ada. Dan harapannya dapat melayani kebutuhan internet di 25.000 desa yang tidak memiliki koneksi komunikasi internet yang memadai.

    Terkait rangkaian IOT yang dijalani Satelit Nusantara, satelit asal Indonesia ini sudah memulainya sejak 8 Maret dan dijalankan melalui Payload/Transponder IOT di Cikarang, Jawa Barat.

    Selain itu, Nusantara Satu juga sudah melewati Bus IOT di Mission Control Center (MCC) Palo Alto dari SSL. Sedangkan untuk Satellite Control Facility (SCF) terkonsentrasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

    Pengendalian satelit, kata Adi, sejak meluncur hingga sampai ke orbit, Nusantara Satu masih dikendalikan oleh MCC Palo Alto milik SSL, namun tetap di bawah pengawasan SCF Jatiluhur.

    Namun setelah serangkaian tes pada satelit berjalan lancar dan proses administrasi diselesaikan, SSL pun akan menyerahkan kepada PSN selambat-lambatnya pada 1 April ini.

    “Semua yang di bawah kendali kami seperti pusat monitor jaringan di Cikarang dan SCF Jatiluhur sudah siap beroperasi sejak 2 November tahun lalu. Kami bersyukur peluncuran satelit hingga mencapai orbitnya dan pelaksanaan seluruh proses mulai dari persiapan, peluncuran, perjalanan menuju orbit hingga serangkaian pengujian teknis telah dilakukan dengan baik,” pungkas Adi.

    Uniknya, sebelum diorbitkan pun, Satelit Nusantara Satu ini, 70% kapasitas nya sudah ada yang menyewa. Ya, yang sewa pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

    Langkah ini diambil karena pemerintah memang ingin menghubungkan semua wilayah Indonesia dengan internet. Dan, untuk itulah, layanan yang bisa digunakan selain dengan Palapa Ring adalah melalui satelit.

    Rencananya, Satelit Nusantara Satu ini akan disewa selama lima tahun, sambil menunggu rencana BAKTI yang pada 2022 akan meluncurkan satelit Multifungsi dengan teknologi high-throughput satellite (HTS) atau satelit dengan karakteristik internet berkecepatan tinggi.

    “Pemerintah (BAKTI) bikin tender namanya list capacity, dan kami salah satu pemenangnya dari lima provider satelit yang ada. Saat ini sedang dalam proses finalisasi kontrak,” ungkap Adiwoso beberapa waktu lalu di Jakarta.

    “Selain BAKTI, ada beberapa UMKM, pengusaha internet cafe, operator telekomunikasi, dan beberapa perusahaan yang bakal menggunakan layanan Satelit Nusantara Satu,” terang Adiwoso.

    Untuk menggunakan layanan satelit ini, pengguna individu bisa membeli VSAT atau stasiun penerima sinyal seharga USD 500. Nantinya biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 100.000 per 1 GB atau Rp 3.500 per 300 MB.

    Satelit Nusantara Satu yang semula disebut Satelit PSN VI ini merupakan satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi HTS dan teknologi Next Generation Electric Propulsion.

    Adiwoso menjelaskan, teknologi HTS tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia, sementara Electric Propulsionmembuat satelit menjadi cost effective dan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan tentunya menjadikan biaya investasi lebih terjangkau. (Icha)

     

     

     

     

  • Februari, PSN Akan Luncurkan Satelit Nusantara Satu

    Februari, PSN Akan Luncurkan Satelit Nusantara Satu

    Telko.id – Pasifik Satelit Nusantara (PSN) akan meluncurkan satelit Nusantara Satu (N1) pada bulan Februari 2019. Satelit ini memiliki teknologi satelit throughput tinggi (HTS) pertama yang digunakan di Indonesia.

    Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan bahwa tujuan diluncurkannya satelit tersebut akan memberikan kapasitas bandwidth terbesar dari semua satelit milik Indonesia. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan layanan telekomunikasi di daerah-daerah terpencil di mana sekitar 25 juta orang belum dapat menikmati koneksi broadband 4G.

    “Kebutuhan internet sangat tinggi, ada sekitar 25 juta orang yang tidak memiliki koneksi internet yang memadai. Mereka adalah target kami, ”kata Adi di Jakarta, Rabu (23/01) seperti yang dilaporkan oleh kompas.com.

    “Indonesia sebagai negara kepulauan harus meningkatkan layanan internet karena jika tidak, maka kesenjangan layanan akan semakin meluas,” imbuhnya.

    Ia juga mengatakan dengan menyediakan akses internet di seluruh negeri ini akan mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan publik, karena program seperti pengajuan tunggal online (OSS) tidak akan berfungsi dengan baik tanpa adanya koneksi internet yang memadai.

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pendidikan juga akan didukung dengan adanya ketersediaan akses internet yang baik.

    “Guru-guru di daerah terpencil juga perlu mengambil item tes dan bahan pembelajaran, sehingga mereka bisa mengajar sesuai dengan standar nasional,” jelasnya.

    “Dengan peluncuran N-1, kami berharap akan dapat memperluas jangkauan kami dalam dua hingga dua setengah tahun setelah satelit mulai beroperasi,” ujarnya.

    “Nilai investasi untuk peluncuran satelit ini sebesar US$ 230 juta. “30% internal dan 70% pinjaman,” tambah Adi. Adapun pinjaman PSN untuk meluncurkan Nusantara Satu tersebut berasal dari lembaga pembiayaan asal Kanada yakni Export Development Canada (EDC).

    Satelit itu sendiri merupakan buatan Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat sedang dalam persiapan peluncuran.

    Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarko mengungkapkan, satelit itu menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain 15 tahun. “Memiliki 52 transponder yang terdiri dari 38 transponder C/Ext-C Band dan delapan spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas 15 gigabytes per detik,” bebernya.

    Rencananya satelit ini akan diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X. Nusantara Satu bakal mengorbit di 146 derajat bujur timur tepat di atas Papua. Satelit ini akan dikendalikan melalui control center di Jatiluhur, Jawa Barat. Satelit Nusantara Satu akan dioperasikan oleh PT PSN Enam Indonesia yang tidak lain adalah anak usaha PSN. (Icha)