Tag: Masjid Linwood

  • Valve Hapus 100 Akun Pendukung Pelaku Penembakan

    Valve Hapus 100 Akun Pendukung Pelaku Penembakan

    Telko.id, Jakarta – Valve menghapus lebih dari 100 akun pendukung aksi penembakan Masjid Selandia Baru, di layanan penyedia game Steam. Hal ini dilakukan setelah adanya laporan bahwa banyak pengguna yang justru mendukung aksi brutal pelaku penembakan.

    Dilansir Telko.id dari The Verge pada Minggu (17/03/2019), laporan soal dukungan pada aksi pelaku penembakan pertama kali muncul dari media teknologi Kotaku.

    Setelah peristiwa penembakan, ditemukan bahwa banyak pengguna yang memperbarui profil mereka dengan memasukan nama, gambar penembak bahkan GIF aksi serangan.

    Pada awalnya Kotaku melihat ada 66 akun pendukung, namun jumlah pendukung terus bertambah hingga lebih dari 100 akun. Pihak Kotaku pun menghubungi Valve, dan akhirnya ratusan akun tersebut telah dihapus.

    {Baca juga: Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

    Walaupun Valve telah bereaksi cepat dengan menghapus ratusan akun, namun sayangnya masih ada beberapa pengguna Steam yang memuji aksi penembakan tersebut.

    “Ratusan akun terus mengangguk ke arah penembak massal masa lalu termasuk pelaku pembantaian di Charleston, Isla Vista dan Parkland dan tentang pembunuhan massal 2011 di Norwegia,” tulis Kotaku.

    Hingga saat ini Valve juga belum memberikan komentar terkait kasus ini.

    Langkah Valve ini menyusul langkah serupa yang diambil oleh banyak perusahaan digital yang menanggapi respon atas aksi penembakan keji di Selandia Baru. Facebook dan YouTube menjadi dua media sosial yang bergerak cepat menghapus video penembakan Masjid Selandia Baru,

    Selain menghapus video yang tengah viral di media sosial, Facebook juga menghapus postingan terkait pujian dan dukungan yang dilakukan oleh pelaku.

    {Baca juga: Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru}

    “Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tidak lama setelah streaming berlangsung, kami langsung menghapus akun Facebook penembak dan videonya,” kata perwakilan Facebook di Selandia Baru, Mia Garlick, dikutip Telko.id dari CNET, Jumat (15/03/2019).

    Seperti diketahui bahwa pada Jumat kemarin (15/03/2019) terjadi penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch Selandia Baru yang menewaskan 50 orang yang dilakukan oleh Breton Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun. [NM/HBS]

    Sumber: The Verge

  • Bicara Teror Masjid Selandia Baru, Senator Australia Dilempari Telur

    Bicara Teror Masjid Selandia Baru, Senator Australia Dilempari Telur

    Telko.id,Jakarta Senator Australia, Fraser Anning menerima tindakan memalukan. Senator yang memberikan komentar kontroversial soal penembakan Masjid Selandia Baru, dilempari telur oleh seorang remaja ketika sedang diwawancara awak media.

    Dilansir Telko.id dari Mashable pada minggu (17/03/2019), video kejadian tersebut pertama kali diunggah oleh wartawan ABC News Henry Belot di akun Twitter pribadinya @Henry_Belot pada Jumat (15/03/2019).

    Dalam video memperlihatkan seorang remaja yang diketahui bernama Will Connolly itu tengah berada berdiri di belakang Anning ketika sang senator itu berbicara kepada sejumlah wartawan.

    Tiba-tiba remaja itu melemparkan sebutir telur di belakang kepala Anning sambil merekamnya dengan ponselnya ke arah senator tersebut. Sontak, Anning pun marah dan menampar remaja tersebut sebelum dilerai oleh pihak keamanan.

    Video tersebut langsung mendapat respon luar biasa dari warganet. Hanya dalam hitungan menit, vudeo itu sudah di-retweet sebanyak 43817 dan mendapat 77.803 tanda likes dari warganet.

    Belum jelas motif dari tindakan remaja tersebut. Namun spekulasi muncul bahwa tindakan melempar telur adalah bentuk protes remaja itu atas komentar Anning terkait kasus penembakan Masjid Selandia Baru, yang menewaskan lebih dari 40 orang itu.

    {Baca juga: Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru}

    Seperti diketahui, pasca terjadinya tragedi penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru, Anning mengeluarkan pernyataan kontroversial, dengan menyalahkan imigran muslim yang berada di Selandia Baru sebagai sumber masalah.

    “Penyebab sesungguhnya pertumpahan darah di jalan Selandia Baru ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum muslim fanatik bermigrasi ke Selandia Baru,” kata Anning.

    Aksi Will Connolly tersebut menjadi viral di media sosial. Banyak warganet yang mendukung aksi Connolly tersebut, dan warganet bahkan menjulukinya sebagai #EggBoy.

    Bahkan kreativitas warganet muncul dengan meme yang menggambarkan Connolly sebagai bagian dari pahlawan Marvel dalam film terbaru Avengers.

    {Baca juga: Warganet Berdoa, Tagar #NewZealandTerroristAttack Viral di Twitter}

    Website penggalangan dana GoFoundMe sedang mengumpulkan dana USD$ 2.000 atau Rp 28,5 juta untuk membayar biaya hukuman remaja pemberani itu. Dan kabar terakhir menyebutkan sudah terkumpul dana hingga USD$ 5.000 atau Rp 71,2 juta.

    Sebelumnya, terjadi penembakan jamaah salat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch Selandia Baru pada Jumat (17/03/2019). Hingga kini, jumlah korban tewas disebutkan terus bertambah menjadi 50 orang, setelah sebelumnya berjumlah 49 orang. [NM/HBS]

    Sumber: Mashable

  • Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru

    Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru

    Telko.id,Jakarta – Ada kisah menyedihkan pada kasus penembakan Masjid Selandia Baru. Jika melihat dalam video penembakan ada seorang jamaah yang sempat mengucapkan salam kepada pelaku penembakan, dengan mengatakan, “Hello Brother”, sebelum akhirnya meninggal diberondong peluru.

    Dilansir Telko.id dari Al Jazeera pada Sabtu (16/03/2019) ucapan tersebut terdengar dalam video penembakan yang viral di media sosial.

    Terdengar bahwa ketika pelaku mendekati pintu Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru Jumat (15/03/2019) ada seorang pria yang menyambut pelaku dengan ucapan salam “Hello Brother” kepadanya.

    Namun setelah itu pelaku langsung memberondongkan peluru kepada pria tersebut hingga meninggal dunia dengan 3 peluru di badannya. Video tersebut  telah dibagikan secara luas di media sosial termasuk di Indonesia.

    {Baca juga: Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

    Dalam video terlihat bahwa pelaku yang merupakan pria bersenjata menembak tanpa pandang bulu kepada para jamaah ketika mereka berlari atau tiarap ke lantai untuk menyelamatkan diri.

    Selain Masjid Al Noor, pria itu juga menyerang masjid Linwood yang berada di kota yang sama. Dari penembakan tersebut setidaknya 49 orang, termasuk anak-anak,  meninggal dunia dan ada 42 orang dirawat karena luka-luka termasuk seorang anak berusia 4 tahun.

    Hingga saat ini belum jelas terkait identitas pelaku penembakan. Informasinya pria tersebut berumur 28 tahun dan berasal dari Australia.

    Perlu diketahui bahwa pihak Facebook dan YouTube langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran video penembakan Masjid Selandia Baru yang viral di media sosial.

    {Baca juga: Kominfo: Setop Sebar Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

    Kedua media sosial itu menghapus video penembakan platform mereka. Bahkan untuk Facebook, mereka juga sedang menghapus postingan terkait pujian dan dukungan yang dilakukan oleh pelaku.

    “Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tidak lama setelah streaming berlangsung dimulai dan kami menghapus akun Facebook penembak dan videonya,” kata perwakilan Facebook di Selandia Baru, Mia Garlick, dikutip Telko.id dari CNET, Jumat (15/03). [NM/HBS]

  • Warganet Berdoa, Tagar #NewZealandTerroristAttack Viral di Twitter

    Warganet Berdoa, Tagar #NewZealandTerroristAttack Viral di Twitter

    Telko.id, Jakarta – Peristiwa penembakan Masjid Selandia Baru pada Jumat (16/03/2019) ramai diperbincangkan di Twitter. Warganet berdoa atas para korban penembakan sambil menggaungkan tagar #NewZealandTerroristAttack di Twitter.

    Berdasarkan pantauan Tim Telko.id dari Trends24 pada Sabtu (16/03/2019), tagar ini berada di urutan kedua, ditengah-tengah tagar yang berkaitan tentang isu sosial dan politik yang sedang diperbicangkan.

    Masih berdasarkan pantauan, terlihat bahwa warganet mengucapkan bela sungkawa atas kematian para jamaah salat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch Selandia Baru.

    Selain itu mereka juga  memposting karikatur terkait kasus tersebut. Pada akun Twitter @SalmaKurniawan2 memposting karikatur yang isinya seorang pria ketika sedang Salat dan tertembak.

    Dalam postingan tersebut, Salma mendapat tanda 389 tanda like dan 163 komentar. Selain doa bersama, warganet juga membagikan informasi terkait kasus tersebut. Misalnya ada warganet dengan akun @dimaswlp yang memposting foto seorang kakek yang bersama anak perempuan.

    {Baca juga: Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

    Akun tersebut menulis bahwa kakek tersebut sempat mengucapkan salam kepada pelaku penembakan dengan ramah, sebelum akhirnya tewas diterjang peluru. “Seorg bapak menyapa lelaki membawa senjata “hello brother” dan meninggal ditembaki dengan brutal,” cuit Dimas.

    Sebelumnya kasus penembakan ini sempat menjadi viral di Indonesia karena beredar video penembakan tersebut. Lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video penembakan Masjid Selandia Baru karena bisa menimbulkan ketakutan.

    {Baca juga: Kominfo: Setop Sebar Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

    “Agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Masjid Selandia Baru,” tulis Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus. [NM/HBS]

     

  • Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru

    Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru

    Telko.id, Jakarta Facebook dan YouTube bergerak cepat terkait video penembakan Masjid Selandia Baru, dengan menghapus video yang tengah viral di media sosial itu. Facebook juga sedang menghapus postingan terkait pujian dan dukungan yang dilakukan oleh pelaku.

    “Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tidak lama setelah streaming berlangsung dimulai dan kami menghapus akun Facebook penembak dan videonya,” kata perwakilan Facebook di Selandia Baru, Mia Garlick, dikutip Telko.id dari CNET, Jumat (15/03/2019)

    “Kami juga menghapus segala pujian atau dukungan untuk kejahatan penembakan tersebut. Kami akan terus bekerja secara langsung dengan Polisi Selandia Baru ketika tanggapan dan penyelidikan mereka berlanjut,” tambah Mia.

    {Baca juga: Lagi, Facebook Hapus Empat Akun Pemberontak Myanmar}

    Hal serupa juga dikatakan oleh YouTube. Dalam akun resmi Twitter Youtube mengucapkan bela sungkawa atas kasus tersebut dan berjanji untuk menghapus konten video penembakan Masjid Selandia Baru di platform mereka.

    “Hati kita hancur karena tragedi mengerikan hari ini di Selandia Baru. Ketahuilah bahwa kami bekerja dengan waspada untuk menghapus rekaman kekerasan apa pun,” cuit Youtube.

    Perlu diketahu bahwa hari ini terjadi penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch Selandia Baru yang menewaskan lebih dari 40 orang.

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada konferensi pers bahwa penembakan adalah bagian dari salah satu hari paling kelam di Selandia Baru.

    {Baca juga: Picu Kekerasan, Facebook Hapus Ratusan Akun Militer Myanmar}

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun merespon terkait penyebaran video penembakan Masjid Selandia Baru yang ada di media sosial. Mereka menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video tersebut karena bisa menimbulkan ketakutan dan melanggar hukum.

    “Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tulis Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu. [NM/HBS]