Tag: Kinerja Indosat Ooredoo

  • Kinerja Indosat Ooredoo Q3 2021, Total Pendapatan Rp23 triliun

    Kinerja Indosat Ooredoo Q3 2021, Total Pendapatan Rp23 triliun

    Telko.id – Kinerja Indosat Ooredoo pada Q3 2021 terlihat moncer. Perusahaan ini mampu konsisten menghadirkan solusi digital dan konektivitas yang berkualitas dan dapat kembali pertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tiga kuartal pada tahun ini.

    Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, total pendapatan Indosat Ooredoo meningkat 12,0% year-on-year (YoY) menjadi Rp23 triliun. Pendapatan seluler naik 10,3% YoY menjadi Rp18,8 triliun. EBITDA meningkat 22,7% YoY mencapai Rp10,4 triliun.

    Kinerja Indosat Ooredoo selama sembilan bulan tahun ini disebabkan karena kombinasi pertumbuhan top-line dan fokus berkelanjutan pada efisiensi biaya operasional. Ini membantu memberikan pertumbuhan margin EBITDA sebesar 4,0 bps YoY, menjadi 45,1%. Indosat Ooredoo juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,8 triliun.

    President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan eksekusi dari strategi transformasi telah memperlihatkan bahwa Indosat Ooredoo mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik.

    “Dalam sembilan bulan tahun ini, pertumbuhan pendapatan kami terus berlanjut mengungguli industri. Kami kembali berhasil menunjukkan kinerja EBITDA yang kuat, yang tumbuh hampir dua kali lebih cepat dari pendapatan,” ujarnya.

    Indosat Ooredoo juga mencatatkan 62,3 juta pelanggan yang puas dan terlibat dalam sembilan bulan tahun 2021, meningkat 3,2% YoY. Pelanggan data 4G tumbuh menjadi 43 juta, meningkat 27% YoY. Pendapatan Rata-rata per Pengguna (ARPU) meningkat sebesar 7,9% YoY menjadi Rp34,2 ribu, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam lalu lintas data, yang naik 39,2% YoY.

    Selama Q3 2021, Indosat Ooredoo mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial di Jakarta dan Surabaya, menyusul peluncuran pertama 5G di Solo pada Juni 2021. Layanan 5G adalah langkah selanjutnya dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia kepada masyarakat di Indonesia, dan peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo menempatkannya di garis depan revolusi 5G Indonesia.

    Selama triwulan tersebut Indosat Ooredoo juga melanjutkan perluasan jangkauan jaringan 4G di seluruh tanah air, menghadirkan layanan 4G/LTE ke 124 desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

    Penggelaran jaringan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia dan menggelar layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil pada tahun 2022. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, jumlah total BTS Indosat Ooredoo mencapai hampir 126 ribu yang 70 ribu di antaranya adalah BTS 4G.

    Keberhasilan strategi transformasi Indosat Ooredoo dan kinerjanya yang luar biasa diakui oleh beberapa penghargaan bisnis internasional utama selama kuartal tersebut. Secara khusus, Indosat Ooredoo dinobatkan sebagai ‘Telecommunications Company of the Year’ di Stevie International Business Awards tahun ini. Sementara Ahmad Al-Neama juga dianugerahi Gold Stevie untuk kategori ‘Executive of the Year – Telecommunications’ sebagai pengakuan atas komitmennya yang kuat terhadap tata kelola yang baik, inovasi, dan keterlibatan, kesejahteraan, dan pengembangan karyawan.

    Selama kuartal ketiga, Indosat oOoredoo juga terus memperluas dan memperkuat jaringan kami untuk menghubungkan lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia dan bahkan di daerah terpencil.

    Termasuk juga meluncurkan layanan 5G di lebih banyak kota yang membantu mengubah Indonesia menjadi negara yang berkemampuan 5G. Dan terus menghadirkan teknologi dan produk digital terbaik kepada pelanggan dalam kemitraan dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dunia.

    Operator ini juga berkomitmen penuh untuk mendukung agenda Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai digital powerhouse di kawasan. (Icha)

  • Kinerja Indosat Ooredoo Kinclong, Pendapatannya Naik 12,6%

    Kinerja Indosat Ooredoo Kinclong, Pendapatannya Naik 12,6%

    Telko.id – Kinerja Indosat Ooredoo pada kuartal pertama tahun 2021 ini cukup menggembirakan. Pasalnya, total pendapatan naik 12,6% YOY menjadi Rp7,3 triliun, pendapatan seluler meningkat 12,5% YoY menjadi Rp6 triliun, laba bersih Rp172 miliar,  EBITDA meningkat 42.5% YoY menjadi Rp3,4 triliun, serta jumlah pelanggan seluler meningkat 7% YoY menjadi 60 juta pelanggan.
     
    Atas kinerja yang kinclong ini, President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan, terlepas berbagai tantangan operasional yang berlangsung akibat pandemi COVID-19, momentum terus terbangun, tercermin dari pertumbuhan pendapatan dua digit dan kinerja EBITDA yang solid, serta mencatatkan laba bersih.

    “Kinerja Indosat Ooerdoo kuartal pertama ini menjadi patokan baru untuk kinerja keuangan kami selanjutnya. Strategi kami untuk menyediakan produk yang sederhana dan relevan, didukung oleh upaya kami mempertahankan keunggulan jaringan, telah mendorong akselerasi posisi kami dalam pangsa pasar seluler dan rebound yang kuat dalam bisnis perusahaan kami,” kata Al-Neama.

    Baca juga : Berbisnis Selama 53 Tahun, Ini Kinerja Indosat Ooredoo
     
    Tak lupa Al-Neama mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang dianggap sudah membantu moncernya kinerja Indosat Ooredoo. “Saya ingin berterima kasih kepada pelanggan setia dan semua pemangku kepentingan kami atas dukungannya selama ini, yang telah memotivasi kami untuk mencetak hasil yang luar biasa ini,” katanya, sambil tak lupa terus berkomitmen untuk memastikan konektivitas serta ketersediaan produk dan layanan digital yang dibutuhkan masyarakat di seluruh Indonesia. Serta, komitmen untuk mempercepat transformasi Indonesia menjadi bangsa yang digital.

    Indosat Ooredoo mencatatkan kinerja keuangan yang memuaskan di kuartal pertama 2021, mempertahankan momentum pertumbuhan tahun sebelumnya. Total pendapatan Indosat Ooredoo tumbuh sebesar 12,6% YoY menjadi Rp7,3 triliun. Pendapatan seluler meningkat sebesar 12,5% YoY menjadi Rp6 triliun. Bisnis enterprise terlihat kembali pulih pada kuartal pertama 2021 dengan pertumbuhan pendapatan enterprise (YoY) sebesar 17,1% menjadi Rp1,3 triliun.
     
    EBITDA meningkat 42.5% YoY, mencapai Rp3,4 triliun. Hal ini disebabkan oleh kombinasi pertumbuhan top line dan efisiensi biaya yang berkontribusi pada pertumbuhan margin EBITDA sebesar +9,7pp YoY mencapai 46,2% di kuartal pertama 2021, tertinggi dalam tujuh kuartal terakhir. Indosat Ooredoo juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp172 miliar, meningkat pesat sebesar Rp778 miliar dibandingkan dengan kuartal pertama 2020.
     
    Indosat Ooredoo juga mencatat basis pelanggan yang sehat dengan 60 juta pelanggan setia, tumbuh 7% YoY. Pendapatan rata-rata per Pelanggan (ARPU) meningkat 11% YoY menjadi Rp32,7 ribu, didorong oleh pertumbuhan trafik data yang signifikan, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
     
    Pada kuartal 1 2021, Indosat Ooredoo mengumumkan penandatanganan perjanjian Jual dan Sewa Kembali dengan PT EPID Menara Asset Co (“Edge Point Indonesia”) untuk lebih dari 4.200 menara telekomunikasi. Transaksi senilai Rp11 triliun dan akan membuka permodalan untuk membangun momentum pertumbuhan Indosat Ooredoo yang solid melalui pengembangan lebih lanjut pada kinerja jaringannya dan peluncuran solusi-solusi digital baru yang inovatif dalam rangka meningkatkan pengalaman pelanggan. (Icha)

  • Pendapatan Seluler Indosat Ooredoo Tumbuh 11.6%

    Pendapatan Seluler Indosat Ooredoo Tumbuh 11.6%

    Telko.di – Pendapatan seluler Indosat Ooredoo tumbuh 11.6% menjadi 23.1 Triliun. Angka tersebut merupakan hasil kinerja dari operator ini pada tahun 2020 lalu. Padahal tahun lalu itu tantangannya cukup besar akibat adanya pandemic covid-19 dan kompetisi harga dari operator lainnya. 

    “Meskipun menghadapi berbagai tantangan pandemi COVID-19 dan kompetisi harga dari operator lain, Indosat Ooredoo terus menjalankan strategi tiga-tahun Perusahaan serta mampu menjaga momentum pertumbuhan,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director and CEO Indosat Ooredoo.

    Menurut Ahmad, perusahaannya akan terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan 4G serta menghadirkan penawaran digital baru yang inovatif guna memastikan bahwa pelanggan dapat merasakan pengalaman seluler terbaik. 

    “Komitmen kami terhadap pelanggan serta untuk mengetengahkan penawaran produk yang sederhana dan relevan telah berkontribusi pada peningkatan jumlah pelanggan dan volume trafik data. Pertumbuhan ini memungkinkan perusahaan untuk membukukan pertumbuhan pendapatan seluler Indosat Ooredoo di atas rata-rata pasar serta peningkatan market share signifikan,” ujarnya menambahkan. 

    Ia pun menambahkan bahwa ke depan, perusahaanya terus akan mengantisipasi bahwa gaya hidup secara daring serta kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, yang menjadi marak karena pandemi, akan menjadi gaya hidup yang permanen. 

    “Indosat Ooredoo pun berkomitmen penuh untuk mendukung pelanggan seluler dan bisnis kami agar mampu beradaptasi dengan situasi new normal dengan terus meningkatkan kinerja jaringan untuk memenuhi akselerasi pertumbuhan permintaan data. Kami percaya melalui solusi digital baru perusahaan akan dapat melengkapi dan mempermudah kehidupan digital pelanggan. Inisiatif-inisiatif kami ini mendukung agenda transformasi digital di Indonesia dan menciptakan nilai tambah bagi stakeholder Perusahaan,” ungkap nya. 

    Indosat Ooredoo telah mencatatkan kinerja usaha tahunan yang kokoh per 31 Desember 2020, total pendapatan tumbuh sebesar 6.9% (YoY) menjadi Rp27,9 triliun dan pendapatan seluler tumbuh sebesar 11,6% (YoY) menjadi Rp23,1 triliun.

    EBITDA tumbuh 16% YoY mencapai Rp11,4 triliun, akibat pertumbuhan pendapatan yang baik serta fokus perusahaan atas efisiensi operasional. Marjin EBITDA tercatat sebesar 40.9%, tumbuh sebesar 3.2 bps dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

    Jumlah pelanggan seluler tumbuh 1.7% YoY menjadi 60,3 juta pelangan per akhir tahun 2020 serta Pendapatan rata-rata per Pelanggan (ARPU) meningkat menjadi Rp31,9 ribu dari sebelumnya Rp27,9 ribu, didorong oleh peningkatan trafik data yang signifikan sebesar 52.8% YoY.

    Indosat Ooredoo juga membukukan kinerja operasional yang kuat dengan meningkatkan pengalaman video sebanyak 55,8% YoY, meningkatkan kecepatan 4G hingga dua kali lipat, dan secara signifikan meningkatkan kecepatan unggah kami sebanyak 88,4% YoY.

    Selama tahun 2020, Indosat Ooredoo berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Cisco, dan Ericsson untuk menghadirkan teknologi terkini yang dapat mempercepat digitalisasi pengalaman pelanggan serta meningkatkan jaringan internet di Indonesia. 

    Kami terus memperkenalkan produk baru yang inovatif untuk membantu pelanggan tetap terhubung serta mendukung pelaku usaha dan institusi pendidikan agar tetap beroperasi selama pandemi. Melalui IM3 Ooredoo, kami meluncurkan paket bisnis IMPreneur terbaru yang dirancang khusus untuk UKM. Melalui Indosat Ooredoo Business, kami baru-baru ini memperkenalkan solusi “iDo Voice” yang terdiri dari tiga layanan suara baru untuk pelanggan korporat.

    Investasi Indosat Ooredoo dalam pengembangan infrastruktur jaringan 4G serta komitmen kami kepada pelanggan kembali memperoleh penghargaan bisnis internasional yang bergengsi. Di ajang OpenSignal Global Mobile Network Experience Awards 2020, perusahaan menerima penghargaan “Global Rising Star” dalam kategori Video Experience, selain itu kami juga baru-baru ini memenangkan kategori Corporate Excellence di ajang Industri Telekomunikasi & TIK di Asia Pacific Enterprise Awards (APEA) 2020 Regional Edition.

    Pada tahun 2021, Indosat Ooredoo akan melanjutkan peningkatan dan perluasan jaringan perusahaan dengan fokus pada pengembangan 4G/LTE dan Jaringan Video Grade yang mampu memberikan layanan internet yang semakin baik kepada pelanggan. Peningkatan jaringan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang sejalan dengan rencana ekonomi digital pemerintah Indonesia serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    Kami yakin bahwa momentum pertumbuhan ini akan berlanjut pada tahun 2021. Namun, karena ketidakpastian pemulihan ekonomi dari pandemi, dengan penuh pertimbangan kami optimis untuk mencapai pertumbuhan pendapatan sesuai dengan industri,  marjin EBITDA di kisaran batas bawah level 40%, serta belanja modal di kisaran 8 triliun rupiah. (Icha)

  • Berbisnis Selama 53 Tahun, Ini Kinerja Indosat Ooredoo

    Berbisnis Selama 53 Tahun, Ini Kinerja Indosat Ooredoo

    Telko.id – Pada moment ulang tahun ke 53, dengan tema Rising Up Indonesia, Indosat Ooredoo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap bersemangat dan bangkit bersama membangun bangsa, menyongsong masa depan yang lebih baik dan mewujudkan masyarakat digital. Lalu apakah operator ini sudah puas dengan kinerja nya sampai saat ini?

    “53 tahun melayani Indonesia, menjadi perjalanan bernilai yang terus menyatukan kami dengan masyarakat dan pelanggan, khususnya di masa pandemi ini, bersama bangkit dan saling menebarkan semangat untuk terus membangun dan menuju Masyarakat Digital Indonesia,” ungkap President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama di acara puncak perayaan HUT Indosat ke-53 secara virtual.

    Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo di acara puncak perayaan HUT Indosat ke-53 secara virtual

    Ia pun menyatakan bahwa selama ini kinerja Indosat Ooredoo telah membukukan sejumlah pencapaian. Bahkan, di tengah persaingan ketat dan tantangan pandemi, operator ini terus mampu menjaga momentum pertumbuhan dan terus berada pada jalur yang tepat mewujudkan strategi turnaround.

    Hal ini terbukti pada kinerja Indosat Ooredoo pada Q3/2020, di mana perusahaan ini berhasil menjadi operator dengan pertumbuhan pendapatan tertinggi di industri, yaitu meningkat sebesar 9,2%. Bahkan Perusahaan mencatat pertumbuhan double digit sebesar 12,9% untuk pendapatan seluler dan 17% untuk pertumbuhan EBITDA.

    Baca juga : HUT Ke 53 Indosat Ooredoo Banyak Kasih Promo

    Sejumlah aksi pun korporasi dan inisiatif bisnis pun dilakukan hingga kuartal III 2020 ini.  Antara lain peluncuran IMClass untuk pelajar saat pandemi, IMPreneur untuk UMKM, IM3 Ooredoo Official Whatsapp, Voice over LTE (VoLTE) yang kini sudah mencakup 53 kota di seluruh Indonesia, IMKiosk, dan lain-lain.

    Lalu, untuk pelanggan korporasi juga diluncurkan Solusi Smart City, Hybrid Cloud, Big Data, dan Cloud Connect Solution.

    Kerjasama strategis dengan mitra global juga terus diperluas seperti dengan Google, Facebook, Snapchat, Netfoundry, Nexford, GSMA, Alibaba Cloud, Amazon Web Services, Telecom Infra Project (TIP) dan lain-lain.

    Operator seluler ini juga meningkatkan kualitas jaringan sebagai tulang punggung layanan terus dilakukan melalui penerapan teknologi bekerja sama dengan mitra strategis seperti Global Partners Ericsson, Huawei, Nokia, ZTE, Cisco, dan mitra lainnya.

    Hingga kuartal III 2020, Indosat telah membangun 1.939 site baru dan berkomitmen untuk meningkatkan jangkauan 4G dan pengalaman pelanggan Indosat Ooredoo yang semakin baik.

    Ahmad juga menyatakan, menghadapi kondisi pandemi saat ini, Indosat Ooredoo mendukung pemerintah dan masyarakat melalui Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna membantu jutaan guru dan siswa di seluruh Indonesia, termasuk bantuan kepada lembaga pendidikan Madrasah di berbagai wilayah.(Icha)

  • Kinerja Indosat Ooredoo Pada Triwulan ke 3 Mampu Tumbuh Dua Digit!

    Kinerja Indosat Ooredoo Pada Triwulan ke 3 Mampu Tumbuh Dua Digit!

    Telko.id –  Meskipun di tengah persaingan ketat dan tantangan pandemi COVID19, kinerja Indosat Ooredoo cukup solid. Terutama pada pendapatan seluler dan EBITDA yang mampu tumbuh dua digit. Hal ini tercermin dalam laporan kinerja sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020 dan baru saja diumumkan hari ini (03/11/2020).

    Dalam laporan nya tersebut, kinerja Indosat Ooredoo kinerja terjadi kenaikan pendapatan sampai 9,2% dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp20,6 triliun, pendapatan seluler meningkat 12,9% dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp17 triliun, EBITDA mencapai Rp8,5 triliun atau meningkat 17% dibanding tahun sebelumnya,  dan EBITDA margin tercatat sebesar 41,1% meningkat 2,7 bps dibanding tahun sebelumnya.

    Jumlah pelanggan seluler nya pun meningkat 2,8% dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60,4 juta pada akhir September 2020. Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) pun meningkat menjadi Rp31,7 ribu dari sebelumnya Rp27,8 ribu, serta trafik data yang tumbuh sebesar 54,7% dibanding tahun sebelumnya.

    Pertumbuhan jumlah pelanggan serta ARPU menunjukkan bahwa investasi jaringan, inisiatif digital, dan penawaran ke pelanggan telah memberikan hasil yang menguntungkan. Di pasar di mana sebagian besar operator menawarkan proposisi unlimited, Indosat Ooredoo telah berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dengan pengalaman jaringan yang lebih baik dan harga yang terjangkau.

    “Saya sangat gembira untuk mengumumkan bahwa Indosat Ooredoo mencatatkan triwulan III tahun 2020 dengan kinerja keuangan dan operasional yang kuat. Meskipun di tengah persaingan ketat dan tantangan pandemi COVID19, kami terus menjaga momentum pertumbuhan dan terus berada pada jalur yang tepat mewujudkan strategi turnaround,” ungkap Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

    Indosat Ooredoo terus mendukung program pemerintah untuk membantu masyarakat melewati pandemi COVID-19, salah satunya untuk progam Pembelajaran Jarak Jauh. Indosat Ooredoo bersama Pemerintah telah membantu jutaan guru dan siswa di seluruh Indonesia dengan menyediakan akses internet yang mudah dijangkau dan berkecepatan tinggi. Indosat Ooredoo juga melakukan beberapa kerja sama strategis dengan mitra global untuk meningkatkan layanan digital bagi pelanggan, retail maupun korporasi.

    Selama triwulan III tahun 2020, Indosat Ooredoo meluncurkan beberapa produk dan layanan inovatif seperti, IMPreneur untuk mendukung pelaku UMKM di masa pandemi COVID19, WhatsApp business untuk layanan pelanggan yang lebih cepat, Voice over LTE (VoLTE) dengan suara yang lebih jernih dan terus internetan sambil telpon serta solusi Cloud Connect, smart city, hybrid cloud dan big data bagi pelanggan korporasi.

    Dukungan Indosat Ooredoo bagi masyarakat dalam menghadapi COVID19 juga tercermin dari beberapa program seperti dukungan survey untuk UN Women, Paket Data untuk Madrasah, Kompetisi Madrasah Young Research (MYRes), API Gift Data untuk mempercepat penyaluran kuota bantuan Program PJJ, dan lain-lain.

    Penghargaan baik lokal maupun internasional juga turut diraih Indosat Ooredoo seperti Stevie International Business Award, Frost & Sullivan Award, K3 Award 2020, Asia Responsible Enterprise Award, HR Asia Award, ALB Indonesia Law Award, dan Corporate Sustainability Index. (Icha)

  • Indosat Ooredoo Optimis Tutup 2019 Kinerja Positif

    Indosat Ooredoo Optimis Tutup 2019 Kinerja Positif

    Telko.id – Indosat Ooredoo optimis tutup 2019 dengan kinerja positif. Optimisme ini disampaikan oleh Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo pada media update di Solo, Rabu 11/12/2019.

    Optimisme tersebut berdasarkan trend revenue Indosat dari kuartal 1 sampai ketiga tahun 2019 yang terus tumbuh. Ahmad menyebutkan pertumbuhan Indosat mencapai 14.5%. Di mana, pada kuartal satu, Indosat meraup revenue 4,858 miliar rupiah, lalu meningkat lagi di kuartal dua menjadi 5,103 miliar rupiah dan pada kuartal ketiga 5,123 miliar.

    Dari sisi jumlah pelanggan terjadi peningkatan dari Q1 terdapat 53 juta pelanggan, naik menjadi 57 juta pelanggan di Q2 dan Q3 mencapai 59 juta. “Memang tidak terlalu besar peningkatannya, tetapi itu membuktikan apa yang kami lakukan sudah benar,” ungkap Ahmad.

    Di mana tahun 2019, Indosat memang melakukan pembangunan BTS 4G yang sangat agresif. Pada Q1, Indosat membangun 4,965 BTS, lalu pada Q2 membangun 2,859 BTS dan kuartal tiga membangun 4,443 BTS.

    Pertumbuhan yang dialami oleh Indosat ini, menurut Ahmad merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan pemain telko lainnya di Indonesia.

    Padahal, kuartal dua tahun 2018 lalu, terjadi penurunan revenue yang sangat dalam. Dari Rp.4,417 miliar di Q1 langsung terjun bebas ke angka Rp.4,228 miliar.

    Memang hal itu tidak terjadi sendirian. Operator lain pun mengalaminya. Terbukti dari jumlah pelanggan secara industri telekomunikasi Indonesia anjlok, berkurang 94.5 juta pelanggan. Yang menyebabkan, revenue industri pun menurun dari Rp.157 triliun menjadi Rp.148 Triliun.

    Lalu, bagaimana Indosat ‘menatap’ 2020 mendatang? Indosat sudah memiliki rencana strategis yang dibangun sejak tahun lalu. Di mana, operator ini memiliki komitmen untuk menyiapkan dana Capex selama tiga tahun sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp. 30 Triliun selama 2019-2021.

    Dana tersebut, menurut Ahmad, dari dana yang direncanakan akan dipakai selama tahun 2019 ini sebesar Rp.10.7 Triliun. “Sampai September kemarin, sudah terpakai sebesar Rp8.7 Triliun”, ungkap Ahmad.

    Ahmad juga mengungkapkan bahwa semua project yang dikerjakan oleh Indosat dalam hal jaringan akan selesai pada tanggal 15 Desember 2019.

    Tahun depan, untuk ke konsumen, Indosat akan terus fokus memberikan nilai lebih dalam produk yang akan diluncurkan agar dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Indosat pun menyakinkan bahwa kerjasama B2B akan menjadi mesin pertumbuhan lain sehingga mendorong Indosat akan lebih gesit ketimbang menjadi kompetisi.

    Dari sisi jaringan, Indosat akan melanjutkan pembangunan jaringan seluler yang berkualitas untuk mencapai level video mobile network yang mumpuni yang diyakini akan menjadi poin penting dalam kompetisi di tahun 2020 mendatang. Selain itu, Ahmad menjelaskan akan meningkatkan efisiensi opex dan capex. (Icha)