spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Mendesak, Aturan IMEI Harus Cepat Dikeluarkan Sebelum Ada Banjir Ponsel BM

Telko.id – Saat ini, beberapa negara besar sudah memberlakukan aturan IMEI ini yang artinya, ponsel BM akan sulit masuk. Dan, yang menyedihkan, Indonesia bakal menjadi target utama ‘muntahan’ ponsel BM tersebut. Itu sebabnya, aturan IMEI ini sudah sangat mendesar di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh salah satu komisaris dari distributor besar ponsel di Indonesia. “Di India, aturan IMEI ini sudah diberlakukan. Jika tidak secepatnya melakukan aturan terhadap IMEI ini maka ponsel BM akan semakin membanjiri Indonesia. Ini merugikan Indonesia”.

Saat ini saja, Menurut data dari APSI (Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia), sebanyak 20% dari total penjualan ponsel yang beredar di Indonesia adalah ilegal.

Ketua APSI Hasan Aula menyebutkan, 45 – 50 juta ponsel terjual setiap tahunnya di Indonesia. Jika 20% di antaranya adalah ilegal, maka jumlahnya sekitar 9 juta unit per tahun. Bila rata-rata harga ponsel itu sekitar Rp 2,5 juta, maka nilai total mencapai Rp22,5 Triliun.

Akibat dari maraknya ponsel ilegal tersebut, negara menjadi kehilangan potensi pemasukan. Karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak bisa memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% dari ponsel ilegal tersebut plus PPh 2.5 persen. “Jadi potensi pajak yang hilang adalah 12.5% x 22.5T sama dengan Rp. 2.8T per tahun”.

Bukan hanya pemerintah, fenomena maraknya ponsel black market ini juga merugikan banyak pihak termasuk pengembang teknologi, operator seluler, dan konsumen. Salah satu cara untuk memonitor keberadaan ponsel ilegal adalah dengan melalui IMEI (International Mobile Equipment Identification).

Memang saat ini, tiga kementerian Indonesia yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi sedang bekerja keras untuk merumuskan aturan IMEI ini. Pasalnya, ketiga kementerian tersebut punya target bahwa 17 Agustus mendatang, aturan tersebut sudah selesai dan akan melakukan penandatanganan bersama terkait regulasi aturan IMEI. Mudah-mudahan, tidak meleset dari rencana. (Icha)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU