spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 996

Lama Dinanti, Akhirnya Palapa Ring Resmi Beroperasi

0

Telko.di – Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, pada hari ini, Senin (14/10/2019) meresmikan beroperasinya Palapa Ring Timur yang telah selesai dibangun bulan Agustus 2019 lalu.  Paket Palapa Ring Timur melengkapi jaringan tulang punggung internet nasional Palapa Ring yang telah lebih dulu beroperasi dan dinikmati masyarakat sejak tahun 2018, yaitu paket Palapa Ring Barat dan Tengah.

Menandai utilisasi Palapa Ring, Presiden yang didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, melakukan videoconference dari Istana Negara dengan para pejabat pemerintah daerah di Sorong (Papua Barat), Merauke (Papua), Rote (Nusa Tenggara Timur), Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam), dan Penajam (Kalimantan Timur).

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menkominfo Rudiantara (kedua kiri) melakukan komunikasi jarak jauh saat meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10/2019). Palapa Ring tersebut akan menghubungkan 514 kabupaten dan kota melalui koneksi internet. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

Turut hadir bersama Presiden, startup dan entrepreneur muda dari Papua yang bergerak dalam berbagai bidang seperti edukasi (pemberantasan buta huruf, pelatihan bahasa, antihoax, dan diplomasi), bidang energi, penerbangan, kuliner, dan seni.

Kehadiran pemuda-pemudi Papua ini mewartakan peran internet yang telah mereka gunakan dalam menunjang aktivitas mereka dan harapan mereka untuk pemberdayaan ekosistem ekonomi digital di Papua.

Bupati Asmat Provinsi Papua, Elisa Kambu, menyampaikan rasa syukur karena berkat adanya jaringan internet cepat di Agats (ibu kota Kabupaten Asmat), wilayahnya dapat turut berperan dalam era digital di mana penyelenggaraan pemerintahan dan ekonomi secara online meningkatkan kecepatan layanan masyarakat. Agats telah menikmati jaringan Palapa Ring Timur sejak Agustus 2019.

Internet yang disediakan pemerintah juga sudah dinikmati di sekolah-sekolah dan puskesmas di daerah tersebut. Secara khusus, Bupati Asmat menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah menghadirkan internet cepat Palapa Ring di Kabupaten Asmat.

Manfaat juga dirasakan oleh Sahidan (41), seorang nelayan yang biasa mencari ikan di Selat Lampa, Natuna.

“Saya berprofesi sebagai nelayan sudah 23 tahun. Namun, baru sekitar dua tahun belakangan pendapatan dari hasil menangkap ikan meningkat,” ujarnya.

Sejak Palapa Ring Barat beroperasi awal tahun 2018, Sahidan menggunakan internet  untuk memanfaatkan aplikasi Nelayan Nusantara yang membantunya untuk mengetahui posisi ikan dan sekaligus memperjualbelikan hasil tangkapannya secara online.

Senada dengan Sahidan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna, Zainuddin, juga mengamini manfaat dari pengoperasian jaringan serat optik Palapa Ring Barat.

Zainuddin,  menambahkan manfaat lain dari Palapa Ring Barat, yaitu bahwa dengan adanya sinyal seluler, nelayan setempat dapat tetap berkomunikasi ke daratan saat menangkap ikan hingga ratusan mil ke laut, sehingga selalu dapat berkomunikasi dengan darat bila terjadi sesuatu.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU. PT Telkom telah mengintegrasikan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non-KPBU.

Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta. Bekerja sama dengan PT Palapa Ring Barat, PT LEN Telekomunikasi Indonesia, PT Palapa Timur Telematika, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah menuntaskan pembangunan jaringan serat optik nasional di seluruh ibukota kabupaten/kota di Indonesia pada bulan Agustus 2019.

Asal Muasal Nama Palapa, diambil dari Sumpah Palapa yang dikumandangkan oleh Patih Gajah Mada yang bertekad menyatukan Nusantara. Dengan tekad yang sama, pembangunan telekomunikasi dituntaskan dari Sabang sampai Merauke, dan Pulau Miangas sampai Pulau Rote.

Proyek Palapa Ring diumumkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2005 di Forum Infrastructure Summit I, namun mengalami beberapa kendala dalam pembiayaan dan pemilihan skema pengadaannya. Di tahun 2015, Pemerintah membuat terobosan melalui penetapan Peraturan Presiden tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Perpres 38/2015) yang memberikan alternatif pembiayaan proyek pembangunan melalui skema KPBU yang memungkinkan dimulainya pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring pada tahun 2016.

Ketersediaan layanan KPBU Palapa Ring dibiayai dari Pendapatan Negara Bukan Pajak Badan Layanan Umum (PNBP BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI Kementerian Kominfo). Anggaran tersebut diperoleh dari dana universal service obligation (USO) yang merupakan 1,25% pendapatan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia yang dikelola oleh BLU BAKTI.

Selain sebagai alternatif pembiayaan, skema KPBU merupakan skema yang ideal untuk mengadopsi best practice industri dalam memitigasi risiko pembangunan dan mempertahankan suatu service level agreement.

Palapa Ring merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Peran aktif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mengkoordinasikan komitmen pemangku kepentingan pada proyek-proyek strategis nasional, termasuk Palapa Ring, sangat membantu penyelesaian Palapa Ring sehingga proyek ini menjadi proyek perencanaan KPBU tercepat pada tahun 2016.

Bentuk komitmen pemerintah lainnya adalah melalui fasilitas penjaminan pemerintah untuk KPBU oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Dalam rangka mewujudkan proyeksi sebagai lima besar ekonomi dunia serta merujuk kepada indeks global Indonesia, konektivitas telekomunikasi menjadi prasyarat untuk mencapai visi tersebut. Posisi Global Competitiveness Index yang diumumkan World Economic Forum (WEF) tahun 2019, menempatkan Indonesia di peringkat 50. Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara seperti Singapura (1), Malaysia (27), Thailand (40), Indonesia masih tertinggal, walaupun posisi Indonesia lebih baik daripada Brunei Darussalam (56), Filipina (64), Vietnam (67), dan Kamboja (106).

Bila dicermati lebih jauh, kajian WEF memaparkan bahwa Indonesia memiliki tingkat adopsi teknologi yang tinggi (urutan 72 dari 141 negara dengan skor 55,4). dengan tahapan pembangunan teknologi dan kualitas akses masih dianggap relatif rendah. Kapasitas inovasi juga dianggap masih terbatas (urutan 74 dengan skor 37,7), tetapi semakin meningkat. Wilayah Indonesia yang memiliki lebih dari 17.500 pulau merupakan tantangan tersendiri dalam menyelenggarakan konektivitas tersebut.

Perbandingan lainnya diumumkan oleh International Telecommunication Union melalui ICT Development Index 2017 (IDI) yang menempatkan Indonesia pada peringkat 111. Dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lain, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Singapura yang berada di peringkat 18, Malaysia (63), Filipina (101), Thailand (78), Brunei Darussalam (53), dan Vietnam (108). Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja (128), Myanmar (135), dan Timor Leste (122).

Merujuk kepada data-data itu, masih terus diperlukan kerja keras dan upaya pemerintah serta seluruh entitas bisnis dan masyarakat untuk mengejar ketertinggalan tersebut, antara lain melalui proyek-proyek strategis nasional dalam rangka konektivitas Indonesia.

Palapa Ring secara bertahap akan memeratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia dengan disparitas harga yang semakin kecil antara wilayah di Jawa dengan wilayah di luar pulau Jawa. Instalasi akhir Palapa Ring antara lain di Wamena (Kab. Jayawijaya), Kenyam (Kab. Nduga), dan Oksibil (Kab. Pegunungan Bintang) menyempurnakan penyelesaian Palapa Ring Timur yang menghubungkan 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi di wilayah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku dengan panjang 4.426 kilometer di laut dan 2.452 kilometer di darat.

Kajian dari IIGF Institute (2019) mengindikasikan bahwa ketersediaan akses pitalebar (broadband) atas hadirnya Palapa Ring akan memberikan dampak terhadap perekonomian dalam berbagai bentuk, antara lain penngkatan PDRB di wilayah layanan antara 4,5% sampai dengan 6,4% dalam waktu 10 tahun.

Selain itu, dengan ketersediaan pitalebar sebanyak 2,5 juta pengguna pada tahun 2028, Palapa Ring diperkirakan akan menciptakan 200 ribu pekerjaan dalam waktu 10 tahun, Palapa Ring juga mempengaruhi percepatan ekspansi jangkauan pasar di sektor ritel dan pelayanan serta efisiensi sektor manufaktur dan industri.

Konektivitas telekomunikasi nasional merupakan prasyarat untuk mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan pertumbuhan, termasuk perbaikan iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Tidak hanya itu, internet cepat akan mengakselerasi digitalisasi di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial, termasuk jaminan sosial.

Palapa Ring digelar untuk memastikan ketersediaan internet cepat untuk peningkatan kompetensi SDM dan menghubungkan masyarakat Indonesia secara adil dan merata (Indonesia-sentris) kepada kesempatan-kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. (Icha)

 

 

 

Pengemudi Ojol Ini Dapat Rumah Miliaran Rupiah Dari WOW Smartfren

0

Telko.id – Tak disangka, M. Saeful Mustofa, pria asal Tegal Jawa Tengah yang berprofesi sebagai satpam honorer di sekolah menengah pertama (SMP), serta menjadi pengemudi ojek online di waktu luang ini dapat rumah seharga 1 Miliar dari program Undian WOW Smartfren.

”Waktu ditelepon, saya lagi gantiin istri jualan di kantin dan antara percaya dan gak percaya shock sendirian. Waktu ketemu istri dia nanya kenapa nangis? Saya bilang tadi ditelepon Smartfren kalau saya menang undian WOW. Saya antara percaya gak percaya, rasanya kayak ngambang bahkan besoknya pas saya datang ke acara syukuran teman, saya masih bengong bengong bener gak ya ini mimpi saya kecapai”, ujar Mustofa.

Kekagetan Mustofa tidak hanya disebabkan mimpinya dapat terwujud dengan cepat, tetapi juga karena ia menjadi pelanggan Smartren bukan semata mata hanya ingin mengikuti undian WOW, melainkan karena ia percaya bahwa kekuatan dan kestabilan sinyalnya dapat membantu mendapatkan rejeki ketika menarik ojek dan untuk memberikan hiburan untuk anaknya yang berusia 5 tahun.

”Dulu pake kartu yang lama, susah banget dapet orderan pas narik (Red: ojek online) Lama gitu, tapi pas pake Smartfren alhamdullilah orderan dapetnya lebih banyak, anak saya juga seneng karena nonton Youtube ngak nge lag,” tambah Mustofa.

Selain Mustofa, Irfan Sandi Dwi Aryono pelanggan Smartfren asal Surabaya, berhasil mewujudkan mimpi memiliki mobil Kijang Innova, dan tiga orang pelanggan Smartfren yang berhasil mewujudkan mimpi mendapatkan Vespa masing masing Sucipto Kusuma asal Cirebon, M. Riko Firmansyah asal Jember, dan Munaseh asal Karang Tengah Ciledug.

Selain kelima pemenang diatas, Smartfren juga mengumumkan pemenang ratusan hadiah lainnya, mulai dari iPhone, handphone Samsung, paket liburan ke Bali, speaker Bluetooth Swarovski, voucher belanja, dan juga voucher pulsa. Kesemua pemenang dapat dilihat di website www.smartfren.com/wow.

“Selamat bagi pemenang. Bagi yang belum dapat, jangan kecewa karena kesempatan masih banyak, cukup pakai Smartfren, aktifkan paket dan raih kesempatan memiliki rumah, mobil, vespa, smartphone, paket liburan, dan ratusan voucher pulsa dan voucher belanja di bulan November 2019,” ujar Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren. 

Cukup beli produk Smartfren baik kartu perdana, voucher data ataupun mengaktivasi paket yang ada di MySmartfren dengan nilai minimum Rp 30.000,-,. Jika transaksi berhasil, pelanggan akan menerima SMS notifikasi dan instruksi untuk menginstall aplikasi MySmartfren, bagi pelanggan yang baru pertama kali menginstall MySmartfren akan mendapatkan lagi kupon tambahan.

Kupon undian WOW yang resmi hanya ada di aplikasi MySmartfren masing masing pelanggan dan berlaku untuk satu kali pengundian. Untuk informasi lebih lanjut, dan mengetahui pemenang ratusan hadiah lain dari kejutan Undian WOW Smartfren, pelanggan dapat mengunjungi laman: www.smartfren.com/wowmenghubungi call centre: 777, 888 dan 08888188888 atau melalui email ke: wow@smartfren.com.

Periode undian Smartfren WOW tahap kedua sudah dilaksanakan mulai 01 Oktober 2019 hingga 31 Oktober 2019, hati hati terhadap penipuan, karena selain pajak rumah, mobil, dan vespa, pemenang tidak akan dipungut biaya apapun. (Icha)

Samsung Pay Bisa Dipakai Berkat Kolaborasi Dengan DANA dan GoPay

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia akhir meresmikan kolaborasi dengan pemain besar dompet digital di Indonesia. Setelah diperkenalkan awal tahun ini, Samsung Pay hari ini meresmikan kerja samanya dengan DANA dan GoPay.

Melalui kolaborasi ini, Samsung Pay memposisikan dirinya sebagai wadah yang memudahkan konsumen menggunakan berbagai layanan uang elektronik, sebagai dompet elektronik di smartphone.

Berdasarkan riset Kadence Indonesia ditahun 2019, 57% pengguna smartphone mempunyai uang elektronik, baik dalam aplikasi (apps-based) maupun di dalam kartu fisik (card based). Hampirsemuanyamemilikilebihdarisatuaplikasiuangelektronik.Inididasariolehkebiasaan pengguna yang memilih aplikasi uang elektronik tertentu tergantung transaksi yang akan dilakukan.

Berangkat dari kebiasaan ini, Samsung menghadirkan manfaat lebih bagi konsumen setia smartphone-nya dengan kemudahan mengakses berbagai uang elektronik melalui Samsung Pay.

“Seiring pesatnya penggunaan dompet digital di Indonesia, 20% pemilik dompet digital secara rutin menggunakan lebih dari satu uang elektronik berbasis aplikasi. Samsung Pay menggabungkan beberapa pembayaran elektronik dalam satu aplikasi agar konsumen semakin mudah saat melakukan transaksi keseharian mereka hanya dengan mengusap layar smartphone ke atas lalu membayar,” jelas Bernard Ang, IT & Mobile Business Vice President, Samsung Electronics Indonesia.

“Hari ini kami meresmikan kolaborasi Samsung Pay dengan dua pemain besar pembayaran berbasis aplikasi di Indonesia, yaitu DANA dan GoPay agar masyarakat pengguna uang elektronik, terutama yang berbasis aplikasi, menikmati kemudahan Swipe Up & Pay saat bertransaksi,” tambahBernard.

Samsung Pay bukan uang elektronik, tetapi sebuah aplikasi dalam smartphone Samsung yang menyediakan akses cepat ke berbagai uang elektronik. Lebih dari sekedar fitur tambahan pada smartphone, Samsung Pay mengedepankan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan pembayaran melalui dompet digital pilihan mereka.

Hanya dengan melakukan swipe up (usap ke atas) baik dari home screen maupun saat smartphone sedang dalam keadaan terkunci, pengguna sudah bisa memilih dompet digital sebagai sumber dana yang hendak digunakan.

Vincent Iswara, Chief Executive Officer DANA, menyampaikan bahwa ini merupakan momentum penting bagi DANA sebagai dompet digital pertama yang berkolaborasi dengan SamsungPay.

“Kolaborasi ini terjadi berkat kepercayaan Samsung terhadap teknologi DANA yang aman dan scalable. Kolaborasi ini juga menjadi bukti perkembangan signifikan yang telah dilalui DANA sebagai pemain lokal termuda di industri Teknologi Finansial di TanahAir,

sehingga DANA dipercaya menjadi dompet digital pertama yang tersedia di Samsung Pay. Kami telah menerima respon yang sangat positif, baik dari masyarakat yang sudah memiliki akun DANA maupun yang baru mencoba DANA setelah mereka mengetahui tentang Samsung Pay,” ungkap Vincent.

“Sebagai pembayaran digital terdepan di Indonesia, GoPay hadir untuk memudahkan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi di seluruhaspekkehidupansehari-hari. Kolaborasi bersama Samsung Pay akan mempermudah dan menyederhanakan pengalaman pengguna dalam bertransaksi di ratusan ribu rekan usahakami,” ungkap Budi Gandasoebrata, Managing Director GoPay turut menyampaikan pendapatnya mengenai kolaborasi GoPay dengan Samsung Pay.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan GoPay ini mengawali langkah Samsung Electronics Indonesia untuk dapat menghadirkan akses pembayaran menggunakan GoPay di Samsung Pay di tahun 2020.

Samsung Pay adalah aplikasi pada smartphone Samsung Galaxy yang memungkinkan pengguna untuk dapat melakukan live transaction sehingga pembayaran lebih cepat dan mudah, dengan teknologi QR menggunakan dompet digital dari layanan mitra yang sudah bekerja sama dengan Samsung.

Saat ini aplikasi Samsung Pay sudah terdapat pada seri Samsung Galaxy A terbaru dan seri Galaxy Note10. Untuk pengguna Samsung Galaxy seri lain dengan basis sistem operasi Android Pie dapat mengunduh Samsung Pay melalui Google Playstore maupun GalaxyStore. (Icha)

 

 

Sasar Generasi Z, Telkomsel Luncurkan by.U

0

Telko.id –  Telkomsel baru saja merilis layanan seluler prabayar digital bernama by.U. Menurut Telkomsel, product yang ada sudah Old product. Sudah tidak cocok untuk generasi Z yang digital savvy. Untuk itu, operator ini meluncurkan by.U.

Di lihat dari pangsa pasar segmen Gen Z, dari jumlah populasi penduduk Indonesia, maka sekitar 44 juta di antaranya merupakan bagian dari orang-orang yang lahir antara tahun 1995 sampai 2010.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan dengan umur Telkomsel yang mencapai 24 tahun. Telkomsel sudah merajai soal cakupan layanan miliknya di berbagai daerah, termasuk juga jumlah pelanggan yang mencapai 168 juta.

Namun, ternyata, produk yang sekarang ada itu sudah old produk, product driven. Nah, sekarang Telkomsel membuat produk yang consumen driven. Produk yang dihasilkan berdasarkan masukan dari konsumen.

“Apalagi, generasi Z ini, generasi yang tidak mau di drive. Generasi yang maunya semua digital, tidak mau ketemu dengan costumer service, mau semuanya dilakukan sendiri, tidak mau antri. Itu sebabnya, By.U ini didesain serba digital. Seperti behavior dari generasi Z ini,” ungkap Emma.

Foto : Hendra Wiradi

By.U ini produk yang dapat dibeli seperti membeli Pizza. Banyak toping yang dapat dipilih sendiri oleh konsumen. Mulai dari paket kuota yang diinginkan, aplikasi yang disenangi sampai, nomor bisa pilih sendiri. Itu sebabnya, tag line dari produk ini adalah ‘Semuanya Semaunya’.

by.U didesain secara khusus dengan menyesuaikan karakter Gen Z yang mandiri, kreatif,  selalu online, dan sangat mengutamakan kebebasan. Karakteristik-karakteristik inilah yang mendasari tiga nilai utama pengembangan by.U yaitu  digitalisasi, personalisasi,dan transparansi.

Dari tone warna, By.U juga berbeda jauh dengan produk Telkomsel lainnya. Memakain warna dominan biru yang disertai warna-warna cerah lainnya khas generasi z.

Pengalaman digital end-to-end yang by.U hadirkan meliputi  seluruh proses penggunaan layanan, mulai dari pemilihan opsi pesan antar, nomor telepon by.U, kuota internet, kuota tambahan (topping),hingga pembayaran. Kuota internet by.U dapat digunakan pengguna dengan bebas selama 24 jam, di semua jaringan Telkomsel (2G, 3G, 4G).

Menariknya, by.U menyediakan layanan pesan antar SIM card, yang  pada tahap awal tersedia di beberapa daerah yaitu Bogor, Sukabumi, Cianjur, Depok, serta beberapa kampus yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran (Jatinangor), Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Brawijaya.  Untuk tahap selanjutnya, layanan pesan antar akan mencakup  wilayah yang lebih luas.

“Memang pada tahap awal, By.U ini masih akan kami distribusikan pada kota dan wilayah yang terbatas. Alasanya, kami mau melihat dulu, apakah sudah tepat guna. Kami ingin memberikan layanan yang Excelent, layanan yang prima jadi tidak akan dilakukan secara nasional dulu,” tutup Emma. (Icha)

Huawei Luncurkan Jam Pintar Lengkap Dengan Teknologi AI

0

Telko.id – Huawei kembali mengeluarkan jam pintar, Huawei Watch GT2 setelah ‘merasa’ sukses dengan seri  Huawei Watch GT. Yang berdasarkan data dari Huawei, sudah terkirim secara global sebanyak 3 juta unit. Akankah seri terbarunya ini bisa ikut sukses?

“Pasar smart watch ini masih besar. Bukan saja di dunia tapi juga di Indonesia. Itu sebabnya, kami meluncurkan Huawei Watch GT 2 ini. Lagi pula, positioning kami atau Huawei adalah mengedepan kan teknologi terbaru. Jadi, kami yakin produk ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Terutama yang smart, young dan active consumer,” ungkap Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device menjelaskan saat peluncuran Huawei Watch GT 2.

Hal itu juga diamini oleh Gabrielle Halim, Management Gadgets Accessories Erajaya. “Kami optimis Huawei Watch GT 2 karena memiliki fitur yang dibutuhkan oleh konsumen Indonesia”.

Huawei Watch GT 2 ini sudah dibenamkan teknologi Artificial Inteligent yang mampu menganalisa kebiasaan dari para penggunanya dan memberikan saran-saran terbaiknya, terutama tentang kesehatan.

Misalnya, ada fasilitas HUAWEI TruSleep ™ 2.0, di mana Huawei Watch GT 2 ini dapat secara ilmiah melacak dan mendiagnosis 6 jenis masalah tidur yang umum sambil memberikan saran untuk istirahat yang lebih baik. Dan, saat Anda tidur, arloji ini memantau detak jantung Anda, menganalisis pernapasan Anda dan memberikan skor pada kualitas tidur Anda secara keseluruhan.

Lalu, ada juga HUAWEI TruRelax yang akan mendeteksi tingkat stress Anda. Dan, akan memberikan saran-saran agar tingkat stress Anda tetap dalam kondisi yang baik.

“Huawei Watch GT 2 juga dilengkapi dengan playback music. Fitur ini dapat menemani Anda ketika sedang berolah raga,” ungkapEddy Supartono, Training Director Huawei Indonesia menjelaskan. Bahkan, bisa sampai 500 lagu bisa ditranfer ke jam pintar ini.

Selain tentu saja fitur lain yang terkait dengan aktifitas olah raga lainnya. Baik untuk olah raga dalam ruangan maupun outdoor. Oh iya, jam pintar ini tahan dibawa berenang juga lho. Yang penting bukan di laut atau air asin. Bisa tahan sampai kedalaman 50 meter, selama 10 menit.

Dan yang terpenting, Huawei Watch GT 2 ini mampu bertahan selama 14 hari jika digunakan secara normal. Jadi, tidak perlu terlalu sering melakukan charging. Hal ini bisa dilakukan oleh Huawei Watch GT 2 karena di dalamnya terdapat chipset Kirin A1 yang memungkinkan kinerja jam pintar ini lebih efisien dan mampu bertahan selama dua minggu.

Menariknya lagi, Huawei Watch GT 2 ini memiliki fitur untuk memberikan notifikasi jika ada pesan masuk. Hanya saja, Anda bisa memilih, notifikasi dari siapa saja yang akan muncul di jam pintar ini. Jadi, waktu olah raga atau saat bekerja Anda tidak banyak diganggu oleh pesan-pesan yang tidak penting. (Icha)

 

 

Ada 55 Peserta Lolos Tahapan Seleksi Program Dayamaya

Telko.id – Sebanyak 55 peserta dari 1.019 pendaftar dinyatakan lolos seleksi dalam program Dayamaya. Mereka berasal dari 34 provinsi se-Indonesia yang mengikuti seleksi yang dilakukan secara online melalui portal penggerak.dayamaya.id dan ditutup pada 30 September 2019 lalu.

Langkah berikutnya, ke 55 pendaftar yang lolos seleksi tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya melalui seleksi wawancara pada tanggal 6-10 Oktober 2019 untuk memilih inovasi yang akan masuk ke tahap interview oleh tim kurasi.

Adapun, tim seleksi terdiri atas perwakilan BAKTI, serta expert yang menjadi bagian dari tim kurasi yaitu terdiri dari perwakilan Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi e-commerce Indonesia, akademisi, pemerintahan, venture capital dan startup unicorn.

Setelah itu terpilih 30 inovasi yang akan diberikan fasilitas berupa barang/jasa senilai 100 hingga 300 juta rupiah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pengembangan SDM, eksekusi riset pasar, infrastruktur teknologi, hingga sosialisasi dan pemasaran.

Dayamaya merupakan inisiatif BAKTI dan pemerintah dengan visi mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) bagi kesejahteraan masyarakat, dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis, seperti startup, serta Usaha Menengah Kecil, dan Mikro (UMKM) digital.

Program ini mengusung semangat gotong royong antara BAKTI, pemerintah dan stakeholder strategis, untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Melalui Dayamaya, BAKTI mengajak pelaku e-commerce dan UKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi.

Selain itu, program Dayamaya juga dimaksudkan untuk menjalankan amanah Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Roadmap e-Commerce) Tahun 2017-2019.

Fokus utama dari program ini adalah memastikan solusi yang dibuat oleh startup dan komunitas ini memang menjawab permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Maka dari itu, Dayamaya akan memfasilitasi startup dan komunitas terpilih untuk melakukan riset lapangan langsung ke daerah 3T yang dituju. (Icha)

 

 

Ini Dia 3 Startup Indonesia Yang Diberi Modal oleh Surge

0

Telko.id – Surge, program yang diluncurkan Sequoia India untuk early stage startup(startuppada tahap pengembangan awal) di India dan Asia Tenggara, hari ini mengumumkan 20 early stage startupinovatif dan ambisius yang terpilih mengikuti Surge 02 2019 – serta membuka pendaftaran untuk Surge 03 2020. Ada 3 startup Indonesia yang terpilih dan dapat bantuan modal.

Dalam sembilan bulan setelah diluncurkan di Maret 2019, Surge telah berkembang menjadi komunitas yang terdiri dari 80 founderdari 37 startup, dari enam negara. Surge menyediakan modal sebesar 1 juta hingga 2 juta dollar AS untuk setiap startupmelalui program pelatihan pengembangan perusahaan, studi banding global dan dukungan dari komunitas mentor dan founderstartup.

Surge 02 2019 mengikutsertakan tiga startupyang berbasis di Indonesia: Chilibeli, Storiedan Rukita. Pada gelombang sebelumnya, dua startupIndonesia lainnya – Bobobox dan Qoala – telah mengikuti program Surge di awal tahun ini.

Total sampai sekarang ada lima startup asal Indonesia yang mencakup berbagai sektor, diantaranya InsurTech, Hospitality, E-Commerce,Social Commerce, dan Co-Living.

Surge adalah sebuah inisiatif Sequoia India. Sequoia India sendiri telah berinvestasi di lebih dari 250 startupdi India dan Asia Tenggara. Di Indonesia, Sequoia India telah menyuntik dana pada lebih dari selusin startupselama lima tahun terakhir. Sequoia mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan unicorns seperti Tokopedia, Gojek dan Traveloka, yang membuat dampak besar pada ekonomi Indonesia, serta perusahaan-perusahaan baru seperti Mokapos dan Kopi Kenangan.

Ekosistem startupIndonesia didukung oleh pertumbuhan pesat ekonomi internet negara tersebut yang diprediksi mencapai 130 miliar dollar AS pada 2025 menurut sebuah studi gabungan Temasek, Google, dan Bain pada 2019. Pertumbuhan ekonomi internet Indonesia telah bertumbuh empat kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49% per tahun.

“Ekosistem startupIndonesia berada pada titik infleksi. Tingkat adopsi Internet mobileyang tinggi memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumen dalam ekonomi yang besar dan berkembang pesat – namun demikian, ada begitu banyak peluang di setiap industri, dan berbagai masalah yang dapat dipecahkan oleh teknologi dan startup inovatif,” jelas Rajan Anandan, Managing Director, Surge, di Sequoia Capital India.

Membangun perusahaan, terutama pada tahap awal, bisa menjad tantangan yang besar. Dibutuhkan upaya yang luar biasa untuk membangun produk pertama, merekrut engineerpertama dan mendapatkan pelanggan pertama. Banyak founderdari early stage startupdi Asia Tenggara juga merasa bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk penggalangan dana yang menyebabkan mereka mengorbankan waktu untuk  membangun bisnis mereka.

Surge dirancang untuk memberikan para founder keunggulan sejak awal dan membantu para foundermenangani tantangan-tantangan ini melalui akses terhadap dana, sumber daya, mentor, dan bantuan ahli yang mereka butuhkan untuk mengembangkan startupmereka.

Beberapa komponen utama program Surge di antaranya:

Dana

Para founderstartup menerima pendanaan senilai 1 juta hingga 2 juta dollar AS di awal program. Dana ini ditujukan agar mereka dapat segera mulai merekrut sumber daya manusia dan mengembangkan produk mereka.

Komunitas

Para founderstartupdapat saling belajar, bertumbuh, dan berbagi tentang perjalanan mereka dengan sesama founderstartupdari berbagai latar belakang dan perspektif. Mereka juga bekerja secara erat dengan para coachdari Sequoia dan para pengusaha yang terkenal di bidangnya, seperti founderTokopedia, William Tanuwijaya; founderGojek, Nadiem Makarim, founderOne Championship, Chatri Sityodtong, co-founder Carousell, Quek Siu Rui,co-founder Zilingo, Ankiti Bose, serta para pengusaha lainnya dalam portofolio Sequoia yang berperan sebagai mentor Surge.

Dukungan pengembangan perusahaan

Pelatihandan seminar akan membantu mendukung proses pengembangan perusahaan, mulai dari pembahasan dasar mengenai kepemimpinan, kultur perusahaan, perekrutan, dan membangun organisasi yang unggul, hingga desain, produk dan skala, serta strategi pemasaran dan penentuan posisi brand. Para founderjuga akan menerima bimbingan dalam perekrutan, melalui Program 10xE Surge yang membantu menghubungkan founderdengan digital talentberpengalaman, mulai dari awal pengembangan perusahaan.

Pengalaman berskala global

Studi banding ke berbagai pusat inovasi dunia di Silicon Valley, China, Asia Tenggara, dan India memberikan kesempatan bagi para founderuntuk bergabung ke dalam ekosistem startupglobal.

Surge telah dirancang dengan konsep ‘open architecture’, untuk mendukung para investor lain untuk terlibat dalam putaran pendanaan Surge pertama. Bahkan, 80% dari startupSurge 02 2019 memiliki co-investordi putaran pendanaan Surge. Para founderjuga memiliki kesempatan untuk mempresentasikan startup-nya di hadapan berbagai perusahaan modal ventura dan investor strategis di akhir program.

Surge adalah program empat bulan dimana para founderstartupakan mengikuti program seminggu setiap bulannya. Program Surge berlangsung dua kali setahun.

Bersama pengumuman ini, pendaftaran untuk Surge 03 2020 sudah mulai dibuka. Program ini, rencananya akan diselenggarakan pada bulan Maret 2020 mendatang. (Icha)

 

 

Ini Dia Tarif Jaringan Serat Optik Palapa Ring Timur

0

Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan tarif penggunaan layanan jaringan serat optik Palapa Ring Timur. Proyek Palapa Ring Timur mulai operasional sejak 29 Agustus 2019 dan juga telah melewati periode uji coba operasional dan komersial.

Sebagai informasi, Palapa Ring Timur menjangkau 51 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat, terdiri dari 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi. Infrastruktur backbone yang ada di Palapa Ring Timur terdiri dari kabel serat optik darat, kabel serat optik bawah laut, dan radio microwave.

Palapa Ring Timur memiliki infrastruktur jaringan sepanjang 6.878 kilometer serat optik darat dan bawah laut, serta segmen jaringan radio microwave sebanyak 49 hop. Secara total, Proyek Palapa Ring menghubungkan 90 kabupaten/kota yang terdiri dari 57 kabupaten/kota layanan dan 33 kabupaten/kota interkoneksi melalui jaringan kabel serat optik sepanjang 12.148 kilometer yang terdiri dari kabel optik darat dan bawah laut serta juga segmen jaringan radio microwave sebanyak 55 hop.

Dalam rangka untuk penggunaan jaringan Palapa Ring Timur, BAKTI menetapkan tarif untuk kerja sama dengan pelanggan Palapa Ring Timur sebagai mitra penyelenggara. Sebagai penyelenggara, pelanggan Palapa Ring Timur akan mendapatkan potongan harga sesuai kebijakan BAKTI. Terdapat skema diskon untuk 4 (empat) pelanggan pertama Palapa Ring Timur.

Penetapan tarif penyediaan kapasitas lebar pita atau bandwidth ditetapkan berdasarkan nilai investasi, harga pasar, dan jumlah pengguna jasa. Setiap pengguna jasa penyediaan kapasitas lebar pita atau bandwidth dapat menggunakan masing-masing kapasitas sebesar maksimal 10 Gbps (untuk segmen jaringan serat optik, baik serat optik darat maumpun serat optik bawah laut).

Adapun tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark fibre ditetapkan berdasarkan pertimbangan tarif penyediaan biaya per unit layanan dengan memerhatikan nilai investasi, harga pasar, dan panjang kabel.

Penyelesaian Proyek Palapa Ring Timur menandakan penyelesaian Proyek Palapa Ring secara keseluruhan, menyusul Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah. 

Bandwidth

(Kapasitas Lebar Pita) untuk Serat Optik

1G

10G

STM-4

STM-16

(Per bulan)

Proyek 9

(Waingapu, Sabu, Baa, Kupang)

26.000.000

208.000.000

26.000.000

83.000.000

Proyek 10

(Alor, Wetar, Tiakur, Saumlaki, Tual, Dobo, Timika)

49.000.000

392.000.000

49.000.000

221.000.000

Proyek 11

(Ransiki, Raisei, Nabire, Botawa, Serui, Biak, Sorendiweri, Numfor, Manokwari)

69.000.000

552.000.000

69.000.000

221.000.000

Proyek 12

(Teminabuan, Tangguh, Fef, Sorong, Aifat)

22.000.000

176.000.000

22.000.000

70.000.000

Proyek 13

(Tangguh, Bintuni, Ransiki, Anggi)

18.000.000

144.000.000

18.000.000

58.000.000

Proyek 15

(Nabire, Kigamani, Enarotali, Tigi, Timika)

20.000.000

160.000.000

20.000.000

64.000.000

Proyek 16

(Jayapura, Waris)

10.000.000

80.000.000

10.000.000

32.000.000

Proyek 17

(Timika, Agats, Kepil, Taah Merah, Waropko, Merauke)

38.000.000

304.000.000

38.000.000

122.000.000

Bandwidth

(Kapasitas Lebar Pita) untuk Radio Microwave

250 Mbps

100 Mbps

(Per bulan)

Proyek 14

(Burmeso, Sarmi)

138.250.000

55.300.000

Proyek 15

(Enarotali, Sugapa, Kota Mulia, Ilaga, Karubaga, Tiom, Kobakma)

177.750.000

71.100.000

Proyek 16

(Jayapura, Elelim, Wamena, Kenyam, Sumohai, Dekai, Oksibil, Waropko)

178.000.000

71.200.000

Proyek 17

(Kepi, Tanah Merah)

69.000.000

27.600.000

Dark Fibre (Serat Optik Pasif)

12.000.000

(Jalur darat per km/tahun)

36.000.000

(Jalur laut per km/tahun)

(Icha)

Telkomsel Dorong Santri Kembangkan Bisnis Manfaatkan Teknologi Digital

0

Telko.id – Dalam era digital ini, para santri juga didorong untuk mengikuti jaman dan berperan dalam ekonomi kerakyatan berbasis keumatan yang memanfaatkan teknologi digital tepat guna.

Untuk itu, Telkomsel sebagai digital telco company, turut mendorong para santrai dengan melakukan kolaborasi dengan Santri Milenial Center (Simac), sebuah wadah bagi para santri milenial dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Kolaborasi keduanya ditandai dengan penandatangan MoU pada Rabu, 9 Oktober 2019, di Jakarta.

“Telkomsel selalu berupaya untuk mendorong kesiapan Indonesia untuk dapat menjadi negara digital secara menyeluruh dan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkannya, peran milenial sebagai generasi muda yang mampu menciptakan karya dan inovasi nyata tentunya tidak boleh dilepaskan,” ungkap Ririn Widaryani, Direktur Sales Telkomsel.

Untuk itu, Telkomsel bersama Simac berkolaborasi dalam menjadikan santri milenial sebagai sumber daya manusia yang terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui perwujudan ekosistem digital yang berkesinambungan.

Kemitraan strategis antara Telkomsel dan Simac juga ditandai dengan penandatangan MoU oleh LinkAja dan Simac. Sebagai layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi, LinkAja dapat semakin mematangkan ekosistem digital di dalam inisiatif-inisiatif Simac yang berupaya melahirkan santri wirausahawan berbasis digital.

Beberapa potensi kerja sama strategis dalam usaha pengembangan digitalisasi ekosistem Simac melalui pemanfaatan LinkAja meliputi penerapan pembayaran nontunai di ekosistem usaha Simac, serta edukasi dan sosialisasi pemanfaatan transaksi digital di lingkungan yang sama.

“Kehadiran LinkAja di dalam ekosistem Simac merupakan komitmen kami dalam memicu peningkatan transaksi nontunai di seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam hal ini komunitas santri milenial, melalui kemudahan transaksi secara aman, mudah, dan cepat, dengan jangkauan nasional yang ditawarkan oleh LinkAja,” ungkap Arman Hazairin, Direktur Teknik LinkAja.

Harapannya, kerja sama ini dapat semakin memberikan keuntungan kompetitif bagi para santri untuk semakin mengembangkan bisnisnya sesuai dengan perkembangan ekonomi digital tanah air.

Kolaborasi antara Telkomsel dan LinkAja dengan Simac juga ditandai oleh peluncuran Aplikasi Kopi Abah, sebuah produk UKM berbasis gerakan milenial yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Kopi Abah digagas Gerakan Santri Usahawan (Gus Iwan), sebuah komunitas yang diinisiasi oleh Simac untuk mengajak insan pondok pesantren agar mulai berwirausaha. Untuk memberikan kemudahan transaksi, LinkAja hadir sebagai source of fund di aplikasi tersebut.

Kolaborasi dengan Simac sendiri turut memperkuat inisiatif Telkomsel dalam mendukung pertumbuhan semangat kewirausahaan di kalangan milenial.

Salah satunya adalah Creative Millennials sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel pilar Pemberdayaan Masyarakat yang memberikan pelatihan digital dan edukasi kewirausahaan berbasis pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan jumlah pengusaha muda di Indonesia.

“Melalui teknologi digital terdepan dari Telkomsel, kami berharap kolaborasi antara Telkomsel dengan Simac semakin memajukan industri kopi di Indonesia sehingga mampu memberdayakan kopi sebagai kekayaan dan kebanggan negeri. Selain itu ke depan akan banyak lahirnya milenial sebagai wirausahawan digital di seluruh Indonesia yang mampu menumbuhkan ekonomi digital Tanah Air sebagai salah satu penggerak kemajuan transformasi Indonesia menjadi negara digital,“ tutup Ririn. (Icha)

 

XL Axiata HUT Ke-23, Banyak Kasih Penawaran Menarik, Mau?

0

Telko.id – Dalam rangka merayakan hari jadi ke-23 tahun, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan apresiasi kepada pelanggannya atas kepercayaan dalam menggunakan layanannya. Apresasi tersebut dalam bentuk sejumlah penawaran khusus bagi semua segmen pelanggannya, baik pemegang kartu prabayar maupun pascabayar.

Beragam penawaran menarik dengan benefit yang menguntungkan pelanggan ini bisa didapatkan mulai 8-31 Oktober 2019 melalui berbagai jalur penjualan, baik di e-commerce maupun aplikasi new MyXL.

”Bagi XL Axiata, memasuki usia 23 tahun mencerminkan betapa panjang jalan penuh tantangan dan kerja keras yang telah kami lalui, termasuk di saat harus bertransformasi menjadi operator yang berfokus dalam layanan data. Kini XL Axiata telah menempati posisi sebagai strong number 2 di Indonesia dan kami bertekat untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan,” ujar Allan Bonke mengatakan, Direktur Commercial XL Axiata.

Dan, salah satu yang ingin diwujudkan oleh XL adalah menjadi yang terdepan dalam implementasi inovasi dengan teknologi terbaru termasuk layanan 5G di masa mendatang.

Menurut Allan, dalam setidaknya tiga tahun terakhir kinerja XL Axiata, dalam pendapatan, mampu tumbuh mengungguli pertumbuhan pasar.

Artinya, XL Axiata mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan. Produk dan layanan yang disediakan XL Axiata sudah sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan, selain juga jaringan data berkualitas yang terus  diperluas ke berbagai pelosok Nusantara.

Menurutnya, kemampuan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan menjadi tantangan sekaligus kunci dalam mengatasi tantangan yang ada.

Beragam penawaran menarik telah disiapkan XL Axiata untuk pelanggan, mulai dari potongan harga untuk pembelian perdana paket data, perdana umroh, hingga pembelian smartphone yang bisa di dapatkan oleh pelanggan di XL Axiata Official Store pada toko online seperti, Tokopedia, Shopee, Blibli.com, JD.id, Traveloka, Bukalapak dan aplikasi MyXL.

Untuk layanan pascabayar, XL PRIORITAS memberikan beberapa penawaran untuk pelanggan setia, maupun pelanggan baru. Bagi pelanggan setia XL PRIORITAS, tersedia penawaran diskon 23% untuk pembelian PRIO Apps Booster di tanggal 8 Oktober 2019.

Pembelian bisa dilakukan di aplikasi myXL Postpaid atau UMB *123#. Sedangkan khusus pelanggan baru XL PRIORITAS yang mendaftar di bulan Oktober 2019, akan mendapatkan diskon 30% untuk paket bulanan myPRIO Plan/Talk+ Gold dan diskon spesial 30% + 23% untuk paket bulanan myPRIO Plan/myPRIO Talk+ Platinum, Diamond, dan Ultima hingga 12 bulan.

Pelanggan baru dapat mendaftar melalui PRIORITAS Center/XPLOR/XL Center atau website prioritas.xl.co.id.

Untuk pelanggan AXIS, tersedia penawaran berupa bonus voucher / kupon tebus murah hingga 23 ribu untuk pembelian pulsa AXIS di periode HUT XL 23 Tahun, yang bisa didapatkan oleh pelanggan AXIS di Tokopedia dan Shopee selama bulan Oktober.

Berikut untuk tabel penawaran-penawaran lain yang diberikan dalam rangka Ulang Tahun XL Axiata ke-23

No Promo Toko Online Kartu Manfaat untuk pelanggan
1 Promo kartu perdana umroh Tokopedia XL Diskon hingga 21%
2 Promo diskon smartphone Blibli.com XL Diskon hingga 1,5 juta – bonus kuota 120 Gb setahun
3 Promo Diskon Samsung Galaxy A50s Tokopedia XL Bonus kuota 120 Gb setahun
4 Promo Samsung Galaxy Note Tokopedia XL PRIORITAS Bonus Kuota 120 Gb setahun
5 Promo Samsung Galaxy Note 10 Series Blibli.com XL PRIORITAS Beli Note 10 Series – Bonus Kuota 120 Gb setahun
6 Promo Samsung Galaxy Note 10 Series JD.ID XL PRIORITAS Beli Note 10 Series – Bonus Kuota 120 Gb setahun
7 Promo Xtra Combo 12 bulan Tokopedia XL Beli Smartphone dapat paket 120Gb setahun
8 Promo AXIS Paket Data Tokopedia, Shopee AXIS Bonus voucher / kupon tebus murah hingga 23 ribu untuk pembelilan pulsa AXIS di periode HUT XL 23 Tahun
9 Promo HUT XL ke 23 Xtra Combo VIP 10 Partner online  XL
(Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Shopee, Blibli, Grab, Gojek, Akulaku, Payfazz, Kudo) Diskon hingga 23% untuk Xtra Combo VIP, minimal pembelian paket 15GB+15GB
10 Promo Kartu Perdana Xtra Combo VIP  6 partner online (Shopee, Bukalapak, JD.ID, Blibli, Tokopedia, Akulaku) XL Diskon hingga 47%
11 Promo HUT XL ke 23 Xtra Combo VIP  myXL App  XL Diskon 50% (up to 50 Ribu ) di new myXL app for Xtra Combo VIP (minimal pembelian paket 10GB + 10GB)

Saat ini pelanggan data XL Axiata telah mencapai sekitar 88% dari total pelanggan sebanyak 56,6 juta pelanggan. XL Axiata juga terus melakukan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan di berbagai wilayah di Indonesia.

Jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G.

Jaringan 4G LTE XL Axiata terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)