spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 997

Telkomsel Hadirkan Paket OMG! Demi Penuhi Kebutuhan Pelanggan

0

Telko.d – Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi favorit dan sosial media sesuai minat pelanggan. Tanpa ada ada biaya tambahan.

Aplikasi apa saja yang bisa diakses? Di dalam Paket OMG! ini terdapat kuota data yang secara khusus dapat digunakan pelanggan prabayar Telkomsel untuk bebas berselancar dalam mengakses aplikasi seperti YouTube, Facebook, Instagram, MAXstream, HOOQ, VIU, iFlix, Klik Film, BeIN Sports, serta Nickelodeon Play tanpa biaya tambahan. Paket Kuota Data OMG! Ini sudah dapat dinikmati pelanggan prabayar Telkomsel mulai tanggal 7 Oktober 2019.

“Telkomsel senantiasa menguatkan komitmennya sebagai digital telco company yang mengedepankan prinsip customer-centric, di mana layanan dan produk yang dihadirkan sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan. Untuk itu, Pakat Kuota Data OMG! Kami hadirkan sebagai solusi atas semakin tingginya minat pelanggan yang semakin kuat dalam mengadopsi layanan digital dalam kesehariannya, seperti aplikasi streaming video streaming dan sosial media,” ungkap Nirwan Lesmana, Vice President Brand and Marketing Communications Telkomsel menjelaskan.

Nirwan lebih lanjut menambahkan, “Pada semester 1 2019, layanan digital services Telkomsel tumbuh sekitar 31% dan pelanggan data tumbuh sekitar 17% dibandingkan tahun lalu. Sehingga kami senantiasa meningkatkan pengalaman pelanggan menggunakan internet secara bebas sesuai keinginan pelanggan dengan dukungan jaringan broadband Telkomsel yang menjangkau sekitar 97% wilayah populasi seluruh Indonesia.”

Paket Kuota Data OMG! juga memberikan keleluasaan bagi pelanggan Telkomsel untuk menikmati kuota datanya selama 24 jam di seluruh jaringan Telkomsel. Hal tersebut karena akses terhadap sejumlah aplikasi seperti YouTube, Instagram, dan Facebook akan mendahulukan penggunaan Kuota Data OMG! dibandingkan dengan kuota data utama lain yang dimiliki oleh pelanggan.

“Hadirnya Kuota OMG! diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan Telkomsel yang didominasi oleh data user,” ungkap Nirwan. 

Dan Telkomsel pun berharap dapat  senantiasa hadir menginspirasi masyarakat dalam pemanfaatan akses teknologi terdepan yang diwujudkan melalui keunggulan produk dan layanan digital terdepan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat sehingga mempercepat terbentuknya masyarakat digital Indonesia yang akan menjadi penggerak terwujudnya ekosistem digital secara berkesinambungan di seluruh penjuru negeri.

Ada berbagai cara yang disediakan oleh Telkomsel bagi pelanggan untuk mendapatkan Kuota Data OMG!. Aktivasi paket ini dapat dilakukan dengan mudah oleh pelanggan di antaranya pembelian melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat di download di Google Playstore dan Appstore atau cukup dengan akses langsung UMB *363#. Informasi mengenai keunggulan paket ini secara lengkap dapat dilihat di laman www.telkomsel.com/omg. (Icha)

 

 

LinkAja Dorong Transaksi Non Tunai di Yogayakarta

0

Telko.id – LinkAja menandatangani nota kesepahaman tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian Daerah Melalui Inovasi Teknologi Digital bersama Pemkot Yogyakarta, yang dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun Yogyakarta ke-263. Hal ini dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemerintah Kota Yogyakarta.

Kerjasama ini melingkupi sosialisasi dan juga penerapan pembayaran nontunai di berbagai acara atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Yogyakarta, sosialisasi dan edukasi serta penerapan pembayaran pendapatan daerah yang meliputi pembayaran pajak dan retribusi daerah, serta upaya mendorong kegiatan penggunaan uang elektronik di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

“Kerjasama dengan pemerintah kota Yogyakarta ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem digital daerah di seluruh Indonesia,” ungkap Haryati Lawidjaja, Direktur Operasi LinkAja menjelaskan.

Harapannya, upaya elektronifikasi transaksi di lingkup Pemkot Yogyakarta dapat mewujudkan perluasan less cash society dan keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan transaksi nontunai. LinkAja akan terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan transaksi elektronik melalui berbagai kanal pembayaran, sehingga  dapat turut membantu Pemkot Yogyakarta untuk semakin  meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan transparansi tata kelola keuangan.

Sebelumnya, pemerintah Kota Yogyakarta sudah menerapkan implementasi transaksi nontunai sejak tahun 2017. Sebagai jawaban untuk kebutuhan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di daerah, Pemkot Yogyakarta mulai memperluas cakupan transaksi elektronik pada tahun 2018 dengan dukungan perbankan yang ada di kota tersebut. Langkah ini pun akan terus dilanjutkan. Salah satunya dengan kerjasama dengan LinkAja ini. (Icha)

 

Sampai Oktober, Sudah 1.488 Fintech Ilegal Diblokir

0

Telko.id – Satgas Waspada Investasi terus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari fintech illegal. Sampai Oktober ini saja sudah ada 1.488 fintech illegal yang diblokir. Di sisi lain, edukasi secara massif pun dilakukan karena masih banyaknya penawaran pinjaman online dari perusahaan fintech peer to peer lending tidak berizin yang bisa merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan edukasi mengenai pentingnya memilih perusahaan fintech peer to peer lending yang berizin OJK harus semakin gencar dilakukan mengingat Satgas hingga awal Oktober kembali menemukan dan langsung menindak 133 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

“Kami tidak akan menunggu korban masyarakat semakin banyak akibat fintech  peer to peer lending ilegal ini, jadi kami terus berburu dan langsung menindak temuan fintech lending yang ilegal dengan meminta Kominfo untuk memblokirnya,” kata Tongam.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Satgas saat ini juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kominfo DKI Jaya untuk menayangkan iklan layanan masyarakat yang berisi peringatan untuk menghindari fintech  peer to peer lending ilegal.

“Kami meminta dukungan dan mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya fintech  peer to peer lending ilegal mengingat keberadaannya sangat merugikan,” katanya.

Sebelumnya, pada 6 September 2019, Satgas Waspada Investasi menemukan 123 entitas Fintech Peer-To-Peer Lendingilegal. Namun dalam perkembangannya terdapat  enam entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech peer to peer lending yaitu aplikasi “MJASA SYARIAH” milik Kospin Jasa, aplikasi “Shopintar” milik PT Karya Widura Utama, aplikasi milik Komputerkitcom, aplikasi milik LuckyNine Apps, aplikasi “Smartech” milik PT Smartech Kredit Indonesia, dan aplikasi “Mentimum” milik PT Dinamika Mitra Sukses Makmur sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Selanjutnya dengan kembali ditemukannya 133 entitas fintech  peer to peer lending ilegal menjadikan total entitas yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan Oktober 2019 sebanyak 1.073 entitas, sedangkan total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi terhadap entitas fintech  peer to peer lending ilegal sejak tahun 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 1.477 entitas.

Awas, Ada 22 Gadai Tanpa Izin

Sesuai POJK 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian (POJK) Satgas Waspada Investasi juga telah menemukan kembali 22 kegiatan usaha gadai swasta yang belum mendapatkan izin dari OJK namun telah beroperasi. Dari 22 kegiatan usaha gadai swasta ilegal tersebut sebanyak 13 berdomisili di Jawa Tengah dan 9 berdomisili di Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada bulan September telah ditemukan 30 entitas gadai ilegal, sehingga saat ini jumlahnya mencapai 52 entitas gadai ilegal dan tidak menutup kemungkinan akan banyak lagi entitas gadai ilegal yang akan ditemukan oleh Satgas Waspada Investasi melalui pengaduan masyarakat.

Waspada, Ada 27 Kegiatan Usaha Tanpa Izin

Satgas Waspada Investasi juga telah menghentikan 27 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Penawaran kegiatan ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Dari 27 entitas tersebut diantaranya melakukan kegiatan Trading Forex tanpa izin sebanyak 11 entitas, 8 investasi cryptocurrency tanpa izin, 2 multi level marketing tanpa izin, 1 travel umrah tanpa izin dan 5 investasi lainnya.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan bahwa terdapat 3 entitas yang telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST/ Eco Racing), PT Aku Digital Indonesia (Aku Mobil), dan HIPO/PT HIPO Bisnis Management. PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (PT BEST/ Eco Racing) telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing. 

PT Aku Digital Indonesia (Aku Mobil) telah melakukan perubahan terhadap skema perdagangan mobil sesuai dengan izin yang sudah dimiliki. HIPO/PT HIPO Bisnis Management adalah suatu organisasi pengusaha bisnis online yang menjalankan beberapa program untuk perkembangan bisnis online di Indonesia.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut:

  • Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
  • Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  • Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Secara total kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 sebanyak 250 entitas.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

(Icha)

 

 

 

4 Tips Cerdas Untuk Bertransaksi Lewat Fintech Legal

0

Telko.id – Jumlah perusahaan financial technology (fintech) ilegal di Indonesia belum kunjung mereda sejak mencuat beberapa bulan lalu. Pada awal September 2019, tim Satgas Waspada Investasi kembali menyampaikan temuannya mengenai daftar 123 fintech lending ilegal yang tidak terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Munculnya laporan tersebut lantas menambah kekhawatiran dan keresahan di tengah tingginya antusiasme dan permintaan masyarakat terhadap layanan fintech. Bukan apa-apa, fintech ini mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses produk-produk keuangan.

Berdasarkan data OJK pada Juli 2019, terdapat lebih dari 11 juta pengguna fintech lending di Indonesia, dengan jumlah akumulasi penyaluran pinjaman yang dikucurkan oleh fintech mencapai 49,79 triliun rupiah atau meningkat 119,69% dibanding dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Angka tersebut terus meningkat baik dari sisi pengguna maupun pelaku industri fintech sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia dan mendorong roda perekonomian nasional.

Namun di sisi lain, menjamurnya fintech ilegal yang mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fintech legal dapat menghambat upaya-upaya tersebut.

“Pelaku fintech ilegal menjalankan kegiatan bisnisnya tanpa izin sehingga banyak dari produk dan layanannya yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku terutama terkait dengan keamanan data dan perlindungan konsumen,” ungkap Akshay Garg, Co-Founder dan juga CEO dari Kredivo, salah satu platform kredit digital menjelaskan.

Lebih lanjut, rendahnya literasi keuangan masyarakat Indonesia juga masih menjadi tantangan besar dalam memaksimalkan manfaat dari kehadiran fintech di Indonesia, sehingga sepak terjang fintech ilegal semakin melenggang.

Pemerintah dan otoritas terkait pun tidak pernah berhenti melakukan berbagai upaya baik preventif maupun represif untuk menekan keberadaan fintech ilegal. Selain melalui pembentukan Satgas Waspada Investasi sebagai upaya represif, OJK dan Bank Indonesia juga bersinergi dengan asosiasi yang menaungi perusahaan fintech legal untuk secara aktif melakukan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat tentang industri fintech saat ini.

“Kami di Kredivo pun berupaya terus turut meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui inovasi produk dan layanan. Kami juga memahami pentingnya sinergi bersama asosiasi dan regulator dalam meningkatkan literasi keuangan dengan bersinergi, agar masyarakat terhindar dari maraknya praktik fintech ilegal. Hal ini juga menjadi penting guna membangun ekosistem digital society di Indonesia yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” ungkap Akshay.

Lalu, Akshay pun menyebutkan beberap tips ketika akan Bertransaksi dengan Fintech Legal.

Cek perusahaan apakah sudah terdaftar di OJK

Pastikan selalu perusahaan fintech lending tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK di www.ojk.go.id. Masyarakat juga dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perusahaannya sendiri, bisa dengan mudah mendapatkan informasinya dari review teman atau kerabat terdekat.

Pahami bunga yang diberlakukan

Konsumen fintech lending harus mempertimbangkan bunga yang diberlakukan di setiap kredit. Pertimbangan ini bisa berdasarkan apakah sesuai dengan harapan juga kemampuan konsumen untuk membayar besaran bunga tersebut.

Pelajari hak dan kewajiban transaksi

Seringkali konsumen melewatkan penjelasan hak dan kewajiban, padahal informasi tersebut penting untuk dipelajari. Konsumen harus paham secara keseluruhan mengenai hak dan kewajibannya serta resiko yang akan ditanggung di kemudian hari.

Gunakan aplikasi dari sumber resmi

Pastikan Anda menggunakan aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS), karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware. (Icha)

Aneka Kuliner Ayam dan Burger Jadi Makanan Favorit GoFood 2019

0

Telko.id – Sering pesan makanan dari GoFood? Ya, aplikasi ini ternyata merupakan layanan pesan-antar makanan online yang banyak digunakan di Indonesia. Kepo nggak siey, makanan apa saja yang paling banyak diorder?

Ternyata, makanan yang paling banyak dipesan lewat aplikasi GoFood hingga Agustus 2019, makanan dengan bahan dasar ayam dan varian burger dengan bumbu lokal masih menjadi favorit konsumen. Diikuti oleh pilihan minuman favorit masyarakat, seperti minuman brown sugar, minuman gandum, regal drinks, dan boba. Pertumbuhan ini paling banyak dikontribusikan oleh konsumen di 5 wilayah dengan jumlah transaksi tertinggi, diantaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.

Trend tersebut berbeda dengan tahun lalu. Di mana Martabak masih menjadi primadona saat itu.

GoFood, tidak dapat dipungkiri menjadi layanan pesan antar makanan online yang sangat diandalkan dan dipercaya oleh para konsumen. Kenapa?

Berdasarkan hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” terungkap 84% konsumen yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan terbaik dibandingkan rata-rata industri (39%). Alasannya beragam, mulai dari pilihan menu beragam (87%); pilihan merchant beragam (83%); aplikasi mudah digunakan (83%); menilai mitra driver Gojek ramah, sopan, dan informatif (82%); hingga layanan pesan-antar makanan tercepat (79%).

“Teknologi GoFood sukses mempertemukan konsumen dengan ribuan restoran dan pengusaha kuliner UMKM. GoFood kini sudah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, tapi juga menjadi katalog kuliner terlengkap bagi konsumen dengan 400.000 merchant.  Konsumen GoFood kian loyal, terbukti dengan pertumbuhan pengunjung aplikasi GoFood yang meningkat hingga 2,63 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel menjelaskan.

Pertumbuhan transaksi GoFood sendiri salah satunya dipengaruhi oleh program promosi yang terus ditawarkan kepada pelanggan. “Kami senang mitra merchant menyambut baik inisiatif yang kami hadir untuk mendatangkan gelombang pengguna baru bagi GoFood, termasuk salah satunya memberikan kesempatan bagi merchantuntuk mengikuti program promo. Dengan mengikuti program promo, merchantGoFood dapat meningkatkan penjualan hingga lebih dari 60%,” kata Rosel.

“Ke depannya, GoFood ingin terus menemani pertumbuhan mitra untuk bisa meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Ini juga merupakan upaya kami mendorong kontribusi nyata mitra UMKM kuliner pada perekonomian Indonesia. Saat ini, 96% merchant GoFood merupakan UMKM dan kami berharap dapat terus berkontribusi pada kesejahteraan mitra dan perekonomian nasional, serta terus menjadi layanan pesan-antar makanan no.1 pilihan masyarakat Indonesia ” tutup Rosel. (Icha)

Indosat Ooredoo Bantu Masyarakat Maluku Terdampak Gempa Bumi

0

Telko.id – Baru-baru ini, Maluku mengalami bencana gempa bumi dengan magnitude 6,5 SR, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa, ratusan korban luka-luka, dan ribuan masyarakat harus berada di pengungsian. Untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak, Indosat Ooredoo turut membantu dengan mengoperasikan Mobil Klinik di lokasi-lokasi yang terdampak bencana.

Mobil Klinik Indosat Ooredoo memberikan layanan kesehatan gratis, menyediakan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak, menyalurkan makanan dan logistik darurat, serta bantuan komunikasi gratis bagi masyarakat sekitar.

“Indosat Ooredoo menyampaikan rasa prihatin sedalam-dalamnya kepada para korban bencana gempa bumi di Maluku. Kami selalu berkomitmen untuk segera membantu masyarakat yang terkena dampak bencana dengan melalui Mobil Klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan derita yang dialami masyarakat Maluku dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut  menyalurkan bantuan. Senior Vice President – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo menjelaskan.

Mobil Klinik akan beroperasi selama empat hari mulai 3 Oktober  hingga Minggu, 6 Oktober 2019. Lokasi yang rencananya akan dikunjungi oleh Mobil Klinik antara lain Dusun Wainuru Kecamatan Salahutu, , Desa Hitu Kecamatan Leihitu, Kampung Taeno Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon dan Dusun Rupahitu Desa Tulehu Kecamatan Salahutu.

Masyarakat di lokasi pengungsian dapat menikmati layanan kesehatan gratis, layanan dukungan psikososial, makanan tambahan untuk anak-anak, logistik darurat, serta bantuan telekomunikasi agar mereka tetap dapat terhubung dengan sanak saudara.

Langkah ini merupakan komitmen sosial dari Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, yang tercermin pada program tanggung jawab perusahaan (CSR) yang terdiri dari dua pilar, Edukasi dan Pengembangan Komunitas bagi masyarakat Indonesia. Pilar kedua inilah, Pengembangan Komunitas, yang menjadi dasar Indosat Ooredoo memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Maluku. (Icha)

 

Ini Dia 4 Inisiatif Tata Kelola Data Digital ASEAN Agar Ekosistem Digital Kondusif

0

Telko.id – Isu perdagangan dan integrasi digital di kawasan ASEAN masih menjadi topik hangat dalam setiap pertemuan para pemangku kepentingan. Salah satunya, dalam agenda reguler The 3rd ASEAN Economic Dialogue, masih mencari ramuan kerangka kerja yang dapat disepakati bersama untuk membentuk suatu ekosistem digital yang kondusif dan dapat meningkatkan kontribusi ASEAN dalam Gross Domestik Product (GDP) dunia.

Bertempat di ASEC Secretariat Jakarta, pertemuan reguler yang mayoritas pesertanya adalah business council, turut menghadirkan Kementerian Kominfo sebagai panelis yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Rosarita Niken Widiastuti. Dalam sesi pemaparan, Sekjen Niken menyebutkan bahwa aktivitas perekonomian digital di ASEAN telah menyumbang 7% dari total GDP dunia.

“Namun ASEAN menjadi salah satu penyumbang “unicorn” terbanyak di kawasan dan diprediksi akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital terbesar di dunia,” ucap Sekretaris Jenderal Niken sebagai salah satu panelis dalam pertemuan The 3rd ASEAN Economic Dialogue di ASEC Secretariat Jakarta, Kamis (3/10).

Sekjen Niken juga mengungkapkan bahwa ASEAN Digital Data Governance Framework adalah satu inisiatif bersama dibawah kerangka kerjasama TELSOM dalam memfasilitasi perdagangan dan meningkatkan transaksi di lingkup ASEAN dengan memanfaatkan ICT sebagai enabler.

“Framework ini membutuhkan kerangka kerja yang disepakati bersama, termasuk pembentukan ekosistem yang kondusif, dengan cara mengimplementasikan beberapa inisiatif,” tambahnya.

Apa saja inisiatif yang diusulkan?

Pertama, ASEAN Cross Border Data Flows Mechanism yaitu untuk proses transfer data pribadi lintas negara. Stakeholder-nya perlu memilih salah satu metode berikut yaitu pengakuan dari 3rd party certification yang diakui oleh ASEAN atau membuat contractual clauses (Business to Business atau entity to entity basis).

Kedua, ASEAN Data Classification Framework yakni menyediakan prinsip tata kelola data yang baik dan panduan untuk mengklasifikasikan data sesuai kategori dan komponen kunci yang ditentukan antara lain berdasarkan sensitivity level, impact assesment, classification level dan continous assesment.

Ketiga, ASEAN Data Protection and Privacy Forum ASEAN Data Protection and Privacy Forum merupakan forum rutin tahunan yang didirikan untuk mengawasi and memonitor implementasi perlindungan dan data pribadi pada setiap negara ASEAN. Forum ini juga diharapkan dapat membahas mekanisme koordinasi antar data protection enforcement authority.

Keempat, ASEAN Digital Innovation Forum yaitu forum yang didirikan untuk memfasilitasi diskusi, saling berbagi pengetahuan dan best practices mengenai kebijakan, isu, dan inovasi digital.

Keempat inisiatif tersebut, menurut Sekjen Niken diharapkan dapat menjadi kerangka dasar tata kelola data digital di lingkungan negara anggota ASEAN. Sekjen Niken juga sempat meminta dukungan dan koordinasi yang kuat dari para stakeholder internal (domestik) maupun eksternal (internasional) agar inisiatif ini dapat terlaksana dengan baik.

“Empat inisiatif ini diharapkan dapat menjadi kerangka dasar tata kelola data digital di lingkup ASEAN. Implementasi dan pelaksanaanya tentu perlu mendapat dukungan dan koordinasi yang kuat dengan stakeholder internal maupun eksternal,” tutupnya.

Hadir dalam acara The 3rd ASEAN Economic Dialogue sebagai panelis seperti perwakilan private sector seperti Google Indonesia, Japan Telecommunications Engineering and Consulting Service (JTEC) dan pemerintah Indonesia. (Icha)

 

 

Mantap Nih, Samsung Update Software Galaxy S10, Apa Kelebihannya?

Telko.id – Samsung Galaxy S10 memang sudah diluncurkan awal tahun. Tapi demi pelanggannya, produsen ini pun melakukan update software nya. Apa alasannya?

“Di Samsung Electronics, kami terus mengeksplor berbagai teknologi terdepan untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan pengalaman smartphone terbaik. Software update Galaxy S10  merupakan komitmen kami untuk pengguna setia agar dapat menikmati dan memanfaatkan inovasi Samsung  yang luar biasa dan menjadi yang terdepan,” ungkap Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia menjelaskan.

Lalu, apa saja inovasi baru yang ditanamkan?

Dengan software update ini, pengguna Galaxy S10e, S10 dan S10+ dapat menggunakan fitur video editor built-in dan integrasi Link to Window. Dan bukan hanya itu, setelah mereka melakukan pembaruan, fitur pro grade camera yang dimiliki oleh S10 akan lebih powerful. Para pengguna pun  dapat mengambil foto lebih tajam dalam keadaan kurang cahaya dengan kemampuan Night Mode bahkan di kamera depan.

Dan bagi mereka yang senang membuat konten video, fitur Super Steady yang sudah dimiliki sebelumnya sekarang bahkan ditingkatkan lagi dengan hasil video yang lebih stabil dan smooth, selain dilengkapi dengan kemampuan merekam video Live Focus untuk memberikan efek bokeh pada video dengan berbagai efek seperti blur, big circle, color point dan glitch bahkan di kamera depan agar hasil video yang lebih dramatis.

Semua itu akan menambah pengalaman saat akan menambahkan konten yang lebih kreatif, pembaruan perangkat lunak Galaxy S10 sudah melengkapi fitur AR Doodle.

Pada saat pengguna Galaxy S10 mengambil momen yang memorable, video editor yang dengan mudah diakses di gallery akan menawarkan berbagai pilihan edit yang akan membuat konten video sebagai video yang menarik.

Fitur ini membuat setiap orang mengedit video dengan sangat mudah layaknya profesional, yang menghadirkan cara mudah untuk memotong video, mengggabungkan dengan yang lainnya, menentukan kecepatan video dan masih banyak fitur edit lain nya yang menarik.

Bahkan konsumen dapat menambahkan subtitles dan musik untuk membuat konten video lebih unik.

Lebih dari itu, software update Galaxy S10 dapat mendorong produktifitas penggunanya berkat fitur Samsung Dex.  Pada saat pengguna mengunduh aplikasi Samsung Dex dari SamsungDex.com, mereka dapat langsung menggunakan Samsung Dex di PC dan MAC dengan mudah, hanya dengan menghubungkan keduanya dengan kabel USB Type-C.

Selain itu fitur Link to Windows juga sudah ditambahkan, yang dapat membuat pengguna Galaxy S10 menghubungkan smartphone mereka secara wireless dengan PC Windows 10 dan dengan mudah melihat konten smartphone mereka, menerima dan mengirimkan pesan serta melihat secara langsung galeri yang ada di smartphone melalui PC mereka.

Aplikasi yang sering digunakan pengguna Galaxy S10, termasuk Samsung Pass dan Messages, juga telah dibuat lebih nyaman. Saat ini pengaturan Samsung Pass menjadi lebih simpel sehingga membuat pengguna Galaxy S10 lebih mudah lagi menggunakan teknologi biometrik untuk masuk kedalam aplikasi ataupun website dengan lebih cepat dan lebih aman.

Sementara pada aplikasi Messages, ikon baru telah dihadirkan untukmenambah foto atau video dengan penampatan disebelah kiri untuk kemudahan penggunanya pada saat ingin mengirimkan dokumen yang diinginkan.

Berbagai penambahan fitur menambah nilai lebih Galaxy S10 yang mendukung penggunanya menjadi yang terdepan. “Kami menyambut konsumen yang baru akan memiliki Galaxy S10 dengan mengemas promo Powerful 10, mulai 1 Oktober hingga 1 November 2019. Yaitu setiap pembelian Galaxy S10 berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp.3.500.000,-,” pungkas Denny. (Icha)

Demi Memuaskan Pelanggan, MAXstream Buat Serial Komedi Romantis

0

Telko.idBerdasarkan data MAXstream dari Telkomsel, genre komedi romantis ternyata menempati peringkat kedua yang paling banyak ditonton. Untuk itu, portal video ini menghadirkan ‘Cerita Dokter Cita’ sebagai penawar dahaga para penggemar konten komedi romantis ini.

Keseriusan Telkomsel dalam mengembangkan konten MAXstream Original yang berkualitas juga terlihat dari keterlibatan Direktur Marketing Telkomsel, Rachel Goh dan Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin P. Tristram dalam produksi Cerita Dokter Cinta. Keduanya masing-masing berperan sebagai Executive Producer dan Co-Executive Producer dalam serial tersebut.

Dalam produksi serial Cerita Dokter Cinta, Telkomsel dan MAXstream juga bekerja sama dengan CEO salah satu label musik Indonesia, Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho yang bertindak sebagai Executive Produser. Cerita Dokter Cinta menjadi semakin lengkap dengan lagu Pesan Cinta dan Tanpa Bahasa dari Afgan.

Cerita Dokter Cinta menceritakan tentang sosok Ryan, dokter residen di sebuah rumah sakit swasta yang akan menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Karakter tersebut memiliki cerita cinta yang tragis di masa lalunya, namun tidak pernah diutarakan walau masih membekas di hati dan pikirannya.

Sementara itu, terdapat dokter residen lainnya bernama Lana yang menaruh perasaan pada Ryan, namun tak pernah berani menunjukkannya karena sikap Ryan yang tertutup. Konflik di dalam Cerita Dokter Cinta semakin menarik karena permasalahan percintaan tidak hanya merundung Ryan dan Lana, namun juga menimpa para koasyang bertugas untuk Ryan, yaitu Tiara, Jarwo, Acho, Annisa, dan Leon.

Cerita Dokter Cinta merupakan hasil karya Sutradara Yoichi Adityo Hutomo, Doni Mamahit, dan Ichwan Persada. Sedangkan para aktor dan aktris yang membintangi Cerita Dokter Cinta di antaranya adalah Deva Mahenra (Ryan), Prilly Latuconsina (Tiara), Kemal Palevi (Jarwo), Muhadkly Acho (Acho), Zee Zee Shahab (Annisa), dan Fero Walandouw (Leon). Lalu, serial komedi romantis tersebut turut memperkenalkan Indah Kusuma yang akan berperan sebagai Lana.

Kehadiran serial Dokter Cinta semakin memperkaya konten yang dimiliki oleh MAXstream Original. Sebelumnya, MAXstream Original telah menghadirkan serial dengan genre horor berjudul Nawangsih karya Melly Goeslaw. Selain itu, masih ada Brata dengan cerita penuh aksi di dalamnya, Critical Eleven yang mengangkat kisah drama, dan Pulang Pulang Ganteng yang bergenre komedi.

“Layanan berbasis video streaming semakin  menjadi favorit bagi pelanggan penikmat platform gaya hidup digital. Untuk itu, Telkomsel berkomitmen menghadirkan pengalaman lebih bagi pelanggan untuk layanan gaya hidup digital yang lengkap, mulai dari kemudahan akses dengan menghadirkan platform aplikasi seperti MAXstream, kolaborasi dengan para pegiat industri film dan musik melalui konten original berkualitas, hingga memastikan kenyamanan akses menikmati layanan video streaming selalu terjaga melalui keunggulan jaringan berteknologi terdepan 4G LTE Telkomsel yang hadir hingga penjuru negeri,” tutup Crispin. (Icha)

Ini Alasan BRTI Sebut Regulasi IMEI Pakai Data Pengguna Aman 

0

Telko.id – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan bahwa keamanan data pengguna dari operator seluler saat regulasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) berlaku terjamin. Data ini akan digunakan sebagai salah satu indikator untuk memblokir ponsel ilegal (black market/BM).

Hal ini disampaikan oleh Komisioner BRTI Agung Harsoyo yang juga merupakan pakar keamanan siber pada diskusi dengan media pada Kamis (03/10) di Jakarta.

“Selain IMEI, operator perlu nambahkan satu atau lebih data untuk verifikasi. Sebab, IMEI yang disampaikan oleh operator bisa saja tidak identik. Itu sebabnya perlu pairing dengan data lain. Jadi, semakin banyak data yang dimasukan dalam Sistem Informasi Basis Database IMEI Nasional SIBINA maka jaraknya (akurasinya) akan semakin dekat,” ungkap Agung menjelaskan.

Namun, Agung juga menambahkan bahwa data selain IMEI yang dimasukan dalam SIBINA tersebut dapat dienkripsi oleh operator. Dan, yang bisa melakukan dekripsi hanya operator. “Jadi nanti, data yang bisa dibaca secara ‘terang’ hanya IMEI saja. Pihak Kemenperin tidak bisa membaca data yang ‘tidak terang’ atau terenkripsi itu. Jadi kemungkinan untuk ada kebocoran data sangat kecil,” ujar Agung.

Data selain IMEI yang dimasukan dalam SIBINA dan dalam bentuk terenkrisi itu antara lain data MSISDN (mobile subscriber integrated services digital network number), IMSI (International Mobile Subscriber Identity) dan identitas pengguna lainnya.

Nanti, jika masuk dalam tahap pairing, dan SIBINA menyatakan bahwa IMEI A itu masuk dalam blacklist, maka list tersebut akan disampaikan kembali ke operator dengan notifikasi sebagai IMEI blacklist. Selanjutnya, Agung mengatakan operator akan membuka data tersebut untuk melakukan pemblokiran terhadap ponsel yang masuk daftar hitam.

Lebih lanjut Agung juga menyakinkan keamanan pengelola data SIBINA di Kemenperin. Pasalnya, Kemenperin telah mengantongi sertifikasi ISO 27000. Oleh karena itu ia memastikan, pengolahan data telah tersertifikasi dari sisi produk, jaringan maupun sumber daya manusia.

“Ada proses-proses yang harus dipatuhi oleh Kemenperin dalam keamanan data karena sudah memiliki ISO 27000 tersebut. Bahkan, dalam kurun waktu tertentu juga akan audit. Jadi, mestinya Kemenperin sudah mengantisipasi maksimal terkait keamanan,” ungkap Agung menyakinkan keamanan data publik di SIBINA.

Tahap Awal Operator Tidak Perlu Investasi EIR

Beberapa waktu lalu Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), merasa keberatan jika harus melakukan investasi untuk EIR atau Equipment Identity Register, alat untuk memblokir ponsel Black Market. Pasalnya, investasi tersebut dianggap mahal dan semuanya harus ditanggung oleh operator.

Agung melihat bahwa investasi EIR ini tidak perlu dilakukan operator pada tahap awal pemberlakukan aturan IMEI ini. Kalau pun nanti dibutuhkan, masih ada waktu 6 bulan setelah aturan di tandatangani. Cukup untuk persiapan sampai akhirnya diberlakukan secara utuh. Walau demikian, Agung tetap menyatakan bahwa bisa saja aturan ini tidak membutuhkan EIR untuk pemblokiran.

“Dari sisi teknis, sebenarnya mekanisme untuk memblokir IMEI itu tidak harus menggunakan sistem EIR,” kata Agung.

Hanya saja memang, semua itu tergantung dari peraturan tiga menteri tentang registrasi IMEI yang akan diterbitkan pemerintah. Metode pemblokiran apa yang akan dipakai.

“Untuk blokir IMEI tidak harus menggunakan EIR. Sebenarnya operator bisa melakukan pemblokiran IMEI, artinya begini, jika daftar IMEI yang di-blacklist sudah dikeluarkan, operator mana pun tidak bisa memberikan layanan kepada pemilik smartphone dengan IMEI yang diblokir,” Agung menjelaskan.

Namun, jika pemerintah memutuskan untuk melakukan pemblokiran perangkat, maka mesin EIR ini dibutuhkan karena fungsinya adalah untuk memblokir perangkat. Jadi, perangkat tidak dapat digunakan di seluruh dunia.

Kedua metode tersebut, sama-sama perangkat tidak bisa lagi digunakan di Indonesia. Hanya saja, kalau menggunakan EIR, maka ada invetasi yang cukup besar yang harus dilakukan oleh operator, tapi jika hanya pemblokiran oleh operator saja, investasi yang diperlukan tidak besar.

Agung menuturkan, semuanya dikembalikan kepada persyaratan yang diberikan pemerintah lewat peraturan tiga menteri.

“Kalau ingin perangkat tak bisa dipakai hanya di Indonesia, pemblokiran bisa dilakukan dengan layanan operator,” katanya menandaskan. (Icha)