spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 978

Huawei nova 6 5G Resmi Dirilis Mengusung Dual Selfie Camera!

0

Telko.id – Huawei nova 6 5G kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei nova 6 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei nova 5T).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Blue, Red, Provence) dan memiliki body berdimensi 162.7 x 75.8 x 9 mm (6.41 x 2.98 x 0.35 in) dengan berat 212 g (7.48 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei nova 6 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei nova 6 5G :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p@30fps.

Spesifikasi Huawei nova 6 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4200 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.57″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei nova 6 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G (2+ Gbps DL).

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei nova 6 5G :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE / 5G
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 12(700), 17(700), 18(800), 19(800), 26(850), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G (2+ Gbps DL)
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 162.7 x 75.8 x 9 mm (6.41 x 2.98 x 0.35 in)
Weight 212 g (7.48 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Blue, Red, Provence
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.57 inches, 104.2 cm2 (~84.5% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~401 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10
Chipset HiSilicon Kirin 990 (7 nm)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot No
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF
Features Panorama, HDR, LED flash
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30fps, 720p@960fps, (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
Features HDR
Video 2160p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4200 mAh
Non-removable Li-Po 4200 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Huawei nova 6 Dibekali Triple Camera 40 MP dan Selfie Camera 32 MP

0

Telko.id – Huawei nova 6 kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei nova 6. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei nova 5T).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Blue, Red, Provence) dan memiliki body berdimensi 162.6 x 75.7 x 8.6 mm (6.40 x 2.98 x 0.34 in) dengan berat 197 g (6.95 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei nova 6

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei nova 6 :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p@30fps.

Spesifikasi Huawei nova 6

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4100 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.57″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei nova 6 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei nova 6 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 18(800), 19(800), 26(850), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 162.6 x 75.7 x 8.6 mm (6.40 x 2.98 x 0.34 in)
Weight 197 g (6.95 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Blue, Red, Provence
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.57 inches, 104.2 cm2 (~84.7% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~401 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10
Chipset HiSilicon Kirin 990 (7 nm)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot No
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF
Features Panorama, HDR, LED flash
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30fps, 720p@960fps, (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
Features HDR
Video 2160p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4100 mAh
Non-removable Li-Po 4100 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Telkomsel Buat NextDev Hub Yang Bakal Lebih Keren Dari Silicon Valley

0

Telko.id – Sillicon Valley memang terkenal sebagai tempat lahirnya startup dunia. Tapi, Indonesia pun bakal punya NextDev Hub yang akan diumumkan saat The NextDev Summit 2019 pada 7 Desember mendatang di Jakarta.

Keyakinan itu ada karena salah satunya jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 266,91 juta jiwa pada tahun 2019 dan Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 – 2030 mendatang. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk berusia produktif (15-64 tahun) akan mencapai 70 persen. Ini juga yang menjadi kekuatan Indonesia.

“Menjadi silicon valley itu merupakan mimpi yang harus lewat sebuah proses. Perlu dipelajari. Namun intinya dibalik itu semua adalah penting nya kolaborasi. Di sini The NextDev Summit 2019 menjadi ajang untuk bertemu dan membuka peluang untuk kolaborasi sebagai nantinya cikal bakal Nextdev Hub itu sendiri,” ujar Tubagus Husniyullah, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel menjelaskan.

Jadi, perpaduan antara jumlah penduduk yang ratusan juta dan melakukan kolaborasi atau berpartner dengan pelaku yang professional maka negara kita akan kuat untuk membuat ekosistem digital dengan cepat. “Kondisi ini akan bertambah kuat 2-3 tahun mendatang,”
Ungkap Tubagus optimis.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO & Founder Storial.co Steve Wirawan. Menurut nya, NextDev Hub ini sangat berpotensial sekali untuk disejajarkan dengan Sillicon valley nantinya. “Apalagi, dibelakangnya ada dukungan dari Telkomsel,” ujar nya.

Dulu, secara tradisional, per tahun itu hanya ada 50 judul buku. Kini, ketika masuk pada era digital, satu hari bisa masuk 50 judul buku. Artinya, era digital ini memang memberikan kemudahan bagi penduduk Indonesia untuk berkarya.

Tapi, apakah NextDev harus seperti Silicon Valley? Menurut CEO & Founder OmniVR Nico Alyus, NextDev Hub tidak perlu seperti Sillicon Valley. Soalnya, Sillicon Valley itu adalah sebuah kebetulan. Kebetulan menjadi sebuah wilayah di Amerika yang banyak dihuni oleh para orang-orang kaya. Jadi, boleh saja belajar dari Sillicon Valley, tapi NextDev Hub ini jauh lebih besar dari itu dan bakal jauh lebih keren.

Nico menambahkan juga bahwa 5 unicorn sudah lahir di Indonesia. “Mereka itu (5 unicorn) belum banyak yang memanfaatkan market di luar Indonesia. Baru di Indonesia saja sudah unicorn, bagaimana kalau keluar,” ujar nya optimis.

Yang penting, menurut Nico adalah buat startup yang solve the problem. Itu akan membuat startup perkembang dan pastinya membuat Indonesia nantinya menjadi menguasai pasar digital di Asean maupun Asia Pasific.

Telkomsel Jamin Kelancaran Jaringan dan Layanannya Saat Libur Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Libur Natal dan Tahun Baru 2020 segera tiba. Telkomsel pun sudah menyiapkan kualitas  jaringan dan layanannya demi kelancaran telekomunikasi selama periode tersebut. Apa saja yang dipersiapkan?

“Secara terjadwal, kami konsisten melakukan uji coba dan optimalisasi jaringan di tengah lonjakan trafik layanan yang umumnya terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru. Dengan begitu, pelanggan dapat berkomunikasi, menggunakan data seluler, hingga menikmati layanan digital dari Telkomsel dengan nyaman dalam berbagai aktivitasnya sehingga semangat baru dalam menghadapi momen pergantian tahun dapat menyala di tiap-tiap diri pelanggan Telkomsel,” ungkap Ririn Widaryani, Director Sales Telkomsel menjelaskan.

Optimalisasi seluruh elemen jaringan Telkomsel dilakukan di 533 titik dengan menyediakan 82 unit compact mobile base station (Combat) atau BTS mobile yang dikerahkan di titik-titik dengan trafik komunikasi terpadat.

Secara keseluruhan, Telkomsel telah menggelar lebih dari 209.000 unit BTS di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan kawasan perbatasan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 77.000 di antaranya merupakan BTS 4G untuk memaksimalkan kenyamanan pelanggan dalam layanan data, termasuk pada momen Natal dan Tahun Baru.

Guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pelanggan selama musim liburan tersebut, terhitung sejak 20 Desember  hingga 5 Januari, Telkomsel telah menyiagakan 324 MobileGraPARI (MoGI) dan 3.716 outlet Siaga yang menyediakan kartu perdana, layanan isi ulang pulsa, serta aktivasi layanan digital lainnya.

Pelanggan pun dapat memperoleh layanan di sekitar 422 GraPARI Siaga di seluruh Indonesia. Kemudahan layanan pelanggan juga dapat dijangkau melalui layanan pesan instan, layanan self-service GraPARI virtual yang siap berinteraksi secara langsung untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar produk dan layanan Telkomsel selama 7×24 jam yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel, LINE, Telegram, dan Facebook Messenger Telkomsel.

Untuk semakin mengakselerasikan kebahagian di momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Telkomsel juga menghadirkan program Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019. Telkomsel mengajak para untuk “Abis-abisan di Akhir Tahun” dengan menyediakan hadiah utama berupa satu unit BMW 320i. Selain itu, masih terdapat beragam hadiah menarik lainnya, yakni 4 unit Mitsubishi Xpander, 10 unit Vespa LX 125, 30 unit Samsung Galaxy S10+, 50 unit Samsung A70, hingga ribuan voucher senilai ratusan ribu rupiah. Info selengkapnya melalui Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019 dapat diakses di www.telkomsel.com/sebarhepi.

Selain itu, Telkomsel juga mengadakan Roadshow Natal dan Tahun Baru (Naru) 2019 yang akan memberikan bantuan kepada 2.500 masyarakat yang membutuhkan, 2.500 anak panti asuhan, dan 40 tempat ibadah atau yayasan sosial di lima kota di seluruh Indonesia.

Roadshow Naru 2019 akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti santunan, perbaikan yayasan atau tempat ibadah, workshop, lomba kreativitas bagi anak-anak, hingga berbelanja bersama karyawan Telkomsel untuk anak-anak panti asuhan. (Icha)

Huawei FreeBuds 3 Sudah Dijual Offline dan Online

Telko.id – Perlu earphone untuk menemani hari-hari yang sibuk? Huawei baru saja mengumumkan mulai mendistribusikan Huawei Freebuds 3, produk audio nirkabel canggihnya yang sudah ditunggu banyak konsumen di Indonesia pada Rabu (3/12) ini. Perangkat wireless open fit yang dibicarakan banyak orang karena kecerdasan dan terobosan teknologi audio di kelas premium ini akan mulai bisa dibeli pasar Indonesia di berbagai tempat penjualan offline maupun online.

“Penjualan pertama dari Freebuds 3 akan dilaksanakan hanya dari tanggal 3 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Freebuds 3 akan dijual dengan harga yang sangat bersaing, yakni di angka Rp 2.299.000. Di fase ini Huawei akan memberikan bonus pembelian berupa FreeBuds Silicon Case dalam berbagai warna untuk melindungi casing asli,” ujar Lo Khing Seng, Deputy Country Director dari Huawei CBG Indonesia menjelaskan.

Menurut Khing Seng, selama pre-order lalu, produk ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Demikian juga banyak ulasan positif. Itu sebabnya, Huawei ingin lebih banyak konsumen dapat menikmati kecanggihan FreeBuds 3 dengan menyediakan lebih banyak channel dan tentunya dengan hadiah yang menarik.

Konsumen Indonesia bisa mendapatkan Freebuds 3 di berbagai tempat baik di Gerai Penjualan maupun di online marketplace. Beberapa gerai penjualan tersebut adalah berbagai Huawei Experience Store (HES), Erafone Store dan berbagai toko lain yang menjalin kerjasama dengan Huawei Indonesia. Selain itu, Freebuds 3 dapat dimiliki konsumen melalui toko online. Mereka antara lain Lazada, JD.ID, Shopee, dan BliBli.

Menawarkan pengalaman audio yang canggihFreeBuds 3 yang menawarkan pengalaman audio cerdas terbaru kepada konsumen, tampil dengan desain Dolphin Bionic yang pas di telinga pengguna untuk pemakaian yang lebih nyaman dan stabil, sekaligus menghadirkan suara yang terfokus di telinga pengguna. Desain open-fit dirancang secara ergonomis untuk kenyamanan yang maksimal.

Dari segi performa, Freebuds 3 ditenagai oleh prosesor canggihnya, Kirin A1. Prosesor ini mendukung sistem transmisi sinkron dual-channel untuk mengurangi latensi, sehingga menghasilkan audio yang mendalam dan tersinkronisasi saat bermain game atau menonton video.

Dilengkapi dengan BT-BLE dual-mode Bluetooth 5.1 SoC bersertifikat 5.1, teknologi transmisi Dual Channel HUAWEI Isochronous. dan prosesor audio 356 MHz terdepan di kelasnya, HUAWEI FreeBuds 3 menghadirkan koneksi Bluetooth yang stabil dan cepat, serta audio yang akurat dan sinkronisasi video. Dengan protokol transfer Bluetooth yang sangat efisien ini, audio dari saluran kiri dan kanan ditransmisikan ke earbud kiri dan kanan secara sinkron dan terpisah.

Fitur unggulannya, All Noise Cancelling (ANC) menghasilkan pengurangan kebisingan lingkungan yang akurat dan dioptimalkan secara real-time, menangkap dan membatalkan kebisingan latar belakang walaupun dalam kondisi bergerak.  Fitur ini dapat dinyalakan hanya dengan mengetuk dua buah earbud kiri. Dikombinasikan dengan chipset cerdas AI, FreeBuds 3 dapat menghilangkan kebisingan latar belakang selama panggilan dan meningkatkan suara pemanggil secara bersamaan.

Fitur Bone Voice ID pada FreeBuds 3 sangat berguna bagi pengguna saat melakukan panggilan. Teknologi ini membantu membedakan antara suara pengguna selama panggilan dan kebisingan latar belakang dengan mengambil getaran dari pergerakan mulut pengguna.

Struktur “bone” juga menggunakan Aeordynamic Mic Duct Design yang dapat menghalau suara angin yang lewat untuk mengurangi kebisingan angin secara efisien, sehingga pengguna dapat menikmati panggilan yang jelas saat berjalan di hari yang berangin, jogging, atau bahkan mengendarai sepeda pada kecepatan 20 km / jam.

Huawei memastikan bahwa Freebuds 3 menghadirkan pengalaman mendengarkan yang menyeluruh. Driver dinamis 14mm berpresisi tinggi, sensitivitas tinggi telah disetel dengan seksama untuk memungkinkan setiap not terdengar asli dan cemerlang. Sebuah tabung bass yang rumit dengan cerdik terselip di setiap kekuatan lubang suara. Ini menciptakan suara yang lebih keras, lebih kuat, lebih kencang, dan lebih keras, seperti menikmati musik di studio.

Huawei FreeBuds hadir dalam desain Hitam atau Putih yang simpel, dengan bentuk wadah pengisian bundar simetris yang cocok untuk disimpan di saku, tas, atau di mana saja. Saat pertama kali memasangkan Huawei FreeBuds 3 dengan ponsel pintar Huawei dengan EMUI 9 atau lebih, cukup klik pada tampilan di layar untuk pairingPairing berikutnya terjadi secara otomatis.

Dengan sekali pengisian, baterai pada Freebuds 3 dapat bertahan hingga 4 jam, namun itu meningkat hingga 20 jam jika digunakan dengan casingnya. Earbud juga mendukung pengisian daya kabel dan nirkabel, di mana pengisian kabel cepat Huawei memungkinkan pengguna untuk mengisi baterai dari 0 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu 30 menit. Pengisian nirkabel juga berguna dengan dukungan untuk fitur reverse charging.

Berbagai promo lain untuk produk Huawei

Bagaimana cara untuk membeli FreeBuds 3 pada periode first sake dan mendapatkan hadiah FreeBuds 3 silicon case? Untuk pembelian di toko offline, konsumen dapat langsung mendatangi Huawei Experience Store (HES), Toko Erafone, dan toko yang dipilih.  Selajutnya untuk platform online, konsumen dapat mengunjungi laman platform e-commerce Lazada, JD.ID, Shopee, dan BliBli.

Selain FreeBuds 3, mulai 3 Desember hingga 5 Januari 2020 di toko offline dan online yang sama, Huawei memberikan penawaran untuk produk yang diluncurkanbersamaan dengan FreeBuds 3.

Watch GT 2 edisi 42mm dijual Rp 2.599.000 dan mendapatkan cashback Rp 150.000, kemudian MediaPad T5 dijual Rp 2.599.000, dan konsumen akan mendapatkan cashback Rp 150.000 jika membeli flip cover seharga Rp 399.000. (Icha)

 

PP 71/2019 Hadir Demi Melindungi Data Masyarakat Indonesia

0

Telko.id – Banyak pihak yang mempertanyakan hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP 71/2019”) yang menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP 82/2012”). PP ini dianggap tidak sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo untuk melindungi data masyarakat Indonesia.

Hal ini disebabkan karena dalam PP tersebut terdapat pasal 21 ayat (1)yang berbunyi “Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat dapat mengelola, memproses dan/atau menyimpan Sistem Elektronik dan Data Elektronik di wilayah Indonesia dan/atau di luar wilayah Indonesia.”

“Padahal, PP yang baru ini justru memberikan kejelasan dan keterjangkauan dalam penerapan kedaulatan Negara terhadap data. Selain itu PP 71/2019 juga mengedepankan pertanggungjawaban penuh Penyelenggara Sistem Elektronik (“PSE”) atas Sistem Elektroniknya khususnya kepada penggunanya maupun dalam rangka pengawasan dan penegakan hukum,” ungkap Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika menjelaskan.

Semuel menambahkan, “jika dipaksakan PSE lingkup Privat untuk diwajibkan mengelola, memproses dan/atau menyimpan Sistem Elektronik dan Data Elektronik di wilayah Indonesia maka akan banyak bisnis unicorn yang mati. Untuk itu, kita atur tata kelolanya pada Peraturan Pemerintah yang baru ini. Karena di peraturan yang lama tidak ada tata kelolanya,” ujar Semuel menambahkan.

Kejelasan dan keterjangkauan PP 71/2019 tersebut dapat terlihat dalam beberapa pendekatan pengaturan diantaranya kriteria dan batasan antara PSE Lingkup Publik dan PSE Lingkup Privat, Pendekatan pengaturan penempatan data dan sistem elektronik Penyelenggara Sistem Elektronik, dan perubahan- perubahan lainnya.

Dalam PP 82/2012 yang sudah tidak berlaku itu diatur, PSE untuk pelayanan publik wajib melakukan pendaftaran, sedangkan untuk nonpublik tidak menjadi keharusan untuk mendaftar.

Kriteria pelayanan publik itu sendiri masih mengacu pada kriteria pelayanan publik yang diatur dalam UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan aturan pelaksanaanya yakni PP No 96 Tahun 2012 tentang pelaksanaan atas UU Pelayanan Publik. Mulai dari lembaga negara, BUMN, BUMD, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang, atau badan hukum lain yang menyelenggarakan layanan publik dalam rangka misi negara.

Kemudian berdasarkan PM (peraturan menteri) Kominfo No 36/2014 yang termasuk PSE berupa korporasi atau badan hukum yang wajib daftar dibatasi adalah mereka yang memiliki portal, situs, aplikasi online lewat internet untuk pembayaran atau perdagangan jasa, sistem elektronik yang digunakan untuk memroses informasi elektronik yang menggunakan dana. Juga yang berkait dengan data pelanggan dalam transaksi keuangan dan perdagangan, pengiriman materi digital berbayar lewat jaringan data dengan cara unduh lewat portal, situs, email atau aplikasi lain.

Berdasarkan aturan ini banyak PSE yang berbasis di luar negeri tetapi memberi pelayanan dan target pelanggan di Indonesia, mengklaim dirinya bukan masuk kriteria sebagai PSE untuk pelayanan publik. Misalnya Instagram, Fascebook, Google dan Whatsapp, yang hingga kini masih enggan mendaftaran diri, terlebih lagi dalam PP 82/2012 pemerintah tidak bisa memberi sanksi administratif bagi PSE yang tidak mendaftar.

Demikian juga kepatuhan PSE atas kewajiban penempatan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia yang diatur dalam PP 82/2012 tidak dilaksanakan. beberapa PSE lakukan hanyalah melaksanakan konsep mirroring dengan data base ada di luar wilayah RI atau sebaliknya.

Malah ada yang hanya berupa data center atau pusat pemulihan bencana yang tidak sesuai fungsinya karena tetap berada di luar wilayah Indonesia. Itupun pemerintah tidak bisa memberi sanksi administratif. Dengan kondisi tersebut, akan banyak PSE yang harus di blokir pemerintah atau bahkan lebih ekstrim lagi internet harus ditutup.

Lebih terukur

Kalau disimak secara lebih jeli, PP 71/2019 yang menggantikan PP 82/2012 itu justru memberi kejelasan dan keterjangkauan dalam penerapan kedaulatan negara terhadap data. PP 71/2019 juga mengedepankan pertanggungjawaban penuh penyelenggara sistem elektronik (PSE). Antara lain dalam pendekatan pengaturan soal kriteria dan batasan PSE lingkup publik dan PSE lingkup privat, dan pengaturan penempatan data dan sistem PSE.

PP ini memberi kriteria PSE yang lebih terukur dan lebih pasti, dengan pemisahan lingkup publik dan lingkup privat, sehingga bisa menghilangkan keraguan akan kewajiban daftar bagi mereka. Kalau kriteria PSE lingkup publik meliputi instansi pemerintah atau yang ditunjuk pemerintah, PSE lingkup privat adalah PSE yang diatur dan diawasi kementerian atau lembaga berdasarkan aturan perundangan.

Termasuk privat juga adalah PSE yang memiliki portal, situs, aplikasi daring lewat internet di wilayah Indnesia atau yang ditawarkan di wilayah RI yang digunakan untuk berbagai keperluan bisnis. Misalnya PSE yang menyediakan, mengelola, mengoperasikan perdagangan barang atau juga jasa, transaksi keuangan; pengiriman materi atau muatan digital berbayar lewat portal atau situs, surel atau aplikasi lain ke perangkat pengguna.

Juga PSE yang menyediakan, mengoperasikan layanan komunikasi seperti SMS, panggilan suara atau video, surel, percakapan dalam platform digital, jejaring dan medsos.

Mesin pencari juga masuk kriteria ini, selain penyedia informasi elekronik berbentuk tulisan, suara, gambar, animasi, musik, video, film dan permainan atau kombinasi. Termasuk juga pemrosesan data pribadi untuk kegiatan operasional melayani masyarak at dalam kaitan transaksi elektronik.

PP 71/2019 secara tegas mengatur kewajiban pengelolaan, pemrosesan dan penyimpanan sistem elektornik dan data elektronik khususnya PSE lingkup publik di dalam negeri dengan pengecualian terbatas. PSE lingkup privat bebas melakukan kegiatannya dengan kewajiban memastikan efektivitas pengawasan dari lembaga pemerintah dan pemberian akses dalam rangka penegakan hukum, dan mengedepankan perlindungan yang jadi tanggung jawab PSE sepenuhnya.

PP pengganti PP no 82/2012 ini tidak lagi membolehkan PSE mengedepankan penyimpanan data on shore untuk perlindungan dan kedaulatan negara atas data. Ini mengingat teknologi yang digunakan saat ini bukan dalam penguasaan penuh negara yang juga merupakan kebutuhan pemilik data untuk kepentingan bisnis dan ekosistem sudah jauh lebih lama tumbuh dan keberadaanya sudah masif digunakan oleh masyarakat negara ini.

PP 71/2019 ini telah diundangkan dan sudah mulai berlaku pada 10 Oktober 2019 dengan masa transisi setahun bagi semua PSE publik dan privat untuk memenuhi kewajiban mendaftar. Khusus PP Lingkup Privat diberi waktu dua tahun untuk menempatkan sistem elektronik dan data elektroniknya di Indonesia.

Ada sekitar 29 pasal, dari mulai pasal 4 hingga pasal 98 di PP 71/2019 yang terawasi dengan ketat, yang jika dilanggar ada ancaman sanksi administratif yang diatur jelas dalam pasal 100. Sanksi administratif itu mulai dari teguran tertulis, denda, penghentian layanan (blokir) sementara, pemutusan akses dan/atau dikeluarkan dari daftar yang bentuk dan besarannya akan diatur oleh Peraturan Menteri. (Icha)

 

Selama November 2019, Kominfo Identifikasi 260 Hoaks

Telko.id – Tiada hari tanpa hoax. Itulah dunia digital. Selama bulan November 2019 saja, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi ada sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, berita palsu. Sehingga total jumlah hoaks yang dikais, diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 3.901 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan November 2019.

“Dari total 3.901 hoaks sejak Agustus 2018 hingga November 2019 yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Tim AIS Kominfo, hoaks kategori politik mendominasi di angka 973 item hoaks,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam keterangan tertulisnya.

Disusul 743 hoaks kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional dan sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan dan Pendidikan.

Dari penelusuran Mesin AIS Kominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam hingga mencapai 501 item hoaks pada bulan April 2019. Hoaks politik yang marak muncul di bulan April didominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

Tim AIS dibentuk pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, identifikasi verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti. (Icha)

 

 

 

ATSI: Tujuh Point Penting Sumbangan Industri Telko Pada Negara

Telko.id – Gemerlap industri telko seperti meredup. Gempitanya layanan OTT atau over the top membuatnya ‘harus’ kembali ke khitah nya sebagai penyedia jaringan. Bagi beberapa pemain menjadi sulit untuk tumbuh. Menurut Arief Mustain, Perwakilan ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia) setidaknya ada tujuh poin sebagai modal bagi pelaku industri bagaimana bicara mengenai size dan kekuatan yang bisa disumbangkan oleh industri ini kepada negara. Apa saja?

Poin pertama, adalah masalah pengguna. Jumlah pengguna seluler sangat besar dengan total 322,1 juta yang mana sebagian besar merupakan pelanggan data.

“Ini akan menjadi salah satu modal kita kedepannya yang sangat besar. Dalam konteks nanti ketika kita akan bicara tentang on top dari infrastuktur atau on top network, akan banyak yang bisa kita lakukan, apakah cross-selling, upselling, atau sebagainya,” kata Arief, di Selular Telco Outlook 2020, di Hotel Aston, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Beralih ke persoalan harga, Arief menyebut, bahwa Indonesia menjadi negara terendah nomor tiga di dunia setelah India dan Bangladesh, yang menawarkan harga paket data murah. Walau bagus bagi pelanggan, namun tidak bagi industri. Karena industri harus bertahan dengan menghasilkan pendapatan.

“Bahkan sekarang angkanya (data yield) bukan 0,5 mungkin sudah 0,3. Jadi semakin turun secara angka year per gigabite. Sudah barang tentu bagi operator akan menjadi salah satu hal yang sangat fundamental. Secara volume memang semakin meningkat dan pertumbuhan user juga semakin melambat, tapi dengan Yield yang sangat rendah ini akan menjadi persoalan dalam membangun kesehatan sebuah korporasi,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Director & Chief Innovation and Regulatory Officer di Indosat Ooredoo tersebut.

“Semua itu, menjadi tantangan buat industri telko.  Disaat kita harus tetap tumbuh baik untuk investasi beberapa teknologi baru yang juga kita harus lakukan,” ujar Arief menambahkan.

Namun di sisi lain, dengan Yield yang rendah maka akan mendorong terjadinya konsumsi bandwidth yang besar-besaran. Setiap tahun pertumbuhan konsumsi data mencapai 87 persen untuk ukuran pentabite.

Dengan konsumsi bandwidth yang begitu besar, Arief menekankan, seharusnya sektor ini memberikan dampak ekonomi dan sosial untuk meleverage sektor-sektor lainnya seperti pendidikan di seluruh Indonesia.

“Mungkin kita bisa lihat perkembangan sektor di e-commerce dan digital coach baik untuk yang education, entertainment, dan sebagainya juga di-leverage oleh menurunnya harga ini,” katanya.

Terkait dengan teknologi, ATSI juga bersama-sama dengan operator telco telah melakukan beberapa adopsi teknologi. Bahkan, teknologi yang tidak mainstream pun turut dilakukan.

Tak dipungkiri, teknologi 2G GSM masih digunakan karena jumlah pelanggan seluler yang menggunakan feature phone masih banyak. Sedangkan teknologi 3G saat ini masih digunakan pelapis jaringan data 4G.

Selanjutnya isu yang tidak kalah pentingnya yakni mengenai ambisi seluruh operator yang haus spektrum. Tahun depan, pihak operator akan menunggu lelang frekuensi 2,3GHz. Kata Arief, ketersediaan spektrum ini akan menjadi concern selama terus-menerus, karena disinyalir bisa menggairahkan industri kembali.

Layanan Internet of Things berbasis seluler (NB-IoT) diprediksi juga akan terus meningkat. Operator sudah mulai mengadopsi teknologi-teknologi alternatif di IoT, yang dinilai sangat baik untuk menyehatkan industri dari sisi kompetisi.

Lalu poin yang terakhir mengenai pertumbuhan smartphone yang sangat tinggi. Menurut firma riset IDC, dalam dua kurtal terakhir, pengapalan smartphone di Indonesia meningkat pesat. Masing-masing kuartal kedua 2019, mencapai 9,7 juta unit, tertinggi dalam sejarah. Sementara kuartal ketiga 2019, sebesar 8,8 juta unit.

Dengan animo pasar yang terus meningkat, bukan tidak mungkin penjualan smartphone di akhir 2019, bisa melampaui pencapaian 2018 yang mencapai 38 juta unit. (Icha)

 

 

Indosat Ooredoo Dorong YouTubers dan Content Creator Indonesia Semakin Kreatif

0

Telko.id – Hadir Di YouTube FanFest 2019, IM3 Ooredoo Berikan Generasi Muda Kebebasan Berkolaborasi dan Berkreasi Bersama Content Creators Favorit. Acara yang digelar di Jakarta (02/11) ini, merupakan rangkaian kolaborasi dari 4 kota yaitu YouTube FanFest Showcase Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar.

Acara ini akan menampilkan banyak content creator baik dari Indonesia hingga luar negeri, serta menjadi ajang bagi para penggemar untuk bertatap muka dan memungkinkan mereka untuk berkolaborasi langsung dengan idolanya.

Hal ini sejalan dengan kampanye “Collabonation – Freedom To Collaborate” dari IM3 Ooredoo, yaitu sebuah gerakan nasional untuk mendorong generasi muda Indonesia menciptakan konten digital yang positif dengan cara berkolaborasi, baik dengan pembuat konten yang berpengalaman, maupun dengan teman sendiri. Melalui kolaborasi, anak muda dapat bebas mengekspresikan kreativitas tanpa batas sehingga mampu berkembang dan belajar lebih cepat.

Fahroni Arifin, SVP-Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo mengatakan, “Content Creator atau YouTuber terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga kini menjadi YouTuber dapat dijadikan sebuah profesi. Untuk itu IM3 Ooredoo meluncurkan kampanye Collabonation – Freedom To Collaborate, yang mengajak generasi muda untuk melakukan sesuatu yang baru dalam membuat konten digital yaitu dengan cara berkolaborasi, sehingga konten yang dihasilkan akan lebih menarik.”

Pada Showcase YouTube FanFest di kota-kota sebelumnya, IM3 Ooredoo telah banyak berkolaborasi dengan para content creator seperti Yudist Ardhana dan Kery Astina di Showcase YTFF Bandung, Musisi Jogja Project & Salshabilla Adriani di Yogyakarta, BATS Channel dan Londo Kampung di Surabaya, dan di Makassar bersama Gritte Agatha serta 2 gamers Hans Christian dan Christopher Devin.

Para Content Creator tersebut menunjukkan bagaimana mereka dapat menciptakan konten secara maksimal dan menarik dengan cara berkolaborasi.

Selain bertemu dengan para kreator konten, di seluruh rangkaian Showcase dan Live Show YouTube FanFest 2019 pengunjung juga dapat mencoba berkolaborasi dengan teman atau keluarga untuk membuat video ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) di booth IM3 Ooredoo.

Pengunjung akan langsung mendapatkan hasil video kolaborasi tersebut, dan berkesempatan memenangkan hadiah kamera vlog bagi yang meng-upload video paling kreatif dan seru di akun Instagramnya dengan menggunakan hashtag #IM3OoredooYTFF #Collabonation.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama di YouTube Fanfest 2019. Seperti yang kita tahu YouTube sebagai sebuah platform telah berkembang dengan sangat pesat terutama di Indonesia. Dengan semangat Collabonation – Freedom To Collaborate dari IM3 Ooredoo, harapannya dapat mendorong YouTubers dan Content Creator Indonesia membuat konten yang semakin kreatif dan berkualitas hingga dapat menjangkau viewers yang lebih luas.” Tutup Fahroni. (Icha)

 

 

Kelas Pintar Jalin Kerjasama Strategis dengan Yayasan Hang Tuah

0

Telko.id, Jakarta- Kelas Pintar, sebuah solusi belajar online kembangan dari PT. Extramarks Education Indonesia, menjalin kerjasama strategis dengan Yayasan Hang Tuah. Dalam kerjasama ini, yayasan yang menaungi lebih dari 27 ribu siswa, 1700 guru, dan 155 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia itu sepakat untuk menggunakan solusi Kelas Pintar dalam proses belajar mengajarnya.

Lewat kerjasama ini, nantinya setiap kelas akan dibekali dengan proyektor, laptop dan solusi Kelas Pintar sehingga proses belajar mengajar berbasis teknologi dapat dijalankan dengan mengakses seluruh materi pelajaran yang telah disesuaikan dengan kurikulum 2013 revisi, lengkap dengan beragam metode pengajaran yang disesuaikan dengan karakter siswa, yakni V.A.K (Visual, Audio, Kinesthetic). Termasuk di dalamnya akses terhadap ratusan ribu soal sebagai bagian dari metode pengajaran yang menggunakan pendekatan Learn, Practice dan Test.

“Sebagai sebuah solusi lengkap pembelajaran digital, Kelas Pintar tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh siswa, tapi juga didesain untuk menguatkan dan mensinergikan peran guru, sekolah dan orang tua murid dalam proses belajar anak. Oleh karena itu, kami percaya Kelas Pintar bisa memberikan kontribusi positif kepada Yayasan Hang Tuah dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan siswa,” jelas Fernando Uffie.

Hal senada diutarakan Laksamana Muda TNI (Purn) Amri Husaini, selaku Ketua Umum Yayasan Hang Tuah. Menurutnya, teknologi adalah solusi untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karenanya harus bisa bersinergi dengan guru, sekolah dan orang tua murid dalam upaya mewujudkan hal tersebut.

“Kerjasama ini berlandaskan pada visi yang sama. Dan apa yang dilakukan Kelas Pintar dalam memberikan kemudahan akses terhadap berbagai literasi jadi salah satu variabel penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” jelas Amri.

Penandantanganan kontrak kerjasama yang memiliki tenor 3 tahun ini dilakukan oleh Fernando Uffie, sebagai Country Manager PT. Extramarks Education Indonesia dan Ketua Umum Yayasan Hang Tuah, Laksamana Muda TNI (Purn) Amri Husaini.