spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 977

Ini Dia, 3 Starup Terbaik Jebolan The NextDev Talent Scouting 2019

0

Telko.id – Untuk pertama kali nya Telkomsel menggelar The NextDev Summit 2019. Ajang ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam memperkuat kontribusi untuk mendorong gerakan berdampak sosial-positif di Indonesia melalui pemberdayaan early-stage startup, serta melahirkan inspirasi dan ide-ide baru melalui pemanfaatan teknologi digital tepat guna.

Pada ajang ini Telkomsel menobatkan tiga startup muda terbaik yaitu Ravenry, Ibunda, dan Crowde. Mereka mendapatkan sejumlah hadiah dan berkesempatan untuk mengikuti program inkubasi The NextDev Academy pada tahun 2020.

Ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam memperkuat kontribusi untuk mendorong gerakan berdampak sosial-positif di Indonesia melalui pemberdayaan early-stage startup, serta melahirkan inspirasi dan ide-ide baru melalui pemanfaatan teknologi digital tepat guna.

Pada ajang ini Telkomsel menobatkan tiga startup muda terbaik yaitu Ravenry, Ibunda, dan Crowde. Mereka mendapatkan sejumlah hadiah dan berkesempatan untuk mengikuti program inkubasi The NextDev Academy pada tahun 2020.

Berikut profil singkat dari tiga startup juara tersebut:

  • Ravenry merupakan sebuah platformyang berasal dari Jakarta. Platform ini menghubungkan pengusaha asing dengan freelancer Market Analyst profesional di Indonesia dalam rangka memperoleh insight atau data guna memahami kondisi pasar di Indonesia dan membuka peluang untuk berinvestasi.
  • Ibunda adalah sebuah platform jebolan The NextDev Talent Scouting episode pertama di kota Jakarta. Platform ini fokus dalam menghubungkan pasien yang memiliki masalah kejiwaan dengan psikolog atau psikiater profesional secara digital agar dapat berkonsultasi dan memperoleh solusi profesional atas permasalahan yang tengah dialami oleh pasien.
  • Crowde merupakan hasil penjaringan The NextDev Talent Scouting Semarang. Crowde bergerak di bidang agrikultur dan bertujuan untuk memajukan petani dengan menghubungkan petani dengan berbagai stakeholdersdalam membuka peluang pasar yang lebih besar. (Icha)

Oh My Gig, Gabungkan Musik, Film, dan Mobile Gaming Sebarkan Gaya Hidup Digital

Telko.id – Memanjakan pelanggan bisa dengan beragam cara. Telkomsel kali ini menggabungkan musik, film, dan mobile gaming sebarkan gaya hidup digital lewat acara festival Oh My Gig.

Acara yang digelar 7 dan 8 Desember 2019 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta itu dimeriahkan oleh grup KPop GFriend serta sejumlah artis terkemuka di industri musik Tanah Air, para penggiat perfilman Indonesia, hingga para atlet e-sports profesional.

“Telkomsel berkomitmen untuk terus mendorong gaya hidup digital para pelanggan. Oh My Gig Festival kami hadirkan untuk memberikan pengalaman pelanggan akan hiburan dan keseruan digital yang dapat dirasakan secara nyata di penghujung akhir tahun 2019 ini,” ungkap Rachel Goh, Direktur Marketing Telkomsel menjelaskan dalam pembukaan acara tersebut.

Rachel juga menambahkan bahwa, “Selama dua hari event ini kami menghadirkan khusus para pengguna layanan digital Telkomsel dengan mengkombinasikan musik, film, hingga mobile games menjadi satu kesatuan yang memberikan kesan unik dan berbeda bagi para pelanggan yang datang.”

Menurut Rachel, terdapat kebutuhan yang tinggi dari pelanggan terhadap berbagai layanan gaya hidup digital Telkomsel. Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, Telkomsel mencatatkan adanya penetrasi trafik video secara streaming sekitar 60%, trafik streaming musik sekitar 62%, serta terdapat penikmat game di jaringan Telkomsel sekitar 60 juta pelanggan yang diidentifikasi mengakses games setiap bulannya.

“Cukup besarnya penetrasi trafik dan pelanggan yang aktif mengakses dari ketiga aktivitas tersebut dari total trafik di jaringan kami, membuat Telkomsel berupaya untuk terus mendorong penerapan gaya hidup digital bagi para pelanggan Telkomsel  dengan menghadirkan Oh My Gig yang mengedepankan pengalaman dalam menikmati bagian-bagian dari gaya hidup digital yang paling digemari oleh pelanggan,” tambah Rachel.

Dalam memberikan pengalaman menikmati musik yang mengesankan, Oh My Gig menghadirkan girl band KPop GFriend yang tidak hanya memberikan penampilan terbaiknya di panggung, namun juga menyapa langsung para pelanggan Telkomsel yang beruntung dalam sesi jumpa fans yang spesial.

Selain itu, berbagai ragam musik juga siap menghibur para penonton melalui penampilan dari sejumlah artis terkemuka dari Indonesia, seperti Padi Reborn, Jamrud, RAN, Mocca, Via Vallen, NTRL, Pusakata, The Overtunes, hingga Siti Badriah.

Selain memberikan pengalaman menikmati musik, festival yang diselenggarakan selama dua hari ini turut menghadirkan sesi nonton bareng sejumlah film Indonesia pilihan. Selain itu, terdapat juga berbagai kegiatan lainnya, seperti workshop, talkshow, hingga meet & greet dengan para sineas dan pegiat perfilman terbaik Tanah Air, seperti Lukman Sardi, Agni Narottama, Arief Ash Shidiq, dan Lola Amaria.

Tidak ketinggalan, juga terdapat keseruan kompetisi dua mobile game populer, yakni Mobile Legend dan PUBG, yang bisa diikuti oleh para peserta Oh My Gig. Bahkan, para pelanggan Telkomsel yang hadir pun berkesempatan untuk beradu kemampuan bersama para atlet e-sports profesional.

Keriaan pengalaman mobile-gaming tersebut semakin lengkap dengan hadirnya para cosplayer dalam memamerkan kreasi terbaiknya dengan bertanding di cosplay competition.

Di samping mengedepankan elemen-elemen gaya hidup digital yang digemari oleh para pelanggan Telkomsel, yakni musik, film, dan mobile gaming, Oh My Gig juga mengimplementasikan digitalisasi dalam penyedian tiket yang mudah dan praktis untuk didapatkan, sesuai dengan gaya hidup digital di tengah-tengah masyarakat saat ini.

Hal tersebut dilakukan dengan menyertakan tiket di setiap pembelian paket internet Telkomsel, seperti Paket MAXstream dan GamesMAX, dan penukaran Telkomsel Poin.

“Ke depan, Telkomsel akan terus meningkatkan kualitas serta melengkapi portofolio produk dan layanan gaya hidup digital dengan senantiasa mengedepankan prinsip customer-centric agar mampu memenuhi berbagai kebutuhan para pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia,” tutup Rachel. (Icha)

Biar Tambah Jago Coding, Indosat Beri Pendampingan Pada Para Disabilitas

0

Telko.id – Siapa sangka, para disabilitas juga banyak yang jago coding.  Tak heran, dari total peserta Indosat Ooredoo Digital Camp – IDCamp 2019, 2% nya adalah calon developer yang berkebutuhan khusus atau disabilitas.

Untuk itu, operator ini bersama dengan Wonder Coding yang merupakan komunitas developer tuna rungu di kota Bogor, menggelar pelatihan tatap muka yang dikhususkan bagi calon developer expert penyandang disabilitas yang berlangsung mulai hari ini sampai dengan 13 Desember mendatang dalam program IDCamp Bootcamp 2019. Para anggota Wonder Koding akan mendapatkan pendampingan secara intensif dalam mengerjakan modul Android Developer Expert.

“Indosat Ooredoo menggelar IDCamp 2019 sebagai program inklusif yang terbuka untuk siapa saja, termasuk para calon developer dengan disabilitas, karena kami sadar bahwa dunia digital dan coding akan membebaskan diri dari keterbatasan fisik,” ungkap Turina Farouk, Head of Corporate Com Senior Vice President – munications Indosat Ooredoo, dalam pernyataan tertulisnya.

Turina juga berharap bahwa “5 hari ke depan, IDCamp Bootcamp 2019 ini akan meningkatkan kemampuan coding para anggota Wonder Koding sampai ke tingkatan expert, dan nantinya akan muncul karya- karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi sesama rekan-rekan dengan disabilitas”.

Sejak diluncurkan pada Agustus lalu, IDCamp 2019 terselenggara berdasarkan kondisi dimana Indonesia mengalami kekurangan lebih dari 600.000 talenta digital per tahunnya, dan ada lebih dari 6 juta kesempatan kerja di bidang digital sampai dengan tahun 2025.

Indosat Ooredoo ingin mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut dengan memberikan modal dasar berupa kemampuan coding bersertifikasi global, agar para generasi muda Indonesia mampu bersaing dengan talenta internasional dan bisa berkontribusi pada peningkatan ekonomi digital Indonesia.

IDCamp 2019 telah melalui tahapan pendaftaran, kelas online belajar coding tingkat pemula, sosialisasi di 20 universitas dan komunitas developer seluruh Indonesia, serta menggelar Hackdata, sebuah kompetisi gabungan dari Hackathon dan Datathon yang pertama di Indonesia.

Berikutnya, para peserta terbaik lulusan kelas online tingkat expert akan menjalani tahapan graduation di bulan Februari 2020 mendatang dan dibantu untuk mendapatkan peluang kerja melalui jaringan Indosat Ooredoo. (Icha)

Telkomsel Perkuat Jaringan Broadband Di Tol Jakarta – Cikampek II Elvated

0

Telko.id – Natal dan Tahun Baru sudah tidak lama lagi. Dipastikan jalur tol Jakarta Cikampek akan meningkat trafiknya. Telkomsel pun tidak tinggal diam, operator ini perkuat jaringan broadband nya di jalur Tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Apa saja yang dilakukan?

Setelah menghadirkan jaringan dan layanan 4G di sepanjang jalur utama tol Trans Sumatera, Telkomsel juga menghadirkan jaringan dan layanan 4G di jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated (Japek Layang). Serangkaian peningkatan kapasitas base transceiver station (BTS) dan uji jaringan di sepanjang jalur jalan tol layang sepanjang 39 km dari pintu tol Cikunir hingga pintu tol Karawang Barat tersebut telah Telkomsel lakukan untuk menjamin kelancaran layanan telekomunikasi pelanggan.

“Kami terus fokus membangun jaringan di wilayah Indonesia untuk menghadirkan pengalaman broadband pelanggan, tak terkecuali di ruas-ruas jalan tol yang baru dibangun oleh pemerintah. Secara khusus, Telkomsel membangun sekitar 82 unit BTS di sepanjang jalur tol Jakarta-Cikampek II Elevated, di mana seluruhnya mengunakan teknologi multi-band Long Term Evolution (LTE),” ungkap Iskriono Windiarjanto, Direktur Network Telkomsel yang disampaikan melalui berita tertulis yang diterima redaksi Telko.id.

“Penyediaan dan penguatan jaringan broadband di jalur tol Jakarta-Cikampek II Elevated, sebagai antisipasi kami untuk menyambut trafik liburan saat momen natal dan tahun baru di mana jalan tol merupakan jalur utama yang padat saat liburan atau saat mudik. Ke depan kami akan terus konsisten dan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan telekomunikasi dengan teknologi terkini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” lanjut Iskriono.

Di samping membangun 67 BTS 4G LTE baru di sepanjang jalur tol tersebut, untuk mengoptimalkan jaringan, Telkomsel juga  menambah kapasitas 99 BTS 4G LTE. Untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat momen liburan natal dan tahun baru, Telkomsel juga telah melakukan serangkaian drive test di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

Dari hasil drive test tersebut, parameter coverage (kekuatan sinyal), kualitas sinyal dan capacity (data download throughput) menunjukkan hasil yang baik, di mana mencapai angka 99,35%.

Untuk melengkapi penyediaan layanan jaringan di ruas-ruas jalan tol, Telkomsel juga fokus memaksimalkan kapasitas jaringannya di 16 ruas tol utama di Sumatera dan Jawa, termasuk 12 ruas tol baru, di mana sudah dilayani sekitar 2.226 BTS Telkomsel. Sehingga untuk coverage jalur utama tol Trans Sumatera dan tol Trans Jawa sudah di-cover sinyal Telkomsel secara continues 100%.

Secara keseluruhan Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 209.000 BTS di mana 77.501 merupakan BTS 4G dan berkomitmen menambah sekitar 22.000 BTS baru hingga akhir tahun 2019 ini. Selain itu untuk mempercepat penambahan coverage dan meningkatkan kualitas jaringan 4G di Indonesia, Telkomsel mengimplementasikan teknologi 4G LTE ini di seluruh BTS di frekuensi 900Mhz.

Sehingga dengan implementasi tersebut, Telkomsel kini memperluas jangkauan layanan 4G mencapai 95% populasi menjangkau hampir di seluruh kota/kabupaten yang ada di Indonesia.

Dalam rangka mengukuhkan sebagai digital telco company serta komitmen Telkomsel dalam membangun akses jaringan yang merata di seluruh Indonesia, maka Telkomsel secara konsisten menghadirkan produk dan layanan berbasis digital berkualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan itu sendiri, seperti layanan Digital Lifestyle (MAXstream, Langit Musik, Dunia Games), Mobile Financial Services (Linkaja), Digital Advertising, Digital Banking (Mobile Banking) and Internet of Things (Smart Connectivity, Fleet Sight dan InTank).

Sebagai upaya meningkatkan pengalaman pelanggan menikmasti akses layanan broadband berkualitas, Telkomsel belum lama ini juga menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi favorit dan sosial media sesuai minat pelanggan.

Di dalam Paket OMG! ini terdapat kuota data yang secara khusus dapat digunakan pelanggan prabayar Telkomsel untuk bebas berselancar dalam mengakses aplikasi seperti YouTube, Facebook, Instagram, MAXstream, HOOQ, VIU, iFlix, Klik Film, BeIN Sports, serta Nickelodeon Play tanpa biaya tambahan. (Icha)

 

 

Desain Baru, Oke Shop Yakin Penjualan Tumbuh 25%

Telko.id – Para pebisnis merasakan tahun ini penjualan ritel melesu, tidak terkecuali para pemain ritel handphone di Indonesia. Hal ini juga dicermati oleh pihak OkeShop yang sampai saat ini masih menjadi salah satu pemain retail handphone di Indonesia. Untuk itu, OkeShop dan Samsung melakukan kolaborasi untuk mengairah kan penjualan.

Kolaborasi kedua pihak tersebut adalah melakukan penyegaran pada Samsung Experience Store. Terutama di mal-mal utama di Indonesia.

“Strategi kami untuk dapat terus bertumbuh secara sehat adalah harus berfokus kepada faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelebihan yang kami saat ini, dimana salah satunya adalah meningkatkan penjualan di posisi toko-toko kami di mall-mall utama di Indonesia  dan terus menjalin kerjasama yang menguntungkan dengan para Pihak khususnya Prinsipal handphone seperti Samsung yang  sampai saat ini masih menjadi pemegang merek smartphone nomor satu di Indonesia” ujar Djoko Harijanto, Direktur OkeShop.

Dari 40 gerai Samsung Store yang lokasinya dimiliki oleh OkeShop, terpilih 4 lokasi yang dilakukan penyegaran dengan merenovasi mengikuti disain konsep flagship store Samsung yang terbaru. Tentu harapannya, program Samsung tersebut tidak berhenti di 4 toko, melainkan akan bertambah terus.

Pasalnya, Djoko meyakini bahwa dengan adanya langkah startegis dengan melakukan penyegaran toko tersebut akan mendorong penjualan sehingga akan tercapai target pertumbuhan penjualan.

“Kami berharap pada bulan Desember ini dapat terjadi pertumbuhan, setidaknya mencapai 25%,” ungkap Djoko disela-sela acara peresmian toko konsep baru SES  di Mall Taman Anggrek Jakarta, setelah sebelumnya seremoni yang sama juga dilakukan di SES  milik Okeshop di Emporium Mall Pluit Jakarta.

Konsep toko baru SES ini mengakomodir konsep desain modern stylish yang menonjolkan digital display, full experience, dan one stop solution dalam memudahkan konsumen melakukan pemilihan Produk Samsung. Kedepannya OkeShop dan Samsung telah mentargetkan untuk mengkonversi lebih banyak lagi tambahan gerai SES milik OkeShop mengikuti konsep baru ini dan diharapkan semuanya dapat terselesaikan sebelum akhir semester pertama tahun 2020.

“Konsep baru untuk flagship store Samsung ini memang kami targetkan untuk toko-toko yang ada di mall-mall utama di Indonesia agar dapat menjangkau target konsumen kami untuk pasar smartphone menengah keatas,” ujar Rashid Salim, Head of Retail Operation Samsung Electronic Indonesia menjelaskan.

Apalagi, Samsung sudah siap mengeluarkan banyak produk baru yang menarik dan inovatif. Dengan konsep baru dari Flagship store ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan konsumen. Terutama untuk mencoba keunggulan produk Samsung dan menikmati pelayanan dari para promotor.

“Kami percaya dengan pengalaman operasional yang dimiliki oleh team OkeShop, konsep baru ini akan dapat dioperasikan dengan baik,“ kata Rashid optimis.

Selama masa promosi yang berlangsung dari tanggal 6 sd 8 Desember 2019,  Samsung Experience Store Mall Emporium Pluit dan Mall Taman Anggrekmemberikan program cashback sampai dengan Rp 3.500.000,- dan special gift untuk pembeli yang beruntung. Tersedia pula program bundling free handphone dengan paket operator, cicilan tanpa bunga dengan kartu kredit maupun cicilan bunga rendah tanpa kartu kredit. Juga ada promo aksesoris untuk tipe tertentu dengan diskon sampai dengan 50%.(Icha)

IM3 Ooredoo dan Snap, Berikan Keseruan Saat Mengekspresikan Diri

0

Telko.id – Snapchat memang belum terlalu banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tapi dengan hadirnya kerjasama anatar IM3 Ooredoo dan Snap, menjadikan hari-hari akan bertambah seru.

Para snapshatters dan yang juga pelanggan IM3 Ooredoo dapat memanfaatkan aplikasi snap chat dengan bebas, lalu berbagi momen seru serta bersenang-senang dalam membuat konten tanpa khawatir paket internet prabayar mereka akan cepat habis.

“Kami memahami bahwa pelanggan IM3 Ooredoo sangat suka chatting dengan teman, mengabadikan serta berbagi foto dan video. Untuk itu kami sangat senang bisa menjadi operator telekomunikasi pertama yang meluncurkan paket internet khusus untuk Snapchat di Indonesia dan kami pikir pelanggan kami, terutama Millennials dan Gen Z akan menyukai paket data ini,” ungkap Ritesh Kumar Singh, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo saat mengumumkan kerjasama ini (04/12).

Lebih dari itu mereka juga akan dapat lebih bebas menampilkan bakat dan kreativitas mereka dalam 10 Second Creative Challenge dan berbagi dengan Snapchatters lainnya.

Nana Murugesan, Managing Director, International Markets, Snap Inc. mengatakan, “Kami percaya bahwa sebuah gambar bisa menceritakan seribu kata sehingga kami senang bahwa kerja sama kami dengan IM3 Ooredoo membuat Snapchatters bebas menampilkan kreativitas mereka dan bersenang-senang tanpa mengkhawatirkan kuota internet mereka.

Lebih dari 70% pengguna aktif harian Snapchat bermain dengan lensa Augmented Reality setiap hari dan kami yakin bahwa lensa yang kami luncurkan bersama Indosat Ooredoo ini akan menjadi populer.”

Untuk merayakan kerja sama ini, IM3 Ooredoo juga akan mengadakan kompetisi 10 Second Creative Challenge *. Siapapun yang tertarik untuk mengikuti tantangan ini hanya perlu merekam video berdurasi 10 detik yang menampilkan bakat kreativitas mereka dengan menggunakan lensa IM3 Ooredoo di Snapchat.

Setelah selesai, peserta harus mencantumkan username Snapchat atau Snapcode mereka ke dalam caption video dan meng-upload nya ke Our Story  di Snapchat (fitur Our Story pada Snapchat bisa dilihat oleh publik). Pemenang akan dipilih setiap minggu nya, dan mendapat kesempatan untuk memenangkan hadiah utama Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung A50s. Pemenang akan dinotifikasi melalui akun Snapchat mereka.

Untuk mendapatkan keseruan ini, pelanggan IM3 Ooredoo akan mendapatkan Gratis kuota 5GB untuk akses Snapchat juga semakin melengkapi portofolio paket internet khusus untuk Snapchat dari IM3 Ooredoo.

Mulai tanggal 4 Desember 2019, pelanggan IM3 Ooredoo bisa mendapatkan bonus kuota 5GB yang akan tersedia hingga 15 Desember 2019. Dari tanggal 16 Desember 2019 dan seterusnya, IM3 Ooredoo akan memperkenalkan paket internet khusus untuk Snapchat lainnya yang tidak kalah menarik. Pelanggan yang ingin mendapatkan bonus kuota 5GB bisa mengakses aplikasi myIM3 atau website IM3 Ooredoo untuk informasi lebih lanjut.

Kini Pelanggan IM3 Ooredoo Dapat Bebas Mengekspresikan Diri Dan Berbagi Momen Seru dengan Paket Internet Khusus Untuk Snapchat (Icha)

Cegah Smartphone Ilegal, Kominfo Sosialisasikan Aturan IMEI Di Batam

0

Telko.id – Batam, adalah salah satu kota pelabuhan yang strategis menjadi pintu masuk barang dari luar negeri. Hal itu yang membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Kominfo No. 11 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui Identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) menyambangi kota ini.

Digelar pada Selasa (03/12/2019) di Harbour Bay, Batam, Sosialisasi Hukum Bidang SDPPI ini didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Peserta sosialisasi berasal dari pelaku industri telekomunikasi mulai dari pemegang merk, vendor alat dan perangkat telekomunikasi seperti Samsung dan Huawei; distributor, operator telekomunikasi, Radio Republik Indonesia, serta Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mochamad Hadiyana, yang mewakili Direktur Jenderal SDPPI menjelaskan bahwa produk ilegal saat ini sudah menjadi perhatian khusus berbagai negara di dunia karena jumlahnya yang terus meningkat dan sangat merugikan pemerintah, produsen, hingga pengguna.

“Dari pemerintah, keadaan ini sudah tentu menyebabkan hilangnya potensi pajak dan juga lapangan kerja. Dari sisi konsumen, produk ilegal yang dibuat menggunakan part di bawah standar berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Kualitasnya juga tidak baik, konsumen akan kesulitan akses ke jaringan telekomunikasi atau kita kenal dengan block call. Dari sisi operator, menurunkan kualitas pelayanan (Quality of Service). Produsen pun akan kehilangan haknya, perangkat ilegal, hak memperoleh persaingan yang sehat juga menjadi hilang,” jelas Hadiyana.

Penerapan regulasi IMEI ini merupakan salah satu bentuk upaya negara memerangi perangkat telekomunikasi ilegal telah dilakukan negara, selain upaya konvensional yang selama ini telah dilakukan pemerintah berupa pencegahan di post border oleh Bea & Cukai.

“Negara sudah melakukan upaya memerangi perangkat telekomunikasi ilegal. Selain upaya konvensional pencegahan di border, negara di dunia saat ini juga menggunakan teknologi untuk mengurangi peredaran ponsel ilegal dengan cara menjaring telepon menggunakan layanan telekomunikasi, dengan menjaring mengidentifikasi IMEI,” jelas Hadiyana.

Sosialisasi Hukum Bidang SDPPI terkait Permenkominfo No. 11 Tahun 2019 ini turut diisi dengan paparan materi dari perwakilan dari Kementerian Perindustrian tentang Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA), paparan Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan tentang Penerapan Kebijakan IMEI di Bidang Pengawasan Perangkat Telekomunikasi, dan paparan dari Direktorat Teknis Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang membahas Pengendalian IMEI, termasuk jenis-jenis perangkat yang dikendalikan dan mekanisme impor barang.

Sosialisasi ini merupakan tahap pra-implementasi sebelum diberlakukannya regulasi IMEI di 18 April 2020 mendatang. Diharapkan proses-proses sosialisasi ini dapat mempermudah dan memberikan pemahaman yang lebih baik ke masyarakat.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat umum, termasuk industri manufaktur, pemegang merk, hingga operator seluler, paham tujuan dan maksud pengendalian ponsel dengan identifikasi IMEI. Kami harap partisipasi sosialisasi dari produsen, kerja sama dengan distributornya. Pemahaman yang komprehensif instansi daerah pusat terhadap pengendalian juga dibutuhkan. Kami harap dukungan Bapak Ibu untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat,” jelas Hadiyana.

Tak hanya sosialisasi dalam bentuk paparan dan diskusi, Direktorat Jenderal SDPPI Kementerian Kominfo juga secara aktif melakukan sosialisasi via wawancara dengan radio dan stasiun TV lokal. Pada Senin sore (02/12/2019) telah digelar wawancara oleh Batam FM dengan Kepala Seksi Standar Kualitas Layanan, Dimas Yanuarsyah. Sementara sore ini (03/12/2019), Kasubdit Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standar Perangkat, Nur Akbar Said juga akan hadir di Batam TV untuk mensosialisasikan penerapan regulasi IMEI ini.

Sebelumnya pada Rabu (26/11/2019) lalu, Kementerian Kominfo turut terlibat dalam sosialisasi penerapan regulasi tata kelola International Mobile Equipment Identity (IMEI) di Pusat Perbelanjaan ITC Roxy Jakarta, yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan. Sosialisasi diikuti sekitar 100 peserta dari distributor dan pengecer perangkat telekomunikasi.

Tentang Regulasi IMEI

Regulasi terkait pengendalian perangkat telekomunikasi HKT (handphone, komputer genggam dan komputer tablet) dengan menggunakan IMEI ini mulai berlaku efektif pada 18 April 2020 mendatang. Peraturan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan masyarakat dalam memperoleh perangkat telekomunikasi berkualitas, melindungi operator seluler dari tersambungnya perangkat telekomunikasi tidak berkualitas yang dapat mengurangi kualitas pelayanan, serta mengurangi tingkat kejahatan pencurian perangkat telekomunikasi HKT.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan pengaturan pengendalian IMEI ini agar masyarakat mendapat manfaat terkait kepastian perlindungan konsumen.

“Mengapa program pengendalian IMEI ini kita jalankan? Untuk menekan peredaran ponsel ilegal, sehingga ada benefit yang nanti didapatkan masyarakat terkait perlindungan konsumen dari kehilangan atau pencurian dan sebagainya. Pengaturan Pengendalian IMEI ini akan berlaku enam bulan setelah penandatanganan tiga menteri (Menkominfo, Menperin, dan Mendag) pada 18 Oktober 2019. Artinya, peraturan ini akan berlaku per 18 April 2020,” ungkap Dirjen Ismail.

Regulasi pengendalian IMEI perangkat telekomunikasi bukanlah hal baru di industri telekomunikasi, sudah banyak negara yang mengaplikasi regulasi ini diantaranya Turki (2006), Mesir (2010), Amerika Serikat (2012), Kenya (2012), Malaysia (2014), Pakistan (2018) dan lainnya. Dengan berbagai alasan mulai dari mencegah/mengurangi perdagangan ponsel curian, mencegah hilangnya potensi pajak, mengurangi kehilangan pendapatan akibat penjualan ponsel ilegal, juga untuk mencegah kompetisi yang tidak sehat.

IMEI dan Cara Mengeceknya

International Mobile Equipment Identity atau biasa disingkat IMEI adalah nomor identitas internasional yang terdiri dari 15 (lima belas) digit nomor, dihasilkan dari 8 (delapan) digit Type Allocation Code yang dialokasikan oleh Global System for Mobile Association (GSMA) untuk mengidentifikasi secara unik Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang tersambung ke jaringan bergerak seluler.

IMEI ini bersifat unik dan berbeda-beda dan selalu menempel pada perangkat telekomunikasi. Bagi operator telekomunikasi, IMEI biasanya digunakan untuk mengidentifikasi setiap ponsel yang mengakses jaringannnya.

IMEI dapat dipastikan legal apabila memiliki beberapa persyaratan yaitu memiliki kartu garansi dari pembuat perangkat dan memiliki buku manual berbahasa Indonesia; terdaftar di TPP (tanda pendaftaran produk) impor/produksi yang bisa di cek melalui https://imei.kemenperin.go.id; dan memiliki sertifikat SDPPI.

Untuk mengecek IMEI pada perangkat HKT terdaftar atau tidak, masyarakat bisa melihat deretan angka pada stiker yang tertera pada kardus boks kemasan perangkat HKT, atau dengan menekan tombol *#06# pada handphone. Kemudian memasukan nomor IMEI tersebut ke laman yang disediakan Kementerian Perindustrian yaitu https://imei.kemenperin.go.id untuk proses pengecekan. Jika terdaftar, di situs akan muncul tampilan “IMEI terdaftar di dalam database Kemenperin”, namun jika tidak terdaftar maka akan muncul di tampilan bahwa IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin.

Jika IMEI anda terdaftar saat melakukan pengecekan, maka perangkat tersebut dapat digunakan dengan normal, Jika tidak terdaftar dan telah aktif (menggunakan kartu SIM) sebelum tanggal 18 April 2020, maka perangkat tersebut tetap dapat digunakan dengan normal. Namun setelah tanggal 18 April 2020, bagi perangkat dengan “IMEI tidak terdaftar”, maka perangkat tersebut tidak mendapatkan layanan jaringan telekomunikasi seluler. (Icha)

 

 

Platform OTT Berdasarkan PP 71 Kini Wajib Daftar Ke Pemerintah

0

Telko.id – Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019) baru saja menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 82/2012). Salah satu yang diatur adalah para platform OTT seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp dan lainnya yang wajib daftar ke pemerintah Indonesia. Kenapa?

Dalam PP 71/2019, terdapat kriteria dan batasan antara Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Publik dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, Pendekatan pengaturan penempatan data dan sistem elektronik Penyelenggara Sistem Elektronik. Hal ini memberikan kejelasan bahwa PSE layanan publik wajib melakukan pendaftaran pada pemerintah.

Sebelumnya, dalam Pasal 5 PP 82/2012 mengatur bahwa PSE untuk pelayanan publik wajib melakukan pendaftaran, sedangkan untuk PSE untuk nonpelayanan publik dapat melakukan pendaftaran sehingga tidak menjadi keharusan.

Itu sebabnya, banyak PSE yang mengklaim bahwa Sistem Elektronik yang diselenggarakannya bukan dalam rangka Pelayanan Publik sebagaimana dimakud dalam PP 82/2012 khususnya PSE yang berbasis di luar negeri yang memberikan layanan dan target pelanggan di Indonesia. Seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp, yang enggan disebut sebagai “PSE untuk pelayanan publik” dan belum mendaftar sebagai PSE Pelayanan Publik.

Terlebih lagi pelanggaran atas kewajiban pendaftaran tersebut tidak dapat dikenakan sanksi administratif oleh pemerintah sehingga tidak ada kepastian pendaftaran.

Sekarang, dengan hadirnya PP 71/2019 menjadi jawaban atas keragu-raguan dan ketidakpastian kriteria PSE yang wajib daftar dalam PP 82/2012. “PP 71/2019 ini memberikan kriteria PSE yang lebih terukur dan lebih pasti yang wajib melakukan pendaftaran, yaitu PSE Lingkup Publik dan PSE Lingkup Privat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan sendiri dalam PP 71/2019”, ungkap Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo, menjelaskan pada diskusi terbatas (02/12/2019) di Jakarta.

Semuel menambahkan, dengan hadirnya PP71/2019 ini maka platform OTT seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp dan lainnya harus melakukan self control terhadap konten yang beredar dalam palform nya. Terutama untuk konten negatif.

Jadi dengan adanya PP 71 ini, pemerintah tidak perlu lagi melakukan pemanggilan pada PSTE yang paltformnya terdapat konten negatif. Para PSE sudah melakukan pemblokiran sendiri tanpa harus ada permintaan dari PSE.

PP 71/2019 ini telah diundangkan dan sudah mulai berlaku pada 10 Oktober 2019 dengan masa transisi setahun bagi semua PSE publik dan privat untuk memenuhi kewajiban mendaftar.

Sebagai informasi, kriteria pelayanan publik yang dimaksud masih mengacu pada kriteria pelayanan publik yang diatur dalam UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan aturan pelaksanaanya yakni PP No 96 Tahun 2012 tentang pelaksanaan atas UU Pelayanan Publik. Mulai dari lembaga negara, BUMN, BUMD, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang, atau badan hukum lain yang menyelenggarakan layanan publik dalam rangka misi negara.

Kemudian berdasarkan PM (peraturan menteri) Kominfo No 36/2014 yang termasuk PSE berupa korporasi atau badan hukum yang wajib daftar dibatasi adalah mereka yang memiliki portal, situs, aplikasi online lewat internet untuk pembayaran atau perdagangan jasa, sistem elektronik yang digunakan untuk memroses informasi elektronik yang menggunakan dana. Juga yang berkait dengan data pelanggan dalam transaksi keuangan dan perdagangan, pengiriman materi digital berbayar lewat jaringan data dengan cara unduh lewat portal, situs, email atau aplikasi lain.**

 

Kumpulkan Para Startup, Telkomsel Gelar The NextDev Summit 2019

0

Telko.id – Jumlah startup di Indonesia, kian hari kian bertambah jumlahnya. Bukan hanya datang dari kota besar, tetapi datang juga dari pelosok negeri. Itu sebabnya, Telkomsel akan menggelar The NextDev Summit 2019.  Sebuah konferensi teknologi yang fokus dalam menghasilkan dampak sosial positif untuk memberikan inspirasi dan melahirkan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa Indonesia.

The NextDev Summit 2019 ini juga akan menghubungkan para pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang dan memfasilitasi kolaborasi antar berbagai pihak, demi mengakselerasikan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan dan berkelanjutan. Dengan tema “Spark the Change”, The NextDev Summit 2019bermaksudmengakselerasi semangatuntuk memberikan perubahan yang berarti melalui kolaborasi dari para pemain-pemain kunci di berbagai bidang.

“Sebuah startup akan maju kalau melakukan kolaborasi. The NextDev Summit 2019 jadi ajang pertemuan para startup, bahkan dengan para investor untuk penjajakan kerjasama. Sekaligus juga belajar,” ujar Tubagus Husniyullah, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel.

The NextDev Summit 2019 ini yang akan diselenggarkan pada 7 Desember 2019 di Assembly Hall – Jakarta Convention Center ini akan melibatkan 5.000 partisipan yang merupakan para milenial dengan antusiasme tinggi terhadap startupdigital serta dampak sosial positif. Terdapat Lebih dari 105 pembicara yang merupakan para ahli dari industri teknologi dengan pengalaman mendalam.

Selain itu juga ada 50 sesi tatap muka yang terdiri dari workshop, diskusi panel, diskusi santai, dan sejumlah presentasi serta 50 startupdengan kiprah paling menarik di Indonesia dalam menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat.

Tidak hanya memberikan berbagai sesi oleh para ahli dan startupteknologi, The NextDev Summit 2019 juga menghadirkan menghadirkan “The NextDev Experiences” yang menggabungkan berbagai pengalaman teknologi menjadi sebuah konferensi dengan ekosistem digital terpadu yang membuka banyak peluang bagi para tech-savvyuntuk berperan aktif dalam melahirkan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam The NextDev Experiences akan ada TechnologyConference, lalu ada  Social Impact Startup Showcase, di mana ada 15 perusahaan rintisan lulusan The NextDev pilihan yang turut berpartisipasi. Seperti Habibi Garden, Vestifarm, Marlin Booking, Gandeng Tangan, Cakap, Bizhare, Botika, Lindungi Hutan, Ceklab, Garda Pangan, MOI, Teman Bisnis, Assist Indonesia dan Juru.

Akan juga ada Master Classes  yang menghadirkan lebih dari 25 sesi kelas yang menghadirkan lebih dari 100 narasumber terkemuka dan kompeten di bidangnya masing-masing. Kemudian ada The NextDev Inauguration.

Yang menarik, akan ada Investor Meetup and Sharing. Di mana Telkomsel pun turut memberikan kesempatan kepada startup-startup untuk mengikuti sesi bersama para penanam modal terkemuka. Beberapa firma investasi yang berpartisipasi pada The NextDev Summit 2019 di antaranya adalah Grab Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi, Angin, Emtek, GDP Ventures, East Ventures, Metra Digital Inovasi, Fenox, Alpha JWC Ventures, dan Mountain Kejora. (Icha)

Huawei P smart Pro 2019 Resmi Hadir Mengusung Camera Pop-Up

0

Telko.id – Huawei P smart Pro 2019 kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin Hisilicon Kirin 710F ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 6 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei P smart Pro 2019. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei Y92).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Midnight Black, Breathing Crystal) dan memiliki body berdimensi 163.1 x 77.2 x 8.8 mm (6.42 x 3.04 x 0.35 in) dengan berat 206 g (7.27 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei P smart Pro 2019

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei P smart Pro 2019 :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.4, 13mm (ultrawide)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor Motorized pop-up 16 MP, f/2.2 yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@60fps.

Spesifikasi Huawei P smart Pro 2019

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Hisilicon Kirin 710F yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53) dan prosesor grafis / GPU Mali-G51 MP4. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.59″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2340 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei P smart Pro 2019 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei P smart Pro 2019 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 163.1 x 77.2 x 8.8 mm (6.42 x 3.04 x 0.35 in)
Weight 206 g (7.27 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Midnight Black, Breathing Crystal
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.59 inches, 106.6 cm2 (~84.7% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~391 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1
Chipset Hisilicon Kirin 710F (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G51 MP4
MEMORY
Card slot microSDXC (uses shared SIM slot)
RAM 6 GB
Internal 128GB 6GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.4, 13mm (ultrawide)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors Motorized pop-up 16 MP, f/2.2
Features HDR
Video 1080p@60fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio FM radio
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4000 mAh
Non-removable Li-Po 4000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life