spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 962

Menkominfo Berharap PDP Jadi UU Pertama Tahun 2020

0

Telko.id – Pemerintah dan DPR RI secara resmi mulai membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), pembahasan diawali melalui Rapat Kerja Pembicaraan Tingkat I bersama Komisi I dengan Agenda Penyampaian Penjelasan Pemerintah tentang RUU PDP. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengharapkan RUU PDP menjadi produk legislasi pertama di tahun 2020.

Dalam pembahasan itu, Pemerintah diwakili tiga Kementerian, yakni Kementerian Kominfo, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Hukum dan HAM. Penyerahan berkas pendapat Pemerintah tentang Rancangan RUU PDP ini, diserahkan langsung oleh Menteri Kominfo Johnny G. Plate kepada Bambang Kristiono dari Fraksi Gerindra selaku pimpinan rapat. 

Dari unsur Pemerintah, dalam Rapat Pembicaraan Tingkat I, selain Menteri Johnny bersama jajaran pejabat Kementerian Kominfo, turut hadir Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, dan Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kemenkumham, Widodo Ekatjahjana.

“Kami melakukan pertemuan atau rapat kerja pertama dengan DPR RI, berupa penjelasan pemerintah terhadap RUU ini, dan penjelasan tadi sudah diserahkan secara resmi kepada DPR,” kata Menteri Johnny usai Raker bersama Komisi I di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Selasa (25/02/2020).

Menteri Johnny menjelaskan bahwa Raker tersebut dalam rangka menindaklanjuti Surat Presiden (Surpres) yang pertama kepada DPR, terkait RUU Perlindungan Data Pribadi. Melalui Surpres tersebut, pemerintah berharap segera disusun jadwal pembahasan RUU PDP.

Baca juga: Jokowi Kirim Surat Ke DPR Harapkan Percepat Pembahasan RUU PDP

“Kami harapkan setelah ini disusun jadwal pembahasan RUU, sekaligus persiapan DIM oleh fraksi-fraksi di DPR RI, mengingat bahwa saat ini juga sedang ada beberapa UU penting lainnya, seperti RUU Omnibus Cipta kerja misalnya,” tutur Menteri Johnny.

Menteri Kominfo juga berharap, DPR RI juga mempunyai waktu yang cukup agar secara simultan dapat membahas RUU sehingga dapat menjadi undang-undang pertama yang disahkan di masa sidang tahun 2020.

RUU PDP sendiri, lanjut Menteri Johnny, menekankan tiga point’ penting dalam perlindungan data, yakni kedaulatan data, perlindungan terhadap pemilik data pribadi dan hak-hak pemilik data pribadi, serta kewajiban pengguna data pribadi.

“Di dalamnya sudah diatur sedemikian rupa, sehingga yang terkait dengan data pribadi yang tersebar di berbagai sektor dan 31 UU, hak-hak pemilik datanya diatur dalam UU ini,” jelasnya.

Setelah RUU PDP nantinya disahkan, pemerintah yakin, penyimpangan penyalahgunaan dan kesewenangan penggunaan data pribadi bisa diberi sanksi, pemilik data pribadi juga mempunyai perlindungan yang memadai secara hukum.

Aturan Komprehensif

Pelindungan data pribadi di Indonesia yang sudah diatur secara sektoral dan parsial tersebar di 31 peraturan perundang-undangan. Ada diatur dalam UU HAM, UU ITE, UU Administrasi Kependudukan, UU Perbankan, UU Kesehatan, UU Perlindungan Konsumen, UU Keterbukaan Informasi Publik, serta UU Telekomunikasi. Namun demikian, seluruh aturan itu belum mengatur secara komprehensif mengenai pelindungan data pribadi. 

UU yang komprehensif, kata Menteri Johnny, diperlukan sebagai landasan hukum dalam memberikan pelindungan, pengaturan dan pengenaan sanksi atas penyalahgunaan data pribadi, sebagaimana diatur dalam RUU PDP yang akan dihasilkan ini.

“Undang-Undang (PDP) ini, merupakan perwujudan kehadiran negara dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk memberikan pelindungan data pribadi bagi warga negara,” tandasnya.

Setelah RUU PDP nantinya disahkan, Pemerintah yakin, penyimpangan penyalahgunaan dan kesewenangan penggunaan data pribadi bisa diberi sanksi, pemilik data pribadi juga mempunyai perlindungan yang memadai secara hukum.

Jamin Hak Warga Negara atas Perlindungan Data Pribadi

Dalam paparannya, Menteri Johnny menjelaskan RUU PDP merupakan instrumen hukum yang perlu segera hadir melengkapi sistem hukum di Indonesia. Instrumen itu dibutuhkan karena pelindungan data pribadi memiliki alasan dan latar belakang filosofis, sosiologis dan yuridiksi.

“Secara filosofis, pelindungan data pribadi merupakan manifestasi pengakuan dan pelindungan atas hak-hak dasar manusia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.  Secara sosiologis, RUU PPD disusun sebagai jawaban atas kebutuhan untuk melindungi hak individual, terkait data pribadi khususnya di era digital,” paparnya. 

Sementara secara yuridis, perlindungan data pribadi merupakan salah satu hak asasi manusia, yang merupakan bagian dari pelindungan diri pribadi. Hal tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28 G ayat (1) dan pasal 28 H ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Oleh karena itu, RUU Pelindungan Data Pribadi ini ditujukan untuk menjamin hak warga negara atas pelindungan diri pribadi, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat serta menjamin pengakuan dan penghormatan atas pentingnya pelindungan data pribadi,” imbuhnya.

Ini Dia Performa Operator Indonesia versi Opensignal

0

Telko.id – Baru saja, Opensignal mengumumkan hasil surveinya yang bertajuk Mobile Network Experience. Di mana, survei tersebut diperoleh dari 1,854,821 perangkat, dengan 3,329,229,984 pengukuran dan data tersebut dikumpulkan dari periode 1 Agustus hingga 29 Oktober 2019 lalu. Bahkan untuk mendapatkan data-data ini, Opensignal terjun ke 24 kota terbesar di Indonesia untuk melihat cara performa operator di lingkungan perkotaan.

Hasilnya,Telkomsel mendominasi penghargaan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut. Bahkan ditemukan beberapa peningkatan yang mengesankan.

Telkomsel sendiri memenangkan enam penghargaan termasuk penghargaan Jangkauan 4G baru serta penghargaan Pengalaman Aplikasi Suara (Voice App Experience) kami. Sementara Smartfren hanya mendapatkan satu penghargaan yaitu Ketersediaan 4G.

Dalam hasil survei tersebut, Opensignal pun menyatakan bahwa Indonesia mengalami sejumlah peningkatan besar dalam aspek kecepatan. Di mana, Telkomsel mampu mempertahankan penghargaan yang diperolehnya dalam kategori Kecepatan Unduhan dan Kecepatan Unggahan, dengan skor yang jauh melampaui para pesaingnya.

Skor unggahan operator tersebut melompat sebesar 46% — kenaikan terbesar pada metrik ini — sedangkan kecepatan unduhan para penggunanya adalah hingga 23%. Akan tetapi, kenaikan tersebut bukanlah kenaikan terbesar dalam hal Pengalaman Kecepatan Unduhan sebab Skor Indosat melompat hampir 37%, sedangkan kecepatan pengguna 3 melaju hingga lebih dari 26%. Dan kita melihat peningkatan kecepatan pada kedua metrik tersebut untuk pengguna di kelima operator.

Hasil survei ini juga memperlihatkan pertumbuhan yang mengesankan terkait ketersediaan jaringan 4G di Indonesia. Di mana, Smartfren sekali lagi menenangkan penghargaan 4G, dengan skor yang sangat luar bisa yakni 96,4%. Meski begitu, para pengguna Opensignal di kelima operator Indonesia tersebut melihat skor kelima operator tersebut naik, dan negara Indonesia saat ini berbangga atas Ketersediaan 4G setidaknya sebesar 86% di seluruh jaringan, dengan Smartfren dan 3 mempunyai skor lebih dari 90%.

Sumber: Opensignal – Performa Operator Indonesia versi Opensignal

Opensignal pun memberikan penghargaan pertama nya untuk kategori Pengalaman Aplikasi Suara di Indonesia. Yang memperoleh skor tertinggi adalah Telkomsel. Operator ini, mencetak skor masih lebih dari 77 (dari 100) dalam Pengalaman Aplikasi Suara, yang memberinya peringkat Berterima, artinya, para pengguna umumnya dapat memahami suara panggilan telepon tanpa mengulang-ulang. Akan tetapi, keempat operator lainnya berada di peringkat Buruk kami, artinya, panggilan telepon kerap dirusak oleh gangguan pada suara, bunyi klik, atau volume yang kecil.

Baca juga: Riset 2019: Ini Dia Operator dengan Koneksi Internet Tercepat

Untuk katagori mengelola Pengalaman Video Seluler yang Baik, lagi-lagi Telkomsel mampu mempertahankan penghargaan nya untuk kategori Pengalaman Video, dengan kenaikan 4,5 poin pada skornya yang membuatnya masuk ke dalam peringkat Baik.

Indosat mengalami lompatan terbesar hampir 7 poin yang memasukkannya ke dalam peringkat Sedang, bersama-sama dengan 3 dan XL. Akan tetapi, Smartfren tidak mengalami peningkatan, artinya, para penggunanya masih mengalami Pengalaman Video yang Buruk.

Analisis Regional

Dalam pandangan regional, Opensignal menganalisis pengalaman jaringan seluler pengguna di 24 kota di seluruh Indonesia. Hasil secara nasional digaungkan di tingkat regional, karena satu operator tetap bersinar di antara mayoritas kategori penghargaan.

Telkomsel memenangkan penghargaan Pengalaman Kecepatan Unduhan sekaligus di setiap kota, kecuali Balikpapan dan Kota Cirebon, karena di kedua kota tersebut Telkomsel berbagi urutan pertama dengan Smartfren dan XL secara berurutan. Operator tersebut berada di urutan puncak di Pekanbaru, tempat para pengguna Opensignal di jaringannya mengalami kecepatan unduhan tercepat yakni rata-rata 17,8 Mbps, memecahkan skor tertingginya sendiri dari laporan terakhir.

Telkomsel juga mendominasi kategori Kecepatan Unggahan regional dengan memenangkan penghargaan sekaligus di 19 kota masing-masing, dan mengukir urutan pertama bersama dengan Indosat di Surabaya. Kecepatan Unggahan terbesar dirasakan oleh pengguna kami di jaringan Telkomsel di Denpasar — rata-rata sebesar 9.9 Mbps. XL memenangkan penghargaan sekaligus di 4 kota tersisa — Batam, Kota Cirebon, Makassar dan Manado.

Dengan melihat Pengalaman Latency, skor Telkomsel 32.4 mili detik di Pekanbaru merupakan skor tercepat di seluruh 24 kota pada kategori ini. Operator tersebut memenangkan penghargaan secara terpisah di 21 kota, sementara 3 merupakan satu-satunya operator lainnya yang memenangkan penghargaan pada kategori ini, di Banjarmasin dan dengan Telkomsel di Balikpakan dan Cirebon.

Sampai ke metrik unik Opensignal — Pengalaman Aplikasi Video dan Suara. Para pengguna kami menikmati Pengalaman Video terbaik di jaringan Telkomsel di Pekanbaru, karena operator tersebut yang mempunyai skor 66,9 poin dalam mengumpulkan peringkat Sangat Baik. Telkomsel meraih kemenangan dengan memenangkan penghargaan di 20 kota, dan mengukir urutan pertama dengan XL di empat kota selanjutnya yakni Batam, Cimahi, Kota Cirebon, dan Kota Yogyakarta. Secara umum, di seluruh 24 kota, skor untuk Telkomsel berkisar dari Peringkat Baik hingga Sangat Baik.

Telkomsel menang tipis pada kategori Pengalaman Aplikasi Suara , tetapi Telkomsel memimpin hasil regional dengan meraih kemenangan di tiap satu kota dari seluruh 24 kota tersebut — secara terpisah di 19 kota dan berbagi urutan pertama dengan XL di Cimahi dan Kota Cirebon, serta dengan Indosat di Pekanbaru dan Kota Yogyakarta.

Para pengguna jaringan Telkomsel kami di Balikpapan merasakan Pengalaman Aplikasi Suara terbaik di seluruh Indonesia: skor 82 poin operator tersebut mencapai peringkat Baik, artinya secara rata-rata, para pengguna kami di jaringan ini puas dan mengalami sangat sedikit kualitas yang buruk, sekali-sekali disertai dengan bunyi klik atau gangguan.

Pada kategori Ketersediaan 4G, Smartfren mendominasi klien kami di setiap lokasi tersebut. Para pengguna kami di jaringan Smartfren yang tersambung ke layanan 4G paling sedikit 96% sepanjang waktu di 24 kota, termasuk Cilegon, kota tempat Smartfren tersebut terikat bersama 3 di urutan pertama. (Icha)

 

 

 

Wow, Telkomsel Borong 6 Penghargaan Dari Opensignal

0

Telko.id – Opensignal baru saja mengumumkan laporan yang bertajukMobile Network Experience. Di dalamnya menyebutkan bahwa Telkomsel memenangkan enam penghargaan termasuk penghargaan baru yaitu 4G Coverage dan Voice App Experience dari Opensignal, dan penghargaan atas hal tersebut disampaikan secara resmi kepada Telkomsel pada tanggal 26 Februari 2020.

Penghargaan yang diberikan adalah dari katagori Video Experience, Download Speed Experience, Upload Speed Experience, Latency Experience, serta dua kategori baru antara lain Voice App Experience dan 4G Coverage Experience.

“Telkomsel mengapresiasi laporan serta penghargaan yang telah diberikan oleh Opensignal. Penghargaan ini menjadi dorongan yang kuat untuk kami secara konsisten terus bergerak maju mengakselerasikan negeri guna menguatkan ekosistem gaya hidup digital secara menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia, terutama dengan bertranformasi menghadirkan layanan berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ungkap Rachel Goh, Direktur Marketing Telkomsel menanggapi prestasinya dengan diberikannya penghargaan sampai 6 katagori oleh Opensignal tersebut.

Dalam laporan OpensignalMobile Network Experience dijelaskan bahwa terjadi peningkatan skor dari masing-masing kategori award. Telkomsel meraih peningkatan sebesar 4.5 poin menjadi 58.8 poin dalam Video Experience, hal ini membuat Telkomsel berada pada kategori Good dalam menghadirkan pengalaman menonton video secara online, sekaligus menjadi satu-satunya operator seluler di Indonesia yang berhasil menembus kategori tersebut.

Bagi Telkomsel kualitas layanan data yang handal merupakan kunci sukses dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, salah satunya dalam menikmati layanan video dengan nyaman. Keseriusan Telkomsel untuk memberikan kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan video juga diwujudkan dengan tersedianya layanan Video on Demand (VoD) MAXStream yang memberikan tayangan edukatif, informatif, dan menghibur untuk seluruh segmen pelanggan.

Untuk kategori Download Speed Experience, Telkomsel mencatatkan kecepatan mengunduh sebesar 12Mbps secara keseluruhan, meningkat sekitar 23% selama enam bulan terakhir, jika dirinci, kecepatan mengunduh Telkomsel pada jaringan 4G mencapai 14,1Mbps.

Untuk kategori Upload Speed Experience Telkomsel mencatatkan kecepatan mengunggah sebesar 5,4Mbps secara keseluruhan, atau meningkat 45% dan kecepatan mengunggah Telkomsel pada jaringan 4G mencapai 6,9Mbps.

Telkomsel selalu konsisten dalam menjamin dan menjaga kecepatan upload maupun download ini, untuk memberikan pengalaman terbaik pelanggan sehingga dapat menunjang aktivitas pelanggan mengunggah konten baik foto, grafis, maupun live streaming di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, atupun Youtube dengan lancar.

Baca juga: Riset 2019: Ini Dia Operator dengan Koneksi Internet Tercepat

Sedangkan untuk kategori Latency Experience, Telkomsel mencatatkan latensi sebesar 45,5ms secara keseluruhan dan latensi jaringan 4G Telkomsel berada di angka 40,1ms. Pengukuran latensi yang mencakup berbagai aktivitas internet pengguna, mulai dari berselancar internet hingga bermain game online. Semakin latensi rendah maka layanan digital berbasis broadband juga lebih responsif, sehingga dapat mendukung kebutuhan berbagai macam layanan digital salah satunya adalah mobile gaming.

Telkomsel juga berusaha untuk terus konsisten dalam menjamin konektivitas yang handal bagi pelanggan yang gemar bermain games. Di samping itu untuk mengakomodasi kebutuhan games tersebut, Telkomsel juga telah merilis games terbaru yaitu Rise of Nowlin setelah Shellfire dan Lord of Estera yang dapat diunduh gratis di Playstore dan Appstore.

Pada kategori Voice App Experience, Telkomsel mendapatkan skor 77,3 dari 100. Voice App Experience merupakan kategori baru yang mengukur pengalaman atas layanan suara over-the-top (OTT) seperti WhatsApp, Skype, dan Facebook Messenger. Dengan pencapaian skor pada kategori ini, pengguna di jaringan Telkomsel tidak mengalami gangguan yang berarti.

Untuk kategori 4G Coverage Experience, Telkomsel mendapatkan skor 7,9 dari 10. Sama seperti Voice App Experience4G Coverage Experience juga merupakan kategori baru. Skor ini berada di posisi sangat terdepan dari operator seluler lainnya yang didapat dari hasil analisis lokasi pengguna yang menerima sinyal 4G. Laporan Opensignal selama tahun 2019 ini selengkapnya dapat diakses melalui tautan https://www.Opensignal.com/in/reports/2019/12/indonesia/mobile-network-experience.

Pencapaian Telkomsel tersebut juga tidak terlepas dari komitmen untuk menghadirkan jaringan berteknologi terdepan secara merata di seluruh Indonesia. Terlebih dengan semakin meningkatnya penetrasi gawai pintar serta pemanfaatan layanan berbasis digital di Indonesia. Selama tahun 2020 ini, Telkomsel berencana untuk menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 22.000 unit di seluruh Indonesia.

Hal tersebut merupakan wujud nyata Telkomsel dalam menghadirkan digital connectivity terdepan dan terluas, serta menjaga kapasitas dan kualitas jaringan broadband tetap terjaga.

”Dalam mendukung transformasi Telkomsel menjadi perusahaan telekomunikasi digital seutuhnya, kami perlu membangun ekosistem pendukung secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan dan pemerataan teknologi jaringan terdepan, kehadiran produk dan layanan berbasis digital, hingga menjamin kualitas konektivitas broadband sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar FM Venusiana R, Direktur Network Telkomsel menjelaskan.

Penghargaan dari Opensignal itu juga menurut Venusiana menjadi pengingat bahwa selama 25 tahun Telkomsel selalu hadir membangun Indonesia dalam setiap fase perkembangan teknogi dengan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan bangsa Indonesia.

“Pengakuan dari laporan Opensignal ini juga merupakan berkat dukungan dari seluruh mitra strategis dan stakeholder Telkomsel terutama pemerintah Republik Indonesia. Kami berharap kontribusi Telkomsel untuk peningkatan ekosistem industri telekomunikasi Indonesia saat ini, nantinya dapat terus ditingkatkan. Kami berharap kolaborasi dengan berbagai pihak juga dapat terus terjalin untuk memperkuat transformasi digital Telkomsel sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” tutup Rachel. (Icha)

Nokia 4.2 Hadir Dengan Tombol Khusus Google Assistant

0

Telko.id – Nokia 4.2 kali pertama diperkenalkan pada 2019, February 24. Perangkat bermesin Snapdragon 439 ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie), upgradable to Android 10, Android One dan dibekali dengan RAM berkapasitas 2/3 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Nokia memang belum secara resmi merilis harga Nokia 4.2. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Nokia 3.2).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Nokia Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Pink Sand) dan memiliki body berdimensi 149 x 71.3 x 8.4 mm (5.87 x 2.81 x 0.33 in) dengan berat 161 g (5.68 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Nokia 4.2

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Nokia 4.2 :

  • 13 MP, f/2.2, 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
    2 MP, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP, f/2.0, 1/4″, 1.12µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Nokia 4.2

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 439 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×1.95 GHz Cortex-A53 & 4×1.45 GHz Cortex A53) dan prosesor grafis / GPU Adreno 505. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 2/3 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 16GB/32GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Ion dengan kapasitas 3000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 5.71″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1520 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Nokia 4.2 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps.

Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE, aptX). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Nokia 4.2 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 2100 – Global
4G bands 1, 3, 5, 7, 8, 20, 28, 38, 40, 41 – EMEA, APAC, MENA
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
LAUNCH
Announced 2019, February 24
Status Available. Released 2019, May 07
BODY
Dimensions 149 x 71.3 x 8.4 mm (5.87 x 2.81 x 0.33 in)
Weight 161 g (5.68 oz)
Build Glass front, glass back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Pink Sand
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 5.71 inches, 81.4 cm2 (~76.6% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1520 pixels, 19:9 ratio (~295 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie), upgradable to Android 10, Android One
Chipset Qualcomm SDM439 Snapdragon 439 (12 nm)
CPU Octa-core (4×1.95 GHz Cortex-A53 & 4×1.45 GHz Cortex A53)
GPU Adreno 505
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 2/3 GB
Internal 16GB 2GB RAM, 32GB 3GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 13 MP, f/2.2, 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
2 MP, (depth)
Features LED flash
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 8 MP, f/2.0, 1/4″, 1.12µm
Features
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE, aptX
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC Yes (market dependent)
Radio FM radio
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity
Other
BATTERY
Type Li-Ion
Size 3000 mAh
Non-removable Li-Ion 3000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Realme X50 Pro 5G Diperkuat dengan Snapdragon 865 dan RAM 12 GB

0

Telko.id – Realme X50 Pro 5G kali pertama diperkenalkan pada 2020, February 24. Perangkat bermesin Snapdragon 865 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; realme UI 1.0 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 6-12 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Realme memang belum secara resmi merilis harga Realme X50 Pro 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Realme X50 5G).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Realme Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Moss Green, Rust Red) dan memiliki body berdimensi 159 x 74.2 x 8.9 mm (6.26 x 2.92 x 0.35 in) dengan berat 205 g (7.23 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Realme X50 Pro 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Realme X50 Pro 5G :

  • 64 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF
    12 MP, f/2.5, 54mm (telephoto), 2x optical zoom, PDAF
    8 MP, f/2.3, 13mm (ultrawide), PDAF
    2 MP B/W, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.5, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30/120fps, gyro-EIS.

Spesifikasi Realme X50 Pro 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 865 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.8 GHz Kryo 585) dan prosesor grafis / GPU Adreno 650. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6-12 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4200 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.44″ Inch dengan jenis Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 5, 90Hz refresh rate dan
HDR10+. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Realme X50 Pro 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, NavIC), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE, aptX HD). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Realme X50 Pro 5G :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE / 5G
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 12(700), 17(700), 18(800), 19(800), 20(800), 26(850), 28(700), 32(1500), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500), 42(3500), 66(1700/2100) – Global
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G
LAUNCH
Announced 2020, February 24
Status Available. Released 2020, March 5
BODY
Dimensions 159 x 74.2 x 8.9 mm (6.26 x 2.92 x 0.35 in)
Weight 205 g (7.23 oz)
Build Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Moss Green, Rust Red
DISPLAY
Type Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.44 inches, 100.1 cm2 (~84.9% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~409 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 5
90Hz refresh rate
HDR10+
PLATFORM
OS Android 10.0; realme UI 1.0
Chipset Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 (7 nm+)
CPU Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.8 GHz Kryo 585)
GPU Adreno 650
MEMORY
Card slot No
RAM 6-12 GB
Internal 128GB 6GB RAM, 128GB 8GB RAM, 256GB 12GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 64 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF
12 MP, f/2.5, 54mm (telephoto), 2x optical zoom, PDAF
8 MP, f/2.3, 13mm (ultrawide), PDAF
2 MP B/W, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 2160p@30fps, 1080p@30/60fps; gyro-EIS
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.5, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
Features HDR
Video 1080p@30/120fps, gyro-EIS
SOUND
SOUND 24-bit/192kHz audio
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE, aptX HD
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, NavIC
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES
Sensors Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4200 mAh
Non-removable Li-Po 4200 mAh battery
TESTS
Performance AnTuTu: 592447 (v8)
GeekBench: 3175 (v5.1)
GFXBench: 45fps (ES 3.1 onscreen)
Battery life

MediaTek Kerja Bareng Microsoft Azure Demi Kembangkan IoT

0

Telko.id – MediaTek hari ini mengumumkan bahwa banyak peminat dari kalangan para pembuat perangkat IoT terhadap produknya MT3620. Sebuah chip microcontroller unit (MCU) yang dirancang dalam kerja sama erat dengan Microsoft untuk integrasi langsung dari solusi keamanan Microsoft Azure.

MCU ini memungkinkan para produsen untuk mengembangkan perangkat-perangkat IoT yang aman dan terhubung dengan layanan-layanan Microsoft Azure Cloud. Sebagai MCU pertama di industri yang langsung terintegrasi dengan Microsoft Azure Sphere dalam perangkat kerasnya, solusi Azure Sphere ini telah berhasil diadopsi oleh berbagai merek dan perusahaan global utama seperti Starbucks, Leoni, e.on dan Gojo.

MT3620 merupakan MCU berkinerja tinggi dan sepenuhnya terintegrasi yang menyediakan tingkat keamanan tertinggi untuk perangkat-perangkat edge modern dan kokoh yang terkoneksi internet.

Permintaan untuk MT3620 terjadi karena subsistem peripheral input/input (I/O) yang ekstensif, yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan bagi para pembuat perangkat dalam rancangan perancang, sehingga bisa digunakan dalam berbagai aplikasi IoT termasuk rumah cerdas, komersial dan industri. MT3620 sekarang tersedia secara komersial dalam bentuk chipset, modul dan kit pengembangan.

“MediaTek bangga dengan adopsi platform MT3620, seiring dengan upaya kami untuk membuka jalan bagi aplikasi-aplikasi Azure Sphere, chipset SoC berbasis MPU dan bagi bagi para OEM untuk menyediakan teknologi canggih bagi siapa saja,” kata Mohit Bhusham, VP dan GM, US Business Development, MediaTek.

Baca juga : MediaTek Bermitra Dengan Intel Untuk Buat Modem 5G di Laptop

Lebih lanjut, Mohit menyatakan bahwa “Keamanan merupakan sebuah isu paling penting yang dihadapi pengadopsian luas dari berbagai layanan IoT berbasis cloud, khususnya untuk industri-industri penting. Kami percaya Microsoft Azure Sphere merupakan solusi untuk penggunaan cloud yang aman.”

MT3620 merupakan satu-satunya MCU yang tersedia di pasar saat ini yang menggabungkan keamanan end-to-end yang lengkap dari Azure Sphere, memungkinkan para pembuat perangkat untuk mengembangkan berbagai perangkat IoT yang sangat aman dan mudah terhubung ke Microsoft Azure Cloud Services.

Solusi aman ini menyediakan otentikasi dan atestasi perangkat, mendukung pembaruan perangkat lunak lewat over-the-air untuk menjaga keamanan terhadap serangan yang terus berevolusi, dan mengotomatisasi pencatatan kesalahan dan pelaporan.

“Keamanan IoT dimulai di silikon. MT3620 merupakan cip pertama yang disertifikasi untuk Azure Sphere, dirancang untuk menghasilkan keamanan perangkat IoT tanpa tanding yang menjaga perangkat tetap aman sepanjang waktu. Cip ini menjalankan sistem operasi Azure Sphere dan langsung terhubung ke Azure Sphere Security Service,” kata Anita Rao, Principal Program Lead, Azure Sphere, Microsoft.

Menurut Anita, sekarang, para pelanggan dari berbagai industri mengadopsi MT3620 untuk merancang dan memproduksi apa pun dari perangkat konsumen hingga peralatan ritel dan manufaktur – seluruhnya juga digunakan untuk menjalankan serangkaian modul penjaga untuk dengan aman menghubungkan dan menjaga peralatan-peralatan penting. (Icha)

 

 

Realme C3 (3 cameras) Resmi Dirilis Dengan Menambah 1 Kamera Lagi

0

Telko.id – Realme C3 (3 cameras) kali pertama diperkenalkan pada 2020, February 19. Perangkat bermesin Helio G70 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; realme UI 1.0 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 2-4 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Realme memang belum secara resmi merilis harga Realme C3 (3 cameras). Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Realme C3).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Realme Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Frozen Blue, Blazing Red) dan memiliki body berdimensi 164.4 x 75 x 9 mm (6.47 x 2.95 x 0.35 in) dengan berat 195 g (6.88 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Realme C3 (3 cameras)

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Realme C3 (3 cameras) :

  • 12 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.8″, 1.25µm, PDAF
    2 MP, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 12 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 5 MP, f/2.4, 27mm (wide), 1/5″, 1.12µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR, panorama dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Realme C3 (3 cameras)

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Helio G70 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.7 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G52 2EEMC2. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 2-4 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB/64GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.5″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1600 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3, 480 nits max brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Realme C3 (3 cameras) sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/11.5 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 300/75 Mbps.

Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE, aptX). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Realme C3 (3 cameras) :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800), 28(700), 38(2600), 40(2300), 41(2500) – Global
Speed HSPA 42.2/11.5 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 300/75 Mbps
LAUNCH
Announced 2020, February 19
Status Available. Released 2020, February 20
BODY
Dimensions 164.4 x 75 x 9 mm (6.47 x 2.95 x 0.35 in)
Weight 195 g (6.88 oz)
Build Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Frozen Blue, Blazing Red
Splash resistant
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.5 inches, 102.0 cm2 (~82.7% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~270 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 3
480 nits max brightness (advertised)
PLATFORM
OS Android 10.0; realme UI 1.0
Chipset Mediatek Helio G70 (12 nm)
CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.7 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G52 2EEMC2
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 2-4 GB
Internal 32GB 2GB RAM, 32GB 3GB RAM, 64GB 4GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 12 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.8″, 1.25µm, PDAF
2 MP, (macro)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 5 MP, f/2.4, 27mm (wide), 1/5″, 1.12µm
Features HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE, aptX
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio FM radio
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 5000 mAh
Non-removable Li-Po 5000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Seperti ini lho, Perilaku Konsumen eCommerce Indonesia

0

Telko.id – Facebook baru saja melansir studi terbarunya yang bertajuk  ‘Riding the Digital Wave: Southeast Asia’s Discovery Generation’dan merupakan studi merka di tahun 2018. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana perilaku konsumen eCommerce Indonesia, terutama masyarakat kelas menengah.

Seperti apa perilaku konsumen eCommerce di Indonesia? Menurut Facebook dan Bain & Company yang melakukan studi ini, pilihan yang semakin beragam, akses internet yang lebih baik, dan tingkat kesejahteraan yang meningkat akan terus menjadi faktor kunci yang mendorong aktivitas belanja di ranah online di Asia Tenggara.

Baca juga : Duh! 419 Juta Data Pengguna Facebook Beredar Bebas di Internet

“Studi ini menunjukkan bagaimana dunia digital memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis dan e-commerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Facebook hadir untuk mendukung bisnis kecil dan besar, dan industri yang lebih luas melalui investasi dalam hal inovasi produk, solusi, program, dan kemitraan untuk meningkatkan kemampuan digital dan mendorong dampak ekonomi di Indonesia,” kata Hilda Kitti, Kepala Pemasaran untuk Facebook di Indonesia.

Studi ini mensurvei 12.965 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, dan mewawancarai lebih dari 30 CEO dan pemodal di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan kelas menengah di Asia Tenggara akan mendominasi 70-80% dari pertumbuhan konsumen digital pada 2025.

Menurut data dari Bain, dari 90 juta konsumen digital pada tahun 2015, Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,8 kali lipat menjadi 250 juta konsumen digital pada tahun 2018. Pada tahun 2025, akan ada 310 juta konsumen digital di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, angka konsumen digital telah tumbuh pesat dan hal ini juga mendorong pertumbuhan belanja online di Indonesia.

Studi ini menunjukkan bahwa konsumen digital di Indonesia tumbuh dari 64 juta, 34% dari total populasi pada tahun 2017 menjadi 102 juta, 53% atau setengah dari total populasi pada tahun 2018. Dengan kenaikan angka konsumen digital ini, pertumbuhan belanja online juga diprediksi tumbuh 3,7 kali dari 13,1 miliar USD pada 2017, menjadi 48,3 miliar USD di 2025.

Fase Pencarian dalam aktivitas belanja online sangat penting, karena 64% responden di Indonesia mengatakan mereka tidak tahu persis apa yang mereka ingin beli saat mereka belanja online, dengan lebih dari 57% responden mengatakan bahwa mereka mengetahui tentang produk-produk dan merek- merek baru melalui platform media sosial.

Konsumen Indonesia menunjukkan preferensi yang kuat untuk omnichannel, artinya, mereka akan melihat di toko online maupun offline ketika mereka tahu apa yang ingin mereka beli: 83% konsumen tinggal di kota besar, dan 81% konsumen tinggal di kota kecil.

“Ada banyak cara untuk berbelanja, dan tidak ada orang yang berbelanja dengan cara yang sama dua kali. Kuncinya adalah merancang strategi pada fase pencarian sangat penting, mengingat bahwa pelanggan berinteraksi dengan banyak merek melalui berbagai saluran pada waktu yang sama. Di Indonesia sendiri, 66% responden mengatakan bahwa mereka terbuka untuk memilih merek lain atau akan membeli berbagai merek saat berbelanja online. Ini berarti, seluruh skala bisnis, memiliki peluang besar untuk bersaing dalam cakupan yang lebih besar di Asia Tenggara,” kata Hilda.

Selain penemuan, penelitian ini menunjukkan potensi besar untuk membangun loyalitas dan pertumbuhan merek karena tidak ada pemain dominan di pasar e-commerce di Asia Tenggara. Rata- rata orang Indonesia berbelanja di 3,8 platform sebelum mereka membuat keputusan pembelian, yang menunjukkan potensi besar bagi merek di Indonesia untuk menumbuhkan pasar mereka di sini.

Karena itu, memberikan penghargaan bagi pelanggan melalui program loyalitas sangat penting. Studi menunjukkan, responden dengan program loyalitas menunjukkan bahwa mereka 1,5 kali lebih mungkin menjadi promotor daripada mereka yang tidak memiliki program loyalitas, 45% lebih mungkin untuk membuat rekomendasi, dan 25% lebih mungkin memiliki frekuensi pembelian yang lebih tinggi. (Icha)

 

Axiata Group, Tutup Tahun 2019 Dengan Kinerja Positif

Telko.id – Axiata Group menutup tahun 2019 dengan hasil kinerja positif. Hal ini merupakan hasil dari pelaksanaan disiplin “Shifting Gear” untuk menghasilkan pendapatan dan laba serta inisiatif di bawah “Keunggulan Operasional”. Hasil kerjanya ini merupakan posisi tertinggi dengan Laba Setelah Pajak (PAT) tertinggi yang dilaporkan sejak 2016 sebesar RM 1,8 miliar dan EBTIDA tertinggi di RM 10,6 miliar.

Menyusul keberhasilan implementasi strategi divestasi pada tahun 2018, ROIC secara signifikan meningkat sebesar 5.1 ppt hingga mencapai 6,4%.

Baca juga : Kinerja XL Axiata Tumbuh Diatas Rata-rata Industri

Tan Sri Jamaludin Ibrahim, Presiden dan Kepala Eksekutif Grup Axiata mengatakan, kinerja positif Axiata Group ini terlihat dari pendapatan Axiata group meningkat 2,9% Year-on-Year (“YoY”) menjadi RM 24,6 miliar sepanjang 2019.

Sementara, EBITDA naik 27,4% YoY menjadi RM 10,6 miliar. Menyesuaikan untuk Standar Pelaporan Keuangan Malaysia 16 (“MFRS 16”) berdampak dan pada mata uang konstan FY18, Grup yang mendasari EBITDA mencatatkan, peningkatan 10,9% dua digit, menggandakan pertumbuhan pendapatan 5,1% (tidak termasuk perangkat).

“Karena kinerja operasional yang lebih baik oleh semua perusahaan yang beroperasi (“OpCos”) kecuali Ncell5, dan berhasil menahan biaya absolut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (21/2).

Per Quartal, Group PAT mencatat peningkatan lebih dari 100% dengan laba RM 404.1 juta di Q4-19 dibandingkan dengan kerugian RM 1.79 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

“Peningkatan lebih dari RM 2,2 miliar dapat dikaitkan terutama dengan kinerja operasional yang lebih baik yang menghasilkan lonjakan RM0, 6 miliar EBITDA, serta penurunan satu kali saja sebesar RM 1,8 miliar yang disesuaikan pada Q4-2018,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, neraca Axiata semakin menguat sebagai hasil dari pengurangan hutang bruto ke EBITDA yang mencapai 1,8x lebih sehat dibandingkan dengan 2,3x di FY18.

Underlying Free Cash Flow (FCF) 8 meningkat lebih dari 50% menjadi RM 3 miliar YoY terangkat oleh pertumbuhan dua digit EBITDA dan flat Capex.

Sebagai hasil dari kinerja sampai akhir tahun 2019 yang stabil dan PATAMI9 yang dinormalisasi pada RM 960 juta, Axiata menyetujui dividen total 9,0 sen per saham biasa, termasuk dividen interim 5,0 sen per saham biasa yang dinyatakan untuk periode keuangan yang berakhir 30 Juni 2019.

Jadi total dividen pada 2019 menjadi 86% dividend payout ratio (DPR) dibandingkan dengan tahun sebelumnya berada di 85%. Pihaknya juga menyetujui dividen khusus 0,5 sen untuk berbagi keuntungan dari pelepasan investasi M1.

EBITDA tumbuh 17,1% sementara margin EBITDA meningkat 2,6 ppt menjadi 39,6%. FCF naik 14,6% terutama disebabkan oleh peningkatan EBITDA dua digit. Investasi jaringan yang dikombinasikan dengan inovasi produk membuat XL diakui sebagai salah satu merek terkemuka di industri ini.

Pendapatan data berkontribusi 89% terhadap pendapatan layanan, sementara penetrasi smartphone mencapai 86%. Sebagai bagian dari fokus bisnis datanya, investasi jaringan XL menghasilkan 40.000 4G BTS sehingga memungkinkan penyediaan layanan 4G di 425 kota.

“Sepanjang tahun 2019 XL sangat positif dan menandakan bahwa Grup berada di jalur yang benar dengan fokus akan keuntungan. Kami akan terus memperkuat neraca Grup, sambil tetap memastikan keunggulan operasional di seluruh pasar kami,” ujarnya.

Mengingat kinerja dan pencapaian KPI untuk 2019, pihaknya telah menyetujui pembayaran dividen setahun penuh 9 sen per saham biasa termasuk dividen interim pertama 5 sen per saham biasa. Selain itu, pihaknya telah mengumumkan dividen khusus 0,5 sen dari divestasi M1.

Pada transisi kepemimpinan yang baru-baru ini diumumkan di Axiata, ia menambahkan, pihaknya menyadari perlunya transisi yang lancar dan sukses dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami memiliki kepercayaan penuh pada kesuksesan kepemimpinan dan akan terus memandu proses untuk memastikan kinerja dan stabilitas yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Ia juga menuturkan, Kinerja Axiata Grup sepanjang 2019 mencerminkan strategi dan penyesuaian yang dilakukan dengan baik dalam menanggapi lanskap industri yang sangat kompetitif dan cepat berubah.

“Saya senang terutama dengan kinerja keseluruhan, mengingat tantangan yang meningkat baik secara eksternal maupun internal,” katanya. (Icha)

Hai Kaum Milenial! Ayo Berkarya, Indonesia Butuh Anak Muda

0

Telko.id – Hai Kaum Milenial! Ayo Berkarya, Indonesia Butuh Anak Muda. Jika bukan anak muda, siapa lagi? Karena kemajuan bangsa Indonesia di era digital tidak terlepas dari peran generasi muda sebagai digital native. Mereka menjadi agen perubahan untuk mewujudkan pemerataan ekosistem digital di Indonesia dengan berbagai inovasi yang dihasilkan.

Hal tersebut menginspirasi Telkomsel bersama generasi muda dalam mengakselerasikan negeri melalui implementasi teknologi digital secara luas.

Komitmen tersebut kini ditunjukkan Telkomsel yang bersinergi sebagai bagian Telkom Group dengan mendukung perhelatan Indonesia Butuh Anak Muda (IBAM) yang diselenggarakan pada 19 Februari 2020 di Jakarta.

“Generasi muda bertalenta selalu menjadi inspirasi bagi Telkomsel dalam berkontribusi positif untuk negeri. Kami terus bercermin dari mereka untuk merancang berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya berfokus pada pengembangan talenta digital muda dalam negeri agar menjadi sumber daya unggul yang memiliki daya saing,” ungkap Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel mengatakan.

Baca juga : Telkomsel Buat NextDev Hub Yang Bakal Lebih Keren Dari Silicon Valley

Komitmen itulah yang membuat operator ini memiliki kesamaan dengan tujuan penyelenggaraan IBAM membuat kami yakin bahwa IBAM menjadi tempat yang tepat bagi generasi muda untuk menyalurkan minatnya dan bertukar pikiran dengan orang lain yang memiliki spirit yang sama.

IBAM sendiri merupakan gerakan dari Narasi yang menyediakan ruang dialog, interaksi, serta akses kolaborasi dan bertukar gagasan untuk mendorong anak muda ikut aktif sebagai bagian dari ekosistem solusi untuk membentuk Indonesia yang lebih baik.

Sejumlah pembicara seperti Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Pandji Pragiwaksono, Kunto Aji, hingga Fiersa Besari hadir untuk memberikan inspirasi kepada anak muda untuk memberikan aksi nyata bagi perkembangan bangsa. Pada perhelatan IBAM kali ini, Telkomsel menghadirkan showcase program The NextDev Hub dan Digital Creative Millenials (DCM) yang merupakan bagian kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Telkomsel, yang terkait dengan segmen  anak muda dalam mengembangkan kapasitasnya melalui pemanfaatan solusi berbasis teknologi digital.

Pada showcase The NextDev Hub, Telkomsel menggandeng pengembang aplikasi “Cakap” sebagai salah satu lulusan The NextDev 2018, yang aktif membantu generasi muda produktif di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) untuk memperoleh keterampilan bahasa asing.

Pengunjun IBAM dapat melakukan konsultasi bisnis dan latihan pitching serta mendaftarkan startup yang didirikannya untuk program The NextDev Talent Scouting 2020 yang segera akan diluncurkan. Selain itu, pengunjung juga bisa mengetahui program pengajaran Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak di daerah 3T yang sedang dijalankan oleh Cakap.

Selain itu, Telkomsel berkolaborasi dengan NAH Project untuk menghadirkan showchase terkait program DCM di IBAM. NAH Project sendiri merupakan peserta program DCM dan sukses menjadi pelopor di Indonesia dalam menerapkan metode transparency pricing.

Pengunjung dapat mendaftarkan merek miliknya di program DCM secara langsung di booth untuk mengembangkan bisnisnya melalui pelatihan dan asistensi yang diperlukan untuk mengubah pola usaha yang konvensional menjadi berbasis data.

Founder & CEO Cakap, Tomy Yunus mengatakan “Acara IBAM2020 memacu kami para generasi muda memimpin perubahan yang positif dan berani bertindak untuk membuat dampak sosial yang nyata bagi Indonesia, dimana semua itu bisa dimulai dari lingkungan sekitar dan bidang masing-masing. Cakap bersama Telkomsel semakin termotivasi menggunakan teknologi kelas jarak jauh yang kami terus kembangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya dalam hal peningkatan kecakapan berbahasa Asing untuk seluruh penduduk Indonesia.”

Managing Director NAH Project, Ifa Hanifah mengatakan “NAH Project brand sneakers lokal yg berdiri sejak 2017 dan bergerak dengan jiwa yang exploratif. Anak muda Indonesia harus berani explore karena Indonesia mempunyaai resource yang banyak sekali. Dengan berani explore kita bisa menghasilkan sebuah produk dengan value yang jauh lebih besar”.

“Kami optimis bahwa generasi muda sebagai digital native mampu membawa Indonesia menjadi negara dengan ekosistem digital yang merata dan berkelanjutan. Maka dari itu, Telkomsel sebagai digital telco company yang didukung sinergi aktif bersama Telkom Group secara konsisten akan terus bergerak maju mengakselerasikan negeri untuk mengembangan kapasitas anak-anak muda melalui inisiatif berbasis teknologi digital di berbagai bidang, baik itu memperkuat soft skill maupun harf skill. Kami juga percaya kegiatan IBAM akan semakin memperluas kesempatan bagi generasi muda sebagai SDM Unggul untuk lebih aktif menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Denny. (Icha)