spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 897

XL Axiata Uji Coba Teknologi Open RAN Demi Perluasan Jaringan

0

Telko.id – Teknologi Open RAN (Radio Access Network)sedang diuji coba XL Axiata demi perluasan jaringannya. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana jika diintegrasikan dengan jaringan XL Axiata yang telah ada saat ini, serta mekanisme operasional jaringannya.

Selain itu, XL juga menjajaki penggunaan teknologi jaringan terbaru tersebut yang memungkinkan perluasan bisa dilaksanakan secara lebih efisien dari sisi biaya pembangunan dan kualitas hasilnya tetap terjaga.

Teknologi Open RAN (Radio Access Network) ini sudah mulai diuji coba pada akhir November 2020 lalu dengan mengambil lokasi di Kawasan Timur Indonesia.

“Saat ini kami sedang melaksanakan uji coba penerapan Open RAN di Ambon, Maluku. Uji coba akan berlangsung mulai akhir November 2020 ini hingga akhir Desember 2020 nanti. Uji coba ini kami lakukan untuk memahami sejauhmana fungsi dan kapabilitas perangkat. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sejauhmana jika diintegrasikan dengan jaringan XL Axiata yang telah ada saat ini, serta mekanisme operasional jaringannya,” ungkap I Gede Darmayusa, Direktur Teknologi XL Axiata.

Gede menambahkan, teknologi Open RAN adalah teknologi perangkat radio akses yang mengadopsi konsep open interface, di mana operator dapat menggunakan kombinasi perangkat radio, seperti radio unit dan baseband, tanpa terikat pada salah satu merk/brand yang spesifik.

Dengan konsep Open RAN ini, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pemain baru pada perangkat radio akses yang saat ini hanya didominasi oleh beberapa partner penyedia teknologi saja. Dengan tumbuhnya pemain pemain baru, inovasi dapat berkembang lebih cepat dan membantu menurunkan beban perangkat dan operasional yang ditanggung oleh operator.

RAN sendiri adalah bagian dari sistem telekomunikasi yang menghubungkan perangkat individual ke bagian lain jaringan melalui koneksi radio. RAN berada di antara peralatan pengguna, seperti ponsel, komputer, atau mesin apa pun yang dikendalikan dari jarak jauh, dan menyediakan koneksi dengan jaringan intinya.

Dengan demikian bisa dipahami bahwa RAN merupakan komponen utama telekomunikasi nirkabel,  yang saat ini telah berevolusi melalui generasi jaringan seluler menjelang 5G.

“Teknologi Open RAN menawarkan potensi inovasi dan struktur harga yang lebih bersaing. Kami memang berharap dapat memperluas jaringan dan layanan dengan biaya yang lebih sehat dan di saat yang sama tetap bisa memberikan kualitas layanan yang bagus bagi pelanggan. Dengan efisiensi beban biaya di sisi operator, kami akan bisa secara terus memperluas jaringan untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan untuk area area di pelosok seperti Kawasan Timur Indonesia ini,” lanjut Gede.

Menurut Gede, saat ini tim XL Axiata di Ambon sedang menyiapkan instalasi guna keperluan uji coba ini. Semua perangkat yang diperlukan juga telah sampai di lokasi. Persiapan dan uji coba akan memakan waktu sekitar satu bulan, hingga nanti siap untuk dilakukan first callmelalui jaringan Open RAN tersebut dari lokasi di Ambon ke Jakarta.

Setelah tahap uji coba tersebut, selanjutnya XL Axiata akan melangkah ke tahap selanjutnya berupa pilot projectdengan menempatkan Open RAN di sekitar 100 titik lokasi yang sebagian besar berada di luar Jawa dan di area pelosok.

Komunitas Lan Open RAN

Dalam rangka penerapan teknologi Open RAN tersebut, XL Axiata juga bergabung ke dalam Komunitas Lab Open RAN. Menurut Gede komunitas tersebut beranggotakan Telecom Infra Project (TIP), GSMA, Pemerintah Indonesia, Universitas Telkom dan Operator seluler, dan bertujuan untuk menumbuhkan talenta digital dan ekosistem telekomunikasi yang kuat dan beragam, serta mendorong digitalisasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Komunitas ini diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia dan Telecom Infra Project (TIP) & GSMA sebagai bentuk dukungan atas aspirasi pemerintah.

Dengan bergabung ke dalam komunitas ini, XL Axiata dapat mempercepat tumbuhnya ekosistem open ran di Indonesia, sehingga XL dapat memperluas layanan pada pelanggan dengan beban biaya yang lebih sehat sambil tetap menjaga kualitas pengalaman pelanggan. (Icha)

3 Strategi Dana Sambut Persaingan Fintech 2021

0

Telko.id – Dana sudah siap berkompetisi dengan fintech lain di 2021. Ada 3 strategi Dana yang dipersiapkan. Hal ini disampaikan oleh CEO DANA Vincent Iswara pada acara Dana Market Overview dan Media Award 2020, Jumat (4/11).

Menyambut tahun 2021, DANA akan fokus pada tiga nilai utamanya, yakni Tech, Trust, dan Team (3T) untuk memaksimalkan layanannya.

“Tahun 2021 fokus kami juga mengedepankan bagaimana makin meningkatkan security keamanan dari pengguna-pengguna DANA sendiri,” ujar Vincent.

Vincent menambahkan, salah satu strategi dana adalah jaminan keamanan. Tapi bukan hanya dari sisi transaksi, melainkan juga terkait data pribadi konsumen atau pengguna DANA. DANA sendiri saat ini sudah mengacu pada undang-undang perlindungan data pengguna.

Strategi Dana
Vincent Iswara, CEO DANA

“Strategi Dana di tahun 2021, kita akan meningkatkan inovasi-inovasi layanan yang lainnya, dan juga produk untuk pengguna serta kapasitas dan kompetensi dari karyawan DANA yang semua itu adalah dai Indonesia,” ujar nya.

Selain itu, Dana juga akan memperluas partnership dengan sejumlah merchant digital di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

Langkah tersebut merupakan salah satu upaya dari Dana untuk memperluas ekosistem dengan memperbanyak kolaborasi pada tahun depan. “Kami terbuka dengan pemain atau mitra penjual (merchant) digital di pasar untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya menjelaskan.

Dompet digital besutan PT Espay Debit Indonesia Koe ini pun bukan sekadar mengembangkan platform yang memudahkan pembayaran nontunai secara aman.

Lebih dari itu, DANA dengan teknologi yang terus dikembangkan ingin memperluas inklusi keuangan digital bagi masyarakat Indonesia dengan teknologi yang ramah, inklusif dan adaptif. Sehingga menjadi solusi yang memudahkan masyarakat beradaptasi dengan berbagai situasi.

Tak berhenti sampai disini, menyongsong 2021, DANA akan terus melakukan inovasi untuk mewujudkan layanan finansial yang inklusif bagi masyarakat, utamanya UMKM. DANA akan melanjutkan edukasi pembayaran di era digital (digital payment) untuk mewujudkan cashless society.

“Jadi dari sisi kami sendiri akan makin banyak layanan-layanan yang bermacam-macam yang berbasis teknologi, juga untuk membantu masyarakat Indonesia beralih ke masyarakat cashless society,” kata Vincent.

Sebagai informasi, Dana dibangun dan dikembangkan di Indonesia dengan didukung oleh tenaga kreatif dan programmer Indonesia. Aplikasi DANA tersedia untuk iOS dan Android, serta terintegrasi dengan berbagai merchant dan aplikasi online ternama sebagai solusi pembayaran digital, baik secara online maupun offline. #DANASahabatUMKM merupakan inisiatif DANA untuk mendukung Digitalisasi UMKM Indonesia melalui platform DANA Bisnis. (Icha)

Ups, Belum Ada Tanda-tanda Samsung Gunakan Snapdragon 888 5G?

0

Telko.id – Qualcomm baru saja mengumumkan chipset terbarunya yakni Snapdragon 888 5G, di Snapdragon Tech Summit 2020. Chipset Qualcomm ini diyakini akan membuat tola ukur baru pada smartphone flagship tahun 2021 mendatang.

President Qualcomm, Cristiano Amon, mengungkapkan peran penting platform mobile Qualcomm Snapdragon 8-Series yang diklaim telah membawa pengalaman terdepan untuk perangkat-perangkat generasi selanjutnya.

“Menciptakan pengalaman premium membutuhkan fokus berkelanjutan pada inovasi, komitmen jangka panjang, bahkan pada situasi yang penuh ketidakpastian sekalipun,” kata Cristiano.

Salah satu vendor yang sudah memastikan akan menggunakan Snapdragon 888 5G ini adalah Xiaomi. CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan hal tersebut di dalam acara Snapdragon Tech Summit Digital pada Selasa.

Flagship Xiaomi yakni Mi 11 yang akan dirilis pada awal 2021 dipastikan hadir dengan menggunakan Qualcomm Snapdragon 888.

“Kami dengan bangga mengumumkan smartphone 5G premium terbaru Xiaomi yang diperkuat Snapdragon 888 5G akan segera diluncurkan,” ungkap Lei Jun.

Selain Xiaomi, beberapa vendor juga sudah di mention oleh Alex Katouzian, Senior Vice President and General Manager, Mobile, Compute, and Infrastructure Qualcomm Technologies, dalam Snapdragon Tech Summit 2020. Namun, yang aneh, Samsung sebagai brand global tidak ada dalam deretan vendor yang akan menggunakan Snapdragon 888 ini. Kenapa?

Alex menyebutkan bahwa dia tidak bisa memberikan komentar mengenai Samsung.

Namun, menurutnya, pihak Samsung sendiri yang nanti akan mengumumkan keputusannya.

“Samsung merupakan mitra yang hebat dan kami telah bekerja sama bertahun-tahun. Mengenai pilihan mereka, kami tidak bisa berkomentar tentang apa yang terjadi. Saya pikir media akan melihat apa keputusan mereka nanti,” kata Alex dalam sesi QnA Snapdragon Tech Summit Digital 2020.

Vendor apa saja yang akan menggunakan snapdragon 888 5G ini? Yang diungkapkan oleg Qualcomm antara lain adalah Asus, BlackShark, LG, Meizu, Motorola, Nubia, OnePlus, Oppo, realme, Sharp, Vivo, Xiaomi dan ZTE.

Ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa Samsung bisa saja menggunakan Snapdragon 88 pada produk flagshipyang berikut nya yakni Galaxy S21. Namun, ada juga yang menyangsikannya. Pasalnya, Samsung sendiri sebenarnya memiliki chipset sendiri yakni Exynos.

Tentu jika membangun chipset sendiri akan jauh lebih murah dibandingkan membelinya dari Qualcomm. Nampaknya hingga kini Samsung belum menyerah untuk menggunakan prosesor sendiri pada ponselnya. (Icha)

Belajar Online Hadirkan Harmonisasi Antara Sekolah dan Orang Tua

0

Telko.id – Belajar online hadirkan harmonisasi antara sekolah dan orang tua. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Nahdiana saat melakukan Podcast Bersama Telset TV.

Pada awal, memang kegiatan belajar online menjadi tantangan bagi guru, siswa atau orang tua. Pasalnya mereka harus beradaptasi untuk mengubah kebiasaan dari belajar secara tatap muka menjadi secara online melalui perangkat smartphone, laptopdan aplikasi.

Adaptasi tersebut sepintas memang menjadi tantangan bahkan kesulitan namun secara perlahan kegiatan belajar online hadirkan harmonisasi yang semakin kuat antara antara sekolah, guru, pemerintah dan orangtua di masa pandemi ini.

Namun ternyata kegiatan belajar online hadirkan harmonisasi antara stakeholder semakin kuat. Bahkan hal ini yang menjadi “hikmah” di masa pandemi.

Menurut Nahdiana selama ini peran sekolah dan orangtua seperti ada pembatas. Ketika anak  masuk ke sekolah, orangtua seolah-olah melepas tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah.

“Barangkali ada hikmahnya. Hadirnya pandemi itu ada hikmahnya. Kalau dahulu sekolah mungkin sebagian mengatakan sudah selesai anak-anaknya sudah diantar ke sekolah. Kegiatan pembelajaran itu ada di sekolah. Seolah-olah ada pembatas,” ungkap Nahdiana.

Saat pandemi semua berubah. Sekolah dan orangtua harus berkolaborasi supaya kegiatan belajar online bisa maksimal. Guru harus memberikan materi pembelajaran yang maksimal kepada anak secara online, sedangkan orangtua harus mendampingi anak saat belajar di rumah.

Hasilnya muncul harmonisasi antar stakeholder pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan secara maksimal kepada anak.

“Jadi bagaimana harmonisasi antara sekolah, orangtua, guru dengan dinas pendidikan tapi fokusnya pada anak bukan pada ego sektoral masing-masing,” tutur Nahdiana.

Pendapat serupa juga dikatakan oleh Founder dan CEO Kelas Pintar, Fernando Uffie. Menurut Uffie harmonisasi antar stakeholder semakin kuat ketika didukung oleh teknologi seperti Kelas Pintar.

Kelas Pintar adalah solusi belajar berbasiskan teknologi yang berperan sebagai pendamping belajar siswa dengan berbagai fitur unggulan seperti Kelas, Guru, Tanya dan Sekolah.

“Kelas pintar dihadirkan sebagai solusi belajar berbasiskan teknologi dan peran kita sebagai pendamping belajar. Pendamping belajar itu sendiri baik itu belajar di sekolah maupun di luar jam sekolah,” kata Uffie.

Di masa pandemi, Kelas Pintar sendiri menghadirkan fitur bernama Sekolah. Fitur ini telah lama dikembangkan sebelum pandemi Covid-19 dan hadir untuk mendukung siswa belajar di rumah.

Melalui Sekolah, guru dan siswa dapat terhubung dalam kelas virtual sehingga pembelajaran dapat dilakukan maksimal walaupun secara virtual.

Apalagi terdapat menu Project, Tugas dan Monitoring sehingga kegiatan belajar layaknya berada di ruang kelas sungguhan.  Fitur Sekolah sendiri telah diluncurkan pada Juli 2020 lalu.

Teknologi Dukung Kegiatan Belajar Online 

Kegiatan belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memerlukan teknologi dalam menunjang kegiatan belajar. Masyarakat yang awalnya kesulitan untuk menggunakan teknologi untuk PJJ secara perlahan mulai beradaptasi dengan teknologi.

Uffie telah melakukan diskusi kepada pengguna Kelas Pintar mengenai penggunaan teknologi Kelas Pintar dalam kegiatan pembelajaran.

Penelitian dilakukan sejak bulan Juli sampai Desember 2020 berkaitan dengan adaptasi penggunaan teknologi di sebuah wilayah di Jawa Barat.

“Data yang kita punya terhadap suatu daerah di Jawa Barat yang terdiri dari 356 SD dan 49  SMP itu terdiri dari 172 ribu siswa. Hasilnya kita melihat grafik kenaikan dari penggunaan teknologi,” jelas Uffie.

Awalnya adaptasi penggunaan teknologi hanya 20% sampai 30% saja. Tetapi di bulan Agustus 2020 terjadi kenaikan sampai 50% dan puncaknya mencapai 60% di bulan Oktober 2020.

“Awalnya mereka bertanya-tanya apakah teknologi ini ancaman tidak. Tetapi saat kita melakukan sosialisasi, hasilnya mereka memahami bahwa teknologi ini justru sangat membantu bagi mereka,” tutur Uffie.

Berdasarkan data tersebut itu juga menunjukan bahwa teknologi merupakan elemen penting bagi masyarakat untuk dapat bertahan di masa pandemi sekaligus sebagai pendorong mereka untuk terus maju.

“Pendidikan berbasis teknologi ini yang membuat masyarakat bertahan dan dapat membantu semua stakeholder untuk maju ke depan,” tambah Uffie dalam acara Podcast Bersama Telset TV.

Kesiapan Sekolah Hadapi Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Indonesia menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi.

Melalui kebijakan tersebut daerah-daerah yang berada di zona kuning dan hijau menurut Satgas Penanganan Covid-19 dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka secara bertahap.

SKB 4 Menteri disikapi Pemprov DKI Jakarta dengan menyeluruh. Menurut Nahdiana, kesiapan sekolah untuk menghadapi pembelajaran tatap muka bukan hanya kesiapan satu sisi saja tetapi menyeluruh.

Hal ini karena sekolah menjadi tempat yang memiliki mobilitas yang tinggi sehingga perlu dipersiapkan dengan matang.

“Jadi Kami bukan hanya menyiapkan infrastruktur saja tetapi juga menyiapkan guru dan stakeholder-stakeholder lainnya di sekolah. Karena ini bukan cuma buka sekolah terus anak-anak masuk,” jelas Nahdiana.

Nahdiana mengatakan bahwa Pemprov DKI akan mengukur dan melakukan evaluasi sekolah dengan ketat terkait sekolah mana saja yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

“Siap sekolah bukan sekedar siap saja. Kita mengukur dengan assessmentyang kita berikan. Saat ini sekolah telah mengisi persyaratan-persyaratan sekolah dan ini kita sedang evaluasi. Jadi kesiapan bukan asal tunjuk,” tutur Nahdiana.

Sedangkan menurut Uffie, teknologi pendidikan seperti Kelas Pintar justru akan mendukung pembelajaran tatap muka di masa pandemi baik di saat jam sekolah maupun di luar jam sekolah.

“Kelas Pintar merupakan Solusi Pendidikan Berbasis Teknologi, dan teknologi sendiri tidak terbatas dengan adanya pandemi atau berakhirnya pandemi. Sehingga pandemi bukan menjadi indikator hadirnya teknologi dalam dunia pendidikan. Pendidikan Berbasis Teknologi sudah menjadi bagian dari siswa dalam dunia pendidikan Indonesia dan telah dijalankan sampai dengan saat ini.”

 

 

 

vivo Y51 (2020, December)

3

Telko.id – Spesifikasi vivo Y51 (2020, December) bertumpu pada Snapdragon 665, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2020, December 03 ini dibekali sistem operasi Android 11, Funtouch 11 dan layar berukuran 6.58″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo Y51 (2020, December). Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Titanium Sapphire, Crystal Symphony) dan memiliki body berdimensi 163.9 x 75.3 x 8.4 mm (6.45 x 2.96 x 0.33 in) dengan berat 188 g (6.63 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi vivo Y51 (2020, December)

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 665 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.0 GHz Kryo 260 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 260 Silver) dan prosesor grafis / GPU Adreno 610. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.58″ Inch dengan jenis IPS LCD. Resolusi layarnya 1080×2408 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo Y51 (2020, December) sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Kamera vivo Y51 (2020, December)

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo Y51 (2020, December) :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 120˚, (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, f/2.4, (macro).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 16 MP, f/2.0, (wide), 1/3.06″ 1.0µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Snapdragon 888, Baru Saja Diluncurkan Apa Saja Kemampuannya?

0

Telko.id – Snapdragon 888, chipset yang baru diperkenalkan oleh Qualcomm dalam Snapdragon Tech Summit Digital 2020. Chipset berbasis 5G ini dijadikan oleh perusahaan chipset ini sebagai tolok ukur baru untuk smartphone pada tahun 2021 mendatang.

Platform baru ini mengemas inovasi seluler terdepan di industri dalam 5G, kecerdasan buatan (AI), game, dan teknologi kamera yang akan mengubah perangkat seluler premium menjadi kamera berkualitas profesional, asisten pribadi cerdas, dan rig gaming elit. Snapdragon 888 dengan konektivitas 5G yang canggih akan mengubah pengalaman seluler saat ini untuk mengantarkan masa depan mobilitas perusahaan, telepon video, permainan cloud berkualitas konsol, dan banyak lagi.

“Sejarah penemuan teknologi terobosan Qualcomm telah membuka jalan bagi kepemimpinan berkelanjutan kami di segmen seluler tingkat premium,” kata Alex Katouzian, wakil presiden senior dan manajer umum seluler, komputasi dan infrastruktur, Qualcomm Technologies, Inc.

Alex pun menyebutkan bahwa unggulan baru Platform Seluler Snapdragon 888 akan memungkinkan OEM untuk semakin membedakan perangkat mereka dan memungkinkan pengguna untuk merasakan teknologi seluler mutakhir.

Lalu seperti apa kemampuan Snapdragon 888 ini?

Konektivitas

Snapdragon 888 adalah platform tercanggih di dunia yang menerapkan 5G, memiliki kemampuan untuk koneksi dengan Wi-Fi 6 dan audio Bluetooth. Lalu memiliki sistem Modem-RF Snapdragon X60 5G generasi ke-3 yang terintegrasi memungkinkan dukungan untuk agregasi operator sub-6 5G dan mmWave untuk menghadirkan kecepatan 5G tercepat yang tersedia secara komersial di dunia, hingga 7,5 Gbps. Modem-RF System juga mendukung jangkauan superior di hampir semua jaringan utama di seluruh dunia – termasuk 5G nasional berkat penggunaan teknologi Dynamic Spectrum Sharing.

Snapdragon 888 juga unik karena mendukung multi-SIM 5G Global, yang memungkinkan untuk roaming internasional, mengelola nomor pribadi dan kantor di telepon yang sama, atau mengoptimalkan biaya langganan bulanan.

Plus, platform ini mencakup Sistem Konektivitas Seluler Qualcomm FastConnect 6900 yang baru-baru ini diluncurkan, mendukung kecepatan Wi-Fi 6 tercepat dari semua penawaran Wi-Fi seluler di industri (hingga 3,6 Gbps), serta kapasitas 6 GHz baru dengan Wi-Fi 6E. FastConnect 6900 juga menghadirkan kelas baru audio yang jernih, andal, dan responsif dengan dukungan untuk Bluetooth 5.2, antena Bluetooth ganda, suite Qualcomm aptX, audio siaran, dan modulasi lanjutan & pengoptimalan pengkodean.

Artificial Intelligent

Snapdragon 888 mengambil lompatan arsitektur terbesar dalam AI. Mesin Qualcomm AI generasi ke-6 yang sepenuhnya didesain ulang dengan prosesor Qualcomm Hexagon 780 baru memungkinkan pengalaman premium yang memadukan AI dengan kamera profesional, asisten suara pribadi, game elit, konektivitas secepat kilat, dan banyak lagi.

Snapdragon 888 pun menghadirkan efisiensi daya dan kinerja terdepan di industri dengan peningkatan kinerja hingga tiga kali lipat per watt dibandingkan generasi sebelumnya — semuanya dengan 26 TOPS yang mencengangkan.

Platform ini pun semakin disempurnakan dengan Qualcomm Sensing Hub generasi ke-2, yang mengintegrasikan prosesor AI berdaya rendah khusus untuk memungkinkan kasus penggunaan seperti layar terjaga, deteksi pengangkatan dan aktivitas, serta deteksi peristiwa audio. Ini dicapai dengan menggunakan kesadaran kontekstual dan menggabungkan aliran data baru seperti 5G, WiFi, dan Bluetooth.

Selain itu, perangkat lunak Qualcomm AI Engine Direct yang baru akan memberi pengembang fleksibilitas untuk menjalankan aplikasi bertenaga AI di perangkat generasi berikutnya dengan kecepatan penuh.

Kamera

Snapdragon 888 mengubah perangkat seluler menjadi kamera kualitas profesional. Menampilkan Qualcomm Spectra 580 ISP baru, platform ini adalah Snapdragon pertama dengan Prosesor Sinyal Tiga Gambar (ISP), yang mampu menangkap dari tiga kamera secara bersamaan dengan kecepatan pemrosesan yang sangat tinggi — hingga 2,7 gigapiksel per detik.

Anda pun dapat menikmati foto burst 120fps untuk menangkap bidikan aksi resolusi tinggi yang sangat cepat, atau merekam tiga video 4K HDR pada saat yang bersamaan. HDR 4K baru dengan perekaman video HDR komputasi memberikan peningkatan dramatis pada warna, kontras, dan detail.

Qualcomm Spectra 580 ISP juga meluncurkan arsitektur cahaya rendah yang baru, untuk foto yang lebih terang, bahkan dalam kondisi hampir gelap. Juga disertakan pengambilan foto dalam kedalaman warna 10-bit dalam format HEIF – sehingga Anda dapat mengambil foto dalam lebih dari satu miliar corak warna.

Gaming

Snapdragon 888 dipersenjatai dengan perlengkapan lengkap Qualcomm Snapdragon Elite Gaming. Di mana Anda dapat memanfaatkan kekuatan permainan yang sangat mulus pada grafik kualitas HDR tertinggi, dengan kemampuan tingkat desktop.

Snapdragon 888 pun menghadirkan Variable Rate Shading (VRS) untuk pertama kalinya ke perangkat seluler. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, VRS meningkatkan rendering game hingga 30% untuk pengalaman seluler yang paling imersif hingga saat ini, sekaligus meningkatkan daya.

Qualcomm Game Quick Touch meningkatkan daya tanggap hingga 20%, secara dramatis menurunkan latensi sentuh dan memberikan keuntungan tertinggi dalam game multipemain. Dengan kecepatan dan latensi rendah yang dihadirkan 5G dan Wi-Fi 6, gamer elit dapat bersatu atau bersaing secara real-time untuk persaingan global yang tak tertandingi.

Kinerja

Paket Snapdragon 888 dalam kemajuan arsitektur utama. Ini diproduksi menggunakan teknologi proses 5nm paling canggih, memungkinkan kinerja terobosan dan efisiensi daya yang unggul. Qualcomm Kryo 680 menghasilkan peningkatan hingga 25% dalam kinerja CPU secara keseluruhan dan memungkinkan frekuensi teratas hingga 2,84GHz.

Ini juga merupakan subsistem CPU komersial pertama yang didasarkan pada Arm Cortex-X1. Qualcomm Adreno 660 GPU mencapai lompatan kinerja terbesarnya, menghadirkan rendering grafis hingga 35% lebih cepat dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Lebih penting lagi, Kryo 680 dan Adreno 660 mampu mempertahankan kinerjanya dalam jangka waktu yang lama, yang merupakan ciri khas dari kinerja Snapdragon.

Keamanan

Snapdragon 888 mencakup banyak langkah keamanan untuk menjaga kerahasiaan data pengguna di perangkat termasuk Qualcomm Secure Processing Unit, Qualcomm Trusted Execution Environment, dan dukungan untuk Qualcomm Wireless Edge Services – layanan cloud yang dapat berinteraksi dengan Snapdragon untuk aplikasi dan layanan untuk mengukur keamanan perangkat dan koneksi nirkabelnya secara real-time untuk pengalaman yang aman. (Icha)

Sekolah Tatap Muka, GREDU Usulkan Blended Learning

0

Telko.id – Gredu Usulkan Blended Learning terkait adanya Surat Keputusan Bersama 4 Menteri yang baru saja dikeluarkan dan mengizinkan sekolah tatap muka di seluruh Indonesia mulai Semester Genap Tahun Ajaran 2020-2021.

Memang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan wewenang kepada Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah (Kanwil), dan Kementerian Agama untuk menentukan sekolah mana saja yang bisa melakukan kegiatan belajar tatap muka ini.

“Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di Indonesia, Gredu siap untuk selalu mendukung kebijakan dari pemerintah termasuk untuk pembelajaran tatap muka. Meski demikian perlu untuk tetap mempertimbangkan para siswa yang tidak dapat hadir di sekolah karena berbagai kendala. Oleh karena itu Gredu usulkan Blended Learning atau Sistem Belajar Campuran (SBC) untuk membantu pembelajaran tetap berlangsung secara efisien dan efektif,” ujar Rizky Anies, CEO Gredu.

Gredu usulkan Blended Learning ini karena masih ada sejumlah kendala yang akan dihadapi oleh sekolah yang membuka kelas tatap muka di awal tahun depan. Selain harus ketat dalam mengedepankan protokol kesehatan, sekolah perlu mengantongi izin dari Kepala Sekolah dan orang tua murid melalui komite sekolah.

Beberapa ketentuan lainnya yakni  sekolah hanya dapat diisi oleh maksimum 50% dari kapasitas dengan sistem rotasi atau shifting, orang tua memiliki hak untuk tidak mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Sementara itu, belum ada kepastian terkait status kehadiran bagi tenaga pendidik pada pembelajaran tatap muka.

Untuk itulah Gredu lebih mengandalkan Sistem Belajar Campuran (SBC) sebagai jembatan awal agar jadwal belajar dapat dilaksanakan bergiliran seperti piket. Sistem ini juga memastikan peserta didik akan memperoleh kualitas pembelajaran yang setara secara daring (online) atau luring (offline).

Dengan adanya SBC, Gredu berharap para tenaga pendidik tidak perlu harus mengajar dua kali atau kebingungan dalam menyeimbangkan kualitas pembelajaran ke siswa.

Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak April hingga Desember 2020, GREDU telah menambah kerja sama dengan lebih dari 300 sekolah di tanah air. Hal ini menunjukkan bahwa online platform yang mendukung terlaksananya PJJ memang dibutuhkan selama kondisi pandemi dan terbukti cukup efektif khususnya bagi masyarakat perkotaan. Di sisi lain, masyarakat mulai terbuka untuk belajar melek teknologi.

Gredu mengakui bahwa proses transisi untuk mengubah kebiasaan bersekolah secara konvensional menuju digital tidaklah mudah. Berdasar hasil penelusuran, kendala utama proses digitalisasi dipicu karena ketimpangan tingkat literasi digital dan kepemilikan gawai. Problem seperti ini terasa ketika Penilaian Tengah Semester (PTS) pada September 2020 silam.

Gawai yang tidak kompatibel, isu kuota dan kecepatan internet, serta pemahaman tentang aplikasi Gredu yang masih belum maksimal, menyebabkan proses PTS menjadi sedikit terhambat.

Guna mengatasi hambatan yang terjadi saat PTS berlangsung, Gredu telah melakukan penggalangan donasi gawai bagi peserta didik yang tidak mampu. Bersama Kitabisa.com dan Kumparan Derma, Gredu menggelar kampanye #UnitGawaiDarurat untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan aplikasi belajar online. Selain itu, Gredu juga mendirikan posko secara berkala untuk mengatasi permasalahan yang dialami pengguna, hingga membantu menyediakan materi cetak bagi sekolah yang mayoritas peserta didiknya belum memiliki gawai.

Pada Rabu (2/12), Gredu kembali menguji platformpendidikannya selama pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS). Di dua hari pertama, jumlah peserta didik yang mengerjakan PAS melalui platform Gredu tercatat mengalami kenaikan signifikan dibandingkan saat Penilaian Tengah Semester (PTS).

“Kondisi di lapangan sangat beragam sehingga masalah yang muncul pun pasti berbeda antara satu sekolah dengan lainnya. Namun kebanyakan berhubungan dengan problem infrastruktur, sehingga perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholderdi dunia pendidikan agar kita tetap bisa menyelanggarakan sistem belajar-mengajar yang berkelanjutan dengan sekolah tatap muka atau sistem belajar campuran, demi masa depan bangsa Indonesia,” tambah Rizky. (Icha)

Three Kingdoms: Quest of Infinity, Game Baru Keluaran Telkomsel ke – 5

0

Telko.id – Three Kingdoms: Quest of Infinity ini merupakan Game RPG Hero Collectors yang ramah bagi berbagai perangkat ini baru saja diluncurkan oleh Telkomsel. Game ini merupakan yang ketiga yang diluncurkan tahun ini dan kelima secara keseluruhan oleh Dunia Games Telkomsel didukung oleh Melon Indonesia.

Three Kingdoms: Quest of Infinity ini pun telah tersedia secara di Google Play Store mulai 1 Desember 2020 dan akan tersedia di App Store pada awal 2021.

“Three Kingdoms: Quest of Infinity siap memberikan tantangan baru bagi para penggemar mobile gaming di Indonesia melalui pertarungan penuh taktik yang disajikannya. Kehadiran game kelima dari Dunia Games ini menjadi bagian dari komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company dalam memberikan pilihan yang luas bagi pelanggan untuk mengekspresikan dirinya melalui aktivitas yang paling disuka di dunia maya, yang dalam hal ini adalah dengan bermain game,” ungkap Nirwan Lesmana, Vice President Digital Lifestyle.

Three Kingdoms: Quest of Infinity merupakan game RPG Hero Collectors yang menantang pemainnya untuk memenangkan pertempuran yang menghadang dengan mengumpulkan dan membangun karakter yang kuat. Ada lebih dari 100 karakter yang tersedia dan terbagi ke dalam empat kategori elemen, yaitu  Fire, Water, Nature, dan Dark. Tersedia juga berbagai mode permainan yang bisa dipilih pemain, mulai dari Campaign, EXP, Equipment, Evolve Material, Elite, Guild Dungeon, dan World Boss.

Three Kingdoms

“Selain kaya akan karakter dan mode permainan, Three Kingdoms: Quest of Infinity punya sistem pertempuran dan user interface yang sederhana sehingga memudahkan pemain memahami gameplay dengan cepat,” ujar Dedi Suherman, CEO Melon Indonesia.

Selain itu, ada banyak variasi equipment yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan karakter demi memenangkan lebih banyak pertempuran. Sebagai pelengkap, game menawarkan hadiah berlimpah bagi yang menyelesaikan misi harian.

Di samping itu, games juga menawarkan kualitas gambar dan frame rate yang memanjakan mata dan dapat disesuaikan dengan perangkat yang digunakan. Ukuran aplikasi dari game tersebut pun tidak lebih dari 100MB sehingga tidak memakan banyak memori.

Ditambah dengan batas minimum sistem operasi perangkat yang rendah, Android 4.3 dan iOS 8, game ini ramah bagi para penggemar mobile gaming dari berbagai kalangan.

Three Kingdoms: Quest of Infinity sudah membuka pra-registrasi bagi pengguna perangkat Android hingga 30 November 2020 yang lalu dan telah dirilis secara penuh di Google Play Store pada 1 Desember 2020. Dunia Games juga telah menjadwalkan Three Kingdoms: Quest of Infinity untuk tersedia di App Store dalam waktu dekat. Untuk perangkat Android dapat langsung mengunduh game Three Kingdoms: Quest of Infinity pada link berikut tsel.me/threekingdoms

“Three Kingdoms: Quest of Infinity yang dapat dimainkan oleh siapa saja membuat Telkomsel semakin antusias dalam menyambut kehadiran game tersebut. Ke depan, Telkomsel melalui Dunia Games akan terus bergerak maju menghadirkan lebih banyak game yang ramah bagi banyak perangkat sehingga bisa dinikmati banyak pencinta game di berbagai daerah di Indonesia,” kata Nirwan menutup.

Three Kingdoms: Quest of Infinity menjadi game kelima yang diluncurkan oleh Dunia Games setelah Kolak Express 3 (Juni 2020), Rise of Nowlin (Februari 2020), Lord of Estera (2019), dan ShellFire (2018). Selain konsisten sebagai penerbit game, Dunia Games juga aktif sebagai penyelenggara event game, penyedia payment gateway, serta platform media game dan esports di duniagames.co.id dan aplikasi Dunia Games yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store dan App Store. (Icha)

Infinix Zero 8i

0

Telko.id – Spesifikasi Infinix Zero 8i bertumpu pada Helio G90T, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2020, December 03 ini dibekali sistem operasi Android 10 dan layar berukuran 6.85″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Infinix memang belum secara resmi merilis harga Infinix Zero 8i. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Infinix Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Silver Diamond, Black Diamond) dan memiliki body berdimensi 168.7 x 76.1 x 9.1 mm (6.64 x 3.00 x 0.36 in) dengan berat 210.5 g (7.44 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Infinix Zero 8i

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Helio G90T yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.05 GHz Cortex-A76 & 6×2.0 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MC4. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.85″ Inch dengan jenis IPS LCD, 90Hz, 480 nits (typ). Resolusi layarnya 1080×2460 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Infinix Zero 8i sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/11.5 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Kamera Infinix Zero 8i

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Infinix Zero 8i :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), PDAF
    8 MP, 119˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, (depth)
    4th unknown camera.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 16 MP, f/2.0, (wide)
8 MP, f/2.2, 105˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur Dual-LED flash, HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 4K@30fps, 1080p@30/60fps.

Indosat Ooredoo Gelar IDCamp Virtual Bootcamp Untuk Disabilitas

0

Telko.id – Indosat Ooredoo gelar IDCamp Virtual Bootcamp Untuk Disabilitas yang diselenggarakan bertepatan dengan momen Hari Disabilitas Internasional setiap tanggal 3 Desember.

Bagi peserta IDCamp penyandang disabilitas terpilih, Indosat Ooredoo memberikan beasiswa pelatihan coding dalam alur belajar Front-End Web Developer. Pelatihan ini dilakukan melalui pertemuan tatap muka secara virtual mulai 30 November hingga 11 Desember 2020 mendatang.

Mereka akan belajar Dasar Pemrograman Web dengan didampingi secara virtual oleh tim instruktur dari Dicoding, sebagai satu-satunya Google Authorized Training Partner di Indonesia yang turut mengembangkan modul pelatihan coding di IDCamp.

Sejak diluncurkan pada tahun 2019 lalu, IDCamp didesain sebagai program pemberdayaan anak muda Indonesia berbasis teknologi digital yang sepenuhnya gratis dan inklusif, terbuka untuk semua orang, termasuk developer penyandang disabilitas. Indosat menilai bahwa teknologi digital dan coding akan membebaskan kita dari keterbatasan fisik, sehingga dapat membuka berbagai peluang di masa depan.

Baca juga : Indosat Ooredoo Virtual Hackathon, Tantang Talenta Muda Berinovasi

“Harapan kami, para peserta IDCamp Virtual Bootcamp untuk Disabilitas dapat menyelesaikan program ini dengan hasil terbaik dan tepat waktu, untuk kemudian melanjutkan pelatihan coding-nya ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

Inisiatif IDCamp sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Indosat Ooredoo di pilar Pendidikan dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Indonesia membutuhkan asupan 9 juta talenta digital hingga tahun 2030. Ini berarti kebutuhan per tahunnya mencapai 600 ribu, sementara jumlah ketersediaan talenta digital Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Guna membantu pemerintah memenuhi kebutuhan talenta digital, Indosat Ooredoo menyelenggarakan pelatihan coding yang sepenuhnya dilakukan online untuk mencetak developer-developer muda bersertifikasi global yang siap bersaing di era ekonomi digital.

Dengan persyaratan yang sangat mudah, WNI dengan usia maksimal 29 tahun, IDCamp selama 2 tahun berturut-turut telah memberikan beasiswa pelatihan coding secara online kepada lebih dari 64 ribu talenta muda Indonesia, termasuk diantaranya 109 developer penyandang disabilitas berhasil lulus menyandang sertifikasi coding tingkat pemula pada tahun 2019.

Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) 2020 yang telah digelar sejak 30 Maret lalu telah memberikan beasiswa pelatihan coding secara online kepada 38 ribu talenta muda Indonesia, atau meningkat hampir 50% dibandingkan tahun pertama pelaksanaannya di 2019, dengan jumlah peserta dari penyandang disabilitas sebesar 2,1%. Peserta IDCamp dari penyandang disabilitas didominasi dari kelompok usia 19-21 tahun sebanyak 34.4% dengan porsi peserta perempuan sebesar 14.5%.

Sebanyak 63.8% masih berprofesi sebagai pelajar dan mahasiswa, dimana hampir 15.7% diantaranya belum memiliki pekerjaan tetap. Hanya 10.8% saja yang tinggal di DKI Jakarta, sisanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, penyelanggaraan kampanye sosialisasi IDCamp di tahun keduanya ini sepenuhnya dilakukan secara online ditengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan IDCamp 2020 dilakukan secara virtual, mulai dari acara peluncuran program, roadshow kampanye sosialisasi ke SMK, universitas, dan komunitas developer, semuanya melalui sesi live streaming Youtube rutin tiap minggu yang telah ditonton rata-rata lebih dari 5 ribu views per sesinya. Kini pelatihan coding untuk developer penyandang disabilitas juga dilakukan secara virtual.

Saat ini alur belajar para peserta IDCamp terpilih telah sampai di tingkat expert dan professional. Berikutnya para peserta terbaik akan menjalani tahap kelulusan di bulan Maret 2021 mendatang dan berkesempatan untuk mendapatkan peluang kerja melalui jaringan Indosat Ooredoo dan Dicoding. (Icha)