spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 89

Lionel Chng, Jadi Direktur Marketing Telkomsel Gantikan Derrick Heng

0

Telko.id – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengumumkan perubahan susunan direksi. Lionel Chng ditetapkan sebagai Direktur Marketing baru, menggantikan Derrick Heng.

Penunjukan ini merupakan hasil kesepakatan antara pemegang saham Telkomsel, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. (Singtel).

Penugasan Lionel Chng secara resmi disahkan dalam Rapat Direksi Telkomsel yang digelar di Kantor Telkomsel Smart Office, Jakarta, pada Rabu (7/1/2026).

Perubahan kepemimpinan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan strategis dalam menjawab dinamika industri telekomunikasi yang terus berubah.

Abdullah Fahmi, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arah pemulihan sektor pasca konsolidasi. “Kompetisi kini bergeser ke pendekatan berbasis nilai, inovasi, dan pengalaman pelanggan,” ujarnya.

Dengan susunan baru ini, Telkomsel bertekad menjaga profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Lionel Chng bergabung ke Telkomsel melalui penugasan langsung dari Singtel. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Managing Director Customer Success di Singtel sejak 2023.

Latar belakang karirnya didominasi pengalaman di bidang penjualan, pemasaran, dan operasi di perusahaan teknologi global.

Ia pernah menduduki posisi Head of Sales Operations di HP Inc pada 2022-2023. Sebelumnya, dari 2019 hingga 2022, Chng menjadi Chief of Staff untuk Managing Director Greater Asia di perusahaan yang sama.

Pengalaman puncaknya di HP Inc adalah sebagai Managing Director untuk Singapura dari April 2016 hingga April 2019.

Content image for article: Lionel Chng Ditunjuk Jadi Direktur Marketing Telkomsel Gantikan Derrick Heng

Dari segi pendidikan, Lionel Chng menyandang gelar Marketing & Management Degree (Honors) dari University of Wisconsin-Madison yang diperoleh pada Mei 1993. Ia kemudian meraih gelar Masters of Business Administration dari University of Bath pada tahun 2002.

Dengan masuknya Lionel Chng, susunan lengkap Direksi Telkomsel per 7 Januari 2026 adalah sebagai berikut: Nugroho sebagai Direktur Utama, Daru Mulyawan (Direktur Finance & Risk Management), Stanislaus Susatyo (Direktur Sales), Indra Mardiatna (Direktur Network), Wong Soon Nam (Direktur Planning & Transformation), Joyce Shia (Direktur Information Technology), Lionel Chng (Direktur Marketing), dan Indrawan Ditapradana (Direktur Human Capital Management).

Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan fokus ke depan. Telkomsel akan mengakselerasi pertumbuhan dengan memperkuat konektivitas inti melalui investasi berkelanjutan di jaringan 4G dan 5G.

Ekspansi layanan konvergensi dan solusi digital untuk segmen konsumen dan enterprise juga menjadi prioritas.

Strategi lainnya adalah mengoptimalkan kapabilitas berbasis teknologi dan Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien.

Dengan pendekatan ini, Telkomsel bertekad menciptakan ekosistem yang sehat, mendukung transformasi digital nasional, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta seluruh pemangku kepentingan.

Industri telekomunikasi Indonesia memang tengah berada dalam fase transformasi pasca konsolidasi operator. Tekanan kompetisi mendorong perusahaan untuk berinovasi dan meningkatkan efisiensi.

Fokus perusahaan ke depan adalah menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan AI untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia.

Operasional perusahaan dijalankan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, dan berbagai kanal resmi lainnya. (Icha)

ASUS Perkenalkan Inovasi AI di CES 2026, Fokus Tiga Skenario Utama

0

Telko.id – ASUS secara resmi memperkenalkan rangkaian inovasi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dalam peluncuran virtual bertajuk “Always Incredible” menjelang ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.

Dalam pengumuman tersebut, ASUS menyoroti berbagai teknologi cerdas yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, membuka potensi kreativitas, dan menyempurnakan aktivitas sehari-hari pengguna.

Berlandaskan visi “Ubiquitous AI. Incredible Possibilities,” perusahaan menunjukkan bagaimana AI diterapkan secara menyeluruh di berbagai lini, mulai dari public dan private cloud, connected edge, hingga personal client.

Strategi AI ASUS mencakup tujuh skenario utama, namun pada CES 2026, fokus diberikan pada tiga area yang dinilai paling relevan bagi pengguna umum: Workspace AI, Creator AI, dan Everyday AI.

“Nilai sejati AI terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan pekerjaan, menginspirasi kreativitas, dan meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari,” ujar Samson Hu, Co-CEO ASUS, dalam pernyataan resminya.

“Di CES 2026, kami menunjukkan bagaimana arsitektur strategis yang komprehensif milik ASUS memimpin revolusi AI dengan menghadirkan pengalaman AI end-to-end yang benar-benar Always Incredible.”

ASUS juga memberikan gambaran mengenai ekosistem produk AI yang terus berkembang, mencakup PC desktop berperforma tinggi, laptop portabel berdesain ramping, hingga perangkat AI ringkas untuk mobilitas tinggi.

Seluruh inovasi ini dibangun di atas arsitektur strategis AI yang terintegrasi, memperluas keunggulan kompetitif ASUS di berbagai solusi.

Creator AI: Perpaduan Kreativitas dan Kekuatan AI

Melalui skenario Creator AI, ASUS memadukan perangkat keras berperforma tinggi dengan aplikasi AI eksklusif seperti StoryCube, MuseTree, dan Creator Hub.

Rangkaian produk ProArt dirancang untuk kebutuhan editing berat hingga pembuatan konten secara mobile, mengombinasikan kecepatan, kecerdasan, dan fleksibilitas.

Content image for article: ASUS Perkenalkan Inovasi AI Menyeluruh di CES 2026, Fokus pada Tiga Skenario Utama

ASUS memperkenalkan Zenbook DUO terbaru yang menghadirkan definisi baru untuk alur kerja dua layar. Laptop ini dibekali dua layar 14 inci ASUS Lumina Pro OLED dengan engsel inovatif yang mengurangi jarak antar layar hingga 70%.

Ditenagai prosesor hingga Intel® Core™ Ultra X9 Series 3 dengan NPU hingga 50 TOPS, Zenbook DUO menawarkan performa grafis setara discrete GPU dalam format portabel.

Kolaborasi dengan GoPro melahirkan ProArt GoPro Edition (HN7306), perangkat portabel all-in-one untuk kreator mobile. Laptop convertible 13 inci ini ditenagai prosesor AMD Ryzen™ AI Max+ 395 serta memori unified hingga 128GB.

Keunggulan utamanya adalah GoPro Hotkey khusus untuk akses instan ke GoPro Cloud dan GoPro Player, serta aplikasi StoryCube untuk pengelolaan file media yang terstruktur.

Untuk kreator yang mengutamakan mobilitas ekstrem, ASUS meluncurkan ProArt PZ14 (HT7407), tablet kreator paling bertenaga yang pernah dihadirkan. Perangkat ini menggunakan prosesor Snapdragon® X2 Elite 18-core dengan kapabilitas AI processing hingga 80 TOPS dan menawarkan Copilot+ PC Experiences.

Dengan bobot hanya 0,79 kg dan ketebalan 9 mm, tablet ini telah lolos uji ketahanan MIL-STD-810H. Inovasi dalam lini kreator ini semakin mengukuhkan posisi ASUS sebagai pemain kunci, seperti yang juga terlihat pada peluncuran ASUS ProArt P16 sebelumnya.

Everyday AI: Kehidupan Sehari-hari yang Lebih Cerdas

Skenario Everyday AI diwujudkan melalui perangkat berbasis AI yang intuitif dan responsif, dirancang untuk terintegrasi dengan aktivitas harian. ASUS Zenbook A14 (UX3407) menjadi salah satu perwujudannya, dengan bobot di bawah 1 kg dan material Ceraluminum.

Laptop ini ditenagai prosesor Snapdragon® X2 Elite 18-core dengan NPU 80 TOPS, mendukung multitasking berbasis AI serta Copilot+ PC Experiences, dengan daya tahan baterai hingga 35 jam.

Untuk pengguna yang membutuhkan layar lebih besar tanpa mengorbankan portabilitas, hadir ASUS Zenbook A16.

Dengan bobot 1,2 kg dan layar 16 inci OLED 3K, laptop ini menggunakan prosesor Snapdragon® X2 Elite Extreme 18-core dengan NPU 80 TOPS, diklaim sebagai laptop Snapdragon tercepat dan paling bertenaga saat ini. Material Ceraluminum dan teknologi Smudge-Free diterapkan untuk ketahanan dan kebersihan tampilan.

ASUS juga memperkenalkan all-in-one Copilot+ PC pertama di dunia, ASUS V400 AiO (VM441QA), yang ditenagai Snapdragon® X. Perangkat dengan layar 24 inci ini menawarkan performa senyap untuk multitasking dan fitur Copilot AI dengan akselerasi on-device hingga 45 TOPS.

Untuk pasar desktop rumahan, lini ASUS V Series Home Desktop terbaru menghadirkan desain yang menyatu dengan estetika interior modern, didukung prosesor Intel® atau AMD Ryzen™ terbaru, termasuk Ryzen™ AI 7 dengan NPU lebih dari 50 TOPS.

Kehadiran berbagai laptop AI dengan NPU berperforma tinggi ini sejalan dengan tren pasar yang sedang berkembang. ASUS sendiri disebutkan telah menguasai 60% pasar Copilot+ PC di Indonesia dengan laptop AI 45+ TOPS, menunjukkan adopsi teknologi ini yang semakin meluas.

Pertumbuhan ekosistem AI on-device ini juga didukung oleh perkembangan infrastruktur pendukung, seperti proyeksi pasar chipset global 5G yang akan mencapai $21,99 miliar pada tahun 2026.

Peluncuran inovasi AI menyeluruh oleh ASUS di CES 2026 ini menandai babak baru di mana kecerdasan buatan tidak lagi menjadi fitur tambahan, melainkan fondasi utama dalam mendesain pengalaman pengguna.

Dengan fokus pada peningkatan produktivitas, kreativitas, dan kenyamanan hidup sehari-hari, ASUS berupaya menjadikan teknologi AI lebih mudah diakses dan bermanfaat secara konkret bagi pengguna di berbagai segmen. (Icha)

Ekosistem Terbuka Jadi Kunci Home AI Samsung

Telko.id – Samsung Electronics memulai rangkaian acara Tech Forum di CES 2026 dengan menggelar diskusi panel yang mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas masa depan rumah pintar.

Forum bertajuk “When Everything Clicks: How Open Ecosystems Deliver Impactful AI” ini menekankan bahwa interoperabilitas dan ekosistem terbuka menjadi kunci untuk menghadirkan kecerdasan buatan (AI) rumah tangga yang lebih optimal, aman, dan berdampak nyata.

Dalam sesi yang digelar di The Wynn, Las Vegas, Nevada, pada 6 Januari 2026, para panelis sepakat bahwa era berikutnya dari kecerdasan rumah harus dibangun di atas kolaborasi lintas merek dan industri.

“Rumah adalah tempat paling personal dalam hidup kita, sehingga Home AI harus dipercayai, secara senyap, penuh hormat, dan dengan nilai yang benar-benar bisa dirasakan pengguna,” ujar Yoonho Choi, President & Chair of the Board Home Connectivity Alliance sekaligus Head of Strategic Alliances di Samsung Electronics.

Choi menambahkan bahwa hal ini membutuhkan interoperabilitas lintas brand, agar rumah dapat bekerja sebagai satu sistem yang kohesif, bukan sekadar kumpulan fitur terpisah.

Melalui kerja sama dengan HCA dan berbagai mitra industri, Samsung bertujuan mengubah keterbukaan menjadi hasil konkret berupa rumah yang lebih aman, rutinitas yang sederhana, serta penghematan energi yang terukur, yang dibangun atas dasar transparansi dan persetujuan pengguna.

Samsung menyoroti bahwa lebih dari 500 juta pengguna telah menjadi bagian dari komunitas SmartThings, menjadikannya salah satu ekosistem connected home terbesar di dunia.

Fondasi ini memungkinkan perusahaan merancang pengalaman AI yang terkoordinasi lintas perangkat dan layanan, sehingga nilai yang dihadirkan terasa alami dan intuitif bagi pengguna.

Michael Wolf, pendiri dan editor-in-chief The Spoon, yang hadir sebagai panelis, menekankan pentingnya menghadirkan manfaat nyata.

“Dalam konteks ini, tidak ada area yang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan dapur yang terhubung secara menyeluruh, yang memungkinkan pengguna memahami isi kulkas mereka sekaligus terhubung dengan jaringan air dan pemanas, sehingga tercipta pemahaman yang lebih holistik dan memungkinkan tindakan pencegahan,” jelas Wolf.

Content image for article: Samsung Tekankan Ekosistem Terbuka untuk Home AI Optimal di CES 2026

Kolaborasi Lintas Industri Hasilkan Manfaat Terukur

Diskusi panel juga menggarisbawahi bagaimana ekosistem terbuka memungkinkan terciptanya manfaat yang terukur bagi konsumen melalui kemitraan strategis.

Samsung mencontohkan kolaborasinya dengan Hartford Steam Boiler (HSB) sebagai contoh pertama di industri tentang pemanfaatan data smart home secara bertanggung jawab untuk menghasilkan dampak finansial langsung.

“Kita berada pada titik di mana connected home dapat terintegrasi secara seamless ke dalam gaya hidup pengguna, yang kemudian membangun kepercayaan terhadap perangkat smart home dan menghadirkan manfaat langsung bagi konsumen,” ujar Jed Usich, Senior Vice President of Strategic Growth Solutions di HSB.

“Melalui kemitraan dengan Samsung, kami membangun jembatan ke industri asuransi yang mengubah datapoint sederhana menjadi penghematan nyata bagi konsumen,” ujar Jed Usich menambahkan.

Pendekatan kolaboratif semacam ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem yang berkelanjutan dan berdampak, di mana teknologi tidak hanya cerdas tetapi juga membawa nilai tambah yang konkret bagi pengguna akhir dan lingkungan sekitarnya.

Masa Depan Home AI: Manusiawi dan Terintegrasi

Sepanjang diskusi, para panelis menekankan bahwa kesuksesan Home AI terletak pada kemampuannya untuk terasa emosional dan menyatu secara alami ke dalam rutinitas sehari-hari.

Desain, pemahaman perilaku, dan storytelling dinilai memiliki peran krusial dalam menjadikan perangkat terhubung sebagai pendamping yang dapat diandalkan dan tidak intrusif.

Para ahli sepakat bahwa masa depan Home AI bergantung pada tiga pilar utama: interoperabilitas, penggunaan data yang bertanggung jawab, serta kolaborasi lintas industri.

Tujuannya adalah memastikan intelligent home dapat menghadirkan nilai nyata tanpa mengorbankan kepercayaan dan privasi pengguna.

Komitmen terhadap pengembangan ekosistem terbuka ini juga tercermin dalam berbagai inisiatif lain di industri teknologi, seperti yang dilakukan melalui program pengembangan bakat dan startup untuk mendorong inovasi berkelanjutan.

Samsung menyatakan akan terus fokus membangun ekosistem terbuka yang menjadikan connected living lebih sederhana, aman, dan bermakna.

Dengan lebih dari satu dekade kepemimpinan dalam connected living, Samsung berkeyakinan bahwa ketika semua perangkat dan layanan dari berbagai merek dapat terhubung dan bekerja selaras, Home AI akan benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari penggunanya.

Perjalanan membangun rumah pintar yang ideal, sebagaimana upaya membangun komunitas yang sehat dan berdaya, memerlukan fondasi kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. (Icha)

Komdigi Dalami Dugaan Penyalahgunaan Grok AI untuk Konten Asusila

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) tengah menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan Grok AI di platform X.

Teknologi ini diduga dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila, termasuk manipulasi foto pribadi tanpa persetujuan pemiliknya.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan Grok AI belum memiliki pengaturan eksplisit untuk mencegah pembuatan dan distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia. Kondisi ini berpotensi melanggar hak privasi dan hak atas citra diri seseorang.

“Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi. Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Kemkomdigi menilai manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar persoalan kesusilaan. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya yang dapat menimbulkan kerugian psikologis, sosial, dan merusak reputasi.

Alexander menegaskan, Kemkomdigi saat ini berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memastikan tersedianya mekanisme perlindungan yang efektif.

Langkah tersebut mencakup penguatan sistem moderasi konten, pencegahan pembuatan deepfake asusila, serta prosedur penanganan cepat atas laporan pelanggaran.

Kewajiban PSE dan Ancaman Sanksi

Kementerian mengingatkan bahwa kewajiban kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan Indonesia melekat pada seluruh PSE yang beroperasi di wilayah Indonesia. Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Kemkomdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif hingga pemutusan akses layanan.

“Setiap PSE wajib memastikan bahwa teknologi yang mereka sediakan tidak menjadi sarana pelanggaran privasi, eksploitasi seksual, maupun perusakan martabat seseorang,” tegas Alexander Sabar.

Kemkomdigi juga menegaskan bahwa penyedia layanan kecerdasan buatan maupun pengguna yang terbukti memproduksi dan/atau menyebarkan konten pornografi atau manipulasi citra pribadi tanpa hak dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau pidana sesuai hukum yang berlaku.

Kasus Grok AI Bikin Gaduh, Disalahgunakan untuk Konten Sensitif ini menjadi perhatian serius regulator.

Landasan Hukum yang Menguat

Posisi hukum Indonesia dalam menangani konten semacam ini semakin kuat sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pada 2 Januari 2026. Konten pornografi diatur antara lain dalam Pasal 172 dan Pasal 407 KUHP.

Pasal 172 mendefinisikan pornografi sebagai media yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan.

Sementara itu, Pasal 407 mengancam pelaku dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 10 tahun atau pidana denda.

Alexander menambahkan, masyarakat yang menjadi korban manipulasi foto, deepfake asusila, atau pelanggaran hak citra diri dapat menempuh upaya hukum.

Mekanisme yang tersedia termasuk pelaporan kepada aparat penegak hukum dan pengaduan langsung kepada Kemkomdigi melalui kanal aduan yang disediakan.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menggunakan teknologi akal imitasi secara bertanggung jawab. Ruang digital bukan ruang tanpa hukum, ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi,” pesan Alexander.

Insiden ini menyoroti tantangan regulasi teknologi AI yang berkembang pesat. Kemampuan AI seperti Grok, yang dikenal dengan karakter “nakal” dan interaktif, ternyata juga rentan disalahgunakan untuk tujuan yang melanggar hukum dan norma.

Pengawasan terhadap perilaku AI yang terkadang menunjukkan perilaku janggal menjadi semakin krusial.

Langkah Kemkomdigi ini juga terjadi dalam konteks dinamika industri teknologi global yang sedang memanas, termasuk perseteruan antara pemilik X, Elon Musk, dengan perusahaan teknologi lain, seperti yang terlihat dalam kasus Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI Soal Integrasi ChatGPT di iPhone.

Koordinasi intensif dengan PSE diharapkan dapat segera menghasilkan mekanisme teknis yang mampu mencegah penyalahgunaan serupa di masa depan.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan atau menjadi korban konten ilegal di ruang digital. (Icha)

Xiaomi Selesaikan Rollout HyperOS 3, 90% Perangkat Sudah Diupdate

0

Telko.id – Xiaomi telah menyelesaikan proses distribusi besar-besaran HyperOS 3, dengan sekitar 90% perangkatnya telah menerima update berbasis Android 15 tersebut.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa hanya tersisa sejumlah kecil model yang masih dalam antrian untuk mendapatkan update over-the-air (OTA) final, menandai akhir dari fase roll-out yang dimulai sejak September 2025.

Kecepatan deployment software ini dinilai sangat impresif, mengingat cakupan perangkat Xiaomi yang sangat luas, dari flagship hingga model entry-level.

Strategi ini merupakan bagian dari upaya Xiaomi membangun ekosistem terintegrasi melalui Xiaomi HyperConnect, yang bertujuan memastikan integrasi perangkat keras dan lunak yang mulus tanpa fragmentasi.

Daftar perangkat yang masih menunggu update final mencakup berbagai seri, termasuk beberapa model yang awalnya dipasarkan dengan merek Redmi di China dan kini mendapatkan update sebagai seri POCO atau Xiaomi T di pasar global.

Perangkat seperti Xiaomi 12, 12 Pro, 12S Ultra, serta model dari lini POCO seperti F5 dan F5 Pro, serta Redmi 15 termasuk dalam daftar penyelesaian ini.

HyperOS 3 membawa sejumlah peningkatan signifikan, termasuk fungsionalitas AI mutakhir dan antarmuka baru yang diinspirasi oleh kesederhanaan iOS.

Update ini juga menitikberatkan pada keamanan dan optimasi antarmuka, dengan siklus pembaruan yang jauh lebih cepat dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kecepatan ini menjadi nilai jual yang membantu Xiaomi tetap kompetitif di pasar smartphone yang padat.

Bagi pengguna yang ingin memeriksa status update perangkat mereka, Xiaomi menyediakan hub khusus yang dapat diakses publik.

Melalui HyperOS 3 Status Page, pengguna dapat melacak progres update untuk model tertentu, termasuk yang masih dalam tahap alpha dan beta. Informasi ini memberikan transparansi dan kepastian kepada konsumen mengenai jadwal penerimaan update.

Selain itu, tersedia aplikasi utilitas bernama MemeOS Enhancer di Google Play Store. Aplikasi ini dirancang untuk penggemar yang ingin mengakses fitur-fitur tersembunyi di perangkat Xiaomi, melakukan update manual aplikasi sistem, serta menerima pembaruan lebih awal.

Keberadaan alat semacam ini menunjukkan pendekatan Xiaomi yang melibatkan komunitas dalam pengembangan software-nya.

Kesuksesan rollout HyperOS 3 ini tidak terlepas dari komitmen Xiaomi dalam menyediakan dukungan perangkat lunak jangka panjang.

Update besar yang berbasis Android 15 ini menjadi fondasi untuk pengalaman pengguna yang lebih kohesif di seluruh portfolio produknya, termasuk smartphone dan tablet seperti Xiaomi Pad dan Redmi Pad SE.

Pencapaian ini sekaligus menjadi persiapan untuk siklus update berikutnya. Dengan mayoritas perangkat telah beralih ke HyperOS 3, fokus pengembangan dapat bergeser ke penyempurnaan dan persiapan untuk versi HyperOS di masa depan.

Beberapa model flagship terbaru, seperti yang tercakup dalam Xiaomi 15T Series, diharapkan dapat menerima dukungan update yang konsisten.

Langkah Xiaomi ini mendapat perhatian mengingat tantangan update software di industri Android seringkali diwarnai dengan keterlambatan dan fragmentasi.

Kemampuan Xiaomi untuk mendistribusikan update besar ke sebagian besar portofolionya dalam kurun waktu relatif singkat menunjukkan peningkatan kapabilitas teknis dan logistik perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan dalam hal dukungan software dibandingkan pesaing utama.

Implikasi dari penyelesaian rollout ini adalah meningkatnya konsistensi pengalaman pengguna di ekosistem Xiaomi. Dengan basis software yang lebih seragam, integrasi antar perangkat Xiaomi melalui HyperConnect diharapkan menjadi lebih optimal.

Pengguna juga dapat mengharapkan keamanan yang lebih baik berkat pembaruan patch keamanan yang lebih cepat, sebagaimana yang dijanjikan dalam siklus update yang dipercepat.

Bagi pengguna yang perangkatnya termasuk dalam daftar akhir, disarankan untuk secara berkala memeriksa pengaturan sistem untuk update OTA atau memantau pengumuman resmi.

Proses update di tahap akhir ini biasanya berjalan lancar, mengingat mayoritas masalah teknis telah diidentifikasi dan diselesaikan selama fase roll-out massal sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Xiaomi 14 Ultra, update global biasanya mengikuti pola yang terstruktur.

Dengan ditutupnya chapter besar rollout HyperOS 3 ini, Xiaomi mengalihkan sumber dayanya untuk pengembangan fitur dan optimasi berkelanjutan.

Fokus berikutnya kemungkinan adalah menyempurnakan fitur AI dan stabilitas sistem, sekaligus mempersiapkan landasan untuk adopsi Android versi berikutnya.

Pembaruan seperti HyperOS 3 update November yang membawa fitur AI Foto dan Super Island adalah contoh dari penyempurnaan berkelanjutan tersebut.

Penyelesaian proyek update besar ini menegaskan posisi Xiaomi sebagai salah satu vendor yang aktif dalam menghadirkan pembaruan software kepada basis pengguna yang luas.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan nilai produk Xiaomi di pasar, di tengah persaingan yang semakin mengedepankan pengalaman software yang mulus dan dukungan jangka panjang. (Icha)

Xiaomi MIX Alpha, Fondasi Smartphone Masa Depan Hingga 2030

0

Telko.id – Xiaomi MIX Alpha, konsep smartphone dengan rasio layar 180,6% yang diluncurkan pada 2019, kini dipandang sebagai fondasi utama bagi visi perangkat komputasi masa depan perusahaan.

Menurut analisis internal, inovasi dari ponsel konsep tersebut membuka jalan menuju era di mana perangkat utama pengguna akan berbentuk selembar kaca pintar transparan pada tahun 2030.

MIX Alpha, yang pernah dijual dengan harga sekitar 2.800 dolar AS di China, menampilkan desain “surround display” yang hampir sepenuhnya merupakan layar.

Bingkai terbuat dari paduan titanium dan strip belakang keramik yang diproses secara presisi. Konsep ini secara efektif menghilangkan kebutuhan akan bingkai samping dan tombol fisik, karena zona layar aktif dapat menggantikan fungsinya.

“Pendekatan konseptual MIX Alpha memberikan dasar inovasi untuk sepuluh tahun ke depan,” tulis sebuah laporan yang mengutip visi perusahaan.

Laporan tersebut menegaskan bahwa perangkat dapat berfungsi dengan sempurna tanpa kendala struktural tradisional, membuktikan bahwa masa depan perangkat keras akan memudar dan yang tersisa hanyalah layar.

Perjalanan menuju visi 2030 ini akan melalui beberapa fase mekanis yang menantang. Menjelang akhir 2026, Xiaomi diproyeksikan akan meluncurkan smartphone lipat tiga pertama yang dinamai “MIX”.

Perangkat ini dikabarkan akan memiliki layar fleksibel besar berukuran 11,5 inci dan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite generasi berikutnya.

Fase berikutnya, yang disebut “Project Zhuque”, digambarkan sebagai “langkah inovasi berikutnya” yang akan menghasilkan smartphone tanpa tombol dan tanpa port.

Proyek ini bertujuan untuk mengintegrasikan kamera di bawah layar dan kemampuan pengisian daya nirkabel mutakhir untuk mewujudkan konsep “kaca pintar” yang mulus.

Untuk mendukung perangkat transparan dengan desain all-screen, diperlukan kemampuan komputasi khusus yang melibatkan proyeksi cahaya dan antarmuka holografik. Kebutuhan ini akan dipenuhi oleh chipset XRING O1 buatan internal Xiaomi.

Chipset berproses 3nm dengan 19 miliar transistor ini dirancang untuk menangani beban kerja AI berat yang diproyeksikan akan muncul pada tahun 2030.

Flagship Xiaomi yang diramalkan hadir pada 2030 disebut-sebut akan menjadi perpaduan sempurna antara estetika MIX Alpha dan kemampuan komputasi XRING O1.

Hasilnya adalah sebuah perangkat di mana perangkat keras menjadi tidak terlihat, dan satu-satunya elemen yang terlihat adalah fungsionalitasnya.

Inovasi sistem operasi, seperti Xiaomi HyperOS, juga dianggap sebagai bagian dari milestone penting menuju tujuan tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen Xiaomi dalam mendorong batas-batas desain smartphone. Langkah strategis ini juga didukung oleh kinerja keuangan yang solid, seperti yang terlihat dari pencapaian pendapatan triliunan rupiah pada kuartal sebelumnya, yang memberikan ruang gerak untuk investasi dalam penelitian dan pengembangan jangka panjang.

Sementara fokus pada inovasi tinggi berlanjut, Xiaomi juga tetap memperkuat lini produk massalnya. Baru-baru ini, perusahaan mengonfirmasi kehadiran Redmi Note 14 Series di Indonesia, menunjukkan strategi ganda: mempertahankan pasar mainstream sambil bersiap untuk lompatan teknologi di masa depan.

Selain smartphone, ekspansi ke perangkat wearable dan AI juga terus digencarkan, termasuk persiapan untuk peluncuran kacamata AI yang dapat menjadi bagian dari ekosistem perangkat pintar masa depan.

Visi menuju smartphone transparan pada 2030 ini bukan hanya tentang menghilangkan komponen fisik, tetapi juga tentang mengubah fundamental interaksi antara pengguna dan teknologi.

Jika terwujud, konsep ini akan merevolusi cara kita menggunakan perangkat komputasi sehari-hari, menjadikannya lebih intuitif dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar. (Icha)

Redmi Pad 2 Pro Siap Bawa Layar 12,1 Inci dan Baterai 12.000 mAh

0

Telko.id – Xiaomi secara resmi memperluas jajaran tabletnya di pasar global dengan meluncurkan Redmi Pad 2 Pro.

Perangkat terbaru ini hadir dengan kombinasi performa tangguh dan daya tahan baterai yang sangat lama, menawarkan solusi bagi pengguna yang membutuhkan perangkat media dan produktivitas yang andal.

Redmi Pad 2 Pro langsung mencuri perhatian dengan layar berukuran besar 12,1 inci dan ditenagai oleh chipset Snapdragon 7s Gen 4 dari Qualcomm.

Peluncuran global ini menandai langkah strategis Xiaomi dalam memperkuat posisinya di segmen tablet mid-range yang kompetitif.

Spesifikasi utama yang diusung tablet ini dirancang untuk pengalaman multimedia yang imersif dan multitasking yang lancar. Dengan baterai berkapasitas sangat besar, Redmi Pad 2 Pro menjanjikan penggunaan yang lebih tahan lama dibandingkan banyak pesaing di kelasnya.

Layar Besar dan Performa Mumpuni untuk Segala Aktivitas

Perangkat ini mengandalkan panel LCD berukuran 12,1 inci dengan resolusi 2.5K. Rasio aspek 16:10 pada layar ini dioptimalkan untuk menonton konten video definisi tinggi maupun membaca dokumen atau buku digital.

Teknologi layarnya juga dilengkapi dengan refresh rate 120Hz yang membuat navigasi antarmuka dan scrolling terasa lebih halus.

Dukungan warna 10-bit dan Dolby Vision pada layar dengan kecerahan puncak 600 nits memastikan kualitas visual yang tajam dan detail, bahkan saat digunakan di bawah cahaya terang.

Kombinasi spesifikasi layar ini menjadikannya salah satu keunggulan utama perangkat, sebagaimana juga terlihat pada varian REDMI 15C yang mengutamakan pengalaman visual.

Di balik layarnya, performa tablet ini ditopang oleh chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 yang diproduksi dengan proses 4nm. Chipset ini memiliki inti performa utama (super core) A720 yang berjalan pada kecepatan 2,7 GHz, dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks dengan efisien.

Untuk mendukung multitasking, perangkat ini tersedia dalam konfigurasi memori 6 GB atau 8 GB RAM tipe LPDDR4X dan penyimpanan internal 256 GB berbasis UFS 2.2.

Daya Tahan Ekstrem dan Fitur Pengisian Daya

Salah satu fitur paling menonjol dari perangkat ini adalah baterai berkapasitas raksasa 12.000 mAh. Kapasitas sebesar ini diklaim mampu memberikan daya tahan standby hingga lebih dari 83 hari, mengubah tablet menjadi perangkat yang sangat tahan lama untuk perjalanan atau penggunaan sehari-hari tanpa sering mengisi daya. Untuk mengisi baterai besar tersebut, tablet telah mendukung pengisian cepat 33W.

Lebih menarik lagi, perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur reverse charging 27W melalui port USB Type-C-nya. Fitur ini memungkinkan tablet berfungsi sebagai power bank untuk mengisi ulang perangkat mobile lain seperti smartphone atau earphone, menambah nilai kegunaannya. Tren baterai besar ini juga terlihat pada rumor perangkat lain seperti vivo X300s yang dikabarkan membawa baterai 7.000 mAh.

Pada sisi perangkat lunak, smartphone ini berjalan menggunakan Xiaomi HyperOS, menyediakan pengalaman pengguna yang terintegrasi dengan ekosistem produk Xiaomi lainnya. Sistem operasi ini membawa berbagai optimasi untuk performa dan efisiensi daya, yang sangat cocok dengan konfigurasi hardware yang diusung tablet ini.

Redmi Pad 2 Pro telah resmi tersedia di pasar Hong Kong dengan harga yang kompetitif. Xiaomi menawarkan dua varian: versi standar dan ‘Soft Light Edition’ yang secara khusus dirancang untuk mengurangi ketegangan mata selama penggunaan lama.

Kehadiran varian khusus ini menunjukkan perhatian brand terhadap kenyamanan pengguna dalam berinteraksi dengan perangkat. Sebelumnya, Redmi Pad 2 Pro resmi rilis 7 November dengan spesifikasi yang mengesankan ini.

Peluncuran global perangkat ini memperketat persaingan di segmen tablet mid-to-high range. Dengan fokus pada layar besar, performa solid, dan daya tahan baterai yang luar biasa, tablet ini menawarkan proposisi nilai yang kuat bagi konsumen yang mencari perangkat serba bisa untuk kerja dan hiburan.

Ketersediaannya di lebih banyak pasar global dalam waktu dekat akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Xiaomi untuk merebut pangsa pasar. (Icha)

Honor Magic 8 Air: Lebih Ringan dari iPhone dan Samsung

0

Telko.id – Honor bersiap meluncurkan ponsel premium tipis dan ringan terbarunya, Magic 8 Air. Perangkat ini telah diunggah oleh Presiden Honor di Weibo, yang menyebutnya menggabungkan fitur Pro dan Air.

Berdasarkan bocoran, Magic 8 Air diklaim memiliki keunggulan bobot dibandingkan pesaing langsungnya, iPhone Air dan Samsung Galaxy S25 Edge.

Tipster terkenal UniverseIce membagikan render skematis untuk Magic 8 Air. Render tersebut menunjukkan desain belakang dari aluminium brushed dengan modul kamera berbentuk visor yang mirip dengan seri Google Pixel.

Namun, gambar ini masih berupa render dan desain final perangkat mungkin akan berbeda. Dalam unggahan yang sama, UniverseIce mengungkap bahwa ketebalan Magic 8 Air akan mencapai 6,3 mm. Angka ini lebih tebal dibandingkan iPhone Air (5,6 mm) dan Galaxy S25 Edge (5,8 mm).

Honor Magic 8 Air render

Meski lebih tebal, Honor Magic 8 Air diproyeksikan lebih ringan. Menurut bocoran, bobotnya hanya 158 gram. Sebagai perbandingan, iPhone Air memiliki bobot 165 gram dan Galaxy S25 Edge seberat 163 gram.

Klaim keunggulan berat ini juga diperkuat oleh unggahan Li Kun, Manajer Produk Honor. Ia membagikan gambar yang menunjukkan Magic 8 Air dan iPhone Air diletakkan di atas timbangan, yang mengonfirmasi bobot Magic 8 Air yang lebih ringan.

iPhone Air (left) and Honor Magic 8 Air (right)

Spesifikasi lain yang beredar menyebutkan Honor Magic 8 Air akan dibekali layar berukuran 6,31 inci. Untuk performa, ponsel ini dikabarkan akan menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500.

Sisi ketahanan daya ditangani oleh baterai berkapasitas 5.500 mAh yang didukung pengisian cepat 80W. Rencananya, perangkat ini akan diluncurkan di China pada akhir bulan ini.

Strategi Honor dengan Magic 8 Air ini menunjukkan fokus pada pasar ponsel premium yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan kapasitas baterai besar.

Pendekatan ini sejalan dengan tren perangkat tipis dan ringan yang tetap menawarkan ketahanan baterai lama, seperti yang juga terlihat pada Honor X7d yang baru-baru ini dirilis. Persaingan di segmen “Air” atau ultra-tipis semakin ketat dengan kehadiran pemain baru.

Kehadiran Honor Magic 8 Air akan menambah dinamika persaingan di segmen ponsel premium tipis. Dengan kombinasi chipset flagship, baterai besar, dan bobot ringan, Honor berusaha menawarkan proposisi nilai yang berbeda.

Peluncuran resminya nanti akan menjawab bagaimana performa dan harga yang ditawarkan untuk bersaing langsung dengan iQOO Neo11 yang juga mengusung spesifikasi tinggi, serta rival dari merek lain seperti Motorola X70 Air Pro yang dikabarkan akan datang. (Icha)

Samsung Galaxy Book6 Series, Berbekal Intel 18A dan Baterai Tahan 30 Jam!

Telko.id – Samsung secara resmi memperkenalkan jajaran laptop Galaxy Book6 terbarunya di ajang CES 2026. Seri ini, yang terdiri dari model Galaxy Book6, Galaxy Book6 Pro, dan Galaxy Book6 Ultra, menjadi yang pertama mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3 generasi terbaru yang dibangun dengan teknologi node 18A (1.8nm).

Kombinasi chipset mutakhir dengan sistem pendingin yang ditingkatkan menjanjikan kinerja lebih tinggi, suhu lebih dingin, dan daya tahan baterai yang lebih panjang.

Dalam pengumumannya, Samsung menyoroti lompatan performa yang signifikan. Prosesor Intel Core Ultra Series 3 baru ini menawarkan hingga 16 core (P-core dan E-core) dengan janji peningkatan performa CPU hingga 60% dibanding generasi sebelumnya, didukung oleh Neural Processing Unit (NPU) 50 TOPS.

“Galaxy Book6 series menghadirkan pengalaman komputasi AI yang lebih powerful dan efisien berkat arsitektur Intel terbaru,” jelas pernyataan Samsung.

Seri ini menawarkan pilihan ukuran dan konfigurasi yang beragam. Model flagship, Galaxy Book6 Ultra, hanya tersedia dalam ukuran 16 inci. Sementara itu, Galaxy Book6 Pro dan model standar Galaxy Book6 hadir dalam pilihan layar 14 inci dan 16 inci.

Untuk segmen premium, Galaxy Book6 Pro dan Ultra menampilkan layar sentuh Dynamic AMOLED 2X yang dapat menyesuaikan refresh rate secara dinamis antara 30Hz dan 120Hz.

Layar pada Galaxy Book6 Ultra dilengkapi dengan Gorilla Glass dengan DXC yang menggabungkan ketahanan terhadap jatuh dan goresan dengan lapisan anti-reflektif, mengurangi pantulan permukaan hingga 75%.

Layar ini juga bersertifikasi True Bright 1300 dan True Black 0.0005 nits, dengan kecerahan puncak hingga 1.000 nits untuk konten HDR dan hingga 500 nits untuk SDR.

Kinerja Grafis dan Konfigurasi

Dari sisi grafis, Samsung memberikan fleksibilitas tinggi pada model Ultra. Pengguna dapat memilih konfigurasi dengan prosesor Core Ultra X9, 9, X7, atau 7 series.

Meski sudah dibekali iGPU Intel Arc yang diklaim 70% lebih cepat, opsi tambahan GPU diskrit Nvidia GeForce RTX 5060 atau 5070 dengan 8GB GDDR7 juga tersedia.

Konfigurasi memori pada model Ultra bervariasi; versi iGPU datang dengan RAM 32GB LPDDR5X, sedangkan versi dengan GPU Nvidia menawarkan pilihan 16GB, 32GB, atau 64GB.

Untuk penyimpanan, tersedia SSD PCIe berkapasitas 512GB, 1TB, atau 2TB, dilengkapi dengan slot ekspansi kosong. Galaxy Book6 Pro hadir dengan prosesor Intel Core Ultra X7, 7, atau 5, RAM 16GB/32GB LPDDR5X, dan SSD PCIe pra-instal 256GB/512GB/1TB. Model 16 inci juga memiliki slot ekspansi tambahan.

Sementara model dasar Galaxy Book6 menggunakan panel IPS LCD dengan kecerahan 350 nits, dapat dikonfigurasi dengan prosesor Core Ultra 7 atau 5 generasi sebelumnya, RAM 16GB/32GB LPDDR5X, serta opsi SSD 256GB/512GB/1TB dengan slot ekspansi untuk kedua ukuran.

Daya Tahan Baterai dan Desain Ringkas

Salah satu klaim utama Samsung adalah peningkatan daya tahan baterai. Model Pro dan Ultra dijanjikan dapat bertahan hingga 30 jam untuk pemutaran video dalam sekali pengisian daya, atau lima jam lebih lama dari pendahulunya. Galaxy Book6 Ultra mendukung pengisian cepat, mencapai 63% kapasitas hanya dalam 30 menit.

Secara rinci, Ultra memiliki baterai 80.20Wh dengan dukungan pengisian 100W (naik menjadi 140W untuk model dengan GPU Nvidia).

Galaxy Book6 Pro memiliki baterai 67.18Wh untuk model 14 inci dan 78.07Wh untuk model 16 inci, keduanya mendukung pengisian 65W via USB-C. Model standar dilengkapi baterai 61.20Wh dengan pengisian 45W.

Desain tetap menjadi perhatian. Seri ini dirancang ramping dan ringan, dengan Galaxy Book6 Pro sebagai yang paling tipis. Model 14 inci Pro setebal 11.6mm dengan berat 1.24kg, sedangkan model 16 inci setebal 11.9mm dan berat 1.59kg.

Galaxy Book6 Ultra memiliki ketebalan 15.4mm dengan berat 1.79kg (atau 1.89kg untuk konfigurasi GPU Nvidia). Opsi layar sentuh pada model tertentu menambah ketebalan dan berat.

Sistem pendingin yang baru dan canggih menjadi kunci stabilitas performa. Baik Pro maupun Ultra menggunakan chamber uap (vapor chamber) dengan sirip pendingin yang diklaim meningkatkan efisiensi pendinginan hingga 35% dibanding generasi Galaxy Book sebelumnya.

Kipas yang didesain ulang dengan inlet grill yang lebih besar juga berperan dalam meningkatkan aliran udara, menurunkan suhu, dan mengurangi kebisingan.

Di segmen audio, Galaxy Book6 Ultra unggul dengan sistem enam speaker yang terdiri dari dua tweeter yang menghadap ke atas dan empat woofer force-cancelling yang dipasang berpasangan untuk membatalkan getaran dan mengurangi distorsi, dengan dukungan Dolby Atmos.

Model Pro 16 inci memiliki sistem serupa dengan dua woofer, sementara model 14 inci menggunakan sistem dua speaker yang lebih dasar.

Konektivitas pada model Pro dan Ultra mencakup dua port Thunderbolt 4, satu USB-A, port HDMI 2.1 (mendukung 8K@60fps dan 5K@120fps), jack combo headphone/mikrofon, serta pembaca kartu SD.

Konektivitas nirkabel ditangani oleh Wi-Fi 7 (802.11be 2×2) dan Bluetooth 5.4. Model standar Galaxy Book6 menawarkan dua port USB-C, dua USB-A, port HDMI, jack audio, port Ethernet, dan slot microSD, dengan dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4.

Persaingan di pasar laptop performa tinggi semakin ketat dengan kehadiran Galaxy Book6 series. Vendor lain seperti ASUS ROG juga telah menguasai pasar dengan laptop gaming berbasis RTX 50 Series.

Di sisi lain, inovasi material dan ketahanan layar juga menjadi tren, seperti yang ditunjukkan Acer Swift Edge 14 AI dengan layar OLED Gorilla Glass.

Samsung berencana meluncurkan seri Galaxy Book6 di pasar terpilih pada akhir bulan ini, dengan informasi harga akan diumumkan bersamaan.

Model Enterprise Edition akan tersedia di pasar tertentu mulai April 2026. Kehadiran prosesor Intel 18A ini menandai babak baru persaingan chipset, menyusul langkah vendor seperti Qualcomm yang meluncurkan Dragonwing IQ-X Series untuk PC industri. (Icha)

Honor Robot Phone: Gimbal 3-Aksis Unik untuk Fotografi dan Video

0

Telko.id – Honor memberikan preview pertama smartphone konsep terbarunya, Robot Phone, di ajang CES 2026.

Perangkat ini menampilkan mekanisme gimbal kamera unik yang dapat membalik keluar dari bodi belakang ponsel, menawarkan kemampuan pelacakan objek dan stabilisasi yang canggih.

Unit yang dipamerkan di Las Vegas masih berupa demo non-fungsional, namun desain dan konsep operasionalnya sudah terlihat jelas.

Honor menyatakan bahwa pengungkapan penuh serta demonstrasi fungsi akan dilakukan pada Mobile World Congress (MWC) yang dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami sangat antusias untuk menunjukkan apa yang dapat dilakukan ‘robot kecil’ ini di Barcelona nanti,” ujar perwakilan Honor, seperti dikutip dari sesi preview.

Mekanisme inti dari Honor Robot Phone adalah sebuah gimbal 3-aksis yang menyerupai stabilizer kamera portabel seperti DJI Osmo Pocket.

Gimbal ini tersimpan di dalam bodi ponsel dan terlindungi oleh panel geser. Saat akan digunakan, panel tersebut bergeser ke samping, memungkinkan gimbal untuk membalik keluar dan mulai bergerak.

Rentang geraknya yang luas memungkinkan kamera untuk melacak objek yang bergerak di sekitarnya.

Fitur ini tidak hanya untuk fotografi atau videografi konvensional. Honor memberikan beberapa petunjuk tentang kemampuan yang akan diaktifkan, salah satunya adalah mode pelacakan bintang (star tracking) untuk astrofotografi.

Selain itu, gimbal juga dapat digunakan sebagai kamera depan yang cerdas untuk panggilan video, dengan kemampuan melacak pembicara bahkan jika orang tersebut berjalan mengelilingi ruangan.

Ambisi Honor tampaknya lebih besar dari sekadar membuat webcam yang fancy. Dalam video promosi yang dirilis, perusahaan menggambarkan perangkat ini sebagai entitas yang dapat mengamati dan bahkan berinteraksi dengan dunia sekitar, dilengkapi dengan “kepribadian” tertentu.

Ini mengindikasikan integrasi AI yang mendalam, mengikuti langkah strategi Honor untuk mempercepat inovasi AI melalui berbagai kolaborasi.

Spesifikasi sensor kamera di dalam modul gimbal masih dirahasiakan. Demikian pula dengan dua kamera tambahan yang terletak di sebelah kanan gimbal.

Ketiga modul kamera tersebut diduga merupakan kombinasi lensa wide, ultra-wide, dan telephoto. Panel pelindung yang sama juga menutupi dua kamera tetap ini, sehingga kemungkinan gimbal dan kamera tetap tidak dapat digunakan secara bersamaan.

Dari segi orientasi penggunaan, Honor Robot Phone didesain untuk beroperasi dalam dua posisi utama: berdiri tegak (dipegang tangan, di saku, atau di atas stand) dan tertelungkup. Posisi tertelungkup memungkinkan gimbal membalik ke atas dengan leluasa.

Pengguna juga tidak perlu khawatir tentang leveling ponsel, karena gimbal akan menanganinya secara otomatis.

Kehadiran Honor Robot Phone di CES 2026 memantik rasa ingin tahu yang besar di kalangan pengamat teknologi. Meski mekanisme gimbal mini dinilai sebagai keajaiban rekayasa, pertanyaan tentang utilitas praktis dan daya tahannya dalam penggunaan sehari-hari masih menunggu jawaban.

Inovasi di bidang imaging smartphone sendiri semakin kompetitif, seperti yang ditunjukkan oleh langkah Tecno dan DXOMARK yang meluncurkan lab imaging otomatis pertama di dunia untuk pengujian kamera yang lebih ketat.

Konsep ponsel dengan kamera mekanis yang kompleks bukanlah hal yang sepenuhnya baru, namun eksekusi Honor dengan gimbal 3-aksis yang sepenuhnya terintegrasi menawarkan pendekatan yang berbeda.

Kesuksesan konsep ini akan sangat bergantung pada keandalan mekanisme, optimasi perangkat lunak, dan tentu saja, harga pasar. Sementara itu, pasar mid-range tetap menawarkan pilihan solid dengan fokus pada performa murni, seperti realme 14 5G yang mengusung performa gaming esports.

Seluruh detail teknis, harga, dan tanggal peluncuran komersial Honor Robot Phone dijanjikan akan diumumkan pada MWC 2026.

Event tersebut akan menjadi momen penentuan apakah konsep robotik ini akan menjadi sekadar demonstrasi teknologi atau benar-benar meluncur sebagai produk konsumen yang siap dipasarkan. (Icha)