spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 79

OpenAI Gandeng Cerebras US$10 Miliar, Tantang Dominasi Nvidia

Telko.id – Dominasi Nvidia di industri chip mulai mendapat tantangan baru. Cerebras, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, dilaporkan berhasil mengantongi kesepakatan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp169 triliun dengan OpenAI.

Kesepakatan terkait pembelian daya komputasi milik Cerebras sebesar 750 megawatt oleh OpenAI. Pembelian dilakukan selama tiga tahun dan sistem akan digunakan untuk mendukung chatbot ChatGPT, mengutip dari Reuters, Rabu (21/1/2026).

Kontrak tersebut menegaskan strategi OpenAI untuk mendivesifikasi sumber infrastruktur komputasi dan mengurangi ketergantungan pada satu vendor perangkat keras.

Baca juga:

Selain itu, Cerebras juga akan membangun atau menyewa pusat data dengan chipnya. Sementara OpenAI akan membayar menggunakan layanan cloud partnernya untuk menjalankan inferensi produk AI.

Kapasitas ini akan tersedia hingga 2028 secara bertahap. OpenAI mengungkapkan sistem akan membuat Ai buatan perusahaannya menjadi lebih cepat.

“Mengintegrasikan Cerebras ke dalam campuran solusi komputasi kami membuat AI merespon jauh lebih cepat,” kata OpenAI.

Pembicaraan soal kerja sama itu sebenarnya sudah dilakukan sejak Agustus lalu, ungkap CEO Cerebras, Andre Feldman. Saat itu, perusahaan mengungkapkan model sumber terbuka OpenAI bisa berjalan efisien pada chip buatan Cerebras, dibandingkan dengan GPU tradisional.

Kerja sama ini juga menjadi dorongan signifikan bagi rencana Cerebras untuk kembali melantai ke bursa saham. Sebelumnya, perusahaan sempat menarik dokumen penawaran umum perdana (IPO) pada Oktober 2025. Kontrak besar dari OpenAI ini akan membuka peluang diversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada investor utama mereka, yaitu G42.

Cerebras sendiri didirikan pada 2015. Perusahaan ini dikenal dengan mesin skala wafer atau Wafer-Scale Engine (WSE), untuk mempercepat pelatihan dan inferensi model AI besar.

Hubungannya dengan OpenAI juga bukan hanya terjalin baru-baru ini. Namun sudah sejak awal berdiri, saat CEO Sam Altman menjadi investor perusahaan ini sejak awal.

Masuknya Cerebras dalam rantai pasok komputasi OpenAI menandai babak baru persaingan industri chip global. Dengan pendekatan komputasi khusus AI generatif, Cerebras kini muncul sebagai penantang nyata bagi dominasi Nvidia yang selama ini menguasai pasar GPU AI.

ChatGPT Go Resmi Meluncur Global, Sudah Hadir di 170 Negara

Telko.id – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI memperluas ketersediaan layanan ChatGPT Go ke pasar global, setelah sebelumnya diluncurkan di India dan Indonesia pada September 2025.

ChatGPT Go merupakan layanan chatbot berbayar versi murah dari opsi langganan ChatGPT lainnya.

Menurut OpenAI, ChatGPT Go kini sudah diluncurkan ke berbagai negara lainnya di mana ChatGPT tersedia, mencakup 170 negara, termasuk Jepang dan Belanda.

“ChatGPT Go telah diluncurkan ke 170 negara tambahan, menjadikannya paket kami yang paling cepat berkembang dan termasuk langganan AI paling terjangkau secara global,” kata OpenAI mengutip dari salah satu posting di situs resmi yang tayang Jumat (16/1/2026).

Seperti Indonesia, layanan ini melengkapi paket langganan ChatGPT yang sudah ada sebelumnya, termasuk versi Plus dan Pro. Bedanya, ChatGPT Go dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga:

Di Amerika Serikat misalnya, ChatGPT Go dirilis seharga US$8 (sekitar Rp 135.256) per bulan. Harganya lebih murah dibanding ChatGPT Plus seharga US$20 (sekitar Rp 338.156) per bulan atau ChatGPT Pro seharga US$200 (sekitar Rp 3,3 juta).

Menurut OpenAI, ChatGPT Go menawarkan akses ke model AI terbarunya yakni GPT-5.2 Instant, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Pro atau Plus.

Bila dibandingkan dengan ChatGPT versi gratis, ChatGPT Go mengakomodasi lebih banyak pesan, lebih banyak unggahan, serta pembuatan lebih banyak gambar. Rincian fiturnya sebagai berikut:

  • Batas chat 10x lipat lebih tinggi
  • Penciptaan gambar per hari 10x lebih banyak
  • Unggahan dokumen atau gambar per hari 10x lebih banyak
  • Memori yang 2x lebih panjang untuk respons yang personal

Indonesia Dapat Paling Awal

Indonesia sudah lebih dulu kebagian ChatGPT Go sejak September 2025 lalu. Opsi berlangganan ChatGPT murah ini sudah digulirkan di Tanah Air sejak September 2025 lalu.

Di Indonesia, ChatGPT Go dibanderol seharga Rp 75.000 per bulan (termasuk PPN). Harganya lebih murah dibanding ChatGPT Plus yang dibanderol Rp 349.000 per bulan atau ChatGPT Pro seharga Rp 3,5 juta per bulan.

Pengguna yang sudah berlangganan ChatGPT Pro atau Plus juga bisa beralih ke versi yang lebih terjangkau.

Untuk berlangganan ChatGPT Go, pengguna hanya perlu mengakses chatbot dan membuka opsi paket langganan dengan cara berikut.

  • Kunjungi chat.openai.com atau unduh aplikasi ChatGPT
  • Bila belum memiliki akun, buat akun terlebih dahulu
  • Dari tampilan utama ChatGPT web, pilih opsi ‘upgrade plan’. Opsi ini tersedia di pojok kiri tampilan ChatGPT atau tepat di atas gambar profil.
  • Di ChatGPT mobile, tekan tombol garis dua di pojok kiri atas > klik akun > pilih opsi ‘Upgrade to Go’
  • Bayar melalui pembayaran dalam aplikasi (Google Play / App Store) atau Stripe (web)

Triasmitra Siapkan USD 350 Juta untuk SKKL Jalur Indonesia Tengah

Telko.id – PT Ketrosden Triasmitra Tbk secara agresif mempercepat pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising-8 yang menghubungkan Jakarta dan Singapura.

Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk merespons lonjakan kebutuhan kapasitas bandwidth yang sangat besar pascapandemi, di mana infrastruktur sebelumnya yakni SKKL B3JS telah habis terjual kepada pelanggan premier telekomunikasi.

Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi, mengungkapkan bahwa perubahan pola konsumsi data dari sekadar teks dan suara menjadi aplikasi berbasis video streaming, IoT, hingga kecerdasan buatan (AI) memicu permintaan infrastruktur baru.

Jalur Rising-8 ini dirancang menggunakan teknologi repeater dengan kapasitas bandwidth minimum 24 terabit per second untuk mengakomodasi kebutuhan pasar yang masif tersebut.

Selain fokus pada jalur internasional, perusahaan juga tengah mematangkan persiapan proyek ambisius SKKL Indonesia Tengah. Proyek ini akan membentang sepanjang 8.732 kilometer dan dibagi menjadi beberapa segmen pembangunan yang direncanakan mulai tahun 2027 hingga 2028.

Investasi Jumbo untuk Ekspansi Jaringan

Direktur Keuangan PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Vidcy Octory, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi bawah laut memerlukan modal yang tidak sedikit.

Untuk proyek SKKL Rising-8 rute Jakarta-Singapura, estimasi investasi mencapai USD 80 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Sementara itu, proyek SKKL Indonesia Tengah dengan sistem repeater diperkirakan menelan biaya investasi yang jauh lebih besar.

“Investasi untuk SKKL di wilayah Indonesia bagian tengah dengan panjang 8.732 km dan sistem repeater ini akan menghabiskan lebih kurang sekitar USD 350 juta,” ujar Vidcy.

Untuk mendanai proyek ini, perusahaan berencana melakukan penerbitan obligasi umum berkelanjutan yang diharapkan mendapatkan persetujuan efektif dari OJK selambat-lambatnya pada April 2026.

Secara kinerja keuangan, Triasmitra mencatatkan pertumbuhan positif. Realisasi pendapatan tahun 2025 tercatat sekitar Rp700 miliar, naik signifikan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp517 miliar.

Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal (Capex) untuk barang modal non-kabel sekitar USD 3-4 juta pada tahun 2026.

Optimalisasi Kapal CLV Bentang Bahari

Dalam mendukung operasional penggelaran dan perawatan kabel, Triasmitra mengandalkan kapal milik sendiri, CLV Bentang Bahari.

Kepemilikan kapal ini dinilai memberikan efisiensi biaya sebesar 20-30 persen dibandingkan harga sewa komersial, serta memberikan kontrol penuh terhadap jadwal pengerjaan proyek. Hal ini krusial mengingat terbatasnya ketersediaan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia.

Titus menambahkan bahwa jadwal utilisasi kapal CLV Bentang Bahari sudah sangat padat hingga tiga tahun ke depan. Kapal ini tidak hanya digunakan untuk penggelaran kabel internal, tetapi juga melayani permintaan restorasi kabel putus dari pelanggan lain di wilayah Indonesia Timur hingga Asia Tenggara.

“Isu demand jauh lebih tinggi daripada suplai kapal yang tersedia. Kapal kami sudah fully occupied, baik untuk menggelar kabel milik kami sendiri maupun melakukan restorasi milik pelanggan,” jelas Titus.

Mitigasi Keamanan Kabel Laut

Terkait keamanan infrastruktur, Direktur Operasional Dani Samsul Ependi menegaskan bahwa perusahaan menerapkan strategi preventif dan kuratif yang ketat.

Triasmitra melakukan monitoring aktif terhadap pergerakan kapal yang mendekati jalur kabel dan menempatkan tim patroli di 31 titik strategis. Sosialisasi rutin juga dilakukan kepada pelaku pelayaran, termasuk nelayan, untuk mencegah aktivitas labuh jangkar di area kabel.

Langkah tegas juga diambil terhadap pihak yang terbukti merusak infrastruktur. “Sudah ada lebih dari 10 kasus kabel putus yang kami selesaikan, mulai dari pembayaran biaya restorasi hingga proses hukum pidana bagi pelaku perusakan,” tegas Dani.

Upaya ini diklaim berhasil menekan angka kejadian kabel putus secara signifikan dan mempercepat proses pemulihan Konektivitas Indonesia jika terjadi insiden. (icha)

Triasmitra dan Moratelindo Mulai Gelar SKKL Rising 8 Jakarta-Singapura

Telko.id – Triasmitra bersama mitra strategisnya, Moratelindo, secara resmi memulai penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 pada awal tahun 2026 ini.

Infrastruktur strategis ini dirancang untuk menghubungkan jalur Jakarta, Batam, hingga Singapura guna memperkuat konektivitas digital nasional.

Langkah besar ini dieksekusi oleh PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) melalui anak perusahaannya, PT Jejaring Mitra Persada (JMP), yang berkolaborasi dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Proyek ini mencakup penggelaran kabel optik sepanjang 1.128,5 kilometer. Pada tahap awal, fokus pengerjaan diprioritaskan pada segmen Jakarta–Batam yang membentang sejauh 1.053,5 kilometer.

Proses instalasi infrastruktur ini menggunakan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.

Kehadiran SKKL Rising 8 diharapkan mampu menjawab kebutuhan bandwidth yang terus melonjak serta menjadi jalur alternatif vital bagi penyelenggara jaringan.

Hal ini sejalan dengan maraknya proyek kabel laut yang terus digencarkan demi menopang ekonomi digital Indonesia.

Spesifikasi Teknologi Tinggi Berkapasitas 400 Tbps

SKKL Rising 8 tidak sekadar menghubungkan titik geografis, tetapi juga membawa teknologi mutakhir. Sistem ini mengadopsi teknologi repeatered submarine cable system yang memungkinkan transmisi data jarak jauh dengan sinyal yang tetap kuat.

Kapasitas total yang ditawarkan mencapai 400 Terabit per second (Tbps), menjadikannya salah satu sistem dengan kapasitas terbesar di kawasan regional.

Untuk memastikan kualitas transmisi, sistem ini menggunakan kabel bawah laut berkualitas tinggi buatan Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) dari Jerman.

Pabrikan yang berada di bawah naungan Prysmian Group ini telah memiliki rekam jejak lebih dari satu abad dalam industri kabel.

 

Infrastruktur fisik tersebut dipadukan dengan 11 unit repeater canggih dari Alcatel Submarine Networks (ASN), Prancis. Perangkat ini dirancang untuk mendukung 16 pasang serat optik (fiber pairs), di mana setiap pasangnya mampu menyalurkan kapasitas hingga 25 Tbps.

Kombinasi teknologi ini menjamin keandalan jaringan yang sangat dibutuhkan untuk stabilitas internet antarnegara.

Dukungan Pemerintah dan Kepatuhan Regulasi

Proyek strategis ini telah mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan, termasuk Izin Lingkungan (AMDAL). Hal ini menegaskan bahwa proses penggelaran telah melalui kajian mendalam terkait aspek ekologi, keselamatan pelayaran, serta perlindungan biota laut.

Kepatuhan terhadap aturan kabel dan standar lingkungan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek ini.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Pemerintah menyatakan bahwa SKKL Rising 8 merupakan bagian integral dari misi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kehadiran infrastruktur ini dinilai krusial untuk meningkatkan penetrasi akses digital sekaligus mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.

Pengawasan ketat juga dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah berwenang. Para pengawas resmi ditugaskan langsung di atas kapal penggelaran untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Keunggulan Armada CLV Bentang Bahari

Operasional penggelaran kabel ini mengandalkan CLV Bentang Bahari, kapal sepanjang 94,65 meter yang memiliki kapasitas angkut kabel hingga 2.400 ton. Kapal ini telah tersertifikasi oleh Det Norske Veritas (DNV), sebuah lembaga klasifikasi maritim internasional terkemuka.

Sertifikasi yang dimiliki mencakup Container Lifting Certified Equipment (CLCE), International Load Line Certificate (ILLC-IC), serta kepatuhan terhadap manajemen air balas (BWM-T-SoC). Lebih jauh, kapal ini memiliki notasi kelas khusus seperti E0 Notation untuk sistem kontrol otomatis dan Cable Ship Notation.

Salah satu fitur unggulan kapal ini adalah teknologi Dynamic Positioning DP-2. Teknologi ini memungkinkan kapal mempertahankan posisi secara presisi saat menurunkan kabel ke dasar laut, menjamin instalasi yang akurat dan aman meskipun dalam kondisi arus laut tertentu.

Target Penyelesaian dan Rencana Masa Depan

Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra, Tbk, Titus Dondi, menegaskan bahwa penggunaan kapal berbendera Indonesia dalam proyek ini menandai era kemandirian infrastruktur kabel laut nasional.

Pihaknya optimistis segmen pertama Jakarta–Batam dapat rampung tepat waktu pada akhir kuartal pertama tahun 2026.

Sistem ini juga diposisikan sebagai jalur redundansi yang krusial bagi Layanan Gerbang Akses Internet (NAP) yang sudah ada.

Dengan adanya jalur alternatif, stabilitas konektivitas internet Indonesia ke Singapura akan lebih terjamin, meminimalisir risiko gangguan total jika terjadi masalah pada jalur utama.

Setelah merampungkan SKKL Rising 8, Triasmitra telah menyiapkan rencana ekspansi lanjutan. Perusahaan akan mengembangkan SKKL Indonesia Tengah sepanjang 8.732 kilometer.

Proyek ambisius tersebut ditargetkan siap komersial pada tahun 2027 dan akan menghubungkan berbagai wilayah strategis di Indonesia Tengah, memperkokoh tulang punggung telekomunikasi nusantara. (Icha)

RedMagic 11 Air Hadirkan Snapdragon 8 Elite dan Baterai 7.000mAh

0

Telko.id – Nubia kembali membuat kejutan di pasar smartphone gaming global dengan memperkenalkan perangkat terbarunya, RedMagic 11 Air.

Smartphone ini hadir dengan proposisi nilai yang unik, menggabungkan performa kelas atas dari chipset Snapdragon 8 Elite dengan kapasitas daya yang luar biasa besar, yakni baterai 7.000mAh, dalam sebuah desain yang diklaim lebih ramping dibandingkan seri gaming konvensional.

Kehadiran RedMagic 11 Air ini menambah daftar panjang inovasi Nubia dalam menghadirkan perangkat berkinerja tinggi.

Penggunaan nama “Air” pada model ini mengindikasikan pendekatan desain yang berbeda, di mana produsen berusaha mematahkan stigma bahwa ponsel gaming dengan baterai besar harus selalu memiliki bodi yang tebal dan berat.

Kombinasi antara efisiensi daya dari prosesor terbaru Qualcomm dan kapasitas baterai masif menjadi nilai jual utama perangkat ini.

Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif untuk mendominasi segmen pasar yang menginginkan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan durabilitas daya.

Dengan bekal Snapdragon 8 Elite, RedMagic 11 Air dipastikan mampu menangani beban kerja berat, mulai dari gaming kompetitif hingga multitasking intensif, sementara baterai 7.000mAh menjamin penggunaan jangka panjang tanpa perlu sering terhubung ke pengisi daya.

Terobosan Baterai dalam Desain Tipis

Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah bagaimana Nubia berhasil menyematkan baterai berkapasitas 7.000mAh ke dalam perangkat berlabel “Air”.

Biasanya, kapasitas baterai sebesar ini hanya ditemukan pada tablet atau ponsel rugged yang tebal. Hal ini kemungkinan besar dicapai melalui penggunaan teknologi baterai silikon-karbon berdensitas tinggi, yang memungkinkan penyimpanan daya lebih besar dalam ukuran fisik yang lebih ringkas.

Inovasi ini menempatkan RedMagic 11 Air pada posisi yang unik jika dibandingkan dengan saudaranya, Varian Pro, yang mungkin lebih fokus pada fitur pendinginan ekstrem.

Bagi pengguna yang memprioritaskan ketahanan baterai untuk sesi permainan maraton atau penggunaan harian yang padat, kapasitas 7.000mAh ini menawarkan solusi nyata atas masalah kecemasan baterai lemah (battery anxiety) yang sering dialami pengguna smartphone modern.

Performa Snapdragon 8 Elite

Dapur pacu RedMagic 11 Air dipercayakan pada Snapdragon 8 Elite, chipset flagship terbaru dari Qualcomm.

Chipset ini dikenal dengan arsitektur CPU Oryon yang menawarkan lonjakan performa signifikan serta efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Kehadiran prosesor ini memastikan bahwa meskipun mengusung nama “Air”, perangkat ini tidak mengalami pemangkasan dari sisi performa mentah.

Penggunaan Snapdragon 8 Elite juga menempatkan RedMagic 11 Air sejajar dengan perangkat flagship lainnya di pasar.

Sebagai perbandingan, chipset ini juga menjadi otak dari Pesaing Kuat di kelasnya yang juga menonjolkan kapasitas baterai besar.

Kemampuan chipset ini dalam mengelola grafis tingkat tinggi dan mempertahankan frame rate stabil menjadi jaminan pengalaman gaming yang mulus.

Implikasi Pasar Smartphone Gaming

Peluncuran RedMagic 11 Air menandai tren baru di industri seluler, di mana batas antara ponsel lifestyle yang tipis dan ponsel gaming bertenaga monster semakin kabur.

Konsumen kini tidak lagi harus memilih antara estetika desain yang ramping atau performa baterai yang tahan lama. Nubia tampaknya ingin menjembatani kedua kebutuhan tersebut melalui perangkat ini.

Ke depannya, persaingan di sektor ini diprediksi akan semakin ketat dengan hadirnya berbagai teknologi baru. Para kompetitor juga tengah bersiap meluncurkan perangkat Generasi Baru yang menjanjikan spesifikasi serupa.

Namun, dengan start lebih awal melalui RedMagic 11 Air, Nubia telah menetapkan standar tinggi untuk sebuah smartphone gaming yang ringkas namun bertenaga badak.

Kehadiran RedMagic 11 Air dengan spesifikasi kunci Snapdragon 8 Elite dan baterai 7.000mAh memberikan opsi segar bagi para gamer mobile.

Perangkat ini membuktikan bahwa evolusi teknologi baterai dan efisiensi chipset kini memungkinkan terciptanya faktor bentuk yang lebih ergonomis tanpa mengorbankan spesifikasi teknis yang krusial. (icha)

AdaKami Dukung 8 UMKM Lokal Lewat Program #UsahaBarengAdaKami

0

Telko.id – Perusahaan fintech lending AdaKami secara resmi mengumumkan keberhasilan penyaluran dukungan kepada delapan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai latar belakang sepanjang tahun 2025.

Melalui inisiatif strategis bertajuk program #UsahaBarengAdaKami, perusahaan menjangkau pelaku usaha mulai dari kelompok rentan hingga bisnis yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan budaya di sejumlah daerah di Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peran vital sektor usaha mikro yang masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, menegaskan bahwa meskipun memiliki peran krusial, pelaku UMKM lokal kerap menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan bisnis serta mengembangkan skala usaha mereka di tengah persaingan pasar yang ketat.

Jonathan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing mitra.

“Melalui program #UsahaBarengAdaKami, kami ingin mendampingi UMKM sesuai kebutuhan masing-masing, bukan sekadar memberikan akses permodalan, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha dan dampak sosial di komunitas mereka,” ungkap Jonathan.

Pendekatan Inklusif dan Pelestarian Budaya

Salah satu fokus utama dari program ini adalah penguatan kapasitas operasional agar bisnis dapat berjalan lebih lancar dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Pendekatan ini terlihat jelas pada dukungan yang diberikan kepada sektor kuliner dan kopi yang membawa misi inklusivitas.

Di Jakarta Selatan, AdaKami menggandeng Kopi Tuli dan Akurasa, dua kedai kopi yang secara khusus membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang tuna rungu.

Dukungan yang diberikan kepada kedua entitas bisnis tersebut difokuskan pada penguatan operasional harian serta pengembangan layanan.

Hal ini bertujuan agar kedua usaha tersebut dapat menjangkau basis pelanggan yang lebih luas, sekaligus membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kapabilitas yang setara dalam industri food and beverage. Upaya agar pelaku usaha ini bisa naik kelas menjadi prioritas dalam pendampingan yang dilakukan.

Sementara itu, di wilayah Yogyakarta, program ini menyasar Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong. Kedua usaha ini memiliki fokus kuat pada promosi komoditas kopi lokal sekaligus pelestarian budaya setempat.

Bantuan yang disalurkan dimanfaatkan untuk memperkuat proses produksi dan tata cara penyajian, seiring dengan upaya mereka meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dukungan bagi Komunitas Difabel dan Tradisi Lokal

Komitmen terhadap inklusivitas juga diwujudkan melalui kemitraan dengan Difabel Zone, sebuah komunitas perajin batik difabel yang berbasis di Yogyakarta.

Di tengah tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan tangan yang unik, Difabel Zone menghadapi kendala dalam hal sarana produksi. Dukungan dari AdaKami dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi serta melengkapi sarana pendukung pameran.

Pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti, menyambut baik kolaborasi ini. Ia mengakui bahwa permintaan pasar dan ajakan kerja sama sebenarnya cukup tinggi, namun seringkali terhambat oleh keterbatasan fasilitas.

“Permintaan pameran dan kerja sama cukup tinggi, tetapi kami memiliki keterbatasan sarana. Dukungan dari #UsahaBarengAdaKami membantu kami menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Lidwina.

Content image for article: AdaKami Dukung 8 UMKM Lokal Lewat Program #UsahaBarengAdaKami Sepanjang 2025

Bergeser ke Sumatra Barat, program ini juga menyentuh aspek pelestarian kuliner tradisional. House of Kawa di Tanah Datar, sebuah usaha yang melestarikan minuman tradisional khas Minangkabau dari daun kopi yang telah berjalan lintas generasi, turut mendapatkan perhatian.

Bantuan difokuskan pada peningkatan efisiensi pengolahan agar proses produksi dapat berjalan lebih konsisten, menjaga cita rasa otentik yang menjadi nilai jual utama.

Fokus pada Lingkungan dan Agrowisata

Selain aspek sosial dan budaya, AdaKami juga memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan lingkungan. Di Bali, Urban Compost yang mengelola sampah organik menjadi kompos dalam skala komunitas mendapatkan dukungan untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan.

Selama ini, proses tersebut membutuhkan tenaga dan waktu yang sangat besar, sehingga intervensi teknologi dan alat pendukung sangat diperlukan, mirip dengan semangat Tokopedia Hijau dalam mendorong produk ramah lingkungan.

Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, menekankan pentingnya efisiensi dalam menjaga konsistensi pelestarian lingkungan.

“Pengolahan sampah organik bukan proses instan. Dukungan program ini membantu kami meningkatkan efisiensi dan memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat terus berjalan,” jelas Buya.

Content image for article: AdaKami Dukung 8 UMKM Lokal Lewat Program #UsahaBarengAdaKami Sepanjang 2025

Masih di Bali, Pisangne K-Tamane yang bergerak di bidang agrowisata juga menjadi penerima manfaat program. Usaha ini memberdayakan petani perempuan dan mendapatkan dukungan untuk memperkuat kapasitas usaha serta peningkatan kualitas produksi. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi para petani perempuan yang terlibat.

Menutup keterangannya, Jonathan Kriss kembali menegaskan bahwa setiap pelaku usaha memiliki tantangan unik. Namun, benang merah dari seluruh mitra binaan adalah keinginan untuk menghadirkan dampak positif bagi komunitas.

“Ke depan, kami ingin terus mendampingi mereka dengan cara yang relevan agar usaha-usaha ini dapat tumbuh berkelanjutan,” pungkasnya. (Icha)

Fokus Transformasi AI, Indosat Tunjuk Ovidia Nomia Pimpin Komunikasi Korporat

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) secara resmi mengumumkan penunjukan Ovidia Nomia sebagai Senior Vice President, Head of Corporate Communications yang baru.

Langkah strategis ini diambil manajemen untuk memperkuat fungsi komunikasi perusahaan di tengah akselerasi transformasi Indosat menjadi organisasi berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Penunjukan ini bukan sekadar pengisian posisi struktural, melainkan cerminan dari fokus Indosat dalam menempatkan Divisi Corporate Communications sebagai fungsi vital.

Divisi ini diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam mendukung perubahan besar perusahaan, membangun kepercayaan para pemangku kepentingan, serta menjaga konsistensi pesan di tengah lanskap industri telekomunikasi yang terus bergerak dinamis.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyambut hangat bergabungnya Ovidia ke dalam manajemen. Menurutnya, peran komunikasi saat ini sangat krusial dalam mendukung tujuan besar perusahaan.

“Dengan hangat kami menyambut Ovi menjadi bagian dari keluarga besar Indosat. Saat ini, peran komunikasi korporasi yang kuat dan strategis menjadi semakin penting,” ujar Vikram.

Vikram menambahkan bahwa dengan kepemimpinan yang telah teruji, keahlian mendalam, serta pemahaman kuat terhadap konsumen Indonesia, Ovidia diyakini mampu memperkuat cara Indosat menyampaikan pesan.

Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mempertahankan reputasi perusahaan yang kredibel dan relevan.

Dalam peran barunya, sosok yang akrab disapa Ovi ini akan memimpin nahkoda strategi komunikasi korporat Indosat. Ia akan bekerja sama erat dengan jajaran pimpinan tinggi untuk menerjemahkan prioritas bisnis dan agenda transformasi utama ke dalam narasi yang mudah dipahami.

Salah satu fokus utamanya adalah mengkomunikasikan agenda AI perusahaan agar menjadi narasi yang jelas, konsisten, dan kredibel bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tugas ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan yang terus memperkuat komitmen AI inklusif di Indonesia. Ovi juga diberikan mandat untuk memberikan kepemimpinan strategis dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga reputasi perusahaan di mata investor, pelanggan, dan mitra bisnis.

Rekam Jejak di Kancah Internasional

Sebelum bergabung dengan Indosat, Ovidia Nomia telah memiliki pengalaman panjang lebih dari 17 tahun dalam kepemimpinan brand dan komunikasi korporat. Portofolio karirnya mencakup wilayah yang luas, mulai dari Asia Pasifik, Timur Tengah, hingga Afrika.

Pengalaman Ovi tidak hanya terbatas pada komunikasi rutin, tetapi juga mencakup pengelolaan komunikasi lintas negara yang berskala besar dan kompleks.

Ia tercatat pernah menangani reputasi serta komunikasi krisis untuk salah satu portofolio Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di dunia. Keahlian ini menjadi aset berharga bagi Indosat yang terus berekspansi dan memperkuat ekosistem digital nasional.

Di kalangan profesional, Ovi dikenal memiliki kemampuan mumpuni dalam menyelaraskan komunikasi dengan strategi bisnis. Ia juga dinilai cakap dalam menyampaikan respons yang terukur dan efektif, terutama dalam situasi berisiko tinggi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Kehadiran Ovidia diharapkan dapat memperkuat narasi Indosat dalam memberdayakan Indonesia. Dengan gaya komunikasi yang penuh keyakinan dan kredibilitas, Indosat optimis dapat terus menyampaikan tujuan besar perusahaan kepada masyarakat luas secara efektif. (Icha)

Gara-gara AI, Kelangkaan Chipset 2026 Ancam Harga HP Melonjak

Telko.id – Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) membawa kabar yang kurang menggembirakan bagi industri teknologi global.

Dunia diprediksi akan menghadapi krisis kelangkaan chipset 2026 yang cukup parah, terutama pada sektor komponen memori seperti RAM dan NAND.

Situasi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada konsumen dengan adanya kenaikan harga perangkat elektronik yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Penyebab utama dari potensi kelangkaan ini adalah pergeseran fokus produksi industri semikonduktor secara global.

IDC mencatat bahwa ledakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utamanya. Data center yang menopang operasional AI diprediksi akan menyerap kapasitas produksi secara masif, meninggalkan porsi yang semakin kecil untuk perangkat elektronik konsumer.

Berdasarkan data IDC, data center AI diperkirakan bakal menyerap lebih dari 70% produksi chip memori global pada tahun 2026.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya “kanibalisasi” pasokan yang seharusnya dialokasikan untuk perangkat sehari-hari seperti laptop, PC, dan smartphone.

IDC menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar siklus pasar sementara, melainkan sebuah “realokasi permanen” kapasitas wafer silikon yang mengubah peta distribusi komponen dunia.

Lonjakan Harga Perangkat Konsumen

Dampak paling nyata dari kelangkaan ini adalah lonjakan harga jual perangkat di tingkat konsumen. Keterbatasan pasokan komponen memori akan mengerek biaya produksi secara drastis.

IDC memprediksi harga smartphone dan PC akan mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2026. Estimasi kenaikan harga untuk satu unit ponsel pintar bahkan bisa mencapai USD 70 atau sekitar Rp1,1 juta.

Kenaikan ini didorong oleh struktur biaya produksi (Bill of Materials/BOM) yang semakin berat di sektor memori. Biaya komponen RAM diproyeksikan dapat memakan porsi hingga 30% dari total biaya pembuatan perangkat seperti smartphone.

Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi vendor yang selama ini bermain di margin tipis, serta bagi konsumen yang menginginkan perangkat dengan spesifikasi tinggi namun dengan harga terjangkau.

Situasi ini juga diperparah dengan persaingan ketat antar produsen komponen. Di saat raksasa teknologi berlomba mengembangkan Chipset AI untuk kebutuhan server, alokasi untuk memori standar perangkat mobile menjadi prioritas kedua.

Akibatnya, kelangkaan stok di pasar bebas menjadi tidak terelakkan dan memicu hukum ekonomi dasar di mana permintaan tinggi yang tidak diimbangi suplai akan melambungkan harga.

Dampak pada Penjualan dan Vendor Android

Tingginya harga perangkat diprediksi akan memukul angka penjualan global. IDC memproyeksikan pasar PC akan mengalami penurunan tajam hingga 9% pada tahun 2026.

Sementara itu, penjualan smartphone global juga diprediksi terkoreksi negatif dengan penurunan berkisar antara 0,9% hingga 2,1%. Konsumen diperkirakan akan menunda pembelian perangkat baru atau memilih untuk mempertahankan perangkat lama mereka lebih lama akibat harga yang tidak bersahabat.

Vendor smartphone berbasis Android diperkirakan akan menjadi pihak yang paling terdampak oleh krisis ini. Berbeda dengan ekosistem premium yang mungkin memiliki elastisitas harga lebih baik, pasar Android—terutama segmen menengah ke bawah—sangat sensitif terhadap perubahan harga.

Kenaikan biaya produksi akibat Harga RAM yang melambung akan sulit dibebankan sepenuhnya kepada konsumen tanpa mengorbankan volume penjualan.

Meskipun beberapa inovasi perangkat terus bermunculan, seperti rumor mengenai Xiaomi 17 yang membawa desain layar sekunder, tantangan biaya komponen tetap menjadi hambatan utama.

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang sulit bagi konsumen yang ingin membeli perangkat baru, serta tantangan besar bagi industri untuk menjaga stabilitas harga di tengah krisis pasokan komponen yang bersifat permanen ini. (Icha)

OpenAI Uji Iklan di ChatGPT Gratis Jelang Rencana IPO

Telko.id – OpenAI mulai menguji penayangan iklan di layanan ChatGPT sebagai upaya meningkatkan pendapatan, sekaligus membiayai tingginya biaya pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Perusahaan menyatakan iklan akan ditampilkan kepada sebagian pengguna di Amerika Serikat yang menggunakan layanan gratis serta paket berbiaya rendah, ChatGPT Go. Uji cob aini dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

OpenAI menegaskan iklan akan muncul secara terpisah dari jawaban yang dihasilkan ChatGPT. Pengguna paket Plus, Pro, Business, dan Enterprise tidak akan melihat iklan di layanan tersebut.

Perusahaan juga memastikan bahwa iklan tidak akan memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT. Selain itu, percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan.

Langkah ini menandai perubahan besar bagi OpenAI yang sebelumnya mengandalkan pendapatan dari langganan.

Melansir dari Reuters pada Selasa (20/1/2026), kebijakan tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi perusahaan untuk meningkatkan pemasukan di tengah belanja besar pada pusat data serta persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

OpenAI, yang masih mencatatkan kerugian, berencana menghabiskan labih dari US$1 triliun untuk infrastruktur kecerdasan buatan hingga 2030, meski belum merinci sumber pendanaan rencana tersebut.

Baca juga:

Analis menilai iklan ini berpotensi membuka sumber pendapatan signifikan dari sekitar 800 juta pengguna aktif, mingguan ChatGPT. Namun, kebijakan ini juga dinilai berisiko memicu ketidaknyamanan sebagian pengguna dan berpotensi menggerus kepercayaan terhadap produk.

Analis Emarketer, Jeremy Goldman, mengatakan pengguna dapat dengan mudah beralih ke chatbot pesaing seperti Google Gemini atau Claude milik Anthropic jika iklan dirasa mengganggu. Meski demikian, ia menilai langkah OpenAI juga dapat menekan para pesaing untuk memperjelas strategi monetisasi mereka.

OpenAI menegaaskan tidak akan menampilkan iklan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun. Perusahaan juga berencana memblokir iklan yang berkaitan dengan topik sensitif, seperti kesehatan dan politik.

“Kami berencana untuk menguji iklan di bagian bawah jawaban di ChatGPT ketika ada produk atau layanan yang disponsori yang relevan berdasarkan percakapan Anda saat ini,” kata OpenAI dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Sementara itu, paket ChatGPT Go yang pertama kali diluncurkan di India akan tersedia di Amerika Serikat dengan harga US$8 per bulan.

AMD Siapkan AI Bundle di Driver Radeon, Rilis Januari 2026

Telko.id – AMD bersiap menghadirkan AI bundle opsional melalui pembaruan AMD Software: Adrenalin Edition yang dijadwalkan meluncur pada 21 Januari 2026. Fitur ini akan tersedia sebagai pilihan tambahan saat proses instalasi driver bagi pengguna kartu grafis Radeon, sehingga dapat diaktifkan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Melansir dari Jagat Review, melalui AI bundle ini, AMD ingin menyederhanakan penggunaan kecerdasan buatan secara lokal di PC. Pembaruan driver terbaru memungkinkan sistem menjalankan beban kerja berat berbasis AI, seperti pembuatan gambar (image generation) dan pemrosesan model bahasa besar (large language model/LLM), langsung di perangkat pengguna tanpa perlu konfigurasi teknis yang rumit.

Selama ini, pengaturan lingkungan AI di Windows kerap dianggap kompleks dan memakan waktu. Pengguna biasanya harus memasang berbagai komponen secara terpisah, mulai dari library, framework, hingga dependensi tambahan. AMD mencoba merapikan proses tersebut dengan mengintegrasikan kebutuhan dasar AI ke dalam satu paket installer, sehingga instalasi dapat dilakukan lebih cepat dan praktis.

Baca juga:

Bagi kalangan pengembang, kehadiran AI bundle ini diharapkan dapat mempermudah proses pengembangan serta pengujian model AI langsung di GPU Radeon. Dukungan terhadap PyTorch di Windows menjadi salah satu fokus utama, memungkinkan alur kerja yang sebelumnya memerlukan konfigurasi khusus kini berjalan lebih sederhana dan efisien.

Tak hanya menyasar developer, AMD juga membidik pengguna kreatif. Dengan pemrosesan AI yang dapat dijalankan secara lokal, berbagai workflow pengolahan gambar dan konten berbasis AI bisa dilakukan tanpa bergantung pada layanan cloud. Pendekatan ini menawarkan keuntungan berupa respons yang lebih cepat serta kontrol data yang lebih baik di sisi pengguna.

Meski konsep dasarnya telah dipaparkan, AMD masih belum mengungkapkan detail lengkap terkait isi AI bundle tersebut. Informasi mengenai daftar perangkat lunak, framework yang didukung, hingga kebutuhan perangkat keras belum diumumkan secara resmi. Karena itu, efektivitas paket ini—apakah hanya menjadi pintu masuk ke ekosistem AI atau benar-benar solusi matang—baru dapat dinilai setelah tersedia untuk publik.

Dengan jadwal peluncuran yang sudah ditetapkan, AMD semakin menegaskan posisinya dalam persaingan teknologi AI. Langkah ini melengkapi strategi perusahaan yang sebelumnya juga menonjolkan kemampuan AI melalui peluncuran prosesor Ryzen AI 400 serta GPU berbasis arsitektur RDNA 4.