spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 71

Xiaomi 13T Pro Rasa iPhone? Ini Update HyperOS 3 yang Bikin Pangling!

0

Telko. Id – Pernahkah Anda merasa bosan dengan tampilan antarmuka ponsel yang itu-itu saja, namun belum siap merogoh kocek dalam untuk membeli perangkat baru?

Bagi para pengguna setia seri “Flagship Killer” dari Xiaomi, penantian panjang untuk penyegaran sistem akhirnya terbayar lunas. Xiaomi baru saja memulai peluncuran pembaruan besar-besaran yang menjanjikan pengalaman visual yang sama sekali berbeda.

Kabar gembira ini datang khusus untuk Anda pemilik Xiaomi 13T Pro. Raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut telah mulai menggulirkan HyperOS 3, sebuah pembaruan mayor yang tidak hanya sekadar menambal celah keamanan, tetapi merombak fondasi perangkat lunak secara signifikan.

Langkah ini dimulai dari wilayah Eropa (EEA), menandai era baru bagi perangkat yang selama ini dikenal dengan performa tingginya.

Pembaruan ini bukan sekadar pergantian angka versi. Ini adalah lompatan platform yang cukup radikal.

Xiaomi mengambil langkah berani dengan memindahkan basis sistem operasi secara langsung dari Android 15 (HyperOS 2.2) menuju Android 16. Transisi ini membawa implikasi besar pada performa, efisiensi, dan tentu saja, estetika visual yang kini menjadi sorotan utama.

Lompatan Teknis ke Android 16

Secara teknis, pembaruan ini membawa nomor bentukan OS3.0.3.0.WMLEUXM. Bagi para antusias teknologi, kode ini mengonfirmasi bahwa Xiaomi 13T Pro di wilayah Eropa kini berjalan di atas basis Android 16. Ini adalah peningkatan masif mengingat basis sebelumnya adalah Android 15.

Langkah Xiaomi untuk langsung melompat ke Android 16 menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga relevansi perangkat premium ini. Dengan pembaruan ini, pengguna tidak hanya mendapatkan fitur kosmetik, tetapi juga peningkatan di balik layar yang ditawarkan oleh arsitektur Android terbaru.

Anda mungkin perlu mengecek kembali Fakta Penting mengenai perangkat ini untuk memahami betapa signifikannya dukungan software jangka panjang bagi nilai jual kembali ponsel Anda.

Transformasi Visual ala iOS

Salah satu poin paling menarik dari HyperOS 3 pada Xiaomi 13T Pro adalah pergeseran desain antarmuka. Xiaomi tampaknya tidak malu-malu untuk mengadopsi elemen estetika yang selama ini lekat dengan ekosistem Apple (iOS). Perubahan ini dirancang untuk memberikan nuansa yang lebih premium, bersih, dan modern.

Perubahan paling mencolok terlihat pada Status Bar gaya iOS. Indikator baterai dan bar sinyal telah didesain ulang sepenuhnya untuk mencerminkan bahasa visual yang biasa Anda temukan pada iPhone.

Selain itu, ikon aplikasi di layar utama kini memiliki sudut yang lebih lembut (softer corners), memberikan kesan yang lebih ramah di mata dan konsisten dengan tren desain minimalis terkini.

Fitur Interaktif “Hyper Island” dan Efek Kaca

Tak hanya soal tampilan statis, fungsionalitas juga mendapat sentuhan baru. Fitur kapsul notifikasi interaktif di sekitar kamera depan, atau yang sering disebut sebagai “Dynamic Island” pada kompetitornya, kini hadir dengan nama Hyper Island. Fitur ini sekarang terintegrasi penuh dan fungsional pada Xiaomi 13T Pro, memungkinkan interaksi yang lebih dinamis untuk notifikasi dan kontrol media.

Selain itu, Xiaomi memperkenalkan efek Liquid Glass pada System Launcher. Efek ini memberikan nuansa blur yang lebih dalam dan elegan, menyerupai kaca cair.

Anda akan merasakan perbedaannya saat membuka folder atau masuk ke layar multitasking. Animasi terasa lebih hidup dan memberikan kedalaman visual yang memanjakan mata.

Detail kecil pun tak luput dari perhatian. Ikon-ikon mikro di dalam menu Pengaturan dan Pusat Kontrol telah direvisi agar lebih konsisten.

Ditambah lagi, pengguna kini bisa menikmati gaya jam layar kunci (Lock Screen Clock) khas HyperOS 3 yang sangat bisa dikustomisasi, memungkinkan Anda mengekspresikan kepribadian melalui tampilan awal ponsel.

Bagaimana Nasib Xiaomi 13T Reguler?

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana dengan nasib “adik” dari model Pro ini? Bagi pengguna Xiaomi 13T standar, Anda tampaknya masih harus sedikit bersabar. Saat ini, proses pembaruan untuk model reguler masih berlangsung dan berada dalam tahap Beta Internal.

Meskipun demikian, integrasi Android 16 untuk model standar sedang dikerjakan secara intensif. Rilis publik yang stabil diprediksi akan mulai digulirkan dalam beberapa minggu mendatang setelah proses validasi selesai.

Jadi, bagi Anda yang membeli varian ini dengan Harga Terjangkau, optimisme tetap ada karena dukungan perangkat lunak tetap berjalan.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar, Anda bisa memantau ketersediaan pembaruan melalui aplikasi HyperOS Downloader untuk mengecek apakah perangkat Anda sudah memenuhi syarat untuk mencicipi manisnya HyperOS 3.0. (Icha)

Bocoran Redmi K90 Ultra: Bawa Kipas Internal dan Baterai 8500mAh

0

Telko.id – Xiaomi dilaporkan tengah melakukan uji coba intensif atau stress-test pada perangkat flagship performa generasi berikutnya yang diidentifikasi sebagai Redmi K90 Ultra.

Laporan terbaru dari pembocor teknologi ternama, Digital Chat Station (DCS) melalui Weibo, mengungkap bahwa perangkat ini akan membawa lompatan teknologi yang masif, khususnya pada sektor daya tahan baterai dan manajemen termal.

Bocoran tersebut menyoroti posisi perangkat ini sebagai “monster baterai” di kategori sub-flagship. Xiaomi tampaknya sedang merombak strategi perangkat keras mereka untuk tahun 2026 dengan memprioritaskan performa mentah dan ketahanan daya di atas segalanya, sebuah langkah yang membedakannya dari pendahulunya, Redmi K80 Ultra yang dirilis Juni 2025.

Informasi awal ini mengindikasikan bahwa Redmi K90 Ultra tidak hanya sekadar pembaruan rutin, melainkan sebuah evolusi signifikan yang menargetkan para gamer berat dan pengguna daya ekstrem. Dengan spesifikasi yang mulai terungkap, perangkat ini diprediksi akan menjadi penantang serius di pasar ponsel performa tinggi.

Ditenagai Dimensity 9500 dan Chip Khusus

Sektor dapur pacu menjadi sorotan utama dalam bocoran ini. Redmi K90 Ultra dikabarkan akan ditenagai oleh platform MediaTek Dimensity 9500 (D9500).

Namun, Xiaomi tidak hanya mengandalkan chipset utama. Laporan tersebut menyebutkan adanya “chip performa yang disetel khusus,” yang mengindikasikan kembalinya arsitektur dual-chip pada lini Redmi.

Strategi ini mirip dengan penggunaan chip Pixelworks X7 atau penerusnya, yang bertugas untuk membagi beban kerja GPU dan menangani interpolasi frame.

Hal ini memungkinkan perangkat menjalankan game berat dengan frame rate tinggi yang lebih stabil tanpa membebani prosesor utama secara berlebihan. Pendekatan ini sangat krusial bagi pengguna yang mencari HP Gaming dengan performa konsisten.

Yang paling mengejutkan dari laporan DCS adalah penyebutan fitur “kipas internal” atau built-in fan. Fitur ini merupakan sesuatu yang sangat langka dan biasanya hanya ditemukan pada ponsel gaming terdedikasi seperti seri RedMagic.

Kehadiran kipas pendingin aktif ini menandakan pergeseran strategi manajemen termal Xiaomi untuk mempertahankan performa puncak Dimensity 9500 dalam jangka waktu lama.

Langkah berani Xiaomi menyematkan kipas fisik ini mengingatkan pada inovasi kompetitor yang juga fokus pada suhu perangkat.

Sebagai perbandingan, teknologi Sistem Pendingin canggih kini menjadi standar wajib bagi ponsel yang ingin mendominasi segmen hardcore gaming.

Baterai 8500mAh: Standar Baru Ketahanan

Spesifikasi yang paling mencolok dari Redmi K90 Ultra adalah kapasitas baterainya. Unit rekayasa atau engineering unit yang sedang diuji saat ini memiliki sel baterai berkapasitas 8500mAh±. Bahkan, laporan tersebut menyebutkan bahwa manufaktur masih berusaha untuk memaksimalkan kapasitas ini lebih jauh lagi.

Kapasitas sebesar ini jauh melampaui standar industri saat ini dan merepresentasikan evolusi masif dari generasi sebelumnya. Meskipun memiliki densitas baterai yang sangat padat, perangkat ini tetap mendukung pengisian cepat kabel 100W dengan “kompatibilitas tinggi”.

Istilah ini kemungkinan merujuk pada dukungan standar universal PD/PPS di samping protokol proprietari Xiaomi sendiri.

Tren peningkatan kapasitas baterai secara ekstrem ini tampaknya akan menjadi tema utama di tahun 2026. Kompetitor lain juga mulai berlomba menghadirkan Baterai 15.000mAh atau kapasitas jumbo lainnya untuk mengakomodasi kebutuhan daya chipset modern yang semakin kencang.

Layar Kencang, Kamera “Cukup Scan Kode”

Untuk mengimbangi performa mesinnya, Redmi K90 Ultra akan dibekali panel layar dengan “refresh rate ultra-tinggi”. Hal ini konsisten dengan sejarah seri K yang kerap menawarkan layar 144Hz atau lebih tinggi, menjamin visual yang mulus untuk kebutuhan kompetitif.

Namun, ada harga yang harus dibayar untuk semua keunggulan performa dan baterai tersebut. Ketika ditanya mengenai lensa telefoto, DCS memberikan jawaban kriptik: “Jika Anda bisa memindai kode, maka Anda sudah berhasil.”

Dalam istilah slang penggemar teknologi Tiongkok, ini mengonfirmasi bahwa sistem kamera hanya bersifat fungsional dan bukan prioritas.

Kemungkinan besar, Redmi K90 Ultra hanya akan menggunakan sensor utama standar yang ditemani lensa sekunder dasar. Absennya kemampuan zoom canggih ini dilakukan demi menekan harga jual dan menyediakan ruang fisik yang cukup untuk baterai raksasa serta kipas pendingin di dalam bodi ponsel.

Kompetisi Ponsel Performa 2026

Bocoran ini juga menyinggung lanskap kompetisi di masa depan. OnePlus Ace 6 Ultra disebut sebagai pesaing langsung Redmi K90 Ultra. DCS mengonfirmasi bahwa Ace 6 Ultra juga menargetkan kapasitas baterai yang “dimulai dengan angka 8” (8000mAh+).

Hal ini menandakan adanya pergeseran industri secara luas menuju kapasitas baterai ekstrem pada ponsel performa di tahun 2026.

Jika dibandingkan dengan Redmi K80 Ultra yang menggunakan Dimensity 9400+ dan pompa pendingin ice-sealed 3D, kehadiran kipas internal dan baterai 8500mAh pada K90 Ultra adalah lompatan yang sangat agresif.

Xiaomi tampaknya siap mengorbankan ketipisan perangkat dan kemampuan fotografi demi mengejar durabilitas dan performa gaming tanpa kompromi. (Icha)

Terobosan AI Xiaomi Tembus ICLR 2026, Kenalkan Algoritma Otonom DIPOLE

0

Telko.id – Pendiri Xiaomi, Lei Jun, secara resmi mengumumkan pencapaian monumental bagi laboratorium kecerdasan buatan (AI) perusahaan.

Sejumlah makalah penelitian dari tim Xiaomi telah diterima untuk dipresentasikan dalam International Conference on Learning Representations (ICLR) 2026.

Konferensi ini dikenal luas sebagai salah satu panggung paling bergengsi di dunia untuk memamerkan kemajuan terbaru dalam bidang kecerdasan buatan.

Karya-karya yang terpilih mencakup berbagai batasan kritis dalam pengembangan AI modern. Topik yang diangkat meliputi penalaran multimodal, pembelajaran penguatan atau Reinforcement Learning (RL), agen GUI, hingga pembuatan audio.

Namun, sorotan utama dari pencapaian ini tertuju pada inovasi mereka dalam sistem mengemudi otonom end-to-end, yang menjanjikan evolusi signifikan bagi industri otomotif pintar.

Salah satu penelitian yang menjadi pusat perhatian adalah makalah berjudul “Dichotomous Diffusion Policy Optimization” atau disingkat DIPOLE.

Penelitian ini menonjol karena penerapannya yang langsung pada sistem mengemudi otonom dan model pengambilan keputusan berskala besar.

Inovasi ini hadir di tengah gencarnya pengembangan ekosistem cerdas perusahaan, termasuk peluncuran berbagai Perangkat AIoT yang semakin canggih.

Tantangan Stabilitas dalam Model Difusi

Dalam dunia pengembangan AI generatif saat ini, strategi berbasis difusi dianggap sebagai standar emas. Hal ini dikarenakan kekuatan ekspresifnya yang tinggi serta kemampuan kontrol yang mumpuni.

Meski demikian, penerapan strategi ini pada Reinforcement Learning (RL) untuk pengambilan keputusan menciptakan hambatan teknis tersendiri.

Masalah utama yang dihadapi adalah instabilitas pelatihan saat melakukan optimasi langsung. Metode pendekatan Gaussian yang sering digunakan sebelumnya terbukti memakan biaya komputasi yang sangat mahal.

Selain itu, metode tersebut memerlukan langkah denoising yang berlebihan, sehingga dinilai tidak praktis untuk aplikasi real-time seperti pada kendaraan otonom yang membutuhkan respons sepersekian detik.

Tim peneliti Xiaomi, yang dipimpin oleh penulis utama Liang Ruiming dan Zheng Yinan, menawarkan solusi melalui algoritma DIPOLE.

Algoritma ini dirancang untuk mengatasi kemacetan antara stabilitas dan kompleksitas yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan sistem otonom berbasis AI.

Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat melengkapi portofolio inovasi perusahaan, bersanding dengan produk flagship seperti Pesaing iPhone terbaru mereka yang juga mengandalkan kecerdasan buatan.

Mekanisme Kerja Algoritma DIPOLE

Logika inti dari DIPOLE adalah memeriksa kembali tujuan RL yang terregularisasi KL. Alih-alih menggunakan optimasi yang rumit dan berantakan, algoritma ini memperkenalkan konsep “regularisasi kebijakan serakah” atau greedy policy regularization. Pendekatan ini memungkinkan sistem untuk memproses data dengan lebih efisien dan terstruktur.

Secara teknis, DIPOLE melakukan dekomposisi biner terhadap kebijakan optimal. Algoritma memecahnya menjadi struktur “biner”, yaitu satu sisi yang memaksimalkan imbalan (rewards) dan satu sisi lain yang meminimalkannya.

Pemisahan ini memberikan kejelasan bagi sistem dalam membedakan tindakan mana yang paling menguntungkan dalam skenario tertentu.

Pada tahap penerapan atau inferensi, sistem menghasilkan tindakan dengan menggabungkan skor probabilitas dari dua kebijakan yang berlawanan tersebut secara linear.

Metode ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi sistem untuk mengatur seberapa “agresif” atau “konservatif” pengambilan keputusan yang harus dilakukan. Hal ini sangat krusial dalam situasi jalan raya yang dinamis, di mana kendaraan harus menyeimbangkan antara kecepatan dan keselamatan.

Validasi Kinerja dan Dampak Masa Depan

Algoritma DIPOLE yang diperkenalkan Xiaomi bukan sekadar konsep teoritis di atas kertas. Makalah penelitian tersebut telah memvalidasi kinerjanya melalui tiga tolok ukur (benchmark) kritis yang membuktikan keandalannya.

Pada kategori General RL, algoritma ini menunjukkan peningkatan signifikan pada standar benchmark seperti ExORL dan OGBench.

Dari sisi skalabilitas, DIPOLE sukses divalidasi pada model VLA (Vision-Language-Action) dengan skala parameter mencapai 1 miliar. Keberhasilan ini membuktikan bahwa algoritma tersebut dapat bekerja efektif pada model pondasi berskala besar, sebuah prasyarat penting untuk sistem AI modern yang kompleks.

Yang paling relevan bagi industri otomotif, algoritma ini mendemonstrasikan kinerja superior dalam NAVSIM, sebuah benchmark mengemudi otonom di dunia nyata.

Hasil ini menandakan adanya peningkatan langsung bagi sistem Pilot masa depan Xiaomi. Integrasi teknologi ini kemungkinan besar akan segera terlihat, seiring dengan upaya perusahaan yang baru saja menyelesaikan Update HyperOS ke sebagian besar perangkat mereka, menciptakan ekosistem yang semakin terpadu antara kendaraan dan perangkat pintar. (Icha)

Xiaomi MIX 5 Siap Comeback, Bawa Lensa Magnetik dan Layar Penuh

0

Telko.id – Xiaomi dilaporkan tengah mempersiapkan kebangkitan salah satu lini produk paling eksperimental mereka. Berdasarkan informasi terbaru yang beredar di kalangan industri, pabrikan asal China tersebut telah memulai produksi massal sistem “lensa magnetik” baru.

Teknologi ini diprediksi kuat akan menjadi fitur unggulan pada Xiaomi MIX 5, perangkat yang menandai kembalinya seri MIX setelah absen cukup lama dari pasar flagship.

Kabar ini pertama kali diungkap oleh leaker kenamaan, Digital Chat Station, yang menyebutkan bahwa sebuah manufaktur besar—yang disepakati oleh konsensus komunitas sebagai Xiaomi—sedang memproduksi komponen optik canggih tersebut.

Jika berjalan sesuai rencana, teknologi ini dijadwalkan untuk penyebaran komersial paling cepat pada tahun ini, yakni 2026.

Kemunculan kabar ini menjadi angin segar bagi para penggemar teknologi yang telah menantikan penerus dari seri MIX. Lini produk ini terakhir kali hadir melalui MIX 4 pada tahun 2021 yang kala itu membawa terobosan kamera di bawah layar.

Kini, setelah jeda lima tahun, Xiaomi tampaknya siap kembali membidik segmen “enthusiast” yang memprioritaskan perangkat keras eksperimental dibandingkan utilitas konvensional.

Arsitektur Lensa Magnetik: Hibrida Kamera Profesional

Istilah “lensa magnetik” yang mencuat dalam laporan ini merujuk pada ekosistem optik modular. Konsep ini memiliki kemiripan dengan inovasi yang sempat diperkenalkan oleh Lei Jun pada Maret 2025 untuk seri Xiaomi 15.

Teknologi ini memungkinkan elemen optik eksternal berkualitas tinggi untuk dipasang secara fisik ke panel belakang perangkat melalui susunan magnet.

Berbeda dengan aksesori lensa tambahan standar yang hanya menempel di luar, sistem ini terintegrasi secara mendalam dengan perangkat keras ponsel.

Sistem ini memanfaatkan ISP internal (Image Signal Processor) dan daya komputasi ponsel untuk memproses data gambar dari modul eksternal.

Secara teori, integrasi ini mampu mengubah smartphone menjadi hibrida kamera mirrorless profesional, bahkan berpotensi mendukung sensor yang lebih besar seperti format M43.

Desain “True Full-Screen” Tanpa Bezel

Selain sektor kamera, Xiaomi MIX 5 diproyeksikan untuk menghadirkan estetika “slab” (lempengan) yang sempurna. Laporan tersebut merinci beberapa teknologi manufaktur mutakhir yang akan diterapkan pada perangkat ini untuk mencapai desain futuristik:

  • Layar Quad-Curved: Panel layar yang melengkung di keempat sisi dengan bezel nol, memberikan pengalaman visual tanpa batas.
  • Teknologi CUP Generasi Baru: Menggunakan Camera Under Panel (kamera di bawah layar) beresolusi tinggi. Teknologi ini menghilangkan kebutuhan akan punch-hole atau lubang kamera, sehingga tampilan layar menjadi utuh sepenuhnya.
  • Konstruksi Keramik Unibody: Mengembalikan ciri khas seri MIX, perangkat ini akan menggunakan bodi keramik utuh. Xiaomi kemungkinan memanfaatkan proses “BM bezel” ultra-tipis baru untuk menghilangkan braket layar atau penyangga plastik yang biasanya mengganggu estetika.

Desain ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan, seperti yang pernah terlihat pada konsep ponsel masa depan mereka sebelumnya. Penggunaan material keramik tidak hanya memberikan kesan mewah tetapi juga durabilitas yang lebih baik dibandingkan kaca konvensional.

Status Proyek dan Jadwal Rilis

Meskipun komponen lensa magnetik tersebut dilaporkan sudah memasuki tahap produksi massal, Digital Chat Station secara eksplisit memberikan label “TBD” (To Be Decided) untuk status proyek perangkat itu sendiri.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun perangkat kerasnya sedang dibuat, lini masa peluncuran spesifik dan integrasi akhir masih bergantung pada peta jalan produk strategis Xiaomi.

Seri MIX memang dikenal sebagai etalase inovasi Xiaomi. Sejak MIX 4 yang menggunakan Snapdragon 888+, seri ini “tidur” cukup lama. Jika Xiaomi MIX 5 benar-benar dirilis pada tahun 2026, ini akan menjadi momen penting bagi Xiaomi dalam menegaskan kembali posisinya sebagai inovator perangkat keras.

Kehadiran perangkat ini juga bisa menjadi wadah yang tepat untuk memamerkan kemampuan sistem operasi terbaru mereka dalam menangani pemrosesan gambar tingkat lanjut.

Pasar smartphone ultra-premium saat ini memang membutuhkan diferensiasi yang kuat. Dengan kombinasi desain layar penuh tanpa gangguan dan kemampuan fotografi modular, Xiaomi MIX 5 berpotensi menetapkan standar baru bagi perangkat flagship di tahun mendatang. (Icha)

REDMI Turbo 5 Max Rilis Varian 1TB di Tengah Krisis Chip, Stok Terbatas

0

Telko.id – Di tengah krisis penyimpanan NAND Flash global yang memicu lonjakan harga komponen secara signifikan, Xiaomi mengambil langkah berani untuk mempertahankan posisinya di pasar smartphone.

Perusahaan teknologi raksasa ini secara mengejutkan meluncurkan varian memori jumbo untuk lini terbarunya, REDMI Turbo 5 Max, yang kini hadir dengan konfigurasi RAM 16GB dan penyimpanan internal 1TB.

Langkah ini dinilai tidak biasa mengingat kondisi rantai pasokan saat ini yang sedang mengalami keterbatasan stok dan kenaikan harga memori.

Peluncuran varian tertinggi ini menjadi sorotan karena dilakukan saat produsen lain mungkin memilih untuk menahan diri atau menaikkan harga secara drastis akibat biaya produksi yang membengkak.

Marketing Manager Xiaomi REDMI, Zhang Yu, secara terbuka mengonfirmasi tantangan berat di balik perilisan edisi khusus ini. Ia mengungkapkan bahwa memproduksi varian 1TB dalam kondisi pasar saat ini memakan biaya manufaktur yang sangat tinggi.

Hal ini menjelaskan mengapa stok unit ini sengaja dibuat sangat terbatas. “Biayanya tinggi dan jumlahnya sedikit. Siapa cepat dia dapat,” tegas Zhang Yu menanggapi situasi tersebut.

Tantangan Produksi dan Stok Terbatas

Ketika sejumlah pengguna mengeluhkan mengapa versi spesifikasi tinggi ini tidak diumumkan lebih awal, Zhang Yu menekankan kembali betapa seriusnya situasi rantai pasokan saat ini.

Ia menjelaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan respons terhadap realitas industri. “Jumlahnya sangat kecil, dan sangat mahal untuk diproduksi,” tambahnya.

Strategi ini menunjukkan upaya Xiaomi untuk mempertahankan reputasi price-to-performance atau Flagship Killer yang selama ini melekat pada merek tersebut.

Dengan tetap merilis varian 1TB meski margin keuntungan tergerus, Xiaomi tampaknya memposisikan model ini sebagai barang mewah “limited run” di pasar di mana penyimpanan kapasitas tinggi menjadi semakin mahal dan langka.

Spesifikasi dan Harga Terbaru

Selain kapasitas memori yang masif, REDMI Turbo 5 Max telah menarik perhatian sebagai ponsel pertama di dunia yang menggunakan prosesor Dimensity 9500s.

Perangkat ini juga dibekali dengan daya tahan luar biasa berkat baterai Xiaomi Jinshajiang berkapasitas 9000mAh, sebuah angka yang jauh di atas rata-rata Baterai Besar pada umumnya.

Menyusul peluncuran varian baru ini, terdapat pembaruan pada tingkat harga untuk seri REDMI Turbo 5 Max. Berikut adalah daftar harga lengkapnya:

  • 16GB + 1TB (Baru): 3399 Yuan (Harga Subsidi Nasional: ~2882 Yuan)
  • 16GB + 512GB: 2799 Yuan
  • 12GB + 512GB / 16GB + 256GB: 2499 Yuan
  • 12GB + 256GB: 2199 Yuan

Langkah agresif Xiaomi ini memberikan opsi menarik bagi konsumen yang membutuhkan penyimpanan ekstra besar tanpa harus beralih ke perangkat yang jauh lebih mahal, meskipun ketersediaannya sangat terbatas di pasaran.

Bagi Anda yang mencari opsi lebih terjangkau, Smartphone Entry-Level dari Xiaomi juga masih tersedia sebagai alternatif. (Icha)

Alasan Xiaomi Ganti MIUI Dialer ke Google Phone: Fitur Keamanan Tersembunyi

0

Telko.id – Pengguna perangkat Xiaomi, Redmi, dan POCO belakangan ini kerap menyuarakan keluhan di berbagai forum komunitas terkait hilangnya aplikasi MIUI Dialer klasik.

Banyak penggemar setia antarmuka Xiaomi yang merasa kecewa dan menganggap penggantian aplikasi bawaan tersebut ke Google Phone dan Google Messages sebagai sebuah penurunan kualitas.

Namun, keputusan produsen untuk melakukan migrasi ini bukan tanpa dasar yang kuat, melainkan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan keamanan pengguna melalui fitur deteksi spam waktu nyata.

Pergeseran dari aplikasi kontak dan pesan bawaan Xiaomi yang kaya fitur ke ekosistem Google sering kali dipandang sebelah mata karena hilangnya antarmuka klasik dan fitur perekaman panggilan bawaan yang disukai pengguna.

Padahal, di balik tampilan yang dianggap mengganggu oleh sebagian pihak, aplikasi Google Phone dan Messages menyimpan lapisan keamanan canggih yang sering terabaikan.

Fitur yang disebut sebagai “Real-time Spam Detection” ini menjadi alasan utama mengapa transisi tersebut dipaksakan demi perlindungan pengguna yang lebih optimal.

Perbedaan mendasar terletak pada mekanisme pertahanan yang ditawarkan kedua platform. Aplikasi lawas Xiaomi umumnya mengandalkan definisi statis yang tersimpan secara lokal di perangkat untuk mengidentifikasi nomor asing.

Sebaliknya, ekosistem Google memanfaatkan basis data intelijen ancaman yang sangat besar dan didukung oleh teknologi cloud. Sistem ini bekerja secara diam-diam di latar belakang untuk memberikan perlindungan yang jauh lebih dinamis dibandingkan metode konvensional.

Mekanisme Perlindungan Google Phone

Aplikasi Google Phone dan Messages tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi standar, melainkan bertindak sebagai sistem pertahanan aktif bagi pengguna ponsel cerdas.

Dengan memanfaatkan basis data global, sistem ini mampu melakukan referensi silang terhadap panggilan masuk dengan jutaan nomor penipuan yang telah dilaporkan.

Proses ini terjadi secara real-time, memungkinkan perangkat untuk mengidentifikasi potensi penipuan sebelum pengguna sempat mengangkat telepon.

Selain identifikasi panggilan, ekosistem ini juga memiliki kemampuan untuk mengarantina ancaman yang masuk melalui pesan singkat.

Sistem secara otomatis akan mengalihkan muatan SMS berbahaya, seperti tautan phishing atau peringatan bank palsu, ke dalam kotak pasir tersembunyi berlabel “Spam & Blocked”.

Mekanisme ini mencegah pesan berbahaya tersebut memadati kotak masuk utama atau menipu pengguna untuk mengklik tautan yang berisiko meretas data pribadi.

Cara Mengaktifkan Fitur Anti-Spam

Agar fungsi keamanan ini berjalan maksimal, pengguna perlu memastikan bahwa protokol perlindungan telah aktif di perangkat mereka.

Seringkali, fitur ini belum terkonfigurasi secara otomatis atau tidak sengaja dinonaktifkan oleh pengguna. Berikut adalah langkah audit konfigurasi untuk memaksimalkan perlindungan di perangkat Xiaomi yang menggunakan layanan Google:

Untuk memblokir panggilan yang mengganggu, pengguna dapat membuka aplikasi Google Phone dan masuk ke menu pengaturan. Pilih opsi “Caller ID & spam”, lalu aktifkan fitur “Filter spam calls”.

Dengan langkah ini, ponsel akan secara otomatis memblokir nomor-nomor yang telah teridentifikasi sebagai risiko tinggi, sehingga gangguan dari penelpon spam dapat dicegah sepenuhnya tanpa dering.

Sementara itu, untuk membersihkan kotak masuk dari pesan sampah, pengguna dapat membuka aplikasi Google Messages. Ketuk ikon profil pengguna, pilih pengaturan pesan, lalu masuk ke menu “Spam protection”.

Pastikan opsi “Enable spam protection” dalam posisi menyala. Setelah aktif, analisis heuristik akan memindai setiap teks yang masuk dan memisahkan potensi ancaman tanpa memerlukan interaksi manual dari pengguna.

Langkah keamanan ini menjadi semakin relevan seiring dengan persiapan Xiaomi menggulirkan pembaruan sistem operasi terbaru.

Disarankan untuk tetap waspada dan memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia, sembari menunggu informasi lebih lanjut mengenai kelayakan perangkat mereka untuk pembaruan HyperOS 3.0 melalui aplikasi HyperOS Downloader. (Icha) 

Buka Blokir Grok, Kemkomdigi Awasi Ketat Normalisasi

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi memproses normalisasi akses terhadap layanan Grok.

Langkah pembukaan akses ini dilakukan secara bersyarat dan tetap berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.

Keputusan ini diambil setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang berisi langkah-langkah perbaikan layanan serta janji kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, memberikan penegasan bahwa proses normalisasi ini bukanlah bentuk pelonggaran tanpa syarat bagi platform media sosial tersebut.

Kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme penegakan hukum digital yang terukur. Alexander menekankan bahwa status normalisasi ini dapat dievaluasi sewaktu-waktu jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

“Normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan.Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” tegas Alexander di Jakarta, Sabtu (31/01/2026).

Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah yang tetap waspada terhadap potensi pelanggaran aturan PSE di masa depan.

Komitmen Tertulis dan Langkah Perbaikan X Corp

Dalam surat resmi yang ditujukan langsung kepada Menteri Komunikasi dan Digital, X Corp menguraikan serangkaian strategi penanganan berlapis untuk mengatasi isu penyalahgunaan pada layanan Grok.

Perusahaan teknologi tersebut menyatakan telah menerapkan sejumlah pembaruan signifikan demi memastikan platform mereka aman bagi pengguna di Indonesia.

Langkah-langkah yang dijanjikan meliputi penguatan pelindungan teknis serta pembatasan akses terhadap fitur-fitur tertentu yang dinilai berisiko.

Selain itu, X Corp juga melakukan penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal yang lebih ketat. Hal ini mencakup aktivasi protokol respons insiden yang dirancang untuk menangani potensi penyebaran konten negatif secara cepat dan efektif.

Alexander menegaskan bahwa Kemkomdigi tidak akan menerima klaim tersebut begitu saja. Seluruh langkah yang disampaikan oleh pihak X akan melalui proses verifikasi dan pengujian secara berkelanjutan.

Uji tuntas ini bertujuan untuk memastikan efektivitas sistem dalam mencegah pelanggaran hukum, termasuk penyebaran konten ilegal serta pelanggaran terhadap prinsip pelindungan anak di ranah digital.

Pengawasan Berkelanjutan dan Ancaman Sanksi

Pemerintah memastikan bahwa normalisasi ini disertai dengan pemantauan ketat. Kemkomdigi menyatakan sikap tegas jika dalam pelaksanaannya ditemukan inkonsistensi antara komitmen tertulis dengan fakta di lapangan. Alexander memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil tindakan korektif jika terjadi pelanggaran lanjutan.

“Normalisasi ini disertai pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Jika dalam pelaksanaannya ditemukan ketidakkonsistenan atau pelanggaran lanjutan, Kemkomdigi tidak akan ragu mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan kembali akses layanan,” ujarnya. Ancaman blokir akses tetap menjadi opsi terakhir jika platform gagal mematuhi regulasi.

Kemkomdigi menekankan bahwa kebijakan pengawasan ruang digital, baik itu berupa pembatasan maupun normalisasi, selalu dilaksanakan secara proporsional.

Langkah ini dilakukan secara transparan dan berbasis regulasi dengan tujuan utama melindungi kepentingan publik. Pemerintah berupaya menjaga agar ruang digital Indonesia tetap aman, berkeadilan, dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai penutup, Kemkomdigi mencatat adanya iktikad baik dari X Corp untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), X Corp memiliki kewajiban hukum untuk menjaga ekosistem digital yang bertanggung jawab. Alexander menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kepatuhan hukum adalah syarat mutlak.

“Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan,” pungkas Alexander. (Icha)

TV Samsung OLED 2026 dan Odyssey G6 Kini Dukung NVIDIA G-SYNC

0

Telko.id – Samsung Electronics secara resmi mengumumkan pembaruan signifikan pada lini produk layar terbarunya. Jajaran TV Samsung OLED 2026 serta monitor gaming Odyssey generasi anyar kini telah mendapatkan sertifikasi NVIDIA G-SYNC Compatible.

Langkah ini diambil untuk menghadirkan pengalaman bermain gim yang jauh lebih mulus, responsif, dan bebas gangguan bagi para penggemar e-sports maupun gamer kasual.

Integrasi teknologi NVIDIA G-SYNC ini memungkinkan sinkronisasi yang presisi antara refresh rate layar dengan frame rate yang dihasilkan oleh GPU NVIDIA GeForce.

Mekanisme ini secara efektif mengurangi masalah visual yang kerap mengganggu kenyamanan bermain, seperti screen tearing (layar tampak sobek) dan stuttering (gerakan patah-patah). Dengan demikian, pengguna dapat menikmati visual yang tidak hanya tajam, tetapi juga mengalir dengan lancar tanpa hambatan teknis.

Kevin Lee, Executive Vice President Divisi Visual Display di Samsung Electronics, menegaskan komitmen perusahaan dalam memfasilitasi kebutuhan gamer.

Menurutnya, tujuan Samsung sangat sederhana, yaitu memberikan pengalaman bermain gim yang konsisten di mana pun dan apa pun jenis permainannya.

“Dengan inovasi terbaru pada TV OLED dan monitor gaming, kami menghadirkan lebih banyak daya, presisi, dan imersi untuk setiap jenis pemain,” ujar Kevin melalui keterangan resminya.

Adapun model-model yang dipastikan mendukung fitur ini meliputi jajaran TV OLED seri S95H, S90H, dan S85H. Selain itu, dukungan serupa juga hadir pada monitor gaming Odyssey G6 model terbaru, yakni varian G60H dan G61SH, yang siap menjadi standar baru dalam industri perangkat keras gaming di tahun Tren Gadget 2026.

Terobosan Refresh Rate pada Odyssey G6

Salah satu sorotan utama dalam pengumuman ini adalah kehadiran monitor Odyssey G6 berukuran 27 inci dengan nomor model G60H. Perangkat ini menetapkan standar baru bagi dunia gaming kompetitif dengan menjadi monitor pertama di dunia yang menawarkan refresh rate hingga 1.040Hz. Kecepatan luar biasa ini didukung oleh fitur inovatif bernama Dual Mode.

Fitur Dual Mode memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna untuk menyesuaikan performa layar sesuai kebutuhan permainan. Gamer dapat beralih antara mode frame rate ultra-tinggi pada resolusi HD atau memilih performa native resolusi QHD dengan refresh rate hingga 600Hz.

Kombinasi ini menawarkan kejernihan visual, kecepatan, serta responsivitas yang sangat dibutuhkan dalam gameplay bertempo cepat yang menuntut presisi tinggi.

Sementara itu, bagi gamer yang lebih memprioritaskan kualitas visual sinematik, Samsung menghadirkan Odyssey G6 model G61SH.

Monitor 27 inci ini menggunakan panel QD-OLED beresolusi QHD dengan refresh rate 240Hz. Keunggulan panel ini terletak pada kontras yang tajam dan reproduksi warna yang kaya, namun tetap mempertahankan performa halus.

Model G61SH juga menawarkan waktu respons yang sangat cepat, yakni 0,03ms (Gray-to-Gray), serta dukungan HDR10+ GAMING. Spesifikasi ini menjadikan monitor tersebut pilihan ideal untuk pengalaman bermain yang imersif sekaligus kompetitif.

Kedua varian Odyssey G6 ini sudah NVIDIA G-SYNC Compatible, menjamin gameplay yang bebas tearing baik bagi mereka yang mengejar frame rate ekstrem maupun resolusi tinggi.

Performa Gaming Tinggi di TV OLED

Tidak hanya pada monitor, Samsung juga menyematkan teknologi gaming mutakhir pada lini TV OLED tahun 2026. Model premium seperti S95H dan S90H dirancang untuk mendukung kecepatan refresh hingga 165Hz.

Sementara itu, model S85H mendukung refresh rate hingga 120Hz. Angka ini memastikan pergerakan gambar yang mulus dengan latensi rendah, sangat krusial untuk genre permainan aksi cepat.

Selain kompatibilitas dengan NVIDIA G-SYNC, jajaran TV baru ini juga mendukung AMD FreeSync Premium Pro. Dukungan ganda ini memastikan kinerja gaming HDR yang stabil dan bebas gangguan visual, baik saat pengguna bermain menggunakan platform PC maupun konsol game modern.

Kualitas gambar pada rangkaian produk OLED tahun ini semakin disempurnakan dengan diperkenalkannya HDR10+ ADVANCED. Ini merupakan format HDR generasi berikutnya yang mampu meningkatkan aspek kecerahan, kontras, akurasi warna, dan kejernihan gerakan pada berbagai jenis konten.

Teknologi ini memastikan detail visual tetap terjaga meski dalam adegan permainan yang gelap atau sangat terang.

Untuk kenyamanan mata dan visibilitas yang optimal, Samsung menerapkan teknologi Glare Free eksklusif pada model S95H dan S90H. Teknologi ini berfungsi mengurangi pantulan cahaya lingkungan pada layar tanpa mengorbankan kualitas gambar khas OLED yang kaya warna.

Dengan deretan fitur tersebut, Samsung berupaya mendefinisikan ulang standar perangkat visual gaming di masa depan. (Icha)

Acer Dukung Global Game Jam 2026, Fasilitasi Developer Game Lokal

0

Telko.id – Acer Indonesia, melalui lini produk Predator Gaming, kembali mempertegas komitmennya dalam memajukan ekosistem digital tanah air dengan sukses menggelar Global Game Jam (GGJ) 2026.

Acara yang berlangsung di Bandung mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026 ini menjadi momentum penting bagi ratusan pengembang gim lokal untuk menciptakan karya inovatif menggunakan dukungan perangkat keras berkinerja tinggi.

Dalam ajang tahunan yang menjadi barometer kreativitas pengembang gim ini, Acer tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga penyedia infrastruktur teknologi.

Langkah ini diambil untuk memastikan talenta muda Indonesia memiliki akses terhadap perangkat yang mumpuni dalam mengeksekusi ide-ide kompleks menjadi sebuah produk gim yang layak saing, baik di pasar domestik maupun internasional.

Renaldy Felani, Marketing Communications Manager Acer Indonesia, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam acara ini lebih dari sekadar dukungan kompetisi.

Menurutnya, acara ini merupakan bagian dari ekosistem pop culture lokal yang lebih besar, yakni LOKAPOPLAND Bandung, yang dirancang sebagai ruang tumbuh bagi talenta kreatif.

“Hadir bukan sebagai sekedar ajang kompetisi, Global Game Jam kini juga berperan sebagai ruang strategis untuk mendorong masa depan industri game nasional, sekaligus mempersiapkan game developer untuk siap bersaing di pasar global,” ujar Renaldy.

Dukungan Hardware untuk Akselerasi Pengembangan Gim

Industri pengembangan gim di Indonesia menunjukkan tren positif dengan munculnya banyak pengembang independen dan komunitas kreatif.

Guna menjawab kebutuhan tersebut, Predator Gaming menyediakan jajaran laptop gaming tipis dengan spesifikasi tinggi selama durasi 48 jam proses pengembangan gim (game jam). Perangkat yang dihadirkan antara lain Predator Triton 14 AI, Predator Helios Neo 16S AI, Acer Nitro V15, serta Acer Nitro Lite.

Salah satu sorotan utama dalam dukungan teknologi ini adalah kehadiran Predator Helios Neo 16S AI. Laptop ini ditenagai oleh Intel Core Ultra Processors yang dirancang khusus untuk menangani alur kerja pengembangan gim yang berat.

Fitur kecerdasan buatan (AI) yang tersemat di dalamnya membantu pengembang dalam proses AI-assisted development, pengolahan visual intensif, hingga mempercepat waktu render untuk gim dengan aset grafis kompleks.

Selain itu, bagi pengembang pemula yang membutuhkan perangkat andal namun tetap aksesibel, Acer menghadirkan Nitro V 15. Laptop ini telah dilengkapi dengan kartu grafis RTX 50 Series dan layar dengan refresh rate tinggi.

Spesifikasi ini memberikan pengalaman performa grafis modern yang inklusif, memungkinkan para developer muda untuk bereksperimen dan belajar dengan lebih efisien tanpa terkendala masalah teknis perangkat keras.

Sinergi Komunitas dan Dampak Industri

Global Game Jam 2026 mencatatkan partisipasi yang signifikan dengan 200 peserta terkonfirmasi. Para peserta ini tergabung dalam puluhan tim yang bekerja secara maraton untuk menghasilkan karya orisinal.

Acer menargetkan terciptanya sekitar 40 judul gim baru selama acara berlangsung, yang diharapkan dapat menambah portofolio industri gim nasional.

Sinergi acara ini dengan LOKAPOPLAND juga memberikan dampak luas terhadap eksposur karya peserta. Tercatat sebanyak 1.200 pengunjung hadir dan berinteraksi langsung di area showcase yang disediakan oleh Predator Gaming.

Di area ini, publik dapat mencoba langsung gim hasil karya anak bangsa, menciptakan umpan balik langsung yang berharga bagi para pengembang.

Selain sesi game jam, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif seperti talkshow, workshop, dan podcast bersama mentor serta praktisi industri.

Hal ini sejalan dengan visi Acer untuk menciptakan ekosistem yang tidak hanya berfokus pada perangkat keras, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia, mirip dengan pendekatan ekosistem yang diterapkan pada perangkat AIoT Terbaru di sektor rumah pintar.

Kehadiran Acer dalam Global Game Jam 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antara penyedia teknologi dan komunitas kreatif adalah kunci untuk mendorong industri gim Indonesia ke panggung dunia.

Dengan fasilitas yang memadai dan ruang kolaborasi yang terbuka, para talenta lokal memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan karya yang kompetitif dan berkualitas global. (Icha)

Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Siapkan Data Center di Orbit

Telko.id – Elon Musk resmi melebur SpaceX dan xAI ke dalam satu entitas perusahaan. Penggabungan ini menyatukan lini bisnis roket, layanan satelit internet, serta teknologi kecerdasan buatan dalam satu payung usaha.

Dalam pengumumannya, Musk menyebut bahwa penggabungan ini menempatkan AI, peluncuran roket, jaringan satelit, hingga komunikasi langsung ke perangkat seluler dalam satu struktur bisnis, demikian dikutip dari The Verge, Selasa (3/2/2026).

Musk menilai keterbatasan daya dan pendinginan membuat pusat data AI berbasis darat tidak mampu memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi global. Menurutnya, permintaan listrik untuk AI akan sulit dipenuhi tanpa menimbulkan tekanan pada lingkungan dan komunitas.

Sebagai solusi jangka panjang, Musk mendorong konsep data center berbasis luar angkasa. Ia mengklaim bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, komputasi AI paling murah justru bisa dihasilkan dari orbit.

SpaceX dan xAI disebut akan mengembangkan konstelasi satelit khusus untuk kebutuhan komputasi AI, dengan desain yang mengacu pada strategi keberlanjutan satelit SpaceX saat ini, termasuk mekanisme pembuangan di akhir masa pakai.

Baca juga:

Gagasan ini sejalan dengan pengajuan SpaceX ke FCC pekan lalu untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit data center yang bertenaga surya di orbit Bumi. Jika disetujui, proyek tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur komputasi terbesar yang pernah dirancang.

Penggabungan ini juga membawa isu non-teknis. Platform X saat ini masih berada di bawah pengawasan regulator, termasuk investigasi Uni Eropa, terkait penyebaran deepfake seksual tanpa persetujuan yang dihasilkan sistem AI Grok milik xAI.

Secara finansial, entitas gabungan SpaceX dan xAI disebut memiliki valuasi sekitar US$1,25 triliun atau setara Rp 20.000 triliun. SpaceX sendiri dilaporkan membukukan laba sekitar US$8 miliar pada tahun lalu, sekitar Rp 128 triliun, dan masih berencana melakukan IPO pada 2026.

Kesepakatan penggabungan ini disebut telah rampung awal pekan ini. Sebelumnya, SpaceX juga dikabarkan mempertimbangkan opsi merger lain, termasuk dengan Tesla. Tesla sendiri pun sebelumnya mengungkapkan rencananya untuk investasi US$2 miliar atau sekitar Rp 32 triliun kex AI.