spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 55

Samsung Galaxy Book6 Series, Berbekal Intel 18A dan Baterai Tahan 30 Jam!

Telko.id – Samsung secara resmi memperkenalkan jajaran laptop Galaxy Book6 terbarunya di ajang CES 2026. Seri ini, yang terdiri dari model Galaxy Book6, Galaxy Book6 Pro, dan Galaxy Book6 Ultra, menjadi yang pertama mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3 generasi terbaru yang dibangun dengan teknologi node 18A (1.8nm).

Kombinasi chipset mutakhir dengan sistem pendingin yang ditingkatkan menjanjikan kinerja lebih tinggi, suhu lebih dingin, dan daya tahan baterai yang lebih panjang.

Dalam pengumumannya, Samsung menyoroti lompatan performa yang signifikan. Prosesor Intel Core Ultra Series 3 baru ini menawarkan hingga 16 core (P-core dan E-core) dengan janji peningkatan performa CPU hingga 60% dibanding generasi sebelumnya, didukung oleh Neural Processing Unit (NPU) 50 TOPS.

“Galaxy Book6 series menghadirkan pengalaman komputasi AI yang lebih powerful dan efisien berkat arsitektur Intel terbaru,” jelas pernyataan Samsung.

Seri ini menawarkan pilihan ukuran dan konfigurasi yang beragam. Model flagship, Galaxy Book6 Ultra, hanya tersedia dalam ukuran 16 inci. Sementara itu, Galaxy Book6 Pro dan model standar Galaxy Book6 hadir dalam pilihan layar 14 inci dan 16 inci.

Untuk segmen premium, Galaxy Book6 Pro dan Ultra menampilkan layar sentuh Dynamic AMOLED 2X yang dapat menyesuaikan refresh rate secara dinamis antara 30Hz dan 120Hz.

Layar pada Galaxy Book6 Ultra dilengkapi dengan Gorilla Glass dengan DXC yang menggabungkan ketahanan terhadap jatuh dan goresan dengan lapisan anti-reflektif, mengurangi pantulan permukaan hingga 75%.

Layar ini juga bersertifikasi True Bright 1300 dan True Black 0.0005 nits, dengan kecerahan puncak hingga 1.000 nits untuk konten HDR dan hingga 500 nits untuk SDR.

Kinerja Grafis dan Konfigurasi

Dari sisi grafis, Samsung memberikan fleksibilitas tinggi pada model Ultra. Pengguna dapat memilih konfigurasi dengan prosesor Core Ultra X9, 9, X7, atau 7 series.

Meski sudah dibekali iGPU Intel Arc yang diklaim 70% lebih cepat, opsi tambahan GPU diskrit Nvidia GeForce RTX 5060 atau 5070 dengan 8GB GDDR7 juga tersedia.

Konfigurasi memori pada model Ultra bervariasi; versi iGPU datang dengan RAM 32GB LPDDR5X, sedangkan versi dengan GPU Nvidia menawarkan pilihan 16GB, 32GB, atau 64GB.

Untuk penyimpanan, tersedia SSD PCIe berkapasitas 512GB, 1TB, atau 2TB, dilengkapi dengan slot ekspansi kosong. Galaxy Book6 Pro hadir dengan prosesor Intel Core Ultra X7, 7, atau 5, RAM 16GB/32GB LPDDR5X, dan SSD PCIe pra-instal 256GB/512GB/1TB. Model 16 inci juga memiliki slot ekspansi tambahan.

Sementara model dasar Galaxy Book6 menggunakan panel IPS LCD dengan kecerahan 350 nits, dapat dikonfigurasi dengan prosesor Core Ultra 7 atau 5 generasi sebelumnya, RAM 16GB/32GB LPDDR5X, serta opsi SSD 256GB/512GB/1TB dengan slot ekspansi untuk kedua ukuran.

Daya Tahan Baterai dan Desain Ringkas

Salah satu klaim utama Samsung adalah peningkatan daya tahan baterai. Model Pro dan Ultra dijanjikan dapat bertahan hingga 30 jam untuk pemutaran video dalam sekali pengisian daya, atau lima jam lebih lama dari pendahulunya. Galaxy Book6 Ultra mendukung pengisian cepat, mencapai 63% kapasitas hanya dalam 30 menit.

Secara rinci, Ultra memiliki baterai 80.20Wh dengan dukungan pengisian 100W (naik menjadi 140W untuk model dengan GPU Nvidia).

Galaxy Book6 Pro memiliki baterai 67.18Wh untuk model 14 inci dan 78.07Wh untuk model 16 inci, keduanya mendukung pengisian 65W via USB-C. Model standar dilengkapi baterai 61.20Wh dengan pengisian 45W.

Desain tetap menjadi perhatian. Seri ini dirancang ramping dan ringan, dengan Galaxy Book6 Pro sebagai yang paling tipis. Model 14 inci Pro setebal 11.6mm dengan berat 1.24kg, sedangkan model 16 inci setebal 11.9mm dan berat 1.59kg.

Galaxy Book6 Ultra memiliki ketebalan 15.4mm dengan berat 1.79kg (atau 1.89kg untuk konfigurasi GPU Nvidia). Opsi layar sentuh pada model tertentu menambah ketebalan dan berat.

Sistem pendingin yang baru dan canggih menjadi kunci stabilitas performa. Baik Pro maupun Ultra menggunakan chamber uap (vapor chamber) dengan sirip pendingin yang diklaim meningkatkan efisiensi pendinginan hingga 35% dibanding generasi Galaxy Book sebelumnya.

Kipas yang didesain ulang dengan inlet grill yang lebih besar juga berperan dalam meningkatkan aliran udara, menurunkan suhu, dan mengurangi kebisingan.

Di segmen audio, Galaxy Book6 Ultra unggul dengan sistem enam speaker yang terdiri dari dua tweeter yang menghadap ke atas dan empat woofer force-cancelling yang dipasang berpasangan untuk membatalkan getaran dan mengurangi distorsi, dengan dukungan Dolby Atmos.

Model Pro 16 inci memiliki sistem serupa dengan dua woofer, sementara model 14 inci menggunakan sistem dua speaker yang lebih dasar.

Konektivitas pada model Pro dan Ultra mencakup dua port Thunderbolt 4, satu USB-A, port HDMI 2.1 (mendukung 8K@60fps dan 5K@120fps), jack combo headphone/mikrofon, serta pembaca kartu SD.

Konektivitas nirkabel ditangani oleh Wi-Fi 7 (802.11be 2×2) dan Bluetooth 5.4. Model standar Galaxy Book6 menawarkan dua port USB-C, dua USB-A, port HDMI, jack audio, port Ethernet, dan slot microSD, dengan dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4.

Persaingan di pasar laptop performa tinggi semakin ketat dengan kehadiran Galaxy Book6 series. Vendor lain seperti ASUS ROG juga telah menguasai pasar dengan laptop gaming berbasis RTX 50 Series.

Di sisi lain, inovasi material dan ketahanan layar juga menjadi tren, seperti yang ditunjukkan Acer Swift Edge 14 AI dengan layar OLED Gorilla Glass.

Samsung berencana meluncurkan seri Galaxy Book6 di pasar terpilih pada akhir bulan ini, dengan informasi harga akan diumumkan bersamaan.

Model Enterprise Edition akan tersedia di pasar tertentu mulai April 2026. Kehadiran prosesor Intel 18A ini menandai babak baru persaingan chipset, menyusul langkah vendor seperti Qualcomm yang meluncurkan Dragonwing IQ-X Series untuk PC industri. (Icha)

Honor Robot Phone: Gimbal 3-Aksis Unik untuk Fotografi dan Video

0

Telko.id – Honor memberikan preview pertama smartphone konsep terbarunya, Robot Phone, di ajang CES 2026.

Perangkat ini menampilkan mekanisme gimbal kamera unik yang dapat membalik keluar dari bodi belakang ponsel, menawarkan kemampuan pelacakan objek dan stabilisasi yang canggih.

Unit yang dipamerkan di Las Vegas masih berupa demo non-fungsional, namun desain dan konsep operasionalnya sudah terlihat jelas.

Honor menyatakan bahwa pengungkapan penuh serta demonstrasi fungsi akan dilakukan pada Mobile World Congress (MWC) yang dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami sangat antusias untuk menunjukkan apa yang dapat dilakukan ‘robot kecil’ ini di Barcelona nanti,” ujar perwakilan Honor, seperti dikutip dari sesi preview.

Mekanisme inti dari Honor Robot Phone adalah sebuah gimbal 3-aksis yang menyerupai stabilizer kamera portabel seperti DJI Osmo Pocket.

Gimbal ini tersimpan di dalam bodi ponsel dan terlindungi oleh panel geser. Saat akan digunakan, panel tersebut bergeser ke samping, memungkinkan gimbal untuk membalik keluar dan mulai bergerak.

Rentang geraknya yang luas memungkinkan kamera untuk melacak objek yang bergerak di sekitarnya.

Fitur ini tidak hanya untuk fotografi atau videografi konvensional. Honor memberikan beberapa petunjuk tentang kemampuan yang akan diaktifkan, salah satunya adalah mode pelacakan bintang (star tracking) untuk astrofotografi.

Selain itu, gimbal juga dapat digunakan sebagai kamera depan yang cerdas untuk panggilan video, dengan kemampuan melacak pembicara bahkan jika orang tersebut berjalan mengelilingi ruangan.

Ambisi Honor tampaknya lebih besar dari sekadar membuat webcam yang fancy. Dalam video promosi yang dirilis, perusahaan menggambarkan perangkat ini sebagai entitas yang dapat mengamati dan bahkan berinteraksi dengan dunia sekitar, dilengkapi dengan “kepribadian” tertentu.

Ini mengindikasikan integrasi AI yang mendalam, mengikuti langkah strategi Honor untuk mempercepat inovasi AI melalui berbagai kolaborasi.

Spesifikasi sensor kamera di dalam modul gimbal masih dirahasiakan. Demikian pula dengan dua kamera tambahan yang terletak di sebelah kanan gimbal.

Ketiga modul kamera tersebut diduga merupakan kombinasi lensa wide, ultra-wide, dan telephoto. Panel pelindung yang sama juga menutupi dua kamera tetap ini, sehingga kemungkinan gimbal dan kamera tetap tidak dapat digunakan secara bersamaan.

Dari segi orientasi penggunaan, Honor Robot Phone didesain untuk beroperasi dalam dua posisi utama: berdiri tegak (dipegang tangan, di saku, atau di atas stand) dan tertelungkup. Posisi tertelungkup memungkinkan gimbal membalik ke atas dengan leluasa.

Pengguna juga tidak perlu khawatir tentang leveling ponsel, karena gimbal akan menanganinya secara otomatis.

Kehadiran Honor Robot Phone di CES 2026 memantik rasa ingin tahu yang besar di kalangan pengamat teknologi. Meski mekanisme gimbal mini dinilai sebagai keajaiban rekayasa, pertanyaan tentang utilitas praktis dan daya tahannya dalam penggunaan sehari-hari masih menunggu jawaban.

Inovasi di bidang imaging smartphone sendiri semakin kompetitif, seperti yang ditunjukkan oleh langkah Tecno dan DXOMARK yang meluncurkan lab imaging otomatis pertama di dunia untuk pengujian kamera yang lebih ketat.

Konsep ponsel dengan kamera mekanis yang kompleks bukanlah hal yang sepenuhnya baru, namun eksekusi Honor dengan gimbal 3-aksis yang sepenuhnya terintegrasi menawarkan pendekatan yang berbeda.

Kesuksesan konsep ini akan sangat bergantung pada keandalan mekanisme, optimasi perangkat lunak, dan tentu saja, harga pasar. Sementara itu, pasar mid-range tetap menawarkan pilihan solid dengan fokus pada performa murni, seperti realme 14 5G yang mengusung performa gaming esports.

Seluruh detail teknis, harga, dan tanggal peluncuran komersial Honor Robot Phone dijanjikan akan diumumkan pada MWC 2026.

Event tersebut akan menjadi momen penentuan apakah konsep robotik ini akan menjadi sekadar demonstrasi teknologi atau benar-benar meluncur sebagai produk konsumen yang siap dipasarkan. (Icha)

Motorola Razr Fold: Layar 8 Inci dan Kamera 50MP

Telko.id – Motorola secara resmi memperkenalkan ponsel lipat buku pertamanya, Razr Fold, pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.

Pengumuman ini menandai ekspansi seri Razr yang terkenal dengan desain flip ke dalam segmen foldable dengan layar dalam yang lebih besar. Perangkat ini akan tersedia dalam dua pilihan warna eksklusif.

Lenovo, perusahaan induk Motorola, memamerkan Razr Fold langsung di panggung CES. Meski detail lengkap seperti harga dan tanggal ketersediaan belum diungkap, spesifikasi inti perangkat ini sudah terungkap jelas.

Kehadiran Razr Fold ini mengonfirmasi berbagai bocoran desain dan fitur yang telah beredar sebelumnya.

Motorola Razr Fold is official, gets an 8.09-inch foldable display, 50MP triple rear cameras

Razr Fold mengusung layar dalam lipat berukuran 8,09 inci dengan panel LTPO beresolusi 2K. Layar luar atau cover screen-nya berukuran 6,56 inci, memberikan fleksibilitas penggunaan tanpa harus membuka perangkat. Konfigurasi layar ganda ini menjadi andalan untuk produktivitas dan multitasking.

Di sektor kamera, Motorola membekali Razr Fold dengan setup triple kamera belakang. Sensor utamanya beresolusi 50MP menggunakan teknologi Sony LYTIA, didampingi oleh kamera ultra-wide 50MP dan kamera telephoto periskop 50MP dengan zoom optik 3x.

Sistem kamera ini juga mendukung perekaman video Dolby Vision. Untuk selfie, terdapat kamera 32MP di layar luar dan kamera 20MP di layar dalam.

Motorola menawarkan Razr Fold dalam dua varian warna yang bekerja sama dengan Pantone: Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Pilihan warna ini memberikan sentuhan premium dan personalisasi pada perangkat.

Fitur kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan, dengan kehadiran fungsi seperti “Catch Me Up” dan “Next Move” yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Selain itu, Razr Fold mendukung penggunaan stylus Moto Pen Ultra, menambah fungsionalitas perangkat untuk mencatat atau menggambar secara langsung di layar.

Dukungan stylus ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai perangkat untuk produktivitas. Langkah Motorola ini mengingatkan pada momen ketika Lenovo pertama kali memamerkan desain Razr generasi awal.

Motorola Razr Fold is official, gets an 8.09-inch foldable display, 50MP triple rear cameras

Sayangnya, Motorola belum mengungkap spesifikasi lain seperti chipset, kapasitas RAM dan penyimpanan, serta baterai. Detail lengkap termasuk harga dan waktu peluncuran global akan diumumkan pada tanggal yang akan datang.

Pengumuman resmi ini menjawab berbagai spekulasi yang muncul, mirip dengan situasi ketika bocoran unboxing Razr 2019 beredar sebelum peluncuran.

Kehadiran Razr Fold di CES 2026 memperkuat portofolio lipat Motorola dan bersaing langsung dengan pemain lain di segmen foldable book-style.

Dengan fokus pada layar besar, sistem kamera tangguh, dan integrasi AI, Motorola berusaha menawarkan proposisi nilai yang berbeda di pasar yang semakin padat. (Icha)

Grok AI Bikin Gaduh, Disalahgunakan untuk Konten Sensitif

Telko.id – Grok, kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, buat gaduh di platform media sosial X. Hal ini disebabkan kemampuannya untuk dapat digunakan untuk memproduksi konten sensitif atau pornografi.

Sejumlah orang telah menyalahgunakan kecanggihan Grok untuk hal yang tidak seharusnya. Kini beredar banyak gambar seksual yang mana semuanya dilakukan tanpa seizin pemilik foto tersebut. Jadi beberapa orang di platform X mulai menyebut Grok di postingannya disertai sebuah gambar wanita dengan permintaan yang sangat spesifik, seperti “pakaikan dia bikini”, atau “lepaskan pakaiannya”.

Dari permintaan tersebut, berulang kali Grok menurutinya dan memberikan hasil berdasarkan foto yang disertai, seperti menggunakannya bikini, menjadikan pakaian dalamnya lebih terbuka, hingga membuat orang tersebut memperagakan pose yang tidak sopan.

Namun, platform media sosial X tampaknya sudah menghapus sejumlah gambar-gambar tersebut. Platform ini juga sepertinya telah menangguhkan setidaknya satu pengguna yang mengirimkan permintaan tak senonoh itu. Kendati demikian, masih banyak gambar seksual yang terlanjur dihasilkan dari Grok dan bersemayam di X, melansir dari The Atlantic, Selasa (6/1/2026).

Baca juga:

Salah satu korban yang mengalami tindakan tidak terpuji ini adalah seorang musisi yang berasal dari Rio de Janeiro, Julie Yukari. Ketika itu, pada malam tahun baru, dirinya mengunggah foto di media sosial X yang difoto langsung oleh tunangannya.

Pada foto yang dimaksud, Yukari berbaring di tempat tidur bersama kucing hitamnya, Nori, menggunakan gaun berwarna merah. Kemudian, keesokan harinya, di antara ratusan like yang didapatkannya, terdapat notifikasi dari pengguna yang meminta Grok untuk menelanjanginya hingga hanya menggunakan bikini.

Awalnya, wanita berusia 31 tahun tersebut tidak memikirkannya. Ia menduga chatbot ini tidak mungkin memenuhi permintaan seperti itu. Sayangnya, dia salah, tak lama dari permintaan tersebut foto-foto dirinya yang hampir tak berbusana itu beredar di X.

Ya, foto ini merupakan hasil generate Grok AI berdasarkan permintaan pengguna tadi.

Selain Yukari, ada juga Samanta Smith yang membagikan opininya kepada BBC bahwa martabat dirinya direndahkan, setelah Grok menanggalkan pakaiannya secara digital.

“Meskipun bukan saya yang telanjang, foto itu tampak seperti saya, terasa sama seperti melanggar privasinya seperti jika seseorang benar-benar mengunggah foto telanjang atau foto bikini saya,” kata Smith.

Para menteri di Prancis telah melaporkan X kepada jaksa dan regulator, terkait gambar-gambar yang mengganggu tersebut. Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, mereka mengatakan bahwa konten ‘Seksual dan Seksis’ itu ‘jelas ilegal’.

Selain itu, Kementerian IT India juga mengatakan dalam sebuah surat kepada unit lokal X bahwa platform tersebut gagal mencegah penyalahgunaan Grok, dengan menghasilkan dan menyebarkan konten tidak senonoh dan eksplisit secara seksual.

Starlink Turunkan Orbit Satelit Demi Keamanan

Telko.id – Salah satu satelit milik Starlink mengalami gangguan, hal ini membuat Starlink harus mengatur ulang konstelasi satelitnya dengan menurunkan ketinggian orbit satelit-satelitnya sekitar 70 kilometer, dari 550 kilometer menjadi 480 kilometer sepanjang tahun 2026.

Hal ini disampaikan oleh Michael Nicolls, Wakil Presiden Starlink Engineering di SpaceX, melansir dari laman Indianexpress, Selasa, (6/1/2026).

Perusahaan itu ingin meningkatkan keselamatan di luar angkasa dengan menurunkan ketinggian orbit satelit-satelitnya, setelah terjadi sebuah gangguan pada salah satu satelitnya.

Insiden tersebut menyebabkan terbentuknya sejumlah kecil puing-puing dan terputusnya komunikasi dengan satelit tersebut pada ketinggian 418 kilometer. Kejadian ini merupakan kecelakaan kinetik yang jarang terjadi bagi perusahaan internet satelit tersebut.

Baca juga:

“Menurunkan satelit akan membuat orbit Starlink menjadi lebih rapat dan akan meningkatkan keselamatan di luar angkasa dengan beberapa cara,” kata Nicolls dalam unggahannya di platform media sosial X.

Penurunan ini ditujukan untuk mengurangi risiko terjadinya tabrakan, dengan menempatkan satelit di wilayah yang tidak terlalu padat dan memungkinkan satelit keluar dari orbit lebih cepat jika terjadi insiden/gangguan.

“Jumlah puing-puing dan konstelasi satelit yang direncanakan jauh lebih sedikit di bawah ketinggian 500 kilometer, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya tabrakan secara keseluruhan,”

Nicolls juga menyinggung terkait ‘solar minimum’ yang akan terjadi pada tahun 2030-an sebagai salah satu alasan memindahkan orbit Starlink. Solar minimum adalah periode dengan aktivitas matahari paling rendah dalam siklus 11 tahun.

“Seiring dengan mendekatnya solar minimum, kepadatan atmosfer menurun yang artinya waktu peluruhan balistik pada ketinggian tertentu akan meningkat, menurunkan orbit akan berarti pengurangan >80% dalam waktu peluruhan balistik selama solar minimum, atau 4+ tahun berkurang menjadi beberapa bulan.” Sambungnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wahana antariksa di orbit bumi meningkat tajam seiring dengan perusahaan dan negara-negara yang berlomba dalam meluncurkan puluhan ribu satelit untuk jaringan internet dan berbagai macam layanan berbasis luar angkasa lainnya, seperti komunikasi dan pencitraan bumi. SpaceX, yang lama dikenal sebagai perusahaan peluncuran roket, kini menjadi operator satelit terbesar di dunia melalui Starlink. Jaringan ini terdiri dari hampir 10.000 satelit yang memancarkan layanan internet broadband kepada konsumen, pemerintah, dan pelanggan perusahaan.

Motorola Razr Fold Bocor: Desain, Warna, dan Dukungan Stylus Terungkap

Telko.id – Motorola dikabarkan sedang mengembangkan ponsel lipat buku pertamanya yang akan dinamai Razr Fold.

Rencana ini terungkap hanya beberapa jam setelah bocoran presentasi internal beredar, dan kini render press yang terlihat resmi dari perangkat tersebut telah dibocorkan oleh Evan Blass, sumber kebocoran ternama yang juga dikenal sebagai @evleaks.

Render yang dibocorkan Blass menunjukkan desain Razr Fold mengadopsi bahasa desain dari flagship mainstream Motorola yang akan datang, Signature.

Perbedaan utama, tentu saja, adalah adanya engsel, layar lipat, serta layar penutup di bagian luar. Sumber yang sama juga mengonfirmasi bahwa Razr Fold akan memiliki dukungan stylus, fitur yang juga diusung oleh seri Signature.

Motorola tampaknya menyiapkan dua pilihan warna awal untuk Razr Fold, yaitu hitam dan putih. Meski demikian, kedua warna tersebut kemungkinan akan mendapatkan nama-nama warna Pantone yang lebih fancy, sesuai dengan kebiasaan perusahaan.

Dari gambar yang bocor, Motorola memilih untuk menempatkan kamera selfie hole-punch di sudut layar lipat, sebuah keputusan desain yang dianggap lebih baik oleh banyak pengamat.

Kehadiran Razr Fold di pasar diperkirakan akan terjadi pada suatu waktu di tahun ini. Tanggal 23 April yang terlihat pada salah satu gambar render bocor diduga memiliki signifikansi tertentu, mungkin mengindikasikan waktu peluncuran.

Bocoran presentasi internal yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa Razr Fold akan menghadirkan “layar yang brilian, AI yang cerdas, dan sistem kamera mutakhir yang mendobrak batas, menetapkan standar baru untuk apa yang mungkin dilakukan pada perangkat lipat.”

Janji besar dari presentasi tersebut kini menjadi sorotan. Industri menunggu bukti apakah perangkat nyata nantinya dapat memenuhi semua klaim yang diangkat.

Bocoran ini menandai babak baru bagi Motorola dalam persaingan sengit pasar ponsel lipat, di mana perusahaan sebelumnya telah lebih dulu dikenal dengan varian lipat vertikal Razr. Perluasan lini ke format lipat buku menunjukkan strategi produk yang lebih agresif.

Dukungan stylus menjadi poin menarik yang membedakan Razr Fold dari beberapa pesaing di segmen yang sama. Fitur ini, jika diimplementasikan dengan baik, dapat menarik segmen pengguna produktif dan kreatif.

Konteks pasar ponsel lipat saat ini terus berkembang, dengan permintaan yang meningkat untuk perangkat yang tidak hanya inovatif secara bentuk, tetapi juga tangguh dalam performa dan fungsionalitas sehari-hari.

Bocoran ini juga memperkuat spekulasi mengenai roadmap produk Motorola untuk tahun ini. Keberadaan Razr Fold dan Signature menunjukkan upaya perusahaan untuk menyerang dua segmen berbeda sekaligus: flagship konvensional premium dan perangkat lipat berteknologi tinggi. Kesuksesan desain Razr generasi sebelumnya mungkin menjadi landasan kepercayaan diri untuk berekspansi.

Meski gambar yang bocor terlihat sangat meyakinkan dan detail, penting untuk mencatat bahwa ini masih dalam tahap rumor. Spesifikasi teknis seperti chipset, kapasitas RAM, baterai, dan detail sistem kameranya belum terungkap. Informasi lebih lanjut mengenai kesiapan peluncuran perangkat ini masih perlu ditunggu dari pernyataan resmi Motorola.

Kebocoran semacam ini, seperti yang pernah terjadi pada model Razr sebelumnya, sering kali menjadi bagian dari siklus pra-peluncuran di industri teknologi.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur reaksi pasar sekaligus membangun antisipasi. Bagi konsumen, ini menjadi gambaran awal tentang pilihan baru yang akan tersedia dalam waktu dekat.

Implikasi dari kehadiran Motorola Razr Fold adalah semakin ketatnya persaingan di segmen ponsel lipat premium. Perusahaan tidak hanya harus bersaing dengan merek-merek yang sudah mapan di format lipat buku, tetapi juga harus memastikan bahwa perangkatnya menawarkan nilai tambah yang unik.

Janji mengenai AI cerdas dan sistem kamera pendobrak batas akan menjadi parameter kunci yang diuji oleh pengguna dan reviewer.

Sampai pengumuman resmi dilakukan, semua detail mengenai Razr Fold tetap bersifat spekulatif berdasarkan sumber kebocoran.

Perkembangan lebih lanjut mengenai tanggal peluncuran, harga, dan ketersediaan regional diharapkan akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang, seiring dengan persiapan akhir Motorola untuk memperkenalkan perangkat lipat buku pertamanya ke pasar global. (Icha)

Honor Power 2, Bawa Baterai 10.080mAh dan Chipset Dimensity 8500 Elite

0

Telko.id – Honor secara resmi meluncurkan Honor Power2 di pasar China. Smartphone terbaru ini mencatat tonggak sejarah dengan membawa baterai berkapasitas raksasa 10.080mAh, sekaligus menjadi perangkat pertama yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500 Elite.

Peluncuran ini menandai evolusi signifikan dalam teknologi baterai smartphone, yang kini mampu menawarkan daya tahan ekstrem dalam bodi yang ramping.

Honor mengklaim baterai silicon-carbon (Si/C) 10.080mAh pada Power2 dapat bertahan selama lebih dari 20 jam pemakaian terus-menerus. Rincian lebih lanjut dari pabrikan menyebutkan, pengguna dapat mengharapkan lebih dari 26 jam pemutaran video, 17 jam navigasi berkelanjutan, atau 14 jam gaming non-stop.

Baterai besar ini didukung pengisian daya kabel 80W. Fitur unggulan lainnya adalah kemampuan reverse charge hingga 27W, yang memungkinkan Power2 berfungsi sebagai power bank untuk mengisi ulang perangkat lain.

Honor Power2 debuts with 10,080 mAh battery and Dimensity 8500 Elite chipset

Yang mengejutkan, semua teknologi tersebut dibungkus dalam chassis yang relatif tipis, dengan ketebalan hanya 7,98mm dan bobot 216 gram.

Pencapaian ini menjadi bukti kemajuan teknologi baterai silicon-carbon anode yang memungkinkan peningkatan densitas energi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai jantung performa, Honor Power2 diperkuat oleh MediaTek Dimensity 8500 Elite. Chipset terbaru ini mengusung desain CPU octa-core all-big core berbasis ARM Cortex-A725, dengan inti utama berkecepatan 3,4GHz, tiga inti pada 3,2GHz, dan empat inti pada 2,2GHz. Untuk GPU, digunakan Mali-G720 MC8.

Berdasarkan benchmark, chipset ini dilaporkan mencetak skor lebih dari 2,4 juta poin pada AnTuTu. Konfigurasi memori yang menyertainya adalah 12GB RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 berkapasitas 256GB atau 512GB.

Di sektor layar, Honor Power2 menghadirkan panel AMOLED berukuran 6,79 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120Hz. Layar ini memiliki kecerahan puncak lokal hingga 1.800 nits dan dilengkapi dengan kamera selfie 16MP serta pemindai sidik jari di bawah layar.

Dari segi ketahanan, smartphone ini dibekali sertifikasi proteksi masuk lengkap, yaitu IP68, IP69, dan IP69K.

Honor Power2 debuts with 10,080 mAh battery and Dimensity 8500 Elite chipset

Untuk sistem kamera, konfigurasi yang ditawarkan terdiri dari lensa utama 50MP dengan aperture f/1.9 dan stabilisasi optis (OIS), didampingi oleh lensa ultrawide 5MP. Di sisi perangkat lunak, Honor Power2 menjalankan MagicOS 10 yang berbasis pada Android 16.

Honor Power2 hadir dalam tiga pilihan warna: Midnight Black, Sunrise Orange yang terinspirasi dari iPhone 17 Pro, dan Snowfield White.

Untuk harga, varian dasar dengan konfigurasi 12GB RAM dan 256GB penyimpanan dibanderol seharga CNY 2.699 atau setara dengan sekitar $385. Sementara itu, varian dengan kapasitas penyimpanan 512GB dihargai CNY 2.999 atau sekitar $428.

Penjualan terbuka di China dijadwalkan mulai Jumat, 9 Januari 2026. Hingga saat ini, Honor belum memberikan detail mengenai rencana ketersediaan Honor Power2 di pasar di luar China. Kehadiran smartphone dengan baterai berkapasitas sangat besar dan performa tinggi ini diprediksi akan menarik perhatian pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai tanpa kompromi pada ketebalan perangkat.

Honor Power2 debuts with 10,080 mAh battery and Dimensity 8500 Elite chipset

Luncuran Honor Power2 ini sekaligus mengukuhkan tren inovasi baterai berdensitas tinggi dalam industri smartphone. Teknologi silicon-carbon anode yang menjadi fondasi baterai 10.080mAh ini telah mengubah paradigma, di mana kapasitas besar tidak lagi identik dengan bodi yang tebal dan berat.

Revolusi ini membuka peluang bagi produsen untuk bersaing dalam hal daya tahan, yang menjadi salah satu faktor kunci bagi banyak pengguna.

Dengan spesifikasi unggulan di berbagai aspek, mulai dari baterai, chipset, hingga ketahanan, Honor Power2 menempatkan diri sebagai penantang serius di segmen smartphone performa tinggi dengan daya tahan ekstrem.

Honor Power2 debuts with 10,080 mAh battery and Dimensity 8500 Elite chipset

Kesuksesannya di pasar China nantinya kemungkinan akan menjadi pertimbangan bagi Honor untuk memperluas jangkauan penjualannya secara global. (Icha)

LG Buka CES 2026 dengan AI in Action, Wujudkan Zero Labor Home

0

Telko.id – LG Electronics (LG) secara resmi membuka ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan memaparkan pendekatan terbarunya, “AI in Action”.

Visi ini diumumkan dalam acara LG World Premiere di Las Vegas, yang mengusung tema “Innovation in Tune with You”. LG menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kecerdasan buatan (AI) yang berorientasi aksi ke dalam kehidupan nyata di rumah, mobilitas, dan infrastruktur.

CEO LG Lyu Jae-cheol membuka acara dengan pertanyaan provokatif, “Bagaimana jika AI dapat keluar dari layar dan mulai bekerja untuk kita di kehidupan nyata?”

Ia menjelaskan bahwa pendekatan AI in Action LG dibangun di atas tiga pilar utama: keunggulan perangkat berbasis teknologi inti, ekosistem yang terhubung secara mulus, serta ekspansi solusi AI melampaui rumah. Ketiga pilar ini menjadi strategi untuk mewujudkan visi besar perusahaan, yaitu Zero Labor Home.

Konsep Zero Labor Home merujuk pada masa depan di mana perangkat cerdas berevolusi menjadi “agen peralatan” yang bekerja menggantikan pengguna.

Perangkat-perangkat ini akan beroperasi sebagai satu sistem AI terpadu untuk mengelola tugas harian, memungkinkan pengguna mengalokasikan waktu untuk hal-hal yang lebih bermakna.

Sebagai wujud nyata visi ini, LG memperkenalkan LG CLOiD, robot rumah yang dirancang sebagai “agen khusus rumah” dengan dua lengan dan lima jari.

Content image for article: LG Buka CES 2026 dengan AI in Action, Wujudkan Zero Labor Home

“Sebagai pemimpin global dalam peralatan rumah tangga, pemahaman mendalam kami tentang gaya hidup pelanggan adalah keunggulan yang kuat,” ujar CEO Lyu.

“Kami bertekad menetapkan standar baru bagi kehidupan rumah masa depan melalui berbagai solusi, termasuk robot,” ujar nya menjelaskan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman AI tidak akan berhenti di rumah, tetapi akan terhubung ke kendaraan, tempat kerja, dan ruang komersial.

Evolusi Affectionate Intelligence Menjadi AI yang Proaktif

LG mendemonstrasikan evolusi konsep Affectionate Intelligence, yang pertama kali diperkenalkan dua tahun lalu, menjadi AI in Action. Kecerdasan buatan ini dirancang untuk melampaui percakapan sederhana.

AI in Action mampu mengorkestrasi perangkat, ruang, dan layanan secara aktif guna menciptakan pengalaman hidup yang lebih nyaman, efisien, dan intuitif bagi pengguna.

Melalui simulasi, LG menunjukkan bagaimana CLOiD bekerja sebagai perwujudan nyata AI in Action. Robot ini memiliki kemampuan Kesadaran Kontekstual dan Saran Proaktif.

Misalnya, ketika pengguna mengirim pesan “Saya akan segera pulang” melalui aplikasi LG ThinQ™, CLOiD menganalisis rutinitas dan prakiraan cuaca. Jika hujan diprediksi, robot akan segera menyarankan alternatif olahraga di dalam ruangan.

CLOiD juga menunjukkan Penanganan Tugas Terorkestrasi. Sebelum pengguna tiba di rumah, robot dapat menyesuaikan suhu ruangan dan mengambil pakaian olahraga dari pengering.

Kemampuannya meliputi Bantuan Menyeluruh untuk Tugas Harian seperti melipat cucian, merapikan piring, dan mengelola prioritas pekerjaan rumah.

Dengan struktur berorientasi keselamatan dan desain mobilitas stabil, CLOiD memastikan gerakan presisi bahkan saat berinteraksi dengan anak atau hewan peliharaan.

Produk Unggulan dengan Sentuhan AI Canggih

Di CES 2026, LG juga memamerkan berbagai produk utama yang dilengkapi inovasi teknologi dan AI terdepan. Pada kategori TV premium, LG memperkenalkan seri terbaru LG OLED evo W6 Wallpaper TV.

TV ini memiliki desain ultra tipis setebal 9 mm, berkat miniaturisasi komponen dan rekayasa ulang arsitektur internal. Meski tipis, performanya dioptimalkan dengan teknologi Hype Radiant Color untuk kualitas warna dan hitam yang mendalam, serta True Wireless Technology yang menjadikannya OLED TV nirkabel tertipis.

Pada lini LG SIGNATURE, kulkas premium dilengkapi teknologi Conversational AI yang memahami bahasa percakapan dan memberikan rekomendasi personal.

Fitur Ingredient Recognition memungkinkan kulkas mengenali bahan makanan yang tersedia dan memberikan saran resep yang tepat. Sementara itu, LG SIGNATURE Oven Range hadir dengan fitur Gourmet AI yang mampu mengidentifikasi bahan masakan dan merekomendasikan lebih dari 80 resep pilihan, menjadikan aktivitas memasak lebih intuitif.

Inovasi visual juga datang dari TV Micro RGB evo LG yang siap tampil di ajang yang sama, menunjukkan komitmen LG dalam menghadirkan teknologi layar mutakhir.

Ekspansi AI ke Kendaraan dan Ruang Komersial

Visi AI in Action LG tidak terbatas pada ekosistem rumah. Perusahaan memaparkan perluasan Affectionate Intelligence ke sektor mobilitas dan komersial.

Dalam sektor otomotif, LG menghadirkan Solusi In-Vehicle Berbasis AI yang mengubah kendaraan menjadi ruang pintar yang dipersonalisasi. Solusi ini didukung platform AI generatif multimodal on-device, mencakup sistem pelacakan pandangan, hiburan yang terhubung mulus antara rumah dan kendaraan, serta layar adaptif.

Untuk ruang komersial, LG memperkuat perannya dalam solusi Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) efisiensi tinggi yang ditujukan untuk pusat data AI. Inovasi ini mencakup proyek business-to-government (B2G) di Timur Tengah serta kolaborasi dengan perusahaan seperti GRC di bidang pendinginan imersi dan Flex di infrastruktur pusat data.

Langkah ini menjawab kebutuhan industri akan teknologi yang hemat energi dan berorientasi masa depan.

Menutup presentasinya, LG menyampaikan bahwa CLOiD mencerminkan janji merek Life’s Good. Masa depan yang dibayangkan adalah di mana teknologi mendukung manusia secara bermakna.

Dengan pendekatan AI in Action, LG berambisi membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik, lebih bermakna, dan lebih manusiawi, melampaui sekadar konsep menjadi realitas yang dapat dijalankan. (Icha)

Samsung Ungkap Visi “Companion to AI Living” di CES 2026

Telko.id – Samsung Electronics secara resmi mengungkap visi terbarunya, “Companion to AI Living”, dalam acara eksklusif The First Look di CES 2026 di Las Vegas.

Visi ini menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai fondasi filosofis yang menghubungkan seluruh aspek, mulai dari riset dan pengembangan, operasional, hingga pengalaman pengguna akhir. Pameran ini berlangsung hingga 7 Januari 2026 di Latour Ballroom, Wynn Las Vegas.

TM Roh, CEO dan Head of Device eXperience (DX) Division Samsung, membuka acara dengan menegaskan kepemimpinan perusahaan di bidang AI. Ia menjelaskan bagaimana ekosistem Samsung yang luas dan terhubung memungkinkan terciptanya pengalaman “AI companion” yang sesungguhnya dalam keseharian.

“Samsung membangun pengalaman yang semakin terpadu dan lebih personal di seluruh perangkat mobile, visual display, peralatan rumah tangga, dan layanan,” ujar TM Roh. “Melalui ekosistem global yang saling terhubung serta penerapan AI di seluruh kategori, Samsung memimpin inovasi dalam menghadirkan pengalaman AI sehari-hari yang lebih bermakna.”

Companion untuk Hiburan: TV Lebih dari Sekadar Menonton

Pada sesi Entertainment Companion, SW Yong, President of Visual Display Business Samsung, bersama Sukhmani Mohta dari Samsung Electronics America, memaparkan bagaimana layar Samsung kini berperan sebagai pendamping hiburan yang utuh.

Pusat dari inovasi ini adalah TV Micro RGB berukuran 130 inci, yang disebut sebagai lompatan monumental dalam skala dan kualitas gambar. Teknologi Micro RGB dengan dioda cahaya merah, hijau, dan biru berukuran mikro menghasilkan spektrum warna terluas dan paling detail yang pernah ada pada TV Samsung.

Namun, keunggulan hardware didukung sepenuhnya oleh kecerdasan perangkat lunak melalui Vision AI Companion (VAC). Fitur AI ini dirancang untuk mendampingi pengguna dalam berbagai aspek gaya hidup.

Pengguna dapat meminta rekomendasi tontonan, resep masakan berdasarkan hidangan yang muncul di TV, atau musik yang sesuai dengan suasana hati.

VAC bahkan dapat mengirim resep yang dipilih langsung ke perangkat dapur terhubung, seperti perangkat dalam lini AI-Connected Living Samsung, menciptakan alur kerja yang mulus.

Untuk pengalaman yang lebih personal, Samsung menghadirkan AI Soccer Mode Pro yang menyetel gambar dan suara secara otomatis untuk suasana pertandingan yang lebih hidup, serta AI Sound Controller Pro yang memungkinkan pengguna mengatur volume sorak penonton, komentator, atau musik latar secara terpisah hanya dengan perintah suara.

Lini TV 2026 juga menjadi yang pertama mendukung HDR10+ ADVANCED untuk kualitas gambar yang lebih baik, serta dilengkapi sistem audio spasial terbaru, Eclipsa Audio.

Content image for article: Samsung Ungkap Visi

Companion untuk Rumah: Mengurangi Beban Pekerjaan Domestik

Di segmen Home Companion, Cheolgi Kim, EVP Head of Digital Appliances Division Samsung, mengumumkan bahwa platform SmartThings kini telah melayani lebih dari 430 juta pengguna per Desember 2025. Skala ini memberikan wawasan mendalam yang menjadi dasar pengembangan perangkat rumah pintar sebagai “pendamping”.

Fokus utama adalah pada Family Hub, kulkas pintar berbasis AI yang telah memenangkan 10 CES Innovation Awards. Dengan peningkatan AI Vision yang dikembangkan bersama Google Gemini, Family Hub kini dapat mengenali dan melacak bahan makanan di dalam kulkas dengan lebih akurat.

Fitur “What’s for Today?” memberikan rekomendasi resep secara gamifikasi, baik berdasarkan isi kulkas maupun secara acak untuk menginspirasi menu baru. Resep yang dipilih dapat ditampilkan langkah demi langkah di layar atau dikirim ke perangkat masak terhubung.

Samsung juga memperkenalkan FoodNote, laporan mingguan yang menganalisis pola konsumsi dan memberikan rekomendasi belanja, serta Now Brief dengan Voice ID yang menampilkan informasi personal untuk setiap anggota keluarga.

Di ruang cuci, Bespoke AI Laundry Combo menghilangkan langkah memindahkan cucian dari mesin cuci ke pengering. Sementara Bespoke AI AirDresser terbaru hadir dengan fitur Auto Wrinkle Care untuk merapikan kemeja secara otomatis.

Content image for article: Samsung Ungkap Visi

Inovasi lain datang dari robot vacuum cerdas Bespoke AI Jet Bot Steam Ultra. Dilengkapi sensor 3D untuk mendeteksi cairan termasuk yang transparan seperti air, perangkat ini juga berfungsi sebagai perangkat pemantau keamanan rumah dengan kamera yang dapat mengirim notifikasi.

Kerja sama dengan Hartford Steam Boiler (HSB) juga diumumkan, yang memungkinkan pengguna mendapatkan potongan premi asuransi rumah dengan menghubungkan perangkat pintar mereka ke SmartThings.

Companion untuk Perawatan Kesehatan: Dari Reaktif ke Proaktif

Visi jangka panjang Samsung di bidang perawatan kesehatan diperkenalkan oleh Praveen Raja, VP Head of Digital Health Samsung Research America. Sasaran utamanya adalah menggeser paradigma dari perawatan reaktif menjadi proaktif dengan memanfaatkan ekosistem perangkat terhubung.

Melalui integrasi data dari ponsel, wearable, dan peralatan rumah seperti kulkas pintar, sistem AI bertujuan memberikan panduan olahraga, tidur, dan rekomendasi nutrisi yang dipersonalisasi untuk mencegah penyakit kronis.

Jika terdeteksi pola yang tidak normal, sistem dapat mengingatkan pengguna dan memfasilitasi berbagi data dengan tenaga kesehatan melalui platform seperti Xealth untuk konsultasi virtual. Samsung juga sedang memperluas riset untuk mendeteksi tanda-tanda awal demensia melalui perubahan halus dalam mobilitas dan pola bicara yang terekam oleh wearable.

Keamanan data dalam ekosistem personal ini dijaga oleh Samsung Knox dan Knox Matrix. Sistem keamanan ini terus ditingkatkan untuk mengidentifikasi risiko yang muncul dari perkembangan AI, termasuk dengan meningkatkan proteksi data selama proses pelatihan model AI.

Pameran Samsung di CES 2026 terbuka untuk publik hingga 7 Januari. Rangkaian inovasi yang diumumkan memperkuat posisi Samsung dalam menghadirkan AI yang terintegrasi dan kontekstual, tidak hanya sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai pendamping yang menyatu dalam kehidupan digital dan fisik pengguna.

Pendekatan holistik ini, didukung oleh ekosistem seperti SmartThings dan kolaborasi dengan berbagai mitra, menjadi fondasi bagi pengalaman hidup berbasis AI di masa depan. (Icha)

Samsung Pamer TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia di CES 2026

Telko.id – Samsung Electronics secara resmi memperkenalkan TV Micro RGB berukuran 130 inci pertama di dunia. Model bernama R95H ini debut di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, menetapkan standar baru untuk layar ultra-premium dengan desain berani dan kinerja gambar yang lebih canggih.

Peluncuran ini menandai langkah signifikan dalam ekspansi jajaran TV Micro RGB Samsung, yang sebelumnya telah dipersiapkan dalam ukuran 55 hingga 115 inci.

Kehadiran model 130 inci memperkuat posisi Samsung dalam segmen layar ultra-besar berteknologi tinggi. “Micro RGB merupakan puncak inovasi untuk kualitas gambar kami, dan model 130 inci terbaru ini membawa visi tersebut lebih jauh lagi,” ujar Hun Lee, Executive Vice President of the Visual Display (VD) Business, Samsung Electronics, dalam siaran pers resmi.

Lee menambahkan bahwa perusahaan menghidupkan kembali filosofi desain orisinal yang pertama kali diperkenalkan lebih dari satu dekade lalu. Tujuannya adalah menghadirkan layar premium yang tak terbantahkan, dirancang dengan teknologi bagi generasi baru.

Pendekatan ini mencerminkan perpaduan antara keunggulan engineering dan estetika premium yang menjadi ciri khas Samsung.

Desain Monumental yang Mengubah Konsep TV

TV Micro RGB 130 inci ini hadir dengan desain yang bertujuan mendefinisikan ulang makna sebuah televisi. Dengan frame yang monumental dan kinerja audio yang ditingkatkan, layar raksasa ini dirancang agar lebih menyerupai jendela yang lapang dan imersif. Desain tersebut menciptakan kesan visual yang mampu memperluas persepsi ruang di sekitarnya.

Estetika modernnya terinspirasi dari galeri seni melalui fitur Timeless Frame. Ini merupakan evolusi dari desain Timeless Gallery Samsung yang pertama kali diperkenalkan pada 2013. Frame yang disempurnakan merepresentasikan filosofi “technology as art”.

Terinspirasi dari frame jendela pada arsitektur megah, layar luas ini tampak melayang di dalam batas framenya, mengubah TV menjadi pusat artistik yang membentuk karakter ruangan.

Content image for article: Samsung Perkenalkan TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia di CES 2026

Audio yang terintegrasi ke dalam frame juga disesuaikan secara cermat dengan ukuran layar. Harmonisasi ini membuat gambar dan suara terasa terhubung secara alami, menciptakan pengalaman multimedia yang kohesif dan mendalam di dalam ruang.

Kinerja Gambar dan Warna yang Tak Tertandingi

Di balik desainnya yang megah, TV Micro RGB 130 inci menghadirkan inovasi teknologi gambar tercanggih Samsung hingga saat ini. Performa visualnya didukung oleh tiga pilar utama: Micro RGB AI Engine Pro, Micro RGB Color Booster Pro, dan Micro RGB HDR Pro.

Kombinasi teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan tone warna yang redup dan menyempurnakan kontras.

Hasilnya adalah warna yang hidup serta detail tajam pada adegan terang maupun gelap, menghadirkan realisme dan ketajaman gambar yang tinggi.

Performa warna semakin ditingkatkan dengan Micro RGB Precision Color 100, yang menawarkan 100% cakupan wide color gamut BT.2020. Reproduksi warna yang presisi pada layar ini telah tersertifikasi oleh Verband der Elektrotechnik (VDE), menjamin gradasi warna yang terkontrol dengan sangat baik dan tampak nyata.

Untuk memastikan pengalaman menonton optimal di berbagai kondisi, TV ini dilengkapi teknologi Glare Free dari Samsung.

Teknologi ini meminimalkan pantulan cahaya, sehingga kejernihan warna dan kontras tetap terjaga meski di ruangan dengan pencahayaan yang bervariasi. Dukungan terhadap HDR10+ ADVANCED semakin melengkapi kualitas gambar yang ditawarkan.

Inovasi layar seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi visual terus berkembang, mirip dengan lompatan teknologi yang terjadi di perangkat lain, seperti Huawei MateBook X Pro dengan layar sentuh dan teknologi Super Turbo yang menghadirkan pengalaman berbeda di kelasnya.

Dukungan Fitur AI dan Audio Canggih

TV Micro RGB 130 inci tidak hanya unggul dalam hal gambar, tetapi juga didukung oleh ekosistem fitur cerdas. Produk ini mendukung Eclipsa Audio untuk kualitas suara yang lebih baik.

Fitur AI-nya didukung oleh Vision AI Companion dari Samsung yang telah lebih canggih, memungkinkan pencarian berbasis percakapan, rekomendasi proaktif, dan akses ke berbagai fitur serta aplikasi AI.

Beberapa aplikasi AI yang tersedia antara lain AI Football Mode Pro, AI Sound Controller Pro, Live Translate, Generative Wallpaper, Microsoft Copilot, dan Perplexity.

Integrasi AI yang mendalam ini mengubah TV dari sekadar perangkat penerima siaran menjadi pusat hibiran dan produktivitas yang cerdas di rumah.

Peluncuran produk inovatif ini sejalan dengan tren perangkat teknologi yang semakin mengedepankan pengalaman pengguna yang mulus dan terhubung, sebagaimana juga terlihat pada Motorola Moto g86 Power 5G yang dirancang untuk petualang dengan ketahanan baterai, atau versi yang baru saja resmi dijual di Indonesia dengan harga Rp 3,9 juta.

TV Micro RGB 130 inci pertama di kelasnya ini akan dipamerkan di Samsung Exhibition Zone selama CES 2026 di Las Vegas, Nevada.

Kehadirannya tidak hanya menunjukkan kemampuan engineering Samsung dalam menciptakan layar ultra-besar, tetapi juga visi perusahaan untuk mendefinisikan ulang peran televisi di era modern sebagai pusat seni, hiburan, dan konektivitas di rumah. (Icha)