spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 53

REDMAGIC 11 Pro Hadirkan Sistem Pendingin Cair Pertama di Dunia

0

Telko.id – REDMAGIC 11 Pro resmi diluncurkan di Indonesia sebagai smartphone gaming pertama di dunia yang menggunakan sistem pendingin cair produksi massal, AquaCore Cooling System.

Perangkat ini mencatat skor benchmark AnTuTu tertinggi sebesar 4.398.000, didukung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan chip gaming khusus RedCore R4.

Harga resmi smartphone ini adalah Rp19.999.000, dengan penawaran pre-order spesial mulai 8 Januari 2026.

Zhuang Yongke, Country Manager nubia Indonesia, menyatakan fokus utama perangkat ini adalah menjawab tantangan performa dalam mobile gaming.

“Dengan menghadirkan smartphone pertama di dunia berteknologi AquaCore Cooling System dan dipadukan dengan chipset terbaik, kami ingin memberikan pengalaman bermain yang tetap bertenaga, sejuk, konsisten, dan terkendali dari awal hingga akhir,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

AquaCore Cooling System menjadi terobosan utama. Sistem ini menggunakan cairan pendingin fluorinated yang mengalir untuk menarik panas dari CPU dan baterai, didukung vapor chamber seluas 13.116 mm² dan kipas turbofan aktif tahan air berkecepatan hingga 24.000 RPM.

Arsitektur pendinginan ini dirancang untuk menjaga stabilitas termal selama sesi gaming panjang dan intens.

Performa Monster dan Daya Tahan Unggul

Ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan kecepatan hingga 4,6 GHz, REDMAGIC 11 Pro dilengkapi RAM 16GB LPDDR5T dan penyimpanan 512GB UFS 4.1 Pro.

Chip gaming RedCore R4 berperan meningkatkan performa dalam game dan pengelolaan suhu, mendukung grafis 2K super-resolution serta manajemen daya cerdas.

Content image for article: REDMAGIC 11 Pro Resmi Hadir dengan Sistem Pendingin Cair Pertama di Dunia

Teknologi eksklusif Energy Cube 3.0 secara dinamis mengatur penggunaan CPU, GPU, memori, sistem pendingin, dan respons sentuh secara real-time.

Klaimnya, teknologi ini dapat meningkatkan performa hingga 40% dengan konsumsi daya 12% lebih rendah, menjaga frame rate tetap mulus pada adegan kompleks.

Untuk daya tahan, perangkat ini mengusung baterai berkapasitas besar 7.500mAh yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang.

Dukungan pengisian cepat kabel 80W dan pengisian nirkabel turut disematkan untuk meminimalkan waktu jeda antar sesi bermain.

Desain Transparan dan Layar Gaming Pro

REDMAGIC 11 Pro menjadikan sistem pendingin sebagai identitas desain. Panel belakang transparan menampilkan langsung komponen AquaCore Cooling System yang bekerja.

Perangkat hadir dalam varian warna Subzero dengan desain panel belakang rata tanpa tonjolan kamera untuk meningkatkan ergonomi.

Layarnya menggunakan panel BOE X10 AMOLED 6,85 inci dengan resolusi 2688 × 1216, refresh rate 144Hz, dan kecerahan puncak 1.800 nits.

Fitur gaming-nya mencakup PWM dimming frekuensi tinggi 2.592Hz, multi-finger touch sampling rate 360Hz, dan respons sentuhan instan 3.000Hz untuk latensi minimal. Layar ini juga telah tersertifikasi SGS dan TÜV Rheinland untuk perlindungan mata.

Untuk pengalaman gaming yang imersif, perangkat ini dilengkapi shoulder trigger 520Hz yang kini mendukung game dalam mode portrait, speaker berkualitas tinggi, motor linier sumbu X, serta pencahayaan RGB di berbagai bagian. Jack audio 3,5 mm tetap dipertahankan untuk audio berlatensi rendah.

Dukungan perangkat lunak datang dari Game Space sebagai pusat optimasi performa dan MORA, asisten virtual berbasis AI dari REDMAGIC.

Perangkat ini juga terintegrasi dengan Google Gemini untuk dukungan AI dalam chat, terjemahan, dan input cerdas.

Di segi fotografi, REDMAGIC 11 Pro membawa sistem kamera belakang triple pro-grade yang terdiri dari kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultra-wide 50MP, dan kamera pendukung 2MP. Kamera depan 16MP dioptimalkan dengan AI untuk hasil yang tajam dan alami.

Kehadiran REDMAGIC 11 Pro semakin mengukuhkan persaingan di pasar smartphone gaming premium.

Sebelumnya, ZTE juga telah memperkenalkan dua ponsel gaming terbarunya yang menargetkan segmen berbeda.

Untuk pasar yang lebih luas, nubia menghadirkan DNA gaming melalui seri nubia Neo 3 series yang menawarkan pengalaman gaming dengan harga kompetitif.

Pasar smartphone gaming sendiri semakin ramai dengan kehadiran perangkat seperti Samsung Galaxy A36 5G yang menawarkan fitur anti lag.

REDMAGIC 11 Pro tersedia eksklusif di nubia Flagship Store di Blibli. Selama periode pre-order 8 Januari 2026, perangkat ditawarkan dengan harga spesial Rp17.999.000.

Pembeli juga berkesempatan mendapatkan Special Gift Box berisi REDMAGIC Gamepad (terbatas) dan opsi cicilan 0% hingga 24 bulan. Perangkat didukung pembaruan OS selama tiga tahun dan garansi Unicom Care satu tahun.

Sebagai bagian dari kampanye peluncuran, nubia Indonesia menggelar aktivasi komunitas Snap & Win.

Masyarakat dapat berfoto dengan videotron REDMAGIC 11 Pro di kawasan Senayan dan Sudirman pada 8–14 Januari 2026, mengunggahnya ke Instagram Story, dan men-tag @nubia_indonesia dengan tagar #StayCoolPlayREDMAGIC untuk berkesempatan memenangkan hadiah. (Icha)

Acer Swift AI: Copilot+ PC Terbaru, Ubah Cara Kerja dan Kreativitas

0

Telko.id – Acer secara resmi meluncurkan jajaran terbaru laptop Swift AI di Las Vegas. Lebih dari sekadar pembaruan generasi, seri yang mencakup Swift 16 AI, Swift Edge AI (14 & 16 inci), dan Swift Go AI (14 & 16 inci) ini merupakan deklarasi Acer di arena Copilot+ PC berbasis Windows 11.

Mereka hadir bukan hanya dengan prosesor Intel Core Ultra Seri 3 yang powerful, tetapi dengan ekosistem fitur AI eksklusif yang dirancang untuk menyelami kebutuhan para kreator, profesional mobile, dan pengguna yang mengutamakan efisiensi.

Mari kita selami lebih dalam apa yang membuat generasi Swift AI ini layak disebut sebagai rekan kerja dan kreatif masa depan Anda.

Acer Swift 16 AI: Kanvas Digital bagi Sang Kreator

Bagi para kreator digital—desainer grafis, editor video, animator—laptop adalah perpanjangan tangan dan imajinasi.

Acer Swift 16 AI (SF16-71T) hadir dengan klaim sebagai flagship yang memahami hal itu. Ditenagai prosesor Intel Core Ultra X9 388H dan grafis Intel Arc B390, kombinasi ini memberikan tenaga lebih dari cukup untuk mengolah file besar dan rendering yang berat. Namun, keunggulannya justru terletak pada interaksi yang dipersonalisasi.

Content image for article: Acer Swift AI: Copilot+ PC Terbaru yang Ubah Cara Kerja dan Kreativitas

Fitur paling revolusioner adalah haptic touchpad terbesar di dunia dengan rasio 16:10. Bayangkan sebuah touchpad seluas 175,5 x 109,7 mm yang dilapisi Corning Gorilla Glass, tidak hanya responsif, tetapi juga mendukung input stylus hingga MPP 2.5.

Ini mengubah touchpad dari sekadar penggerak kursor menjadi kanvas sekunder. Kreator bisa langsung membuat sketsa, mengedit detail halus, atau memanipulasi model 3D dengan stylus di atasnya, sebuah pengalaman yang sebelumnya hanya dimungkinkan dengan tablet eksternal.

Sentuhan akhir diberikan oleh layar sentuh OLED 3K 16 inci dengan refresh rate 120 Hz dan akurasi warna 100% DCI-P3, memastikan apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan.

Swift Edge AI: Sang Jawara Portabilitas Tangguh

Bagi profesional yang hidupnya di atas pesawat, kereta, dan berbagai co-working space, bobot dan ketahanan adalah segalanya.

Acer Swift Edge AI menjawabnya dengan kombinasi yang sulit ditolak: berat di bawah 1 kg (khusus model 14 inci) dengan sertifikasi ketahanan militer MIL-STD 810H. Membangun bodi setipis 13,95 mm dan seberat 0,99 kg namun tetap tangguh adalah prestasi rekayasa yang signifikan.

Jangan remehkan performanya. Dengan prosesor Intel Core Ultra 9 386H, memori LPDDR5x hingga 32 GB, dan penyimpanan SSD PCIe 4.0, seri Edge AI siap menangani multitasking berat.

Layar OLED hingga resolusi 3K dengan refresh rate 120 Hz menjadikannya pasangan ideal untuk presentasi atau menikmati konten setelah jam kerja.

Fitur unggulannya adalah Acer Multi-Control Touchpad yang memungkinkan kontrol media dan presentasi dengan gesture intuitif, serta kamera FHD IR dengan Human Presence Detection yang mengunci laptop saat Anda menjauh untuk keamanan ekstra.

Content image for article: Acer Swift AI: Copilot+ PC Terbaru yang Ubah Cara Kerja dan Kreativitas

Swift Go AI: Keseimbangan Sempurna Performa dan Nilai

Tidak semua orang membutuhkan touchpad sebesar kanvas atau bodi super ringan nan tangguh. Banyak dari kita mencari laptop serba bisa yang mampu segalanya dengan baik: bekerja, belajar, hiburan, dan tentu saja, terjangkau.

Di sinilah Acer Swift Go 14 AI dan 16 AI bersinar. Mereka menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H dan grafis Intel Arc B390 dalam bodi aluminium ramping yang bisa dibuka 180 derajat.

Pilihan layar OLED baik 2K maupun 3K memastikan visual yang memukau, sementara kamera IR 5MP dengan HDR meningkatkan kualitas panggilan video secara signifikan.

Seperti seri lainnya, Swift Go AI dilengkapi Acer Multi-Control Touchpad dan suite fitur AI Acer. Mereka adalah contoh bagaimana teknologi premium dan AI bisa dihadirkan dalam paket yang lebih terjangkau, menjadikan pengalaman Copilot+ PC bisa dinikmati lebih luas.

Ekosistem AI Acer: Lebih dari Sekadar Copilot di Windows

Sebagai Copilot+ PC, semua model Swift AI terbaru ini menghadirkan fitur unggulan Windows 11 seperti Copilot Voice untuk perintah suara hands-free dan Copilot Vision yang memahami konteks layar.

Namun, Acer melangkah lebih jauh dengan rangkaian fitur AI eksklusifnya sendiri yang terintegrasi langsung.

Acer PurifiedVoice menggunakan AI untuk meredam kebisingan latar belakang dan menyempurnakan suara Anda dalam panggilan video. Acer PurifiedView secara otomatis membingkai wajah Anda di tengah frame dan mengaburkan latar belakang yang berantakan.

Acer User Sensing bisa mendeteksi ketika Anda menjauh dari laptop dan mengunci layar, atau bahkan menjedanya ketika Anda tidak melihat ke layar untuk menghemat baterai.

Kemudian ada Acer My Key, sebuah tombol fisik yang bisa Anda program untuk membuka aplikasi, situs web, atau fitur favorit dengan sekali tekan. Fitur-fitur ini, yang bisa diakses dan dikelola melalui Acer Intelligence Space, menunjukkan pendekatan Acer yang holistik: AI bukan hanya untuk sistem operasi, tetapi untuk setiap aspek interaksi pengguna.

Spesifikasi Lengkap dan Pertimbangan Membeli

Dari segi konektivitas, seluruh jajaran Swift AI generasi terbaru ini sudah dilengkapi dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth versi terbaru untuk kecepatan dan stabilitas koneksi nirkabel.

Port yang ditawarkan pun lengkap, termasuk Thunderbolt 4, USB Type-A, HDMI 2.1, dan slot MicroSD pada beberapa model, memastikan kompatibilitas dengan berbagai perangkat eksternal.

Daya tahan baterai yang dijanjikan juga mengesankan, dengan Swift 16 AI diklaim mampu bertahan hingga 24 jam untuk pemutaran video.

Lalu, mana yang cocok untuk Anda? Jika Anda kreator profesional yang membutuhkan kanvas digital dan performa puncak, Swift 16 AI adalah pilihan utama.

Jika mobilitas dan ketahanan adalah prioritas mutlak, seri Swift Edge AI dengan bobot super ringan adalah jawabannya.

Sementara untuk kebutuhan sehari-hari yang mengutamakan nilai dan performa solid, Swift Go AI menawarkan paket paling seimbang.

Peluncuran Acer Swift AI generasi terbaru ini bukan sekadar tentang menambah angka di brosur spesifikasi. Ini adalah visi tentang bagaimana laptop seharusnya bekerja di era AI: proaktif, intuitif, dan personal.

Dengan menggabungkan perangkat keras mutakhir dari Intel, desain yang dipikirkan matang, dan ekosistem fitur AI yang mendalam, Acer tidak hanya menjual laptop.

Mereka menawarkan partner kolaboratif yang bisa belajar dan beradaptasi dengan Anda. Di pasar yang semakin ramai, kemampuan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pengguna secara kontekstual inilah yang mungkin akan menjadi pembeda sesungguhnya.

Swift AI telah memasang standar baru, dan kini giliran pengguna yang merasakan langsung bagaimana AI bisa mengubah bukan hanya apa yang bisa dilakukan laptop, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dengannya.(Icha)

Wi-Fi 8 Siap Hadir 2026, Fokus Stabilitas Bukan Kecepatan

Telko.id – Memasuki tahun 2026, Wi-Fi 8, generasi selanjutnya dari perkembangan teknologi nirkabel sudah siap memasuki pasar. Menariknya, standar baru ini tidak lagi menjadikan kecepatan puncak sebagai prioritas utama, melainkan keandalan dan latensi rendah di lingkungan yang padat dan penuh interfensi.

Tahun 2025 menjadi sebuah momentum penting bagi Wi-Fi 7, setelah mulai diadopsi secara masif sepanjang 2025. Setelah mencapai draf final pada September 2024 dan resmi dipublikasikan sebagai standar IEEE 802.11be pada Juli 2025, adopsinya meningkat pesat di berbagai sektor, mulai dari konsumen hingga enterprise.

Menurut Jeff Platon, Vice President Marketing Wi-Fi Alliance, junlah perangkat Wi-Fi 7 yang dikirim secara global diperkirakan mencapai 583 juta unit hingga akhir 2025. Setelah sempat melambat di awal, adopsi di sektor enterprise kini justru melaju lebih cepat dibanding generasi Wi-Fi sebelumnya.

Baca juga:

Lonjakan tersebut juga tercermin dari pengiriman access point (AP). data dari Wireless Broadband Alliance menunjukkan bahwa:

  • 26,3 juta unit AP Wi-FI 7 dikirim pada 2024,
  • 66,5 juta unit diproyeksikan pada 2025, dan
  • sekitar 117,9 juta unit diperkirakan akan dikirim sepanjang 2026.

Chris Szymanski dari Broadcom menjelaskan bahwa keterlambatan awal adopsi Wi-Fi 7 di kalangan enterprise tergolong wajar. Jarak peluncuran yang relatif dekat dengan Wi-Fi 6E membuat banyak perusahaan masih fokus memaksimalkan investasi sebelumnya. Namun kini, tren itu berbalik arah dan adopsi meningkat drastis.

Wi-Fi Alliance bahkan memproyeksikan 1,1 miliar perangkat Wi-Fi 7 akan dikirim pada 2026, yang mencakup:

  • 196,1 juta perangkat IoT
  • 22,3 juta perangkat kesehatan
  • 159,4 juta perangkat konsumen

Institusi pendidikan dan venue publik berskala besar menjadi penggerak utama. Bagi sektor ini, WI-Fi 7 dipandang sebagai solusi atas kepadatan spektrum sekaligus pembuka jalan bagi berbagai skenario penggunaan baru.

Namun, sorotan utama di 2026 diprediksi akan beralih ke Wi-Fi 8. Dalam perkembangan yang tidak biasa, produk Wi-Fi 8 untuk konsumen berpotensi hadir lebih cepat dari siklus normal. Broadcom diketahui telah meluncurkan ekosistem lengkap Wi-Fi 8 sejak Oktober 2025, membuka peluang perangkat ritel muncul mulai musim panas 2026.

Harga RAM DDR5 di Indonesia Masih Tinggi di Awal 2026!

Telko.id – Januari 2026 ditandai dengan tingginya harga RAM DDR 5 di Indonesia, seiring dengan meningkatnya tekanan pasokan memori global dan meningkatnya kebutuhan komputasi berperforma tinggi, khususnya untuk PC gaming, workstation, dan server berbasis AI.

Melansir dari Medcom.id, kenaikan harga ini dirasakan konsumen sejak paruh kedua 2025 dan belum menunjukkan tanda penurunan signifikan di awal 2026. Di pasar domestik, pantauan di berbagai marketplace besar menunjukkan bahwa RAM DDR5 masih diposisikan sebagai komponen premium.

Modul dengan kapasitas 16GB dan kecepatan 5.600 MHz ke atas masih menjadi varian yang banyak dicari, baik untuk platform Intel Core generasi terbaru, maupun AMD Ryzen.

Tekanan harga ini tidak lepas dari situasi industri global. Produsen memori mengalihkan sebagian kapasitas produksi ke segmen data center dan AI accelerator, sehingga suplai untuk pasar konsumen menjadi lebih terbatas.

Baca juga:

Dampaknya, harga modul RAM DDR5 retail bertahan di level tinggi, bahkan untuk produk kelas mainstream. Berikut beberapa gambaran harga RAM DDR5 di pasaran:

  • Kingston Fury Beast DDR5 16GB 5600MHz (Desktop)

Harga: sekitar Rp 1,6 – 1,8 jutaan. Sumber: Shopee, varian single channel 16GB untuk PC Desktop.

  • Corsair Vengeance DDR5 16GB 5600MHz (Desktop)

Harga: sekitar Rp1,9–2,2 jutaan
Sumber: Blibli, modul DDR5 non-RGB untuk pengguna gaming dan produktivitas.

  • G.Skill Ripjaws S5 DDR5 32GB (2x16GB) 6000MHz
    Harga: sekitar Rp3,5–3,9 jutaan. Sumber: Shopee, kit dual channel untuk PC kelas menengah hingga high-end.
  • Kingston DDR5 SODIMM 16GB 5600MHz (Laptop)
    Harga: sekitar Rp1,4–1,6 jutaan. Sumber: Shopee, RAM DDR5 untuk laptop generasi terbaru.
  • Crucial DDR5 16GB 5600MHz (Desktop)
    Harga: sekitar Rp1,5–1,7 jutaan. Sumber: Blibli, menyasar pengguna upgrade PC harian dan workstation ringan.

Harga dapat bervariasi tergantung toko, promo, serta ketersediaan stok. Di Tokopedia sendiri, RAM DDR5 dengan spesifikasi serupa umumnya berada di kisaran harga yang tidak jauh berbeda, dengan variasi tergantung reputasi penjual dan status garansi resmi.

Selain permintaan AI dan server, adopsi DDR5 yang semakin luas juga  ikut menahan harga. Platform PD terbaru kini mayoritas sudah beralih ke DDR5, sehingga permintaan dari pasar konsumen ikut meningkat. Di sisi lain, produsen belum sepenuhnya menormalkan suplai untuk segmen retail.

Untuk konsumen, kondisi ini membuat upgrade RAM DDR5 masih perlu pertimbangan matang. Jika kebutuhan belum mendesak, sebagian pengguna masih memilih untuk bertahan dengan DDR4.

Namun bagi pengguna laptop dan PC generasi baru yang wajib DDR5, opsi terbaik adalah memanfaatkan promo musiman atau memilih modul single channel terlebih dahulu.

Acer Luncurkan Predator Helios Neo 16S AI dan Nitro V AI, Ditenagai Intel Core Ultra 3

0

Telko.id – Acer secara resmi memperkenalkan jajaran laptop gaming terbarunya yang ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra Seri 3 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop.

Peluncuran yang diumumkan di Las Vegas pada 6 Januari 2026 ini menghadirkan tiga model utama: Predator Helios Neo 16S AI, Acer Nitro V 16 AI, dan Acer Nitro V 16S AI.

Semua laptop baru ini telah mendukung pengalaman Copilot+ PC pada Windows 11 dan dilengkapi dengan Acer Intelligence Space untuk peningkatan kreativitas, produktivitas, dan gaming berbasis AI.

Selain laptop, Acer juga mengumumkan kehadiran headset gaming Predator Galea 570 dan mouse gaming Predator Cestus 530 untuk melengkapi ekosistem bermain game premium.

Pengenalan lini produk ini menandai komitmen Acer dalam menghadirkan perangkat keras yang mengintegrasikan kekuatan komputasi AI generasi terbaru untuk para gamer dan kreator.

Varian flagship dari seri ini, Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51), dibekali dengan prosesor Intel Core Ultra 9 386H dan GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5070.

Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51)

Laptop gaming premium ini dikemas dalam sasis logam ramping dengan ketebalan 18,9 mm. Performa grafis dihadirkan oleh arsitektur NVIDIA Blackwell pada GPU RTX 50 Series, yang dilengkapi dengan dukungan NVIDIA DLSS 4 untuk peningkatan frame rate dan kualitas gambar.

Layar menjadi salah satu andalan utama Predator Helios Neo 16S AI. Laptop ini menghadirkan panel OLED WQXGA berukuran 16 inci dengan refresh rate 165 Hz dan waktu respons 1 ms.

Layar ini menawarkan cakupan warna 100% PCI-P3 dan dukungan true HDR untuk kontras yang memukau. Sistem pendinginannya menggunakan kipas 3D AeroBlade Generasi ke-5 dan termal logam cair untuk menjaga performa tetap optimal.

Konfigurasi memori dan penyimpanan pada laptop ini mencapai 64 GB DDR5 6400MT/s dan SSD PCIe hingga 2 TB. Dari sisi konektivitas, tersedia Intel Killer DoubleShot Pro Wi-Fi 6E, Thunderbolt 4, serta beragam port berkecepatan tinggi.

Fitur lainnya termasuk webcam IR FHD, speaker dengan DTS:X Ultra, keyboard RGB 4 zona, serta dukungan penuh untuk Copilot+ PC dan Acer Intelligence Space.

Seri Nitro V AI untuk Gamer dengan Mobilitas Tinggi

Untuk segmen yang lebih terjangkau, Acer menghadirkan Acer Nitro V 16 AI (ANV16-I51) dan varian yang lebih ramping, Nitro V 16S AI (ANV16S-I51).

Keduanya ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 355 dan opsi GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU. Perbedaan utama terletak pada desain dan portabilitas.

Acer Nitro V 16 AI (ANV16-I51)

Acer Nitro V 16 AI menawarkan konfigurasi memori hingga 32 GB DDR5 dan penyimpanan SSD hingga 2 TB. Laptop ini dilengkapi layar WUXGA 16 inci dengan refresh rate 180 Hz dan cakupan warna 100% sRGB, serta fitur MUX Switch. Desainnya dilengkapi sistem pendingin dual fan dengan dual-intake dan dual-exhaust.

Sementara itu, Acer Nitro V 16S AI dirancang khusus untuk pengguna dengan mobilitas tinggi. Dengan ketebalan kurang dari 17,9 mm, laptop ini merupakan salah satu opsi laptop gaming tipis dalam portofolio Acer.

Meski ramping, performanya tetap tangguh dengan dukungan prosesor dan GPU yang sama dengan varian Nitro V 16 AI. Fitur seperti keyboard RGB 4 zona, Intel Killer Wi-Fi 6E, dan webcam IR FHD dengan camera shutter turut melengkapi perangkat ini.

Seperti halnya seri Predator, semua laptop Nitro terbaru ini juga merupakan Copilot+ PC yang didukung Windows 11.

Fitur Neural Processing Unit (NPU) di dalamnya mampu melakukan lebih dari 45 AI TOPS, yang memungkinkan kemampuan seperti Live Captions untuk terjemahan real-time dan Image Creator untuk menghasilkan konten kreatif.

Perangkat Peripheral Gaming Terbaru

Melengkapi peluncuran laptop, Acer juga memperkenalkan headset gaming Predator Galea 570 dan mouse gaming Predator Cestus 530.

Headset Galea 570 dilengkapi dengan driver 50 mm untuk kualitas audio yang dalam dan jernih. Teknologi Environmental Noise Cancellation (ENC) pada mikrofonnya membantu menekan kebisingan sekitar.

Headset ini menawarkan tiga mode konektivitas: 2,4 GHz via dongle, Bluetooth 5.4, dan kabel, dengan daya tahan baterai hingga 30 jam.

Headset Galea 570

Mouse gaming Predator Cestus 530 hadir dengan sensor PixArt PAW3395 yang menawarkan presisi hingga 26.000 DPI, tracking 650 IPS, dan polling rate 8.000 Hz.

Mouse gaming Predator Cestus 530

Mouse ergonomis ini juga mendukung konektivitas triple mode (kabel, Bluetooth, dan nirkabel 2,4 GHz) serta memiliki daya tahan klik hingga 80 juta kali. Baik headset maupun mouse dapat dikustomisasi melalui aplikasi Predator QuarterMaster.

Peluncuran produk-produk ini semakin memperkuat posisi Acer di pasar gaming, mengikuti kesuksesan Acer Predator Triton 14 AI sebagai laptop gaming tipis bertenaga AI sebelumnya.

Lini produk baru ini menawarkan pilihan yang lebih beragam, dari performa maksimal hingga desain ramping yang mobile.

Sebagai brand yang telah lama berkiprah, Acer terus berinovasi menghadirkan perangkat yang menyatukan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan, sebagaimana tercermin dalam Acer Predator Helios 18P AI yang dirancang untuk kerja dan gaming.

Dengan integrasi AI yang mendalam pada perangkat keras terbaru, Acer memposisikan lini Predator dan Nitro terbaru ini bukan hanya sebagai mesin gaming, tetapi juga perangkat serbaguna untuk produktivitas dan kreativitas.

Inovasi ini sejalan dengan tren laptop gaming yang semakin mengedepankan keseimbangan antara performa tinggi dan portabilitas, seperti yang juga ditawarkan oleh Acer Nitro V 15 RTX 5050 pada generasi sebelumnya. (Icha)

Lionel Chng, Jadi Direktur Marketing Telkomsel Gantikan Derrick Heng

0

Telko.id – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengumumkan perubahan susunan direksi. Lionel Chng ditetapkan sebagai Direktur Marketing baru, menggantikan Derrick Heng.

Penunjukan ini merupakan hasil kesepakatan antara pemegang saham Telkomsel, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. (Singtel).

Penugasan Lionel Chng secara resmi disahkan dalam Rapat Direksi Telkomsel yang digelar di Kantor Telkomsel Smart Office, Jakarta, pada Rabu (7/1/2026).

Perubahan kepemimpinan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan strategis dalam menjawab dinamika industri telekomunikasi yang terus berubah.

Abdullah Fahmi, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arah pemulihan sektor pasca konsolidasi. “Kompetisi kini bergeser ke pendekatan berbasis nilai, inovasi, dan pengalaman pelanggan,” ujarnya.

Dengan susunan baru ini, Telkomsel bertekad menjaga profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Lionel Chng bergabung ke Telkomsel melalui penugasan langsung dari Singtel. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Managing Director Customer Success di Singtel sejak 2023.

Latar belakang karirnya didominasi pengalaman di bidang penjualan, pemasaran, dan operasi di perusahaan teknologi global.

Ia pernah menduduki posisi Head of Sales Operations di HP Inc pada 2022-2023. Sebelumnya, dari 2019 hingga 2022, Chng menjadi Chief of Staff untuk Managing Director Greater Asia di perusahaan yang sama.

Pengalaman puncaknya di HP Inc adalah sebagai Managing Director untuk Singapura dari April 2016 hingga April 2019.

Content image for article: Lionel Chng Ditunjuk Jadi Direktur Marketing Telkomsel Gantikan Derrick Heng

Dari segi pendidikan, Lionel Chng menyandang gelar Marketing & Management Degree (Honors) dari University of Wisconsin-Madison yang diperoleh pada Mei 1993. Ia kemudian meraih gelar Masters of Business Administration dari University of Bath pada tahun 2002.

Dengan masuknya Lionel Chng, susunan lengkap Direksi Telkomsel per 7 Januari 2026 adalah sebagai berikut: Nugroho sebagai Direktur Utama, Daru Mulyawan (Direktur Finance & Risk Management), Stanislaus Susatyo (Direktur Sales), Indra Mardiatna (Direktur Network), Wong Soon Nam (Direktur Planning & Transformation), Joyce Shia (Direktur Information Technology), Lionel Chng (Direktur Marketing), dan Indrawan Ditapradana (Direktur Human Capital Management).

Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan fokus ke depan. Telkomsel akan mengakselerasi pertumbuhan dengan memperkuat konektivitas inti melalui investasi berkelanjutan di jaringan 4G dan 5G.

Ekspansi layanan konvergensi dan solusi digital untuk segmen konsumen dan enterprise juga menjadi prioritas.

Strategi lainnya adalah mengoptimalkan kapabilitas berbasis teknologi dan Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien.

Dengan pendekatan ini, Telkomsel bertekad menciptakan ekosistem yang sehat, mendukung transformasi digital nasional, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta seluruh pemangku kepentingan.

Industri telekomunikasi Indonesia memang tengah berada dalam fase transformasi pasca konsolidasi operator. Tekanan kompetisi mendorong perusahaan untuk berinovasi dan meningkatkan efisiensi.

Fokus perusahaan ke depan adalah menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan AI untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia.

Operasional perusahaan dijalankan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, dan berbagai kanal resmi lainnya. (Icha)

ASUS Perkenalkan Inovasi AI di CES 2026, Fokus Tiga Skenario Utama

0

Telko.id – ASUS secara resmi memperkenalkan rangkaian inovasi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dalam peluncuran virtual bertajuk “Always Incredible” menjelang ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.

Dalam pengumuman tersebut, ASUS menyoroti berbagai teknologi cerdas yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, membuka potensi kreativitas, dan menyempurnakan aktivitas sehari-hari pengguna.

Berlandaskan visi “Ubiquitous AI. Incredible Possibilities,” perusahaan menunjukkan bagaimana AI diterapkan secara menyeluruh di berbagai lini, mulai dari public dan private cloud, connected edge, hingga personal client.

Strategi AI ASUS mencakup tujuh skenario utama, namun pada CES 2026, fokus diberikan pada tiga area yang dinilai paling relevan bagi pengguna umum: Workspace AI, Creator AI, dan Everyday AI.

“Nilai sejati AI terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan pekerjaan, menginspirasi kreativitas, dan meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari,” ujar Samson Hu, Co-CEO ASUS, dalam pernyataan resminya.

“Di CES 2026, kami menunjukkan bagaimana arsitektur strategis yang komprehensif milik ASUS memimpin revolusi AI dengan menghadirkan pengalaman AI end-to-end yang benar-benar Always Incredible.”

ASUS juga memberikan gambaran mengenai ekosistem produk AI yang terus berkembang, mencakup PC desktop berperforma tinggi, laptop portabel berdesain ramping, hingga perangkat AI ringkas untuk mobilitas tinggi.

Seluruh inovasi ini dibangun di atas arsitektur strategis AI yang terintegrasi, memperluas keunggulan kompetitif ASUS di berbagai solusi.

Creator AI: Perpaduan Kreativitas dan Kekuatan AI

Melalui skenario Creator AI, ASUS memadukan perangkat keras berperforma tinggi dengan aplikasi AI eksklusif seperti StoryCube, MuseTree, dan Creator Hub.

Rangkaian produk ProArt dirancang untuk kebutuhan editing berat hingga pembuatan konten secara mobile, mengombinasikan kecepatan, kecerdasan, dan fleksibilitas.

Content image for article: ASUS Perkenalkan Inovasi AI Menyeluruh di CES 2026, Fokus pada Tiga Skenario Utama

ASUS memperkenalkan Zenbook DUO terbaru yang menghadirkan definisi baru untuk alur kerja dua layar. Laptop ini dibekali dua layar 14 inci ASUS Lumina Pro OLED dengan engsel inovatif yang mengurangi jarak antar layar hingga 70%.

Ditenagai prosesor hingga Intel® Core™ Ultra X9 Series 3 dengan NPU hingga 50 TOPS, Zenbook DUO menawarkan performa grafis setara discrete GPU dalam format portabel.

Kolaborasi dengan GoPro melahirkan ProArt GoPro Edition (HN7306), perangkat portabel all-in-one untuk kreator mobile. Laptop convertible 13 inci ini ditenagai prosesor AMD Ryzen™ AI Max+ 395 serta memori unified hingga 128GB.

Keunggulan utamanya adalah GoPro Hotkey khusus untuk akses instan ke GoPro Cloud dan GoPro Player, serta aplikasi StoryCube untuk pengelolaan file media yang terstruktur.

Untuk kreator yang mengutamakan mobilitas ekstrem, ASUS meluncurkan ProArt PZ14 (HT7407), tablet kreator paling bertenaga yang pernah dihadirkan. Perangkat ini menggunakan prosesor Snapdragon® X2 Elite 18-core dengan kapabilitas AI processing hingga 80 TOPS dan menawarkan Copilot+ PC Experiences.

Dengan bobot hanya 0,79 kg dan ketebalan 9 mm, tablet ini telah lolos uji ketahanan MIL-STD-810H. Inovasi dalam lini kreator ini semakin mengukuhkan posisi ASUS sebagai pemain kunci, seperti yang juga terlihat pada peluncuran ASUS ProArt P16 sebelumnya.

Everyday AI: Kehidupan Sehari-hari yang Lebih Cerdas

Skenario Everyday AI diwujudkan melalui perangkat berbasis AI yang intuitif dan responsif, dirancang untuk terintegrasi dengan aktivitas harian. ASUS Zenbook A14 (UX3407) menjadi salah satu perwujudannya, dengan bobot di bawah 1 kg dan material Ceraluminum.

Laptop ini ditenagai prosesor Snapdragon® X2 Elite 18-core dengan NPU 80 TOPS, mendukung multitasking berbasis AI serta Copilot+ PC Experiences, dengan daya tahan baterai hingga 35 jam.

Untuk pengguna yang membutuhkan layar lebih besar tanpa mengorbankan portabilitas, hadir ASUS Zenbook A16.

Dengan bobot 1,2 kg dan layar 16 inci OLED 3K, laptop ini menggunakan prosesor Snapdragon® X2 Elite Extreme 18-core dengan NPU 80 TOPS, diklaim sebagai laptop Snapdragon tercepat dan paling bertenaga saat ini. Material Ceraluminum dan teknologi Smudge-Free diterapkan untuk ketahanan dan kebersihan tampilan.

ASUS juga memperkenalkan all-in-one Copilot+ PC pertama di dunia, ASUS V400 AiO (VM441QA), yang ditenagai Snapdragon® X. Perangkat dengan layar 24 inci ini menawarkan performa senyap untuk multitasking dan fitur Copilot AI dengan akselerasi on-device hingga 45 TOPS.

Untuk pasar desktop rumahan, lini ASUS V Series Home Desktop terbaru menghadirkan desain yang menyatu dengan estetika interior modern, didukung prosesor Intel® atau AMD Ryzen™ terbaru, termasuk Ryzen™ AI 7 dengan NPU lebih dari 50 TOPS.

Kehadiran berbagai laptop AI dengan NPU berperforma tinggi ini sejalan dengan tren pasar yang sedang berkembang. ASUS sendiri disebutkan telah menguasai 60% pasar Copilot+ PC di Indonesia dengan laptop AI 45+ TOPS, menunjukkan adopsi teknologi ini yang semakin meluas.

Pertumbuhan ekosistem AI on-device ini juga didukung oleh perkembangan infrastruktur pendukung, seperti proyeksi pasar chipset global 5G yang akan mencapai $21,99 miliar pada tahun 2026.

Peluncuran inovasi AI menyeluruh oleh ASUS di CES 2026 ini menandai babak baru di mana kecerdasan buatan tidak lagi menjadi fitur tambahan, melainkan fondasi utama dalam mendesain pengalaman pengguna.

Dengan fokus pada peningkatan produktivitas, kreativitas, dan kenyamanan hidup sehari-hari, ASUS berupaya menjadikan teknologi AI lebih mudah diakses dan bermanfaat secara konkret bagi pengguna di berbagai segmen. (Icha)

Ekosistem Terbuka Jadi Kunci Home AI Samsung

Telko.id – Samsung Electronics memulai rangkaian acara Tech Forum di CES 2026 dengan menggelar diskusi panel yang mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas masa depan rumah pintar.

Forum bertajuk “When Everything Clicks: How Open Ecosystems Deliver Impactful AI” ini menekankan bahwa interoperabilitas dan ekosistem terbuka menjadi kunci untuk menghadirkan kecerdasan buatan (AI) rumah tangga yang lebih optimal, aman, dan berdampak nyata.

Dalam sesi yang digelar di The Wynn, Las Vegas, Nevada, pada 6 Januari 2026, para panelis sepakat bahwa era berikutnya dari kecerdasan rumah harus dibangun di atas kolaborasi lintas merek dan industri.

“Rumah adalah tempat paling personal dalam hidup kita, sehingga Home AI harus dipercayai, secara senyap, penuh hormat, dan dengan nilai yang benar-benar bisa dirasakan pengguna,” ujar Yoonho Choi, President & Chair of the Board Home Connectivity Alliance sekaligus Head of Strategic Alliances di Samsung Electronics.

Choi menambahkan bahwa hal ini membutuhkan interoperabilitas lintas brand, agar rumah dapat bekerja sebagai satu sistem yang kohesif, bukan sekadar kumpulan fitur terpisah.

Melalui kerja sama dengan HCA dan berbagai mitra industri, Samsung bertujuan mengubah keterbukaan menjadi hasil konkret berupa rumah yang lebih aman, rutinitas yang sederhana, serta penghematan energi yang terukur, yang dibangun atas dasar transparansi dan persetujuan pengguna.

Samsung menyoroti bahwa lebih dari 500 juta pengguna telah menjadi bagian dari komunitas SmartThings, menjadikannya salah satu ekosistem connected home terbesar di dunia.

Fondasi ini memungkinkan perusahaan merancang pengalaman AI yang terkoordinasi lintas perangkat dan layanan, sehingga nilai yang dihadirkan terasa alami dan intuitif bagi pengguna.

Michael Wolf, pendiri dan editor-in-chief The Spoon, yang hadir sebagai panelis, menekankan pentingnya menghadirkan manfaat nyata.

“Dalam konteks ini, tidak ada area yang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan dapur yang terhubung secara menyeluruh, yang memungkinkan pengguna memahami isi kulkas mereka sekaligus terhubung dengan jaringan air dan pemanas, sehingga tercipta pemahaman yang lebih holistik dan memungkinkan tindakan pencegahan,” jelas Wolf.

Content image for article: Samsung Tekankan Ekosistem Terbuka untuk Home AI Optimal di CES 2026

Kolaborasi Lintas Industri Hasilkan Manfaat Terukur

Diskusi panel juga menggarisbawahi bagaimana ekosistem terbuka memungkinkan terciptanya manfaat yang terukur bagi konsumen melalui kemitraan strategis.

Samsung mencontohkan kolaborasinya dengan Hartford Steam Boiler (HSB) sebagai contoh pertama di industri tentang pemanfaatan data smart home secara bertanggung jawab untuk menghasilkan dampak finansial langsung.

“Kita berada pada titik di mana connected home dapat terintegrasi secara seamless ke dalam gaya hidup pengguna, yang kemudian membangun kepercayaan terhadap perangkat smart home dan menghadirkan manfaat langsung bagi konsumen,” ujar Jed Usich, Senior Vice President of Strategic Growth Solutions di HSB.

“Melalui kemitraan dengan Samsung, kami membangun jembatan ke industri asuransi yang mengubah datapoint sederhana menjadi penghematan nyata bagi konsumen,” ujar Jed Usich menambahkan.

Pendekatan kolaboratif semacam ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem yang berkelanjutan dan berdampak, di mana teknologi tidak hanya cerdas tetapi juga membawa nilai tambah yang konkret bagi pengguna akhir dan lingkungan sekitarnya.

Masa Depan Home AI: Manusiawi dan Terintegrasi

Sepanjang diskusi, para panelis menekankan bahwa kesuksesan Home AI terletak pada kemampuannya untuk terasa emosional dan menyatu secara alami ke dalam rutinitas sehari-hari.

Desain, pemahaman perilaku, dan storytelling dinilai memiliki peran krusial dalam menjadikan perangkat terhubung sebagai pendamping yang dapat diandalkan dan tidak intrusif.

Para ahli sepakat bahwa masa depan Home AI bergantung pada tiga pilar utama: interoperabilitas, penggunaan data yang bertanggung jawab, serta kolaborasi lintas industri.

Tujuannya adalah memastikan intelligent home dapat menghadirkan nilai nyata tanpa mengorbankan kepercayaan dan privasi pengguna.

Komitmen terhadap pengembangan ekosistem terbuka ini juga tercermin dalam berbagai inisiatif lain di industri teknologi, seperti yang dilakukan melalui program pengembangan bakat dan startup untuk mendorong inovasi berkelanjutan.

Samsung menyatakan akan terus fokus membangun ekosistem terbuka yang menjadikan connected living lebih sederhana, aman, dan bermakna.

Dengan lebih dari satu dekade kepemimpinan dalam connected living, Samsung berkeyakinan bahwa ketika semua perangkat dan layanan dari berbagai merek dapat terhubung dan bekerja selaras, Home AI akan benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari penggunanya.

Perjalanan membangun rumah pintar yang ideal, sebagaimana upaya membangun komunitas yang sehat dan berdaya, memerlukan fondasi kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. (Icha)

Komdigi Dalami Dugaan Penyalahgunaan Grok AI untuk Konten Asusila

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) tengah menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan Grok AI di platform X.

Teknologi ini diduga dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila, termasuk manipulasi foto pribadi tanpa persetujuan pemiliknya.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan Grok AI belum memiliki pengaturan eksplisit untuk mencegah pembuatan dan distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia. Kondisi ini berpotensi melanggar hak privasi dan hak atas citra diri seseorang.

“Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi. Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Kemkomdigi menilai manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar persoalan kesusilaan. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya yang dapat menimbulkan kerugian psikologis, sosial, dan merusak reputasi.

Alexander menegaskan, Kemkomdigi saat ini berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memastikan tersedianya mekanisme perlindungan yang efektif.

Langkah tersebut mencakup penguatan sistem moderasi konten, pencegahan pembuatan deepfake asusila, serta prosedur penanganan cepat atas laporan pelanggaran.

Kewajiban PSE dan Ancaman Sanksi

Kementerian mengingatkan bahwa kewajiban kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan Indonesia melekat pada seluruh PSE yang beroperasi di wilayah Indonesia. Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Kemkomdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif hingga pemutusan akses layanan.

“Setiap PSE wajib memastikan bahwa teknologi yang mereka sediakan tidak menjadi sarana pelanggaran privasi, eksploitasi seksual, maupun perusakan martabat seseorang,” tegas Alexander Sabar.

Kemkomdigi juga menegaskan bahwa penyedia layanan kecerdasan buatan maupun pengguna yang terbukti memproduksi dan/atau menyebarkan konten pornografi atau manipulasi citra pribadi tanpa hak dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau pidana sesuai hukum yang berlaku.

Kasus Grok AI Bikin Gaduh, Disalahgunakan untuk Konten Sensitif ini menjadi perhatian serius regulator.

Landasan Hukum yang Menguat

Posisi hukum Indonesia dalam menangani konten semacam ini semakin kuat sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pada 2 Januari 2026. Konten pornografi diatur antara lain dalam Pasal 172 dan Pasal 407 KUHP.

Pasal 172 mendefinisikan pornografi sebagai media yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan.

Sementara itu, Pasal 407 mengancam pelaku dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 10 tahun atau pidana denda.

Alexander menambahkan, masyarakat yang menjadi korban manipulasi foto, deepfake asusila, atau pelanggaran hak citra diri dapat menempuh upaya hukum.

Mekanisme yang tersedia termasuk pelaporan kepada aparat penegak hukum dan pengaduan langsung kepada Kemkomdigi melalui kanal aduan yang disediakan.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menggunakan teknologi akal imitasi secara bertanggung jawab. Ruang digital bukan ruang tanpa hukum, ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi,” pesan Alexander.

Insiden ini menyoroti tantangan regulasi teknologi AI yang berkembang pesat. Kemampuan AI seperti Grok, yang dikenal dengan karakter “nakal” dan interaktif, ternyata juga rentan disalahgunakan untuk tujuan yang melanggar hukum dan norma.

Pengawasan terhadap perilaku AI yang terkadang menunjukkan perilaku janggal menjadi semakin krusial.

Langkah Kemkomdigi ini juga terjadi dalam konteks dinamika industri teknologi global yang sedang memanas, termasuk perseteruan antara pemilik X, Elon Musk, dengan perusahaan teknologi lain, seperti yang terlihat dalam kasus Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI Soal Integrasi ChatGPT di iPhone.

Koordinasi intensif dengan PSE diharapkan dapat segera menghasilkan mekanisme teknis yang mampu mencegah penyalahgunaan serupa di masa depan.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan atau menjadi korban konten ilegal di ruang digital. (Icha)

Xiaomi Selesaikan Rollout HyperOS 3, 90% Perangkat Sudah Diupdate

0

Telko.id – Xiaomi telah menyelesaikan proses distribusi besar-besaran HyperOS 3, dengan sekitar 90% perangkatnya telah menerima update berbasis Android 15 tersebut.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa hanya tersisa sejumlah kecil model yang masih dalam antrian untuk mendapatkan update over-the-air (OTA) final, menandai akhir dari fase roll-out yang dimulai sejak September 2025.

Kecepatan deployment software ini dinilai sangat impresif, mengingat cakupan perangkat Xiaomi yang sangat luas, dari flagship hingga model entry-level.

Strategi ini merupakan bagian dari upaya Xiaomi membangun ekosistem terintegrasi melalui Xiaomi HyperConnect, yang bertujuan memastikan integrasi perangkat keras dan lunak yang mulus tanpa fragmentasi.

Daftar perangkat yang masih menunggu update final mencakup berbagai seri, termasuk beberapa model yang awalnya dipasarkan dengan merek Redmi di China dan kini mendapatkan update sebagai seri POCO atau Xiaomi T di pasar global.

Perangkat seperti Xiaomi 12, 12 Pro, 12S Ultra, serta model dari lini POCO seperti F5 dan F5 Pro, serta Redmi 15 termasuk dalam daftar penyelesaian ini.

HyperOS 3 membawa sejumlah peningkatan signifikan, termasuk fungsionalitas AI mutakhir dan antarmuka baru yang diinspirasi oleh kesederhanaan iOS.

Update ini juga menitikberatkan pada keamanan dan optimasi antarmuka, dengan siklus pembaruan yang jauh lebih cepat dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kecepatan ini menjadi nilai jual yang membantu Xiaomi tetap kompetitif di pasar smartphone yang padat.

Bagi pengguna yang ingin memeriksa status update perangkat mereka, Xiaomi menyediakan hub khusus yang dapat diakses publik.

Melalui HyperOS 3 Status Page, pengguna dapat melacak progres update untuk model tertentu, termasuk yang masih dalam tahap alpha dan beta. Informasi ini memberikan transparansi dan kepastian kepada konsumen mengenai jadwal penerimaan update.

Selain itu, tersedia aplikasi utilitas bernama MemeOS Enhancer di Google Play Store. Aplikasi ini dirancang untuk penggemar yang ingin mengakses fitur-fitur tersembunyi di perangkat Xiaomi, melakukan update manual aplikasi sistem, serta menerima pembaruan lebih awal.

Keberadaan alat semacam ini menunjukkan pendekatan Xiaomi yang melibatkan komunitas dalam pengembangan software-nya.

Kesuksesan rollout HyperOS 3 ini tidak terlepas dari komitmen Xiaomi dalam menyediakan dukungan perangkat lunak jangka panjang.

Update besar yang berbasis Android 15 ini menjadi fondasi untuk pengalaman pengguna yang lebih kohesif di seluruh portfolio produknya, termasuk smartphone dan tablet seperti Xiaomi Pad dan Redmi Pad SE.

Pencapaian ini sekaligus menjadi persiapan untuk siklus update berikutnya. Dengan mayoritas perangkat telah beralih ke HyperOS 3, fokus pengembangan dapat bergeser ke penyempurnaan dan persiapan untuk versi HyperOS di masa depan.

Beberapa model flagship terbaru, seperti yang tercakup dalam Xiaomi 15T Series, diharapkan dapat menerima dukungan update yang konsisten.

Langkah Xiaomi ini mendapat perhatian mengingat tantangan update software di industri Android seringkali diwarnai dengan keterlambatan dan fragmentasi.

Kemampuan Xiaomi untuk mendistribusikan update besar ke sebagian besar portofolionya dalam kurun waktu relatif singkat menunjukkan peningkatan kapabilitas teknis dan logistik perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan dalam hal dukungan software dibandingkan pesaing utama.

Implikasi dari penyelesaian rollout ini adalah meningkatnya konsistensi pengalaman pengguna di ekosistem Xiaomi. Dengan basis software yang lebih seragam, integrasi antar perangkat Xiaomi melalui HyperConnect diharapkan menjadi lebih optimal.

Pengguna juga dapat mengharapkan keamanan yang lebih baik berkat pembaruan patch keamanan yang lebih cepat, sebagaimana yang dijanjikan dalam siklus update yang dipercepat.

Bagi pengguna yang perangkatnya termasuk dalam daftar akhir, disarankan untuk secara berkala memeriksa pengaturan sistem untuk update OTA atau memantau pengumuman resmi.

Proses update di tahap akhir ini biasanya berjalan lancar, mengingat mayoritas masalah teknis telah diidentifikasi dan diselesaikan selama fase roll-out massal sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Xiaomi 14 Ultra, update global biasanya mengikuti pola yang terstruktur.

Dengan ditutupnya chapter besar rollout HyperOS 3 ini, Xiaomi mengalihkan sumber dayanya untuk pengembangan fitur dan optimasi berkelanjutan.

Fokus berikutnya kemungkinan adalah menyempurnakan fitur AI dan stabilitas sistem, sekaligus mempersiapkan landasan untuk adopsi Android versi berikutnya.

Pembaruan seperti HyperOS 3 update November yang membawa fitur AI Foto dan Super Island adalah contoh dari penyempurnaan berkelanjutan tersebut.

Penyelesaian proyek update besar ini menegaskan posisi Xiaomi sebagai salah satu vendor yang aktif dalam menghadirkan pembaruan software kepada basis pengguna yang luas.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan nilai produk Xiaomi di pasar, di tengah persaingan yang semakin mengedepankan pengalaman software yang mulus dan dukungan jangka panjang. (Icha)