spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 49

Samsung Perluas Program Certified Re-Newed Galaxy S25, Indonesia Termasuk kah?

0

Telko.id – Samsung Electronics Co., Ltd. secara resmi mengumumkan perluasan jangkauan program Certified Re-Newed (CRN) ke sejumlah pasar strategis di Eropa, yakni Prancis, Jerman, dan Inggris.

Langkah strategis yang diumumkan pada 13 Januari 2026 ini membuka akses yang lebih luas bagi konsumen di wilayah tersebut untuk memiliki perangkat flagship Galaxy S25 series rekondisi dengan standar kualitas tinggi yang dijamin langsung oleh pabrikan.

Ekspansi ini dilakukan menyusul kesuksesan peluncuran program serupa di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Melalui program ini, Samsung menawarkan perangkat yang telah melalui proses peremajaan ketat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru, namun tetap membawa performa, kualitas, dan garansi tepercaya.

Inisiatif ini juga mempertegas komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap konsep ekonomi sirkular dengan memperpanjang siklus hidup produk elektronik premium mereka. Anda dapat menyimak perkembangan terkini lainnya seputar berita Samsung untuk melihat inovasi yang terus dihadirkan.

Jun Kim, EVP dan Head of Galaxy Value Innovation Team, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics, menyatakan antusiasmenya terhadap perluasan program ini ke pasar Eropa.

Menurutnya, langkah ini memberikan opsi lebih banyak bagi pelanggan yang ingin membeli perangkat flagship. Selain berkontribusi pada ekonomi sirkular, Samsung berharap lebih banyak konsumen dapat merasakan inovasi terbaru perusahaan, termasuk fitur canggih Galaxy AI yang tersemat dalam lini produk tersebut.

Standar Kualitas Tepercaya Samsung

Program ini dimulai dengan menghadirkan seri Galaxy S25 sebagai lini produk utama. Di Jerman dan Inggris, perangkat ini dipasarkan dengan nama “Certified Re-Newed”, sementara di Prancis, program ini dikenal dengan sebutan “Refurbished Premium by Samsung” (Reconditionné Premium par Samsung).

Perbedaan penamaan ini disesuaikan dengan pasar lokal namun tetap membawa standar jaminan kualitas yang seragam dari kantor pusat Samsung.

Setiap perangkat Samsung Certified Re-Newed menjalani proses inspeksi dan perbaikan yang dilakukan secara internal oleh para ahli. Proses ini mencakup pembersihan menyeluruh serta lebih dari 100 tes kualitas yang ketat untuk memastikan perangkat berfungsi optimal.

Di ketiga negara Eropa tersebut, konsistensi kualitas dijaga dengan membatasi kelayakan perangkat yang masuk ke proses manufaktur CRN hanya pada produk retur dengan kondisi fisik dan fungsi tingkat atas (top-grade).

Dalam proses rekondisi, setiap unit diperbarui agar terlihat dan bekerja sesuai standar tinggi Samsung menggunakan suku cadang asli Samsung.

Hal ini menjadi diferensiasi utama dibandingkan produk rekondisi pihak ketiga yang mungkin tidak menggunakan komponen orisinal. Penggunaan komponen asli sangat krusial untuk menjaga performa perangkat, terutama dalam mendukung konektivitas cepat seperti layanan 5G yang ada pada seri Galaxy S25.

Proses Restorasi dan Jaminan Keamanan

Selama proses restorasi berlangsung, seluruh perangkat diatur ulang (reset) secara total untuk menghapus data pribadi pengguna sebelumnya secara permanen.

Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan privasi dan menjamin bahwa perangkat dijual dalam kondisi yang setara dengan perangkat baru, baik dari segi perangkat lunak maupun kebersihan sistem.

Konsumen tidak perlu khawatir mengenai jejak data lama karena prosedur ini dilakukan dengan standar keamanan industri yang ketat.

Setelah proses perbaikan selesai, perangkat CRN dikemas dalam kotak baru yang terbuat dari material daur ulang. Di dalam kotak tersebut, konsumen akan mendapatkan kelengkapan item yang sama persis dengan apa yang didapatkan saat membeli perangkat baru.

Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengalaman unboxing yang premium tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah kemasan.

Salah satu nilai jual utama dari program ini adalah jaminan purna jual. Perangkat CRN hadir dengan garansi yang sama dengan perangkat Galaxy baru. Hal ini membedakan produk Certified Re-Newed dari perangkat bekas atau rekondisi pihak ketiga yang sering kali memiliki masa garansi terbatas atau tidak jelas.

Ketersediaan dan Spesifikasi Tambahan

Khusus untuk perangkat yang dijual di Prancis, Jerman, dan Inggris, Samsung memberikan nomor IMEI baru untuk setiap unit CRN.

Selain itu, perangkat lunak juga diperbarui ke versi terkini untuk memastikan keamanan sistem dan kegunaan jangka panjang.

Pembaruan ini memastikan pengguna langsung mendapatkan perlindungan keamanan terbaru dan fitur-fitur mutakhir begitu perangkat diaktifkan.

Saat ini, model yang tersedia dalam program ini meliputi Galaxy S25 Certified Re-Newed, Galaxy S25+ Certified Re-Newed, dan Galaxy S25 Ultra Certified Re-Newed.

Ketersediaan produk ini bersifat eksklusif dan hanya dapat ditemukan melalui situs resmi Samsung.com di pasar-pasar terpilih tersebut. Samsung juga menegaskan rencananya untuk terus memperkenalkan program ini ke pasar tambahan di masa depan, bergantung pada permintaan pasar dan kebutuhan konsumen global. (Icha)

Trafik Digital Ramadan Meledak 87% Saat Sahur, Telkomsel Ungkap Strategi Iklan

0

Telko.id – Menjelang bulan suci, data terbaru menunjukkan bahwa trafik digital Ramadan mengalami lonjakan signifikan justru pada waktu dini hari.

Telkomsel Enterprise melalui laporan terbarunya mengungkapkan adanya kenaikan aktivitas digital hingga 87 persen pada momen sahur, menjadikannya waktu emas atau micro-moment paling potensial bagi brand untuk menjangkau konsumen secara efektif.

Temuan strategis ini dipaparkan dalam whitepaper bertajuk “DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan” yang dirilis di Jakarta, 14 Januari 2026.

Laporan tersebut dirancang sebagai panduan berbasis data bagi pelaku bisnis untuk menyusun kampanye yang lebih presisi.

Mengacu pada data tahun sebelumnya, keterlibatan pelanggan tercatat meningkat hingga 112 persen dibandingkan hari biasa, didorong oleh aktivitas media sosial, belanja daring, dan layanan keuangan.

VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, menegaskan bahwa kekuatan sebuah kampanye tidak hanya terletak pada jangkauan, tetapi pada relevansi pesan. Menurutnya, analisis mendalam terhadap perilaku konsumen sangat krusial di tengah pola interaksi digital yang semakin kompleks. Hal ini sejalan dengan tren trafik broadband yang konsisten tumbuh setiap tahunnya pada momen hari raya.

Momen Emas: Sahur dan Buka Puasa

Salah satu sorotan utama dalam laporan tersebut adalah identifikasi waktu-waktu spesifik di mana audiens paling reseptif terhadap iklan.

Banyak pemilik merek yang dinilai belum maksimal dalam memilih waktu penayangan iklan. Data Telkomsel menunjukkan tiga jendela waktu utama yang menjadi puncak trafik digital.

Waktu sahur pada pukul 03.00 hingga 05.00 WIB mencatatkan kenaikan aktivitas digital lebih dari 87 persen, beriringan dengan kenaikan trafik televisi sebesar lebih dari 88 persen.

Selain itu, momen berbuka puasa antara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB menjadi waktu dengan engagement tertinggi, khususnya untuk aktivitas belanja dan hiburan.

Sementara itu, lonjakan browsing dan akses media sosial juga terlihat signifikan pada waktu zuhur, yakni pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.

Profil Audiens dan Perilaku Belanja

Berdasarkan analisis terhadap 8,7 juta klik dari kampanye sebelumnya, profil audiens yang paling responsif didominasi oleh kalangan Milenial (39 persen), Gen X (29 persen), dan Gen Z (23 persen).

Mayoritas audiens ini tersebar di wilayah padat penduduk seperti Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Mereka memiliki karakteristik aktif di media sosial, rutin berbelanja daring, dan pengguna aktif layanan keuangan.

Dari sisi ekonomi, Ramadan memicu peningkatan pengeluaran konsumen. Lebih dari 54 persen konsumen meningkatkan belanja mereka dengan rata-rata pengeluaran berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp7 juta.

Kategori belanja paling dominan adalah bahan masakan (60 persen) dan makanan siap saji (50 persen). Meskipun transaksi digital meningkat, perilaku konsumen tetap bersifat omni-channel. Sebanyak 64 persen konsumen memilih berbelanja secara daring, sementara 36 persen lainnya masih setia pada kanal luring (offline).

Solusi 360 Derajat dan Kemitraan Meta

Untuk menjawab tantangan kanal belanja yang terbelah tersebut, Telkomsel DigiAds menawarkan pendekatan 360 derajat yang mengintegrasikan berbagai saluran.

Strategi ini mencakup Programmatic Ads, Display Ads, IPTV, hingga layanan pesan seperti WhatsApp Business API. Langkah ini penting untuk menjaga konsistensi pesan di setiap titik interaksi pelanggan, mengingat layanan digital kini menjadi tulang punggung komunikasi brand.

Menjelang Ramadan 2026, Telkomsel juga mengumumkan kemitraan baru dengan Meta. Kolaborasi ini memungkinkan penargetan audiens lintas platform media sosial global secara lebih presisi.

Selain itu, untuk menjangkau audiens secara fisik, Telkomsel menyediakan inventaris iklan di Posko Mudik yang tersebar di jalur mudik dan arus balik seluruh Indonesia.

Efektivitas strategi berbasis data ini telah terbukti pada kampanye tahun sebelumnya. Tercatat, 98 persen brand yang menggunakan solusi DigiAds berhasil mencapai Key Performance Indicator (KPI) mereka.

Sektor e-commerce mencatatkan Click-Through Rate (CTR) di atas 2,50 persen, sementara layanan keuangan mencapai CTR hingga 1,33 persen. Peningkatan signifikan juga terjadi pada metrik awareness, pertimbangan, hingga advokasi produk.

Telkomsel memastikan seluruh pengolahan data untuk wawasan ini dilakukan dengan prinsip menjaga privasi pelanggan. Data disusun secara agregat dan dianonimkan tanpa informasi identitas personal (PII), sesuai dengan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

Pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum trafik data yang tinggi ini untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang nyata. (Icha)

SanDisk Hadirkan Optimus, WD Blue dan WD Black Tutup Era

Telko.id – SanDisk resmi mengakhiri lini Solid-State Drive (SSD) WD Blue dan WD Black, menandai perombakan produk besar pertama sejak bisnis penyimpanan Western Digital dipisahkan menjadi dua perusahaan.

Di masa yang akan datang, seluruh produk SSD akan dipasarkan di bawah merek SanDisk, sementara Western Digital akan memfokuskan bisnisnya pada hard disk, khususnya untuk pasar NAS dan data center, demikian dikutip dari Techspot, Selasa (13/1/2026).

Langkah ini menjadi kelanjutan dari pemisahan korporasi yang dilakukan pada 2023, yang secara efektif membalikkan akuisisi SanDisk oleh Western Digital senilai USD$ 19 miliar pada 2015. Saat itu, kedua perusahaan itu digabungkan untuk mengonsolidasikan teknologi hard disk dan memori flash.

Setelah pemisahan, Western Digital kini menangani penyimpanan berbasis piringan, sedangkan SanDisk berfokus penuh pada solusi berbasis flash.

Dalam pengumuman resminya, SanDisk menyebut seluruh SSD WD Blue dan WD Black akan digantikan oleh lini baru bernama SanDisk Optimus. WD Blue SN5100 kini diposisikan ulang menjadi SanDisk Optimus 5100, sementara WD Black SN7100 berubah menjadi Optimus GX 7100.

Baca juga:

Untuk segmen performa tinggi, WD Black SN850X dan SN8100 kini hadir sebagai SanDisk Optimus GX Pro 850X dan GX Pro 8100.

SanDisk menegaskan bahwa spesifikasi dan arsitektur perangkat keras SSD tersebut pada dasarnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Seluruh model Optimus menggunakan antarmuka NVMe, dengan perbedaan utama terletak pada jenis NAND dan kelas performanya.

Optimus 5100 di segmen entry-level menggunakan NAND QLC yang mengutamakan kapasitas, sementara Optimus GX 7100 di kelas menengah memakai NAND TLC untuk keseimbangan performa dan daya tahan. Di level tertinggi, Optimus GX Pro 8100 mengusung PCIe 5.0 dan dilengkapi dengan DRAM cache khusus, sedangkan GX Pro 850X masih bertahan di PCIe 4.0 namun tetap membawa DRAM.

Model kelas bawah tanpa DRAM mengandalkan teknologi Host Memory Buffer yang memanfaatkan sebagian RAM sistem untuk fungsi caching.

Untuk manajemen perangkat, pengguna kini akan diarahkan menggunakan aplikasi SanDisk Dashboard. Sebelumnya, Western Digital telah menghentikan WD Dashboard pada 2025, menandai peralihan penuh dukungan SSD ke ekosistem SanDisk.

Harga RAM Naik, Produsen PC Mulai Lirik Pemasok China

Telko.id – Kenaikan harga RAM mulai menyulitkan produsen PC. Pasokan yang terbatas berhadapan dengan lonjakan kebutuhan, terutama sejak meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang menyerap sebagian besar produksi memori kelas atas. Dalam situasi ini, produsen memori asal China mulai dilirik sebagai alternatif.

Mengutip dari Jagat Review, HP menjadi salah satu merek yang dikabarkan mulai mencari alternatif pemasok RAM selain Samsung, SK hynix, dan Micron. Menurut analis teknologi Tae Kim, HP menyebut sedang menyeleksi pemasok memori tambahan dari China, terutama untuk produk yang akan dipasarkan di Asia dan sebagian Eropa. Belum ada keputusan akhir, tetapi arah pencariannya sudah terlihat.

Masalah utama datang dari permintaan High Bandwidth Memory (HBM) yang melonjak tajam untuk server pusat data AI. Dampaknya, pasokan DRAM dan NAND untuk laptop dan PC ikut tertekan.

Di sisi lain, produsen besar memilih untuk bermain aman dan tidak buru-buru menambah kapasitas pabrik karena takut pasar tiba-tiba berbalik arah, sehingga investasi besar justru berujung pada kelebihan pasokan. Sikap konservatif ini membuat ketersediaan RAM untuk sektor konsumen tetap terbatas.

Baca juga:

RAM China CXMT dan YMTC

Di tengah kondisi itu, nama-nama seperti CXMT dan YMTC mulai muncul. CXMT sudah merilis chip DDR5 dan LPDDR5X, sementara YMTC disebut sedang bersiap masuk ke produksi DRAM bahkan HBM. Buat brand PC, tambahan pasokan seperti ini jelas menarik, apalagi saat harga RAM terus naik.

Dari sisi kualitas, produsen-produsen asal China ini mungkin belum punya rekam jejak seperti Samsung, SK hynix, hingga Micron. Tapi untuk mengakomodir kebutuhan yang ada ditengah kelangkaan, mau tak mau produsen PC memang harus tetap mencari alternatif.

Isu soal asal teknologi dan geopolitik memang masih ada, bahkan beberapa pasar memiliki regulasi ketat terkait penggunaan komponen tertentu. Meski begitu, bagi banyak produsen dan pengguna, hal terpenting tetap sama. RAM yang kencang, stabil dan harganya masuk akal.

Kalau kelangkaan ini berlanjut, RAM buatan China bisa jadi pemandangan yang mungkin di laptop dan PC dalam waktu dekat.

Aplikasi Bantu Cari Digitalkan Budaya Gotong Royong Temukan Barang Hilang

0

Telko.id – Nilai luhur gotong royong yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia kini menemukan wadah baru melalui inovasi teknologi. Transformasi sosial ini terwujud dalam Aplikasi Bantu Cari, sebuah platform digital karya anak bangsa yang baru saja meresmikan kehadiran mereka melalui acara soft launching di kawasan Bintaro Sektor 3A, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Aplikasi ini hadir sebagai solusi kolaboratif untuk menjawab permasalahan sehari-hari yang sering dihadapi masyarakat, mulai dari kehilangan barang berharga, hewan peliharaan yang terlepas, hingga pencarian orang hilang.

CEO Aplikasi Bantu Cari, Muhammad Arbani, menegaskan bahwa platform ini tidak sekadar menawarkan kecanggihan teknologi, melainkan berupaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah dinamika masyarakat modern yang cenderung individualis.

Menurut Arbani, fondasi utama dari pengembangan aplikasi ini adalah nilai saling membantu. Platform ini menciptakan ekosistem digital yang inklusif di mana setiap pengguna dapat berperan aktif, baik sebagai pihak yang membutuhkan pertolongan maupun sebagai penolong.

Hal ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.

Fitur Insentif dan Gamifikasi Sosial

Dalam upaya mendorong partisipasi aktif pengguna, pengembang menyematkan berbagai fitur strategis. Salah satu yang menjadi unggulan adalah sistem peringkat atau rank.

Fitur ini dirancang khusus untuk memotivasi pengguna agar lebih responsif dan peduli terhadap notifikasi pencarian di sekitar mereka. Mekanisme ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah interaksi digital yang semakin masif.

Selain sistem peringkat, terdapat pula fitur pemberian imbalan sukarela. Pihak pencari maupun penolong dapat memberikan apresiasi sebagai bentuk terima kasih.

Uniknya, fitur ini dirancang agar tidak menghilangkan esensi sosial yang menjadi ruh utama aplikasi, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas usaha gotong royong yang dilakukan.

Kehadiran aplikasi ini dinilai sangat relevan dengan kondisi ekosistem digital di Indonesia saat ini. Tingginya penetrasi perangkat pintar di berbagai lapisan masyarakat menjadi modal utama.

Di era di mana masyarakat terbiasa menggunakan teknologi canggih seperti Circle to Search untuk mencari informasi, kehadiran Bantu Cari melengkapi fungsi smartphone menjadi alat bantu sosial yang nyata.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Pencarian

Tim pengembang yang digawangi oleh Muhammad Arbani bersama Mohammad Henry Fajar Negara selaku COO dan Yuda Prawira sebagai CTO, telah menyiapkan peta jalan strategis untuk pengembangan aplikasi ke depan.

Mereka menyadari bahwa untuk mencapai efektivitas maksimal, sebuah platform pencarian tidak bisa berdiri sendiri.

Bantu Cari berencana menjalin kolaborasi lintas sektor yang komprehensif. Target mitra strategis mereka mencakup pihak kepolisian untuk kasus kehilangan atau tindak kriminal, serta komunitas relawan dan shelter hewan.

Selain itu, rencana kerja sama dengan rumah sakit juga menjadi prioritas, mirip dengan semangat transformasi digital di sektor medis yang dilakukan oleh Indibiz Health dalam melayani masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian serta meningkatkan peluang keberhasilan dalam kurun waktu 1×24 jam. Dengan catatan ekosistem Bantu Cari sudah terhubung, artinya jumlah downloaders aplikasi terpenuhi,” ujar Arbani menjelaskan target operasional mereka.

Dengan ekosistem yang terintegrasi, proses pencarian tidak lagi berjalan secara parsial atau sendiri-sendiri. Aksi pencarian akan dilakukan secara kolektif dan terkoordinasi, memanfaatkan jejaring pengguna yang berada di lokasi terdekat dengan titik kejadian.

Inovasi Generasi Muda Berdampak Sosial

Kehadiran Bantu Cari menjadi bukti konkret bahwa generasi muda Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi komersial, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Teknologi diposisikan sebagai alat pemersatu yang menjembatani kebutuhan mendesak masyarakat dengan semangat kerelawanan.

Bagi pengguna smartphone yang ingin merasakan pengalaman ekosistem digital yang bermanfaat, partisipasi dalam aplikasi semacam ini menjadi langkah awal yang positif.

Hal ini sejalan dengan tren eksplorasi teknologi terkini, di mana pengguna sering mencoba fitur baru melalui Aplikasi Try Galaxy atau platform inovatif lainnya.

Melalui Bantu Cari, semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia dipastikan terus hidup dan berkembang. Aplikasi ini berupaya menyesuaikan nilai-nilai tradisional tersebut dengan tantangan dan kebutuhan di era serba digital, memastikan bahwa teknologi tetap memanusiakan manusia. (Icha)

Bocoran Xiaomi 17 Max Ungkap Baterai Monster 8.000mAh dan Chipset Elite

0

Telko.id – Kabar terbaru mengenai jajaran smartphone flagship Xiaomi kembali mencuat ke permukaan. Laporan terkini mengungkap detail spesifikasi dari Xiaomi 17 Max yang diproyeksikan hadir untuk pasar China.

Perangkat ini disebut akan menjadi model kelima dalam keluarga Xiaomi 17 series, melengkapi varian reguler, Pro, Pro Max, dan Ultra yang telah lebih dulu menjadi perbincangan.

Sorotan utama dari bocoran ini tertuju pada kapasitas daya yang luar biasa besar serta dukungan pengisian daya cepat yang menyertainya.

Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh pembocor gadget kenamaan, Digital Chat Station (DCS), Xiaomi 17 Max akan dibekali dengan baterai berkapasitas masif, yakni 8.000mAh.

Angka ini tergolong fantastis untuk ukuran smartphone flagship modern yang biasanya berkutat di angka 5.000mAh hingga 6.000mAh.

Tidak hanya mengandalkan kapasitas jumbo, perangkat ini juga diklaim mendukung pengisian daya kabel 100W dan nirkabel 50W, menempatkannya sebagai salah satu ponsel dengan pengisian tercepat di kelas baterai besar.

Selain sektor daya, dapur pacu Xiaomi 17 Max juga tidak main-main. Bocoran tersebut menegaskan bahwa perangkat ini akan ditenagai oleh chipset yang sama dengan lini seri 17 lainnya, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Penggunaan prosesor kelas atas ini menjanjikan performa yang konsisten dan bertenaga, sejalan dengan strategi Xiaomi untuk menjaga standar kinerja di seluruh varian seri 17 mereka.

Desain Layar dan Absennya Layar Sekunder

Sebagai model non-Pro, perangkat ini mengambil pendekatan desain yang sedikit berbeda dibandingkan saudara-saudaranya yang lebih premium.

Perangkat ini diperkirakan tidak akan memiliki layar sekunder di bagian belakang. Fitur layar tambahan tersebut saat ini menjadi salah satu nilai jual utama pada varian Xiaomi 17 Pro dan Pro Max.

Absennya fitur ini mengindikasikan bahwa Xiaomi ingin membedakan segmentasi pasar antara varian Max dan varian Pro.

Desain bagian belakang Xiaomi 17 Max kabarnya akan lebih menyerupai Xiaomi 17 standar, menawarkan tampilan yang lebih bersih dan konvensional.

Pendekatan ini mungkin diambil untuk menekan biaya produksi atau sekadar memberikan opsi estetika yang lebih minimalis bagi konsumen yang tidak membutuhkan fitur layar ganda.

Kehadiran varian ini tentu diharapkan dapat mendongkrak angka Penjualan Seri 17 secara keseluruhan.

Beralih ke bagian depan, smartphone ini diprediksi akan mengusung layar OLED datar berukuran besar, antara 6,8 inci hingga 6,9 inci.

Layar tersebut akan dikelilingi oleh bezel ultra-tipis di keempat sisinya, memberikan kesan modern dan pengalaman visual yang imersif bagi pengguna.

Desain layar datar ini juga sering kali lebih disukai oleh gamers karena meminimalkan sentuhan yang tidak disengaja pada bagian tepi layar.

Konfigurasi Kamera dan Jadwal Rilis

Dalam hal fotografi, perangkat ini dikabarkan akan membawa peningkatan signifikan. Perangkat ini disebut-sebut akan memiliki kamera telefoto periskop dengan performa yang lebih baik dibandingkan model Xiaomi 17 yang ada saat ini, meskipun masih berada di bawah kemampuan varian Ultra.

Untuk kamera utama, Xiaomi 17 Max kemungkinan akan meminjam sensor OmniVision Light Fusion 950 yang digunakan pada Xiaomi 17 standar. Namun, laporan tersebut mencatat bahwa kinerja fotografi secara keseluruhan akan ditingkatkan dibandingkan model dasar.

Xiaomi 17 color options

Terkait ketersediaan, Xiaomi 17 Max dirumorkan akan meluncur pada bulan April mendatang di pasar China. Prototipe rekayasa dari perangkat ini telah terlihat dalam balutan warna putih, seperti yang diungkap oleh DCS.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai varian warna lain yang akan tersedia saat peluncuran resmi. Kehadiran model baru ini tentu diharapkan dapat memperkuat posisi finansial perusahaan, mengingat laporan terbaru menunjukkan Laba Bersih Xiaomi yang sedang dalam tren positif.

Belum ada kejelasan apakah Xiaomi 17 Max akan dirilis untuk pasar global atau hanya eksklusif untuk China. Namun, melihat spesifikasi baterai dan chipset yang ditawarkan, perangkat ini memiliki potensi besar untuk menarik minat konsumen internasional yang mencari smartphone bertenaga dengan daya tahan baterai ekstra panjang. (Icha)

Google Pindahkan Pengembangan Pixel Premium ke Vietnam Mulai 2026

0

Telko.id – Google dilaporkan tengah merencanakan perubahan strategis besar dalam rantai pasokan perangkat kerasnya.

Menurut laporan terbaru dari Nikkei Asia, raksasa teknologi ini akan mulai memindahkan pengembangan dan produksi Google Pixel model premium ke Vietnam mulai tahun 2026.

Langkah ini mencakup jajaran perangkat high-end, termasuk Pixel standar, Pixel Pro, dan Pixel Fold. Pergeseran ini menandai transisi signifikan dari ketergantungan Google terhadap China, yang selama ini memegang peranan sentral dalam pengembangan maupun perakitan perangkat tersebut.

Namun, untuk seri entry-level seperti Pixel A, proses produksi dilaporkan masih akan tetap dilakukan di China untuk sementara waktu.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Google kini memperluas peran Vietnam lebih dari sekadar lokasi perakitan sederhana.

Negara tersebut kini dipercaya untuk menangani tahapan paling krusial dalam siklus hidup produk smartphone, sebuah tanggung jawab yang sebelumnya didominasi oleh rantai pasokan di Tiongkok.

Langkah ini juga dinilai sebagai upaya strategis untuk mengamankan stabilitas distribusi di tengah dinamika pasar global.

Pergeseran ini tentu akan mengubah peta persaingan manufaktur teknologi di Asia. Dengan memindahkan lini produk premiumnya, Google tampaknya ingin membangun ekosistem yang lebih tangguh, mirip dengan bagaimana kompetitor mulai menjajaki inovasi baru seperti Ponsel Lipat Tiga yang membutuhkan presisi manufaktur tinggi.

Vietnam Memegang Kendali New Product Introduction (NPI)

Salah satu aspek paling penting dari transisi ini adalah pemindahan proses New Product Introduction (NPI) ke Vietnam. NPI merupakan tahap paling kritis dalam pembuatan smartphone baru.

Proses ini mencakup pengujian desain, verifikasi kompatibilitas antar komponen, pengaturan lini produksi, hingga persiapan akhir sebelum ponsel masuk ke tahap produksi massal.

Menangani NPI bukanlah tugas ringan. Fase ini membutuhkan keterlibatan ratusan insinyur ahli, peralatan pengujian canggih, serta koordinasi yang sangat ketat dengan para pemasok komponen.

Dalam industri smartphone, kemampuan sebuah negara atau fasilitas untuk menangani NPI dianggap sebagai indikator kapabilitas manufaktur tingkat tinggi. Hal ini juga menandakan adanya kepercayaan jangka panjang dari perusahaan teknologi global terhadap ekosistem industri setempat.

Sebelum adanya rencana ini, Google telah memindahkan sebagian pekerjaan perakitan Pixel ke Vietnam. Namun, pengembangan inti dan produksi tahap awal selalu tetap berada di China karena rantai pasokan di sana dinilai paling matang di dunia.

Kini, dengan rencana baru di tahun 2026, Vietnam akan memikul tanggung jawab penuh untuk mengembangkan model Pixel premium dari nol, sebuah langkah maju yang signifikan bagi industri teknologi negara tersebut.

Lini produksi smartphone Google Pixel

Alasan di Balik Perubahan Strategi 2026

Keputusan Google untuk memindahkan pusat produksi Google Pixel ini didorong oleh keyakinan yang semakin kuat terhadap ekosistem manufaktur Vietnam. Saat ini, Google sudah memproduksi beberapa ponsel Pixel kelas atas di sana serta melakukan proses verifikasi dan pengujian.

Pengalaman positif ini membuka jalan untuk memindahkan seluruh proses pengembangan ke negara tersebut.

Selain faktor kapabilitas, alasan utama lainnya adalah mitigasi risiko rantai pasokan. Bergantung terlalu berat pada satu negara, dalam hal ini China, dinilai berisiko di tengah ketegangan perdagangan global, perubahan kebijakan, atau potensi gangguan distribusi.

Strategi diversifikasi ini juga terlihat pada kompetitor lain, di mana pengembangan produk seperti iPhone Lipat milik Apple juga mengalami penyesuaian strategi produksi untuk memastikan kelancaran pasokan.

Dengan menyebarkan produksi ke berbagai negara, Google berharap dapat menciptakan rantai pasokan yang lebih stabil dan fleksibel. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan stok global, terutama untuk perangkat kompleks seperti Pixel Fold yang membutuhkan presisi tinggi, setara dengan kerumitan Desain Ponsel futuristik lainnya yang mulai bermunculan di pasar.

Dampak Geopolitik dan Ekonomi

Pergeseran ini memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar operasional Google. Bagi China, langkah ini merupakan sinyal bahwa perusahaan teknologi global secara perlahan mulai mengurangi ketergantungan mutlak pada sistem manufaktur mereka.

Sebaliknya, bagi Vietnam, ini adalah kemenangan besar. Pengembangan smartphone kelas atas akan membawa investasi asing, menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi, dan memperkuat jaringan pemasok lokal.

Secara global, langkah Google ini sejalan dengan tren besar di mana raksasa teknologi sedang membentuk ulang rantai pasokan mereka di seluruh Asia untuk menyeimbangkan risiko ekonomi dan politik.

Vietnam kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat manufaktur teknologi utama di kawasan ini, bergerak naik dari sekadar perakit menjadi pengembang produk bernilai tinggi.

Meskipun Google belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini, jika rencana tersebut berjalan mulus, tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi sejarah smartphone Pixel.

Vietnam berpotensi menjadi salah satu lokasi terpenting di dunia untuk pengembangan dan produksi perangkat seluler premium, membuka babak baru dalam lanskap manufaktur teknologi global. (Icha)

Bocoran Samsung Exynos 2700 Terungkap: Siapkan Teknologi 2nm untuk Masa Depan

0

Telko.id – Kabar terbaru datang dari industri semikonduktor global di mana detail mengenai chipset masa depan, Samsung Exynos 2700, mulai bocor ke publik.

Informasi ini memberikan sinyal kuat bahwa raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut sedang mempersiapkan lompatan teknologi yang signifikan untuk jajaran perangkat flagship mereka di masa mendatang, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan performa komputasi tingkat lanjut.

Bocoran yang beredar mengindikasikan bahwa chipset ini sedang dalam tahap pengembangan intensif dengan kode nama internal yang mengarah pada penggunaan teknologi fabrikasi generasi berikutnya.

Kehadiran informasi mengenai Exynos 2700 ini muncul di tengah upaya Samsung untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap lini prosesor in-house mereka, sekaligus menjawab tantangan kompetisi yang semakin ketat dari rival utamanya, Qualcomm dan MediaTek.

Menurut informasi yang terhimpun, pengembangan Exynos 2700 ini diproyeksikan untuk menjadi otak dari seri Galaxy S yang akan dirilis beberapa tahun ke depan, kemungkinan besar seri Galaxy S27.

Langkah ini dinilai krusial bagi divisi Samsung System LSI untuk membuktikan kematangan teknologi fabrikasi mereka, terutama setelah berbagai dinamika yang terjadi pada generasi chipset sebelumnya.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan, bocoran ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) teknologi foundry Samsung yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Fokus utama dari pengembangan ini tampaknya menitikberatkan pada optimalisasi konsumsi daya tanpa mengorbankan performa mentah, sebuah keseimbangan yang selalu menjadi tantangan dalam desain prosesor mobile modern.

Teknologi Fabrikasi dan Kode Nama “Ulysses”

Salah satu poin paling menarik dari bocoran Samsung Exynos 2700 adalah penggunaan kode nama “Ulysses”. Dalam industri chipset, kode nama sering kali memberikan petunjuk mengenai ambisi dan skala proyek yang sedang dijalankan.

Penggunaan nama tokoh mitologi ini menyiratkan sebuah perjalanan panjang atau evolusi besar yang sedang disiapkan oleh tim insinyur Samsung.

Chipset ini dikabarkan akan diproduksi menggunakan node proses 2nm generasi kedua dari Samsung Foundry, yang dikenal secara teknis sebagai SF2P.

Transisi ke proses 2nm ini merupakan langkah vital untuk meningkatkan densitas transistor. Semakin tinggi densitas transistor, semakin cepat prosesor dapat bekerja dengan konsumsi energi yang lebih rendah.

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna yang menginginkan perangkat bertenaga namun tetap hemat daya, mirip dengan keunggulan yang ditawarkan oleh baterai jumbo pada perangkat kelas menengah terbaru.

Proses fabrikasi SF2P diklaim menawarkan peningkatan performa sebesar 12 persen dibandingkan generasi sebelumnya, serta pengurangan konsumsi daya hingga 25 persen.

Angka-angka ini, jika terwujud dalam produk akhir, akan menempatkan Exynos 2700 sebagai penantang serius di pasar chipset premium.

Selain itu, ukuran die yang lebih kecil hingga 8 persen memungkinkan produsen ponsel untuk memiliki ruang internal lebih lega, yang bisa dimanfaatkan untuk komponen lain seperti sistem pendingin yang lebih besar atau baterai berkapasitas lebih tinggi.

Arsitektur CPU dan Integrasi Grafis

Selain teknologi fabrikasi, bocoran Samsung Exynos 2700 juga menyoroti aspek arsitektur CPU yang akan digunakan. Chipset ini kemungkinan besar akan tetap mengadopsi konfigurasi multi-cluster yang terdiri dari inti performa tinggi, inti penyeimbang, dan inti efisiensi.

Namun, yang membedakan adalah potensi penggunaan inti CPU generasi terbaru dari ARM yang belum diumumkan secara resmi, yang didesain khusus untuk memaksimalkan potensi node 2nm.

Dalam hal pengolahan grafis, kemitraan strategis antara Samsung dan AMD diprediksi akan berlanjut pada Exynos 2700. Chipset ini diharapkan membawa GPU berbasis arsitektur RDNA yang lebih matang.

Fokus utamanya adalah peningkatan kemampuan ray tracing dan efisiensi rendering untuk game mobile kelas atas.

Pengalaman visual yang mulus menjadi tuntutan utama, mengingat kompetitor seperti Xiaomi 17 Air juga terus mendorong batas kemampuan grafis pada perangkat mobile mereka.

Tidak hanya soal gaming, kemampuan grafis ini juga akan menunjang antarmuka pengguna yang semakin kompleks dan fitur-fitur visual berbasis kecerdasan buatan.

Samsung tampaknya menyadari bahwa performa GPU bukan lagi sekadar soal frame rate, melainkan juga tentang bagaimana chip tersebut menangani komputasi visual untuk keperluan fotografi dan videografi.

Fokus pada Kecerdasan Buatan (AI)

Era smartphone modern tidak bisa lepas dari peran Neural Processing Unit (NPU). Bocoran mengenai Exynos 2700 menyebutkan adanya lonjakan performa yang masif pada sektor AI.

Samsung berambisi menjadikan chipset ini sebagai pusat pemrosesan AI on-device yang paling canggih. Hal ini memungkinkan fitur-fitur generatif AI, seperti penerjemahan langsung, pengeditan foto canggih, dan asisten virtual pribadi, dapat berjalan lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada koneksi cloud.

Peningkatan NPU ini juga krusial untuk menjaga keamanan data pengguna. Dengan memproses data biometrik dan informasi sensitif langsung di perangkat, risiko kebocoran data dapat diminimalisir.

Tren keamanan ini juga menjadi perhatian utama kompetitor, seperti yang terlihat pada rumor mengenai iPhone Lipat yang menekankan pada keamanan sensor sidik jari dan data pengguna.

Strategi Samsung untuk memperkuat kemampuan AI pada Exynos 2700 sejalan dengan visi “Galaxy AI” yang telah mereka perkenalkan. Dengan hardware yang lebih mumpuni, ekosistem software Samsung dapat berjalan lebih optimal, memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan responsif.

Tantangan dan Harapan Pasar

Meskipun bocoran ini terdengar menjanjikan, perjalanan Samsung dengan lini Exynos tidak selalu mulus. Sejarah mencatat adanya fluktuasi performa dan masalah efisiensi termal pada beberapa generasi terdahulu.

Pengguna setia Samsung tentu masih mengingat performa tangguh pada masa Galaxy A70, dan berharap konsistensi serupa dapat dihadirkan kembali pada level flagship dengan teknologi yang jauh lebih modern.

Kehadiran Exynos 2700 dengan fabrikasi 2nm menjadi pertaruhan besar bagi divisi foundry Samsung. Jika berhasil, ini akan menjadi titik balik yang mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin teknologi semikonduktor, tidak hanya sebagai produsen memori tetapi juga sebagai desainer prosesor logika.

Keberhasilan ini juga penting untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga dan meningkatkan margin keuntungan perusahaan.

Pasar menyambut bocoran ini dengan antusiasme yang bercampur dengan sikap hati-hati. Konsumen kini semakin cerdas dan kritis terhadap spesifikasi teknis.

Mereka tidak hanya melihat angka benchmark, tetapi juga pengalaman penggunaan nyata (real-world performance), manajemen suhu, dan daya tahan baterai. Oleh karena itu, implementasi Exynos 2700 pada perangkat final nantinya akan menjadi ujian sesungguhnya.

Dengan persiapan yang matang dan penggunaan teknologi fabrikasi terdepan, Samsung Exynos 2700 memiliki potensi besar untuk menetapkan standar baru di industri.

Publik kini menanti pengumuman resmi dan demonstrasi kemampuan nyata dari chipset yang digadang-gadang sebagai masa depan perangkat Galaxy ini. (Icha)

Apple Geser Samsung, Jadi Raja Smartphone Global 2025

Telko.id – Apple berhasil mengamankan posisi puncak dalam pasar pengiriman smartphone global sepanjang tahun 2025.

Data terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research mengungkapkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini sukses menggeser dominasi Samsung, yang kini harus puas berada di peringkat kedua dalam hal volume pengiriman.

Pencapaian ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap industri seluler, di mana Samsung secara historis sering memimpin angka pengiriman tahunan berkat portofolio produknya yang luas mulai dari segmen entry-level hingga premium.

Sebaliknya, kesuksesan Apple menduduki peringkat pertama menunjukkan kuatnya permintaan terhadap lini iPhone, khususnya seri terbaru yang dirilis pada paruh kedua tahun tersebut.

Kinerja impresif Apple ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang mencatat bahwa iPhone 16 menjadi salah satu pendorong utama penjualan.

Strategi Apple yang konsisten pada segmen premium terbukti ampuh mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan ketat, sementara Samsung menghadapi tekanan ganda dari Apple di segmen atas dan pabrikan Tiongkok di segmen menengah ke bawah.

Dinamika Kompetisi Global

Turunnya Samsung ke posisi kedua bukan berarti kinerja raksasa Korea Selatan tersebut buruk, namun lebih menyoroti betapa agresifnya pertumbuhan Apple dalam memperluas pangsa pasarnya.

Selain persaingan dua kuda pacu ini, merek lain juga menunjukkan pergerakan menarik. Misalnya, kinerja Xiaomi Q3 2025 yang mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan menunjukkan bahwa kompetisi di luar dua besar masih sangat dinamis.

Para analis menilai bahwa kemampuan Apple untuk memimpin pasar global sangat dipengaruhi oleh ekosistem yang matang dan siklus penggantian perangkat yang stabil di negara-negara maju.

Sementara itu, Samsung terus berupaya menyeimbangkan volume penjualan dengan profitabilitas, terutama melalui lini ponsel lipat mereka yang mendominasi ceruk pasar tertentu.

Tantangan bagi seluruh pemain industri di masa depan diprediksi akan semakin berat. Faktor eksternal seperti kenaikan biaya komponen diperkirakan akan memengaruhi strategi harga dan volume produksi.

Sebuah laporan bahkan menyebutkan bahwa Harga RAM Naik berpotensi menyebabkan kontraksi pasar global pada tahun mendatang.

Keberhasilan Apple menyalip Samsung di tahun 2025 memberikan sinyal bahwa preferensi konsumen global semakin condong pada perangkat premium yang menawarkan nilai jangka panjang.

Pergeseran takhta ini akan memicu respons strategis dari Samsung dan kompetitor lainnya untuk merebut kembali pangsa pasar di tahun-tahun mendatang. (Icha)

realme C85 5G Rilis di Indonesia, Bawa Fitur Waterproof IP69 Pro

0

Telko.id – realme secara resmi meluncurkan perangkat terbarunya, realme C85 5G, untuk pasar Indonesia pada tanggal 13 Januari 2026.

Smartphone ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna akan perangkat yang memiliki durabilitas tinggi, di mana realme menonjolkan kemampuan tahan air terbaik melalui sertifikasi IP69 Pro serta dukungan konektivitas jaringan 5G yang cepat.

Peluncuran ini menegaskan langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang relevan bagi konsumen tanah air.

Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran smartphone ini merupakan komitmen untuk memberikan produk inovatif yang menggabungkan desain stylish, teknologi canggih, dan ketahanan maksimal.

Perangkat ini menurut Krisva, diposisikan bukan sekadar alat komunikasi, melainkan mitra tangguh untuk gaya hidup aktif dan produktif.

Konsumen di Indonesia sudah dapat menantikan penjualan perdana realme C85 5G yang akan dimulai pada 16 Januari 2026. Dibanderol dengan harga Rp3.499.000, smartphone ini menawarkan spesifikasi yang cukup mencolok di kelasnya, mulai dari baterai berkapasitas besar hingga layar dengan refresh rate tinggi.

realme juga menyediakan penawaran khusus bagi pembeli yang melakukan transaksi secara daring pada periode awal penjualan.

Standar Baru Ketahanan Smartphone

Salah satu nilai jual utama dari realme C85 5G adalah tingkat durabilitasnya yang luar biasa. Perangkat ini dirancang khusus untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau lingkungan kerja yang menantang.

Dengan sertifikasi IP69 Pro, smartphone ini memiliki perlindungan menyeluruh terhadap elemen eksternal yang sering menjadi musuh barang elektronik.

Content image for article: realme C85 5G Rilis di Indonesia, Bawa Fitur Waterproof IP69 Pro

Sertifikasi IP69 Pro menjamin perangkat mampu bertahan dari cipratan air, guyuran hujan deras, semprotan air bertekanan tinggi, hingga tumpahan cairan panas.

Selain itu, bodi ponsel ini juga tahan terhadap debu, menjadikannya pilihan ideal bagi pekerja lapangan, petualang, atau pengguna yang menginginkan ketenangan pikiran lebih saat menggunakan gadget mereka.

Ketangguhan ini bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional lewat Guinness World Record untuk aspek ketahanan.

Performa dan Konektivitas 5G

Di balik ketangguhan fisiknya, realme C85 5G ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 6300. Prosesor octa-core yang dibangun dengan fabrikasi 6nm ini menawarkan efisiensi daya yang baik sekaligus performa yang kencang.

Dukungan jaringan 5G memastikan pengguna dapat menikmati akses internet berkecepatan tinggi, baik untuk streaming video berkualitas tinggi maupun bermain game daring tanpa jeda yang berarti.

Untuk mendukung kinerja multitasking, smartphone ini dibekali dengan RAM 8GB yang dapat diperluas secara dinamis hingga 16GB.

Kapasitas memori ini dipadukan dengan penyimpanan internal sebesar 256GB, memberikan ruang yang sangat lega untuk menyimpan ribuan foto, video, dan berbagai aplikasi berat.

Kombinasi perangkat keras ini memastikan pengalaman pengguna yang mulus dalam berbagai skenario penggunaan, mirip dengan fokus pada Desain Premium dan performa yang juga diterapkan pada seri-seri realme lainnya.

Baterai Ultra dan Layar Responsif

Sektor daya menjadi keunggulan lain yang tidak bisa dipandang sebelah mata. realme C85 5G menggendong baterai ultra berkapasitas 7000mAh.

Kapasitas masif ini memungkinkan perangkat bertahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan intensif. Pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya saat berada di lokasi yang jauh dari sumber listrik. Teknologi ini sejalan dengan tren Baterai Besar yang kini makin diminati konsumen.

Selain kapasitas besar, realme juga menyematkan teknologi pengisian daya cepat 45W. Fitur ini memungkinkan pengisian daya yang lebih efisien, sehingga waktu tunggu pengguna menjadi lebih singkat.

Di sisi visual, layar smartphone ini telah mendukung refresh rate 144Hz. Angka penyegaran layar yang tinggi ini menjanjikan tampilan visual yang sangat halus dan responsif, sangat memanjakan mata saat digunakan untuk scrolling media sosial atau bermain game kompetitif.

Kamera Sony 50MP dengan AI

Beralih ke sektor fotografi, realme C85 5G tidak melupakan kebutuhan dokumentasi penggunanya. Smartphone ini dilengkapi dengan kamera utama beresolusi 50MP yang menggunakan sensor buatan Sony. Kamera ini didukung oleh teknologi AI Photography yang mampu mengoptimalkan hasil foto dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Perpaduan sensor berkualitas dan kecerdasan buatan memungkinkan pengguna menghasilkan foto dengan detail yang tajam dan warna yang akurat, baik di siang hari yang terik maupun dalam kondisi minim cahaya.

Kemampuan kamera ini menjadikan realme C85 5G sebagai perangkat serba bisa yang tidak hanya tangguh secara fisik tetapi juga andal untuk kebutuhan konten kreasi.

Harga dan Ketersediaan

realme C85 5G hadir dalam dua pilihan warna yang menarik, yaitu Parrot Purple dan Peacock Green. Kedua warna ini dipilih untuk mencerminkan karakter pengguna yang dinamis namun tetap elegan. Penjualan perdana dijadwalkan mulai pukul 00:00 WIB pada tanggal 16 Januari 2026.

Konsumen dapat membeli perangkat ini melalui berbagai platform e-commerce populer seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Akulaku, serta melalui realme Brand Store dan mitra resmi di seluruh Indonesia.

Sebagai promosi peluncuran, realme memberikan bonus gratis TWS realme Buds T110 senilai Rp299 ribu untuk pembelian online dalam jumlah terbatas. Promo ini tentunya menjadi daya tarik tambahan bagi mereka yang sedang mencari Libur Panjang dengan gadget baru yang mumpuni. (Icha)