spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 39

Apple Watch Hadirkan Deteksi Hipertensi di Indonesia

Telko.id – Apple meluncurkan fitur deteksi hipertensi (Hypertension Notifications) pada Apple Watch di Indonesia. Melalui fitur ini, pengguna dapat memperoleh peringatan dini terkait potensi hipertensi tanpa perlu menggunakan alat ukur tekanan darah terpisah.

Melansir dari laman resmi Apple, pemberitahuan hipertensi di Apple Watch menggunakan sensor detak jantung optik dan algoritma pembelajaran mesin utnuk menganalisis pola denyut nadi dan perubahan volume darah di pembuluh darah. Data dikumpulkan secara pasif selama 30 hari dan dianalisis untuk mendeteksi potensi hipertensi.

Pemberitahuan ini memberikan informasi kesehatan berharga bagi pengguna terkait kondisi ini, cukup dengan mengenakan Apple Watch. Pengguna pun dapat mulai membuat perubahan perilaku yang berpotensi menyelamatkan nyawa atau memulai pengobatan untuk mengurangi risiko kejadian kesehatan jangka panjang yang serius.

Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala dan bisa terlewat dalam pemeriksaan tekanan darah sekali waktu di klinik.

Menurut WHO sendiri, lebih dari 1,4 miliar orang dewasa di seluruh dunia hidup dengan hipertensi, dan lebih dari setengahnya bahkan tidak menyadarinya.

Baca juga:

Seperti semua fitur kesehatan Apple, pemberitahuan hipertensi didasarkan pada validasi ilmiah yang ketat. Fitur ini dikembangkan dengan pembelajaran mesin canggih dan data pelatihan dari sejumlah penelitian yang melibatkan lebih dari 100.000 peserta. Keandalannya kemudian divalidasi dalam sebuah studi klinis yang melibatkan lebih dari 2.000 peserta.

Hasil pengujian ini menunjukkan performa yang menjanjikan: sensitivitas keseluruhan 41,2% dan spesifitas 92,3%, dengan akurasi tertinggi (95,3%) tercapai pada pengguna dengan tekanan darah normal. Yang paling menonjol, fitur ini menunjukkan kinerja lebih baik pada pengguna dengan hipertensi stadium-2 kategori yang lebih berbahaya secar klinis dengan sensitivitas mencapai 53,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan 29,6% pada stadium-1.

Ini membuktikan bahwa meskipun bukan alat diagnosis yang akurat 100%, fitur ini cukup andal untuk menangkap kasus paling kritis yang membutuhkan perhatian medis segera.

Lebih lanjut, analisis mendalam dari Apple menunjukkan bahwa performa fitur ini stabil di seluruh kelompok demografis-baik dari sisi usia, jenis kelamin, warna kulit, etnis, hingga indeks massa tubuh (BMI). Setelah penyesuaian statistic dilakukan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam akurasi, menandakan bahwa algoritma ini inklusif dan layak digunakan secara luas oleh beragam populasi pengguna.

Meskipun pemberitahuan hipertensi tidak akan mendeteksi semua kasus hipertensi, dengan jangakauan Apple Watch, fitur ini diperkirakan dapat memberi pemberitahuan kepada lebih dari 1 juta orang dengan hipertensi yang belum terdiagnosis dalam tahun pertama ketersediaannya.

Nvidia Investasi US$2 Miliar di CoreWeave, Perkuat Infrastruktur AI

Telko.id – Perusahaan chip Nvidia mengucurkan dana investasi sebesar US$2 miliar ke CoreWeave. Investasi ini membuat Nvidia menjadi pemegang saham terbesar kedua perusahaan penyedia infrastruktur AI itu, sekaligus mempererat kerja sama dalam pengembangan kapasitas data center di wilayah Amerika Serikat.

Mengutip dari Reuters pada hari Senin (26/1/2026) tersebut membuat saham CoreWeave naik 9% dalam perdagangan pre market.

Perusahaan-perusahaan yang disebut neocloud seperti CoreWeave, yang menyediakan perangkat keras dan kapasitas cloud yang dibutuhkan perusahaan teknologi untuk membangun, menjalankan dan menerapkan teknologi AI, telah mengalami lonjakan permintaan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya adopsi AI oleh perusahaan.

Investasi baru dari Nvidia akan membantu CoreWeave mempercepat pengadaan lahan dan daya yang dibutuhkan untuk membangun pusat data. CoreWeave menargetkan untuk membangun lebih dari 5 gigawatt kapasitas pusat data AI pada tahun 2030.

Baca juga:

Nvidia akan berinvestasi di CoreWeave dengan harga pembelian US$87,20 per saham, kata perusahaan tersebut. Ini mewakili penambahan sekitar 23 juta saham, hampir menggandakan kepemilikan saham Nvidia di perusahaan tersebut, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Nvidia adalah pemegang saham terbesar ketiga CoreWeave dengan kepemilikan saham sebesar 6,3% atau 24,3 juta saham, di perusahaan tersebut.

Raksasa chip ini telah menuai sorotan karena menggelontorkan miliaran dolar ke perusahaan AI – termasuk membuat ChatGPT, OpenAI, dan neocloud, yang menimbulkan kekhawatiran investor tentang potensi pembiayaan sirkular.

Seorang juru bicara CoreWeave mengatakan kepada Reuters bahwa uang tunai dari investasi baru itu tidak akan digunakan untuk membeli prosesor Nvidia, tetapi diarahkan untuk mempercepat investasi pusat data lainnya, penelitian dan pengembangan, serta peningakatan jumlah tenaga kerjanya.

Dulunya sebagai penambang mata uang kripto, CoreWeave telah beralih untuk memanfaatkan booming AI dengan mengubah fungsi infrastrukturnya untuk menyewakan GPU Nvidia kepada perusahaan teknologi dan AI.

“Nvidia adalah platform komputasi terkemuka dan paling banyak diminta di setiap fase AI. Kolaborasi yang diperluas in imenggarisbawahi kuatnya permintaan yang kami lihat di seluruh basis pelanggan kami,” kata CEO CoreWeave, Michael Intrator.

XL Ultra 5G+ Resmi Meluncur, Internet Cepat Merata di 33 Kota

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) secara resmi meluncurkan layanan XL Ultra 5G+ pada Jumat (30/1/2026), menandai babak baru konektivitas berkecepatan tinggi di Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan secara serentak dengan fokus utama pada penerapan blanket coverage atau cakupan yang merata di 33 kota dan kabupaten, memastikan pengalaman internet yang stabil baik di dalam maupun luar ruangan.

Langkah strategis ini mempertegas posisi XLSMART, entitas baru hasil penggabungan XL Axiata, Smartfren, dan Smart Telecom, dalam memimpin ekosistem digital nasional.

Peresmian layanan anyar ini diselenggarakan melalui acara serentak di dua kota besar, yakni Jakarta dan Surabaya, serta menghubungkan berbagai wilayah lain melalui teknologi jaringan mutakhir yang mereka kembangkan.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa kehadiran layanan ini merupakan wujud komitmen perusahaan di awal tahun 2026 untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Setelah sebelumnya hadir di 13 kota pada akhir Desember lalu, kini jangkauan diperluas ke 20 kota tambahan termasuk Jakarta, Blora, Demak, Grobogan, Jepara, Kudus, Tuban, Binjai, Bantul, Banjarmasin, Deli Serdang, Medan, Boyolali, Karanganyar, Depok, dan Tangerang Selatan.

“Mengawali tahun 2026, XLSMART menghadirkan secara resmi layanan 5G yang merata (blanket) dengan XL Ultra 5G+ yang kami hadirkan serentak di total 20 kota/kabupaten. Dengan blanket coverage ini maka semua area di kota-kota dan kabupaten tersebut akan full ter-cover oleh layanan XL Ultra 5G+,” ujar Rajeev Sethi dalam keterangan resminya.

Content image for article: XL Ultra 5G+ Resmi Meluncur, Internet Cepat Merata di 33 Kota

Rajeev menekankan bahwa XLSMART menjadi penyedia jaringan pertama yang mampu menghadirkan layanan 5G secara menyeluruh di semua area yang terjangkau, bukan hanya di titik-titik tertentu (spot).

Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk “Bersama, Melaju Tanpa Batas” dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan akses digital bagi masyarakat Indonesia.

Dalam upaya memperkuat infrastruktur ini, perusahaan telah mempersiapkan fondasi teknologi yang solid. Hal ini terlihat dari kolaborasi strategis sebelumnya di mana Jaringan 5G dan sistem cloud telah disiapkan untuk mendukung ekosistem IoT yang lebih luas.

Keunggulan Teknologi dan Kecepatan Ultra

XL Ultra 5G+ dirancang sebagai layanan internet generasi kelima yang menawarkan tiga keunggulan utama: kecepatan ultra tinggi, kapasitas jaringan besar, dan latensi yang sangat rendah. Berdasarkan verifikasi dari Ookla pada paruh kedua tahun 2025, layanan ini dinobatkan sebagai The Fastest 5G Network in Indonesia dengan kemampuan kecepatan mencapai 500 Mbps.

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa kualitas koneksi yang prima ini dicapai berkat penggunaan teknologi dedicated spectrum. Pendekatan ini memastikan bahwa jaringan tidak hanya cepat, tetapi juga stabil saat digunakan oleh banyak pengguna sekaligus.

Content image for article: XL Ultra 5G+ Resmi Meluncur, Internet Cepat Merata di 33 Kota

“Jaringan 5G XLSMART dibangun menggunakan teknologi dedicated spectrum untuk menjaga kualitas koneksi. Ke depannya, kami akan terus memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas jaringan 5G seiring dengan kesiapan ekosistem perangkat, regulasi, dan kebutuhan pelanggan,” ungkap Shurish.

Infrastruktur yang kuat ini didukung oleh lebih dari 209 ribu BTS, yang mencakup mayoritas BTS 4G dan sejumlah BTS 5G, serta jaringan tulang punggung fiber optik yang membentang luas di kepulauan Indonesia.

Pengembangan infrastruktur di luar Jawa juga terus digenjot, seperti terlihat pada Jaringan Data XL Axiata yang semakin solid di Kalimantan dan wilayah lainnya.

Lebih jauh, Shurish menambahkan bahwa jaringan ini tidak hanya ditujukan untuk pelanggan ritel seperti pengguna XL, AXIS, dan SMARTFREN, tetapi juga untuk sektor industri dan enterprise. Karakteristik latensi rendah membuka peluang besar bagi pengembangan smart city, otomasi industri, serta penguatan ekonomi kreatif.

Dalam pengembangannya, XLSMART menggandeng mitra teknologi global ternama, yakni Huawei dan ZTE.

Paket Layanan dan Kemudahan Akses

Salah satu nilai jual utama dari XL Ultra 5G+ adalah kemudahan akses. Pelanggan tidak perlu mengganti kartu SIM untuk menikmati layanan ini, asalkan perangkat yang digunakan sudah mendukung teknologi 5G. Hal ini berlaku untuk berbagai merek smartphone populer di pasar, termasuk seri terbaru seperti Samsung Galaxy yang telah dilengkapi fitur AI.

Bagi pelanggan yang ingin merasakan pengalaman “the real” 5G, XLSMART menyediakan opsi paket khusus. Pelanggan XL Prabayar dapat membeli paket XL Ultra 5G+ melalui aplikasi myXL dengan pilihan kuota mulai dari 150 GB hingga 500 GB.

Seluruh paket ini menawarkan kecepatan hingga 500 Mbps, gratis roaming di 9 negara, serta akses berlangganan ke platform hiburan Vidio Platinum dan Disney+.

Sementara itu, bagi pelanggan XL PRIORITAS, tersedia penawaran menarik berupa akses unlimited atau tanpa batasan kuota hanya dengan biaya berlangganan Rp 200.000 per bulan. Paket-paket ini sebenarnya telah tersedia sejak 17 Desember 2025 dan dirancang untuk terhubung secara otomatis ke jaringan 5G begitu pelanggan memasuki area yang terjangkau.

Untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, XLSMART juga menghadirkan portal 5G di titik-titik strategis kota yang terlayani. Fasilitas interaktif ini memungkinkan publik mencoba koneksi real-time lintas kota, permainan berbasis 5G, serta menikmati konten hiburan digital berlatensi rendah.

Konser XL Ultraverse Festival

Memeriahkan peluncuran ini, XLSMART menggelar XL Ultraverse Festival, sebuah konser lintas kota yang berlangsung serentak di Jakarta, Surabaya, dan Bali pada 31 Januari 2026. Acara ini menjadi pembuktian nyata keandalan jaringan XL Ultra 5G+ dalam menghubungkan interaksi jarak jauh secara real-time tanpa jeda.

Direktur & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, mengatakan, “Konser XL Ultraverse Festival kami hadirkan sebagai representasi nyata pemanfaatan teknologi 5G dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengalaman digital yang menunjukkan bagaimana jaringan 5G memungkinkan interaksi lintas kota secara real-time dengan kualitas koneksi yang stabil.”

Konser ini diadakan di tiga lokasi utama: Stadion Madya B Jakarta, Parkir Timur Plaza Surabaya, dan Atlas Beach Club Bali. Sederet musisi papan atas turut memeriahkan acara ini.

Di Jakarta, penonton dihibur oleh penampilan Gigi, Kahitna, Afgan, Bernadya, D’Masiv, serta Maliq & D’Essentials. Sementara di Surabaya, panggung dimeriahkan oleh Iwan Fals, Project Pop, Rossa, Rony Parulian, Kotak, dan RAN. Khusus di Bali, pengunjung dapat menikmati penampilan internasional dari Afrojack.

Selain konser musik, pengunjung festival juga disuguhkan berbagai pengalaman teknologi, seperti portal antar kota yang menghubungkan penonton di ketiga lokasi, demonstrasi keunggulan jaringan, serta berbagai aktivasi digital berbasis 5G lainnya.

Sebagai entitas baru, XLSMART yang merupakan gabungan dari XL Axiata, Smartfren, dan Smart Telecom, membawa semangat “Innovation with Heart”.

Dengan melayani lebih dari 79,6 juta pelanggan, perusahaan berkomitmen untuk mendorong inklusi digital dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia melalui tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas”. (Icha)

OPPO A6t Series, Baterai 7000mAh, IP69, dan Harga Mulai Rp1 Jutaan

0

Telko.id – OPPO Indonesia secara resmi meluncurkan lini smartphone terbarunya yang dikhususkan untuk pasar e-commerce, yakni OPPO A6t Series, pada Jumat (30/1/2026).

Hadir dalam dua model, OPPO A6t dan OPPO A6t Pro, seri ini menawarkan kombinasi ketahanan fisik tangguh dan daya tahan baterai jumbo untuk menunjang aktivitas harian pengguna yang padat.

Peluncuran ini menjawab kebutuhan konsumen akan perangkat yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memiliki durabilitas tinggi.

Nilai jual utama dari seri ini terletak pada kapasitas baterai yang mencapai 7000mAh, teknologi pengisian daya cepat 45W SUPERVOOC, serta jaminan performa mulus hingga lima tahun.

Harga yang ditawarkan pun sangat kompetitif. OPPO A6t Series dijual mulai dari Rp1.699.000 setelah potongan harga eksklusif, menjadikannya opsi menarik di segmen entry-level hingga menengah.

Desain Tangguh dengan Sertifikasi IP69

Salah satu sorotan utama dari OPPO A6t Series adalah ketahanan fisiknya. Kedua perangkat mengusung desain premium dengan Diamond Texture Design yang memberikan kesan mewah.

Modul kameranya dihiasi aksen metallic Deco yang modern, serta lensa yang dilapisi film AF untuk meminimalisir bekas sidik jari dan menahan air.

Content image for article: OPPO A6t Series Resmi Meluncur: Baterai 7000mAh, IP69, dan Harga Mulai Rp1 Jutaan

Untuk perlindungan terhadap elemen luar, OPPO A6t standar telah mengantongi sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air. Namun, OPPO A6t Pro membawa standar yang jauh lebih tinggi dengan sertifikasi IP69.

Sertifikasi IP69 pada varian Pro memungkinkan perangkat ini digunakan dengan aman dalam kondisi ekstrem, seperti saat hujan deras atau bahkan ketika tidak sengaja terjatuh ke dalam air. Fitur ini menjadikan A6t Pro sebagai salah satu perangkat paling tangguh di kelas harganya.

Baterai “Badak” untuk Aktivitas Tanpa Henti

Sektor daya menjadi keunggulan mutlak dari seri ini. OPPO A6t dibekali baterai berkapasitas 6500mAh. Berdasarkan pengujian internal, kapasitas ini mampu menunjang permainan Mobile Legends: Bang Bang hingga 9,6 jam atau streaming YouTube selama 28,6 jam non-stop. Varian ini didukung pengisian daya 15W SUPERVOOC.

Content image for article: OPPO A6t Series Resmi Meluncur: Baterai 7000mAh, IP69, dan Harga Mulai Rp1 Jutaan

Sementara itu, bagi pengguna yang menginginkan daya lebih besar, OPPO A6t Pro hadir dengan baterai 7000mAh. Teknologi pengisian dayanya juga lebih ngebut dengan 45W SUPERVOOC.

OPPO mengklaim bahwa pengisian daya selama 5 menit pada varian Pro sudah cukup untuk menonton YouTube selama 1,49 jam. Untuk pengisian penuh dari 1% hingga 100%, perangkat ini hanya membutuhkan waktu sekitar 92 menit.

Menariknya, kedua varian mendukung fitur OTG reverse charging, sehingga ponsel ini bisa berfungsi sebagai power bank darurat untuk perangkat lain.

Performa Snapdragon dan Jaminan Kelancaran 60 Bulan

Di balik ketangguhan fisiknya, OPPO A6t Series ditenagai oleh Snapdragon® 685 4G Mobile Platform. Chipset dengan fabrikasi 6nm ini dipadukan dengan GPU Adreno 610 yang menawarkan peningkatan kinerja grafis sekitar 10% dibandingkan generasi sebelumnya.

Untuk multitasking, OPPO A6t menawarkan opsi RAM hingga 6GB dengan penyimpanan 128GB, serta fitur RAM Expansion hingga 12GB. Sedangkan varian A6t Pro hadir dengan konfigurasi lebih lega, yakni RAM 8GB dan penyimpanan 128GB, ditambah dukungan RAM Expansion hingga 16GB.

OPPO juga menanamkan fitur Fluency Protection untuk menjamin performa tetap responsif dalam jangka panjang. OPPO A6t mendapatkan perlindungan kelancaran selama 48 bulan (4 tahun), sementara OPPO A6t Pro mendapatkan jaminan hingga 60 bulan (5 tahun).

Fitur tambahan seperti AI LinkBoost 3.0 dan AI GameBoost 2.0 turut hadir untuk menjaga stabilitas sinyal dan frame rate saat bermain gim.

Layar Ultra Cerah dan Fitur AI Canggih

Beralih ke sektor visual, kedua ponsel ini mengusung layar 6,75 inci beresolusi HD+ dengan refresh rate 120Hz. Tingkat kecerahan layarnya mencapai 1125 nits, memastikan konten tetap terlihat jelas meski di bawah terik matahari.

Layar ini juga dilengkapi fitur Splash Touch yang menjaganya tetap responsif saat jari basah atau terkena minyak, serta Glove Touch untuk penggunaan dengan sarung tangan.

Dari sisi fotografi, OPPO A6t Pro memimpin dengan kamera utama 50MP, kamera monokrom 2MP, dan kamera depan 8MP. Varian reguler A6t membawa kamera utama 13MP, lensa QVGA, dan kamera selfie 5MP.

Keduanya menjalankan antarmuka ColorOS 15.0.2 yang kaya fitur, termasuk kemampuan AI Editor seperti AI Eraser 2.0, AI Clarity Enhancer, dan AI Reflection Remover untuk hasil foto yang lebih sempurna.

Harga dan Ketersediaan

OPPO A6t Series sudah dapat dibeli melalui berbagai platform e-commerce rekanan seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Akulaku. Berikut adalah rincian harga resminya:

  • OPPO A6t (4GB/64GB): Rp1.999.000
  • OPPO A6t (4GB/128GB): Rp2.699.000
  • OPPO A6t (6GB/128GB): Rp3.399.000
  • OPPO A6t Pro (8GB/128GB): Rp4.099.000

Selama periode peluncuran mulai 30 Januari hingga 5 Februari 2026, OPPO memberikan diskon eksklusif hingga Rp700.000. Dengan promo ini, harga perangkat bisa didapatkan mulai dari Rp1.699.000.

Konsumen juga berkesempatan mendapatkan hadiah gratis seperti body serum, parfum, hingga kipas mini selama persediaan masih ada.

Sesi penjualan perdana juga dimeriahkan melalui livestream di TikTok Shop bersama kreator konten populer seperti Afdhal Yusman, Baim Wong, dan lainnya pada tanggal 30 Januari serta 2 Februari 2026. (Icha)

REDMI Note 15 5G : Harga 3 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Jumbo

0

Telko.id – Xiaomi secara resmi meluncurkan REDMI Note 15 5G ke pasar Indonesia pada 30 Januari 2026. Smartphone ini hadir mengisi segmen harga tiga jutaan dengan membawa standar ketahanan fisik baru yang disebut REDMI TITAN Durability, serta baterai berkapasitas besar untuk mendukung aktivitas pengguna.

Peluncuran ini menegaskan komitmen Xiaomi untuk menghadirkan perangkat yang relevan dengan gaya hidup digital yang serba cepat. Lewat seri terbaru ini, Xiaomi memperkenalkan inovasi yang menggabungkan proteksi fisik tangguh, ketahanan ekstra terhadap elemen lingkungan, serta daya tahan baterai yang lebih awet tanpa harus mengorbankan estetika desain yang tipis.

Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran perangkat ini sejalan dengan tren gaya hidup 2026 yang semakin berorientasi pada kegiatan luar ruangan atau outdoor-centric.

Menurutnya, standar REDMI TITAN Durability menawarkan kualitas yang menjadikan REDMI Note 15 Series sebagai mitra tangguh di segala kondisi.

“Xiaomi ingin selalu hadir dengan teknologi yang relevan dan adaptif buat anak muda. Itulah alasan kami merilis REDMI Note 15 Series yang membawa standar baru, REDMI TITAN Durability. Standar ini menawarkan kualitas ‘Tiada Tanding’, menjadikan REDMI Note 15 Series partner tangguh yang siap nemenin kalian di segala kondisi tanpa kompromi,” ujar Andi.

Content image for article: REDMI Note 15 5G Meluncur: Harga 3 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Jumbo

Desain Tipis dengan Standar REDMI TITAN Durability

Salah satu nilai jual utama dari Note 15 Series adalah ketahanan fisiknya. Jeksen, Product Marketing Lead Xiaomi Indonesia, menjelaskan bahwa standar REDMI TITAN Durability merupakan simbol kualitas all-rounder. Ketangguhan perangkat ini tidak hanya terlihat dari sisi eksterior yang tahan banting, tetapi juga komponen internal yang solid.

Peningkatan signifikan terlihat pada sektor daya. REDMI Note 15 5G mengusung baterai berteknologi SiC dengan kapasitas 5.520 mAh. Kapasitas besar ini berhasil disematkan dalam desain yang diklaim sebagai yang tertipis dalam sejarah seri REDMI Note, dengan ketebalan hanya 7,35 mm dan bobot ringan 178 gram.

Selain kapasitas baterai yang besar, perangkat ini menawarkan fleksibilitas melalui fitur reverse charging 18W. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengisi daya perangkat lain saat sedang bepergian. Dari sisi perlindungan lingkungan, smartphone ini telah dibekali perlindungan debu dan air yang ditingkatkan untuk menghadapi cipratan air.

Xiaomi juga menyematkan teknologi Wet Touch 2.0 pada seluruh model seri ini. Teknologi tersebut memastikan layar tetap responsif dan lancar digunakan meskipun jari pengguna atau permukaan layar dalam kondisi basah, memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Content image for article: REDMI Note 15 5G Meluncur: Harga 3 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Jumbo

Kamera 108MP dengan Integrasi AI

Sektor fotografi menjadi sorotan lain dalam peluncuran ini. REDMI Note 15 5G membawa peningkatan pada sistem kamera melalui perpaduan sensor resolusi tinggi dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini mengandalkan kamera utama 108MP super-clear yang mampu memberikan pengalaman telefoto setara 3x zoom.

Pemrosesan AI yang canggih memungkinkan hasil foto, mulai dari sudut lebar hingga potret jarak dekat, tetap terlihat detail dan natural di berbagai kondisi pencahayaan. Untuk mendukung pembuatan konten, Xiaomi menyertakan rangkaian fitur AI editing yang praktis. Pengguna dapat memanfaatkan fitur AI Remove Reflection untuk menghilangkan pantulan pada foto atau AI Beautify hanya dengan satu sentuhan.

Kombinasi antara kamera beresolusi tinggi dan kemampuan editing instan ini ditujukan untuk memudahkan pengguna membagikan konten berkualitas ke media sosial seperti Instagram. Dengan Harga Terjangkau di kelasnya, fitur ini menjadi nilai tambah yang signifikan.

Harga dan Ketersediaan

Xiaomi menghadirkan REDMI Note 15 Series dengan berbagai promo menarik, terutama pada periode penjualan perdana. Untuk varian REDMI Note 15 5G, harga promosi eksklusif di Tokopedia dan TikTok selama periode New Arrival Day (30 Januari – 5 Februari 2026) dibanderol Rp2.949.000 untuk varian 6GB+128GB.

Berikut adalah daftar harga lengkap dan ketersediaan untuk REDMI Note 15 Series selama periode First Sale Promo (30 Januari – 12 Februari 2026):

REDMI Note 15 5G

  • Varian 6GB + 128GB: Rp3.299.000 (Offline)
  • Varian 8GB + 256GB: Rp3.799.000 (Offline) / Mulai dari Rp3.699.000 (Online)
  • Varian 12GB + 512GB: Rp4.599.000 (Offline) / Mulai dari Rp4.499.000 (Online)

REDMI Note 15 (4G)

  • Varian 6GB + 128GB: Rp2.599.000 (Offline)
  • Varian 8GB + 128GB: Rp2.899.000 (Offline) / Mulai dari Rp2.799.000 (Online)
  • Varian 8GB + 256GB: Rp3.099.000 (Offline)
  • Varian 12GB + 256GB: Mulai dari Rp2.999.000 (Online)

Selain model reguler, Xiaomi juga merilis varian Pro. Berikut rincian harganya:

REDMI Note 15 Pro+ 5G

  • Varian 8GB + 256GB: Rp5.999.000 (Offline) / Mulai dari Rp5.899.000 (Online)
  • Varian 12GB + 512GB: Rp6.799.000 (Offline) / Mulai dari Rp6.699.000 (Online)

REDMI Note 15 Pro 5G

  • Varian 8GB + 256GB: Rp4.699.000 (Offline) / Rp4.599.000 (Online)
  • Varian 12GB + 512GB: Rp5.599.000 (Offline) / Rp5.499.000 (Online)

Konsumen yang membeli melalui kanal offline seperti Xiaomi Store, Erafone, dan mitra lainnya berkesempatan mendapatkan bonus REDMI Buds 6 Play senilai Rp139.000. Sementara itu, untuk pembelian varian Pro dan Pro+ 5G, terdapat tambahan benefit berupa eSIM Smartfren 48GB selama satu tahun. (Icha)

Sidang Akuisisi DycodeX: Kuasa Hukum Sebut Andri Yadi Korban Kriminalisasi

0

Telko.id – Tim Penasihat Hukum Andri Yadi menyampaikan perkembangan terbaru terkait persidangan pidana yang melibatkan kliennya dalam kasus akuisisi PT DycodeX Teknologi Nusantara (DycodeX) oleh PT Multidaya Teknologi Nusantara (MTN) atau eFishery.

Dalam keterangan resminya, pihak pembela menyoroti kekhawatiran adanya upaya kriminalisasi terhadap profesional teknologi dalam sengketa yang sejatinya merupakan ranah korporasi, dengan melabeli situasi ini sebagai fenomena “Criminalized Technocrat”.

Persidangan yang terdaftar dengan Nomor Perkara 1137/Pid.B/2025/PN.Bdg ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung.

Saat ini, proses hukum telah memasuki tahap pembuktian setelah Majelis Hakim menolak eksepsi dari pihak terdakwa melalui putusan sela pada tanggal 8 Januari 2026.

Sejak pertengahan Januari, agenda sidang berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna menguji dakwaan yang dialamatkan kepada Andri Yadi.

O.C. Kaligis & Associates, selaku tim hukum yang mendampingi terdakwa, menegaskan pentingnya menjaga objektivitas informasi di tengah bergulirnya kasus ini.

Mereka menilai bahwa narasi yang berkembang perlu diluruskan, terutama mengenai posisi Andri Yadi yang dianggap hanya sebagai teknokrat yang fokus pada inovasi, namun kini terjerat dalam konstruksi pidana akibat permasalahan internal pasca-akuisisi perusahaan.

Sengketa Korporasi yang Dipidanakan

Dalam surat dakwaan, JPU menuduhkan adanya tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan terkait proses transaksi akuisisi DycodeX oleh MTN.

Selain itu, terdapat pula dakwaan lanjutan mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang. Pihak penuntut umum mendudukkan rangkaian tindakan dalam proses transaksi bisnis dan tata kelola korporasi tersebut sebagai sebuah konstruksi pidana.

Menanggapi hal tersebut, Tim Penasihat Hukum Andri Yadi membantah keras adanya niat jahat atau mens rea dari kliennya. Prof. Dr. Otto Cornelis Kaligis, S.H., M.H., menyatakan bahwa perkara ini seharusnya dipahami secara proporsional sebagai sengketa korporasi murni.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi merupakan isu internal di tubuh PT MTN yang kemudian dipaksakan masuk ke ranah hukum pidana.

Pihak pembela menekankan bahwa Andri Yadi tidak memiliki motif untuk melakukan penipuan maupun penggelapan.

Sebagai salah satu Founder dan Direktur Utama DycodeX sebelum akuisisi, posisi kliennya adalah memastikan integrasi teknologi dan sumber daya manusia ke dalam ekosistem eFishery berjalan lancar.

Segala keputusan strategis terkait perubahan skema akuisisi pun diklaim bukan keputusan sepihak dari Andri Yadi.

Perubahan Skema Akuisisi dan Audit FTI Consulting

Salah satu poin krusial yang diungkapkan oleh tim hukum adalah mengenai perubahan skema akuisisi menjadi acqui-hire. Tim Penasihat Hukum menegaskan bahwa perubahan model transaksi ini justru dilakukan atas permintaan internal dari pihak pembeli, yakni PT MTN.

Alasannya mencakup mitigasi potensi isu perpajakan di masa depan. Keputusan ini disebut telah melibatkan persetujuan manajemen serta tata kelola korporasi dari pihak pembeli itu sendiri.

Selain itu, pembelaan juga menyoroti alat bukti yang digunakan dalam persidangan. Narasi yang dibangun oleh JPU dinilai terlalu bertumpu pada Laporan Audit eksternal yang dikeluarkan oleh FTI Consulting (Singapore).

Tim hukum mempertanyakan validitas hasil audit tersebut jika dijadikan satu-satunya rujukan mutlak dalam pembuktian pidana di Indonesia. Mereka meragukan relevansi metodologi kerja kantor asing tersebut serta kekuatan pembuktiannya dalam konteks sistem hukum nasional.

Terkait saksi-saksi yang telah diperiksa, Tim Penasihat Hukum menilai bahwa saksi yang dihadirkan JPU sejauh ini bukanlah saksi fakta yang mengalami peristiwa secara langsung.

Keterangan mereka dikategorikan sebagai saksi de auditu, yang mana informasinya bersumber dari cerita atau kabar pihak lain, bukan berdasarkan penglihatan, pendengaran, atau pengalaman sendiri.

Posisi Andri Yadi Sebagai Teknokrat

Andri Yadi sendiri memberikan klarifikasi mengenai batas kewenangannya setelah bergabung dengan PT MTN. Ia menegaskan bahwa kariernya selama ini adalah sebagai engineer dan technologist.

Pasca akuisisi DycodeX, jabatannya di MTN berfokus pada fungsi Riset dan Pengembangan (R&D) teknologi serta pengembangan produk.

Hal ini sejalan dengan rekam jejaknya sebagai Penggiat IoT yang telah lama berkecimpung di industri teknologi.

“Jabatan tersebut bukan organ perseroan dan tidak memberikan kewenangan untuk melakukan pembayaran, memutuskan investasi atau akuisisi, menjalankan operasi pembiayaan, maupun memastikan tata kelola korporasi,” ujar Andri Yadi.

Ia menolak narasi yang seolah-olah menempatkannya sebagai pengendali keputusan internal pembeli dalam transaksi tersebut.

Istilah “Criminalized Technocrat” yang diusung oleh tim hukum bertujuan untuk menyuarakan kekhawatiran bahwa sengketa bisnis dapat dengan mudah digeser menjadi pidana bagi para profesional teknologi.

Hal ini dianggap berbahaya karena fakta hukum belum sepenuhnya diuji, namun reputasi profesional di bidang teknologi sudah terancam.

Profil DycodeX dan Rekam Jejak Inovasi

Untuk membantah tuduhan bahwa DycodeX adalah entitas fiktif atau “perusahaan kertas”, tim hukum memaparkan profil lengkap perusahaan tersebut.

PT DycodeX Teknologi Nusantara adalah perusahaan teknologi AIoT asal Bandung yang telah aktif membangun produk sejak 2015. Perusahaan ini memiliki kapabilitas menyeluruh (end-to-end) yang dibangun secara internal, mulai dari desain perangkat keras, manufaktur, hingga platform aplikasi.

Portofolio DycodeX mencakup produk komersial seperti SMARTernak dan HeatraX, serta manajemen perangkat untuk implementasi skala besar.

Kapabilitas ini menunjukkan bahwa DycodeX adalah pemain serius yang berkontribusi pada Potensi IoT di Indonesia, bukan entitas yang dibentuk hanya untuk tujuan transaksi keuangan semata.

Rekam jejak perusahaan ini juga telah diakui melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Andri Yadi memiliki pengalaman selama 24 tahun di bidang rekayasa perangkat lunak dan keras. Ia merupakan penerima penghargaan Microsoft Most Valuable Professional (MVP) selama lebih dari 18 tahun berturut-turut.

Kontribusinya bagi ekosistem teknologi nasional juga terlihat dari perannya sebagai Co-founder dan Vice Chairman ASIOTI, serta keterlibatannya dalam komite teknis penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal ini menunjukkan urgensi adanya standar yang jelas dan bahkan Laboratorium IoT yang mumpuni di Indonesia, di mana Andri turut berkontribusi.

Sidang akan terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari JPU sebelum melangkah ke tahapan pembuktian berikutnya.

Tim Penasihat Hukum berkomitmen untuk menggunakan seluruh hak hukum yang tersedia guna memastikan perkara ini diperiksa secara objektif dan berbasis fakta, serta membuktikan bahwa kasus ini murni sengketa bisnis, bukan kejahatan pidana. (Icha?

HUAWEI nova 14 Pro Hadirkan Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

0

Telko.id – Huawei kembali menggebrak pasar smartphone tanah air dengan meluncurkan HUAWEI nova 14 Pro, perangkat terbaru yang membawa teknologi fotografi kelas atas ke segmen menengah.

Smartphone ini resmi dipasarkan di Indonesia dengan periode penjualan perdana (first sale) mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2026. Mengusung banderol harga Rp8.499.000, perangkat ini menawarkan kombinasi teknologi Ultra Chroma Camera dan fitur dual front camera yang biasanya hanya ditemukan pada seri flagship.

Peluncuran ini menegaskan komitmen Huawei dalam menghadirkan inovasi fotografi mobile yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna. Selama periode penjualan perdana, konsumen dimanjakan dengan berbagai keuntungan eksklusif.

Total benefit yang ditawarkan mencapai Rp4,5 juta, mencakup bonus HUAWEI WATCH FIT 4 Pro senilai Rp2,9 juta, layanan proteksi HUAWEI Care+ selama satu tahun, serta perpanjangan masa garansi. Penawaran ini tersedia secara terbatas bagi konsumen yang melakukan pembelian di saluran resmi baik daring maupun luring.

HUAWEI nova 14 Pro hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan perangkat dengan estetika tinggi namun tetap bertenaga.

Tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Crystal Blue dan Black, ponsel ini menonjolkan desain premium. Varian Crystal Blue khususnya, tampil sebagai warna unggulan dengan sentuhan Ice Crystal Texture yang memberikan efek visual berkilau, menjadikannya sebuah pernyataan gaya bagi penggunanya.

Teknologi Kamera Ultra Chroma untuk Warna Lebih Hidup

Daya tarik utama dari HUAWEI nova 14 Pro terletak pada sektor fotografi yang membawa spesifikasi mengesankan. Huawei menyematkan teknologi True-to-Life Color Ultra Chroma Camera yang diklaim mampu menghasilkan gambar dengan akurasi warna tingkat tinggi.

Dukungan spektrum warna hingga 1.500.000 spectral channels memungkinkan kamera menangkap nuansa visual yang lebih hidup dan nyaris identik dengan objek aslinya, memberikan pengalaman fotografi yang imersif tanpa perlu proses penyuntingan yang rumit.

Content image for article: HUAWEI nova 14 Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

Kamera utama perangkat ini memiliki resolusi 50MP dengan sensor RYYB yang terkenal sensitif terhadap cahaya. Keunggulan teknis ini dipadukan dengan fitur optical adjustable aperture yang memiliki rentang bukaan lensa F1.4 hingga F4.0.

Teknologi bukaan fisik ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk mengatur masuknya cahaya dan kedalaman bidang (depth of field) secara optikal, sebuah fitur yang sebelumnya menjadi ciri khas seri P atau Mate.

Dukungan stabilisasi ganda melalui OIS (Optical Image Stabilization) dan AIS (AI Image Stabilization) memastikan hasil foto tetap tajam dan jernih, bahkan dalam kondisi pencahayaan minim atau malam hari.

Bagi penggemar fotografi jarak jauh atau portrait, HUAWEI nova 14 Pro dilengkapi dengan lensa Telephoto 12MP. Lensa ini mendukung kemampuan 3x optical zoom, memungkinkan pengambilan gambar subjek dari jarak jauh tanpa mengorbankan detail.

Fitur ini sangat berguna untuk Harga Terbaru fotografi jalanan (street photography) di mana komposisi dan ketajaman tetap terjaga meski memotret dari kejauhan.

Content image for article: HUAWEI nova 14 Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

Fleksibilitas kamera belakang semakin lengkap dengan kehadiran lensa Ultra-Wide Macro beresolusi 8MP. Lensa ini memiliki sudut pandang luas hingga 112 derajat, ideal untuk memotret pemandangan atau arsitektur megah.

Tidak hanya itu, kemampuan makro dengan jarak fokus sedekat 2 cm memungkinkan pengguna mengeksplorasi detail objek kecil, seperti tekstur kelopak bunga atau butiran air, dengan presisi yang tinggi.

Untuk menangkap momen yang bergerak cepat, Huawei membenamkan teknologi Ultra Speed Snapshot. Dengan jeda bidikan yang sangat singkat, hanya 21 milidetik, kamera ini mampu membekukan gerakan objek dinamis seperti hewan peliharaan yang berlari atau hiruk-pikuk suasana kota dengan minim efek blur. Fitur ini menjadikan nova 14 Pro andalan yang solid untuk genre fotografi candid.

Content image for article: HUAWEI nova 14 Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

Selfie Sempurna dengan Dual Front Camera

Beralih ke sisi depan, HUAWEI nova 14 Pro memanjakan para pencinta swafoto dengan konfigurasi 50MP Front Ultra Portrait Dual Camera. Kombinasi dua lensa di bagian depan ini dirancang untuk menghasilkan foto potret yang flawless dan natural.

Lensa utama 50MP bekerja harmonis dengan lensa 8MP Close-Up Portrait untuk memberikan detail wajah yang tajam serta komposisi yang proporsional.

Salah satu fitur menonjol pada kamera depan ini adalah kemampuan zoom yang fleksibel, mulai dari 0.8x hingga 5x. Rentang zoom ini memberikan kebebasan dalam membingkai foto, mulai dari group selfie (wefie) yang luas hingga potret close-up yang menampilkan detail riasan wajah.

Kedua kamera depan ini juga mampu menghasilkan efek bokeh yang halus, warna kulit yang natural, serta pencahayaan yang seimbang berkat sistem fokus presisi dan teknologi pencitraan canggih.

Pengguna dapat langsung mengunggah hasil foto ke media sosial tanpa perlu repot melakukan penyuntingan tambahan. Kemampuan AI pada kamera depan memastikan setiap sudut pengambilan gambar terlihat optimal, meningkatkan kepercayaan diri pengguna baik saat mendokumentasikan momen santai maupun acara formal.

Performa Baterai dan Pengisian Daya Turbo

Mendukung segala aktivitas fotografi dan penggunaan harian yang intens, HUAWEI nova 14 Pro dibekali dengan baterai berkapasitas besar, yakni 5500mAh.

Kapasitas ini dirancang untuk memberikan ketahanan daya sepanjang hari, membuat pengguna bebas dari rasa khawatir (worry-free) saat beraktivitas di luar ruangan, melakukan pertemuan daring, atau menikmati hiburan multimedia dalam perjalanan jauh.

Ketika daya baterai menipis, teknologi pengisian cepat 100W HUAWEI SuperCharge Turbo siap mengembalikan energi perangkat dalam waktu singkat. Efisiensi pengisian daya ini menjadi solusi praktis bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu proses charging.

Sektor daya ini memang menjadi fokus Huawei untuk bersaing dengan kompetitor, bahkan jika dibandingkan dengan perangkat lain di Sektor Baterai kelas atas.

Ketersediaan dan Saluran Penjualan

HUAWEI nova 14 Pro sudah dapat dipesan melalui berbagai saluran penjualan resmi. Bagi konsumen yang lebih menyukai belanja daring, perangkat ini tersedia di HUAWEI Store serta berbagai e-commerce terkemuka seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, erafone.com, eraspace, dan Datascrip Mall.ID.

Sementara itu, pembelian secara luring dapat dilakukan di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Urban Republic, Digiplus, dan mitra ritel resmi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kehadiran HUAWEI nova 14 Pro dengan segala fitur canggihnya diharapkan dapat menjadi standar baru bagi smartphone di kelas harga 8 jutaan.

Dengan perpaduan desain stylish, kamera sekelas flagship, dan performa baterai yang tangguh, perangkat ini siap bersaing menjadi Gadget Terbaik pilihan konsumen di awal tahun 2026.

Periode promo first sale yang berlangsung hingga akhir Februari memberikan kesempatan emas bagi konsumen untuk mendapatkan nilai lebih dari pembelian perangkat ini. (Icha)

Indonesia Digital Outlook 2026: Industri Telekomunikasi Desak Reformasi Regulasi

0

Telko.id – Forum tahunan Indonesia Digital Outlook 2026 resmi digelar di Jakarta, membawa pesan mendesak bagi pemangku kepentingan di sektor teknologi dan komunikasi tanah air.

Dalam acara yang mengusung tema From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Digital Future tersebut, para pakar, regulator, dan pelaku industri sepakat menyoroti kondisi krusial yang tengah dihadapi industri telekomunikasi nasional.

Fokus utama diskusi tertuju pada perlunya reformasi regulasi yang konkret untuk menyelamatkan ekosistem digital yang dinilai sedang mengalami tekanan berat di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur yang masif.

Penyelenggaraan forum ini menjadi momentum penting karena mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari regulator, ekonom, asosiasi industri, hingga pelaku bisnis digital. Indra Khairuddin, Editor-in-Chief Teknobuzz sekaligus Ketua Penyelenggara, dalam pembukaannya menegaskan bahwa industri telekomunikasi saat ini tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Ia menggambarkan situasi industri penopang transformasi digital ini seperti sedang mengalami “sesak napas” akibat himpitan beban regulasi dan persaingan global yang tidak seimbang.

Menurut Indra, penurunan margin usaha yang terus terjadi berbanding terbalik dengan kewajiban operator untuk terus menggelar infrastruktur.

Ia menekankan bahwa forum ini tidak dirancang untuk sekadar menghasilkan diskusi normatif di atas kertas, melainkan menuntut adanya praktik nyata di lapangan. Regulasi diharapkan dapat bertransformasi menjadi insentif yang mendorong pertumbuhan, bukan justru menjadi beban biaya tambahan yang menghambat inovasi dan investasi jangka panjang, seperti penerapan Green Digital Economy.

Paradoks Produktivitas Digital

Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah fenomena “paradoks produktivitas digital” yang dipaparkan oleh Peneliti Ekonomi dari CELIOS, Dyah Ayu. Dalam sesi panel utama, Dyah menjelaskan anomali yang terjadi di pasar Indonesia, di mana lonjakan konsumsi data oleh masyarakat tidak berbanding lurus dengan kesehatan finansial operator telekomunikasi.

Penggunaan data meningkat pesat seiring dengan adopsi gaya hidup digital, namun keuntungan operator justru tergerus.

Dyah menguraikan bahwa penyebab utama dari paradoks ini adalah beban biaya regulasi yang tinggi serta kompetisi yang tidak simetris dengan platform digital global (Over-the-Top).

Operator lokal harus menanggung biaya infrastruktur yang berat, sementara platform global menikmati lalu lintas data tanpa beban regulasi yang setara. Ia memperingatkan bahwa ambisi besar negara terkait teknologi canggih, seperti tren AI dan konsep Smart City, akan sulit terwujud jika fondasi utamanya rapuh.

“Kita tidak bisa bicara tentang AI atau Smart City jika pipa penyalurnya, yaitu operator telekomunikasi sedang sesak napas secara finansial. Reformasi biaya frekuensi dan regulasi adalah kunci agar industri kembali sehat,” tegas Dyah.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kesehatan finansial operator adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan ekosistem digital nasional.

Pemerintah Siapkan Regulasi Adaptif

Menanggapi keluhan dari para pelaku industri, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI, mengungkapkan bahwa pihaknya menyadari tantangan berat yang dihadapi industri dan tengah menggodok kebijakan regulasi yang lebih adaptif.

Fokus pemerintah saat ini adalah membangun ekosistem yang terhubung, terjaga, dan mampu menarik investasi asing.

Sonny menjelaskan bahwa kebijakan baru nantinya akan mencakup insentif untuk infrastruktur hijau, penurunan biaya struktural, serta penguatan kedaulatan data melalui implementasi penuh Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Ia juga membandingkan daya tarik investasi Indonesia dengan India, di mana biaya modal (cost of capital) dan kepastian regulasi menjadi faktor penentu utama bagi investor global. Tanpa kepastian hukum dan biaya yang kompetitif, kapital tidak akan masuk secara signifikan ke Indonesia.

Pemerintah menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai sekitar 8 persen harus dijaga momentumnya. Oleh karena itu, penurunan hambatan struktural menjadi prioritas agar iklim investasi tetap sehat.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah ketidakpastian yang pernah terjadi di masa lalu terkait perubahan struktur pengawas, seperti dampak regulasi yang signifikan bagi keberlangsungan industri.

Konektivitas sebagai Tulang Punggung

Dari sisi pelaku usaha, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, mengingatkan kembali peran fundamental operator seluler.

Ia menegaskan bahwa operator memegang peran strategis sebagai penyedia konektivitas (connectivity). Tanpa adanya jaringan yang andal, seluruh inovasi digital, layanan publik, hingga transaksi ekonomi digital tidak akan dapat berjalan.

Merza menyoroti bahwa pendapatan operator belakangan ini sedang menurun, namun kewajiban investasi untuk pemeliharaan dan pembangunan jaringan terus berjalan setiap tahun.

Ia mengkritik regulasi saat ini yang dinilai terlalu ketat dan cenderung berorientasi pada penerimaan negara semata (PNBP), tanpa mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang industri telekomunikasi itu sendiri.

Menurutnya, regulasi yang tepat seharusnya memberikan ruang napas bagi operator untuk tetap bisa memberikan layanan terbaik.

Data Center dan Tantangan Infrastruktur

Selain isu telekomunikasi, forum Indonesia Digital Outlook 2026 juga membahas peran strategis industri pusat data (data center).

Hendra Suryakusuma, Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), menyebut data center sebagai hulu dari ekonomi digital. Dengan populasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 210 juta orang dan status Indonesia sebagai pasar terbesar TikTok di kawasan dengan 120 juta pengguna, kebutuhan akan penyimpanan data lokal melonjak drastis.

Kapasitas data center nasional tercatat telah meningkat menjadi 510 MW dalam enam tahun terakhir, dengan potensi ekonomi mencapai Rp1,7 triliun per bulan. Hendra menegaskan bahwa tanpa data center yang kuat di dalam negeri, Indonesia hanya akan menjadi pasar konsumen bagi layanan luar negeri. Hal ini sejalan dengan prediksi ekonomi digital yang terus tumbuh positif di tahun-tahun mendatang.

Namun, Teguh Prasetya dari MASTEL mengingatkan bahwa pengembangan sektor ini masih menghadapi tantangan struktural. Ketersediaan lahan strategis, pasokan listrik yang stabil, dan akses air yang memadai masih menjadi hambatan (bottleneck).

Selain itu, kesenjangan talenta digital dan rendahnya adopsi otomatisasi AI di industri nasional juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar industri lokal bisa lebih kompetitif. Pertumbuhan infrastruktur ini juga sangat bergantung pada pasar smartphone yang terus berkembang di Indonesia.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan White Paper berisi rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan langsung kepada pemerintah.

Dokumen ini bertujuan untuk memastikan visi Indonesia Digital 2045 tetap berada di jalur yang tepat, dengan menempatkan kesehatan industri telekomunikasi sebagai prioritas utama demi tercapainya kedaulatan digital nasional. (Icha)

ATSI Desak Pemerintah Tata Ulang Regulasi Telekomunikasi Demi Keadilan Industri

0

Telko.id – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) secara resmi mendesak pemerintah untuk segera melakukan penataan ulang terhadap regulasi di sektor telekomunikasi dan ekonomi digital.

Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat, mengingat adanya ketimpangan yang semakin lebar antara beban kewajiban yang ditanggung operator seluler dengan manfaat bisnis yang diperoleh.

Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, menyoroti urgensi penerapan prinsip balancing of distribution atau keseimbangan distribusi.

Menurutnya, lanskap industri saat ini telah bergeser drastis, namun regulasi yang berlaku belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan tersebut, sehingga menciptakan beban yang tidak proporsional bagi penyelenggara jaringan.

Pernyataan keras ini disampaikan Merza di sela-sela acara Indonesia Digital Outlook 2026 yang mengusung tema “From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Sustainable Digital Future” yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Forum ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan masa depan digital Indonesia yang berkelanjutan.

Merza mengungkapkan adanya anomali dalam struktur industri saat ini. Ia menilai terjadi ketidakadilan di mana pihak yang memikul kewajiban regulasi dan infrastruktur paling besar, yakni operator telekomunikasi, justru mendapatkan porsi manfaat ekonomi yang kian mengecil.

Sebaliknya, pemain digital baru atau penyedia layanan Over-The-Top (OTT) seringkali menikmati keuntungan finansial yang masif tanpa dibebani kewajiban regulasi yang setara.

“Industri telekomunikasi sudah berkembang. Perlu ada keseimbangan antara pemain yang membayar kewajiban dan pemain yang mendapatkan manfaat. Jangan sampai yang bayar besar manfaatnya kecil, sementara yang bayar kecil manfaatnya justru besar,” tegas Merza memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar saat ini.

Sorotan Tajam pada Rumusan BHP Frekuensi

Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan ATSI adalah skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya terkait Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.

Beban biaya ini dinilai menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar yang menekan kesehatan finansial operator.

Merza menjelaskan bahwa formula penghitungan BHP frekuensi yang digunakan pemerintah saat ini masih mengacu pada parameter lama yang sudah tidak relevan dengan realitas teknologi dan pasar. Ia mencontohkan indeks harga per megahertz yang masih merujuk pada Peraturan Menteri tahun 2010.

Lebih jauh, ia mengkritisi faktor keekonomian dalam rumus tersebut yang masih menempatkan layanan suara (voice) sebagai komponen dominan.

Padahal, secara faktual, perilaku konsumen telah berubah total. Layanan suara kini hampir tidak memiliki nilai komersial signifikan karena telah tergantikan oleh layanan data dan aplikasi pesan instan berbasis internet.

Penggunaan spektrum frekuensi kini lebih dioptimalkan untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya operator dalam meningkatkan kualitas Layanan 4G dan 5G di tanah air. Ketidaksesuaian parameter hitung ini membuat beban operator menjadi tidak efisien.

“Kami selalu mengusulkan agar kajian ini ditinjau ulang. Ada faktor-faktor yang mungkin perlu dicoret karena teknologinya sudah berubah. Kita harus melihat realita bahwa spektrum sekarang digunakan untuk apa,” tambah Merza menekankan perlunya revisi regulasi yang berbasis pada kondisi aktual penggunaan spektrum.

Optimalisasi spektrum memang menjadi agenda penting industri. Sebelumnya, berbagai operator telah melakukan Refarming Frekuensi untuk menata ulang alokasi pita jaringan agar lebih efisien.

Namun, tanpa dukungan regulasi biaya yang adil, upaya teknis tersebut tidak akan berdampak maksimal pada keberlanjutan bisnis operator.

Tantangan Infrastruktur dan Izin Daerah

Selain isu biaya frekuensi, ATSI juga menanggapi perdebatan mengenai harga layanan internet di Indonesia. Merza memberikan klasifikasi tegas bahwa harga internet seluler di Indonesia sebenarnya sudah sangat kompetitif, bahkan tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, terutama untuk cakupan wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Namun, tantangan berbeda dihadapi pada sektor layanan fixed line atau internet kabel. Pemerataan kualitas di daerah luar perkotaan masih menemui kendala besar.

Masalah utamanya bukan sekadar kemampuan investasi operator, melainkan kerumitan birokrasi dan perizinan dalam penggelaran kabel serat optik.

Merza menyebutkan bahwa proses menggelar infrastruktur lintas kota seringkali terhambat oleh kebijakan pemerintah daerah yang berbeda-beda. Hal ini menciptakan ketidakpastian biaya dan waktu bagi operator yang ingin melakukan ekspansi jaringan.

“Masalah deployment infrastruktur itu panjang ceritanya. Mulai dari jarak, biaya investasi, hingga perizinan melintas antar-kota yang berbeda-beda kebijakannya,” jelas Merza.

Tantangan ini tentu berdampak pada performa keuangan perusahaan, di mana operator harus tetap menjaga profitabilitas dan bahkan membagikan Dividen Tambahan kepada pemegang saham di tengah tingginya biaya operasional.

Sebagai langkah konkret untuk mengatasi hambatan birokrasi tersebut, ATSI baru saja melakukan pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dialog ini bertujuan untuk mencari solusi terpadu atas masalah perizinan di daerah, sehingga percepatan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia dapat terealisasi tanpa hambatan administratif yang berlarut-larut. (Icha)

Schneider Electric Resmi Jadi Mitra Teknologi Energi McLaren Racing

Telko.id – McLaren Racing dan Schneider Electric secara resmi mengumumkan kesepakatan strategis baru yang menempatkan perusahaan manajemen energi global tersebut sebagai Mitra Teknologi Energi resmi bagi tim balap legendaris asal Inggris ini.

Pengumuman yang disampaikan dari London pada 29 Januari 2026 ini menandai babak baru dalam kolaborasi kedua perusahaan untuk menghadirkan efisiensi dan performa tinggi di lintasan balap maupun fasilitas operasional.

Kemitraan strategis ini mencakup lingkup yang sangat luas dalam ekosistem balap McLaren. Schneider Electric tidak hanya mendukung satu tim, melainkan terlibat langsung dengan McLaren Mastercard Formula 1 Team, Arrow McLaren IndyCar Team, McLaren F1 Academy, hingga tim balap ketahanan McLaren United Autosports WEC Hypercar.

Langkah ini menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam mengintegrasikan teknologi energi canggih di berbagai disiplin balap mobil kelas dunia.

Melalui kolaborasi ini, Schneider Electric dan McLaren Racing akan menyatukan keahlian mereka untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi energi yang mampu mendukung performa puncak di lingkungan yang sangat menantang.

Fokus utama kerja sama ini adalah penyediaan solusi tenaga yang andal, tidak hanya di sirkuit balap di seluruh dunia tempat tim berkompetisi, tetapi juga di markas besar McLaren Technology Centre yang berlokasi di Woking, Inggris.

Sinergi ini didasari oleh kesamaan budaya perusahaan yang berakar pada pemanfaatan kecerdasan data, percepatan inovasi, serta keunggulan rekayasa teknologi atau engineering.

Fokus pada Efisiensi dan Teknologi Digital Twin

Hubungan antara Schneider Electric dan McLaren Racing sejatinya bukanlah hal baru. Kedua entitas ini akan melanjutkan kemitraan jangka panjang yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun, di mana Schneider Electric bertindak sebagai pemasok teknologi energi.

Dalam fase baru ini, kedua belah pihak menajamkan fokus pada penyelesaian tantangan energi di lingkungan yang menuntut keandalan dan kinerja konsisten tanpa kompromi.

Salah satu aspek krusial dari kemitraan ini adalah optimalisasi berbagai aset fasilitas milik McLaren Racing. Ini mencakup infrastruktur vital seperti terowongan angin (wind tunnel), fasilitas pabrik manufaktur, hingga pusat data dan teknologi informasi.

Pengelolaan pusat data yang efisien menjadi sangat relevan, mengingat pentingnya Studi Global terkait data dalam strategi balap modern.

Inisiatif ini akan dijalankan melalui penerapan sistem yang andal guna mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Selain itu, kedua perusahaan mendorong elektrifikasi melalui solusi teknologi energi canggih serta pemanfaatan teknologi digital twin.

Teknologi kembaran digital ini akan digunakan untuk menghasilkan informasi mendalam yang berguna dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan, sebuah langkah yang sejalan dengan visi Industri Tangguh di masa depan.

Komitmen Pimpinan Kedua Perusahaan

Zak Brown, CEO McLaren Racing, menyambut baik peningkatan status kemitraan ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini dibangun di atas fondasi kuat yang mencerminkan komitmen bersama terhadap inovasi.

“Kami bangga menyambut Schneider Electric sebagai Mitra Teknologi Energi Resmi dari McLaren Racing. Kemitraan ini dibangun di atas fondasi yang kuat dan mencerminkan komitmen bersama kami terhadap inovasi dan efisiensi energi,” ujar Zak Brown.

Ia menambahkan bahwa dengan menggabungkan keahlian Schneider Electric di bidang teknologi energi dan upaya McLaren dalam memberikan performa terbaik, mereka akan mengeksplorasi berbagai pendekatan baru untuk membuat operasional tim semakin cerdas dan efisien.

Senada dengan Brown, Olivier Blum selaku CEO Schneider Electric menyoroti betapa uniknya dunia balap sebagai tempat pembuktian teknologi. Menurutnya, dunia balap merupakan salah satu lingkungan paling menantang untuk mendemonstrasikan nilai dari solusi teknologi energi dan digital yang canggih.

“McLaren Racing mendorong setiap sistem hingga batas maksimal, dan di situlah keahlian kami dalam hal performa, keandalan, dan efisiensi benar-benar memberikan dampak nyata. Kami bangga menjadi mitra teknologi energi resmi untuk McLaren Racing, dengan menghadirkan kecerdasan energi yang dapat diandalkan, baik di dalam maupun di luar lintasan balap,” ungkap Olivier Blum.

Kerja sama ini diharapkan dapat menetapkan standar baru dalam manajemen energi di dunia olahraga otomotif, membuktikan bahwa performa tinggi di lintasan dapat berjalan beriringan dengan efisiensi energi dan keberlanjutan operasional. (Icha)