spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 36

Sidang Akuisisi DycodeX: Kuasa Hukum Sebut Andri Yadi Korban Kriminalisasi

0

Telko.id – Tim Penasihat Hukum Andri Yadi menyampaikan perkembangan terbaru terkait persidangan pidana yang melibatkan kliennya dalam kasus akuisisi PT DycodeX Teknologi Nusantara (DycodeX) oleh PT Multidaya Teknologi Nusantara (MTN) atau eFishery.

Dalam keterangan resminya, pihak pembela menyoroti kekhawatiran adanya upaya kriminalisasi terhadap profesional teknologi dalam sengketa yang sejatinya merupakan ranah korporasi, dengan melabeli situasi ini sebagai fenomena “Criminalized Technocrat”.

Persidangan yang terdaftar dengan Nomor Perkara 1137/Pid.B/2025/PN.Bdg ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung.

Saat ini, proses hukum telah memasuki tahap pembuktian setelah Majelis Hakim menolak eksepsi dari pihak terdakwa melalui putusan sela pada tanggal 8 Januari 2026.

Sejak pertengahan Januari, agenda sidang berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna menguji dakwaan yang dialamatkan kepada Andri Yadi.

O.C. Kaligis & Associates, selaku tim hukum yang mendampingi terdakwa, menegaskan pentingnya menjaga objektivitas informasi di tengah bergulirnya kasus ini.

Mereka menilai bahwa narasi yang berkembang perlu diluruskan, terutama mengenai posisi Andri Yadi yang dianggap hanya sebagai teknokrat yang fokus pada inovasi, namun kini terjerat dalam konstruksi pidana akibat permasalahan internal pasca-akuisisi perusahaan.

Sengketa Korporasi yang Dipidanakan

Dalam surat dakwaan, JPU menuduhkan adanya tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan terkait proses transaksi akuisisi DycodeX oleh MTN.

Selain itu, terdapat pula dakwaan lanjutan mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang. Pihak penuntut umum mendudukkan rangkaian tindakan dalam proses transaksi bisnis dan tata kelola korporasi tersebut sebagai sebuah konstruksi pidana.

Menanggapi hal tersebut, Tim Penasihat Hukum Andri Yadi membantah keras adanya niat jahat atau mens rea dari kliennya. Prof. Dr. Otto Cornelis Kaligis, S.H., M.H., menyatakan bahwa perkara ini seharusnya dipahami secara proporsional sebagai sengketa korporasi murni.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi merupakan isu internal di tubuh PT MTN yang kemudian dipaksakan masuk ke ranah hukum pidana.

Pihak pembela menekankan bahwa Andri Yadi tidak memiliki motif untuk melakukan penipuan maupun penggelapan.

Sebagai salah satu Founder dan Direktur Utama DycodeX sebelum akuisisi, posisi kliennya adalah memastikan integrasi teknologi dan sumber daya manusia ke dalam ekosistem eFishery berjalan lancar.

Segala keputusan strategis terkait perubahan skema akuisisi pun diklaim bukan keputusan sepihak dari Andri Yadi.

Perubahan Skema Akuisisi dan Audit FTI Consulting

Salah satu poin krusial yang diungkapkan oleh tim hukum adalah mengenai perubahan skema akuisisi menjadi acqui-hire. Tim Penasihat Hukum menegaskan bahwa perubahan model transaksi ini justru dilakukan atas permintaan internal dari pihak pembeli, yakni PT MTN.

Alasannya mencakup mitigasi potensi isu perpajakan di masa depan. Keputusan ini disebut telah melibatkan persetujuan manajemen serta tata kelola korporasi dari pihak pembeli itu sendiri.

Selain itu, pembelaan juga menyoroti alat bukti yang digunakan dalam persidangan. Narasi yang dibangun oleh JPU dinilai terlalu bertumpu pada Laporan Audit eksternal yang dikeluarkan oleh FTI Consulting (Singapore).

Tim hukum mempertanyakan validitas hasil audit tersebut jika dijadikan satu-satunya rujukan mutlak dalam pembuktian pidana di Indonesia. Mereka meragukan relevansi metodologi kerja kantor asing tersebut serta kekuatan pembuktiannya dalam konteks sistem hukum nasional.

Terkait saksi-saksi yang telah diperiksa, Tim Penasihat Hukum menilai bahwa saksi yang dihadirkan JPU sejauh ini bukanlah saksi fakta yang mengalami peristiwa secara langsung.

Keterangan mereka dikategorikan sebagai saksi de auditu, yang mana informasinya bersumber dari cerita atau kabar pihak lain, bukan berdasarkan penglihatan, pendengaran, atau pengalaman sendiri.

Posisi Andri Yadi Sebagai Teknokrat

Andri Yadi sendiri memberikan klarifikasi mengenai batas kewenangannya setelah bergabung dengan PT MTN. Ia menegaskan bahwa kariernya selama ini adalah sebagai engineer dan technologist.

Pasca akuisisi DycodeX, jabatannya di MTN berfokus pada fungsi Riset dan Pengembangan (R&D) teknologi serta pengembangan produk.

Hal ini sejalan dengan rekam jejaknya sebagai Penggiat IoT yang telah lama berkecimpung di industri teknologi.

“Jabatan tersebut bukan organ perseroan dan tidak memberikan kewenangan untuk melakukan pembayaran, memutuskan investasi atau akuisisi, menjalankan operasi pembiayaan, maupun memastikan tata kelola korporasi,” ujar Andri Yadi.

Ia menolak narasi yang seolah-olah menempatkannya sebagai pengendali keputusan internal pembeli dalam transaksi tersebut.

Istilah “Criminalized Technocrat” yang diusung oleh tim hukum bertujuan untuk menyuarakan kekhawatiran bahwa sengketa bisnis dapat dengan mudah digeser menjadi pidana bagi para profesional teknologi.

Hal ini dianggap berbahaya karena fakta hukum belum sepenuhnya diuji, namun reputasi profesional di bidang teknologi sudah terancam.

Profil DycodeX dan Rekam Jejak Inovasi

Untuk membantah tuduhan bahwa DycodeX adalah entitas fiktif atau “perusahaan kertas”, tim hukum memaparkan profil lengkap perusahaan tersebut.

PT DycodeX Teknologi Nusantara adalah perusahaan teknologi AIoT asal Bandung yang telah aktif membangun produk sejak 2015. Perusahaan ini memiliki kapabilitas menyeluruh (end-to-end) yang dibangun secara internal, mulai dari desain perangkat keras, manufaktur, hingga platform aplikasi.

Portofolio DycodeX mencakup produk komersial seperti SMARTernak dan HeatraX, serta manajemen perangkat untuk implementasi skala besar.

Kapabilitas ini menunjukkan bahwa DycodeX adalah pemain serius yang berkontribusi pada Potensi IoT di Indonesia, bukan entitas yang dibentuk hanya untuk tujuan transaksi keuangan semata.

Rekam jejak perusahaan ini juga telah diakui melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Andri Yadi memiliki pengalaman selama 24 tahun di bidang rekayasa perangkat lunak dan keras. Ia merupakan penerima penghargaan Microsoft Most Valuable Professional (MVP) selama lebih dari 18 tahun berturut-turut.

Kontribusinya bagi ekosistem teknologi nasional juga terlihat dari perannya sebagai Co-founder dan Vice Chairman ASIOTI, serta keterlibatannya dalam komite teknis penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal ini menunjukkan urgensi adanya standar yang jelas dan bahkan Laboratorium IoT yang mumpuni di Indonesia, di mana Andri turut berkontribusi.

Sidang akan terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari JPU sebelum melangkah ke tahapan pembuktian berikutnya.

Tim Penasihat Hukum berkomitmen untuk menggunakan seluruh hak hukum yang tersedia guna memastikan perkara ini diperiksa secara objektif dan berbasis fakta, serta membuktikan bahwa kasus ini murni sengketa bisnis, bukan kejahatan pidana. (Icha?

HUAWEI nova 14 Pro Hadirkan Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

0

Telko.id – Huawei kembali menggebrak pasar smartphone tanah air dengan meluncurkan HUAWEI nova 14 Pro, perangkat terbaru yang membawa teknologi fotografi kelas atas ke segmen menengah.

Smartphone ini resmi dipasarkan di Indonesia dengan periode penjualan perdana (first sale) mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2026. Mengusung banderol harga Rp8.499.000, perangkat ini menawarkan kombinasi teknologi Ultra Chroma Camera dan fitur dual front camera yang biasanya hanya ditemukan pada seri flagship.

Peluncuran ini menegaskan komitmen Huawei dalam menghadirkan inovasi fotografi mobile yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna. Selama periode penjualan perdana, konsumen dimanjakan dengan berbagai keuntungan eksklusif.

Total benefit yang ditawarkan mencapai Rp4,5 juta, mencakup bonus HUAWEI WATCH FIT 4 Pro senilai Rp2,9 juta, layanan proteksi HUAWEI Care+ selama satu tahun, serta perpanjangan masa garansi. Penawaran ini tersedia secara terbatas bagi konsumen yang melakukan pembelian di saluran resmi baik daring maupun luring.

HUAWEI nova 14 Pro hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan perangkat dengan estetika tinggi namun tetap bertenaga.

Tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Crystal Blue dan Black, ponsel ini menonjolkan desain premium. Varian Crystal Blue khususnya, tampil sebagai warna unggulan dengan sentuhan Ice Crystal Texture yang memberikan efek visual berkilau, menjadikannya sebuah pernyataan gaya bagi penggunanya.

Teknologi Kamera Ultra Chroma untuk Warna Lebih Hidup

Daya tarik utama dari HUAWEI nova 14 Pro terletak pada sektor fotografi yang membawa spesifikasi mengesankan. Huawei menyematkan teknologi True-to-Life Color Ultra Chroma Camera yang diklaim mampu menghasilkan gambar dengan akurasi warna tingkat tinggi.

Dukungan spektrum warna hingga 1.500.000 spectral channels memungkinkan kamera menangkap nuansa visual yang lebih hidup dan nyaris identik dengan objek aslinya, memberikan pengalaman fotografi yang imersif tanpa perlu proses penyuntingan yang rumit.

Content image for article: HUAWEI nova 14 Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

Kamera utama perangkat ini memiliki resolusi 50MP dengan sensor RYYB yang terkenal sensitif terhadap cahaya. Keunggulan teknis ini dipadukan dengan fitur optical adjustable aperture yang memiliki rentang bukaan lensa F1.4 hingga F4.0.

Teknologi bukaan fisik ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk mengatur masuknya cahaya dan kedalaman bidang (depth of field) secara optikal, sebuah fitur yang sebelumnya menjadi ciri khas seri P atau Mate.

Dukungan stabilisasi ganda melalui OIS (Optical Image Stabilization) dan AIS (AI Image Stabilization) memastikan hasil foto tetap tajam dan jernih, bahkan dalam kondisi pencahayaan minim atau malam hari.

Bagi penggemar fotografi jarak jauh atau portrait, HUAWEI nova 14 Pro dilengkapi dengan lensa Telephoto 12MP. Lensa ini mendukung kemampuan 3x optical zoom, memungkinkan pengambilan gambar subjek dari jarak jauh tanpa mengorbankan detail.

Fitur ini sangat berguna untuk Harga Terbaru fotografi jalanan (street photography) di mana komposisi dan ketajaman tetap terjaga meski memotret dari kejauhan.

Content image for article: HUAWEI nova 14 Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

Fleksibilitas kamera belakang semakin lengkap dengan kehadiran lensa Ultra-Wide Macro beresolusi 8MP. Lensa ini memiliki sudut pandang luas hingga 112 derajat, ideal untuk memotret pemandangan atau arsitektur megah.

Tidak hanya itu, kemampuan makro dengan jarak fokus sedekat 2 cm memungkinkan pengguna mengeksplorasi detail objek kecil, seperti tekstur kelopak bunga atau butiran air, dengan presisi yang tinggi.

Untuk menangkap momen yang bergerak cepat, Huawei membenamkan teknologi Ultra Speed Snapshot. Dengan jeda bidikan yang sangat singkat, hanya 21 milidetik, kamera ini mampu membekukan gerakan objek dinamis seperti hewan peliharaan yang berlari atau hiruk-pikuk suasana kota dengan minim efek blur. Fitur ini menjadikan nova 14 Pro andalan yang solid untuk genre fotografi candid.

Content image for article: HUAWEI nova 14 Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera Flagship Harga 8 Jutaan

Selfie Sempurna dengan Dual Front Camera

Beralih ke sisi depan, HUAWEI nova 14 Pro memanjakan para pencinta swafoto dengan konfigurasi 50MP Front Ultra Portrait Dual Camera. Kombinasi dua lensa di bagian depan ini dirancang untuk menghasilkan foto potret yang flawless dan natural.

Lensa utama 50MP bekerja harmonis dengan lensa 8MP Close-Up Portrait untuk memberikan detail wajah yang tajam serta komposisi yang proporsional.

Salah satu fitur menonjol pada kamera depan ini adalah kemampuan zoom yang fleksibel, mulai dari 0.8x hingga 5x. Rentang zoom ini memberikan kebebasan dalam membingkai foto, mulai dari group selfie (wefie) yang luas hingga potret close-up yang menampilkan detail riasan wajah.

Kedua kamera depan ini juga mampu menghasilkan efek bokeh yang halus, warna kulit yang natural, serta pencahayaan yang seimbang berkat sistem fokus presisi dan teknologi pencitraan canggih.

Pengguna dapat langsung mengunggah hasil foto ke media sosial tanpa perlu repot melakukan penyuntingan tambahan. Kemampuan AI pada kamera depan memastikan setiap sudut pengambilan gambar terlihat optimal, meningkatkan kepercayaan diri pengguna baik saat mendokumentasikan momen santai maupun acara formal.

Performa Baterai dan Pengisian Daya Turbo

Mendukung segala aktivitas fotografi dan penggunaan harian yang intens, HUAWEI nova 14 Pro dibekali dengan baterai berkapasitas besar, yakni 5500mAh.

Kapasitas ini dirancang untuk memberikan ketahanan daya sepanjang hari, membuat pengguna bebas dari rasa khawatir (worry-free) saat beraktivitas di luar ruangan, melakukan pertemuan daring, atau menikmati hiburan multimedia dalam perjalanan jauh.

Ketika daya baterai menipis, teknologi pengisian cepat 100W HUAWEI SuperCharge Turbo siap mengembalikan energi perangkat dalam waktu singkat. Efisiensi pengisian daya ini menjadi solusi praktis bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu proses charging.

Sektor daya ini memang menjadi fokus Huawei untuk bersaing dengan kompetitor, bahkan jika dibandingkan dengan perangkat lain di Sektor Baterai kelas atas.

Ketersediaan dan Saluran Penjualan

HUAWEI nova 14 Pro sudah dapat dipesan melalui berbagai saluran penjualan resmi. Bagi konsumen yang lebih menyukai belanja daring, perangkat ini tersedia di HUAWEI Store serta berbagai e-commerce terkemuka seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, erafone.com, eraspace, dan Datascrip Mall.ID.

Sementara itu, pembelian secara luring dapat dilakukan di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Urban Republic, Digiplus, dan mitra ritel resmi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kehadiran HUAWEI nova 14 Pro dengan segala fitur canggihnya diharapkan dapat menjadi standar baru bagi smartphone di kelas harga 8 jutaan.

Dengan perpaduan desain stylish, kamera sekelas flagship, dan performa baterai yang tangguh, perangkat ini siap bersaing menjadi Gadget Terbaik pilihan konsumen di awal tahun 2026.

Periode promo first sale yang berlangsung hingga akhir Februari memberikan kesempatan emas bagi konsumen untuk mendapatkan nilai lebih dari pembelian perangkat ini. (Icha)

Indonesia Digital Outlook 2026: Industri Telekomunikasi Desak Reformasi Regulasi

0

Telko.id – Forum tahunan Indonesia Digital Outlook 2026 resmi digelar di Jakarta, membawa pesan mendesak bagi pemangku kepentingan di sektor teknologi dan komunikasi tanah air.

Dalam acara yang mengusung tema From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Digital Future tersebut, para pakar, regulator, dan pelaku industri sepakat menyoroti kondisi krusial yang tengah dihadapi industri telekomunikasi nasional.

Fokus utama diskusi tertuju pada perlunya reformasi regulasi yang konkret untuk menyelamatkan ekosistem digital yang dinilai sedang mengalami tekanan berat di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur yang masif.

Penyelenggaraan forum ini menjadi momentum penting karena mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari regulator, ekonom, asosiasi industri, hingga pelaku bisnis digital. Indra Khairuddin, Editor-in-Chief Teknobuzz sekaligus Ketua Penyelenggara, dalam pembukaannya menegaskan bahwa industri telekomunikasi saat ini tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Ia menggambarkan situasi industri penopang transformasi digital ini seperti sedang mengalami “sesak napas” akibat himpitan beban regulasi dan persaingan global yang tidak seimbang.

Menurut Indra, penurunan margin usaha yang terus terjadi berbanding terbalik dengan kewajiban operator untuk terus menggelar infrastruktur.

Ia menekankan bahwa forum ini tidak dirancang untuk sekadar menghasilkan diskusi normatif di atas kertas, melainkan menuntut adanya praktik nyata di lapangan. Regulasi diharapkan dapat bertransformasi menjadi insentif yang mendorong pertumbuhan, bukan justru menjadi beban biaya tambahan yang menghambat inovasi dan investasi jangka panjang, seperti penerapan Green Digital Economy.

Paradoks Produktivitas Digital

Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah fenomena “paradoks produktivitas digital” yang dipaparkan oleh Peneliti Ekonomi dari CELIOS, Dyah Ayu. Dalam sesi panel utama, Dyah menjelaskan anomali yang terjadi di pasar Indonesia, di mana lonjakan konsumsi data oleh masyarakat tidak berbanding lurus dengan kesehatan finansial operator telekomunikasi.

Penggunaan data meningkat pesat seiring dengan adopsi gaya hidup digital, namun keuntungan operator justru tergerus.

Dyah menguraikan bahwa penyebab utama dari paradoks ini adalah beban biaya regulasi yang tinggi serta kompetisi yang tidak simetris dengan platform digital global (Over-the-Top).

Operator lokal harus menanggung biaya infrastruktur yang berat, sementara platform global menikmati lalu lintas data tanpa beban regulasi yang setara. Ia memperingatkan bahwa ambisi besar negara terkait teknologi canggih, seperti tren AI dan konsep Smart City, akan sulit terwujud jika fondasi utamanya rapuh.

“Kita tidak bisa bicara tentang AI atau Smart City jika pipa penyalurnya, yaitu operator telekomunikasi sedang sesak napas secara finansial. Reformasi biaya frekuensi dan regulasi adalah kunci agar industri kembali sehat,” tegas Dyah.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kesehatan finansial operator adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan ekosistem digital nasional.

Pemerintah Siapkan Regulasi Adaptif

Menanggapi keluhan dari para pelaku industri, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI, mengungkapkan bahwa pihaknya menyadari tantangan berat yang dihadapi industri dan tengah menggodok kebijakan regulasi yang lebih adaptif.

Fokus pemerintah saat ini adalah membangun ekosistem yang terhubung, terjaga, dan mampu menarik investasi asing.

Sonny menjelaskan bahwa kebijakan baru nantinya akan mencakup insentif untuk infrastruktur hijau, penurunan biaya struktural, serta penguatan kedaulatan data melalui implementasi penuh Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Ia juga membandingkan daya tarik investasi Indonesia dengan India, di mana biaya modal (cost of capital) dan kepastian regulasi menjadi faktor penentu utama bagi investor global. Tanpa kepastian hukum dan biaya yang kompetitif, kapital tidak akan masuk secara signifikan ke Indonesia.

Pemerintah menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai sekitar 8 persen harus dijaga momentumnya. Oleh karena itu, penurunan hambatan struktural menjadi prioritas agar iklim investasi tetap sehat.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah ketidakpastian yang pernah terjadi di masa lalu terkait perubahan struktur pengawas, seperti dampak regulasi yang signifikan bagi keberlangsungan industri.

Konektivitas sebagai Tulang Punggung

Dari sisi pelaku usaha, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, mengingatkan kembali peran fundamental operator seluler.

Ia menegaskan bahwa operator memegang peran strategis sebagai penyedia konektivitas (connectivity). Tanpa adanya jaringan yang andal, seluruh inovasi digital, layanan publik, hingga transaksi ekonomi digital tidak akan dapat berjalan.

Merza menyoroti bahwa pendapatan operator belakangan ini sedang menurun, namun kewajiban investasi untuk pemeliharaan dan pembangunan jaringan terus berjalan setiap tahun.

Ia mengkritik regulasi saat ini yang dinilai terlalu ketat dan cenderung berorientasi pada penerimaan negara semata (PNBP), tanpa mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang industri telekomunikasi itu sendiri.

Menurutnya, regulasi yang tepat seharusnya memberikan ruang napas bagi operator untuk tetap bisa memberikan layanan terbaik.

Data Center dan Tantangan Infrastruktur

Selain isu telekomunikasi, forum Indonesia Digital Outlook 2026 juga membahas peran strategis industri pusat data (data center).

Hendra Suryakusuma, Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), menyebut data center sebagai hulu dari ekonomi digital. Dengan populasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 210 juta orang dan status Indonesia sebagai pasar terbesar TikTok di kawasan dengan 120 juta pengguna, kebutuhan akan penyimpanan data lokal melonjak drastis.

Kapasitas data center nasional tercatat telah meningkat menjadi 510 MW dalam enam tahun terakhir, dengan potensi ekonomi mencapai Rp1,7 triliun per bulan. Hendra menegaskan bahwa tanpa data center yang kuat di dalam negeri, Indonesia hanya akan menjadi pasar konsumen bagi layanan luar negeri. Hal ini sejalan dengan prediksi ekonomi digital yang terus tumbuh positif di tahun-tahun mendatang.

Namun, Teguh Prasetya dari MASTEL mengingatkan bahwa pengembangan sektor ini masih menghadapi tantangan struktural. Ketersediaan lahan strategis, pasokan listrik yang stabil, dan akses air yang memadai masih menjadi hambatan (bottleneck).

Selain itu, kesenjangan talenta digital dan rendahnya adopsi otomatisasi AI di industri nasional juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar industri lokal bisa lebih kompetitif. Pertumbuhan infrastruktur ini juga sangat bergantung pada pasar smartphone yang terus berkembang di Indonesia.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan White Paper berisi rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan langsung kepada pemerintah.

Dokumen ini bertujuan untuk memastikan visi Indonesia Digital 2045 tetap berada di jalur yang tepat, dengan menempatkan kesehatan industri telekomunikasi sebagai prioritas utama demi tercapainya kedaulatan digital nasional. (Icha)

ATSI Desak Pemerintah Tata Ulang Regulasi Telekomunikasi Demi Keadilan Industri

0

Telko.id – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) secara resmi mendesak pemerintah untuk segera melakukan penataan ulang terhadap regulasi di sektor telekomunikasi dan ekonomi digital.

Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat, mengingat adanya ketimpangan yang semakin lebar antara beban kewajiban yang ditanggung operator seluler dengan manfaat bisnis yang diperoleh.

Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, menyoroti urgensi penerapan prinsip balancing of distribution atau keseimbangan distribusi.

Menurutnya, lanskap industri saat ini telah bergeser drastis, namun regulasi yang berlaku belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan tersebut, sehingga menciptakan beban yang tidak proporsional bagi penyelenggara jaringan.

Pernyataan keras ini disampaikan Merza di sela-sela acara Indonesia Digital Outlook 2026 yang mengusung tema “From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Sustainable Digital Future” yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Forum ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan masa depan digital Indonesia yang berkelanjutan.

Merza mengungkapkan adanya anomali dalam struktur industri saat ini. Ia menilai terjadi ketidakadilan di mana pihak yang memikul kewajiban regulasi dan infrastruktur paling besar, yakni operator telekomunikasi, justru mendapatkan porsi manfaat ekonomi yang kian mengecil.

Sebaliknya, pemain digital baru atau penyedia layanan Over-The-Top (OTT) seringkali menikmati keuntungan finansial yang masif tanpa dibebani kewajiban regulasi yang setara.

“Industri telekomunikasi sudah berkembang. Perlu ada keseimbangan antara pemain yang membayar kewajiban dan pemain yang mendapatkan manfaat. Jangan sampai yang bayar besar manfaatnya kecil, sementara yang bayar kecil manfaatnya justru besar,” tegas Merza memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar saat ini.

Sorotan Tajam pada Rumusan BHP Frekuensi

Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan ATSI adalah skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya terkait Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.

Beban biaya ini dinilai menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar yang menekan kesehatan finansial operator.

Merza menjelaskan bahwa formula penghitungan BHP frekuensi yang digunakan pemerintah saat ini masih mengacu pada parameter lama yang sudah tidak relevan dengan realitas teknologi dan pasar. Ia mencontohkan indeks harga per megahertz yang masih merujuk pada Peraturan Menteri tahun 2010.

Lebih jauh, ia mengkritisi faktor keekonomian dalam rumus tersebut yang masih menempatkan layanan suara (voice) sebagai komponen dominan.

Padahal, secara faktual, perilaku konsumen telah berubah total. Layanan suara kini hampir tidak memiliki nilai komersial signifikan karena telah tergantikan oleh layanan data dan aplikasi pesan instan berbasis internet.

Penggunaan spektrum frekuensi kini lebih dioptimalkan untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya operator dalam meningkatkan kualitas Layanan 4G dan 5G di tanah air. Ketidaksesuaian parameter hitung ini membuat beban operator menjadi tidak efisien.

“Kami selalu mengusulkan agar kajian ini ditinjau ulang. Ada faktor-faktor yang mungkin perlu dicoret karena teknologinya sudah berubah. Kita harus melihat realita bahwa spektrum sekarang digunakan untuk apa,” tambah Merza menekankan perlunya revisi regulasi yang berbasis pada kondisi aktual penggunaan spektrum.

Optimalisasi spektrum memang menjadi agenda penting industri. Sebelumnya, berbagai operator telah melakukan Refarming Frekuensi untuk menata ulang alokasi pita jaringan agar lebih efisien.

Namun, tanpa dukungan regulasi biaya yang adil, upaya teknis tersebut tidak akan berdampak maksimal pada keberlanjutan bisnis operator.

Tantangan Infrastruktur dan Izin Daerah

Selain isu biaya frekuensi, ATSI juga menanggapi perdebatan mengenai harga layanan internet di Indonesia. Merza memberikan klasifikasi tegas bahwa harga internet seluler di Indonesia sebenarnya sudah sangat kompetitif, bahkan tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, terutama untuk cakupan wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Namun, tantangan berbeda dihadapi pada sektor layanan fixed line atau internet kabel. Pemerataan kualitas di daerah luar perkotaan masih menemui kendala besar.

Masalah utamanya bukan sekadar kemampuan investasi operator, melainkan kerumitan birokrasi dan perizinan dalam penggelaran kabel serat optik.

Merza menyebutkan bahwa proses menggelar infrastruktur lintas kota seringkali terhambat oleh kebijakan pemerintah daerah yang berbeda-beda. Hal ini menciptakan ketidakpastian biaya dan waktu bagi operator yang ingin melakukan ekspansi jaringan.

“Masalah deployment infrastruktur itu panjang ceritanya. Mulai dari jarak, biaya investasi, hingga perizinan melintas antar-kota yang berbeda-beda kebijakannya,” jelas Merza.

Tantangan ini tentu berdampak pada performa keuangan perusahaan, di mana operator harus tetap menjaga profitabilitas dan bahkan membagikan Dividen Tambahan kepada pemegang saham di tengah tingginya biaya operasional.

Sebagai langkah konkret untuk mengatasi hambatan birokrasi tersebut, ATSI baru saja melakukan pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dialog ini bertujuan untuk mencari solusi terpadu atas masalah perizinan di daerah, sehingga percepatan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia dapat terealisasi tanpa hambatan administratif yang berlarut-larut. (Icha)

Schneider Electric Resmi Jadi Mitra Teknologi Energi McLaren Racing

Telko.id – McLaren Racing dan Schneider Electric secara resmi mengumumkan kesepakatan strategis baru yang menempatkan perusahaan manajemen energi global tersebut sebagai Mitra Teknologi Energi resmi bagi tim balap legendaris asal Inggris ini.

Pengumuman yang disampaikan dari London pada 29 Januari 2026 ini menandai babak baru dalam kolaborasi kedua perusahaan untuk menghadirkan efisiensi dan performa tinggi di lintasan balap maupun fasilitas operasional.

Kemitraan strategis ini mencakup lingkup yang sangat luas dalam ekosistem balap McLaren. Schneider Electric tidak hanya mendukung satu tim, melainkan terlibat langsung dengan McLaren Mastercard Formula 1 Team, Arrow McLaren IndyCar Team, McLaren F1 Academy, hingga tim balap ketahanan McLaren United Autosports WEC Hypercar.

Langkah ini menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam mengintegrasikan teknologi energi canggih di berbagai disiplin balap mobil kelas dunia.

Melalui kolaborasi ini, Schneider Electric dan McLaren Racing akan menyatukan keahlian mereka untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi energi yang mampu mendukung performa puncak di lingkungan yang sangat menantang.

Fokus utama kerja sama ini adalah penyediaan solusi tenaga yang andal, tidak hanya di sirkuit balap di seluruh dunia tempat tim berkompetisi, tetapi juga di markas besar McLaren Technology Centre yang berlokasi di Woking, Inggris.

Sinergi ini didasari oleh kesamaan budaya perusahaan yang berakar pada pemanfaatan kecerdasan data, percepatan inovasi, serta keunggulan rekayasa teknologi atau engineering.

Fokus pada Efisiensi dan Teknologi Digital Twin

Hubungan antara Schneider Electric dan McLaren Racing sejatinya bukanlah hal baru. Kedua entitas ini akan melanjutkan kemitraan jangka panjang yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun, di mana Schneider Electric bertindak sebagai pemasok teknologi energi.

Dalam fase baru ini, kedua belah pihak menajamkan fokus pada penyelesaian tantangan energi di lingkungan yang menuntut keandalan dan kinerja konsisten tanpa kompromi.

Salah satu aspek krusial dari kemitraan ini adalah optimalisasi berbagai aset fasilitas milik McLaren Racing. Ini mencakup infrastruktur vital seperti terowongan angin (wind tunnel), fasilitas pabrik manufaktur, hingga pusat data dan teknologi informasi.

Pengelolaan pusat data yang efisien menjadi sangat relevan, mengingat pentingnya Studi Global terkait data dalam strategi balap modern.

Inisiatif ini akan dijalankan melalui penerapan sistem yang andal guna mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Selain itu, kedua perusahaan mendorong elektrifikasi melalui solusi teknologi energi canggih serta pemanfaatan teknologi digital twin.

Teknologi kembaran digital ini akan digunakan untuk menghasilkan informasi mendalam yang berguna dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan, sebuah langkah yang sejalan dengan visi Industri Tangguh di masa depan.

Komitmen Pimpinan Kedua Perusahaan

Zak Brown, CEO McLaren Racing, menyambut baik peningkatan status kemitraan ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini dibangun di atas fondasi kuat yang mencerminkan komitmen bersama terhadap inovasi.

“Kami bangga menyambut Schneider Electric sebagai Mitra Teknologi Energi Resmi dari McLaren Racing. Kemitraan ini dibangun di atas fondasi yang kuat dan mencerminkan komitmen bersama kami terhadap inovasi dan efisiensi energi,” ujar Zak Brown.

Ia menambahkan bahwa dengan menggabungkan keahlian Schneider Electric di bidang teknologi energi dan upaya McLaren dalam memberikan performa terbaik, mereka akan mengeksplorasi berbagai pendekatan baru untuk membuat operasional tim semakin cerdas dan efisien.

Senada dengan Brown, Olivier Blum selaku CEO Schneider Electric menyoroti betapa uniknya dunia balap sebagai tempat pembuktian teknologi. Menurutnya, dunia balap merupakan salah satu lingkungan paling menantang untuk mendemonstrasikan nilai dari solusi teknologi energi dan digital yang canggih.

“McLaren Racing mendorong setiap sistem hingga batas maksimal, dan di situlah keahlian kami dalam hal performa, keandalan, dan efisiensi benar-benar memberikan dampak nyata. Kami bangga menjadi mitra teknologi energi resmi untuk McLaren Racing, dengan menghadirkan kecerdasan energi yang dapat diandalkan, baik di dalam maupun di luar lintasan balap,” ungkap Olivier Blum.

Kerja sama ini diharapkan dapat menetapkan standar baru dalam manajemen energi di dunia olahraga otomotif, membuktikan bahwa performa tinggi di lintasan dapat berjalan beriringan dengan efisiensi energi dan keberlanjutan operasional. (Icha)

3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

0

Telko.id – Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup aktif, penggunaan perangkat wearable berbasis data kini menjadi kebutuhan esensial.

Garmin, sebagai pemimpin teknologi GPS dan perangkat wearable, terus memperkuat ekosistemnya melalui aplikasi pendamping Garmin Connect.

Aplikasi ini dirancang untuk memantau aktivitas, kesehatan, dan performa olahraga secara komprehensif. Namun, masih banyak pengguna yang belum menyadari keberadaan fitur-fitur tersembunyi yang dapat memaksimalkan potensi latihan mereka.

Garmin Connect menawarkan lebih dari sekadar pencatatan data dasar. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur canggih yang dapat diakses secara gratis dan terintegrasi dengan berbagai lini Smartwatch Garmin, mulai dari seri Forerunner, Venu, vívoactive, fēnix, hingga epix.

Fitur-fitur ini dirancang khusus untuk membantu pengguna berlatih lebih cerdas, menjaga konsistensi, serta meminimalkan risiko cedera yang sering menghantui para pegiat olahraga.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menegaskan bahwa perangkat jam tangan pintar saat ini bukan sekadar aksesoris.

Melalui ekosistem yang dibangun, Garmin ingin membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik.

“Garmin tidak hanya menghadirkan perangkat, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik dan berlatih secara lebih terarah. Melalui Garmin Connect, kami ingin setiap pengguna, baik pemula maupun atlet berpengalaman, dapat merasakan manfaat teknologi Garmin secara maksimal,” ujar Chandrawidhi.

Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

Bagi Anda yang ingin meningkatkan kualitas latihan, berikut adalah tiga fitur tersembunyi di Garmin Connect yang wajib dicoba untuk mendukung aktivitas kebugaran sehari-hari.

1. Garmin Coach: Latihan Adaptif dengan Pelatih Virtual

Memulai program latihan, khususnya lari, sering kali membingungkan bagi pemula. Banyak yang terkendala dalam menentukan frekuensi latihan, jarak tempuh yang aman, hingga cara meningkatkan intensitas tanpa membebani tubuh.

Untuk menjawab tantangan ini, Garmin menyediakan fitur Garmin Coach yang dapat diakses tanpa biaya tambahan.

Garmin Coach berfungsi sebagai program latihan adaptif yang menghadirkan pengalaman memiliki pelatih virtual profesional. Pengguna dapat memilih program yang sesuai dengan tujuan mereka, seperti Garmin Run Coach, Garmin Cycling Coach, Garmin Triathlon Coach, atau Garmin Fitness Coach. Keunggulan utama dari fitur ini adalah sifatnya yang dinamis.

Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

Berbeda dengan rencana latihan statis konvensional, Garmin Coach menyesuaikan jadwal berdasarkan metrik performa dan pemulihan pengguna. Jika pengguna melewatkan satu sesi latihan, sistem akan secara otomatis menyesuaikan jadwal berikutnya agar tetap realistis dan aman untuk diikuti. Hal ini memastikan progres latihan tetap berjalan tanpa risiko overtraining.

Fitur ini juga memanfaatkan data biometrik yang direkam oleh perangkat, seperti detak jantung, pace, dan VO2 Max. Dengan integrasi data ini, rekomendasi latihan menjadi sangat personal, seolah-olah pengguna didampingi oleh pelatih pribadi di pergelangan tangan.

Pengguna bahkan dapat memilih pelatih favorit mereka, seperti Coach Jeff, Amy, atau Greg, untuk memandu target lari mulai dari 5K, 10K, hingga 21K.

Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

Langkah mudah mengaktifkan Garmin Coach:

  • Buka menu More/Lainnya di aplikasi Garmin Connect.
  • Pilih menu Training & Planning.
  • Klik opsi Garmin Coach.
  • Tentukan target jarak (misalnya 5K atau 10K) dan pilih pelatih favorit.
  • Sinkronkan dengan jam tangan Garmin agar jadwal latihan muncul di perangkat.

2. Gear Tracking: Manajemen Perlengkapan untuk Cegah Cedera

Cedera ringan seperti nyeri lutut atau tumit sering dianggap hal biasa, padahal kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh penggunaan perlengkapan yang sudah tidak layak pakai.

Sepatu lari, misalnya, memiliki masa pakai optimal antara 500 hingga 800 kilometer. Melewati batas ini dapat mengurangi daya redam sepatu dan meningkatkan risiko cedera pada penggunanya.

Garmin Connect menghadirkan solusi melalui fitur Gear Tracking. Fitur ini memungkinkan pengguna melacak jarak tempuh atau masa pakai perlengkapan olahraga secara otomatis.

Pengguna yang memiliki Lily 2 Active atau seri lainnya dapat mendaftarkan sepatu mereka ke dalam aplikasi untuk memantau akumulasi jarak tempuh.

Dalam fitur ini, pengguna dapat mengatur batas maksimum jarak (Max Distance) untuk setiap perlengkapan. Ketika sepatu atau perlengkapan lain telah mencapai batas yang ditentukan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi pengingat.

Hal ini menjadi sinyal bagi pengguna untuk mempertimbangkan penggantian sepatu atau melakukan perawatan, sehingga performa latihan tetap terjaga dan risiko cedera dapat diminimalisir.

Cara mengaktifkan Gear Tracking:

  • Masuk ke menu More/Lainnya di Garmin Connect.
  • Pilih menu Gear (Perlengkapan).
  • Tekan ikon Tambah (+) untuk memasukkan detail sepatu atau alat lainnya.
  • Tentukan batas Max Distance (contoh: 600 km).
  • Aktifkan opsi Automatically Add to… agar setiap aktivitas otomatis terhitung pada perlengkapan tersebut.

3. Insights: Komparasi Data Global untuk Motivasi Ekstra

Selain memantau perkembangan diri sendiri, melihat posisi kebugaran dibandingkan orang lain dapat menjadi motivasi tersendiri. Fitur Insights di Garmin Connect memungkinkan pengguna membandingkan data aktivitas mereka dengan jutaan pengguna Garmin lain di seluruh dunia yang memiliki profil usia dan jenis kelamin serupa.

Data yang dibandingkan mencakup berbagai metrik penting, seperti jarak lari, jumlah langkah harian, hingga durasi tidur.

Hasil perbandingan ini disajikan dalam bentuk grafik batang yang mudah dipahami, menunjukkan apakah pengguna berada di level rata-rata, di atas rata-rata, atau bahkan masuk dalam kategori Superior (Top 10%).

Fitur ini tidak hanya sekadar menampilkan angka, tetapi dirancang untuk mendorong konsistensi gaya hidup aktif. Dengan mengetahui posisi kebugaran mereka dalam komunitas global, pengguna dapat menetapkan target yang lebih realistis dan terukur.

Pemantauan ini juga dapat dikombinasikan dengan fitur pemantau Sinyal Tubuh untuk memastikan tubuh tetap dalam kondisi prima saat mengejar target tersebut.

Cara mengakses fitur Insights:

  • Buka menu More/Lainnya di aplikasi Garmin Connect.
  • Pilih menu Insights.
  • Analisis grafik perbandingan untuk melihat posisi performa Anda.

Melalui integrasi ketiga fitur ini, Garmin berharap pengguna dapat mengubah data mentah menjadi panduan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup. Aplikasi Garmin Connect sendiri tersedia secara gratis di App Store dan Google Play, serta terus mendapatkan pembaruan untuk mendukung ekosistem gaya hidup sehat yang lebih baik. (Icha)

Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Kredivo Jadi Rp3 Triliun

0

Telko.id – PT Bank DBS Indonesia secara resmi mengumumkan langkah strategis pada awal tahun 2026 dengan meningkatkan pendanaan channeling kepada Kredivo. Nilai pendanaan tersebut kini ditingkatkan menjadi Rp3 triliun.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kedua belah pihak dalam memperluas akses pembiayaan digital di Indonesia, sekaligus merespons tingginya permintaan pasar terhadap layanan kredit yang fleksibel dan terjangkau.

Kerja sama antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo ini bukanlah hal baru. Kemitraan strategis ini telah terjalin selama lebih dari setengah dekade, yang membuktikan efektivitas kolaborasi antara institusi perbankan konvensional dan platform kredit digital.

Peningkatan limit pendanaan ini juga mencerminkan kepercayaan perbankan terhadap model bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) yang dijalankan secara bertanggung jawab dan terukur.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat urgensi dari ekspansi pembiayaan ini. Tercatat pada November 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 68,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai angka Rp11,24 triliun.

Tren positif ini menjadi landasan kuat bagi Bank DBS Indonesia untuk memperkuat ekosistem kredit ritel mereka melalui mitra tepercaya.

Di tengah pertumbuhan industri keuangan digital yang pesat, performa positif juga terlihat dari berbagai pemain di sektor ini, seperti Laba SeaBank yang terus menanjak, menandakan sehatnya ekosistem finansial digital di Tanah Air.

Rekam Jejak Pertumbuhan Pendanaan

Sejarah kolaborasi kedua entitas ini menunjukkan grafik yang terus menanjak sejak dimulai pada tahun 2020. Pada tahap awal kerja sama, limit pendanaan yang diberikan berada di angka Rp300 miliar.

Seiring dengan performa penyaluran kredit yang sehat dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, angka tersebut terus bertambah secara bertahap.

Pada tahun 2021, pendanaan meningkat menjadi Rp500 miliar dan kemudian menyentuh Rp1 triliun. Tren kenaikan berlanjut pada tahun 2022 dengan angka mencapai Rp2 triliun, hingga akhirnya menyentuh Rp3 triliun pada akhir tahun 2025 untuk menyongsong tahun 2026.

Lonjakan pendanaan ini tidak hanya mencerminkan konsistensi kinerja Kredivo, tetapi juga strategi Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan solusi finansial yang adaptif.

Dukungan pendanaan jumbo dari perbankan kepada sektor potensial juga terlihat pada sektor lain, seperti Kredit BCA yang disalurkan untuk pengembangan infrastruktur digital, menunjukkan pola serupa dalam penguatan ekosistem ekonomi digital nasional.

Melfrida Gultom, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, menegaskan bahwa inovasi bagi DBS bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan jembatan untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah.

Pihaknya sangat antusias melanjutkan kerja sama dengan Kredivo yang konsisten memperluas akses kredit digital.

“Di tengah percepatan transformasi digital di sektor keuangan, kami ingin mendukung masyarakat untuk dapat ‘Live more, Bank less’ dengan memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses, tetapi juga membantu mereka mengelola kebutuhan sehari-hari dengan nyaman, fleksibel, dan praktis,” ujar Melfrida.

Fokus Ekspansi ke Kota Tier 2 dan 3

Tambahan pendanaan sebesar Rp3 triliun ini memiliki target alokasi yang jelas. Kredivo berencana menggunakan amunisi baru ini untuk mendorong ekspansi layanan ke wilayah kota tier 2 dan tier 3.

Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang sangat besar, namun kerap kali masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal dari perbankan konvensional.

Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024, strategi ini terbukti tepat sasaran. Data menunjukkan bahwa 53,6% pengguna Kredivo berasal dari kota tier 2 dan 3.

Angka ini mencerminkan tingginya tingkat adopsi serta kebutuhan masyarakat di daerah tersebut terhadap alternatif pembiayaan digital. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjangkau 20 juta pengguna di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Kebutuhan akan akses dana cepat dan praktis di berbagai lapisan masyarakat juga memicu hadirnya solusi lain seperti Pinjaman Cepat dari berbagai platform digital bank, yang melengkapi lanskap inklusi keuangan saat ini.

Umang Rustagi, Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan berkelanjutan yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia.

Ia menilai momentum pendanaan di awal 2026 ini sangat krusial untuk menjawab permintaan kredit yang sedang meningkat.

“Pendanaan yang dilakukan di awal 2026 ini kami harap dapat menjadi dorongan yang tepat ketika permintaan kredit digital meningkat, terutama di kota tier 2 dan 3 yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Dengan dukungan pendanaan ini, kami dapat mempercepat ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ungkap Umang.

Melalui pendanaan yang lebih besar, prioritas utama adalah penyediaan akses kredit yang aman, mudah, dan terjangkau. Cakupan pembiayaan tidak hanya terbatas pada kebutuhan konsumtif harian, tetapi juga meluas ke sektor esensial seperti kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan produktif.

Kolaborasi yang telah berjalan hampir enam tahun antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo ini menjadi bukti nyata peran strategis sinergi antara bank dan fintech.

Dengan penyaluran kredit yang terukur dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kemitraan ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital serta inklusi keuangan yang merata di seluruh pelosok negeri. (Icha)

realme P4 Power 5G Rilis: Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia

0

Telko.id – realme Global secara resmi memperkenalkan perangkat terbarunya, realme P4 Power 5G, dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Shenzhen, Tiongkok.

Smartphone ini mencatatkan sejarah baru sebagai perangkat produksi massal pertama di dunia yang dibekali baterai berkapasitas 10.001mAh.

Kehadiran perangkat ini menjadi penanda dimulainya era baru kapasitas baterai jumbo dalam industri seluler, menawarkan solusi daya tahan ultra-panjang bagi pengguna modern.

Peluncuran yang berlangsung pada 29 Januari 2026 ini menyoroti terobosan teknologi yang dibawa oleh realme melalui Titan Battery. Inovasi ini tidak hanya menawarkan kapasitas masif, tetapi juga memadukan performa tinggi setara flagship dengan desain estetis yang berani.

realme P4 Power 5G dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan ketahanan baterai ekstrem tanpa harus mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Sebagai evolusi paling ambisius dalam lini P Series, smartphone ini membawa identitas visual unik yang disebut Visible Power Design. realme berupaya menggabungkan spesifikasi teknis yang gahar dengan tampilan yang relevan bagi generasi muda.

Langkah ini mempertegas posisi perusahaan dalam mendisrupsi pasar dan menetapkan standar baru untuk keandalan sebuah perangkat seluler di tengah persaingan HP 5G terbaik saat ini.

Revolusi Titan Battery: Kapasitas dan Keamanan Ekstrem

Fitur utama yang menjadi sorotan pada realme P4 Power 5G adalah Titan Battery berkapasitas 10.001mAh. Kapasitas ini hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan standar baterai smartphone pada umumnya yang beredar di pasaran.

Dengan daya sebesar ini, perangkat mampu mengakomodasi kebutuhan penggunaan berat maupun aktivitas harian yang intens tanpa kekhawatiran kehabisan daya di tengah jalan.

Content image for article: realme P4 Power 5G Rilis: Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia

Meskipun mengusung kapasitas baterai yang sangat besar, realme berhasil mempertahankan profil bodi yang tetap ramping. Smartphone ini memiliki ketebalan hanya 9,08mm dengan bobot 219 gram.

Pencapaian ini dimungkinkan berkat penggunaan teknologi anoda silikon-karbon generasi terbaru serta desain perlindungan C Pack dan F Pack yang canggih.

Teknologi ini memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi dalam ukuran fisik yang lebih ringkas, menciptakan keseimbangan antara daya tahan baterai dan ergonomi.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Titan Battery. Baterai ini telah lolos berbagai pengujian ketat, termasuk uji tekanan datar, overcharging, hingga uji jatuh.

Berkat ketangguhannya, realme P4 Power 5G menjadi smartphone pertama di kelas 10.000mAh yang meraih sertifikasi TÜV Five Star Battery Safety. Baterai ini juga dirancang untuk beroperasi stabil pada rentang suhu ekstrem, mulai dari suhu beku –30°C hingga panas 56°C, menjadikannya andal di berbagai kondisi lingkungan.

Untuk mendukung masa pakai jangka panjang, realme menyematkan sistem manajemen pengisian daya cerdas. Baterai ini mendukung hingga 1.650 siklus pengisian daya dan diklaim mampu mempertahankan kesehatan baterai di atas 80 persen bahkan setelah delapan tahun pemakaian.

Durabilitas ini menjadi standar baru dalam industri, melampaui kemampuan rata-rata baterai smartphone konvensional seperti pada generasi realme 12 Series sebelumnya.

Content image for article: realme P4 Power 5G Rilis: Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia

Pengisian Daya Cepat dan Reverse Charging Tercepat

Kapasitas baterai yang besar sering kali memunculkan kekhawatiran mengenai durasi pengisian daya. Menjawab tantangan tersebut, realme P4 Power 5G dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat 80W.

Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengisi daya baterai hingga 50 persen hanya dalam waktu 36 menit. Kecepatan ini memastikan perangkat dapat segera digunakan kembali meskipun memiliki kapasitas daya yang masif.

Selain mengisi daya sendiri dengan cepat, smartphone ini juga berfungsi sebagai power bank yang sangat mumpuni. realme menyematkan fitur reverse charging 27W, yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia untuk kategori ini.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat lain atau aksesori gadget dengan cepat saat kondisi darurat, menjadikan realme P4 Power 5G sebagai pusat energi portabel yang andal.

Performa Hardware dan Visual Kelas Atas

Beralih ke sektor dapur pacu, realme P4 Power 5G ditenagai oleh chipset Dimensity 7400 Ultra 5G. Prosesor ini dirancang untuk memberikan performa yang powerful namun tetap efisien dalam penggunaan daya.

Kemampuan chipset ini mencakup pengenalan gambar yang lebih cepat, pemrosesan HDR yang ditingkatkan, serta dukungan perekaman video resolusi 4K yang stabil. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman gaming yang mulus dan multitasking tanpa hambatan.

Sektor visual dimanjakan oleh kehadiran layar HyperGlow 4D Curve⁺ AMOLED. Layar ini mendukung refresh rate 144Hz, memberikan kelancaran visual yang superior saat menggulir layar atau bermain game.

Dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 6.500 nits, tampilan layar tetap terlihat jelas, tajam, dan hidup bahkan di bawah paparan sinar matahari langsung.

Dukungan 1,07 miliar warna semakin menyempurnakan pengalaman menonton streaming atau menikmati konten multimedia lainnya.

Desain Transparan dan Ketahanan Fisik

Melanjutkan filosofi desain yang berfokus pada anak muda, realme mengusung konsep Visible Power Design pada perangkat ini. Panel belakang smartphone dibagi menjadi dua area distingtif.

Bagian bawah menggunakan finishing matte yang merepresentasikan kekuatan baterai besar, sementara bagian atas dibuat transparan untuk memperlihatkan struktur sirkuit internal. Desain ini tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Flash Orange dan Power Silver.

Konsep transparansi ini sejalan dengan visi realme untuk membuat teknologi canggih terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh penggunanya. Tidak hanya menonjolkan estetika, bodi smartphone ini juga dirancang dengan ketahanan tinggi.

realme P4 Power 5G dilengkapi dengan perlindungan ArmorShell serta lapisan Corning Gorilla Glass untuk meminimalisir risiko kerusakan akibat benturan atau goresan.

Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP69, IP68, dan IP66, menjamin ketahanan terhadap debu dan air pada tingkat yang sangat tinggi. Fitur tambahan lainnya termasuk audio UltraBoom dengan volume 400 persen untuk suara yang lantang, serta antarmuka realme UI 7.0 terbaru yang menawarkan pengalaman pengguna yang intuitif.

Kombinasi fitur ini menjadikan realme P4 Power 5G sebagai smartphone serba bisa yang tangguh untuk segala kondisi.

Bagi konsumen di Indonesia yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan produk dan layanan terkini, dapat mengunjungi situs resmi realme atau mengikuti akun media sosial resmi mereka. realme terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan bagi pasar Tanah Air. (Icha)

BI Perluas QRIS ke Delapan Negara, Target 17 Miliar Transaksi

0

Telko.id  – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke tingkat internasional. Saat ini, sistem pembayaran digital tersebut telah dapat digunakan di delapan negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan sejumlah negara yang telah mendukung QRIS antara lain Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.

“QRIS akan kami perluas ke 8 negara lain, setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea, India, dan juga Saudi Arabia,” ujar Perry saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang ditayangkan melalui Youtube BI, Rabu (28/1).

Dengan perluasan ini, pemanfaatan QRIS ditargetkan bisa mencapai 17 miliar transaksi sepanjang tahun ini. Dimana, jumlah pengguna bisa mencapai 60 juta.

“Kami akan dorong bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) 17 miliar transaksi digital di 2026 ini. 60 juta pengguna QRIS, diantaranya adalah 45 juta UMKM,” jelas Perry.

Perry juga mengatakan perekonomian akan tumbuh lebih tinggi lagi di tahun ini, dengan target 4,9-5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen. Dengan inflasi terjaga di kisaran 2,5 persen plus 1 persen.

Baca juga:

“Itulah mari optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Berhentilah wait and see, kalau kita terus dengan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut proses finalisasi kerja sama dengan China dan Korea Selatan sudah memasuki tahap lanjut. Hal itu diharapkan bisa mempermudah warga Indonesia yang ingin berlibur ke kedua negara tersebut.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal I kita sudah bisa implementasi dengan China dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih.

Dari sisi target, BI membidik peningkatan signifikan transaksi dan jangkauan QRIS, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Filianingsih menyebut BI menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dan delapan negara mitra untuk layanan lintas batas.

“Kita targetnya 17 miliar transaksi QRIS dan juga 8 negara untuk cross border. Lalu dari sisi supply-nya, 45 juta merchant yang menerima QRIS dan juga 60 juta pengguna dari sisi demand-nya,” terang Filianingsih.

WEF Davos: AI Buka Peluang, PH Jadi Ancaman

Telko.id  – Isu kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Sejumlah eksekutif menilai AI berpotensi menghapus beberapa jenis pekerjaan, meski di saat yang sama membuka peluang lapangan kerja baru. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa AI bisa dijadikan pembenaran atas keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sejatinya telah direncanakan sebelumnya.

Ceo Nvidia Jensen Huang menyebut teknologi AI akan mendorong peningkatan upah dan lebih banyak pekerjaan bagi tukang ledeng, teknisi listrik, dan pekerja baja. Ia bahkan menekankan frasa ‘pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan’ untuk menggambarkan potensi ekspansi.

“Energi menciptakan pekerjaan. Industri chip menciptakan pekerjaan. Lapisan infrastruktur menciptakan pekerjaan,” kata Huang, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).

Namun di balik optimisme, skeptimisme mengenai dampak AI terhadap pekerja tetap mencuat. Serikat buruh mempertanyakan distribusi manfaat teknologi, sementara sejumlah delegasi mengangkat risiko chatbots terhadap kesehatan mental konsumen.

Menurut Sekretaris Jenderal UNI Global Union, Christy Hoffman, AI sering dikemas sebagai alat produktivitas yang secara praktis berarti melakukan lebih banyak pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja lebih sedikit.

“AI dijual sebagai alat produktivitas, yang sering kali berarti melakukan lebih banyak dengan jumlah pekerja yang lebih sedikit,” ujar Hoffman.

Matther Prince, CEO perusahaan keamanan internet Cloudflare, mengatakan bahwa AI akan terus berkembang dan para pengembang kecil dapat mengatasi gangguan pasar atau pendanaan.

Prince, memperingatkan bahwa AI dapat menjadi sangat dominan di masa depan hingga usaha kecil tersingkir sementara agen otonom menangani permintaan belanja konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia usaha mengeluhkan bagaimana melampaui uji coba AI yang gagal dan memonetisasi gelombang AI yang dimulai oleh ChatGPT pada 2022.

Baca juga:

Sementara itu, pelaku industri AI telah memasuki fase pengembalian investasi. IBM menyebut otomatisasi proses bisnis kini sudah dapat dioperasionalkan. BNY mencatatkan pemangkasan waktu riset onboarding klien dari dua hari menjadi hanya 10 menit. Cisco bahkan menyebut proyek kompleks yang sebelumnya membutuhkan waktu 19 tahun kerja manual kini rampung dalam hitungan minggu.

Meski demikian, survey PwC menyebut hanya satu dari delapan CEO yang percaya bahwa AI menekan biaya dan menghasilkan pendapatan tambahan. Pertanyaan juga muncul mengenai model bisnis yang dapat menutupi biaya besar AI.

Di sisi ketenagakerjaan, BlackRock menyatakan tidak berniat memangkas karyawan dan memilih menjaga jumlah tenaga kerja tetap seiring ekspansi bisnis. Sebaliknya Amazon disebut tengah menyiapkan putaran PHK kedua sebagai bagian dari target pengurangan sekitar 30.000 posisi korporat.

Menurut International Trade Union Confederation, kecemasan terkait pekerjaan meningkat karena minimnya keterlibatan pekerja dalam implementasi teknologi baru. Hal ini mendorong pandangan bahwa AI merupakan ancaman bagi tenaga kerja.

Bagi Bill Gates, peluang dan disrupsi AI tidak terpisahkan. Ia menilai peningaktan produktivitas ekonomi bersifat positif dan mengusulkan opsi seperti pajak atas aktivitas AI untuk mendukung pekerja terdampak.

“Tentu ada masalah, namun semuanya dapat diselesaikan,” ujar Gates tentang AI secara umum.