spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 33

Bocoran Honor 600 Ungkap Peningkatan Layar dan Kapasitas Baterai

0

Telko.id – Kabar terbaru mengenai jajaran smartphone masa depan dari Honor kembali mencuat ke permukaan.

Laporan terkini menyebutkan bahwa Honor 600 diprediksi akan hadir dengan membawa peningkatan signifikan pada dua sektor utama, yakni ukuran layar yang lebih luas serta kapasitas baterai yang lebih besar dibandingkan pendahulunya.

Informasi ini mengindikasikan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi mereka di pasar smartphone kelas menengah yang semakin kompetitif.

Berdasarkan rumor yang beredar, perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna modern yang menuntut daya tahan perangkat lebih lama serta pengalaman visual yang lebih memuaskan untuk konsumsi konten multimedia.

Peningkatan kapasitas baterai pada Honor 600 menjadi sorotan utama dalam bocoran ini. Langkah ini sejalan dengan tren industri saat ini di mana produsen berlomba-lomba menyematkan sumber daya yang lebih besar untuk mendukung aktivitas seharian penuh.

Honor sendiri sebelumnya telah menunjukkan komitmennya pada sektor daya tahan melalui perangkat lain seperti Honor Play 60A yang dikenal memiliki ketahanan baterai yang dapat diandalkan.

Selain fokus pada energi, sektor tampilan juga mendapatkan perhatian khusus. Honor 600 dikabarkan akan mengusung panel layar dengan dimensi yang lebih besar.

Ekspansi ukuran layar ini tidak hanya bertujuan untuk estetika, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan pengguna saat melakukan streaming video atau bermain game. Kualitas layar yang prima memang menjadi salah satu nilai jual Honor, seperti yang terlihat pada lini produk lain termasuk Tablet AI Premium besutan mereka.

Evolusi dari Generasi Sebelumnya

Kehadiran Honor 600 ini tampaknya dipersiapkan sebagai penerus yang membawa penyempurnaan dari seri sebelumnya. Jika melihat rekam jejak perusahaan, inovasi berkelanjutan adalah kunci strategi mereka.

Hal ini terlihat jelas pada seri Honor 400 yang sebelumnya telah membawa berbagai fitur cerdas untuk memudahkan pengguna, terutama bagi mereka yang gemar bepergian.

Dengan rumor mengenai layar dan baterai yang lebih besar, Honor 600 berpotensi menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara performa dan daya tahan.

Layar yang lebih lega memungkinkan antarmuka pengguna yang lebih leluasa, sementara baterai jumbo menjamin perangkat tetap menyala meski digunakan secara intensif sepanjang hari.

Meskipun detail spesifikasi teknis seperti jenis chipset, resolusi kamera, atau kecepatan pengisian daya belum terungkap secara rinci dalam bocoran awal ini, fokus pada layar dan baterai sudah cukup untuk memberikan gambaran mengenai target pasar perangkat ini.

Pengguna yang memprioritaskan hiburan dan mobilitas tinggi kemungkinan besar akan menjadi sasaran utama dari peluncuran Honor 600 nantinya.

Hingga saat ini, pihak Honor belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran maupun harga yang akan dibanderol untuk Honor 600.

Namun, bocoran mengenai spesifikasi fisik ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan perangkat tersebut sedang berjalan dan siap meramaikan pasar gadget global dalam waktu dekat. (Icha)

WhatsApp Uji Coba Fitur Custom Lists untuk Status, Privasi Pengguna Makin Terjaga

Telko.id – WhatsApp kembali mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan privasi dan kenyamanan penggunanya. Aplikasi pesan instan milik Meta ini dikabarkan tengah menguji coba fitur baru bernama “Custom Lists” yang dirancang khusus untuk pembaruan status.

Langkah ini dinilai sebagai evolusi lanjutan dari konsep privasi yang sebelumnya telah diperkenalkan, memberikan kontrol lebih granular kepada pengguna mengenai siapa saja yang dapat melihat konten yang mereka bagikan.

Kabar mengenai pengembangan fitur ini muncul setelah kesuksesan konsep “Close Friends” di Instagram, yang juga berada di bawah payung perusahaan yang sama.

Jika sebelumnya pengguna WhatsApp hanya memiliki opsi privasi yang terbatas pada “Kontak Saya”, “Kontak Saya Kecuali…”, dan “Hanya Bagikan Dengan…”, kehadiran Custom Lists akan mengubah cara interaksi pengguna dalam membagikan momen keseharian mereka.

Fitur ini ditemukan dalam pembaruan beta terbaru, menandakan bahwa peluncuran publik mungkin tidak akan lama lagi.

Kebutuhan akan privasi yang lebih spesifik memang menjadi tuntutan yang terus berkembang di kalangan pengguna aplikasi pesan instan. Dalam ekosistem digital saat ini, batas antara hubungan profesional, keluarga, dan pertemanan sering kali kabur dalam satu daftar kontak.

WhatsApp tampaknya menyadari hal ini dan berusaha menghadirkan solusi yang memungkinkan pengguna untuk memisahkan audiens mereka dengan lebih rapi dan efisien tanpa harus mengatur ulang pengaturan privasi setiap kali hendak mengunggah status.

Mekanisme Custom Lists dan Kemudahan Pengguna

Berdasarkan informasi yang beredar, fitur Custom Lists ini memungkinkan pengguna untuk membuat daftar audiens yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, pengguna dapat membuat daftar khusus berlabel “Keluarga”, “Rekan Kerja”, atau “Sahabat Dekat”.

Mekanisme ini jauh lebih fleksibel dibandingkan sistem yang ada saat ini, di mana pengguna sering kali harus memilih satu per satu kontak yang ingin dikecualikan atau disertakan setiap kali ingin membatasi audiens.

Dengan adanya fitur ini, ketika pengguna hendak mengunggah foto atau video ke Status, mereka akan disuguhi opsi untuk memilih daftar mana yang akan menjadi target pemirsa. Hal ini tentu sangat membantu bagi mereka yang ingin menjaga profesionalisme dengan tidak membagikan momen pribadi kepada rekan bisnis, atau sebaliknya.

Fleksibilitas ini juga sejalan dengan upaya WhatsApp untuk terus memperkaya pengalaman pengguna melalui berbagai Fitur Baru yang relevan dengan kebutuhan komunikasi modern.

Pengujian fitur ini juga menunjukkan bahwa WhatsApp tidak hanya sekadar mengadopsi fitur dari saudara tuanya, Instagram, tetapi juga memodifikasinya agar sesuai dengan karakteristik aplikasi pesan instan.

Jika di Instagram fitur Close Friends cenderung statis sebagai satu daftar tunggal, konsep Custom Lists di WhatsApp terdengar lebih dinamis dengan kemungkinan adanya beberapa daftar sekaligus. Ini memberikan lapisan personalisasi yang lebih dalam bagi setiap pengguna.

Evolusi Privasi Status WhatsApp

Perjalanan fitur Status di WhatsApp telah mengalami transformasi panjang. Bermula dari sekadar status teks sederhana, kini fitur tersebut telah menjadi wadah berbagi media yang kaya visual.

Seiring dengan peningkatan kemampuan visual tersebut, seperti adanya kemudahan Edit Foto langsung di dalam aplikasi, urgensi untuk mengelola siapa yang melihat konten tersebut juga meningkat. Pengguna tidak lagi hanya berbagi teks statis, melainkan potongan kehidupan mereka yang mungkin bersifat sensitif atau sangat pribadi.

Sistem privasi yang ada saat ini, meskipun fungsional, sering kali dianggap terlalu kaku untuk pengguna dengan jumlah kontak yang besar. Opsi “Kontak Saya Kecuali” mengharuskan pengguna menyeleksi secara manual siapa yang tidak boleh melihat, yang bisa sangat melelahkan jika daftar kontak mencapai ratusan atau ribuan.

Sementara itu, opsi “Hanya Bagikan Dengan” sering kali hanya efektif untuk satu kelompok spesifik pada satu waktu. Custom Lists hadir untuk menjembatani celah tersebut dengan menawarkan manajemen audiens yang presisten dan mudah diakses.

Langkah ini juga bisa dilihat sebagai respons terhadap tren media sosial yang semakin mengarah pada “micro-sharing” atau berbagi ke kelompok yang lebih kecil dan intim, alih-alih siaran publik ke seluruh pengikut.

Tren ini juga terlihat pada platform lain, di mana pengguna lebih nyaman berinteraksi dalam lingkup yang lebih privat.

Bahkan platform streaming musik pun mulai mengadopsi fitur sosial yang lebih personal, seperti kemampuan Berbagi Musik dan pesan antar pengguna, menunjukkan bahwa interaksi terarah adalah masa depan komunikasi digital.

Implikasi Bagi Pengguna Bisnis dan Personal

Bagi pengguna WhatsApp Business, fitur Custom Lists ini berpotensi menjadi alat pemasaran yang sangat ampuh namun tetap sopan. Pelaku usaha dapat mengelompokkan pelanggan mereka berdasarkan kategori tertentu, misalnya “Pelanggan VIP”, “Reseller”, atau “Prospek Baru”.

Dengan demikian, mereka dapat membuat status promosi yang sangat tertarget tanpa mengganggu kontak lain yang mungkin tidak relevan dengan penawaran tersebut. Ini adalah bentuk segmentasi pasar sederhana namun efektif yang langsung terintegrasi dalam aplikasi chat sehari-hari.

Sementara bagi pengguna personal, fitur ini adalah tentang kenyamanan mental. Tidak perlu lagi ada rasa was-was apakah atasan di kantor melihat status liburan Anda, atau apakah keluarga besar melihat keluh kesah Anda tentang pekerjaan.

Segregasi audiens ini menciptakan ruang aman digital yang lebih sehat. Pengguna dapat berekspresi lebih bebas di hadapan sahabat terdekat, sekaligus tetap menjaga citra profesional di hadapan kolega kerja, semuanya dalam satu akun WhatsApp yang sama.

Hingga saat ini, WhatsApp belum memberikan tanggal pasti kapan fitur Custom Lists akan digulirkan secara global ke seluruh pengguna Android dan iOS. Namun, kemunculannya dalam tahap pengujian beta biasanya mengindikasikan bahwa fitur tersebut sedang dalam tahap penyempurnaan akhir.

Para pengamat teknologi memprediksi bahwa fitur ini akan disambut positif, mengingat tingginya permintaan akan kontrol privasi yang lebih baik di platform tersebut.

Kehadiran fitur ini menambah daftar panjang inovasi yang dihadirkan Meta untuk mempertahankan posisi WhatsApp sebagai aplikasi pesan terpopuler di dunia.

Dengan semakin banyaknya fitur yang memanjakan pengguna, mulai dari pengeditan pesan, kualitas foto HD, hingga manajemen privasi status yang lebih baik, WhatsApp terus berupaya agar tetap relevan di tengah persaingan ketat aplikasi komunikasi global. (Icha)

Spotify Hadirkan Fitur About the Song, Ungkap Makna di Balik Lagu

Telko.id – Spotify kembali memperkenalkan inovasi terbaru bagi para penikmat musik digital melalui peluncuran fitur About the Song.

Fitur anyar ini dirancang khusus untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai makna di balik lagu yang sedang didengarkan oleh pengguna, memberikan konteks yang lebih kaya dibandingkan sekadar audio.

Kehadiran fitur ini menjawab rasa penasaran pendengar yang sering kali bertanya-tanya tentang pesan tersirat atau cerita latar belakang dari sebuah karya musik.

Dengan About the Song, Spotify tidak hanya berfungsi sebagai pemutar musik, tetapi juga sebagai media edukasi yang menghubungkan intensi artis dengan persepsi pendengar secara langsung di dalam aplikasi.

Pembaruan ini menambah deretan Fitur Baru yang terus digulirkan oleh platform streaming asal Swedia tersebut demi meningkatkan pengalaman pengguna.

Informasi mengenai makna lagu ini akan muncul di antarmuka pemutaran, memungkinkan akses instan tanpa perlu mencari informasi tersebut di situs web eksternal atau mesin pencari.

Menyelami Cerita di Balik Lirik

Fitur About the Song bekerja dengan menyajikan narasi atau fakta menarik terkait proses kreatif dan inspirasi lagu.

Hal ini berbeda dengan fitur lirik standar yang hanya menampilkan teks nyanyian. Fokus utama dari penambahan ini adalah untuk memperdalam koneksi emosional antara penggemar dan musisi melalui pemahaman konteks karya.

Bagi pengguna yang berlangganan Paket Premium maupun pengguna gratis, pemahaman terhadap sebuah lagu sering kali menjadi nilai tambah tersendiri.

Fitur ini diprediksi akan meningkatkan keterlibatan pengguna di dalam aplikasi, membuat mereka betah berlama-lama mengeksplorasi diskografi artis favorit mereka sembari membaca kisah di balik layar.

Respon Pengguna dan Ketersediaan

Peluncuran fitur ini memicu berbagai reaksi dari komunitas pengguna. Kolom komentar dan forum diskusi mulai ramai membahas bagaimana fitur ini membantu mereka menginterpretasikan lagu-lagu yang selama ini mungkin memiliki makna ambigu.

Transparansi makna lagu ini menjadi langkah strategis Spotify untuk menjadi platform musik yang lebih holistik.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mempertahankan basis pengguna di tengah persaingan ketat layanan streaming.

Sebelumnya, Spotify juga telah melakukan penyesuaian pada layanan gratis mereka sebagai bagian dari Strategi Iklan untuk menarik lebih banyak audiens. Dengan adanya fitur edukatif seperti About the Song, nilai tawar aplikasi ini di mata pengguna diharapkan semakin kuat.

Hingga berita ini diturunkan, fitur tersebut sedang digulirkan secara bertahap. Pengguna disarankan untuk memastikan aplikasi Spotify mereka telah diperbarui ke versi terbaru untuk menikmati pengalaman menyelami makna lagu secara langsung. (Icha)

Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memimpin evolusi pengalaman audio digital melalui jajaran perangkat Galaxy Buds Series.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran perilaku konsumen, di mana aktivitas mendengarkan musik dan podcast kini telah bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern di Tanah Air.

Fenomena audio sebagai gaya hidup ini terlihat dari tingginya minat pengguna internet Indonesia yang memanfaatkan konten audio di berbagai situasi. Mulai dari bekerja, bepergian, hingga momen bersantai, perangkat audio kini hadir hampir di setiap kesempatan.

Samsung merespons tren ini dengan menghadirkan ekosistem terintegrasi yang menawarkan konektivitas mulus antar perangkat, memastikan pengguna mendapatkan kualitas suara terbaik tanpa hambatan.

Pertumbuhan pasar earphone di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir turut didorong oleh kebutuhan akan pengalaman audio yang lebih personal dan mendalam. Kategori True Wireless Stereo (TWS) mencatat permintaan tertinggi berkat kepraktisan konektivitas Bluetooth yang ditawarkan.

Terlebih lagi, dengan hilangnya audio jack pada sebagian besar smartphone terkini, keberadaan perangkat TWS Premium menjadi semakin esensial bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas.

MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, menjelaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap perangkat audio terus berkembang seiring dengan cara mereka mengekspresikan diri.

Content image for article: Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

“Musik dan podcast kini menjadi bagian dari cara masyarakat Indonesia beraktivitas dan mengekspresikan diri. Seiring itu, ekspektasi terhadap pengalaman audio pun berkembang. Melalui ekosistem Galaxy yang semakin terintegrasi, Samsung terus menghadirkan inovasi audio yang lebih imersif dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Tipe Sultan.

Evolusi Inovasi TWS Samsung dari Masa ke Masa

Keunggulan produk audio Samsung lahir dari fokus perusahaan yang konsisten menciptakan pengalaman cerdas dan nyaman. Rekam jejak inovasi ini terlihat jelas dari lini produk yang telah dirilis dan mendapat sambutan positif, mulai dari Galaxy Buds2 Series hingga Galaxy Buds3 Series yang terbaru.

Perjalanan inovasi ini dimulai dengan peluncuran Galaxy Buds2 pada Agustus 2021, yang kemudian disusul oleh Galaxy Buds2 Pro pada Agustus 2022. Seri ini membawa desain yang lebih ergonomis, ringkas, dan bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya.

Peningkatan signifikan juga diberikan pada fitur Active Noise Cancelling (ANC) dan teknologi two-way dynamic speaker. Khusus untuk varian Pro, Samsung bahkan menyematkan fitur Neck Stretch Reminder yang berfungsi menjaga postur tubuh pengguna saat duduk dalam durasi lama.

Evolusi berlanjut dengan kehadiran Galaxy Buds3 dan Galaxy Buds3 Pro yang dirilis pada Juli 2024. Seri ini menawarkan pengalaman audio terbarukan melalui fitur canggih seperti Adaptive EQ dan Adaptive ANC.

Salah satu terobosan utamanya adalah Integrasi Gemini AI yang membuat perangkat semakin pintar. Dari segi desain, fitur Blade Lights memberikan nuansa futuristis sekaligus fungsi intuitif untuk pengaturan volume dan pemutaran konten.

Content image for article: Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

Galaxy Buds3 FE: Opsi TWS Terbaik di Harga Kompetitif

Melengkapi jajaran produk premiumnya, Samsung merilis Galaxy Buds3 FE pada September 2025. Perangkat ini diposisikan sebagai rekomendasi TWS yang sangat bernilai dengan kisaran harga Rp1 jutaan.

Meski dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau, Galaxy Buds3 FE tetap membawa fitur-fitur premium seperti ANC dan integrasi kecerdasan buatan, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang ingin merasakan teknologi audio terkini tanpa menguras kantong.

Kombinasi desain ergonomis dan fitur canggih pada seri FE ini memperluas jangkauan pengalaman audio inovatif Samsung ke lebih banyak segmen konsumen.

Dengan dukungan Ekosistem Galaxy, seluruh varian Galaxy Buds mampu menjadi pendamping ideal untuk produktivitas, komunikasi, hingga hiburan.

Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup Digital

Samsung memahami bahwa alasan konsumen menikmati konten audio sangat beragam. Banyak pengguna mendengarkan musik untuk menjaga suasana hati saat bekerja atau berolahraga, sementara podcast sering dijadikan sarana mencari inspirasi, mempelajari hal baru, serta memperbarui informasi terkini.

Oleh karena itu, fitur peredam kebisingan dan integrasi asisten pintar menjadi sangat relevan untuk mendukung fokus pengguna.

Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus memperkuat pendekatannya dalam menetapkan standar baru di industri TWS. Perusahaan memastikan bahwa setiap perangkat audio yang diluncurkan tidak hanya menawarkan kualitas suara jernih, tetapi juga adaptif dan intuitif terhadap kebutuhan sehari-hari pengguna. (Icha)

haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Cegah Penipuan

Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan langkah strategis pengintegrasian teknologi digital dengan layanan fisik guna memaksimalkan pelayanan bagi 43 juta rekening nasabah yang tercatat hingga akhir 2025.

Upaya penyatuan ekosistem layanan ini difokuskan melalui satu pintu akses, yakni aplikasi haloBCA, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan nasabah dari ancaman kejahatan siber.

EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa volume interaksi nasabah terus mengalami lonjakan signifikan.

Sepanjang tahun 2025 saja, Halo BCA telah melayani total 30 juta interaksi yang masuk melalui berbagai kanal, mulai dari telepon, layanan percakapan (chat), hingga media sosial. Angka tersebut mencakup beragam aktivitas, termasuk permintaan penanganan atas laporan kasus kriminalitas yang menimpa nasabah.

Terkait isu keamanan, data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025 mencatat adanya sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di seluruh Indonesia. Dari total angka nasional tersebut, Halo BCA menerima sekitar 23 ribu laporan yang berkaitan langsung dengan nasabah mereka.

Modus kejahatan yang paling mendominasi laporan tersebut adalah praktik scamming dan phishing yang mencatut nama besar BCA untuk memperdaya korban.

Adrianus menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kerap menggunakan iming-iming keuntungan finansial atau menebarkan rasa takut (fear-mongering) agar target merasa terdesak.

Situasi psikologis ini dimanfaatkan pelaku agar nasabah tanpa sadar menyerahkan informasi sensitif dan rahasia. Dalam Strategi BCA untuk mengedukasi pasar, Adrianus merinci perbedaan mendasar antara kedua modus tersebut.

Scamming didefinisikan sebagai tindakan penipuan di mana pelaku mengaku sebagai orang atau institusi lain, sedangkan phishing lebih mengarah pada teknik rekayasa sosial (social engineering) yang mengeksploitasi kelalaian korban untuk mencuri data.

Merespons tantangan tersebut serta kebutuhan nasabah yang kian kompleks, Halo BCA terus melakukan inovasi fitur. Saat ini, nasabah dapat memanfaatkan fitur Voice Internet Protocol (VOIP) Call.

Teknologi ini memungkinkan nasabah menghubungi layanan Halo BCA tanpa memotong pulsa seluler, cukup dengan menggunakan koneksi internet melalui aplikasi. Kemudahan ini diharapkan dapat mempercepat pelaporan jika terjadi kendala transaksi atau indikasi penipuan.

Memasuki tahun 2026, pengembangan aplikasi haloBCA semakin agresif dengan penambahan deretan Fitur Baru. Adrianus memaparkan beberapa fasilitas anyar yang siap digunakan, antara lain layanan live chat yang lebih responsif, fitur pemantauan status laporan secara real-time, serta kemudahan buka blokir PIN kartu ATM secara mandiri.

Selain itu, terdapat pula fitur pembaruan data nasabah, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital yang membuat proses administrasi menjadi lebih ringkas.

Sebagai langkah preventif, BCA bersama tim komunikasi pemasaran dan perusahaan menggaungkan gerakan #tanyaHaloBCAaja. Kampanye ini melibatkan seluruh garda terdepan (frontliners) BCA untuk meningkatkan kesadaran nasabah agar lebih waspada terhadap modus kriminalitas.

Gerakan ini menekankan bahwa segala urusan perbankan dapat diselesaikan lebih aman dan nyaman melalui aplikasi resmi.

Komitmen BCA dalam melindungi nasabah juga diperkuat melalui keanggotaan aktif di Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di bawah naungan OJK serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman. Adrianus menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengambil langkah tepat dan memanfaatkan kanal resmi aplikasi haloBCA demi keamanan transaksi. (Icha)

Aplikasi haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Efektif Cegah Penipuan

Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan langkah strategis pengintegrasian teknologi digital dengan layanan fisik guna memaksimalkan pelayanan bagi 43 juta rekening nasabah yang tercatat hingga akhir 2025. Upaya penyatuan ekosistem layanan ini difokuskan melalui satu pintu akses, yakni aplikasi haloBCA, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan nasabah dari ancaman kejahatan siber.

EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa volume interaksi nasabah terus mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2025 saja, Halo BCA telah melayani total 30 juta interaksi yang masuk melalui berbagai kanal, mulai dari telepon, layanan percakapan (chat), hingga media sosial. Angka tersebut mencakup beragam aktivitas, termasuk permintaan penanganan atas laporan kasus kriminalitas yang menimpa nasabah.

Terkait isu keamanan, data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025 mencatat adanya sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di seluruh Indonesia. Dari total angka nasional tersebut, Halo BCA menerima sekitar 23 ribu laporan yang berkaitan langsung dengan nasabah mereka. Modus kejahatan yang paling mendominasi laporan tersebut adalah praktik scamming dan phishing yang mencatut nama besar BCA untuk memperdaya korban.

Adrianus menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kerap menggunakan iming-iming keuntungan finansial atau menebarkan rasa takut (fear-mongering) agar target merasa terdesak. Situasi psikologis ini dimanfaatkan pelaku agar nasabah tanpa sadar menyerahkan informasi sensitif dan rahasia. Dalam Strategi BCA untuk mengedukasi pasar, Adrianus merinci perbedaan mendasar antara kedua modus tersebut. Scamming didefinisikan sebagai tindakan penipuan di mana pelaku mengaku sebagai orang atau institusi lain, sedangkan phishing lebih mengarah pada teknik rekayasa sosial (social engineering) yang mengeksploitasi kelalaian korban untuk mencuri data.

Merespons tantangan tersebut serta kebutuhan nasabah yang kian kompleks, Halo BCA terus melakukan inovasi fitur. Saat ini, nasabah dapat memanfaatkan fitur Voice Internet Protocol (VOIP) Call. Teknologi ini memungkinkan nasabah menghubungi layanan Halo BCA tanpa memotong pulsa seluler, cukup dengan menggunakan koneksi internet melalui aplikasi. Kemudahan ini diharapkan dapat mempercepat pelaporan jika terjadi kendala transaksi atau indikasi penipuan.

Memasuki tahun 2026, pengembangan aplikasi haloBCA semakin agresif dengan penambahan deretan Fitur Baru. Adrianus memaparkan beberapa fasilitas anyar yang siap digunakan, antara lain layanan live chat yang lebih responsif, fitur pemantauan status laporan secara real-time, serta kemudahan buka blokir PIN kartu ATM secara mandiri. Selain itu, terdapat pula fitur pembaruan data nasabah, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital yang membuat proses administrasi menjadi lebih ringkas.

Sebagai langkah preventif, BCA bersama tim komunikasi pemasaran dan perusahaan menggaungkan gerakan #tanyaHaloBCAaja. Kampanye ini melibatkan seluruh garda terdepan (frontliners) BCA untuk meningkatkan kesadaran nasabah agar lebih waspada terhadap modus kriminalitas. Gerakan ini menekankan bahwa segala urusan perbankan dapat diselesaikan lebih aman dan nyaman melalui aplikasi resmi.

Komitmen BCA dalam melindungi nasabah juga diperkuat melalui keanggotaan aktif di Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di bawah naungan OJK serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman. Adrianus menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengambil langkah tepat dan memanfaatkan kanal resmi aplikasi haloBCA demi keamanan transaksi.

ChromeOS Akan Pensiun, Google Siapkan AluminiumOS

Telko.id – Setelah lebih dari satu dekade menjadi tulang punggung Chromebook, ChromeOS dilaporkan akan memasuki masa pensiun. Google disebut menargetkan akhir dukungan sistem operasi tersebut pada 2034 sebagai bagian dari perubahan besar ekosistemnya.

Informasi ini muncul dari sebuah dokumen pengadilan dalam kasusu antitrust Google di Amerika Serikat. Dalam transkrip sidang, ChromeOS disebut masih akan terus didukung selama beberapa tahun ke depan, tetapi Google berencana menghentikannya sepenuhnya setelah 2034. Setelah itu, proyek sistem operasi baru bernama AluminiumOS diprediksi menjadi platform utama untuk perangkat desktop dan thin client Google.

Google sendiri pada 2025 sudah mengonfirmasi rencana untuk melebur Android dan ChromeOS menjadi satu platform desktop terpadu. AliminiumOS disebut sebagai hasil dari strategi tersebut, dan pengembangannya kini sudah berjalan aktif, demikian mengutip dari Techspot, Jumat (6/2/2026).

Dokumen pengadilan juga menegaskan Google wajib mendukung perangkat ChromeOS yang sudah beredar “setidaknya” hingga 2033. Hal ini terkait komitmen perusahaan memberikan update dan dukungan software selama 10 tahun bagi pengguna Chromebook.

Baca juga:

Perubahan ini terjadi di tengah tekanan besar terhadap Google setelah kalah dalam gugatan Departemen Kehakiman AS terkait monopoli pencarian web. Hakim dalam kasus tersebut menyatakan Google memegang posisi monopoli illegal, sehingga perusahaan kini fokus mengurangi dampak putusan tersebut. Chrome browser masih dipertahankan, namun masa depan ChromeOS dan penerusnya menjadi bagian yang lebih tidak pasti.

Secara teknis, ChromeOS selama ini dikenal sebagai sistem operasi ringan berbasis browser Chrome dan Linux, yang populer di sektor pendidikan karena harga perangkatnya terjangkau dan pengelolaannya mudah.

AluminiumOS diperkirakan akan menjadi varian Android yang dioptimalkan untuk penggunaan desktop. Sistem ini disebut akan mendukung aplikasi Android dan juga kompatibel dengan aplikasi ChromeOS yang sudah disesuaikan untuk layar lebih besar.

Menariknya, Aluminium OS juga digadang-gadang menjadi Android pertama yang bisa berjalan di arsitektur Arm maupun x86, membuka peluang lebih luas untuk perangkat PC dan laptop murah.

Jika Aluminium OS benar-benar menggantikan ChromeOS, Google berpotensi membangun dominasi baru di pasar perangkat pendidikan berbiaya rendah dan desktop Android dalam beberapa tahun mendatang, meski langkah ini juga bisa memicu kontroversi baru di tengah sorotan regulator.

Nvidia Diprediksi Absen Rilis GPU Gaming Sepanjang 2026

0

Telko.id – Fokus Nvidia pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) disebut mulai mengubah arah strateginya. Mengutip laporan The Information, perusahaan ini diperkirakan tidak akan meluncurkan GPU baru sepanjang 2026.

Mengutip dari Endgadget, Jumat (6/2/2026), keputusan ini menandai Sejarah baru di mana untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, Nvidia absen meluncurkan chip gaming tahunan.

Berdasarkan laporan tersebut, Nvidia telah menggeser jadwal pembaruan lini RTX 50 ke tahun 2026. Penundaan ini menjadi sinyal kuat bahwa bisnis gaming, yang dulunya merupakan tulang punggung perusahaan, kini kian terpinggirkan oleh ledakan permintaan chip AI.

Tingginya permintaan Ai global terlah memicu kelangkaan chip memori yang cukup parah, mengganggu keseimbangan industri elektronik konsumen.

Situasi ini diperburuk dengan proyeksi kenaikan harga produk elektronik akibat kelangkaan komponen dan dampak dari kebijakan tarif perdagangan.

Baca juga:

Sektor otomotif hingga perangkat keras PC juga terkena dampak serupa. Bagi Nvidia, kendala pasokan ini menjadi alasan yang logis untuk memilih memproduksi chip AI yang memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Pada sembilan bulan pertama tahun 2022, sektor gaming menyumbang 35% dari total pendapatan. Namun, pada periode yang sama pada 2025, angka tersebut merosot tajam menjadi hanya sekitar 8%.

Sementara chip AI menawarkan margin keuntungan sekitar 65%, jauh melampaui kartu grafis gaming yang berada di angka 40%.

Keputusan ini menjadi kabar buruk bagi komunitas gamer. Konsumen yang saat ini masih kesulitan mendapatkan seri RTX 50 dipastikan tidak akan melihat kehadiran versi ‘Super’ yang sebelumnya diharapkan akan meluncur pada tahun 2026.

Lebih lanjut, penundaan ini diprediksi akan memberikan efek domino pada peta jalan (roadmap) produk masa depan Nvidia. Generasi berikutnya, yang kemungkinan besar akan sebagai RTX 60, kini dilaporkan ikut muncur dari jadwal.

Awalnya, komponen tersebut dijadwalkan masuk tahap produksi massal pada akhir 2027, namun kini target tersebut diragukan dapat tercapai tepat waktu.

Langkah ini menegaskan Nvidia untuk transformasi perusahaan dari pemimpin pasar kartu grafis menjadi penguasa infrastruktur komputasi AI global, meskipun harus mengorbankan basis penggemar setianya di sektor gaming.

DJI RS 5, Gimbal Canggih untuk Kreator Profesional

0

Telko.id – Erajaya Active Lifestyle secara resmi mengumumkan kehadiran DJI RS 5 di pasar Indonesia pada 6 Februari 2026.

Sebagai distributor resmi, Erajaya menghadirkan gimbal kamera komersial generasi terbaru ini untuk menjawab tingginya permintaan akan perangkat produksi konten yang menawarkan stabilitas superior, efisiensi kerja, dan fleksibilitas bagi videografer independen maupun rumah produksi profesional.

Peluncuran perangkat ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menyediakan teknologi kreatif kelas dunia yang selaras dengan pesatnya pertumbuhan industri konten digital di Tanah Air.

DJI RS 5 dirancang khusus sebagai solusi adaptif yang mampu mendukung mobilitas tinggi para kreator, tanpa mengorbankan kualitas hasil rekaman visual.

CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menegaskan bahwa kehadiran produk ini bukan sekadar penambahan lini produk, melainkan upaya strategis untuk memberdayakan kreator lokal.

“Di Erajaya Active Lifestyle, kami berkomitmen menghadirkan teknologi terbaik yang dapat membantu kreator Indonesia menghasilkan karya kelas dunia. Kehadiran DJI RS 5 tidak hanya menawarkan performa stabilisasi terdepan, tetapi juga workflow yang lebih efisien dan fleksibel bagi videografer independen,” ujar Djohan.

Menurut Djohan, produk ini diposisikan sebagai enabler bagi generasi baru kreator untuk berkarya lebih cepat, presisi, dan bebas secara kreatif. Hal ini sejalan dengan tren Cakap Digital yang terus meningkat di Indonesia, di mana kualitas konten menjadi kunci utama dalam persaingan industri kreatif.

Content image for article: Erajaya Resmi Luncurkan DJI RS 5, Gimbal Canggih untuk Kreator Profesional

Peningkatan Performa dan Desain Ringan

Sebagai penerus dari seri Ronin yang populer, DJI RS 5 membawa sejumlah pembaruan signifikan untuk mengakomodasi dinamika produksi modern. Salah satu keunggulan utamanya adalah implementasi Algoritma Stabilisasi RS Generasi ke-5.

Teknologi ini didukung oleh peningkatan torsi motor hingga 50 persen, yang menjamin hasil rekaman tetap stabil dan mulus meskipun kamera melakukan pergerakan yang intens atau cepat.

Meskipun memiliki tenaga motor yang besar, DJI RS 5 tetap mempertahankan desain yang ringkas. Dengan bobot hanya 1,46 kilogram, gimbal ini mampu menopang beban (payload) hingga 3 kilogram.

Kapasitas ini membuatnya sangat ideal untuk dipasangkan dengan berbagai kombinasi kamera mirrorless dan lensa zoom yang umum digunakan oleh para profesional. Kemampuan ini setara dengan ketangguhan Drone Flagship DJI yang juga dirancang untuk membawa optik berkualitas tinggi.

Untuk mendukung presisi pengambilan gambar, perangkat ini dibekali dengan Smart Tracking Module terbaru. Fitur cerdas ini memungkinkan gimbal untuk melacak subjek—baik manusia, hewan, maupun kendaraan—secara akurat hingga jarak 10 meter.

Selain itu, terdapat fitur Indikator Sumbu Z yang berfungsi meminimalisir guncangan vertikal saat videografer berjalan atau berlari, memastikan hasil visual yang konsisten layaknya produksi sinema.

Fitur Cerdas dan Daya Tahan Baterai

Efisiensi daya menjadi salah satu sorotan utama pada DJI RS 5. Gimbal ini mendukung teknologi pengisian daya cepat (fast charging) yang memungkinkan baterai terisi penuh hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Dalam penggunaan normal, baterai bawaan mampu bertahan hingga 14 jam. Bagi kreator yang membutuhkan durasi syuting lebih panjang, penggunaan aksesori BG70 High Capacity Battery Grip dapat memperpanjang masa pakai hingga 30 jam, menjadikannya solusi andal untuk produksi long-form tanpa khawatir kehabisan daya.

Content image for article: Erajaya Resmi Luncurkan DJI RS 5, Gimbal Canggih untuk Kreator Profesional

DJI RS 5 juga terintegrasi penuh dengan ekosistem DJI lainnya, memberikan pengalaman penggunaan yang seamless. Dukungan terhadap DJI Focus Pro dan DJI SDR Transmission memungkinkan kontrol fokus dan transmisi gambar dilakukan secara lebih profesional.

Integrasi ini mirip dengan kemudahan yang ditawarkan pada lini Kamera Aksi terbaru DJI, di mana konektivitas antar perangkat menjadi prioritas.

Menyadari tren konten vertikal yang mendominasi media sosial, DJI menyematkan fitur Native Vertical Shooting Generasi ke-3. Fitur ini memudahkan kreator beralih ke mode potret tanpa perlu aksesori tambahan yang rumit.

Ditambah dengan fitur Auto Axis Locks Gen 2 dan Electronic Briefcase Handle, videografer mendapatkan fleksibilitas maksimal dalam berbagai skenario pengambilan gambar, mulai dari low angle hingga transisi cepat.

Harga dan Ketersediaan

Erajaya Active Lifestyle menghadirkan DJI RS 5 dalam dua pilihan paket penjualan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran konsumen di Indonesia:

  • Varian Standalone: Dibanderol dengan harga Rp 7.697.000, paket ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan unit gimbal dasar dengan performa tinggi.
  • Varian Combo: Ditawarkan seharga Rp 9.689.000, paket ini dilengkapi dengan berbagai aksesori tambahan untuk mendukung kebutuhan produksi yang lebih kompleks dan profesional.

Konsumen dapat memperoleh produk ini melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle, seperti DJI Experience Store, Urban Republic, serta Dealer Resmi DJI Indonesia.

Selain itu, pembelian secara daring juga tersedia melalui Official Store DJI Indonesia di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Eraspace.com.

Peluncuran ini diharapkan dapat menstimulasi kreativitas komunitas kreator di Indonesia, mulai dari pembuat film independen hingga content creator media sosial, seiring dengan makin matangnya ekosistem digital nasional. (Icha)

Laba BCA Digital 2025 Meroket 98 Persen, Tembus Rp213 Miliar

0

Telko.id – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) menorehkan pencapaian gemilang pada tahun buku 2025 dengan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 98% Year on Year (YoY).

Dalam laporan kinerja terbarunya, perseroan berhasil membukukan laba senilai Rp213,4 miliar, sebuah angka yang merefleksikan pertumbuhan profitabilitas hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Pengumuman kinerja positif ini disampaikan dalam sesi “Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital” yang digelar pada perhelatan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (6/2/2026).

Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk memaparkan transparansi kinerja, inovasi layanan, serta komitmen keberlanjutan yang menjadi landasan operasional mereka.

Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Pertumbuhan laba yang signifikan ini berjalan beriringan dengan kepercayaan nasabah yang semakin kuat.

Hal ini terlihat dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 22% menjadi Rp14,3 triliun. Selain itu, berkat sinergi yang kuat dalam Ekosistem Digital Grup BCA, penyaluran kredit tercatat naik 31% mencapai Rp8,6 triliun, serta pendapatan operasional yang meningkat 38% menjadi Rp1,5 triliun dari basis nasabah yang kini melebihi 3 juta pengguna.

Strategi Berkelanjutan dan Inovasi User-Centric

Keberhasilan finansial BCA Digital tidak lepas dari pendekatan strategis yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communications BCA Digital, menjelaskan bahwa setiap inovasi yang dihadirkan melalui aplikasi blu dirancang dengan prinsip user-centric.

Fitur-fitur baru bukan sekadar menjadi pembeda atau Unique Selling Point, melainkan solusi konkret bagi dinamika hidup nasabah.

Komitmen ini juga tercermin dalam berbagai penghargaan yang diterima sepanjang tahun lalu. Kerja keras dalam menghadirkan pengalaman perbankan yang mulus atau seamless membuahkan 50 penghargaan industri selama 2025.

Dominasi apresiasi tersebut meliputi kategori Product & Services sebanyak 22 penghargaan, Sales & Communication dengan 19 penghargaan, serta pengakuan di bidang Leadership dan operasional.

Lebih dari sekadar angka, perusahaan mengintegrasikan nilai keberlanjutan melalui inisiatif Corporate Sustainability Initiative (CSI). Program ini bertumpu pada tiga pilar utama: People untuk inklusi finansial, Prosperity untuk literasi keuangan, dan Planet untuk pelestarian lingkungan.

Salah satu wujud nyata dari pilar Prosperity adalah program edukasi yang menyasar Investor Muda dan pelajar. Program bluAcademy yang berlangsung sepanjang 2025 berhasil merangkul 1.876 peserta dengan peningkatan literasi rata-rata mencapai 96,5%.

Selain itu, inisiatif bluAcademy TGIF! (Teens Guide Into Finance) telah mengedukasi 350 siswa di empat kota besar untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, sejalan dengan semangat Resolusi Finansial yang kuat.

Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Rencana 2026

Di sektor lingkungan, kolaborasi BCA Digital dengan Rekosistem melalui manajemen limbah di lingkungan kantor berhasil mengelola sekitar 5.200 kg sampah dengan prinsip zero residue. Upaya ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 1.400 kg CO2e.

Tak hanya itu, inovasi kartu fisik bluCard yang menggunakan lebih dari 85% bahan Recycled PVC turut berkontribusi menekan limbah plastik hingga 700 kg.

Memasuki tahun 2026, BCA Digital telah menyiapkan strategi matang untuk memperluas dampak positifnya. Fokus perusahaan akan diarahkan pada empat pilar strategis utama:

  • Sustainable Growth & Trust: Menjaga profitabilitas berkelanjutan dengan tata kelola yang kokoh.
  • Expanding Ecosystem: Eksplorasi kolaborasi dengan mitra strategis untuk akses layanan yang lebih inklusif.
  • Elevating Tech: Penguatan infrastruktur TI demi layanan yang andal, aman, dan responsif.
  • Purpose for Impact: Inovasi adaptif untuk pertumbuhan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Memasuki tahun 2026, BCA Digital akan terus memperkuat pendekatan keberlanjutan berbasis People, Planet, dan Prosperity melalui pengembangan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang relevan dengan ekosistem blu,” tutup Nariswari. (Icha)