spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 20

Layani 43 Juta Rekening, BCA Perkuat Fitur Aplikasi myBCA

0

Telko.id – Mengelola kebutuhan finansial dari puluhan juta nasabah dengan latar belakang profesi dan aktivitas yang beragam menjadi tantangan besar bagi sektor perbankan saat ini.

Menjawab kondisi tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menghadirkan inovasi layanan untuk memfasilitasi 43 juta rekening nasabah yang tercatat di sistem mereka.

Strategi utama yang ditempuh adalah pendekatan hibrida: layanan mobile banking konvensional (m-BCA) tetap dipertahankan, sementara aplikasi myBCA terus dikembangkan dengan berbagai fitur teranyar.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh segmen nasabah dapat terlayani dengan optimal, baik mereka yang nyaman dengan antarmuka lama maupun yang menginginkan pengalaman perbankan digital modern.

SVP Transaction Banking Product Development BCA, Fera Agustina, menegaskan bahwa myBCA dirancang sebagai platform digital yang dinamis. Aplikasi ini secara rutin menerima pembaruan sistem dan penambahan fitur guna menyesuaikan diri dengan evolusi perilaku transaksi masyarakat.

“Kami terus mengamati perilaku transaksi nasabah dan mencoba menyelesaikannya dengan perkembangan teknologi,” ujar Fera dalam keterangannya di Tangerang, baru-baru ini.

Observasi terhadap kebiasaan pengguna ini menjadi landasan utama bagi BCA dalam meluncurkan dua fitur unggulan terbaru di ekosistem myBCA, yakni integrasi dengan jam tangan pintar (smartwatch) dan fitur pengelolaan keuangan bernama Poket Rupiah.

Ekspansi ke Wearable Device

Salah satu terobosan signifikan yang dilakukan BCA adalah menghadirkan layanan myBCA on Smartwatch. Fitur ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap gaya hidup masyarakat modern yang semakin lekat dengan penggunaan perangkat wearable.

Tren penggunaan jam tangan pintar yang meningkat mendorong kebutuhan akan akses Layanan Digital yang lebih praktis dan instan, tanpa harus selalu bergantung pada ponsel genggam.

Content image for article: Layani 43 Juta Rekening, BCA Perkuat Fitur Aplikasi myBCA

Fera menjelaskan bahwa kehadiran myBCA di perangkat smartwatch memungkinkan nasabah untuk tetap bisa bertransaksi meskipun lupa membawa dompet atau sulit menjangkau smartphone mereka.

Melalui pergelangan tangan, nasabah dapat menyelesaikan berbagai transaksi esensial. Fitur yang disematkan mencakup pembayaran menggunakan QRIS Bayar, serta pengecekan saldo secara real-time.

Khusus bagi pengguna perangkat berbasis WearOS, BCA menyediakan kemudahan lebih lanjut melalui fitur QRIS Tap. Hingga saat ini, adopsi teknologi ini menunjukkan tren positif dengan tercatatnya sekitar 90 ribu nasabah yang telah aktif menggunakan layanan myBCA on Smartwatch.

Angka ini mengindikasikan penerimaan pasar yang baik terhadap solusi perbankan berbasis IoT (Internet of Things) tersebut.

“Aplikasi myBCA on Smartwatch memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan praktis melalui jam pintar. Kami berusaha untuk menjawab kebutuhan nasabah saat ini,” tambah Fera.

Disiplin Keuangan via Poket Rupiah

Selain kemudahan akses, BCA juga fokus pada fitur manajemen keuangan melalui pembaruan di aplikasi myBCA. Fitur terbaru yang diperkenalkan adalah “Poket Rupiah”.

Fasilitas ini memungkinkan nasabah untuk membuat hingga 20 sub-rekening atau “kantong” berbeda dalam satu akun utama. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan memisahkan saldo untuk berbagai pos pengeluaran tanpa dikenakan biaya administrasi tambahan.

Fleksibilitas ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan berbagai segmen nasabah. Menurut Fera, fitur ini tidak hanya populer di kalangan Generasi Z yang dikenal melek digital, tetapi juga sangat diminati oleh ibu rumah tangga.

Bagi para ibu, fitur ini menjadi alat bantu vital dalam mengelola anggaran belanja keluarga agar tidak tercampur dengan dana lainnya. Demikian pula bagi para pekerja profesional, Poket Rupiah membantu memisahkan anggaran belanja sesuai pos pengeluaran yang telah direncanakan.

Lebih jauh, fitur ini memiliki dimensi edukasi finansial. Fera menekankan bahwa Poket Rupiah bertujuan mengarahkan nasabah untuk lebih disiplin dalam mengelola arus kas mereka.

Salah satu tujuannya adalah membudayakan kebiasaan menabung yang terencana. Hal ini sejalan dengan tren literasi keuangan yang juga didorong oleh entitas lain dalam grup BCA, seperti terlihat pada pertumbuhan Laba BCA Digital yang signifikan berkat inovasi layanan.

Untuk menjawab tantangan psikologis dalam berbelanja, BCA juga menyematkan fitur “Money Lock” di dalam Poket Rupiah.

Fitur ini berfungsi untuk menahan dana agar tidak mudah digunakan secara impulsif. Fera menyebut bahwa mekanisme ini efektif untuk mengurangi perilaku FOMO (Fear of Missing Out) dan impulsivitas belanja yang kerap menghantui konsumen di era digital.

Inisiatif pengelolaan keuangan semacam ini menjadi sangat relevan, mengingat pentingnya perencanaan anggaran yang matang, mirip dengan strategi Tips Couple Budgeting yang kerap disarankan untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Dengan kombinasi aksesibilitas tinggi melalui smartwatch dan manajemen dana yang rapi lewat Poket Rupiah, BCA berupaya menjaga loyalitas puluhan juta nasabahnya di tengah persaingan bank digital yang kian ketat. (Icha)

BINUS dan IDX Resmikan Galeri Investasi, Dorong Literasi Pasar Modal

0

Telko.id – School of Accounting BINUS University secara resmi membuka Galeri Investasi hasil kolaborasi strategis dengan Indonesia Stock Exchange (IDX).

Peresmian yang berlangsung di kampus BINUS @Alam Sutera pada Jumat (6/2) ini menjadi tonggak penting dalam upaya universitas memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik, sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman pasar modal bagi generasi muda.

Langkah ini menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui aspek konseptual semata. Di tengah pesatnya transformasi digital sektor finansial dan dinamika ekonomi global, kehadiran fasilitas ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri.

Hal ini sejalan dengan berbagai inisiatif kampus lainnya, seperti pameran Karya Alumni yang kerap menampilkan inovasi mahasiswa.

Acara peresmian tersebut dibuka langsung oleh Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting industri pasar modal. Turut hadir Kemas M. Rumaiyar selaku Regional Head 3 Market Development IDX, serta Dwi Susanto yang menjabat sebagai Branch Manager PT BNI Sekuritas.

Kehadiran para praktisi ini mempertegas sinergi kuat antara dunia akademik dan sektor profesional dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif.

Transformasi Pembelajaran Berbasis Praktik

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Lim Sanny menyoroti bahwa pendirian Galeri Investasi merupakan bagian integral dari transformasi pembelajaran di School of Accounting BINUS University. Fokus utamanya adalah kesiapan karier dan penguatan kompetensi teknis mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja.

Ia menegaskan bahwa melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori akuntansi dan keuangan secara mendalam, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata pasar modal.

Upaya ini merupakan wujud nyata komitmen kampus untuk mencetak lulusan yang unggul dan mampu bersaing di industri keuangan yang kompetitif.

Lebih jauh, keberadaan Galeri Investasi di lingkungan kampus diharapkan mampu membangun budaya literasi finansial sejak dini. Mahasiswa didorong untuk memahami urgensi perencanaan keuangan, manajemen risiko yang tepat, serta pengambilan keputusan investasi yang didasarkan pada analisis data yang akurat.

Hal ini mirip dengan strategi korporasi besar dalam mengelola aset, seperti Investasi Erajaya yang penuh perhitungan matang.

Sinergi Akademik dan Industri

Kemas M. Rumaiyar dari IDX menekankan peran vital perguruan tinggi dalam memperluas inklusi pasar modal di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan adalah strategi efektif untuk mendongkrak partisipasi generasi muda dalam ekosistem investasi nasional.

Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir generasi muda terhadap investasi. Melalui Galeri Investasi, mahasiswa mendapatkan akses langsung ke informasi yang kredibel serta edukasi pasar modal yang terstruktur. Pengalaman belajar ini membawa mereka lebih dekat dengan praktik industri yang sesungguhnya.

Senada dengan pandangan tersebut, Dwi Susanto dari PT BNI Sekuritas menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran yang kontekstual.

Galeri Investasi berfungsi sebagai jembatan penghubung antara teori di ruang kelas dengan praktik di lapangan. Mahasiswa dapat belajar membangun pola pikir investasi yang sehat dan disiplin sejak dini, yang akan menjadi bekal berharga saat memasuki dunia profesional.

Secara fungsional, fasilitas ini akan menjadi pusat aktivitas edukasi pasar modal di School of Accounting BINUS University.

Mahasiswa dapat mengakses informasi instrumen investasi, mengikuti pelatihan analisis saham, serta terlibat dalam diskusi pasar. Inisiatif ini selaras dengan visi impactful learning BINUS, yang bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya siap menjadi pekerja profesional, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha di sektor keuangan. (Icha)

XLSMART Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival, Kurangi 6,6 Ton Emisi

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil menerapkan standar baru dalam penyelenggaraan acara hiburan ramah lingkungan melalui Ultraverse Festival.

Dalam gelaran yang berlangsung serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar tersebut, perusahaan sukses mengalihkan 1.754 kilogram sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Langkah ini sekaligus menjadi momentum peluncuran XL Ultra 5G+ yang menegaskan posisi perusahaan pasca penggabungan usaha.

Pencapaian dalam pengelolaan limbah ini memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, inisiatif tersebut berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e.

Angka pengurangan emisi ini setara dengan dampak lingkungan dari 700.000 kali pengisian daya ponsel pintar atau emisi perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh 33.000 hingga 40.000 kilometer.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa penerapan prinsip Zero Waste to Landfill dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab merupakan bagian integral dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

Strategi keberlanjutan ini diposisikan sebagai fondasi operasional, bukan sekadar program tambahan, guna memastikan setiap kegiatan besar dirancang dengan prinsip yang terukur.

Penerapan manajemen limbah yang ketat ini melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra lingkungan. Salah satu mitra utama dalam inisiatif ini adalah Waste4Change, yang sebelumnya juga telah bekerja sama dengan berbagai entitas industri untuk kelola sampah secara profesional.

Kepercayaan pelanggan dan mitra dinilai semakin menguat berkat konsistensi XLSMART dalam menghadirkan konektivitas yang bertanggung jawab.

Strategi Pengelolaan Sampah di Tiga Kota

Penyelenggaraan Ultraverse Festival yang dihadiri sekitar 25.000 penonton ini menerapkan pendekatan berbeda di setiap kotanya, menyesuaikan dengan kondisi dan mitra lokal. Di Jakarta, konsep yang diusung adalah Zero Waste to Landfill bersama Waste4Change.

Fokus utamanya adalah memastikan hampir seluruh timbulan sampah tidak berakhir di TPA melalui strategi pengurangan dari sumber, pemilahan, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.

Content image for article: XLSMART Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival, Kurangi 6,6 Ton Emisi

Sementara itu, pelaksanaan di Surabaya menerapkan pendekatan Reduce Waste to Landfill. Fokus di kota ini dimulai sejak tahap perencanaan acara, optimalisasi pemilahan, hingga peningkatan praktik guna ulang untuk mendukung ekonomi sirkular.

Upaya ini sejalan dengan tren industri saat ini, di mana berbagai acara besar mulai menggalakkan aksi tukar sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Khusus untuk wilayah Denpasar, Bali, perhatian utama tertuju pada Food Waste Management. XLSMART memonitor pengelolaan limbah makanan yang dilakukan oleh ATLAS sebagai lokasi acara.

Bekerja sama dengan Z Bio, limbah makanan terpilah diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik yang kemudian disalurkan kepada petani lokal. Model ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga mendorong praktik pertanian regeneratif di kawasan tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan

Merza Fachys menambahkan bahwa inisiatif ini bukan kali pertama dilakukan oleh perusahaan. Sebelumnya, saat perhelatan AXIS Nation Cup 2025, perusahaan berhasil mengumpulkan 4.200 kilogram sampah melalui skema serupa.

Konsistensi ini penting mengingat konser musik berskala besar dengan durasi setengah hari memiliki potensi menghasilkan hingga 12.500 kilogram sampah, berdasarkan estimasi rata-rata timbulan per orang.

Pandu Priyambodo, Manager Marketing Communication & Partnership Waste4Change, mengapresiasi langkah XLSMART sebagai penyedia layanan telekomunikasi pertama yang menggelar konser serentak di tiga kota dengan manajemen sampah bertanggung jawab.

Menurutnya, kontribusi pengurangan lebih dari 6,6 ton emisi CO₂ setara dengan menumbuhkan lebih dari 300 pohon selama satu tahun.

Senada dengan hal tersebut, Co-founder Z Bio, Fredric Tanuwijoyo, menyoroti pentingnya kemitraan dengan ATLAS di Bali. Pengolahan limbah makanan menjadi sumber daya baru bagi peternak dan petani membuktikan bahwa ekonomi sirkular dapat berjalan beriringan dengan industri hiburan.

Inisiatif semacam ini mirip dengan gerakan korporasi lain yang mulai meluncurkan program pilah sampah di lingkungan operasional mereka.

Sebagai entitas baru hasil penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom, XLSMART menaungi lebih dari 73 juta pelanggan.

Dengan mengusung semangat “innovation with heart”, perusahaan berkomitmen menjadikan prinsip ESG sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis jangka panjang, demi menciptakan nilai tambah bagi Indonesia dan memimpin era digital yang inklusif. (Icha)

Google Gemini Kini Bisa Bikin Musik dari Teks

Telko.id – Fitur chatbot AI Google Gemini makin berkembang pesat dengan kemampuannya menghasilkan musik hanya dari perintah teks sederhana. Setelah sebelumnya bisa membuat gambar dan video, kini Gemini dapat menciptakan musik berdurasi sekitar 30 detik lengkap dengan lirik dan aransemen hanya berdasarkan deskripsi teks, foto, atau bahkan video yang diberikan pengguna.

Canggihnya kemampuan ini didukung oleh model generatif musik terbaru dari Google DeepMind yang bernama Lyria 3, yang kini terintegrasi langsung ke dalam aplikasi Gemini. Dengan fitur ini, pengguna hanya perlu menuliskan prompt — misalnya suasana lagu, genre, tempo, atau emosi tertentu — dan Gemini akan mengolahnya menjadi komposisi musik sesuai permintaan. Model ini juga bisa menghasilkan cover art untuk lagu tersebut secara otomatis.

“Tujuan dari lagu-lagu ini bukanlah untuk menciptakan mahakarya musik, melainkan untuk memberikan Anda cara mengekspresikan diri yang menyenangkan dan unik,” kata Google dalam pengumumannya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (20/2/2026).

Kelebihan dari integrasi Lyria 3 dalam Gemini adalah sifatnya yang multimodal: musik bisa dibuat dari teks saja, tapi juga dari input visual seperti foto atau klip video, sehingga AI bisa menafsirkan suasana visual dan mengubahnya menjadi melodi yang cocok. Hasil musik yang diciptakan biasanya berdurasi singkat, tetapi sudah mencakup melodi, ritme, vokal, bahkan lirik jika diminta.

Baca juga:

Secara praktis, fitur ini sangat berguna bagi kreator konten, video editor, pembuat podcast, atau pengguna kreatif lainnya yang ingin menambahkan soundtrack cepat tanpa harus membuat sendiri dari nol.

Proses pembuatan lagu pun berlangsung cepat—cukup beberapa detik hingga puluhan detik setelah prompt diberikan. Beberapa versi fitur juga memungkinkan lagu tersebut diunduh atau dibagikan langsung ke platform lain.

Untuk memastikan transparansi, setiap musik yang dihasilkan oleh Gemini dilengkapi dengan watermark digital yang menunjukkan bahwa lagu itu adalah karya AI. Hal ini membantu membedakan konten yang dihasilkan oleh mesin dari lagu yang dibuat secara tradisional, sekaligus mencegah potensi pelanggaran hak cipta saat digunakan publik atau dibagikan di platform lain.

Meski fitur ini tersedia dalam versi beta dan mungkin belum aktif di semua akun pengguna, langkah Google membawa kemampuan generatif musik ke Gemini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan kini tak hanya pintar menjawab teks, tetapi juga bisa menjadi alat kreasi bagi siapa pun yang ingin membuat musik tanpa perlu keterampilan teknis musikal.

Jika ingin membuat lagu dengan Gemini, Google mengatakan model Lyria 3 sudah tersedia di aplikasi untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas. Saat ini Lyria 3 mendukung prompt dalam bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugal.

Samsung Unpacked 2026 Pamer Galaxy AI dan Galaxy S26 Ultra

Samsung menegaskan kembali posisinya sebagai mitra teknologi global pada acara Samsung Unpacked 2026, Rabu 25 Februari 2026, waktu setempat. Dalam ajang tersebut, Samsung menyoroti kolaborasinya bersama International Olympic Committee dalam perhelatan Olimpiade.

Dalam presentasi tersebut, Samsung menampilkan bagaimana perangkat Galaxy digunakan untuk mendukung kebutuhan penyiaran dan dokumentasi momen-momen penting para atlet di panggung dunia.

Kamera Galaxy sebagai Perangkat Berkapabilitas Profesional untuk Penyiaran dan Dokumentasi

Kamera Galaxy diposisikan bukan sekadar alat fotografi konsumen, melainkan perangkat dengan kapabilitas profesional yang mampu menangkap detail, dinamika gerak, serta emosi di tengah atmosfer kompetisi internasional.

Selain kemampuan kamera, Samsung juga menekankan peran Galaxy AI dalam membantu komunikasi lintas bahasa selama perhelatan olahraga global tersebut. Fitur penerjemahan berbasis AI diklaim mampu menjembatani perbedaan bahasa antara atlet, ofisial, media, dan penonton, menciptakan interaksi yang lebih lancar dan inklusif. Lewat pendekatan ini, Samsung tidak hanya mempromosikan fitur produk, tetapi juga membangun narasi bahwa teknologinya hadir sebagai penghubung manusia dalam momen-momen bersejarah dunia.

Tiga Prinsip Utama Pengembangan Galaxy AI

Dalam sesi terpisah, TM Roh selaku pimpinan divisi Device Experience memaparkan filosofi besar di balik pengembangan Galaxy AI. Ia menggambarkan AI bukan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai infrastruktur yang menopang pengalaman pengguna secara menyeluruh. Konsep tersebut bertumpu pada tiga prinsip utama: jangkauan luas, keterbukaan, dan kompetensi tinggi.

Galaxy AI dirancang agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin pengguna, terintegrasi secara terbuka dengan berbagai mitra dan ekosistem, serta memiliki kemampuan yang andal untuk menjalankan tugas kompleks. Visi jangka panjangnya adalah menghadirkan “Agentic AI Phone”, yaitu perangkat yang tidak hanya merespons perintah, tetapi mampu mengantisipasi kebutuhan dan bertindak secara proaktif.

Pendekatan ini menunjukkan ambisi Samsung untuk menjadikan AI sebagai fondasi utama pengalaman smartphone modern, bukan sekadar elemen pelengkap yang bersifat kosmetik.

Pada aspek implementasi praktis, Samsung mendemonstrasikan berbagai fitur Galaxy AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi keseharian pengguna. Fitur Now Brief, misalnya, diperkenalkan sebagai solusi untuk menyaring notifikasi dan hanya menampilkan informasi yang benar-benar relevan, sehingga membantu mengurangi kelelahan digital akibat banjir pemberitahuan.

Baca juga:

Integrasi Ask AI dan Strategi multi-agen

Selain itu, kemampuan merangkum panggilan telepon secara otomatis memungkinkan pengguna menangkap inti percakapan tanpa harus mencatat secara manual. Di sisi produktivitas dan riset, fitur Ask AI pada browser Samsung yang didukung teknologi Perplexity AI memberikan kemampuan pencarian dan peringkasan informasi secara lebih cerdas.

Integrasi ini memperlihatkan strategi multi-agen yang memungkinkan Galaxy AI memanfaatkan keunggulan mitra eksternal untuk memperkaya pengalaman pengguna. Seluruh fitur tersebut menegaskan arah pengembangan yang berfokus pada efisiensi kognitif dan optimalisasi waktu.

Peningkatan Performa Galaxy S26 Ultra

Untuk sektor performa, Galaxy S26 Ultra diperkenalkan dengan peningkatan signifikan pada kemampuan gaming. Samsung mengklaim adanya peningkatan performa ray tracing sebesar 17 persen, menghadirkan grafis dengan pencahayaan dan bayangan yang lebih realistis mendekati standar konsol.

Perangkat ini juga dibekali vapor chamber terbesar yang pernah disematkan Samsung pada lini smartphone, guna memastikan manajemen panas yang lebih stabil saat menjalankan beban kerja berat. Dalam hal daya tahan, Galaxy S26 Ultra diklaim mampu memutar video hingga 31 jam, didukung teknologi pengisian daya cepat untuk meminimalkan waktu henti.

Kombinasi antara performa grafis, stabilitas termal, dan ketahanan baterai memperlihatkan upaya Samsung untuk menarik segmen pengguna yang menuntut kinerja tinggi, termasuk gamer dan kreator konten.

Di bidang kamera, seri Galaxy S26 membawa peningkatan signifikan melalui pengembangan Nightography untuk perekaman video dalam kondisi minim cahaya. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi noise sekaligus mempertahankan detail tajam, sehingga hasil video malam hari tampak lebih jernih dan natural.

Khusus untuk varian Ultra, Samsung memperkenalkan dukungan perekaman 8K dengan codec APV serta kemampuan merekam langsung ke penyimpanan eksternal, fitur yang umumnya ditemukan pada perangkat profesional.

Selain itu, Galaxy AI juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pemindaian dokumen dengan menghaluskan lipatan kertas dan menghapus objek yang tidak diinginkan seperti jari pengguna. Inovasi ini menunjukkan pendekatan komprehensif Samsung dalam menggabungkan kecerdasan buatan dan perangkat keras untuk mendukung kebutuhan kreatif maupun produktif.

Komitmen Keberlanjutan dan Lingkungan

Sebagai penutup, Samsung turut menyoroti komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan mengumumkan berbagai inisiatif, termasuk proyek restorasi waduk dan peningkatan akses air bersih di sejumlah wilayah.

Salah satu kolaborasi yang mendapat perhatian adalah kerja sama dengan SeaTrees dan Scripps Institution of Oceanography dalam mendukung restorasi terumbu karang. Melalui fitur “Ocean Mode” pada kamera Galaxy, pengguna didorong untuk berkontribusi dalam dokumentasi dan pemantauan ekosistem laut.

Langkah ini memperlihatkan upaya Samsung untuk mengintegrasikan teknologi produknya dengan misi sosial dan lingkungan yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra sebagai perusahaan teknologi yang bertanggung jawab secara global.

Sang Legendaris Motorola RAZR Kembali, Mampukah Tumbangkan Samsung?

0

Telko.id – Smartphone lipat legenda Motorola RAZR baru saja melantai lagi di pasar Indonesia. Ditengah, kesulitan mempertahankan merek Motorola di pasar. Cukup sering , masyarakat mempertanyakan brand ini.

“Emang ada merek Motorola?”. Ini pasti ditanya oleh gen Z yang memang pada jamannya, brand ini sudah tidak beredar lagi di Indonesia.

Emang Motorola masih ada? Pertanyaan ini bisa dipastikan umur nya lebih senior karena mungkin dulu pernah punya, smartphone lipat Moto RAZR dijamannya.

Namun, kehadiran Moto RAZR 60 atau Motorola RAZR 60 ditengah dominasi Samsung dengan Flip nya dan beberapa merek kecil lainnya yang mencoba peruntungan di segmen ini, pasti menjadi sangat menantang.

Padahal, Motor RAZR di jaman nya itu, merupakan smartphone lipat yang paling tangguh. Belum ada brand lain yang mampu mengganggu dominasi pangsa pasar nya. Sayang nya, dengan berbagai masalah internal dan eksternal nya, brand ini tidak bisa lagi mempertahankan keadannya di Indonesia. Walaupun di beberapa negara, bran ini masih beredar.

Artinya, Motorola tetap mengikut perkembangan teknologi smartphone lipat dan beragam teknologi terkini lainnya, seperti AI dan lainnya yang sebenar nya merupakan ‘amunisi’ yang cukup untuk bisa sukses di Indonesia.

Namun, seperti biasa di pasar smartphone Indonesia, siapa yang jor-joran melakukan promosi marketing, ‘seperti’ dipercaya oleh masyarakat hingga tergerak untuk membeli.

Nah, bagi brand yang setengah-setengah atau bahkan ‘pedit, irit atau minim’ mengeluarkan biaya marketing atau promosi, seperti sudah dapat dipastikan juga, brand nya akan biasa-biasa saja, bahkan untuk berada di posisi lima besar brand di Indonesia sangat diragukan. Yang paling parah ya akan menghilang diam-diam, tidak ada kabar nya lagi.

Seperti Sharp dan Asus yang tetiba ‘putus asa’ dan akan mengakhiri bisnis smartphone ini di Indonesia. Sharp memang belum ketok palu, namun, tipe Sharp Aquos Sense10 dan R10, menurut rumor menjadi produk terakhir, jika, kedua smartphone ini tidak sukses juga.

Nah, bagaimana dengan Motorola, mampukah sang legenda ini menjadi pionir seperti dijaman nya itu, yakni sekitar dua puluh tahunan lalu, atau hanya menjadi penggembira dan ‘menggapai-gapai’ dari pinggir lapangan ‘pertandingan’ saja?  

Walaupun tentu bukan itu target nya. Motorla Indonesia sendiri sebenar nya memiliki target yang optimis. Saat resmi kembal meramaikan pasar smartphone di Indonesia sekitar pertengah tahun 2025 lalu, Country Head Motorola Indonesia Bagus Prasetyo menargetkan masuk ke lima besar pasar di Indonesia hanya dalam waktu tiga tahun.

“Kami hadir di Indonesia memiliki satu proyeksi dalam tiga tahun akan mencapai double digit,” ujar Bagus beberapa waktu lalu.

Distribusi Pegang Peranan

Ya, untuk melenggang asyik di pasar smartphone, peran distributor memang memiliki peran penting. Salah memilih partner akan menjadi boomerang yang menyakitkan karena produk tidak bisa diserap dengan maksimal oleh pasar.

Hal ini pernah dilakukan oleh Sharp, yang begitu ‘pede’ dengan kedigdayaannya di pasar elektronik, jadi ketika ingin bermain di pasar smartphone, jejaring kuat yang dimiliki lah yang digunakan. Namun, gaya konsumen dan cara pemasaran serta pendekatan pasar smartphone yang berbeda membuat semua itu tidak jalan.

Bahkan, ketika sudah mengubah cara jualan dengan menggunakan distributor yang ‘ahli’ dalam penjualan smartphone juga tidak bisa mengeluarkannya dari kesulitannya ini.

Bagaimana dengan Motorola? Ketika masuk ke Indonesia brand ini sudah menggandeng Digiplus, unit bisnis PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), sebagai mitra distribusi resmi dalam memasarkan produk ponsel pintarnya di Indonesia.​​​​​​​ Penunjukan itu sudah dilakukan pada saat Motorola resmi masuk ke Indonesia.

Sayang, ternyata waktu setengah tahun lebih ini, masih belum bisa juga mengangkat bran Motorola di pasar. Padahal Digiplus, cukup ahli dalam penjualan smartphone dan perangkat lainnya. Walau pun masih belum sebesar Erajaya Grup yang mendominasi pasar smartphone dan menjadi distributor banyak brand. Kenapa?

Distributor itu, boleh dibilang bekerja dengan dana dari brand. Memang benar, mereka akan membeli produk dari brand untuk berjualan. Namun, ketika bicara promosi marketing, yang boleh dibilang itu keahlian mereka, jika tidak digelontor dana ‘cukup’ oleh brand maka distributor juga akan ‘diam-diam’ saja. Mereka akan bekerja sesuai ‘support’dari brand.

Rantai yang ‘ruwet’ itu, dulu sempat didobrak Oppo, ketika baru masuk Indonesia, dengan menentukan distributor baru, channel-channel baru, dan menerapkan sistem komisi yang mengiurkan. Dan ternyata strategi ini berhasil, hingga brand Oppo saat ini bisa bertengger di 5 besar brand smartphone di Indonesia.

So, dengan kondisi saat ini, sudah terlihat kan, blunder nya ada di mana? Nama besar yang sudah legend, Produk yang bagus, pemilihan distributor yang sudah tepat pun, jika tidak disertai dana promosi yang cukup ‘gila’ tidak akan dilirik oleh Masyarakat.

Bagi Motorola, kehadiran Moro RAZR ke Indonesia ini merupakan ‘bahan bakar’ yang bisa menjadi pendorong, kesuksesannya di industry smartphone Indonesia. Jadi perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin semua potensi nya. (Icha)

Galaxy S26 Series Resmi Rilis, Ultra Paling Ganas?

0

Telko.id – Samsung kembali menaikkan standar pasar flagship lewat peluncuran Samsung Galaxy S26 Series. Tiga model langsung digelontorkan: Samsung Galaxy S26, Samsung Galaxy S26+, dan Samsung Galaxy S26 Ultra.

Namun satu hal langsung jadi sorotan: Galaxy S26 Ultra tampil terlalu dominan.

Kamera 200MP generasi terbaru, performa kelas atas, hingga dukungan S Pen membuat model ini seperti “mengerdilkan” dua saudaranya sendiri. Pertanyaannya, apakah S26 dan S26+ masih relevan? Atau Ultra memang sengaja diposisikan sebagai pusat gravitasi seri tahun ini?

Di tengah persaingan flagship 2026 yang makin brutal, Samsung tidak lagi sekadar menjual spesifikasi. Mereka menjual diferensiasi yang makin tegas — dan itu terlihat jelas sejak hari pertama peluncuran.

Lalu, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari strategi ini? Dan model mana yang benar-benar paling masuk akal untuk dibeli?

Mari kita bedah satu per satu.

Spesifikasi Galaxy S26 Series

FiturGalaxy S26Galaxy S26+Galaxy S26 Ultra
Layar6,3″ FullHD+ AMOLED6,7″ QHD+ AMOLED6,9″ QHD+ AMOLED
Refresh Rate120Hz120Hz120Hz
Kamera Utama50MP + 10MP + 12MP50MP + 10MP + 12MP200MP + 50MP + 50MP + 10MP
Baterai4.300 mAh4.900 mAh5.000 mAh
Pengisian Cepat~25W~45W~60W
S Pen
AI & SoftwareOne UI 8 (Android 16)One UI 8 (Android 16)One UI 8 (Android 16)
Target hargaEntry premiumMid-premiumUltra flagship

 

Samsung Galaxy S26 – Kompak & Serba Guna

Keunggulan dari seri ini adalah dimensi ringkas dan nyaman digenggam, Kamera kuat untuk kebutuhan harian dan konten sosial, Efisiensi daya baik untuk aktivitas sepanjang hari dan harus nya memiliki harga yang paling “masuk akal” di seri ini.

Galaxy S26 ini menjadi pilihan terbaik untuk pengguna yang ingin flagship tanpa harus bayar ekstra besar — cocok untuk kaum milenial, pekerja kreatif, hingga pelajar.

Pas untuk pengguna harian yang mengutamakan keseimbangan performa–kamera–baterai, Social media creator pemula dan First-time flagship upgrader.

Samsung Galaxy S26+ – Kekuatan Portabel dengan Durasi Extra

Untuk Galaxy S26+ memiliki keunggulan layar lebih luas untuk streaming & gaming, baterai lebih besar dibanding S26 untuk penggunaan lama dan Kamera setara yang tetap kuat di segala kondisi

Kekuatan itu lah yang membuat Galaxy S26+ pas untuk work & play pakai satu perangkat saja. Layout layar yang pas untuk multitasking, sembari tetap mempertahankan portabilitas yang nyaman.

Jadi bagi Anda yang merupakan pengguna aktif mobile (konten + kerja), gamers kasual yang butuh baterai lebih lega dan pencinta multimedia dan streaming. Pas menggunakan smartphone dari Samsung yang terbaru ini.

Samsung Galaxy S26 Ultra – Flagship Tertinggi & Kamera Terbaik

Nah, ini adalah perangkat yang tertinggi spesifikasi nya pada Galaxy S26 series. Tentu masyarakat juga banyak berharap pada seri ini memberikan kejutan-kejutan teknologi.

Lalu, apa keunggulannya? Kamera 200-MP super tajam dengan setup quad yang kuat, Performa kelas atas + S Pen bawaan, Baterai tahan lama + fast charging tertinggi di seri, Fitur eksklusif seperti Privacy Display dan memiliki Kapasitas RAM & Storage terbesar (hingga 16 GB/1 TB).

Jadi, smartphone versi tertinggi di Galaxy S26 ini bukan sekadar ponsel. Ini perangkat yang sekaligus menjadi studio multimedia portabel. Kamera super detail + S Pen membuatnya ideal untuk profesional konten, fotografer, hingga pebisnis kreatif.

Jadi bagi Anda yang berprofesi Fotografer/videografer mobile, Content creator profesional & streamer dan Eksekutif & pengguna yang ingin “flagship tanpa kompromi”, perangkat ini cocok.  (Icha)

Telkomsel Siaga Layani Pelanggan Sepenuh Hati Selama Ramadan 2026

0

Telko.id – Telkomsel secara resmi menggelar program Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 dengan komitmen “Melayani Sepenuh Hati”.

Program ini dirancang agar pelanggan dapat menjalani ibadah dan tradisi Ramadan dengan lebih tenang, berkesan, dan aman melalui layanan pelanggan 24/7, penawaran spesial, serta jaminan konektivitas jaringan terdepan.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menegaskan fokus perusahaan pada tahun ini. “Di Ramadan tahun ini, fokus kami adalah hadir melayani sepenuh hati di setiap langkah pelanggan,” ujarnya, Selasa (25/2/2026).

Ia menyatakan kesiapan Telkomsel dalam menyediakan layanan pelanggan siaga, penawaran istimewa, dan peningkatan keandalan jaringan untuk mendukung momen ibadah, silaturahmi, dan mudik.

Untuk memastikan kemudahan akses, Telkomsel mengoperasikan 43 Posko Telkomsel Siaga yang terdiri dari 15 posko flagship dan 28 posko reguler. Posko ini beroperasi dari 19 Februari hingga 31 Maret 2026.

Di posko tersebut, pelanggan dapat melakukan aktivasi produk, isi ulang, migrasi kartu SIM/eSIM, mendapatkan bantuan untuk aplikasi MyTelkomsel, dan menukarkan Telkomsel POIN.

Kehadiran posko fisik ini melengkapi berbagai kanal layanan digital yang sudah tersedia, seperti aplikasi MyTelkomsel, website resmi, media sosial @telkomsel, Call Center 188, ratusan GraPARI Siaga, serta puluhan ribu mitra Outlet Siaga di seluruh Indonesia.

Kanal digital juga diperkuat dengan kehadiran Posko RAFI Digital di TikTok dan AI Travel Assistant di MyTelkomsel sebagai panduan mudik.

Content image for article: Telkomsel Siaga Layani Pelanggan Sepenuh Hati Selama Ramadan 2026

Telkomsel juga menyiapkan ragam penawaran khusus untuk membuat Ramadan lebih berkesan. Bagi pelanggan SIMPATI, tersedia paket Seru Sahur, Seru Ngabuburit, Seru Mudik, Seru Nonton, dan Surprise Deal.

Pelanggan Halo dapat menikmati Halo Meaningful Deals dan RoaMAX Umroh, sementara pelanggan by.U mendapatkan Paket SOTR (Sahur On The Road), Paket Gas Pushrank, dan Ucoin Ramadan.

Untuk konektivitas rumah tangga, tersedia promo IndiHome berupa potongan biaya instalasi dan peningkatan kecepatan. Ada juga paket Orbit Promo Ramadan serta Paket Sahur & Ngabuburit, dan penawaran instalasi EZnet.

Pelanggan juga diajak berbagi kebaikan melalui program loyalty Mudik Hepi, yang memungkinkan donasi Telkomsel Poin untuk membantu pemudik kurang mampu.

Content image for article: Telkomsel Siaga Layani Pelanggan Sepenuh Hati Selama Ramadan 2026

“Apa pun kebutuhannya, baik jadi teman sahur dan ngabuburit, kumpul bersama keluarga, berbagi kebaikan, berangkat mudik, sampai rayakan kemenangan, Telkomsel siap mendampingi,” kata Susatyo.

Selain penawaran, aplikasi MyTelkomsel menghadirkan Ramadan Corner yang dilengkapi fitur sedekah, jadwal ibadah, Kirim Parsel, dan Peta Mudik yang terhubung langsung dengan Posko Siaga Telkomsel.

Langkah ini sejalan dengan inisiatif operator lain seperti program Ramadan Indosat yang juga fokus pada layanan digital.

Antisipasi Lonjakan Trafik dan Optimasi Jaringan

Menghadapi peningkatan aktivitas digital, Telkomsel memproyeksikan puncak payload nasional meningkat sekitar 11,1% menjadi 70,85 PB dibanding hari normal. Kenaikan jumlah pelanggan tertinggi diprediksi terjadi di regional Jawa Tengah dan DIY, serta Jawa Barat dan Jawa Timur.

Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, Telkomsel telah melakukan serangkaian persiapan jaringan. Perusahaan mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas (Points of Interest) yang mencakup area keramaian, transportasi, rute mudik, kawasan residensial, dan tempat ibadah. Pengalaman serupa dalam mengelola lonjakan trafik juga tercatat saat periode Nataru 2026.

Teknologi Autonomous Network berbasis Artificial Intelligence (AI) diterapkan untuk pemantauan end-to-end secara 24/7, mencakup deteksi dini, diagnosis, hingga perbaikan otomatis.

Sebanyak 15 Posko Siaga Network disiagakan khusus untuk menjaga kualitas layanan. Untuk mengantisipasi kepadatan tinggi, Telkomsel menyiagakan 45 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) yang dapat ditempatkan secara fleksibel.

Persiapan juga mencakup pelaksanaan drive test sepanjang sekitar 18.406 km, termasuk 4.167 km jalan tol, untuk memastikan cakupan dan kualitas layanan suara dan data memadai di seluruh rute perjalanan.

Komitmen terhadap kualitas jaringan ini turut didukung pengakuan dari Opensignal, yang dalam laporan Desember 2025 menempatkan Telkomsel sebagai pemimpin di 11 dari 16 metrik jaringan, termasuk 5G Download Speed dan 5G Availability.

Upaya serupa dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk jaringan juga dilakukan oleh kompetitor, seperti persiapan jaringan XLSMART yang menyiapkan 5G dan AI di berbagai kota. Stanislaus Susatyo menegaskan, memastikan koneksi yang stabil bagi pelanggan dan keluarga, baik di dalam maupun luar rumah, merupakan bagian integral dari komitmen Telkomsel untuk melayani sepenuh hati selama Ramadan dan Idulfitri 2026. (Icha)

Motorola Razr 60 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Rp 10,9 Jutaan

Telko.id – Motorola secara resmi meluncurkan ponsel lipat terbarunya, motorola razr 60, di pasar Indonesia mulai hari ini, Selasa (25/2/2026).

Perangkat yang mengusung sejumlah inovasi, termasuk perekaman video berbasis gestur pertama di dunia pada ponsel lipat, ini dijual dengan harga spesial peluncuran sebesar Rp 10.999.000 untuk varian 8GB RAM dan 256GB penyimpanan.

Smartphone flip ini dapat diperoleh melalui platform e-commerce Shopee dan jaringan gerai ritel Digiplus di seluruh Indonesia.

Kehadiran razr 60 menandai babak baru bagi Motorola dalam menghadirkan teknologi lipat premium yang lebih terjangkau, sekaligus melanjutkan warisan desain ikonik seri Razr.

Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia, dalam pernyataan resminya mengatakan, “Kami menghadirkan motorola razr 60 di Indonesia— perpaduan antara desain yang tak lekang waktu dengan inovasi tahun 2026.”

Ia menambahkan bahwa kehadiran perangkat ini bukan sekadar nostalgia, melainkan lompatan besar dalam performa dan durabilitas dengan penawaran harga yang menarik tanpa mengorbankan kualitas.

Motorola razr 60 menonjolkan fitur kamera yang ditingkatkan secara signifikan. Perangkat ini dilengkapi dengan sistem kamera 50MP pro-grade yang didukung motoAI dan Optical Image Stabilization (OIS), serta lensa ultrawide 13MP yang juga berfungsi sebagai macro vision. Inovasi utamanya terletak pada kemampuan perekaman video hands-free melalui Air Gesture.

Pengguna dapat memulai rekaman dengan mengangkat telapak tangan terbuka, menjeda dengan mengepalkan tangan, dan menghentikan rekaman dengan gerakan menunjuk.

Fitur kamera tersebut didukung oleh teknologi 100% True Colour Camera yang telah divalidasi Pantone, menjamin akurasi warna dan rona kulit. Untuk swafoto, tersedia kamera depan 32MP dengan autofocus dan teknologi Quad Pixel.

Berbagai fitur perangkat lunak seperti Auto Video Enhancement, Color Optimization, dan Auto Smile Capture turut menyempurnakan hasil bidikan dalam berbagai kondisi.

Dari segi ketahanan, motorola razr 60 mengusung engsel berlapis titanium yang telah disertifikasi oleh SGS untuk tahan lebih dari 500.000 kali lipatan.

Perangkat ini juga memiliki sertifikasi ketahanan debu dan air IP48, serta layar eksternal yang dilindungi Corning Gorilla Glass Victus. Layar utama berukuran 6,9 inci dengan teknologi pOLED LTPO, refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak 3.000 nit.

Layar Luar Besar dan Integrasi AI

Salah satu sorotan utama razr 60 adalah layar eksternal berukuran 3,6 inci, yang diklaim sebagai yang terbesar di kelasnya. Layar ini memiliki refresh rate 90Hz dan mendukung berbagai mode Flex View seperti Camcorder, Desk, Laptop, dan Tent untuk kemudahan multitasking dan pembuatan konten.

Lebih dari sekadar panel notifikasi, layar eksternal ini terintegrasi penuh dengan motoAI dan Google Gemini. Pengguna dapat mengakses asisten AI, ringkasan cerdas (Catch Me Up), transkripsi, dan bahkan alat kreatif Google Photos tanpa perlu membuka ponsel. Integrasi ini menjadikan razr 60 sebagai satu-satunya ponsel lipat di kelasnya yang menawarkan kemampuan AI langsung dari layar luar.

motoAI 2.0 yang diusung menghadirkan berbagai fitur cerdas seperti Next Move untuk saran proaktif, AI Image Studio untuk menghasilkan gambar dari teks, Style Sync untuk menyelaraskan wallpaper dengan pakaian, dan AI Playlist Studio untuk membuat playlist sesuai suasana hati.

Fitur produktivitas seperti Pay Attention untuk mencatat percakapan dan Remember untuk pengingat memori juga tersemat.

Untuk mendukung kinerjanya, motorola razr 60 ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7400X dengan arsitektur 4nm dan dukungan on-device AI.

Perangkat ini menjalankan Android 16 dengan antarmuka Hello UI, dan dijamin mendapatkan pembaruan OS selama 3 tahun serta pembaruan keamanan selama 4 tahun. Baterai berkapasitas 4.500mAh didukung pengisian cepat 30W TurboPower dan pengisian nirkabel 15W.

Motorola razr 60 hadir dalam tiga pilihan warna yang dikurasi Pantone: Gibraltar Sea (finish fabric), Spring Bud (finish vegan leather), dan Parfait Pink. Sebagai bagian dari promosi peluncuran, pembeli juga akan mendapatkan manfaat tambahan dari sejumlah mitra seperti XL Axiata, Vision+, Mister Aladin, DMSPlus, dan Motion Pay.

Dukungan purna jual disediakan melalui 121 pusat perbaikan resmi Motorola yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Kehadiran motorola razr 60 ini semakin memanaskan persaingan pasar ponsel lipat di Indonesia, menawarkan alternatif dengan kombinasi desain ikonik, inovasi AI, dan harga yang lebih kompetitif. (Icha)

Xiaomi dan Leica Perdalam Kolaborasi, Xiaomi 17 Series Unggulkan Fotografi

0

Telko.id – Xiaomi dan Leica mengumumkan pendalaman kemitraan strategis mereka, yang kini bergeser ke model Strategic Co-creation.

Kolaborasi terbaru ini langsung diwujudkan dalam kemampuan fotografi Xiaomi 17 Series, menargetkan standar baru dalam mobile photography dengan fokus pada kualitas gambar yang konsisten di segala kondisi cahaya.

Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menjelaskan evolusi kemitraan ini. “Tahun ini, kolaborasi Xiaomi dan Leica memasuki babak baru yang lebih komprehensif dan strategis. Jika sebelumnya kemitraan ini fokus pada pendekatan Joint R&D, kini kami bergerak dalam Strategic Co-creation Model yang meningkatkan keterlibatan Leica pada pengembangan smartphone Xiaomi secara signifikan dari hulu ke hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/2/2026).

Menurut Renreng, langkah ini menegaskan komitmen kedua perusahaan untuk menghadirkan pengalaman fotografi profesional yang semakin konsisten dan terintegrasi di seri produk flagship Xiaomi.

Pendekatan baru ini memungkinkan Leica terlibat lebih dalam dalam proses pengembangan, mulai dari desain optik, tuning sensor, hingga algoritma pemrosesan gambar.

Filosofi “Essential Leica Imagery” Jadi Fondasi

Kolaborasi terbaru ini berlandaskan filosofi “Essential Leica Imagery” yang diusung Leica. Filosofi ini menekankan pada pendekatan humanis dalam fotografi, di mana setiap pengembangan sistem kamera dirancang untuk menghidupkan kembali momen dan emosi yang tertangkap dalam foto.

Xiaomi 17 Series dihadirkan sebagai smartphone yang tidak hanya menawarkan ketajaman visual teknis, tetapi juga kemampuan menceritakan kisah di balik setiap bidikan.

Perubahan model kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah dijalin sejak 2022. Sebelumnya, kolaborasi awal mereka telah menghasilkan sejumlah smartphone andalan yang mendapat pujian di pasar. Kini, dengan pendekatan yang lebih mendalam, keduanya berambisi menaikkan level secara lebih agresif.

Content image for article: Kolaborasi Xiaomi dan Leica Perdalam, Xiaomi 17 Series Unggul di Fotografi

Estetika Warna dan Teknologi HDR Generasi Terbaru

Salah satu pilar utama kolaborasi adalah menghadirkan estetika tone warna khas Leica yang autentik dengan kualitas lebih baik.

Lensa kamera mutakhir Leica pada Xiaomi 17 Series diklaim mampu mendukung kualitas foto HDR (High Dynamic Range) generasi terbaru. Teknologi ini menghasilkan detail yang lebih kaya dan rentang warna yang lebih luas dibanding pendahulunya.

HDR generasi terbaru ini bukan sekadar filter digital. Prosesnya melibatkan penangkapan berbagai lapisan exposure dalam hitungan milidetik, yang kemudian disatukan menjadi satu foto dengan komposisi warna yang seimbang.

Hasilnya, gradasi warna terlihat lebih halus, detail pada area gelap tetap jelas, tanpa menyebabkan area terang menjadi overexposed atau terlalu putih.

Setiap foto yang dihasilkan juga akan disertai watermark Leica yang ikonik. Sentuhan ini dimaksudkan untuk mempertegas komposisi visual dan memberikan karakter kuat pada gambar, sehingga pengguna dapat memperoleh hasil yang premium tanpa perlu melalui proses editing yang rumit. Pendekatan ini konsisten dengan filosofi “Essential Leica Imagery” yang mengutamakan hasil akhir yang otentik.

Sistem Kamera Serba Bisa untuk Berbagai Genre Fotografi

Xiaomi dan Leica mengklaim telah melahirkan sistem kamera canggih yang serba bisa pada Xiaomi 17 Series. Dengan satu perangkat yang compact, pengguna dapat menangkap berbagai genre fotografi, mulai dari portrait dengan efek bokeh yang menawan, street photography yang penuh cerita, hingga landscape dengan detail yang hidup.

Kemampuan serba guna ini dicapai berkat sensor kamera terbaru dari Leica yang dirancang untuk menjaga ketajaman gambar dan akurasi warna yang natural di berbagai rentang zoom.

Konfigurasi optik khusus dari Leica juga diklaim mampu meminimalkan noise secara optimal, sehingga hasil foto menjadi lebih jernih baik dalam kondisi cahaya dalam ruangan maupun luar ruangan.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Xiaomi terus berinvestasi dalam menghadirkan pengalaman visual yang unggul bagi pengguna, termasuk para kreator konten.

Dengan pendekatan Strategic Co-creation, integrasi antara teknologi mutakhir dan seni fotografi Leica diharapkan dapat menghasilkan pengalaman fotografi mobile yang lebih bermakna dan konsisten pada generasi flagship mendatang. (Icha)