spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1740

Trik XL Optimalkan Teknologi 4G LTE di Jakarta

0

Telko.id – Gedung yang menjulang tinggi, perubahan okupasi gedung-gedung, mall dan apartemen di Jakarta menjadi sebuah tantangan sendiri bagi operator yang ingin memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan. Masalahnya, tidak semua dapat dipukul rata cara penangannya. Perlu ada arsitektur jaringan yang cerdas, pintar dan efektif sehingga implementasi jaringan yang digelar pun memberikan revenue yang baik bagi perusahaan.

Itu sebabnya, XL Axiata harus pintar mendesign jaringan yang dimiliki agar kebutuhan para pelanggannya dapat dipenuhi. “Pada tahap awal, Jakarta, secara general sudah digelar BTS 4G LTE. Pada tahap berikut nya setelah ada evaluasi akan mulai ditambah dengan Radio Remote Unit,” ujar Budi Harjono, Vice President Network Planning XL menjelaskan.

Fungsi dari Radio remote Unit adalah untuk membantu perluas jangkauan sinyal 4G LTE. RRU ini akan sangat bermanfaat jika diimplemntasikan pada wilayah yang padat oleh gedung-gedung tinggi. Di mana, sinyal BTS tidak sanggup untuk menembus tembok dari gedung tinggi.

Berikutnya, jika masih juga kurang mampu memberikan kenyamanan pada para pelanggan, makaXL Axiata akan menambahkan dengan Hi-gain Antena. Fungsi nya mirip dengan RRU yakni untuk menambah coverage di daerah-daerah tentu.

Coverage saja tentu tidak cukup. Perlu kapasitas yang cukup agar para pelanggan XL dapat menikmati layanan internet cepat atau broadband. Untuk itu, XL akan menambahkan small cell. Yang fungsi nya lebih pada meningkatkan kapasitas dari jaringan yang sudah terpasang.

Pada tahap selanjutnya, XL sedang trial yang namanya Cloud Radio. Teknologi ini seolah-olah membuat terjadi nya sharing radio. Di mana, Cloud Radio ini akan cocok diimplementasikan pada gedung perkantoran dan apartemen. Yang profile dari penggunanya adalah siang berada di kantor dan malam baru berada di apartemen. Dengan teknologi ini sinyal seperti ‘swing’ dari perkantoran ke apartemen. Sesuai dengan jam sibuk di masing-masing tempat.

“Nah, jika semua akses dari antenna ke pelanggan sudah bagus. Maka diperlukan yang namanya Fiber Optic yang menjadi transmisi. Jika tidak maka, sebagus apapun sinyal tetapi tidak akan maksimal dalam memberikan layanan broadband pada pelanggan ketika transmisi nya kecil. Akibatnya, kecepatan yang dirasakan oleh pelanggan pun tidak akan maksimal.,” ujar Budi menambahkan.

Sayang, masalah fiber optic ini masih menjadi kendala dapat pemasangannya. Maklum, fiber optic ini adalah pemasangan kabel di wilayah yang ingin diperkuat oleh XL. Namun, ijin pembangunan menjadi barrier implementasi ini. Soalnya, Jakarta adalah kota pada penduduk dan pemukiman, gedung sangat rapat sehingga untuk menggali dan menanamkan kabel fiber optic menjadi kendala tersendiri. (Icha)

Pelanggan 4G LTE  Telkomsel Sudah 1.8 juta

0

Proses refarming di frekuensi 1800MHz berakhir sudah. Satu per satu daerah mulai dapat merasakan layanan 4G LTE dari para operator. Berbagai cara dilakukan oleh Telkomsel untuk mendorong para pelanggannya untuk berpindah menggunakan layanan 4G LTE ini. Mulai dari penukaran uSIM secara gratis hingga tawaran paket menarik.

Senior Vice President LTE Project Telkomsel, Hendri Mulya Sjam mengatakan, “Yang kami tawarkan pada pelanggan adalah layanan 4G LTE yang cepat, memiliki cakupan jaringan terluas, simple dan mudah dalam penggunaan, dipercaya oleh 1,8 juta pelanggan, dan memiliki beragam konten atau aplikasi berkualitas. Faktor-faktor ini akan memberikan pelanggan yang beralih ke layanan Telkomsel  4G LTE untuk dapat merasakan pengalaman terbaik mobile broadband dan digital lifestyle.”

Hendri lebih lanjut menjelaskan bahwa Telkomsel sangat mengutamakan kemudahan bagi pelanggannya yang ingin menikmati layanan 4G LTE, dimana mereka dapat dengan mudah menukarkan simcard yang dimiliki dengan uSIM secara gratis dengan nomor existing, dan paket dengan tarif yang sama tanpa tambahan biaya. Berbagai channel layanan pelanggan pun telah disiapkan untuk memastikan kemudahan migrasi uSIM, yaitu melalui GraPARI, website Telkomsel, call center Caroline, selain juga di berbagai mall di Indonesia.

Saat ini layanan Telkomsel 4G LTE didukung oleh lebih dari 1300 eNode B (BTS 4G) yang akan memberikan koneksi yang cepat, stabil, merata, dan tidak hanya hadir di hotspot tertentu. Ketika Telkomsel menyatakan sudah siap menggelar layanan 4G LTE di suatu kota, berarti layanan tersebut sudah tersedia di sebagian besar wilayah  kota tersebut (inner city & indoor coverage) dan siap untuk menunjang aktivitas keseharian masyarakat.

Di sisi lain, layanan Telkomsel 4G LTE juga menghadirkan akses ke berbagai konten digital berkualitas juga diharapkan akan melengkapi digital lifestyle pelanggan, seperti aplikasi Moovigo, LangitMusik, Magisto, dan lain-lain. Selain itu Telkomsel juga telah bekerjasama dengan berbagai operator utama dari 30 negara  di 5 benua untuk International Roaming 4G LTE, yang telah menjadikannya sebagai layanan 4G LTE pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan International Roaming. (Icha)

Kerja Bak Pengacara, Bayaran Pekerja Digital Forensik Unlimited

0

Jakarta – Pernahkah terlintas di benak Anda jika seorang praktisi IT bekerja layaknya seorang pengacara? Mungkin tidak. Karena pada dasarnya kedua bidang pekerjaan ini memiliki disiplin ilmu yang berbeda.

Namun, tidak demikian sekarang. Pasalnya, pada masa sekarang ini para profesional IT juga bisa bekerja layaknya pengacara. Misalnya saja mereka yang berkecimpung di bidang Digital Forensik. Bedanya, jika pengacara menyelidiki kasus-kasus umum, orang-orang yang bekerja di Digital Forensik lebih spesifik lagi, mengurusi kasus-kasus yang berkaitan dengan ITE. Salah satunya, kejahatan siber yang tengah marak belakangan ini.

Saat ini, peluang untuk menjadi bagian dari Digital Forensik di Indonesia sendiri sebenarnya masih terbuka lebar. Hal ini terbukti dengan tidak banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergelut di dalamnya. Namun, tampaknya para profesional IT agak enggan untuk melirik dan menjadikan Digital Forensik sebagai pekerjaan utamanya. Padahal pekerjaan ini memiliki nilai bayaran yang sangat tinggi dan bisa dibilang tidak ada satuan standar dari bayaran profesi ini.

“Pekerjaan ini sangat menjanjikan, bahkan gaji yang ditawarkan dari profesi ini bisa dibilang unlimited,” ungkap Ruby Alamsyah, selaku profesional di bidang Digital Forensik.

Sebuah peluang pun kian terbuka lebar bagi para praktisi IT yang ingin mencoba dan menekuni pekerjaan sebagai Digital Forensik. Terlebih lagi, saat ini Pihak Bareskrim Polri bekerjasama dengan Menkominfo baru saja membentuk Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI).

Rudiantara menyebutkan, dibentuknya asosiasi ini dikarenakan dibutuhkan seorang ahli forensik digital untuk menangani tindak pidana siber.

Sementara itu, Ruby menyarankan jika memang tertarik untuk menjadi seorang Digital Forensik, setidaknya mereka telah memiliki dasar atau pengetahuan mengenai dunia IT, sehingga bisa menganalisa sebuah kasus tindak pidana siber.

Seperti diketahui, proses analisis sebuah kasus kejahatan siber menggunakan pendekatan ilmiah untuk mencari titik terang dari kasus tersebut. [ak/if]

Tanggulangi Cyber Crime, Bareskrim Bentuk Asosiasi Forensik Digital

0

Jakarta – Kementrian Komunikasi dan Informatika mendukung Asosiasi Forensik Digital (AFDI) yang juga digagas oleh sejumlah praktisi Digital Forensik. Menkominfo Rudiantara membuka kick off pembentukan asosiasi tersebut hari ini, Seasa (17/11). Dalam acara ini, hadir pula sekitar 100 Analis Forensik Digital Indonesia.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia telah memiliki Undang-Undang ITE yang tak hanya mengatur segala bentuk perbuatan yang dilarang, tetapi juga mengatur mengenai bukti digital, dimana bukti digital dianggap sah dan dapat diajukan ke persidangan dengan syarat bahwa informasi yang tercantum di dalamnya secara teknis dapat diakses, ditampilkan, dijamin keutuhannya dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Agar bukti digital dianggap sah dan dapat diajukan ke persidangan maka diperlukan tindakan forensik digital yang terdiri atas pengumpulan, akuisisi, pemulihan, penyimpanan dan pemeriksaan bukti digital berdasarkan cara dan dengan alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk pembuktian,” ungkap Rudiantara.

Asosiasi Forensik Digital Indonesia sendiri merupakan sebuah wadah bagi para talenta di Indonesia untuk berkecimpung di dunia Digital Forensik.

Ketua Bareskrim, Anang Iskandar mengungkapkan, “Indonesia telah memasuki era digital ditandai adanya internet cepat, serta smartphone dan sosial media. Sementara itu, dampak dari sosial media adalah cyber crime, secara emphiris, telah menangkap 113 orang warga negara Taiwan dan China terkait penipuan cyber dan tujuan utama dari dibentuknya asosiasi ini untuk menangani permasalahan cyber crime,” katanya.

Sementara itu, yang menjadi korban dari kejahatan siber ini bukan hanya perorangan saja, melainkan juga banyak dari pihak korporasi.

Sebagai informasi, Sampai saat ini para ahli digital forensik di Indonesia masih sangat terbatas sekali. Hal tersebut tentunya menjadi PR yang sangat besar bagi asosiasi ini.

Disinggung mengenai berada di naungan mana, tim AFDI mengungkapkan bahwa mereka bukan berada di bawah naungan kementrian apapun dan bersifat Independen. [ak/if]

Kominfo Paksa Facebook Terapkan Safety Online

0

Jakarta – Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara baru saja mampir ke Silicon Valley di Amerika Serikat, dan menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan pihak Facebook. Dalam pertemuan tersebut, Chief Ra membahas tentang keamanan dalam bersosial media di jejaring sosial besutan Mark Zuckerber itu.

“Facebook jangan hanya melihat Indonesia sebagai pasar dari mereka saja, tetapi mereka juga harus berkontribusi untuk menjadikan media online ini sebagai media yang sehat,” kata Rudiantara kepada Telko.id hari ini, Selasa (17/11).

Oleh karena itu, sebuah inisiasi pun dirasa perlu untuk dilakukan. Membawa nama “Safety Online” inisiasi ini nantinya akan mengharuskan Facebook untuk memberikan konten yang positif serta menyaring berbagai konten negatif yang seringkali muncul di sosial media itu.

Sebagai informasi, saat ini pengguna Facebook di Indonesia telah mencapai sekitar 76 juta pengguna. Berkaca dari hal tersebut, bukan tidak mungkin indonesia menjadi salah satu ladang bisnis perusahaan itu sejauh ini.

Rencananya, safety online akan mulai diberlakukan pada tahun 2016 mendatang. Namun belum ada konfirmasi lanjutan mengenai tanggal pasti dari inisiasi tersebut.

Chief RA menambahkan, akhir tahun nanti akan ada pembicaraan lanjutan dengan pihak Facebook terkait dengan inisiasi ini dan akan ada pengembangan untuk merealisasikan safety online.

Disinggung mengenai sosial media yang lain, yaitu Twitter, Chief RA menyebut media sosial berlogo burung ini hanya menjadi media penanggulangan bencana saja. [ak/if]

Tuntas Sudah Refarming 4G di 1800MHz, Tinggal Tunggu Tes

0

Jakarta – Setelah dijadwalkan akan selesai tadi malam, refarming 4G LTE di frekuensi 1.800MHz akhirnya benar-benar menemukan kata tuntas hari ini. Lebih tepatnya jam 02.00 WIB dini hari tadi. Itu artinya, mulai hari ini operator di tanah air sudah bisa memanfaatkan frekuensi tersebut untuk menggelar layanan 4G.

“Jam 02.00 pagi tadi refarming sudah selesai. Sekarang tinggal tunggu tes dari masing-masing operator,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada Telko.id, Selasa (17/11).

Jika hasil tes menunjukkan performa yang memuaskan, dalam hal ini berjalan lancar sesuai harapan, maka keempat operator seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia sudah bisa melakukan komersialisasi 4G di frekuensi 1.800 MHz secara nasional.

Seperti diketahui, proses refarming ini berlangsung sejak April 2015 lalu, ketika Menkominfo memutuskan untuk memulai penataan dari luar Pulau Jawa. Alasannya satu, karena trafik pelanggannya tidak terlalu padat, khususnya di kawasan timur Indonesia. Refarming ini sendiri dilakukan selain karena spektrum tersebut masih digunakan untuk 2G, blok kanal keempat operator juga masih tidak berdampingan. Dari keseluruhan refarming, total 42 klaster area telah ditata ulang secara nasional.

Proses tata ulang kanal dan refarming frekuensi di 1.800 MHz dilakukan demi membuka akses untuk 4G LTE yang dilakukan empat operator seluler Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia. Terkait dengan peluncuran produk 4G LTE di 1.800 Mhz untuk wilayah Jakarta, itu sepenuhnya diserahkan kepada para operator.

Telkomsel misalnya, sejauh ini operator pelat merah itu telah melakukan komersialisasi 4G di 1800MHz di sejumlah wilayah, meliputi Jakarta, Bali, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar, Lombok, Manado, dan Batam, dan Yogyakarta. Sementara XL Axiata, memilih untuk lebih dulu menyambangi Lombok, Surabaya, Bandung, dan Bali, sebelum akhirnya masuk ke Jakarta hari ini.

Indosat sendiri rencananya akan melakukan komersialisasi layanan serupa di sejumlah kota sekaligus bersamaan dengan peresmian penggunaan layanan 4G LTE di 1800MHz. Pun demikian dengan Hutchison 3 Indonesia, yang menyebut akhir tahun sebagai waktu yang tepat untuk menggelar 4G di spektrum serupa.

Presiden Joko Widodo, rencananya akan meresmikan pengunaan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz akhir November nanti.

Dapat Dana Segar Rp 13.6 Miliar, Tripvisto Ingin Perbanyak Destinasi

0

Jakarta – Tripvisto, penyedia paket aktivitas dan tur online berbasis di Jakarta belum lama ini mengumumkan bahwa mereka telah meraih investasi Seri A sebesar USD 1 juta (sekitar Rp 13,6 miliar) yang dipimpin oleh Gobi Partners.

Untuk ronde pendanaan ini, Tripvisto berencana untuk mengembangkan produk dengan menambah inventori domestik dan internasional, menambah destinasi serta opsi paket untuk setiap destinasi; merekrut anggota tim baru khususnya di bidang teknologi, produk, dan pemasaran; dan mengembangkan pemasaran, termasuk menggunakan metode inbound dan content marketing serta periklanan untuk memperkuat bisnis.

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki pasar travel inbound dan outbond yang sangat menjanjikan. Kami percaya pelajaran yang dipetik Gobi Partners dari Tuniu, sebuah penyedia paket tur terkemuka di Tiongkok, akan membantu kami memperluas bisnis kami dalam skala regional,” ungkap Sumartok, CEO Tripvisto dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Sumartok menambahkan bahwa dengan ronde pendanaan ini, perusahaan ingin memberikan pengalaman travel yang lebih menarik kepada traveler Indonesia, baik itu untuk perjalanan akhir minggu ke destinasi populer dalam negeri maupun tur luar negeri yang lebih intensif – dengan menghilangkan kerumitan yang dijumpai traveler saat merencanakan wisata.

Kami percaya keahlian dan sumber daya Gobi Partners yang kuat di sektor ini akan membantu kami memperluas bisnis kami di dalam dan luar Indonesia,” katanya.

Didirikan pada Agustus 2014, Tripvisto berdedikasi untuk menyediakan paket tur tujuan lokal dan internasional yang populer dengan harga kompetitif kepada traveler di Indonesia. Sebagai marketplace tur, Tripvisto bekerja sama langsung dengan operator tur dan agen travel global dan lokal terpercaya untuk menyediakan paket aktivitas dan tur berkualitas untuk masyarakat menengah Indonesia.

Sebagai investor utama di Tuniu, salah satu penyedia paket tur terbesar di Tiongkok, kami menjumpai banyak kualitas positif yang sama pada Tripvisto untuk pasar Indonesia dan kami akan menerapkan sejumlah pengetahuan yang kami pelajari dari Tuniu untuk mengembangkan bisnis Tripvisto,” jelas Thomas G. Tsao, Managing Partner Gobi Partners.

Perusahaan beraspirasi untuk memberikan pengalaman pengguna serta harga terbaik untuk turis, sembari menjunjung transparansi pasar. Tripvisto dibangun oleh Sumartok (CEO), seorang traveler yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang telekomunikasi dan media digital; dan Aditya Saputra (CTO), seorang pengusaha di bidang pengembangan piranti lunak.

Hingga November 2015, Tripvisto menawarkan paket ke lebih dari 50 negara dan 157 kota tujuan di seluruh dunia, dan omzet bulanannya telah bertumbuh 10 kali lipat dalam setahun terakhir. Untuk perjalanan outbond, destinasi paling populer di Tripvisto adalah Thailand; sedangkan untuk perjalanan domestik, Lombok, Komodo, dan Bromo mendominasi jumlah pemesanan. Berdasarkan data resmi pemerintah, di tahun 2014 terdapat 10 juta traveler outbond dan 120 juta traveler domestik di Indonesia. Negara diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 dengan 70 juta penduduk kelas menengah, yang artinya pada saat itu layanan travel seperti Tripvisto akan menjadi sangat populer.

Sebelumnya, Tripvisto juga telah mendapatkan investasi tahap awal dari East Ventures, yakni pada bulan Agustus 2014 lalu.

Operator: 4G Tidak Hanya Soal Komunikasi

0

Jakarta – 4G LTE sebagai sebuah teknologi menghadirkan banyak keuntungan dibanding teknologi pendahulunya, sebut saja 3G. Dalam hal ini, urusan kecepatan menjadi salah satunya. Tak heran, jika kemudian para operator berbondong-bondong untuk menerapkannya.

Dalam ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards 2015 yang berlangsung kemarin sore, (16/11), CEO XL, Dian Siswarini mengungkap beberapa hal yang menurutnya menjadi alasan tergodanya operator untuk mengembangkan teknologi tersebut. Salah satunya adalah untuk mengikuti kebutuhan pelanggan.

“Karena kebutuhan pelanggan itu makin lama makin cepat berubah dan kadang-kadang kita telat untuk memenuhi kebutuhan yang cepat berkembang itu,” ungkapnya.

Sementara tiga alasan lainnya, seperti ditambahkan Dian, meliputi keinginan untuk mendapatkan satu teknologi yang lebih efisien, fakta bahwa 4G memberikan kapasitas yang tinggi sehingga cocok untuk file yang besar yang digunakan secara bersamaan, serta bahwa 4G akan membuka peluang bisnis baru.

“Dengan digelarnya 4G, peluang bisnis baru tak hanya terbuka bagi operator saja, tetapi juga pemain lain di sekelilingnya. Termasuk industri konten,” imbuh Dian.

Dalam hal ini 4G dapat dimanfaatkan oleh pemgembang untuk mengembangkan aplikasi-apikasi yang bisa memanfaatkan teknologi tersebut. Misalnya saja aplikasi yang membutuhkan respon secara langsung, atau interaktif seperti online gaming. Pun demikian dengan industri kesehatan, dimana 4G telah mulai digunakan di Ambulance untuk memonitor situasi darurat atau melakukan remote diagnostic. Jadi, tidak lagi hanya sekadar komunikasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Smartfren sekaligus Sekjen ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Merza Fachysz bahkan mengatakan, bahwa 4G sudah mengacu pada apa yang disebut Internet of Things. Diakuinya, itu memungkinkan karena akses yang diberikan 4G sudah tanpa batas.

“Sebagian pengguna kami merasa senang karena dengan adanya 4G, main Twitter dan Facebook jadi semakin cepat. Terus terang saya miris dengan mindset itu. Karena pada dasarnya banyak sekali yang bisa kita lakukan dengan itu,” katanya.

4G dan Ekosistemnya Jadi Tema Utama Golden Ring Award 2015

0

Jakarta – Selain memberikan penghargaan kepada para pelaku industri telekomunikasi, ajang Indonesia Golden Ring Awards yang digelar hari ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman bagi para operator, vendor, startup maupun pelaku industri lainnya.

Dalam sebuah Talk Show bertema “Mendorong Ekosistem 4G LTE dan penguatan konten lokal,” sejumlah pelaku industri telekomunikasi yang terdiri dari para CEO operator telekomunikasi, vendor handset serta perusahaan perintis (startup) ini mengurai suka dukanya berurusan dengan 4G.

Menurut Rudiantara, Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan negara maju di bidang ICT. Oleh karenanya, seluruh potensi yang ada harus bersinergi. Terutama ekosistem device (perangkat), network (jaringan), dan application (aplikasi). “JIka ketiganya tidak berfungsi dengan baik, maka broadband di Indonesia akan pincang,” ungkapnya.

Proses refarming 4G di frekuensi 1800Mhz yang direncanakan akan selesai hari ini juga tak kalah menjadi sorotan. Pun demikian dengan perangkat-perangkat 4G dengan harga terjangkau, yang diperkirakan akan lebih banyak lagi tersedia di masa mendatang.

“Dari segi device, pemerintah berpikir sederhana bagaimana menurunkan harga device serendah rendahnya agak dapat dijangkau masyarakat. Tiga tahun ke depan, harga handset 4G  akan berada di level Rp 600 riburb,” tambah Chief Ra.

Sementara untuk OTT lokal, Rudiantara menyebutkan bahwa Kominfo sudah berbicara tentang bagaimana mendorong OTT lokal untuk menciptakan aplikasi yang mudah dan user friendly agar mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia. [ak/if]

 

Ini Dia Daftar Pemenang Indonesia Golden Ring Award 2015

0

Jakarta – Ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards (IGRA) 2015 kembali digelar di Jakarta, hari ini (16/11). Dalam acara yang telah memasuki tahun ke-7 penyelenggaraannya itu, Ketua Pelaksana IGRA 2015, Danang Arradian menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi para pelaku industri telekomunikasi terhadap pencapaian yang telah diraihnya selama setahun terakhir.

Harapannya, penghargaan ini akan dapat memacu para operator, vendor, startup serta pelaku indutri lainnya untuk terus memberikan layanan dan produk yang lebih baik.

Penghargaan IGRA 2015 ini diberikan berdasarkan hasil polling dari 75 jurnalis di bidang teknologi. Menurut Danang, semangat dari penghargaan ini adalah penilaian obyektif dari para jurnalis berdasarkan pengamatan, pengalaman, serta keahlian mereka di bidang industri telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara sendiri menilai penghargaan IGRA 2015 ini sebagai bentuk apresiasi positif dan perlu didukung oleh seluruh industri.

Berikut adalah susunan pemenang IGRA 2015
Kategori Global Brand:
1. Best Entery Level Smartphone : Lenovo A6000
2. Best Camera Phone : Samsung Galaxy S6 Edge
3. Best Entertainment Phone : iPhone 6
4. Best Business Phone : Samsung Galaxy Note 5
5. The Most Valuable Smartphone : Asus Zenfone 2
6. Best Tablet : Samsung Galaxy Tab S2
7. Best Smartphone Design : Samsung Galaxy S6 Edge
8. Most Innovative Camera Phone : Huawei P8
9. The Best User Experience Smartphone : Oppo R7
10. Best 4G LTE Smartphone : Samsung Galaxy S6 Edge

Kategori Nasional Brand:
11. Best Smartphone : Evercoss Winner Y Ultra
12. The Most Inovative Smartphone : AdvanBarca 5
13. Best National Brand : Advan

Kategori Operator:
14. Best Operator Product : Simpati -Telkomsel
15. Best 4G Service Provider : Smartfren
16. Best Value Added Service : m-Fish – XL
17. Best Costumer Service : GraPaARI – Telkomsel
18. Best CSR : IWIC Kids – Indosat
19. Most Innovative Apps : Go-Jek
20. Best E-Commerce : Blibli.com
21. The Most Inspiring CEO : Dian Siswarini – CEO XL Axiata

Best Operator Phone of The Year
22. Best Operator : Telkomsel
23. Phone Of The Year : Samsung Galaxy S6 Edge

Honorable Mentions :
1. Breakthrough Brand of The Year : Wiko Mobile
2. The Most Innovative Entertainment For Live Streaming Show In Indonesia : CliponYu
3. The Most Fashionable Phone: LG G4
4. The Best Mobile Social Media : BBM Chanel
5. Lifetime Achievement : Hasnul Suhaimi
6. Breakthrough Apps of The Year : GandengTangan
7. Best Consumer PC Monitor Brand : AOC