spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1728

XL Lebih Pilih RCS Ketimbang Volte

0

Telko.id – PT XL Axiata selaku operator seluler 4G LTE mengaku lebih memilih RCS ketimbang volte untuk layanan voice di 4G mereka.

Seperti diketahui, teknologi 4G yang semakin merata di semua wilayah Indonesia membuat para penyedia layanan ini bersiap menyongsong sebuah ekosistem  baru untuk memanfaatkan jaringan internet super cepat ini. Teknologi tersebut adalah sebuah fitur panggilan baru yang menyerupai OTT pada umumnya dan tentunya juga akan mengkonsumsi kuota data pengguna bukan pulsa.

RCS (Rich Communication Suite) adalah sebuah OTT yang menyerupai Whatsapp dan Line, nantinya akan digunakan oleh beberapa operator penyedia 4G untuk melakukan panggilan melalui jalur data.

Sementara itu, di Indonesia juga mengenal sebuah teknologi yang nyaris sama yaitu volte. Volte sendiri rencananya akan diaplikasikan oleh Operator Smartfren pada kuartal pertama di awal tahun 2016 mendatang.

Sama halnya dengan Smartfren, Telkomsel juga telah melakukan trial untuk volte pada beberapa waktu yang lalu.

Bagaimana dengan XL? Seperti dibahas diawal, Operator seluler 4G ini cenderung lebih memilih menggunakan RCS ketimbang volte.

Tri Wahyuningsih, selaku GM Corporate Communication XL menyebutkan, “Kalau kita menggunakan volte maka harus ada device yang mendukung juga dan saat ini ketersediaannya sangat terbatas makanya kita lebih pilih RCS karena sudah support dengan semua device,” sebutnya kepada tim Telko.id

Wanita yang akrab disapa Ayu ini menambahkan bahwa pihak XL belum terlalu berkonsentrasi kearah sana, namun mereka sudah melakukan ujicoba pada saat Juli lalu.

Yang membedakan antara RCS dan dan OTT lain seperti Whatsapp adalah RCS bisa melakukan panggilan ke nomor lain yang tidak menggunakan RCS. Sebagai contoh, seseorang yang menggunakan RCS bisa melakukan panggilan ke telepon rumah dengan membebankan pada tarif data.

Pihak XL juga belum memutuskan bagaimana skema tarif yang hendak mereka gunakan untuk ‘billing’ RCS ini.

“Karena saat ini belum ada regulasi yang mengatur mengenai tarif RCS, jadi kami belum bisa memutuskan menggunakan formula apa dalam perhitungan tarif dari RCS ini,” tutupnya.

AT&T Akan Naikan Tarif Data Unlimited

0

Telko.id – Salah satu operator raksasa Dunia yakni AT&T dikabarkan akan menaikan tarif untuk paket internet 4G LTE unlimited bulanan mereka.

Jumlah kenaikan tersebut sekitar $5 dari semula hanya $35 dan akan menjadi $40 untuk paket bulanan internet unlimited mereka.

Dilansir dari bgr.com, kenaikan tarif tersebut akan mulai diberlakukan pada bulan Februari tahun depan dan pelanggan mereka diharapkan untuk bersiap menghadapi kenaikan tersebut.

Namun, banyak diantara pelanggan AT&T tidak menginginkan adanya kenaikan tarif tersebut, pasalnya salah satu alasan mereka memilih AT&T adalah karena tarif internet 4G LTE unlimited mereka yang masih terjangkau.

Sejatinya, beberapa pesaing AT&T juga melakukan hal yang sama. Sebagai contoh, T-Mobile yang juga ingin menaikan tarif internet unlimited mereka menjadi $45 perbulan, kemudian Verizon yang juga menaikkan tarif paket internet bulanan mereka menjadi $50 per bulan.

Pihak AT&T telah mengkonfirmasi kebenaran dari berita tersebut, mereka mengatakan akan mulai memberlakukan tarif baru ini pada bulan Februari tahun 2016 mendatang.

Sebagai informasi, hal ini menjadi yang pertama kalinya AT&T menaikkan tarif internet mereka dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. Hal tersebut disinyalir karena mereka harus membayar data mobile yang tinggi serta biaya pelayanan serta perawatan infrastruktur 4G yang tidak kalah besar. (ak/Icha)

Dark Web, ‘Lapak’ Jual Beli Data Curian

Telko.id – Jika dianalogikan, dunia Internet layaknya Gunung Kratau yang berada di Selat Sunda. Kita hanya bisa melihat ukuran gunung bagian atas nya saja yang terlihat kecil, namun ternyata memiliki permukaan yang sangat besar di dalam laut.

Sama halnya seperti Internet, sebagian besar pengunjung hanya berselancar pada surface web saja, namun mereka tidak mengetahui bahkan tidak mampu masuk ke dalam deep web serta dark web.

Sebagian besar orang mengasosiasikan Dark Web adalah sebuah lokasi di dunia maya di mana para pengunjungnya dapat dengan mudah membeli atau menjual berbagai macam barang ilegal. Seperti halnya obat-obatan, paspor palsu serta dark web juga menjadi pasar transaksi bagi si pencuri data korban di surface web.

Berbagai data yang dicuri seperti informasi perbankan untuk kredensial online streaming, dilihat juga dari sejauh mana data pribadi yang tersedia serta data keuangan lainnya dan hal tersebut biasanya ditujukan untuk para ‘broker’ di dark web.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh McAfee Labs bertajuk ‘The Hidden Data Economy’ memaparkan jumlah harga yang biasanya menjadi standar untuk membeli berbagai data di dark web dengan beragam pilihan harga serta data yang diperoleh.

Laporan tersebut merujuk pada tarif untuk login perbankan dan berikut adalah rinciannya:

Diperkirakan, harga rata-rata untuk data kartu kredit dan debit yang berhasil dicuri berkisar antara $5 sampai $30 di Amerika Serikat, $20 sampai dengan 35 $ di Inggris, $20 sampai $40 di Kanada, $21 sampai $40 di Australia dan $25 sampai dengan $45 untuk kawasan Uni Eropa.

Untuk Bank Login kredensial dengan saldo sekitar $2.200 dihargai pada kisaran $190.

Untuk Bank Login kredensial plus dana siluman dari berbagai rekening di Amerika Serikat dihargai $500 untuk sald balance $6000 dan $1200 untuk saldo balance $20000.

Sementara untuk Bank Login kredensial plus dana siluman dari berbagai rekening di Inggris, berkisar dari $ 700 untuk saldo rekening $ 10.000 dan $ 900 untuk saldo rekening $ 16.000.

Sedangkan untuk Login kredensial layanan online paymen, dihargai antara $20 hingga $50 untuk akun balance $400 hingga $1000, sementara untuk saldo $5000 hingga $8000 dibanderol pada kisaran $200 hingga $300.

Yang menarik adalah bagaimana harga dari kartu kredit yang dicuri akan meningkat setiap tambahan mengenai informasi kartu yang disediakan.

Beberapa informasi diantaranya nama lengkap pemilik, alamat penagihan, tanggal kadaluarsa, nomor pin, nomor jaminan sosial, nama ibu kandung dan tanggal lahir.

Dilansir dari bgr.com, laporan ini juga menyoroti bahwa dark web menjadi pasar di mana pengunjung dapat menikmati layanan streaming Netflix, termasuk juga layanan premium dan saluran olah raga secara real time.

Namun, yang paling membahayakan dari data ya h dicuri di dark web adalah pencurian identitas secara penuh.(ak/Icha)

Huawei Tak Kapok Langgar Aturan Keimigrasian

0

Telko.id – Pada tanggal 27 November lalu, terjadi pengggerebekan pada kantor Huawei di  Prudential Tower Lantai 6, Jakarta. Penggerebekan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Kementrian Hukum dan Ham terkait adanya karyawan Ilegal.

Dalam Pengerebekan tersebut, terdapat 12 orang tenaga kerja asing yang tidak memiliki dokumen lengkap seperti paspor dan semacamnya. Ke 12 orang tersbut masing-masing berasal dari beberapa negara, yakni 9 orang berasal dari China, 1 orang warga negara Hong Kong, 1 warga negara Malaysia, dan 1 orang warga negara Filipina. Ke-12 imigran ini melanggar pasal 116 UU no.6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Terkait penggerbekan ini, pihak Huawei masih bungkam dan belum mau memberikan konfirmasi secara lanjut. Dilihat dari Track record sebelumnya, Huawei cukup ‘bandel’ dalam urusan keimigrasian ini.

Raksasa Infrastruktur asal China, Huawei ternyata sudah sejak tahun lalu mempekerjakan karyawan asing secara Ilegal. Hal tersebut terkuak dari demo yang berlangsung pada beberapa tahun lalu di kantor Huawei di Jakarta.

Menurut serikat pekerja Huawei, terdapat sekitar 1.000 Tenaga Asing yang tidak memiliki izin resmi yang bekerja di perusahaan asal Tiongkok tersebut. Tercatat, dari total 1.300 karyawan asing Huawei, sekitar 1.000 pekerja yang tidak memiliki izin resmi dan kesemuanya berasal dari China.

Menurut salah seorang dari Serikat Pekerja Huawei, para karyawan asing ilegal ini hanya memiliki KITAS dan visa turis. Kedua dokumen tersebut dimanipulasi untuk terkesan legal agar bisa bekerja di Indonesia. Mereka juga mengatakan, memiliki barang bukti berupa dokumen yang menguatkan pernyataan tersebut.

Sebagai informasi, Huawei saat ini memiliki sekitar 4.000 pekerja untuk menggarap proyek telekomunikasinya di seluruh Indonesia. Namun, dari sekitar 2.500 orang lokal, sekitar 70%-75% di antaranya berasal dari pegawai kontrak dan outsourcing.
Kala itu, mereka juga mengancam untuk melumpuhkan arus telekomunikasi yang telah dibuat oleh Huawei untuk beberapa operator selular seperti Telkomsel, Indosat dan HCPT.

Sementara itu, Ketua Umum ATSI Alexander Rusli mengungkapkan belum mendapatkan laporan langsung terkait berita ini. Namun, Ia menegaskan agar Huawei selaku vendor yang juga melayani Indosat diminta untuk mematuhi segala macam peraturan yang ada  di Indonesia. (ak/Icha)

IM2 Siap Jualan Lagi di Jawa Barat di Januari 2016

0

 

Telko.id – Indosat Ooredoo sudah ambil ancang-ancang untuk menghidupkan kembali IM2. Frekuensi di 2.3 Ghz yang dimilikinya akan dimanfaatkan untuk ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan 4G pada pelanggan Indosat secara terbatas.

“IM2 siap akan mulai berjualan lagi di Januari 2016. Hanya beroperasi di Jawa Barat seperti ijin yang dimiliki IM2,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

Lisensi spectrum 2.3 GHz yang dimiliki oleh IM2 sebanyak 15 MHz. Dan layanan yang akan diberikan adalah layanan data. Seperti yang saat ini dilakukan oleh Bolt. Namun, paket-paket layanannya masih belum diungkapkan. Jadi tidak akan ada layanan SMS atau Telepon. Layanan dari IM2 ini dapat digunakan dengan modem.

Jika pun Indosat mengadakan paket jualan untuk SMS dan voice, pasti akan dibundling dengan layanan Indosat lainnya. Misalnya, smartphone dengan SIM 1 untuk layanan data yang didukung oleh IM2 dan SIM 2 yang dapat digunakan untuk SMS dan voice akan disupport oleh IM3, Matrix atau Mentari.

IM2 adalah sebuah perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Indosat Ooredoo, penyelenggara jasa telekomunikasi terkemuka di Indonesia, beroperasi secara penuh sejak tahun 2000 untuk membangun dan menerapkan jasa dan produk berbasis IP, internet dan multimedia di Indonesia.

IM2 melayani empat segmen pelanggan: korporasi (besar, menengah, dan kecil), pemerintah, institusi, residensial dan perorangan. Layanan korporasi dan institusi meliputi jaringan Virtual Private Network (VPN), sambungan langsung ke backbone internet internasional, serta penyedia layanan multimedia. (Icha)

Akhirnya Indosat Ooredoo Berikan Juga Layanan 4G

0

 

Telko.id – Indosat Ooredoo, boleh dibilang paling ‘buncit’ keluarkan layanan 4G. Pasalnya, ke dua operator besar lainnya sudah cukup agresif meluncurkan layanan internet berkecepatan tinggi ini.

“Kami sebenarnya sudah siap. Bahkan, ketika modernisasi jaringan yang sudah kami lakukan sejak 2013 selesai, kami tinggal tekan tombol untuk aktifkan 4G. Tapi, karena kami memiliki planning lain, sehingga harus sesuaikan timing nya. Dan sekarang adalah waktu yang tepat,” ujar Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

Terlebih, Alex melanjutkan, bahwa Indosat Ooredoo tidak hanya meluncurkan 4G hanya karena kelebihannya dikecepatan saja, ekosistem untuk menunjang layanan 4G pun di bangun sehingga diharapkan dapat memberikan layanan yang maksimal pada pelanggan dan pelanggan Indosat pun dapat berpindah ke layanan 4G. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo menyebutnya dengan layanan 4G Plus.

Sejak 2013, Indosat Ooredoo sudah berinvestasi untuk melakukan modernisasi jaringan. Setidaknya, 1.7 miliar US$ sudah dikeluarkan untuk langkah strategis ini. Layanan yang diberikan bukan hanya 3G saja, tetapi juga 4Gplus yang dapat dinikmati pelanggan dengan pengalaman data yang lebih cepat dan lebih baik dengan kecepatan download mencapai 185Mbps.

Saat ini, layanan 4Gplus Indosat Ooredoo telah tersedia di 21 kota di seluruh Indonesia, dan segera disusul oleh 14 kota lainnya sampai dengan akhir 2015. Pada saat diluncurkan, sebanyak 40 juta orang di Indonesia sudah dapat menikmati layanan 4Gplus ini, dan Indosat Ooredoo berkomitmen untuk menjangkau 5 juta orang lagi setiap bulannya selama tahun 2016.

“Kami berharap, para pengguna data Indosat Ooredoo dapat berpindah langsung ke 4Gplus. Bukan lagi ke 3G. Demikian juga dengan pelanggan 2G kami yang masih cukup banyak. Setidaknya, secara industry masih 70% pelanggan yang menggunakan layanan 2G di Indonesia. Angka tersebut juga sama dengan Indosat,” ujar Alexander menjelaskan.

Alexander Rusli, President Director dan CEO Indosat Ooredoo, berkomentar, “Kelebihan layanan 4Gplus Indosat Ooredoo adalah tidak hanya pada kecepatan tinggi dan bandwidth besar. Namun, seiring dengan perkembangan dunia digital di masyarakat, kami ingin layanan-layanan yang kami tawarkan lebih mudah diakses oleh setiap orang di Indonesia. Kami ingin menjawab keluhan dan kekhawatiran para pelanggan serta membantu mereka untuk menikmati dan memperoleh yang terbaik dari apa yang kami tawarkan.”

Alexander Rusli menambahkan, “Kami bekerja ekstra keras untuk para pelanggan dan memastikan layanan-layanan kami selalu mudah untuk diakses, terjangkau, dan simpel sehingga setiap pelanggan dapat memanfaatkannya untuk membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin para pelanggan dapat menikmati live streaming pertandingan sepak bola tanpa buffering, melakukan video call melalui Skype tanpa gangguan, dapat bekerja dengan nyaman dimana saja, browsing, chatting dan mengunggah selfie tanpa penundaan. Inilah yang kami maksudkan dengan pengalaman digital terbaik.”

Satu Harga untuk 3G dan 4G

Salah satu yang menjadi barrier ketika pelanggan akan berpindah ke 4G adalah masalah harga layanan data. Pelanggan tidak terlalu peduli, mereka berada di jaringan 2G, 3G atau 4G. Yang penting ketika akses data berjalan lancar. Untuk itu, polemik harga ini dihilangkan oleh Indosat dengan memberikan harga layanan data yang sama. “Kita akan buat harga yang simple agar pelanggan juga nyaman,”ujar Alex menjelaskan.

Yang menarik dan belum dilakukan oleh operator lain adalah Indosat Ooredoo sudah menyebar 300 Mobile Agents Indosat Ooredoo. Para agent tersebut akan membantu para pelanggan yang belum memiliki USIM 4Gplus dan akan membantu mengupgrade hanya dalam waktu 5 menit. Selain itu, setiap karyawan akan dibekali dengan USIM 4Gplus sehingga ketika bertemu dengan pelanggan Indosat atau masyarakat lain dapat langsung menawarkan pengaktifan USIM 4Gplus Indosat Ooredoo.

Dengan adanya layanan 4Gplus ini, maka Indosat Ooredoo yakin bahwa trafik data 4G akan melewati trafik data 2G selama setahun pada akhir kuartal terakhir di 2015 ini. (Icha)

Gunakan Vodafone di 28 Negara Ini? Kenapa Tidak?

0

Operator seluler asal Inggris, Vodafone, akan menambahkan 28 destinasi baru untuk WorldTraveller perusahaan pada 1 Desember ini. Langkah ini akan memungkinkan pelanggan untuk tetap bisa menikmati kontrak yang dimilikinya saat ia berpergian ke lebih banyak pasar di luar negeri dan tanpa dikenai biaya saat kembali ke kampung halaman.

Menurut laporan Androidcentral, Selasa (1/12), layanan Vodafone WorldTraveller ini akan mengharuskan pelanggan untuk membayar £5 untuk penggunaan sehari penuh, entah itu Anda menggunakannya untuk berkirim pesan atau browsing melalui ponsel, tablet, dongle ataupun perangkat mobile Wi-Fi.

Daftar lengkap pasar baru yang ditambahkan meliputi Argentina, Brazil, Kanada, Chile, Cina, Kolombia, Kosta Rika, Republik Demokratik Kongo, Republik Dominika, Ekuador, Guatemala, Hong Kong, Indonesia, Israel, Jepang, Kenya, Lesotho , Meksiko, Mozambik, Peru, Puerto Rico, Rusia, Serbia, Singapura, Thailand, Uni Emirat Arab, Uruguay, dan US Virgin Islands.

Vodafone WorldTraveller sendiri merupakan inisiatif roaming yang dibesut perusahaan telekomunikasi ini setelah Komisi Eropa memangkas biaya roaming di seluruh Eropa tahun lalu. Ini berarti bahwa biaya melakukan panggilan telepon telah turun 21 persen menjadi 19 sen per menit, sementara menerima panggilan hampir 30 persen lebih murah, turun dari tujuh menjadi lima sen.

Ini dia, Vendor Teknologi Asal Bandung

0

 

Telko.id – Tidak seperti vendor kelas dunia seperti Ericsson, Nokia Network, Alcatel-Lucent, Huawei atau ZTE yang namanya sering disebut-sebut oleh para operator di Indonesia. Hariff Daya Tunggal Engineering yang 100% digawangi oleh anak negeri ini malah sering tidak dipercaya karena memang tidak ada orang asing nya atau ‘bule’. Padahal, cukup banyak hasil karya nya yang digunakan oleh para operator Indonesia maupun industri dalam negeri lainnya.

“Kami sudah berdiri sejak 1982 dan bermain di industri komunikasi Indonesia,” ujar Budi Permana, Presiden Director Harriff Daya Tunggal Engineering menjelaskan.

Visinya adalah ikut membangun negeri dengan penguasaan teknologi yang mandiri, memimpin pasar teknolgi system caturdaya atau Power di industry telekomunikasi, menjadi perusahaan industri dalam negeri di bidang pertahanan dan menjadi pionir di bidang rekayasa indusri telematika yang benar-benar fokus dan konsisten dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam negeri) dengan menghasilkan produk yang memimpin pasar dalam Power System, Mobile Telecom Tower, Broadband Wireless Access dan Network Monitoring System.

Perusahaan yang pernah mendapatkan anugerah Upakarti dari Presiden tahun 2008 tentang Pioneer in Technology and Indonesia Good Design Selestion (IDGS) itu juga pernah membantu pemerintah dalam menyelamatkan Satelit Palapa yang hilang dari kendali dan monitoring pada tahun 1985 dengan membuat produk Satellite Auto Tracking.

Produk yang dihasilkan oleh Hariff juga sudah banyak dan digunakan oleh perusahaan komunikasi di Indonesia waktu itu yakni Telkom. Kemudian juga turut berkembang dengan industri komunikasi dan masuk ke industri telekomunikasi. Mungkin masih ingat ketika tahun 2013, saat MTQ Nasional akan diadakan di kota Palembang. Dengan kondisi jaringan pada saat itu, tidak memungkinkan telekomunikasi akan berjalan lancar karena kapasitas yang ada tidak memungkinkan. Lalu, Hariff dipanggil oleh direktur perusahaan telekomunikasi nomor satu di Indonesia itu untuk diskusi masalah tersebut. Dan tercetuslah ide Mobile Transponder. Waktu itu belum disebut sebagai mobile BTS. Hariff pun kemudian membuatkan nya. “Dulu bentuk nya belum se simple saat ini. Masih cukup besar. Tapi sudah mampu memberikan solusi pada Telkomsel pada saat itu,” ujar Budi Permana menjelaskan.

Hariff juga turut menyediakan solusi bagi operator telekomunikasi Indonesia ketika masalah pencurian dari site BTS marak. Hariff mampu memberikan solusi dalam bentuk produk yang mampu mengirimkan data-data dari site BTS ke pusat kendali operator tentang kondisi di setiap site. Mulai dari pintu ada yang membuka tanpa ijin sampai pencurian yang asset di site.

Hariff juga mampu melakukan pengacakan terhadap telepon selular sehingga tidak mampu di sadap. “smartphone boleh terlihat sama dari luar, tapi dalam nya sudah kami acak-acak,” ujar Budi Permana menjelaskan. Hanya saja memang, untuk produksi smartphone sendiri Hariff masih tersandung jumlah yang masuk dalam skala ekonomi. Jadi, jika ada permintaan saja, baru melakukan produksi.

Hariff saat ini khawatir Indonesia hanya menjadi sasaran empuk dari teknologi luar negeri saja. Yang arti nya, orang luar negeri dengan mudah melacak dan membaca semua kegiatan masyarakat Indonesia. Semua ini disebabkan karena Indonesia tidak memiliki system pertahanan terhadap teknologi dari luar itu sendiri. Yang sebenarnya, bisa saja dilakukan dan dikembangkan oleh anak negeri tanpa perlu campur tangan dari vendor luar. Sayang, semua itu masih perlu perjuangan karena Hariff masih belum mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk visi tersebut.

Ke depan, Hariff memiliki cita-cita untuk mencapai kemandirian, kedaulatan Teknologi system pertahanan Negara. Dengan demikian, rahasia Indonesia tidak menjadi konsumsi Negara lain untuk menjadikan ibu pertiwi ini sebagai pasar saja.

Hasil Karya Hariff selama 33 Tahun:

1984              HD400 Single Channel Radio Telephone

1986              TDMA Sistem Komunikasi Satelit Digital

1990            APSys Anti Pararel Telepon Umum Kartu

1993             HiLINE 216 Digital Radio Microwave

1994             Boothline 2000 Sistem Warnet

1996             E2733 Series Modular Switching Power Syatem

1998             ScanLine201 Sistem SCADA Jaringan Listrik

2000             LockLine2000 Sistem Komunikasi Data & Suara Lokomotif

2002             Flexline301 Sistem Flexible Digital Multiplexer

2004             SIMON Sistem Monitoring Supervidory Catudaya (Power)

2006             WiMax 802 16d Sistem Komunikasi Broadband wimax tipe D

2007             LUSYTA Sistem Caturdaya Hybrid (Hybrid Power System)

IP Radio Sistem Komunikasi Radio basis IP

2009             PJU Sistem Lampu Jalan Raya Solar Panel

MaxLife MF NICD Battery

2010             MPB Mobile Power Bank

2012             BMS – Battle Management System untuk kendaraan Taktis dan Tempur (Beta version)

2013             WiMAX 802.16e Sistem Komunikasi broadband wimax tipe e

BMS – Battle Management System untuk kendaraan Taktis dan Tempur (Production Version)

2014             SENA POSKO Sistem Aplikasi Militer Latihan Geladi Posko dan Posko (Icha)

 

 

 

ITU: Republik Korea Tempat Paling Terhubung di Dunia

0

Telko.id – Republik Korea sepertinya masih terlalu tangguh untuk dikalahkan, jika berbicara tentang konektivitas internet dan seberapa baik layanan data diadopsi suatu negara. Laporan dari International Telecommunication Union atau ITU baru-baru ini adalah buktinya, yang kembali memperlihatkan nama Korea sebagai pemimpin dalam kategori tempat yang paling terhubung di dunia.

Badan PBB yang mengawasi komunikasi dan pengembangan IT itu menerbitkan survei global tahunannya yang mencatat kemajuan di seluruh pasar negara berkembang, yang menunjukkan nama Korea Selatan diikuti oleh sejumlah negara Eropa bersama Hong Kong dan Jepang, dengan AS bergerak naik satu tempat ke nomor 16 dalam daftar.

ITU laporan

Menariknya, daftar tersebut tidak sepenuhnya memiliki korelasi dengan seberapa cepat ekonomi tumbuh atau seperti apa dampaknya di pasar teknologi yang lebih luas sebagai akibat dari itu. China daratan, misalnya, yang merupakan pasar penting untuk produk-produk seperti Apple dan lain-lain, menempati posisi 82 dalam indeks ITU, bergerak naik hanya lima peringkat dalam lima tahun terakhir. Sementara India, ada di posisi 131, turun enam angka dari peringkat sebelumnya.

Di satu sisi, ini menunjukkan tentang betapa masih banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan negara besar dan menjanjikan seperti China dan India untuk sepenuhnya terhubung, sementara di sisi lain, itu menggarisbawahi potensi besar untuk terus bertumbuh.

Secara keseluruhan, ada 3,2 miliar orang online sekarang, dengan penetrasi di seluruh dunia sebesar 43,4%, dan jaringan seluler terus memimpin dalam hal menghubungkan orang-orang untuk komunikasi generasi berikutnya. Sebagai informasi, saat ini pelanggan mobile mencapai 7,1 miliar secara global, dengan lebih dari 95% dari populasi dunia kini dalam jangkauan sinyal jaringan seluler.

Dan angka-angka yang dihasilkan ITU menunjukkan bahwa sama seperti pelanggan seluler yang telah mengalahkan pelanggan fixed phone, pelanggan mobile broadband (47,2%) sekarang telah menyalip tidak hanya pelanggan broadband fixed (hanya 10,8%), tapi juga rumah tangga dengan akses Internet (46,4%) .

Lalu bagaimana dengan negara-negara termiskin di luar sana? Masih menurut laporan ITU, diketahui bahwa ada setidaknya 350 juta orang di dunia yang mengakses nada untuk mengakses internet, ponsel atau sebaliknya. Ini termasuk orang-orang di beberapa negara-negara termiskin di dunia, seperti Malawi, Madagaskar, Ethiopia, Eritrea dan Chad, yang merupakan lima negara paling kurang terhubung secara global dalam urutan. Demikian dilansir dari Techcrunch, Selasa (1/12)

Berkat CityFibre, Glasgow Jadi ‘Kota Gigabit’ Keempat di Skotlandia

0

Telko.id – Pengembang jaringan CityFibre, yang saat ini tengah menggelar jaringan broadband fiber optik berkemampuan Gigabit (FTTP) supercepat di sejumlah kota di Inggris, baru-baru ini telah mengumumkan bahwa Skotlandia akan menjadi ‘ladang’ perusahaan berikutnya untuk mendapatkan keuntungan dari awal tahun 2016.

Untuk memuluskan rencananya, CityFibre pun menggandeng ISP Skotlandia, Highnet – yang fokus menyediakan layanan broadband dan ethernet untuk bisnis di Inggris – sebagai mitranya untuk membawa konektivitas fiber (serat) ke Glasgow, kota terbesar di Skotlandia.

Tahap pertama akan melibatkan pembangunan jaringan serat padat di pusat kota mulai tahun 2016. Demikian dilaporkan Telecom Ramblings, Selasa (1/12).

Jika semua itu berjalan dengan baik, sekitar 7.000 bisnis akan dibuat ‘semakin dekat satu sama lain’ pada tahun pertama, sebelum akhirnya menjadi 15.000 saat gelaran ini selesai sepnuhnya. Perusahaan pertama yang mendapatkan kesempatan untuk terhubung melalui serat baru akan datang dari jaringan mitra saluran Highnet.

Sebelumnya, CtyFibre juga telah memiliki proyek ‘Gigabit City’ atau Kota Gigabit serupa yang berjalan dengan baik di Aberdeen dan Edinburgh, pun demikian di Dundee. Kini, dengan empat kota terbesar Skotlandia berbaris di daftar, jelas Skotlandia telah menjadi wilayah yang ramah kepada penyedia jaringan itu.