spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1584

Polemik Tarif Interkoneksi Kian Memanas

0

Telko.id – Penurunan Tarif interkoneksi yang mulai berlaku pada awal September mendatang mulai memanas, pasalnya bukan hanya salah satu operator saja yang tidak setuju, melainkan hal ini juga diikuti oleh Komisi I DPR RI.

Komisi I DPR RI akan segera memanggil Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan seluruh operator telekomunikasi terkait polemik penurunan biaya interkoneksi ini.

Menurut Hanafi Rais, Anggota Komisi I DPR, pihaknya akan segera menggelar rapat internal dan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama seluruh stakeholder telekomunikasi.

“Setelah itu kami akan membentuk tim Panja (panitia kerja) untuk interkoneksi dan network sharing. Karena bagi kami ini bukan hanya masalah bisnis saja, tapi kedaulatan negara,” ujar Hanafi di Jakarta, Senin (22/8/2016).

Hanafi menjelaskan, pihaknya juga merasa berkewajiban untuk ikut mengawal kebijakan tarif ini karena berpotensi merugikan negara dalam jumlah yang cukup besar.

“Pemerintah tidak bisa membuat regulasi yang memihak. Ini namanya regulatory capture, dan ini tidak sehat bagi industri. Pemerintah akan selamanya disandera oleh operator yang didominasi asing,” katanya.

Dalam pertemuan antara para anggota dewan dan Menkominfo Rudiantara bersama para operator, Komisi I akan meminta penjelasan status tarif telekomunikasi, apakah sudah lebih terjangkau dibandingkan negara lain.

“Kemudian, Menkominfo juga akan kami minta untuk menjelaskan modern licensing masing-masing operator,” lanjut Hanafi tentang rencana rapat kerja dan dengar pendapat dalam waktu dekat ini.

Lebih lanjut, Terkait Revisi Peraturan Pemerintah No. 52 dan 53 Tahun 2000, Menkominfo juga akan diminta untuk menjelaskan bagaimana operasional yang terjadi ketika operator melakukan network sharing secara aktif.

Bukan hanya itu, Komisi I melalui Panja Interkoneksi dan Network Sharing juga akan mendesak Menkominfo untuk tidak melanjutkan revisi kedua PP ini karena dianggap tidak sesuai good governance.

“DPR akan meminta pemerintah untuk membahas substansi RPP di level UU melalui agenda perubahan UU telekomunikasi. Karena ini menyangkut fungsi legislasi DPR agar tidak bertentangan dengan UU No. 36/1999,” pungkas Hanafi.

Sebelumnya, penurunan tarif interkoneksi juga dianggap dapat merugikan negara karena berpotensi membuat Telkom merugi hingga 50 triliun. Hal ini sejatinya akan berbanding lurus dengan pendapatan negara dari pajak dan deviden Telkom serta berpotensi menggangu APBN 2017 mendatang.

Salah satu alasan penurunan tarif interkoneksi sendiri dikarenakan tarif interkoneksi yang ada saat ini sudah terlalu tinggi dan harus diturunkan agar tidak terlalu membebankan konsumen retail. Selain itu, turunnya tarif interkoneksi juga diharapkan dapat menghasilkan sebuah efisiensi bagi para pelaku usaha di industri telekomunikasi.

“Fokus kerja tetap pada dua hal yakni efisiensi dan penyebaran broadband yang merata. Bagaimana mencapai hal itu, tentu butuh inovasi baik dari sisi regulasi atau pelaku usahanya,” ujar Menkominfo Rudiantara beberapa waktu lalu.

GFK: Penjualan Smartphone di Indonesia Melemah 0.3%

0

Telko.id – Saat ini, boleh dibilang hampir tidak ada lagi yang menjual future phone. Wajar saja, penjualan smartphone secara global juga meningkat. Namun, ternyata peningkatannya tidak terlalu tinggi. GFK, yang bergerak dibidang consumer research menyatakan bahwa penjualan smartphone global hingga akhir tahun 2016 akan terjadi peningkatan sebesar 5% saja. Dari US $ 400,7 miliar menjadi US $ 426 miliar.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh penjualan yang sangat agresif di segmen mid to high. Terjadi perubahan tren sebelumnya yang agresif di segmen low-end.

GFK melakukan survei pasar berdasarkan Point of sales secara acak di lebih dari 90 pasar yang update secara mingguan dan bulanan. Selain itu, nilai yang diperoleh berdasarkan harga retail tanpa subsidi.

“Pertumbuhan volume smartphone lebih banyak datang dari negara berkembang. Terutama dari Cina yang kembali giat. Selain itu juga terlihat di Asia dan Afrika,” ujar Kevin Walsh, Director of Trends and Forecasting GfK menjelaskan, seperti dikutip dari IT Wire.

Kevin juga menambahkan bahwa trend permintaan tersebut dirangsang juga dari program retensi dan juga program komunikasi keluarga yang ditawarkan oleh operator.

Permintaan akan smartphone secara global ini akan sangat terlihat peningkatannya di kuartal terakhir tahun 2016 ini. Kevin menyebutkan bahwa kuartal terakhir ini biasanya para produsen meluncurkan produk utamanya. Hal ini akan memberikan dampak yang cukup tinggi dibandingkan dengan 2015 lalu. Terlebih, banyak juga konsumen yang sengaja menunggu peluncuran di akhir tahun ini sehingga sekarang masih belum melakukan pembelian smartphone baru untuk menggantikan yang lama.

GFK_SMARTPHONES-1

GFK juga merinci pergerakan penjualan smartphone dibeberapa wilayah di dunia. Seperti apa permintaan di kuartal 2 dan proyeksi nya hingga akhir 2016 mendatang?

Eropa

GFK menyatakan bahwa permintaan Smartphone di Eropa mencapai 30 juta di kuartal 2 2016 ini. Terjadi penurunan 1 % jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Jika dibandingkan kuartal yang sama di tahun 2015, juga terjadi penurunan 1%. Penurunan yang paling tajam terjadi di Spanyol. Di mana penurunannya bisa mencapai 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan tarif yang dilakukan tiga operator. Rata-rata peningkatannya mencapai 30 euro.

Di Inggris juga terjadi penurunan. Pada kuartal 2 tahun ini, yang bersamaan juga dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, permintaan smartphone turun 2% dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun sebelumnya. Walaupun, GFK melihat bahwa penurunan ini bukan merupakan dampak langsung dari Brexit tersebut.

Berbeda dengan Perancis dan Jerman. Di kedua negara ini, terjadi penjualan smartphone yang meningkat. Memang tidak terlalu besar. Di Perancis terjadi pertumbuhan 3% dan di Jerman terjadi pertumbuhan 1%.

Jika dirinci lebih jauh lagi. Konsumen di Eropa ini sangat besar permintaannya pada smartphone dengan layar 5 inchi. Terjadi peningkatan dari 38% di kuartal 2 tahun 2015 menjadi 60% pada kuartal 2 tahun 2016 ini.

Sejalan dengan itu, permintaan terhadap smartphone high-end (lebih dari USD 500) terjadi peningkatan. Dari 31% pada 2Q15 menjadi 35% di 2Q16, dengan pertumbuhan unit 12% year-on-year. GFK juga menyatakan bahwa proyeksi permintaan smartphone di wilayah Eropa ini akan menurun hingga di akhir tahun 2016 hanya akan mencapai 134 juta unit saja. Terjadi penurunan satu persen year on year.

Eropa Tengah dan Timur

Permintaan Smartphone di wilayah Eropa Tengah dan Timur terjadi penurunan 1% di kuartal dia 2016 ini di bandingkan dengan kuartal yang sama di 2015. Penjualan hanya berada di angka17 juta unit saja. Tapi jika dilihat secara keseluruhan, terjadi peningkatan hingga 12%.

Hal ini terjadi karena di Rusia terjadi pertumbuhan yang cukup besar. Yakni 12% year-on-year, setelah lima kuartal penurunan . Di Ukraina juga terjadi hal yang sama. Di mana, permintaan di negara ini cukup kuat, hingga 35% year on year. Padahal, selama enam kuartal berturut-turut terjadi penurunan. Kedua negara ini menjadi ‘pendorong’ terbesar bagi pasar smartphone di Eropa Tengah dan Timur.

GfK memperkirakan bahwa permintaan smartphone di kawasan ini akan meningkat menjadi 77 juta unit pada tahun 2016, naik 8% year-on-year.

Amerika Latin

Permintaan di Amerika Latin di mencapai 23 juta unit di 2Q16, naik 5% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di kuartal yang sama terjadi penurunan 8%.

Hal ini terjadi karena permintaan smartphone di Brasil cukup tinggi. Terjadi penurunan hingga 20% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di sisi lain, terjadi pertumbuhan yang cukup tinggi di Argentina hingga mencapai 58% year-on-year. Hal ini merupakan dampak langsung dari penghapusan impor pada bulan Desember tahun lalu.

GfK memperkirakan bahwa permintaan di Amerika Latin ini akan turun menjadi 94 juta unit pada tahun 2016, turun 11% year-on-year.

Timur Tengah dan Afrika

Permintaan smartphone di Timur Tengah dan Afrika ini mencapai 41 juta unit pada kuartal dua 2016. Turun 2 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal yang sama juga terjadi ketika melihat dari year-on-year permintaan smartphone di wilayah ini. Terjadi perlambatan hingga 5%.

Arab Saudi memberikan sumbangan yang cukup besar atas penurunan ini. Pasalnya, di Arab Saudi ini, permintaan terhadap smartphone turun hingga 24%. Hal ini disebabkan oleh melemahnya marko ekonomi di negara tersebut.

Untung, pertumbuhan Mesir dan Afrika Selatan cukup besar sehingga angka penjualan di Timur Tengah dan Afrika tidak terlalu jatuh. Setidaknya, di Mesir terjadi pertumbuhan hingga 19% year-on-year dan di Afrika mencapai 15% year-on-year.

GfK memperkirakan bahwa permintaan smartphone di kawasan ini akan tumbuh menjadi 176 juta unit pada tahun 2016, naik 9% year-on-year.

Cina

Permintaan smartphone di Cina adalah yang terbesar di dunia. Pada kuartal dua 2016 ini saja mencapai 109,7 juta unit. Terjadi peningkatan 19% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dan, pertumbuhan ini adalah yang tertinggi selama dua tahun belakangan ini. Jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2015, terjadi pertumbuh 24% .

Pertumbuhan yang sangat signifikan ini terjadi karena adanya dari subsidi yang diberikan oleh operator. Di mana, langkah ini dilakukan oleh operator sejak awal 2016 untuk mendorong penetrasi 4G. Terutama untuk di kota-kota kecil. Tentu, adanya program operator ini memberikan dampak yang positif bagi produsen smartphone merek lokal. Bahkan terjadi peningkatan share market oleh merek lokal menjadi 74% di kuartal dua 2015 menjadi 81% di kuartal dua 2016.

Di Cina juga terjadi pergeseran terhadap permintaan jenis smartphone. Di mana, kini smartphone dengan layar 5 inchi menjadi lebih favorite. Jenis ini mendominasi permintaan pasar hingga menguasai 83% permintaan di kuartal dua ini. Tumbuh cukup tinggi dibandingkan dengan kuartal 2 2015 yang hanya mencapai 63% saja.

GfK memperkirakan bahwa pertumbuhan permintaan smartphone di China akan moderat pada semester kedua tahun ini dan diakhir tahun akan mencapai 439 juta unit atau naik 14% year-on-year.

Developed APAC

Wilayah Developed Asia Pasific yang dimaksud oleh GfK ini adalah Australia, Hongkong, Jepang, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan. Total permintaan smartphone di wilayah Develop Apac ini menjadi 17 juta unit di kuartal dia 2016 ini. Turun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dan dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2015 pun juga terjadi penurunan 1%.

Hal ini dipengaruhi oleh penurunan year-on-year di Australia yang mencapai 9%. Walaupun di Jepang terjadi peningkatan sebesar 2% tetapi tidak cukup kuat untuk meningkatkan permintaan smartphone di wilayah ini.

GfK memperkirakan akan terjadi peningkatan di wilayah ini menjadi 72 juta unit hingga akhir 2016. Namun, jika dibandingkan dengan akhir tahun 2015 lalu, akan terjadi penurunan 1%.

Emerging APAC

Yang dimasukan dalam kelompok Emerging APAC oleh GfK ini adalah India, Indonesia, Kampuchea (Kamboja), Malaysia, Philipina, Thailand dan Vietnam. Yang pertumbuhannya sangat baik dari wilayah Emerging APAC ini adalah Philipina dan Vietnam. Philipina mencatat pertumbuhan 37% year-on-year dan Vietnam mencapai 11%. Secara global, regional ini terjadi peningkatan permintaan terhadap smartphone sebesar 3% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan 4% dibandingkan dengan kuartal 2 2015 dengan total 51 juta unit. Indonesia sendiri mengalami penurunan terhadap permintaan smartphone sebesar 0.3%.

GfK memperkirakan pada akhir 2016 mendatang, di wilayah ini akan mampu mencapai 213 juta unit yang terjual. Naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

GFK_SMARTPHONES_-_2

Arndt Polifke, Global Director of Telecom Products GfK, menyimpulkan bahwa pasar smartphone belum tumbuh maksimal di kuartal dua 2016 ini. Hal ini disebabkan oleh beberapa gangguan di beberapa negara dan regional. Namun, sudah cukup terlihat beberapa kekuatan yang mendasar yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan permintaan smartphone ke depannya.

Setidaknya, launching produk baru di tahun ini akan menjadi dorongan yang kuat akan permintaan smartphone oleh konsumen. Ke depannya, inovasi daya tahan baterai, desain smartphone yang inovasi akan menjadi pendukung pertumbuhan. Ditambah lagi, upgrade 5G yang semakin dekat. Hal ini akan menjadi dorongan kuat untuk permintaan smartphone di dunia. (Icha)

M1 akan Jadi Operator Pertama yang Gelar HetNet di Singapura

0

Telko.id – Operator Singapura, M1, baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk menyebarkan Jaringan Heterogen atau Heterogeneous Network (HetNet) pertama di Singapura sebagai bagian dari kemitraannya dengan Nokia. Selain itu, operator juga akan secara terpisah mengembangkan jaringan narrowband Internet of Things (NB-IoT) nasional.

M1 mengatakan HetNet, yang mengintegrasikan sel-sel besar dan kecil dengan teknologi radio nirkabel termasuk seluler dan Wi-Fi, akan membantu untuk memenuhi permintaan untuk layanan data di Singapura dengan meningkatkan cakupan dan kapasitas infrastruktur.

Perusahaan mengatakan akan mengambil pendekatan bertahap untuk menyebarkan HetNet. Operator ini berencana untuk menyebar small cell Flexi Zone dan peralatan Wi-Fi Nokia di hotspot berlalu lintas tinggi di seluruh Singapura, yang akan diintegrasikan dengan jaringan 4G yang ada dengan memanfaatkan teknologi LTE-WiFi Aggregation (LWA).

Kombinasi tersebut, seperti dilaporkan Totaltelecom, Senin (22/8), harusnya memungkinkan operator untuk memberikan kecepatan download 1 Gbps atau lebih pada 2017.

Operator mengatakan uji coba HetNet yang dilakukan di beberapa lokasi awal tahun ini telah menghasilkan peningkatan 60% dalam kecepatan download untuk pelanggan, dan juga menunjukkan bahwa kombinasi dari sel makro dan kecil adalah cara yang efektif untuk mengelola lalu lintas jaringan.

Menurut CEO M1, Karen Kooi, penyebaran HetNet juga merupakan bagian integral dari roadmap jaringan 5G perusahaan, dimana mereka akan membangun infrastruktur di banyak tempat guna menghadirkan layanan 5G berkecepatan tinggi untuk pelanggannya.

Cyberbullying Pada Anak Akibatkan Anoreksia, Depresi dan Mimpi Buruk

0

Telko.id – Menurut penelitian Growing Up Online – Connected Kids, yang dilakukan oleh Kaspersky Lab dan iconKids & Youth, cyberbullying adalah sebuah ancaman yang jauh lebih berbahaya bagi anak-anak daripada yang banyak orang tua perkirakan. Konsekuensi dari pelecehan online yang diterima oleh korban dimana mayoritas anak-anak ini merupakan masalah serius yang berhubungan dengan kesehatan dan sosialisasi.

Cyberbullying sendiri adalah tindak intimidasi, penganiayaan atau pelecehan disengaja yang anak-anak dan remaja alami di internet. Menariknya, anak-anak berusia 8-16 tahun lebih waspada terhadap ancaman ini daripada orang tua mereka.

Menurut penelitian, 13% dari anak-anak dan 21% orang tua menganggap hal tersebut tidak berbahaya. Pada saat yang sama, 16% dari anak-anak yang disurvei lebih takut ditindas online daripada offline, sementara setengah (50%) anak-anak yang di survei merasa takut ditindas (bullying) baik itu di kehidupan nyata maupun virtual.

Orang tua seharusnya tidak mengabaikan bahaya cyberbullying. Terlepas dari kenyataan bahwa studi ini menemukan hanya 4% dari anak-anak mengaku ditindas secara online (dibandingkan dengan 12% dalam kehidupan nyata), pada kenyataannya 7 dari 10 kasus berakibat memberikan konsekuensi yang traumatis.

Bullying di Internet memberikan dampak yang serius terhadap kesejahteraan emosional anak-anak, dimana orang tua dari 37% korban melaporkan dampak kepercayaan diri yang sangat rendah, 30% melihat penurunan dalam proses belajar di sekolah, dan bahkan 28% mengatakan anak-anak mereka mengalami depresi.

Tidak hanya itu, 25% dari orang tua juga menyatakan bahwa cyberbullying telah mengganggu pola tidur anak-anak mereka dan bahkan menyebabkan mimpi buruk (21%). Orang tua dari 26% korban menyadari bahwa anak-anak mereka sudah mulai menghindari kontak dengan anak-anak lainnya, dan 20% menemukan anak-anak mereka mengidap anoreksia.

Hal yang juga mengkhawatirkan adalah statistik menunjukkan bahwa 20% dari anak-anak menyaksikan anak lain ditindas secara online, dan di 7% kasus mereka bahkan berpartisipasi di dalamnya.

Survei menunjukkan bahwa anak-anak sering menyembunyikan insiden cyberbullying dari orang tuanya, membuat tugas melindungi anak-anak menjadi lebih rumit, meskipun, untungnya, ini bukanlah hal yang mustahil.

“Dalam upaya melindungi anak-anak kita dari bahaya, kita tidak boleh lupa bahwa mereka tidak hanya hidup di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya, yang bagi mereka sama nyatanya,” kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab.

Di Internet, anak-anak bersosialisasi, belajar hal-hal baru, bersenang-senang dan, sayangnya, menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

“Cyberbullying adalah salah satu hal yang paling berbahaya yang dihadapi oleh anak-anak di Internet, karena dapat berdampak negatif pada jiwa mereka dan menimbulkan masalah bagi sisa hidup mereka. Solusi terbaik dalam hal ini adalah dengan berbicara kepada anak Anda dan menggunakan perangkat lunak parental control yang dapat mengingatkan Anda terhadap setiap perubahan mencurigakan di halaman jejaring sosial mereka,” pungkasnya.

C-RAN Bisa Menghemat Anggaran Operator?

0

Telko.id – Download video, media sosial dan video game mobile bagikan pedang bermata dua bagi operator nirkabel. Mengapa begitu? Pasalnya, lebih banyak menggunakan data yang berarti lebih banyak pendapatan, tetapi juga berarti operator harus berinvestasi lebih banyak dalam jaringan mereka untuk memenuhi permintaan tersebut.

Ketika perang harga Data memberikan tekanan pada sisi pendapatan dari persamaan, operator menemukan diri mereka mencari cara untuk membatasi pengeluaran tanpa berada di belakang para pesaingnya.

“Operator harus tetap menjaga jaringan berkualitas tinggi, tetapi juga perlu menahan struktur biaya mereka, seperti yang kita lihat bahwa harga end-user di bawah tekanan yang signifikan,” kata analis Aaron Blazar dari Atlantic-ACM, seperti dilansir dari RCRWirelles (22/8).

Dia juga mengatakan, bahwa banyak operator yang mencoba untuk mengambil keuntungan dari teknologi baru seperti jaringan akses radio terpusat (C-RAN) untuk mengendalikan biaya dan berpotensi meningkatkan kinerja jaringan pada waktu yang sama.

“kita harapkan mengharapkan sesuatu yang lebih baik, fokus menjadi densifikasi non-makro dan dengan itu kita melihat tiga bidang utama fokus yakni DAS, C-RAN atau small cell,” tambah Blazar.

“Kami melihat tahap kedua dari evolusi RAN dengan C-RAN,” kata Marquis Dorais, fronthaul manajer lini produk di pembuat alat uji EXFO.

Dia menjelaskan bahwa arsitektur C-RAN menggunakan serat untuk menghubungkan peralatan base station ke menara kepala radio jarak jauh atas dan antena. Sejak sinyal RF tidak mengalami penurunan dari serat jalan tersebut atas tembaga, base station bisa mencapai 20 kilometer jauhnya dari menara, katanya. Operator dapat mengkonsolidasikan peralatan base station untuk beberapa situs sel di kantor atau data center pusat.

Bagaimana C-RAN dapat ‘menyimpan’ uang untuk operator? Hal ini dapat memotong biaya dalam setidaknya dua cara. Pertama, real estate hampir selalu lebih murah di lokasi pusat data dari pada situs menara sel. Kedua, kerugian daya jauh lebih rendah dengan serat dibandingkan dengan kabel, sehingga koneksi serat yang terkait dengan C-RAN (sering disebut fronthaul) dapat mengurangi biaya operasional.

“Dalam beberapa kasus kita melihat hingga 50% atau kehilangan daya lebih pada  kabel tembaga mereka. Dalam hal ini, Operator berpotensi menyimpan hingga 50% pada tagihan listrik. Bergerak menuju arsitektur C-RAN di mana BTS dapat terpusat di pusat data atau di kantor pusat dan kepala radio yang jaraknya sangat jauh, dalam hal ini operator menyimpan tambahan 10% di atas 50% yang sudah diselamatkan, hanya dengan memusatkan bbus di tengah lokasi mereka, di mana operator pada dasarnya menghemat tagihan energi untuk pendinginan, ventilasi, dan semua itu. ” ujar Dorrais.

C-RAN juga dapat meletakkan dasar untuk jaringan masa depan “5G”. Analis memperkirakan jaringan 5G diperuntukan untuk menghubungkan mesin misi kritis serta perangkat mobile pribadi. Untuk itu, jaringan ini akan membutuhkan waktu respon lebih cepat daripada jaringan LTE saat ini. Hal ini akan membutuhkan komunikasi latency sangat rendah antara BTS, sehingga co-located BTS mungkin menjadi cara yang efektif untuk menghemat biaya dalam melaksanakan arsitektur generasi berikutnya.

Palapa Ring Akan Dijadikan Tol Informasi?

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui program Palapa Ring akan membangun serat optik diseluruh Indonesia sepanjang 13.000 Km. Proyek ini nantinya akan dijadikan sebagai ‘tol informasi’ yang akan menyatukan semua wilayah NKRI.

“Proyek ini terdiri atas 7 (tujuh) lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi dan Maluku) dan 1 (satu) backhaul untuk menghubungkan semuanya, menyatukan Indonesia,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada laman resmi Kominfo (17/8).

Tol Informasi ini bertujuan untuk memberikan keleluasaan dan kemudahan bagi para masyarakat di setiap daerah di Indonesia untuk mendapatkan informasi yang positif melalui dunia internet.

Menurut Rudiantara, bahwa koneksi internet di wilayah luar pulau Jawa Lebih lambat dan lebih mahal. “Kecepatan akses di ujung Timur Indonesia bisa 20 kali lebih lambat namun harganya bisa lebih mahal. Dan ini menjadi masalah bangsa, masalah kita bersama. Untuk itu kita  butuh “tol informasi: yang akan mendekatkan semua wilayah NKRI,” paparnya

Pria yang kerap disapa Chief RA ini menyadari lebih dari 500 kabupaten/kota di NKRI, yang sudah terhubung broadband atau pita lebar baru sekitar 400 Kab/Kota. Dari sisanya, hanya setengahnya yang disanggupi dibangun oleh  operator. Setengah lagi, dianggap tidak menguntungkan secara keuangan oleh operator.

“Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan pemihakan agar semua terhubung pitalebar pada tahun 2019, maka Proyek Palapa Ring akan membangun pita lebar di 57 kabupaten dan kota yang ditidak dibangun oleh operator,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, selain proyek Palapa Ring sebagai metastruktur, saat ini pemerintah dalam hal ini Kemkominfo juga tengah berupaya keras merampungkan sejumlah program kunci antara lain Desa Broadband, Migrasi televisi analog ke digital, hingga sejuta nama domain untuk pemberdayaan UKM dan dunia pendidikan.

“Kita juga tengah mengembangkan penguatan sistem penapisan konten-konten  internet bermuatan negatif, sebuah ihktiar agar anak-anak bangsa kita tidak terpapar informasi elektronik bermuatan kekerasan, pornografi, terorisme, dan muatan kebencian bernuansa SARA,” ungkap Rudiantara

Disamping itu, Menteri Rudiantara juga mengatakan Kemkominfo sedang bahu membahu bersama kementerian dan lembaga lainnya untuk menyelesaikan peta jalan e-Commerce Nasional, sembari menuntaskan Gerakan Nasional 1.000 Starup.

China Mobile Laporkan Jumlah Pelanggan Untuk Juli

0

Telko.id – Operator jaringan telekomunikasi China Mobile mengatakan basis  pelanggan 4G mereka telah mencapai 448.768.000 pada bulan Juli 2016, angka tersebut naik cukup signifikan dari 428.541.000 pengguna pada Juni 2016.

Operator telekomunikasi terbesar di dunia ini meningkatkan jaringan 4G mereka dalam rangka menggapai lebih banyak pelanggan di Cina. China Mobile sendiri sejatinya lebih baik ketimbang operator telekomunikasi global seperti AT & T, Verizon, America Movil, Vodafone, Bharti Airtel, dan lainnya di pasar 4G.

Dilansir dari TelecomLead (22/8), China Mobile memiliki basis pelanggan 4G dari 409.316.000 pada Mei 2016, kemudian sebelumnya memiliki 391.418.000 pada bulan April 2016, 376.514.000 untuk Maret 2016, 360.366.000 pada bulan Februari 2016 dan 335.563.000 pada Januari 2016.

Sementara itu, basis pelanggan 3G China Mobile mencapai 127.326.000 di Juli 2016 dari 132.865.000 pada Juni 2016. Sedangkan total pelanggan seluler China Mobile mencapai 838.912.000 pada bulan Juli dari 837.038.000.

China Mobile sendiri telah mengeluarkan kontrak untuk membangun jaringan backbone optik 100G untuk mendukung peluncuran layanan 4G dan membantu memenuhi ambisi strategi Broadband di China.

China Mobile berencana untuk menggunakan platform optik guna menyebarkan layanan agar lebih cepat, untuk memenuhi meningkatnya permintaan data mobile dan dapat menyediakan kapasitas scalable untuk berbagai layanan 4G berbasis cloud.

Twitter Tangguhkan 360.000 Akun Berbau Terorisme

0

Telko.id – Perlahan tapi pasti, Twitter menjawab serangkaian kritik yang selama ini dialamatkan kepadanya, terkait posisinya sebagai media sosial yang pro dengan terorisme. Dalam sebuah pengumuman, Twitter mengatakan bahwa perusahaan telah menangguhkan sekitar 235.000 akun yang diduga mempromosikan terorisme, sehingga total menjadi 360.000 sejak tahun lalu.

Selama kiprahnya, Twitter telah menghindari untuk memantau dan menyaring konten secara langsung, sebaliknya lebih memilih untuk membiarkan pengguna mengutarakan isi hatinya.

Hasilnya, media sosial ini seperti menjadi tempat yang aman bagi mereka yang ingin membuli dan rasis. Pun demikian yang ingin menebar teror. Terbukti, butuh waktu lama bagi perusahaan untuk kemudian setuju menghapus akun berbau ISIS.

Tapi, kini Twitter meningkatkan kewaspadaannya pada dugaan kegiatan teroris. Suspensi harian karena melanggar larangan mendukung ekstremisme naik 80 persen dari tahun lalu. Selain itu, Twitter memperbanyak tim yang meninjau pelanggaran yang dilaporkan, bergerak lebih cepat untuk menangguhkan akun dan meningkatkan kemampuannya untuk mengendus pengguna yang sudah diblokir untuk kembali lagi dengan nama baru.

Nah, pertanyaannya sekarang, seberapa efektifkah tindakan ini akan mengekang dukungan teroris dan komunikasi pada platform tersebut? Kita lihat saja.

Mengenal Orientasi Kemiringan pada antenna (TILTING) dan Azimuth

0

Telko.id – Dalam seni instalasi BTS biasanya kita melakukan instalasi suatu antenna untuk tujuan coverage agar operator bisa optimal dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Pada saat instalasi antenna inilah kita “bersentuhan” dengan istilah Tilting.

Tilting sendiri diartikan sebagai suatu pengaturan kemiringan antena yang berfungsi untuk menetapkan area yang akan menerima cakupan sinyal. Dan untuk menentukan/mengubah coverage area yang akan di layani oleh BTS inilah biasanya kita melakukan teknik tilting, dimana kita bisa mengubah arah atau kemiringan antenna.

Tilting itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu Mekanikal Tilting dan Elektrical Tilting.

Mekanikal tilting adalah mengubah kemiringan antena dengan cara mengubahnya dari sisi fisik antenna. Rigger memiliki alat ukur tilt meter yang memperlihatkan derajat kemiringan antena.

contoh mekanikal tilting
contoh mekanikal tilting

Elektrikal tilting adalah mengubah coverage antenna dengan cara mengubah fasa antenna, sehingga terjadi perubahan pada beamwidth antenna. Mengubah fasa dapat dilakukan dengan mengubah settingan electrical tilt pada antenna. Pengaturan elektrikal tilt biasanya terletak dibawah antenna. Berikut contoh gambarnya.

Tilting elektrik dan mekanik memberikan pola pancar yang berbeda disisi side loop dan yang pasti disisi back loop karena secara fisik antena berubah. Sementara Tilting elektrik cenderung hanya berubah ubah pada main loop dan sedikit pada side loop.

Namun tidak semua antena memiliki tilt elektrik. Kombinasi tilting elektrik dan mekanik akan menghasillkan area cakupan yang baik. Namun apabila antena tersebut terdapat pengaturan tilt elektrik, lebih disukai merubah nilai elektrik dan membuat nilai mekanik tetap 0.

Tiliting mempunyai 2 arahan yaitu up tilt dan down tilt. Downtilt yaitu mengubah arah cakupan antenna lebih ke bawah. Sedangkan uptilt yaitu mengubah arahan antenna lebih ke atas.

Jarak pancar yang dapat ditempuh oleh sesuatu antena dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

Beam < 3 dB       = Ha/TAN (downtilt +vertical beamwidht/2)) (meter)

Main beam         = Ha/ TAN (downtilt) (meter)

Beam >3 dB        = Ha/TAN (downtilt -vertical beamwidht/2)) (meter)

Dimana :

Jarak   = Jarak beam (meter)

Ha       = Tinggi antena (meter)

Downtilt = Kemiringan antena (derajat)

Vertical beamwidht = Besar beam vertikal (derajat)

Gambar berikut mengilustrasikan perumusan untuk menghitung jarak yang tercover oleh antena.

ilustrasi perumusan jarak

Dengan merubah derajat kemiringan antena maka jarak pancar antena juga berubah. Untuk mempermudah memperkirakan jarak pancar antena dapat digunakan software-software pendukung. Salah satunya adalah katherin scala yang di keluarkan oleh kathrein. Untuk menentukan nilai tilting perlu diketahui juga data sheet antena yang digunakan. Untuk melihat karakteristik antena tersebut, seperti band pancaran, vertikal beam, tipe dan derajat tilt.

Azimuth

Di dalam seni instalasi antenna BTS juga kita harus mengenal apa yang dinamakan azimuth. Pengertian Azimuth adalah sudut putar dari arah Barat hingga Timur. Sebagai referensi sudut nol dipakai arah mata angin Utara. Tanda (+) berarti arah putar searah jarum jam dari sudut nol, tanda (-) untuk arah sebaliknya. Sebagai contoh, dari sudut nol ke arah Timur tepat adalah 90 derajat, dan Barat adalah sudut -90 derajat.

azimuth

Azimuth dalam instal antenna berdasarkan sector/ jumlah antenna dipasang ditentukan dari derajat terkecil. Sebagai contoh apabila ada 3 antena (sector) dengan azimuth 80,160,320 maka untuk sector 1 biasanya 80°, sector 2 160° dan sector 3 320° dan seterusnya.

Kompetisi Web The Big Start Indonesia Sisakan 100 Finalis

0

Telko.id – Setelah diperkenalkan pada Juli lalu, web series kompetisi pertama yang fokus pada pencarian pengusaha kreatif lokal dengan produk terbaik, The Big Start Indonesia, akhirnya menemukan 100 orang finalis untuk maju ke tahap kedua.

Kompetisi The Big Start Indonesia, yang merupakan kerja bareng antara Blibli.com dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) ini telah berjalan selama dua bulan dan menerima lebih dari 13.000 pendaftar.

“Kami sangat senang melihat antusiasme para pengusaha kreatif dalam menyambut kompetisi ini. Kami menerima lebih dari 13.000 pengusaha kreatif yang mendaftar. Banyak sekali produk buatan mereka yang bagus, inovatif dan memiliki muatan lokal yang kuat,” kata Kusumo Martanto, CEO Blibli.com dalam keterangan resminya.

Dari 13.000 lebih pengusaha kreatif yang mendaftar, baik yang berasal dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera hingga Papua, mayoritas produk yang didaftarkan adalah dari kategori Makanan dan Minuman, Fashion, dan Kerajinan.

“Ketika tim kami menyeleksi, kami melihat ternyata pendaftar kami tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Bali, NTT, Makassar, hingga Papua. Kami tidak menyangka peminat kompetisi The Big Start Indonesia meliputi hampir dari seluruh wilayah Indonesia. Kami sangat menghargai partisipasi mereka dalam kompetisi ini,” tambah Kusumo.

Pengumuman 100 finalis ini telah ditampilkan pada website The Big Start Indonesia (thebigstart.blibli.com) dan masing-masing akan memperoleh sertifikat apresiasi dari Blibli.com dan BEKRAF, piagam Top 100 The Big Start Indonesia, Voucher belanja di Blibli.com senilai Rp. 250.000 dan berkesempatan untuk memperluas jaringan distribusi melalui situs e-commerce Blibli.com.

Selanjutnya, Seratus merek (brand) tersebut akan diseleksi kembali oleh para juri untuk menjadi 20 finalis yang akan dikarantina di Jakarta bulan September mendatang.