spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1572

Ayah & Anak Dibui Lantaran ‘Ngakalin’ Panggilan VOIP Internasional

0

Telko,id – Duet ayah dan anak ditangkap di Bengal Barat, India jumat lalu. Keduanya diduga telah mengancam keamanan dan menyebabkan kerugian bagi pemerintah karena mengalihkan panggilan Voice Over Internet Protocol (VoIP) internasional ke jaringan telekomunikasi domestik untuk menghindari gateway internasional.

Ratan Shaw dan ayahnya, Ramesh Shaw ditangkap di Rishra di distrik Hooghly dalam serangan bersama yang dilakukan oleh Departemen Investigasi Kriminal dan Departemen Telekomunikasi.

Menurut polisi, seperti disadur ETTech, Senin (19/9), pasangan ayah dan anak ini telah mendirikan “instalasi ilegal” untuk mengalihkan panggilan VOIP internasional ke jaringan telekomunikasi domestik.

Keduanya dituntut atas beberapa pasal, termasuk kecurangan, menyebabkan kerugian, pemalsuan, konspirasi kriminal, intimidasi, dan niat biasa seperti juga diatur dalam UU IT dan Telegraph India.

Saat ini, baik peralatan untuk mengalihkan panggilan maupun SIM card telah disita dari keduanya.

Nokia Bell Labs Hadirkan kecepatan 1Tbps

0

Telko.id – Nokia Bell Labs, Deutsche Telekom T-Labs dan Technical University of Munich telah mencapai kecepatan 1Tbps pada serat menggunakan pendekatan modulasi baru.

Dilansir dari TelecomAsia (19/9), Penelitian ini dilakukan melalui jaringan serat optik Deutsche Telekom sebagai bagian dari proyek Safe and Secure European Routing (SASER).

Untuk mencapai kecepatan tersebut, mitra mereka mengembangkan pendekatan modulasi yang dikenal sebagai probabilistic constellation shaping (PCS), yang menggunakan modulasi amplitudo kuadratur untuk secara dinamis beradaptasi dengan tingkat penularan untuk menyalurkan kondisi dan tuntutan lalu lintas.

PCS memodifikasi probabilitas dengan menggunakan poin konstelasi untuk memilih poin dengan amplitudo yang lebih rendah untuk mengirimkan sinyal, yang umumnya lebih tahan terhadap gangguan, kata Nokia. Hal ini memungkinkan kecepatan transmisi yang disesuaikan agar sesuai saluran transmisi, memberikan hingga mencapai 30% lebih besar.

“Jaringan optik masa depan tidak hanya perlu untuk mendukung perintah yang kapasitas besarnya lebih tinggi, tetapi juga kemampuan untuk secara dinamis beradaptasi dengan menyalurkan kondisi dan permintaan lalu lintas,” kata CTO   dan Presiden Nokia Bell Labs Marcus Weldon.

“PCS menawarkan manfaat besar untuk penyedia layanan dan perusahaan dengan memungkinkan jaringan optik untuk beroperasi lebih dekat dengan Batas Shannon untuk mendukung interkonektivitas pusat data secara masif dan memberikan fleksibilitas serta kinerja yang diperlukan untuk jaringan modern di era digital.” Tambahnya.

Sekadar informasi, Shannon Limit adalah kapasitas maksimum teoritis dari saluran komunikasi untuk mengirimkan sinyal tanpa kesalahan, berdasarkan sinyal untuk rasio noise. Nokia mengatakan, ujicoba pada jaringan fiber Deutsche Telekom telah mendekati Batas saluran Shannon tersebut.

XL Siapkan Jaringan 3G 900 MHz di Luar Jawa

0

Telko.id – Operator XL terus memanfaatkan teknologi mutakhir serta sumber daya frekuensi yang dimilikinya untuk mengembangkan layanan telekomunikasi dan Data. Salah satu layanan yang kini sedang dipersiapkan untuk keperluan tersebut adalah jaringan 3G yang berbasis frekuensi 900 MHz (U900). Jaringan ini nantinya akan diimplementasikan di sejumlah daerah, terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya, mengatakan dalam keterangan resmi, visi XL dalam implementasi U900 adalah menyesuaikan dengan program Indonesia Broadband Plan (IBP) yang dicanangkan pemerintah dengan menyediakan layanan broadband yang semakin luas hingga ke pelosok daerah.

“Bagi XL, implementasi U900 sekaligus menjadi alat pendorong akselerasi perpindahan pelanggan dari 2G ke 3G atau 4G juga, serta memperluas cakupan layanan internet cepat di berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan internet yang memadai,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini dari sisi regulasi XL telah lolos dalam Uji Layak Operasi (ULO) dan mengantongi sertifikat kelayakan menggunakan frekuensi 900 MHz untuk tujuan komersil.

Secara regulasi, teknologi berbasis 900 MHz sudah dinyatakan sebagai teknologi netral untuk implementasi layanan 2G/3G/4G. Sementara itu dari sisi teknis, sudah cukup lama XL melakukan uji coba menggunaan frekuensi 900MHz ini, baik untuk 3G maupun 4G. “Implementasi saat ini juga tidak terlepas dari sudah tersedianya ponsel dengan kemampuan akses layanan U900MHz,” imbuhnya.

Dengan implementasi U900, maka jangkauan layanan internet cepat untuk masyarakat dan pelanggan XL semakin luas, terutama di daerah-daerah pelosok di luar Jawa, yang bisa dilayani kebutuhan untuk memanfaatkan internet dengan kualitas yang lebih baik dari kualitas 2G.

U900 bisa digunakan untuk layanan voice, sms, dan internet cepat. Selain itu juga agar masyarakat dan pelanggan XL bisa mendapatkan manfaat dari teknologi yang lebih maju, dan bisa mulai meninggalkan teknologi 2G.

Sementara itu, implementasi U900 ini juga akan bisa meningkatkan kualitas layanan internet cepat di area-area yang sebelumnya sudah mendapatkan layanan 3G. Seperti yang ada pada layanan 3G pada umumnya, kualitas layanan U900 akan memberikan kecepatan akses Data yang lebih baik dan stabil, termasuk juga untuk di dalam gedung.

Kecepatan download 3G HSPA 900 MHz bisa mencapai 21 Mbps. Dengan jangkauan sinyal yang lebih baik, kecepatan layanan data internet akan tetap tinggi bahkan untuk border area. Satu hal yang memang menjadi target XL dalam implementasi U900 ini adalah meningkatkan pengalaman pelanggan pada layanan internet dan Data.

Sejalan dengan perluasan implementasi layanan internet cepat 4G ke berbagai daerah yang saat ini sedang berjalan, implementasi U900 oleh XL ini menjadi langkah untuk lebih mempercepat pemerataan jaringan internet cepat di seluruh wilayah layanan, disesuaikan dengan ketersediaan frekuensi yang dimiliki. Sebelumnya, frekuensi 900 MHz dipergunakan XL untuk menyelenggarakan layanan berbasis 2G.

Seiring dengan terus bertambahnya pelanggan yang beralih dari 2G ke 3G atau 4G, maka semakin longgar jaringan di frekuensi 900 Mhz yang tersisa. Jaringan inilah yang kemudian XL modernisasi untuk dapat dipakai sebagai jaringan 3G juga.

Saat ini, dari total keseluruhan pelanggan XL, lebih dari 50% masih menggunakan jaringan 2G. Sementara itu secara industri, sebanyak 60-70% pelanggan masih menggunakan 2G. XL terus mendorong pelanggan agar beralih ke layanan 3G atau 4G yang memiliki kemampuan yang akses internet dan Data lebih baik.

KPPU Setujui Network Sharing, Asal…

0

Telko.id – Pertarungan operator untuk memperjuangkan terwujudnya network sharing melalui revisi peraturan pemerintah (PP) 52 dan 53 tahun 2000 nampaknya sudah mendekati kenyataan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, dirinya telah mendapatkan salinan draft revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 dari kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurut Rudiantara, beleid baru telekomunikasi tersebut tinggal ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Hal ini nyatanya mendapatkan perhatian khusus dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dr. Syarkawi Rauf, S.E., M.E. Ketua KPPU mengatakan, industri telekomunikasi merupakan salah satu industri yang menjadi perhatian KPPU. Tujuannya agar industri telekomunikasi nasional menjadi efesien.

Syarkawi mengatakan KPPU tengah menunggu aturan baru telekomunikasi tersebut untuk dipelajari dengan teliti agar efesiensi industri telekomunikasi melalui network sharing dapat terjadi dengan prinsip persaingan usaha yang sehat. Namun Syarkawi juga tak menginginkan network sharing yang digulirkan oleh Kominfo merugikan operator telekomunikasi yang telah berusaha di industri tersebut.

Mengenai kisruh yang terjadi pada network sharing, Syarkawi mengendus semua permasalahan tersebut bermuara pada persaingan usaha. Oleh sebab itu KPPU ingin menelisik lebih lanjut mulai dari regulasi itu dibuat hingga bagaimana menata industri telekomunikasi.

“KPPU mencium kegaduhan ini disebabkan karena regulasinya yang selalu terlambat dalam melakukan penyesuaian. Padahal teknologi telekomunikasi terus berkembang,” papar Syarkawi.

Pada acara Implementasi Network Sharing dalam Persaingan Usaha, Ir. Muhammad Nawir Messi, M.Sc. komisioner KPPU menyetujui adanya efesiensi di industri telekomunikasi nasional melalui network sharing.

Namun menurut Nawir efesiensi tanpa diimbangi oleh fairness, tak akan membuat industri telekomunikasi Indonesia bebas dari sengketa persaingan usaha.

Fairness menurut komisioner KPPU ini tidak hanya pada titik tertentu saja melihatnya. Tetapi harus dilihat berapa besar uang yang telah dikeluarkan oleh Telkom Group dalam membangun infrastrktur telekomunikasinya selama ini.

Nawir menjelaskan sebelum dilakukan network sharing harusnya regulator membuat level playing field yang sama. Jika tidak ada level playing field yang sama, Nawir memperkirakan potensi persaingan usaha tidak sehat masih akan terjadi.

“Sehingga sangat wajar jika BUMN telekomunikasi kita menjadi sangat dominan saat ini. Karena operator telekmunikasi yang lain tidak ada yang mau membangun. Itu yang dinamakan natural monopoli,” kata Nawir.

Nawir pesimis adanya network sharing ini akan membuat tarif pungut di level konsumen akan turun signifikan. Selama persoalan tarif onnett dan offnett diselesaikan oleh regulator. KPPU akan menelisik operator telekomunikasi yang sengaja membuat tarif telekomunikasi antar operator (offnett) mahal untuk mensubsidi layanan di dalam operator itu sendiri (onnett). Subsidi tarif onnett ini dinilai KPPU tidak wajar dan tidak memberikan azas keadilan. Dikarenakan biaya yang dikenakan oleh operator bisa mencapai delapan kali lipat dari biaya interkoneksi. Padahal tarif pembicaraan onnett hanya Rp 50 permenit.

“Itu sebenarnya sumber tidak efesiensinya industri telekomunikasi di Indonesia. Itu sama sekali tidak pernah disentuh dan dibicarakan oleh regulator. Ini juga yang dinamakan unfair fair competition. Makanya saya meragukan cita-cita revisi PP 52 dan 53 yang bertujuan untuk meningkatkan efesiensi industri yang berdampak kepada kensumen,”papar Nawir.

Sekadar informasi, dalam dalam rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian beberapa waktu lalu, operator telekomunikasi nampak mulai sepaham bahwa jaringan telekomunikasi pada situasi tertentu dan benar- benar dibutuhkan, wajib dibagi dengan operator lain.

“Kondisi tertentu di situ contohnya lack of way, jadi siapapun yang sudah punya infrastruktur di situ wajib buka aksesnya, itu yang kemarin disepakati,” ujar anggota BRTI I Ketut Prihadi.

Menurut Ketut, lewat revisi beleid itu, pemerintah juga akan mengatur ketentuan bahwa kewajiban berbagi jaringan itu tetap memperhatikan iklim usaha yang sehat.

Masih Terganjal TKDN, iPhone 7 Sudah Melenggang di Toko Online

0

Telko.id – Meski kehadirannya belum resmi di Indonesia. Salah satunya lantaran masih terganjal TKDN, toh iPhone baru besutan Apple tetap melenggang di sejumlah situs jual beli online tanah air.

Sejumlah nama seperti JD.ID, Bukalapak, dan Tokopedia adalah beberapa diantaranya yang diketahui telah menjual iPhone 7. Baik dengan sistem penjualan pre order maupun COD atau cash on delivery.

Berdasarkan pantauan tim Telko.id, ketiga situs jual beli online ini menawarkan iPhone 7 dengan harga yang berbeda, mulai dari Rp 12 jutaan hingga Rp 19 jutaan.

Menariknya, kehadiran iPhone 7 dan 7 Plus ke tanah air ini juga didukung oleh sejumlah lembaga perbankan nasional, termasuk BNI, OCBC NISP, Bank Danamon dan UOB, yang bersama JD.ID menawarkan promo menarik bagi para pelanggan. Salah satunya adalah potongan sebesar Rp 1 juta untuk pembelian menggunakan kartu kredit dari bank tersebut.

Masa pengiriman untuk kedua perangkat ini sebut JD.ID akan dimulai pada 23 September mendatang.

Sekedar informasi, iPhone 7 dan 7 Plus pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada 8 September lalu, dan telah siap menyambangi setidaknya 28 negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, Inggris, Hong Kong dan Jerman.

iphone-7-ditjen-sdppi1

iphone-7-ditjen-sdppi2

Di Indonesia, status iPhone 7 dan iPhone 7 Plus – yang memiliki kode Apple-A1778 dan Apple-A1784 saat ini masih dalam proses dibuat SP3 di Balai Uji Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kedua perangkat ini dianggap masih bermasalah dalam hal TKDN.

Solusi CBN Ini Mampu Halau DDOS Attack

0

Telko.id – CBN menjadi pelopor Internet Service Provider (ISP) lokal yang menghadirkan solusi teknologi di Indonesia, yakni CBN Internet Clean Pipe.

CBN Internet Clean Pipe adalah solusi internet ultra aman untuk memenuhi kebutuhan perlindungan internet dari aktivitas berbahaya dan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) yang kerap terjadi pada jaringan perusahaan.

Seperti diketahui, DDOS menjelma menjadi sebuah teror yang cukup mengerikan beberapa waktu ini. Tercatat, DDOS sempat dimanfaatkan untuk melumpuhkan server milik perusahaan perbankan di Indonesia.

DDOS sendiri merupakan jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Berkaca dari hal ini, sejatinya internet Clean Pipe sangat dibutuhkan oleh beragam industri yang berbasis dan mengutamakan jaringan internet pada servisnya, seperti perbankan, e-commerce, hospitality, content providers, dan lain lain. Dengan kemampuan untuk mendeteksi aktifitas DDoS sejak awal dan menghentikan serangan sebelum mencapai jaringan, sehingga pengguna tidak perlu mengkhawatirkan hambatan yang terjadi pada kelangsungan bisnisnya.

Marcelus Ardiwinata, Chief Operational Officer CBN mengatakan, beragam jenis ancaman terhadap jaringan internet semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu. Secara global, serangan DDoS termasuk peringkat 10 besar dalam ancaman di dunia cyber, yang semakin besar dan canggih. Setiap bidang usaha yang berbasis internet sangatlah rentan akan serangan DDoS yang pada akhirnya merugikan perusahaan, seperti downtime, biaya bandwith yang jauh lebih besar, kehilangan pelanggan, merusak image brand/ perusahaan serta berkurangnya ketersediaan layanan dan pencurian data viral.

Hal ini akan semakin krusial apabila serangan ditujukan kepada situs yang berhubungan dengan proses pembayaran/ payment, karena dapat membahayakan pemasukan perusahaan maupun kepercayaan pelanggan.

“Dengan pengalaman nyata sebagai ISP terpercaya selama 20 tahun di Indonesia, CBN menghadirkan solusi perlindungan jaringan CBN Internet Clean Pipe.  Kami yakin CBN Internet Clean Pipe dapat melindungi jaringan internet perusahaan, dengan memblokir lalu lintas berbahaya (malicious traffic) dan hanya memperbolehkan traffic yang aman untuk di proses lebih lanjut,” tutue Marcel.

CBN Internet Clean Pipe di desain khusus untuk mendeteksi serangan DDoS, baik dari serangan yang membanjiri jaringan (volumetric attack) ataupun online application intrusion (application-layer attack). Melalui pengembangan dan penyempurnaan selama bertahun-tahun, CBN telah membangun sebuah platform yang fleksibel sebagai solusi perlindungan berlapis untuk melindungi jaringan, server dan tenaga ahli yang kritikal untuk  mendeteksi dan memberikan solusi mitigasi yang bekerja secara terus menerus, 24 jam/ hari, 7 hari/ minggu, 365 hari/ tahun.

Lewat Satelit, Eusanet dan Eutelsat Layani Daerah Rural di Saxony

0

Telko.id – Penyedia internet satelit Jerman, Eusanet dan Eutelsat Broadband telah mengumumkan penyebaran layanan broadband berbasis satelit barunya di salah satu negara bagian, yakni Saxony, lebih tepatnya di Sayda. Jaringan FTTH di distrik Ullersdorf ini akan menyediakan koneksi internet hingga 30 Mbps untuk rumah tangga pribadi atau sampai dengan 50 Mbps untuk bisnis.

Dilaporkan Telecompaper, Jumat (16/9), sekitar 17 pelanggan telah terhubung pada hari peluncuran. Kini, total 45 rumah tangga dan bisnis telah mengantri.

Koneksi internet broadband ini sendiri dibangun melalui satelit Eutelsat KA-SAT (9 ° BT). Rumah tangga lokal disediakan dengan bandwidth hingga 30Mbps untuk download dan hingga 5Mbps untuk upload. Sementara untuk bisnis, Eusanet menawarkan kecepatan hingga 50Mbps untuk download dan hingga 10Mbps untuk upload.

Ke depan, Eusanet juga berencana untuk menawarkan telepon berbasis IP melalui kombinasi layanan satelit/FTTH. Perusahaan juga akan menyediakan rumah tangga yang terhubung dengan saluran TV digital baik kualitas SD maupun HD pada tahap berikutnya.

Solusi sementara yang dipasang di Ullersdorf ini sendiri menandai contoh bagaimana pedesaan di daerah yang tidak terlayani atau terjangkau broadband dapat mulai berinvestasi di infrastruktur serat optik dan membawa mereka mendapatkan layanan bahkan meski di sana belum ada sambungan darat untuk ketersediaan backbone regional dan nasional.

Masuki Babak Akhir, Kompetisi The Big Start Indonesia Sisakan 20 Brand

0

Telko.id – Kompetisi web series, The Big Start Indonesia, kian dekat pada episode pamungkas. Kompetisi yang fokus pada pencarian wirausaha kreatif lokal dengan produk terbaik ini telah mengumumkan 20 brand yang lolos untuk maju ke tahap Final.

Saat ini, para pendiri dari top 20 brand telah berada di Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan karantina hingga tahap grand final.

“Kami melakukan proses seleksi yang sangat ketat untuk menentukan 20 brand yang berhak lolos ke tahap final. Top 20 brand ini tidak hanya inovatif, kreatif, dan unik, tetapi juga memiliki potensi besar untuk bisa dipasarkan di tanah air maupun ke mancanegara,” kata Kusumo Martanto, CEO Blibli.com dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, brand yang lolos ke tahap final ini dipilih dari 100 brand yang lolos seleksi tahap 2 dengan tiga kriteria penilaian produk, yaitu kreativitas, inovasi dan keunikan. Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan faktor pilihan konsumen melalui video yang diunggah di YouTube.

Top 20 brand yang terpilih masuk ke babak final kompetisi The Big Start Indonesia berasal dari beberapa kategori jenis usaha, mulai dari fashion, makanan dan minuman, kesehatan dan kecantikan, kerajinan, kebutuhan ibu dan anak, hingga hobi dan teknologi. Adapun ke-20 brand itu meliputi Motiviga, PijakBumi, Topee, Wakatobi Eyewear, Neveres Sports Wear, Amazara, Savis, Joycia, FrozBanana, Stereo Desert, Olmatix, Potme Farm, Peek.me, Ocean Fresh, Ritjhson Pomade, Cool Sugar Wax, Klen n Kind, Antik Mebel, Leon Paperworks dan Gauri Art Division.

Selama di Jakarta, top 20 brand tersebut menjalani proses karantina untuk mendapat pembekalan dan pelatihan bisnis yang intensif dari pakar dan para pengajar, yang dalam hal ini berasal dari Podomoro University.

“Podomoro University berkomitmen untuk menularkan ilmu kewirausahaan kepada masyarakat luas. Kami sangat mendukung kompetisi The Big Start Indonesia sebagai platform untuk mencari pengusaha kreatif lokal dengan produk terbaik,” tegas Cosmas Batubara, Rektor Podomoro University.

Di sini, para finalis akan diberi pembekalan berupa program Basic Entrepreneurship Experience (BEE) yang memperkenalkan tren manajemen bisnis dan unsur-unsur entrepreneurial dengan panduan berpikir dan berperilaku seorang entrepreneur. Selain itu, juga diajarkan tentang cara menumbuhkan kreativitas dan inovasi untuk mempertahankan dan mendorong pertumbuhan bisnis yang telah dibangun.

Untuk mendapatkan Founder terbaik, para finalis juga akan mengikuti program seleksi melalui berbagai tantangan sesuai dengan pengetahuan bisnis yang telah diperolehnya yang dikemas dalam rangkaian web series reality show The Big Start Indonesia.

Kompetisi The Big Start Indonesia sendiri merupakan web series kompetisi pertama di Indonesia yang fokus pada pencarian pengusaha kreatif lokal dengan produk terbaik. Kampanye ini digagas oleh Blibli.com bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) untuk memberdayakan pengusaha lokal yang kreatif dan inovatif sehingga dapat berkembang ke tahap selanjutnya.

Kominfo Siap Blokir Lebih dari 80 Aplikasi dan Website Terkait LGBT

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika siap untuk memblokir lebih dari 80 aplikasi dan situs web yang diduga berkaitan dengan LGBT. Keputusan ini diambil menyusul rapat tertutup yang dilakukan Kominfo dan pemerintah lainnya

Pertemuan ini awalnya diadakan untuk meninjau permintaan polisi untuk memblokir grindr dan 17 aplikasi lain yang diduga digunakan dalam jaringan prostitusi anak, tapi kementerian memperpanjang daftar untuk memasukkan layanan pro-LGBT lainnya.

“Kami akan senang jika kementerian komunikasi memblokir [aplikasi gay] tanpa ragu-ragu karena bau pornografi begitu kuat pada mereka, seperti menunjukkan ketelanjangan,” kata Ericson Siregar, seorang perwira Mabes Polri, seperti disadur Buzzfeed.

Meskipun tindakan pemerintah ini memungkinkan munculnya sentimen anti-LGBT, namun kekhawatiran lain adalah bahwa ini akan menjadi awal mula pemangkasan layanan internet AS di Indonesia.

Kepala Investigasi Kementerian Komunikasi, Teguh Arifiadi mengatakan bahwa mereka sudah meminta Google menghapus tiga aplikasi, yakni Grindr, Blued, dan BoyAhoy, dari Play Store. Mereka kemungkinan akan melanjutkan dengan permintaan penghapusan untuk beberapa atau semua dari 80 situs dan layanan lainnya yang telah direview.

Sebelumnya, masih dalam upaya memerangi LGBT, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah meminta Line untuk menghapus tema dan stiker LGBT di bulan Februari. Selain itu, pemerintah juga telah mulai menyusun RUU untuk melarang situs pro-LGBT pada bulan Maret.

Pemerintah Harus Buat Aturan Tambahan Untuk Kawal Network Sharing

0

Telko.id – Pemerintah nampaknya akan terus mendorong revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 berjalan sesuai rencana. Tujuannya agar network sharing dapat diberlakukan secepat mungkin.

Pada acara diskusi bertajuk Implementasi Network Sharing dalam Persaingan Usaha, Dr Fahmy Radhi, MBA Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis UGM mengatakan, pemerintah harus berhari-hati dalam menetapkan kebijakan network sharing. Sebab jika tidak hati-hati maka pembangunan infrastrktur telekomunikasi di daerah terpencil dan perbatasan akan mandek.

Jika pemerintah menerapkan network sharing saat ini, menurut Fahmy kebijakkan tersebut tergolong prematur. Sebelum menerapkan network sharing, seharunya pemerintah terlebih dahulu bisa menciptakan kematangan jaringan yang mampu menjangkau konsumen di seluruh wilayan di suatu negara (mature network). Selain itu pemerintah juga membuat gap kepemilikan jaringan antar operator rendah (low coverage gap).

Kunci keberhasilan dari network sharing selanjutnya adalah, tidak ada operator yang dominan (no operator domination).
Namun jika network sharing ini benar-benar dipaksakan, Fahmy meminta agar pemerintah mau membuat regulasi yang bisa memaksa seluruh operator penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk mau membangun jaringan di daerah terpencil dan perbatasan yang terbilang tidak menguntungkan. Sebab selama ini Operator seluler lainnya memiliki kecenderungan dalam membangun di daerah yang menguntungkan saja.

Selain adanya aturan mengenai kewajiban operator untuk membangun di daerah terpencil dan perbatasan, Fahmy mengatakan pemerintah juga harus memberikan kopensasi yang sesuai bagi pemilik jaringan telekomunikasi yang telah terlebih dahulu membangun di daerah tersebut.

“Seharunya adanya regulasi tambahan yang bisa memaksa operator telekomunikasi untuk membangun jaringan dan pemberian kopensasi yang sesuai. Tujuannya agar mengurangi dampak mandeknya pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah terpencil. Intinya pemerintah selaku regulator harus  menjamin tidak ada operator yang dirugikan,”tutur Fahmy.

Menurut Fahmy sebelum network sharing diimplementasikan, seharunya pemerintah membuat dahulu blue print pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia. Tujuannya agar efisiensi yang dicita-citakan di industri telekomunikasi dapat tercapai.

Sejatinya, Active Network sharing akan menghasilkan sebuah efisiensi bagi industri Telekomunikasi Indonesia. Hal tersebut dikarenakan setiap operator akan menghemat Capex serta Opex mereka hingga 70%.

Namun, demi tersedianya jaringan di wilayah-wilayah terpencil, setiap operator harus tetap membangun di wilayah tersebut meski peraturan network sharing sudah disahkan.

Bisa saja, masing-masing operator membangun infrastruktur secara bersama untuk digunakan bersama di sebuah wilayah yang tidak padat penduduknya.