spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1554

Luna Smartphone Berteknologi Foxconn Sasar Segmen Premium

0

Telko.id – Strategi Foxconn untuk masuk pasar Indonesia cukup unik. Produsen Evercross yang sudah memiliki manufaktur di daerah Semarang digandeng. Alih-alih transfer teknologi smartphone Luna pun sudah bisa memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN yang menjadi peraturan pemerintah sebesar 30%.

“Foxconn tidak memberikan investasi pada kami dalam bentuk dana segar, melainkan alih teknologi yang sudah teruji dalam memproduksi iPhone dan brand global lainnya,” ujar Akwila Natanael, Presiden Direktur Luna smartphone menjelaskan di sela-sela peluncuran merek tersebut di Jakarta (7/10).

Positioning dari Luna ini adalah mensasar seamen highend atau premium. tampaknya juga ingin terjun ke pasar smartphone di Indonesia. Kenapa? Menurut Chief Marketing Officer Luna Indonesia, Nina Ratna Wardhani, berdasarkan data dari GFK, segmen smartphone dengan harga lebih besar dari Rp.3 juta memiliki share terbesar di Indonesia. Hampir 41.1%. Hal itulah yang membuat Luna yakin dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.

Investasi untuk pabrik di Semarang pun cukup besar. Setidaknya, 100 sampai 200 Miliar rupiah yang disediakan untuk memproduksi Luna smartphone ini. Dengan kapasitas produksi 20 ribu unit perbulan. Walaupun ini hanya 30% saja dari total kapasitas produksi pabrik tersebut. Sisanya masih akan digunakan untuk memproduksi evercross yang masih cukup besar permintaan pasarnya.

Kerjasama ini pun tidak selamanya. Dalam perjanjian, Foxconn akan memproduksi produk di pabrik tersebut selama 5 tahun. Hanya saja. tentu dengan berjalannya waktu akan terus ada evaluasi.
Akwila pun menambahkan bahwa sangat memungkinkan produksi Luna Smartphone dari Indonesia ini di kirim ke luar negeri atau eksport. “Hanya untuk tahap awal belum akan dilakukan karena kami akan memenuhi pasar Indonesia terlebih dahulu”.

Untuk mempromosikan produk barunya ini, Luna mempersiapkan dana sekitar Rp2 Miliar untuk 3 sampai 4 bulan ke depan. Selanjutnya akan mengalokasikan dana marketing 5% dari total penjualan.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mendukung kehadiran dari Luna ini karena dengan demikian ekosistem 4G akan lebih cepat terbentuk. Ekosistem tersebut harus dipenuhi dengan DNA yakni Device, Network dan aplikasi.

“Untuk network sedang pemerintah kerjakan yakni program Palapa Ring yang kini sudah mulai jalan. Aplikasi juga sudah berjalan. Dari device saya mau tahun 2019 mendatang smartphone 4G sudah dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp.400 ribu sampai Rp.600 ribu. Baru ekosistem akan terbentuk,” kata Rudiantara menjelaskan.

Luna smartphone sendiri dijual dengan harga masih cukup tinggi yakni Rp.5.5 juta. Memang dari sisi spesifikasi Luna tidak dapat dianggap enteng karena sudah menggunakan chipset premium dari Qualcomm Snapdragon 2.5Ghz MSM 8974 krait 400. Selain itu juga sudah menggunakan GPU Adreno 400, RAM 3 GB, dan memori internal 64 GB. Bila membutuhkan penyimpanan data yang lebih besar, pengguna bisa memakai microSD berkapasitas hingga 128 GB.

Untuk perakitannya sudah memakai teknologi perakitan CNC 8 tahap dan menggunakan desain bikinan Foxconn.

Smartphone Luna memiliki layar berbentang 5,5 inci (1,080×1.920) dan dilapisi Gorilla Glass 3 sebagai kaca pelindungnya.

Salah satu unggulan Luna adalah kamera utamanya yang setajam 13 megapiksel. Kamera itu masih dilengkapi fitur dual tone LED Flash, kendali kecepatan rana (shutter), dan berbagai mode pemrotetan.
Sedangkan kamera depannya setajam 8 megapiksel dengan bukaan f/1.8 dan sudut pandang selebar 80 derajat.

Luna memiliki dua slot kartu SIM ukuran micro dan sudah mendukung teknologi internet 4G. Semua spesifikasi beroperasi menggunakan daya dari baterai berkapasitas 3.000 mAh. Perangkat ini menjalankan sistem operasi Android 6.0 “Marshmallow”.

Ponsel Luna akan dijual di berbagai peritel online maupun offline, antara lain Erafone, Point2000, Pazia, Lazada, atau Blibli. (Icha)

MyRepublic Lebarkan Sayap Ke Australia

0

Telko.id – Internet Service Provider (ISP) yang berbasis di Singapura yakni MyRepublic akan segera meluncurkan layanan mereka di pasar Australia pada akhir bulan ini dengan melalui nation broadband network (NBN), sebagai bagian dari ekspansi regional perusahaan yang sedang berlangsung.

MyRepublic sendiri akan meluncurkan layanan data unlimited pada kecepatan NBN tercepat yang tersedia di daerah itu dengan harga tunggal yakni sebesar A$ 59,99 atau setara dengan USD 46,10 per bulan.

Sementara itu, layanan data plan unlimited sendiri masih relatif langka di pasar Australia karena kurangnya infrastruktur fixed-line yang kompetitif, berkaca dari hal tersebut, ini merupakan peluang yang cukup baik bagi MyRepublic untuk menggarap pasar ini.

Direktur MyRepublic Australia Nicolas Demos mengatakan perusahaan berencana untuk melalukan perbedaan dengan menawarkan kecepatan terbaik namun memiliki alokasi yang terbatas.

“Ini adalah waktu untuk mendidik warga Australia pada nilai kecepatan lebih cepat tanpa pembatasan kapasitas data,” katanya.

“Australia saat ini berada di peringkat ke 48 untuk negara dengan tungkat rata-rata koneksi internet tercepat di dunia. Lebih dari 80% dari pelanggan Australia yang menjadi pelanggan NBN memiliki kecepatan yang sama dengan teknologi ADSL. Kami akan memberikan pelanggan kecepatan terbaik yang mereka bisa dapatkan di lokasi mereka dengan penawaran limited plan kami dengan dukungan lokal dan harga yang adil “. Tambahnya seperti dilaporkan TelecomAsia (7/11)

Sekadar informasi, MyRepublic sendiri didirikan pada tahun 2011 dan perusahaan pertama berada di Singapura untuk menawarkan layanan broadand 1Gbps untuk di bawah S $ 50 USD 36 per bulan. Perusahaan telah mengejar ekspansi regional, dan sejauh ini juga meluncurkan layanan di Selandia Baru dan di Indonesia. Di Singapura sendiri, perusahaan tengah berusaha untuk menjadi operator seluler keempat di Singapura.

Huawei Mengundang 150 Pakar Untuk Eksplorasi Intelligent Society

0

Telko.id – Huawei, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, untuk kedua kalinya menyelenggarakan Huawei Innovation Day Asia-­Pacific, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Committee for Sydney dan Australian Technology Network of Universities (ATN), di Sydney, Australia.

Seminar tersebut diselenggarakan pada tanggal 2 November 2016 dengan mengusung tema “Brilliance of Exploration”, melibatkan lebih dari 150 pakar dan peneliti dari berbagai industry, institusi, lembaga pemerintahan, dan perwakilan dari media.

Dalam seminar ini, para peserta berdiskusi mengenai bagaimana cara menghadapi berbagai tantangan dalam dunia yang semakin pintar, bagaimana cara menciptakan sebuah ekosistem terbuka yang melibatkan industri, academik, pemerintahan, dan penelitian, serta membahas bagaimana mendorong perkembangan seluruh industri melalui inovasi dalam teknologi dan ekosistem.

“Kami percaya dalam mengeksplorasi dunia TIK di masa depan akan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk para pelaku industri, akademisi, dan pemerintah, karena masih banyaknya hal-­hal yang belum diketahui dalam upaya pembangunan masyarakat pintar agar dunia menjadi terkoneksi lebih baik,” ujar Li Jinge, Presiden Huawei Asia-­Pasifik menjelaskan

Li juga menambahkan bahwa “Eksplorasi Huawei didasarkan oleh pandangan Huawei mengenai masa depan dan tekad Huawei yang tidak pernah berubah dalam memberikan nilai tambah lebih bagi para pelanggan. Huawei akan tetap membudayakan kolaborasi yang luas antara industri, akademisi, pemerintahan, dan penelitian sebagai dasar dalam membangun ekosistem TIK yang sehat dan berkelanjutan, untuk menemukan jalur baru ke masa depan.”

Menurut Menteri Industri, Inovasi, dan Sains untuk Australia, Greg Hunt, “Eksplorasi dan inovasi sangatlah penting untuk kemajuan masyarakat. Saat ini, inovasi adalah pendorong dari 60% produktifitas nasional, dan merupakan fundamental penting dalam produktifitas Australia yang merupakan pendorong pekerjaan, perkembangan, dan peluang. Bersama dengan sains, TIK adalah tulang punggung dari inovasi. Sebagai pemerintah, kami melibatkan dan mendorong inovasi untuk membantu perekonomian negara, membantu masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui program inovasi dan sains di Australia, pemerintah mengundang talenta muda untuk terlibat
dengan program inovasi dan sains dengan total investasi lebih dari 100 juta dollar Australia “.

Dalam acara Huawei Innovation Day Asia-­Pacific 2016, para pemimpin dan peneliti industri TIK dari sejumlah universitas ternama, industri, institusi, dan pemerintah membagi pengalaman mereka dalam hal kerjasama eksplorasi, praktik inovasi, dan ide-­ide untuk beradaptasi terhadap perubahan di masa depan dengan fokus pada topik-­topik mengenai eksplorasi di masa depan.

CEO dari Committee for Sydney, CIO of Asia Pasifik and Jepang SAP, CTO dari Fujitsu Australia Limited, dan Chief Strategy Officer of Vodafone Australia menjadi para pembicara dalam seminar Huawei yang berlangsung selama satu hari tersebut. Untuk akademisi diisi oleh pembicara dari Stanford University, National University of Singapore, dan University of Sydney.

Untuk membantu para pihak dalam mewujudkan ide-­ide tersebut, Huawei memberikan dukungan melalui rencana investasi dalam bentuk OpenLabs di daerah Asia Pasifik.

OpenLabs adalah bagian dari strategi Huawei untuk menciptakan ekosistem TIK dan melalui OpenLabs, Huawei berencana menyatukan mitra bisnis regional dan global, mengembangkan solusi dan kapasitas inovasi untuk industri, memperluas pasar, dan berbagi manfaat. OpenLabs milik Huawei berlokasi di seluruh dunia dan hingga saat ini, Huawei telah meluncurkan 6 OpenLabs untuk usaha enterprise di Munich, Meksiko, Dubai, Singapura, Moskow, serta Tiongkok, dan telah bekerja sama dengan lebih dari 400 mitra solusi global. Pada tahun 2017, Huawei akan membangun OpenLab di Bangkok yang merupakan OpenLab kedua di daerah Asia-­Pasifik.

“Huawei akan menyediakan “tanah dan energi” untuk menyuburkan ekosistem untuk mengembangkan industri dan mendukung kemajuan masyarakat yang berkelanjutan melalui aliansi strategis yang kuat”, ujar Neil Evans, Direktur Senior Solusi, Huawei Australia.

Dalam Huawei Innovation Day Asia-­Pacific 2016, John Lord, Chairman, Huawei Australia, mengatakan “Universitas dan institusi penelitian adalah mitra penting Huawei. Mereka merupakan sumber teknologi dasar Huawei dan merupakan unsure penting dalam platform inovasi Huawei. Kolaborasi dengan universitas dan institusi penelitian untuk inovasi terbuka merupakan pilihan strategi penting Huawei.”

Selain itu Lord juga menambahkan, “Kolaborasi antara Huawei dengann akademisi merupakan proses di mana kedua pihak menggabungkan kekuatan dalam membangun inovasi teknologi yang berkelanjutan serta melakukan pertukaran pengetahuan. Huawei mendapat teknologi dasar dari lingkup akademisi, sedangkan para akademisi mendapatkan pengetahuan dalam skala besar dari dunia industri. Berdasarkan studi teoritis dan empiris mengenai inovasi, kerja sama dengan dunia industri memiliki manfaat yang besar bagi penelitian akademik.”

Hingga saat ini, Huawei Global telah membantu lebih dari 1.200 lembaga penelitian inovasi di lebih dari 300 universitas di 20 negara. Sejak tahun 2000, Huawei Indonesia secara berkelanjutan membangun ahli tenaga kerja TIK bersama mitra industri dan universitas, meningkatkan kemampuan teknikal dan keahlian manajemen, dan berbagi pengetahuan TIK melalui membangun pusat pelatihan TIK dan pusat inovasi, menyediakan pelatihan mahasiswa bersertifikat, bekerjasama dengan pemerintah, universitas dan mitra industri.

Sejak tahun 2013, Huawei Indonesia juga telah mengirim 65 pelajar terbaik dari 14 universitas dan politeknik terbaik untuk berpartisipasi dalam program Huawei Seeds for the Future di Tiongkok yang memberikan platform luas bagi pelajar di bidang TIK, membantu dalam meningkatkan keahlian para pelajar, dan memperluas pengetahuan mereka mengenai budaya. (Icha)

Blaupunkt Siap ‘Gempur’ Pasar Dengan 3 Produk

0

Telko.id – Setelah awal tahun masuk ke Indonesia, Blaupunkt produsen smartphone asal Jerman ini seperti tiarap. Belum ada produk baru lagi masuk ke pasar. Rupanya, banyak hal yang perlu dibenahi dalam pendistribusian produknya. Namun, di awal 2017 nanti Blaupunkt siap gempur pasar lagi.

“Kami sudah persiapkan tiga produk. Salah satunya adalah flagship kami. Ditunggu saja. Kami juga tetap akan mengangkat keunggulan Blaupunkt, yakni sebagai soundphone. Suaranya akan begitu jernih dan akan nyaman saat mendengarkan musik melalui Balupunkt smartphone kami,” ujar Sopyan Shori Wahyudi, Trade Marketing and Roadshow Blaupunkt Indonesia di sela-sela pameran BRI Indocomtech 2016.

Sopyan juga menyebutkan bahwa “Blaupunkt akan mengubah strategi marketing. Jika dulu menggunakan jalur pendistribusian menggunakan perusahaan distribusi, kini kami akan menjalin kerjasama langsung dengan dealer di daerah. Kami juga akan menempatkan promotor untuk lebih mendorong penjualan lebih baik lagi”.

Saat ini, Blaupunkt sedang menuntaskan kerjasama dengan dealer daerah ini. Terutama di Surabaya, Palembang, Padang, Jawa Barat, Pekanbaru, Aceh dan Batam. Targetnya adalah mengalahkan Oppo yang kini begitu gencar merangsek ke pasar bahkan merek ini pun sangat membuat Samsung ketar-ketir.

Untuk itu, sudah ada tiga produk 4G yang dipersiapkan oleh Blaunpunkt untuk menggempur pasar smartphone di Indonesia. Produk tersebut adalah Blaunpunkt S1, S2 dan J2. Ke tiganya akan mengusung soundphone karena memang produk-produk Blaupunkt sangat terkenal dengan sound-nya. Sehingga kekuatan itu juga yang di bawa ke dalam smartphone Blaupunkt.

Agar dapat menyesuaikan dengan peraturan pemerintah berkenaan dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeriu, Blaupunkt bekerjasama dengan Sat Nusapersada atau Sat Nusa yang memiliki manufaktur di Batam. Dengan demikian, produk Blaupunkt pun akan memiliki kandungan lokal 30% sesuai dengan aturan pemerintah. Targetnya adalah memenuhi katagori hardware.

Untuk mendorong penjualan, Blaunpunkt juga akan bekerjasama dengan operator. Rencananya, operator plat merah yang akan digandeng. Hanya saja, saat ini masih dalam penjajakan kerjasamanya. (Icha)

Banyak Diskon di BRI Indocomtech 2016

0

Telko.id – BRI Indocomtech 2016 berlangsung kian semarak. Pengunjung semakin membanjiri area pameran TIK terbesar di Indonesia ini, bahkan kemarin ketika demonstrasi yang juga berlangsung di Jakarta. Aura akhir pekan semakin terasa ketika menjelang Jumat sore (4/11), pengunjung semakin memenuhi booth-booth peserta. Hingga Jumat 4/11 tercatat 81.147 orang telah menggunjungi Pameran BRI Indocomtech 2016.
 
Area online games pun tidak kalah ramai. Dari pameran dibuka hingga menjelang malam, tampak peserta mengular untuk mencoba games-games baru yang disediakan oleh Ragnarok Online Games. Pada siang hari, Ragnarok Online mengumumkan bahwa games MMORPG, games legendaris yang telah dipublikasikan secara resmi oleh LYTO, akan dilanjutkan oleh publisher baru, Gravindo.
 
Gravindo merupakan sebuah publisher baru hasil kerjasama antara Gravity, Inc. Korea, perusahaan pengembang games Ragnarok asal Korea dengan LYTO, games publisher di Indonesia. Gravindo akan fokus untuk mengembangkan merek Ragnarok Online di Indonesia. Selain dari Ragnarok versi PC, Gravindo juga akan mempublikasikan Ragnarok versi Mobile dan Web Browser.
 
Tema “Gadget is Everywhere” juga tercermin dari area pameran Hall B yang menyajikan berbagai produk yang mendukung kelengkapan yang mendukung gadget seperti aksesories, kabel data, power bank dan sebagainya. Area ini juga diisi oleh eksibitor dari berbagai negara yang mencari distributor di Indonesia untuk memasarkan produk-produk mereka. Selain itu, tujuan mereka mengikuti BRI Indocomtech 2016 ini adalah untuk bertemu langsung dengan calon konsumen dan mendengarkan kebutuhan konsumen di Indonesia akan gadget dan aksesoris pendukungnya.

Peserta lain juga semakin gencar menawarkan promo dan hadiah-hadiah menarik. Blibli.com salah satunya, Blibli.com menggelar berbagai program promo seperti “Happiness Bag with Lenovo”, “Buy Online Pick Up @Indocomtech” selama BRI Indocomtech berlangsung dan berhasil menarik antusiasme pengunjung selama pameran berlangsung.

“Setiap tahun, saya selalu mampir ke Indocomtech, banyak diskon menarik dan teknologi baru yang membuka wawasan saya. Kebetulan memang lagi perlu gadget baru dan beberapa aksesories komputer. Terlebih, tahun ini Indocomtech barengan sama IMOS. Banyak motor-motor baru yang diluncurkan. Bakalan betah saya seharian disini,”ujar Andry, seorang pengunjung yang menghabiskan akhir pekannya di BRI Indocomtech 2016.

Booth QLUE juga menghadirkan aktivitas bagi pengunjung. Bekerjasama dengan berbagai komunitas di Jakarta, antara lain HiLo Green Lifestyle dan SmokeFree Jakarta, QLUE mendukung kampanye mereka. Komunitas HiLo Green Lifestyle mengajak pengunjung untuk berbincang mengenai gaya hidup hijau yang sudah dilakukan di rumah masing-masing sedangkan SmokeFree Jakarta memberikan langkah-langkah pengaduan bagaimana jika seseorang melihat perokok di kawasan yang seharusnya bebas asap rokok. SmokeFree Jakarta berharap pengaduan yang dilakukan melalui aplikasi QLUE ini akan segera mendapatkan respon dari pemerintah.

BRI Indocomtech 2016 juga menghadirkan berbagai program menarik lainnya seperti program lelang BRI yang memperebutkan gadget-gadget spektakuler setiap harinya. Hari ini, peserta lelang memperebutkan 1 Kamera Fujifilm XA-2, 1 Samsung Galaxy S7 Edge dan 1 iPhone 6S. Pengunjung dapat mengikuti lelang gadget spektakuler hanya dengan melakukan transaksi minimal Rp 30.000 untuk mendapatkan 1 tiket lelang. Tidak ketinggalan, BRI juga menawarkan kesempatan terbang gratis bagi nasabahnya melalui promo redeem BRI Point Kartu Kredit BRI.

BRI Indocomtech 2016 yang diikuti oleh 300 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris ini dibuka hingga 6 November 2016 dengan harga tiket masuk hanya Rp 15.000 per orang untuk hari Rabu – Kamis, sedangkan pada hari Jumat – Minggu, pengunjung dapat membeli tiket masuk seharga Rp 20.000 per orang.
 
BRI Indocomtech 2016 diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Motorcycle Show di Assembly Hall dan diikuti oleh merek-merek sepeda motor bersama dengan berbagai aksesories, apparel dan sparepart sepeda motor yang tentunya tidak kalah menarik. (Icha)

Business Matching pun Terjadi di BRI Indocomtech 2016

0

Telko.id – Mewujudkan visi untuk menjadi Jendela Perkembangan Industri TIK Nasional yang memberikan gambaran langsung kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional tentang posisi dan kemampuan industri TIK Indonesia, BRI INDOCOMTECH 2016 hari ini sukses menggelar program Business Matching.

Penggunaan internet yang semakin lama semakin tinggi di Indonesia menjadi salah satu pendorong gelombang digital. Berdasarkan data dari pemerintah, pengguna internet di tahun 2016 sudah 80 juta atau sekitar sepertiga dari jumlah populasi Indonesia dan diprediksikan akan terus meningkat hingga mencapai 215 juta orang pada tahun 2020 nanti.

Pesatnya pertumbuhan akan penggunaan internet ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia, khususnya di sektor e-commerce. Besarnya potensi industri TIK untuk kesejahteraan mendorong pemerintah untuk lebih menggalakkan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Di sisi lain, besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia juga merupakan sebuah peluang bisnis yang besar untuk para pelaku industri asing untuk berinvestasi dan membuka usaha di Indonesia. Kedua hal ini menjadi dasar dari pelaksanaan program Business Matching BRI INDOCOMTECH 2016.

Dibuka oleh Ir. Rudy D Muliadi, Sekretaris Jenderal APKOMINDO Indonesia, Victor Aritonang, Ketua KADIN Jakarta Pusat, Kenny Japar, Client Solution Services Blibli.com dan dihadiri oleh Ari Satria, SE, MA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, program Business Matching ini mempertemukan puluhan pelaku usaha asing dan tanah air untuk berbincang dan membuka peluang bisnis baru.

Ari Satria, SE, MA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam sambutannya di acara Business Meeting BRI INDOCOMTECH 2016 menyatakan dukungan pemerintah kepada pelaku usaha di sektor tersebut.

Dalam presentasinya, ia menjelaskan salah satu program Kementerian Perdagangan Indonesia adalah dengan melakukan upaya digital marketing, yakni pembuatan konten promosi digital produk Indonesia, pemanfaatan media sosial, dan Search Engine Optimization. Diharapkan dengan dukungan penuh pemerintah, para pelaku industri kreatif dapat mewujudkan visi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar dunia di tahun 2020.

“Pasar e-commerce Indonesia sejak dari 2012 sampai 2016 bertambah sekitar 39% dan mungkin akan terus meningkat jauh hingga tahun depan. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara ASEAN,” ujar Victor Aritonang, Ketua KADIN Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Victor menyatakan bahwa “Kami sangat mendukung acara Business Matching ini dan berterima kasih kepada para pelaku industri asing yang hadir atas untuk antusiasmenya untuk saling berbagi bersama pelaku industri TIK tanah air dan berupaya untuk saling menguntungkan.”
Program Business Matching ini merupakan yang pertama kali digelar di ajang BRI Indocomtech 2016 dan berhasil diikuti oleh lebih dari 80 peserta yang terdiri pelaku-pelaku industri TIK, dengan 31 diantaranya berasal dari Indonesia.

Seiring dengan semangat “Gadget is Everywhere”, MNC Play, salah satu penyedia layanan teknologi internet di Indonesia, meluncurkan layanan terbarunya seraya memberikan edukasi akan konsep rumah cerdas yang terhubung dengan internet kepada para pengunjung pameran.

Inovasi dihadirkan melalui MNC Play Smart Home yang akan menghadirkan fitur masa depan di rumah pelanggan. Teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk memantau aktivitas di rumah melalui CCTV yang terkoneksi dengan gadget yang dimiliki, menyalakan dan mematikan produk elektronik di rumah seperti: TV, AC, lampu dan produk elektronik lainnya hanya dengan menekan tombol di aplikasi yang sudah terpasang di gadget pribadi pelanggan. Bahkan hanya dengan menggunakan suara pelanggan, seluruh produk elektronik di rumah pun dapat hidup atau mati dengan sendirinya.

“Smart Home milik MNC Play ini merupakan sistem terlengkap (integrated smart home system) dengan menggunakan satu perangkat Smart Home Controller yang terkoneksi dengan aplikasi ponsel pintar. Mengadopsi sistem wireless dengan instalasi kabel sederhana sehingga tidak perlu merenovasi rumah,” ujar Ade Tjendra, Direktur Komersial MNC Play.

BRI Indocomtech 2016 juga menghadirkan berbagai program menarik lainnya seperti program lelang BRI yang memperebutkan gadget-gadget spektakuler setiap harinya. Pengunjung juga dapat merasakan e-Banking BRI Experience yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengikuti lelang gadget spektakuler hanya dengan melakukan transaksi minimal Rp 10.000. Tidak ketinggalan, BRI juga menawarkan kesempatan terbang gratis bagi nasabahnya melalui promo redeem BRI Point Kartu Kredit BRI.

BRI INDOCOMTECH 2016 yang diikuti oleh 300 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris ini dibuka hingga 6 November 2016. (Icha)

Vivo Gandeng Erafone Untuk Rangsang Penjualan

0

Telko.id – Untuk masuk ke pasar Indonesia memang tidak mudah. Bukan urusan seberapa dana yang disediakan untuk promosi dan marketing. Tapi masalah jaringan distribusi pun perlu dipikirkan. Hanya saja, jika bangun sendiri tentu perlu investasi yang luar biasa besar. Yang paling mudah adalah bermitra dengan distributor yang sudah memiliki jaringan yang kuat dan luas.

Itu sebabnya, Vivo, sebagai brand memilih untuk mempercepat penetrasi pasar dan distribusi dengan menggandeng Erafone. Dengan kemitraan yang baru terbentuk ini, Vivo berharap mendapatkan pijakan yang lebih kuat dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Kesepakatan kerja sama antara Vivo dan Erafone ditandatangani hari ini di Kempinski Hotel, Jakarta. Setelah kesepakatan ini, ponsel Vivo secara resmi tersedia di sekitar 90 gerai Erafone di seluruh Indonesia.

Ditemui saat mengadakan Press Conference Synergy for Excellence hari ini (03/11), CEO PT Vivo Mobile Indonesia, James Wei mengungkapkan kebahagian dan apresiasi terhadap mitra barunya. “Sebagai ritel ponsel yang terbesar dan telah lama beroperasi di Indonesia, Erafone telah memiliki segudang pengalaman dalam mendistribusikan ponsel premium di seluruh Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, bukan sekadar untuk mendistribusikan lebih banyak produk bagi Indonesia, tetapi dengan pengalaman panjang Erafone di Indonesia, kami bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang diinginkan konsumen di Indonesia,” ungkap James Wei.

Indonesia adalah salah satu negara yang penting bagi strategi marketing Vivo, karena pertumbuhan pasar smartphone Indonesia terus menunjukan peningkatan yang menggembirakan. Jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia pun diharapkan akan terus tumbuh, seiring pertumbuhan ekonomi dan dikombinasikan peningkatan penetrasi internet di negeri ini, khususnya di kalangan muda[1]. Untuk menggarap potensi pasar itu, Vivo harus membangun brand yang lebih kuat lagi di Indonesia.

Di tingkat dunia, mulai tahun ini Vivo sudah diakui sebagai salah satu dari lima merek smartphonepaling unggul[2]. Di Indonesia sendiri, setelah dua tahun membangun fondasi bisnis dan brand yang kokoh, Vivo mengukuhkan diri sebagai merek ponsel yang bergaya muda dan fashionable. Sejauh ini, Vivo telah berinvestasi dalam manufaktur di dalam negeri, ekspansi jaringan distribusi yang mandiri dan kampanye komunikasi yang cukup agresif bersama brand ambassador, Agnes Monica.Kemitraan antara Vivo dan Erafone akan menandai tahap lanjutan dari proses branding yang dilakukan Vivo di Indonesia.

Vivo mulai mengenal Erafone saat awal peluncuran brand ini di tahun 2014. Setelah negosiasi formal sejak enam bulan lalu, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan di Oktober 2016 ini, dan Erafone mulai menjual produk Vivo di akhir Oktober 2016. Sebagai brand ponsel kelas dunia, di Indonesia Vivo berbagi nilai dan target sasar yang mirip dengan Erafone. Di Indonesia, Erafone memiliki pengaruh besar sebagai jaringan ritel ponsel terbesar di Indonesia. Kerja sama dengan Erafone ini diyakini akan mampu mendorong ketersediaan Vivo di pasar Indonesia.

Ditemui di acara yang sama, CEO Erajaya Retail Jeremy Sim mengungkapkan, “Erafone optimis, dengan spesifikasi produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif dari Vivo, konsumen akan mempertimbangkan ponsel Vivo untuk dibeli. Saat ini sudah tersedia tiga seri dari Vivo yaitu VivoY51, Vivo Y55 danVivo V3di 90 gerai Erafone yang tersebar di 11 kota se-Indonesia.”

Dalam Press Conference Synergy for Excellence ini, Vivo juga memperkenalkan salah satu ponsel terbarunya dari Y series, yaitu Vivo Y55. Vivo Y55 adalah ponsel pintar level menengah dengan tampilan 5.2 inci, Snapdragon 430 CPU, 4G LTE, dioperasikan dengan Android 6.0 (Marshmallow) dengan Funtouch OS 2.6 dan dijual dengan harga bersahabat. Vivo Y55 menawarkan fitur split-screen untuk multi-tasking dan eye protection mode khusus yang menjamin kenyamanan tampilan pencahayaan layar yang mengurangi ketegangan di mata. Dengan kombinasi spesifikasi tinggi, desain mewah dan harga yang terjangkau, Vivo Y55 diyakini memberikan alternatif yang menyenangkan bagi pengguna ponsel di Indonesia.

“Selanjutnya, Vivo Indonesia akan meningkatkan investasi di marketing, menyediakan produk-produk yang lebih kompetitif, layanan yang lebih baik dan mengintensifikasikan promosi kami melalui berbagai saluran promosi, seperti televisi, internet dan iklan. Kami berharap mampu menjadi smartphone brand yang dicintai masyarakat Indonesia,” tutup James Wei. (Icha)

Bareksa Kenalkan Tabungan Reksa Dana ke Pengguna DOKU

0

Telko.id – Momentum penggunaan mobile wallet yang terus meningkat dimanfaatkan Bareksa, selaku marketplace reksa dana untuk memperkenalkan layanan tabungan reksa dana (Cipta Dana Cash) secara online di aplikasi DOKU. Lewat kerjasama ini, pengguna DOKU kini dapat membeli produk investasi di Bareksa mulai dengan nominal Rp100.000.

Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta hari ini, Kamis (3/11), CEO DOKU Thong Sannelius mengaku sangat antusias dengan kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini sejalan dengan upaya DOKU untuk mendukung program edukasi pemerintah melalui micro investing.

“Tabungan reksa dana di aplikasi DOKU cocok untuk pengguna yang ingin belajar dan mencoba berinvestasi karena menawarkan investasi aman dengan resiko yang minim dengan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan menabung di bank. Fitur ini juga bisa memberikan manfaat lebih bagi pengguna yang memiliki endapan dana di DOKU,”  kata Thong.

Inovasi ini bagus karena sejalan dengan upaya OJK untuk terus meningkatkan kedalaman pasar modal di tanah air. OJK sendiri memgaku akan mendukung penuh inovasi termasuk pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar seperti ini. “Teknologi internet perlu terus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan (outreach) investasi di Indonesia, termasuk untuk menggencarkan edukasi investasi reksa dana di masyarakat kita,” imbuh Nurhaida, Anggota Dewan Komisioner OJK.

Dalam kerja sama ini, DOKU dan Bareksa akan mensinergikan teknologi, trafik, konten, serta program edukasi dan marketing mereka. Untuk produk reksa dana yang ditawarkan, Bareksa dan DOKU sepakat menawarkan Cipta Dana Cash. Produk reksa dana yang ditawarkan sengaja dipilih reksa dana pasar uang, menimbang risikonya yang sangat kecil dan stabil karena dana nasabah ditempatkan di deposito bank dengan bunga khusus dan obligasi jangka pendek.

“Selama ini, peraturan menggariskan bahwa uang yang mengendap di mobile wallet tidak boleh diberikan bunga. Bekerja sama dengan Bareksa, maka pengguna DOKU bisa sekaligus menabung di reksa dana pasar uang sehingga bisa memperoleh imbal hasil (keuntungan) dari uang mereka yang disimpan di DOKU, tidak lagi nol persen seperti selama ini,” kata Co-founder/Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra.

DOKU sendiri merupakan pelopor uang elektronik di Indonesia. Pasca mendapatkan lisensi e-money tahun 2012 dan ijin Transfer Dana tahun 2015, DOKU telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna, dengan jumlah merchant lebih dari 22.000 dan 15 mitra perbankan. Akhir tahun 2015, DOKU mengelola total transaksi online sebesar Rp8,5 triliun, dan menargetkan pertumbuhan sebesar 30-40% tiap tahunnya.

 

7 Pencuri BTS Berhasil Di Tangkap Polres Serang

0

Telko.id – Pencurian Base Transceiver Station atau BTS kerap terjadi. Sering kali kejadian yang merugikan operator dan akhirnya merugikan konsumen karena terhentinya layanan tidak terungkap.

Kali ini Telkomsel bersama Kepolisian Resor (Polres) Serang berhasil mengungkap kasus pencurian sejumlah perangkat Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di sekitar wilayah Serang, termasuk dengan tertangkapnya beberapa oknum pelaku yang terlibat, (1/11).

Kasus pencurian perangkat BTS di wilayah Serang belakangan ini cukup marak terjadi dan telah menimbulkan kerugian bagi Telkomsel dan masyarakat, terutama dalam memberikan layanan jaringan yang prima kepada pelanggan di wilayah Serang.

“Telkomsel Area Jabotabek Jabar berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Polres Serang yang telah membantu mengungkap serta menangkap sejumlah oknum pelaku kejahatan yang terlibat dalam kasus pencurian perangkat BTS di wilayah Serang. Kami berharap hal ini mendorong penurunan terjadinya kejadian serupa di kemudian hari,” ujar Yossie Hamdeny, General Manager Legal & Stakeholder Management Area Jabotabek Jabar Telkomsel menjelaskan.

Setidaknya ada tujuh BTS Telkomsel di wilayah Serang yang menjadi sasaran para oknum yang tidak bertanggung jawab, yang telah melakukan pencurian sejumlah perangkat pendukung operasional BTS Telkomsel. Perangkat yang menjadi objek pencurian seperti modul, battery, feeder, power system, dan beberapa komponen penting lainnya yang menjadi penunjang operasional BTS Telkomsel telah berhasil ditemukan bersamaan dengan tertangkapnya para oknum pelaku pencurian perangkat BTS di wilayah Serang tersebut dan menjadi barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus pencurian BTS Telkomsel kali ini, Polres Serang telah melakukan penangkapan tujuh orang yang merupakan komplotan oknum pelaku pencurian dimana diantaranya adalah pelaku utama pencurian beserta para penadah barang curian. Aksi para pelaku selama ini sangat meresahkan dan telah mengganggu jalannya operasional layanan jaringan Telkomsel di wilayah Serang, walau Telkomsel sendiri telah melakukan berbagai antisipasi dengan sigap agar kualitas layanan yang prima bisa secepatnya tetap terjaga.

Terhadap penyelesaian kasus ini, Telkomsel telah menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada pihak Polres Serang untuk mengungkapnya secara tuntas dan siap mendukung terus upaya yang dilakukan Polres Serang agar semua oknum pelaku yang terlibat mendapatkan proses hukum yang sesuai dengan tindak kejahatannya. Komplotan oknum pencurian tersebut juga telah melakukan aksi kejahatan serupa di wilayah Cilegon, Tiga Raksa, Lebak, Pandeglang, Bekasi, Cikarang, Sukabumi dan Bogor.

“Telkomsel akan terus bersinergi dengan pihak Kepolisian dalam mengamankan aset operasional milik Telkomsel yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami juga tetap akan melibatkan warga sekitar beserta perangkat pemerintah setempat di titik aset Telkomsel beroperasi guna membantu dalam hal pengamanan serta keberlangsungan operasional layanan Telkomsel” pungkas Yossie. (Icha)

Pendapatan Link Net Meningkat 14% di Q3, EBITDA 5 %

0

Telko.id – PT Link Net Tbk berhasil membukukan pertumbuhan berkelanjutan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan meningkat sebesar 14% menjadi Rp 2.145 miliar, yang berasal dari pertumbuhan segmen residensial dan korporasi. Laba bersih meningkat sebesar 31% menjadi Rp 605 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan marjin EBITDA sebesar 59%, marjin laba usaha sebesar 38%, dan marjin laba bersih sebesar 28%.

Sebagai wujud dari komitmen Perseroan untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang di pasar dengan tingkat penetrasi yang masih rendah ini, Perseroan senantiasa memperluas cakupan jaringan di tiga area yang sudah ada yaitu Jakarta, Surabaya (termasuk Malang), Bandung dan daerah sekitarnya.

Selain itu, Perseroan juga melihat adanya peluang di beberapa kota yang berkembang pesat, misalnya Medan dan Batam. Perseroan melaporkan penambahan 117 ribu home passed baru sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2016 sehingga mencapai hampir 1,8 juta.

Ditengah perlambatan musiman (seasonal) yang biasanya terjadi pada kuartal ketiga, permintaan terhadap paket layanan broadband dan TV berbayar Perseroan tetap meningkat. Selama sembilan bulan pertama tahun 2016 Perseroan berhasil mencatat penambahan bersih jumlah pelanggan sebesar 105 ribu sehingga hampir mencapai 1 juta pada akhir September 2016.

Rata-rata pendapatan broadband dan TV berbayar per pengguna (“ARPU”/Average Revenue per User) tetap stabil pada level sebesar Rp 403 ribu.

Bersamaan dengan itu Perseroan juga terus-menerus melakukan inovasi dan mengembangkan produk baru yang ditawarkan kepada pelanggan termasuk diantaranya produk layanan terpadu cable dan wireless 4G internet, FMX TV Anywhere, dan produk-produk baru lainnya. Inisiatif ini telah berhasil mendapatkan respon yang sangat positif dari pelanggan yang memerlukan kenyamanan dalam akses internet di rumah maupun saat berpergian.

Selain itu, sejak awal 2016 Perseroan secara intensif meningkatkan jasa layanan broadband untuk pelanggan segmen korporasi baik segmen perusahaan skala besar maupun usaha kecil menengah (UKM). Perseroan meluncurkan produk khusus segmen korporasi yang diperbaharui di bawah merek “First Media Business”.

Selama sembilan bulan pertama tahun 2016 bisnis segmen korporasi Perseroan berkontribusi sebesar 16% terhadap total pendapatan dan diharapkan akan terus meningkat di masa mendatang.

Dalam keterangan resmi, Direktur Utama dan CEO Link Net, Irwan Djaja mengaku sangat senang atas pencapaian kinerja yang baik selama sembilan bulan. Hal ini merupakan wujud nyata dari serangkaian upaya Perseroan yang secara konsisten mengoptimalkan keunggulan operasional Perseroan (operational excellence), serta manajemen biaya yang prudent dan disiplin.

“Perseroan senantiasa responsif terhadap perubahan dan persaingan yang dinamis dengan tetap berfokus kepada pelayanan pelanggan (customer centric), produk inovatif, dan layanan nilai tambah yang terintegrasi. Kami optimis dengan kemampuan Perseroan untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham,” katanya.