spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1549

Advan Optimis Bisa kalahkan Oppo di 2017

0

Telko.id – Tidak ada yang menyangka bahwa Oppo akan menyalip semua brand dan kini berada persis di bawah Samsung. Semua merek smartphone pun langsung reaksi dan berniat untuk mengalahkannya. Sayang, 2016 tinggal beberapa hari lagi. Tahun 2017 pun akan menjadi ajang pertarungan yang sangat sengit. Semuanya ingin mengalahkan brand asal Cina tersebut.

Advan adalah salah satu nya yang cukup ‘nafsu’. Pasalanya, saat ini Advan berada di posisi 4 dibawah Asus. “Untuk kalahkah Asus tidak terlalu berat karena bedanya hanya sedikit. Tapi kami yakin akan mampu kalahkan Oppo di 2017 nanti,” ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan optimis.

Sebagai informasi, strategi Oppo pada awal nya di anggap ‘nyeleneh’ karena beda dengan biasanya para vendor smartphone bermain. ‘Cuan’ yang diberikan pun berkali lipat dibandingkan dengan yang lain. Di tambah lagi, dengan dana yang seperti tidak ada habisnya itu membuat nya mampu melakukan promosi hampir disetiap lini.

Bukan hanya TV yang habisnya miliaran rupiah, tetapi juga di outlet-outlet kecil hingga kabupaten di seluruh Indonesia pun sales promotion girl atau SPG akan ‘menghadang’ pembeli dan merayu untuk membeli produknya. Bahkan untuk satu outlet kecil saja, Oppo berani menempatkan tiga sampai lima SPG.

Apa yang menjadi ‘peluru’ bagi Advan untuk mengalahkan Oppo? Dana promosi yang besar? Tjandra menjelaskan bahwa bukan dana promosi yang lebih besar yang disediakan. Sebab, dana yang dipersiapkan untuk tahun 2017 akan sama besar dengan tahun 2016 ini.

Tjandra menambahkan bahwa Advan akan lebih jeli lagi melihat kelemahan dari Oppo. Yang sudah terlihat saat ini adalah harga smartphone Oppo yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Artinya, harga Oppo terlalu mahal. Itu sebabnya, Advan akan selalu menyiapkan produk yang ‘sama’ secara spesifikasi dengan Oppo, hanya saja akan dijual dengan harga yang lebih masuk akal. Termasuk juga melakukan edukasi pada pasar tentang produknya yang afordable untuk dimiliki. Harapannya, konsumen pun lebih memilih Advan.

Untuk promosi, Advan tidak akan melakukan secara head to head dengan yang akan dilakukan Oppo. Harus cara lain dan harus lebih efektif. Salah satunya adalah melalui media sosial. Walaupun, untuk promosi melalui media lain akan tetap dilakukan hanya saja akan lebih selektif agar tujuan untuk mengalahkan Oppo dapat tercapai.

Pada tahun 2017 mendatang, Advan hanya akan mengeluarkan produk 10 tipe saja. Komposisinya 60% smartphone dan 40% tablet. Dari smartphone, akan ada 60% yang 4G dan sisanya akan digelontor produk smartphone 3G. Pasalnya, konsumen Indonesia masih banyak yang mencari smartphone 3G sehingga belum akan ditinggalkan oleh Advan.

Memang, tidak seperti biasanya karena Advan hanya akan menggelontorkan tipe produk yang sedikit. Ini merupakan strategi di 2017 juga karena menurut Tjandra, dengan jumlah tipe produk yang tidak terlalu banyak maka pengelolaan secara promosi maupun after sales service pun akan lebih mudah.

“Kita tidak disibukan oleh administrasi produk dengan tipe yang banyak. Jadi kita bisa lebih konsentrasi untuk mendorong penjualan dan memenuhi target 2017,” sahut Tjandra.

Tjandra menambahkan bahwa rencananya, pada semester satu 2017 nanti, Advan akan melakukan berbagai strategi lain yang dipersiapkan untuk mengalahkan Oppo. Baru, dampaknya akan terlihat di semester dua dan akhir 2017 Advan yakin sudah akan mengalahkan Oppo. (Icha)

XL Sediakan Telepon Umum Gratis (TUG) Bagi Korban Gempa Bumi Aceh

0

Telko.id – Operator XL Axiata menyediakan sarana Telepon Umum Gratis (TUG) dan bahan-bahan logistik seperti obat-obatan, selimut, serta keperluan darurat lainnya untuk korban bencana gempa bumi di Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam. Donasi ini akan disalurkan melakui organisasi kemanusiaan PKPU.

Selain itu, XL juga membuka saluran “SMS Donasi XL Peduli Aceh” untuk pelanggan yang ingin ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepadan korban gempa. Disamping memberikan bantuan lainnya berupa peralatan sekolah untuk anak-anak.

Menurut VP Corporate Communication XL, Turina Farouk, XL telah mendirikan Posko bantuan di lokasi dan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan di lokasi bencana.

“Hari ini kami kirimkan donasi tahap awal ke Pidie Jaya. Sementara itu, program SMS Donasi kami buka untuk mempermudah pelanggan yang ingin ikut membantu dengan cara yang mudah. Petugas XL di lapangan akan terus memantau situasi dan kondisi di sana untuk memastikan bantuan yang masih bisa disalurkan di hari-hari ke depan,” katanya dalam keterangan resmi, rabu (7/12/2016).

Program SMS Donasi ini akan dibuka selama 33 hari, mulai 8 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017.

Donasi pelanggan melalui program ini selanjutnya akan disalurkan kepada korban bencana melalui lembaga kemanusiaan Yayasan MTXL. Semua pelanggan XL, baik prabayar maupun pasca bayar, dapat memanfaatkan program donasi ini secara mudah.

Pelanggan cukup mengirimkan SMS dengan format “Donasi [spasi] XLPeduli [spasi] nominal”, kirim ke 6116. Nominal donasi mulai dari 1000 (seribu) sampai dengan 200.000 (dua ratus ribu rupiah). Setelah SMS berhasil dikirim, pelanggan akan mendapat notifikasi.

Sertifikasi Dari Kemenkominfo Bakal Keluar 1 Hari, Asal..?

0

Telko.id – Baru saja Kominfo mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) mengenai Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Pesawat Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. RPM ini menunggu masukan dan tanggapan dari publik yang bisa disampaikan mulai dari tanggal 7 hinggga 13 Desember 2017.

Alasan untuk mengeluarkan Peraturan Menteri ini karena perkembangan teknologi perangkat telekomunikasi pesawat telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet sangat cepat dan dinamis, sehingga perlu untuk memberikan percepatan layanan publik bidang Sertifikasi Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Pesawat Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet,” ungkap Noor Iza, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pernyataan tertulisnya.

Dalam RPM tersebut ada 5 poin yang menjadi subtansinya. Pertama, sertifikasi perangkat dapat dilakukan melalui evaluate document maupun pengujian. Di mana, saat ini untuk sertifikasi masih dilakukan melalui pengumuman saja.

Kedua, baik perangkat yang masuk dalam kategori merek global, merek non global dan merek lokal dapat mengajukan sertifikasi melalui dua cara tersebut.

Ketiga, evaluasi dokumen yang dimaksud adalah melalui Pernyataan diri (self declaration of conformity) dan cara lain sesuai ketentuan peraturan perundang undangan.

Dalam RPM itu juga mengusulkan sebagai poin ke empat bahwa untuk dapat masuk dalam kategori merek global harus memenuhi kriteria masuk dalam 5 (lima) besar pangsa pasar dunia berdasarkan hasil survey lembaga independen internasional dan/atau memiliki sertifikat dari lembaga uji yang bereputasi Internasional.

Pada point ke lima, menjelaskan bahwa Sertifikasi melalui pernyataan diri (self declaration on conformity) diperuntukkan bagi perangkat dengan kategori merek global hanya dapat dilakukan oleh Pemegang Merek dan Distributor resmi yang ditunjuk oleh pemegang merek. Berlaku untuk setiap tipe perangkat yang akan dimasukkan untuk diperdagangkan ke Indonesia.

Untuk pengajuannya dapat dilakukan secara online melalui web e-sertifikasi dengan mengisi data teknis perangkat. Selain itu juga harus melampirkan hasil uji (test result) dan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

Sedangkan untuk merek lokal Bagi merek lokal dapat mengajukan sertifikasi melalui pernyataan diri (self declaration on conformity) ditetapkan oleh Dirjen SDPPI berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Dirjen SDPPI terhadap semua pabrikan merek lokal.

Selain itu juga harus melampirkan hasil uji (test result); dan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

Jika tidak mendapatkan penetapan Dirjen SDPPI tersebut maka harus mengajukan sertifikasi melalui evaluasi dokumen atau pengujian.

“Sertifikat diterbitkan 1 hari setelah pemegang merek global atau distributor resmi merek global, dan pemegang merek lokal membayar biaya sertifikasi,” kata Noor Iza.

Setelah memperoleh sertifikasi pemegang merek global atau distributor resmi merek global, dan pemegang merek lokal dapat mencetak sendiri salinan sertifikat.

Untuk pengawasan dan pengendalian terhadap perangkat telekomunikasi akan dilakukan melalui uji petik (post market surveillance).

Sanksinya jika tidak lulus uji petik 2 kali untuk tipe perangkat yang berbeda maka akan dikeluarkan dari kategori merek global atau dari kategori merek lokal yang dapat mengajukan sertifikasi melalui pernyataan diri (self declaration on conformity). (Icha)

Meizu Baru Bersiap Penuhi Aturan TKDN

0

Telko.id – Indonesia memang pasar yang sangat menggiurkan untuk para vendor smartphone jualan di Indonesia. Salah satunya adalah Meizu. Sayang, brand ini masih dalam proses untuk memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia sebesar 20% untuk tahun 2016 dan 30% untuk Januari tahun 2017.

“Pada prinsipnya, kita akan mendukung regulasi yang ada di Indonesia. Hanya saja sampai saat ini semuanya masih proses. Ada dua partner di Jakarta dan Surabaya yang akan membantu kami,” ujar Yao Ying Zhi, distributor Meizu di Indonesia.

Yao menambahkan bahwa “Sampai saat ini smartphone 4G Meizu yang beredar di Indonesia masih import. Belum ada yang diproduksi di Indonesia. Namun kami sudah memiliki tim yang akan memproses semuanya agar sesuai dengan aturan dari pemerintah Indonesia”.

Artinya, sampai saat ini Meizu belum memenuhi aturan pemerintah. Itu sebabnya, Meizu belum akan melakukan penjualan yang massive.

Meizu sendiri baru saja memperkenalkan tiga smartphone terbarunya yakni M3 Note, MX 6 dan M5. “Keunggulan Meizu adalah smartphone ini bersifat personal dan tipenya disesuaikan dengan kebutuhan setiap segmen penggunanya,” ujar Echo, Global VP Meizu Technology menjelaskan.

Produsen asal Cina ini pun mengadopsi sistem operasi yang khusus diciptakan untuk Meizu yakni Flyme. Saat ini, Flyme sudah sampai pada versi 6. OS ini sudah diaplikasikan pada Meizu MX 6 dan M5.

Dengan tiga produk yang diperkenalkan tersebut, Meizu optimis dapat bersaing di pasar Indonesia pada 2017. Pasar yang disasar adalah masyarakat kelas menengah yang tumbuh sangat pesat. (Icha)

6 Trend Cyber Security 2017

Telko.id – Ancaman keamanan digital akan semakin ‘menggila’ di tahun 2017. Menurut Fortinet sebagai perusahaan perangkat keamanan cyber security akan bertambah pintar, akan bergerak sendiri atau otonomi dan akan semakin sulit terdeteksi dibandingkan sebelumnya.

“Area yang dapat diserang akibat inovasi teknologi seperti cloud computing dan perangkat IOT, kekurangan bakat keamanan cyber, dan tekanan peraturan akan menjadi faktor pendorong yang signifikan bagi ancaman cyber, ” ujar Derek Manky, global security strategist, Fortinet menjelaskan.

Derek menambahkan bahwa “Laju perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan titik kritis sebagai dampak dari serangan cyber yang dirasa jauh melampaui korban yang mereka maksud secara pribadi, politik, dan bisnis. Ke depannya, kebutuhan untuk akuntabilitas di berbagai tingkat mendesak dan secara nyata mempengaruhi vendor, pemerintah, dan konsumen. Tanpa tindakan cepat, ada risiko nyata yang mengganggu kemajuan ekonomi global digital.

Fortinet memprediksi 6 trend yang akan terjadi di dunia cyber security ini dan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi digital dunia.

Pertama, malware akan semakin cerdas dan akan menyerang atau beroperasi secara mandiri. “Kami memperkirakan akan banyak malware yang dirancang “seperti-manusia” dengan pembelajaran adaptif, berbasis keberhasilan untuk meningkatkan dampak dan efektivitas serangan,” sahut Derek menjelaskan.

Kedua, keberadaan perangkat IoT yang akan membludak juga akan membuat rentan ekonomi. Hal ini membuat para produsen IOT pun harus bertanggung jawab atas pelanggaran keamanan. Jika tidak maka ekonomi digital akan hancur karena konsumen mulai ragu-ragu untuk membeli akibat ketakutan akan keamanan cyber. “Kami berharap konsumen, vendor dan kelompok kepentingan lainnya lebih banyak mendorong terciptanya dan penegakan standar keamanan sehingga produsen perangkat bertanggung jawab atas perilaku perangkat mereka di alam liar,” ungkap Derek memberi solusi.

Ketiga, proyeksi perangkat IoT yang akan mencapai 20 miliar akan menjadi mata rantai terlemah sehingga akan sangat mudah menyerang Cloud. “Kami memperkirakan akan terjadi serangan yang dirancang untuk mengeksploitasi perangkat endpoint, sehingga serangan sisi klien dapat secara efektif menargetkan dan membobol penyedia Cloud,” ungkap Derek.

Untuk itu, diharapkan organisasi dapat mengadopsi strategi keamanan dan segmentasi berbasis fabric yang memungkinkan nya untuk menciptakan, mengatur, dan menegakkan kebijakan keamanan yang mulus antara lingkungan Cloud fisik, virtual, dan pribadi mereka dari IOT ke Cloud.

Keempat, smart city akan menjadi sasaran empuk bagi serangan malware oleh para hacker. Pasalnya, pertumbuhan otomatisasi bangunan dan sistem manajemen akan berkembang pesat di 2017 mendatang. Akibatnya, ada potensi besar terutama ketika sistem yang terintegrasi tidak dijaga ketat.

Kelima, masyarakat dengan profile terkenal akan menjadi target utama dalam penyerangan. Seperti selebriti, tokoh politik, dan organisasi besar. Serangan otomatis dengan skala ekonomi besar akan menjadi alat bagi hacker untuk memeras uang dalam jumlah kecil dari jumlah korban yang besar secara bersamaan sehingga lebih efektif biaya, terutama dengan menargetkan perangkat IOT.

Keenam, adanya kekurangannya tenaga profesional yang terampil dalam keamanan cyber. Artinya, ekonomi digital global akan teramcam keamanannya. “Jelas para target serangan akan menghadapi risiko besar karena tidak memiliki pengalaman atau pelatihan yang diperlukan untuk mengembangkan kebijakan keamanan, melindungi aset penting yang sekarang bergerak bebas antara lingkungan jaringan, atau mengidentifikasi dan menanggapi serangan yang lebih canggih saat ini,” sahut Derek.

“Dan jangan lupa, serangan cyber dengan cara lama pun akan tetap terjadi tapi ditingkatkan dengan teknologi baru yang menantang batas-batas kemampuan deteksi dan investigasi forensik,” tutup Derek. (Icha)

Lebih Dari 1 Juta Google Accounts Dicuri Gooligan

0

Telko.id – Peneliti sekuriti Check Point Software Technologies Ltd. (NASDAQ: CHKP) hari ini menemukan sebuah jenis baru virus Malware untuk ponsel Android, yang telah menginfeksi lebih dari satu juta akun Google Accounts. Malware baru ini, diberi nama Gooligan, mampu mengakses data sensitif pengguna dan mengambil alamat email. Dengan informasi yang diambil, para penyerang mampu mengambil dan mengakses data sensitif dari Gmail, Google Photos, Google Docs, Google Play, Google Drive dan G Suite.

“Pencurian lebih dari satu juta detail account Google sangat mengkhawatirkan dan menggambarkan sebuah tahap baru di dalam penyerangan cyber,” kata Michael Shaulov, head of mobile products di Check Point.

Michael juga menambahkan bahwa “Kami melihat pergerakan strategi di dalam pikiran hackers yang sekarang cenderung menargetkan smartphone agar mereka bisa mengambil data sensitifnya”.

Berdasarkan hasil temuan Check Point, Gooligan ini menginfeksi 13,000 ponsel per hari dan pada tahap pertama merusak lebih dari satu juta device. Yang terkena dampak, antara lain adalah ratusan alamat email yang berhubungan dengan account bidang enterprise di seluruh dunia. Dalam kerjanya, Gooligan menargetkan ponsel-ponsel Android 4 (Jelly Bean, KitKat), yang mewakili sekitar 74 percent seluruh ponsel Android yang saat ini dipakai di seluruh dunia.

Setelah berhasil menyusup ponsel yang disasar, Gooligan akan mengambil keuntungan dengan meng-install app dari Google Play secara curang dan memberi rating seakan pengguna ponsel yang melakukannya. Setidaknya, dalam sehari Gooligan menginstall 30,000 app di dalam ponsel yang terkena, atau 2 juta app sejak malware ini beredar.

Check Point langsung menghubungi tim security Google mengenai campaign cyber-attack ini. “Kami menghargai bantuan Check Point atas masalah ini dan kita sudah bekerjasama untuk saling mengerti dan mengambil tindakan atas isu-isu tersebut. Sebagian dari upaya kami untuk melindungi konsumen kami dari kelompok malware Ghost Push ini adalah dengan menerapkan beberapa upaya untuk melindungi konsumen dan system Android tersebut secara langsung,” kata direktur Android Security di Google, Adrian Ludwig.

Google juga telah menghubungi pengguna yang telah terkena serangan cyberattack ini dan telah mencabut token mereka, menghapus apps yang terhubung dengan malware Ghost Push dari Google Play, juga menambahkan beberapa teknologi pelindungan pada teknologi Verify Apps.
Tim Mobile Research Check Point pertama kali menemukan kode Gooligan di dalam app SnapPea tahun lalu. Pada Agustu 2016, jenis baru malware ini kini muncul tiba-tiba dan sudah menginfeksi 13,000 ponsel per hari. Sekitar 57 persen ponsel yang kena terletak di Asia dan 9 persen di Eropa. Ratusan alamat email yang terkena berhubungan dengan dunia usaha di seluruh dunia. Infeksi akan mulai saat pengguna mendownload dan menginstall app yang telah tertular oleh Gooligan atau meng-click link berbahaya yang terdapat di pesan teks (SMS) yang bermaksud phishing.

Check Point menawarkan sebuah tool online gratis kepada para pengguna Android yang bisa memeriksa apakah akun mereka telah terkena serangan. “Jika account anda telah diterobos oleh Gooligan, instalasi yang bersih pada operating system anda sangat diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi manufaktur atau provider telepon genggam anda,” tambah Shaulov. (Icha)

Ini Dia Rencana Menkominfo Untuk 2017

0

Telko.id – Menteri Telekomunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan rencana-rencana yang akan dilakukannya tahun 2017. Seperti pada tahun ini ada tiga hal yang menjadi fokus utama yaitu telekomunikasi, penyiaran dan internet. Hal tersebut disampaikannya di acara ulang tahun MASTEL ke 23, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Koneksi fixed broadband di Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. Untuk itulah perlu ada upaya yang dilakukan untuk menyusul negara-negara lain tersebut. Jadi tahun depan permasalahan koneksi fixed broadband akan mendapatkan perhatian lebih.

“Jika melihat ICT Index, posisi Indonesia jauh di bawah Vietnam dan Filipina. Salah satu indikator adalah fixed broadband. Karena itu saya mengajak makin teman-teman ayo cari lagi fixed broadband,” katanya.

“Ada teknologi yang tidak sepenuhnya fiber to the home, tapi akses sudah mencapai 103 bit per rumah. Saya tidak tahu apa ini bisa dimanfaatkan,” imbuh Menkominfo.

“Intinya pemerintah akan terus mendorong broadband. Tidak ada istilah back off dari broadband,” tambahnya.

Pada saat ini ada sekitar 300 kota kabupaten yang telah terjangkau oleh konkesi 4G LTE. Sementara jumlah itu hanya 60 persen dari total 514 kota dan kabupaten di Tanah Air. Untuk backbone yang tersedia ada sekitar 400 kota dan kabupaten atau 80 persennya.

“Palapa Ring dijalankan pararel. Selama ada Palapa Ring, operator tidak akan membangun sepenuhnya,” kata Menkominfo.

Untuk Proyek Palapa Ring saat ini telah berjalan, untuk paket barat dan tengah sudah diresmikan, tinggal paket timur yang tengah menanti jadwal pembiayaannya pada awal tahun 2017.

Agar masyarakat bisa merasakan layanan telekomunikasi yang lebih baik, perlu dilakukan penyesuaian terhadap modern licensing yang ada saat ini. Pada modern licensing yang berlaku saat ini, mewajibkan setiap operator untuk melampirkan rencana pembangunan lima tahun ketika membuat izin prinsip penyelenggaraan telekomunikasi, misalnya dalam pembangunan BTS.

“Kalo misalnya ada operator yang mencover satu wilayah dengan tiga BTS ya tidak masalah. Ada operator ingin menambah kapasitas broadband, jadi membangun lima BTS, ya silahkan. Biarkan mereka berkompetisi,” ujar Rudiantara.

Untuk insentif engineering sendiri saat ini masih dalam pembahasan. Namun, Rudiantara memastikan untuk bisa diberlakukan di tahun 2018.

Sementara sektor internet akan tetap memperhatikan pada terbentuknya e-government. Dimana ini merupakan petunjuk langsung dari Presiden agar semua wilayah bisa mendapatkan layanan online.

Adanya permintaan dari Menteri Keuangan supaya sektor ICT bisa berkembang dan tumbuh menjadi dua digit karena disamping menguntungkan para pengusaha, layanan online juga mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat.

“Double digitnya bukan 11%, di atas itu, Kenapa? Pemerintah juga memahami jika kita bisa dorong sektor ICT lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi lagi, itu akan bisa menarik gerbong aktivitas ekonomi yang lain,” ujar Rudiantara.

“Target saya setiap tahun kita punya event yang presiden hadir, menyaksikan dan arahan. 2015 kita launching 4G, 2016 tanda tangan Palapa Ring di Istana, 2017 ayo kita bikin lagi. Karena bagaimanapun negara ini, tidak bisa maju kalo sektor ICT tidak maju,” ujarnya.

Menkominfo pun mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Keuangan untuk melakukan relokasi dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tujuannya agar dana USO jadi lebih besar dari sebelumnya.

“Bukan lagi hitungan 1,25%. Tapi jika dinaikkan menjadi 2,5 – 3% tanpa Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensinya turun, yang jerit operator,” kata pria yang kerap disapa Chief RA ini.

Karena itu Menkominfo masih terus membahasnya. Harapannya dapat mengikuti pertumbuhan industri dan diikuti relokasi di dalamnya.

Sekarang ini, kata Rudiantara, pemerintah tidak mempercayai sektor ICT melakukan relokasi. Sebab dana USO banyak yang bermasalah, mulai hukum, dibintangi DPR hingga tidak dibayar lantaran tidak dibintangi oleh Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu Menkominfo akan membenahi dari sisi governance.

“Jika governance bagus, seperti Palapa Ring, sehingga timbul kepercayaan dari pemerintah untuk melakukan relokasi. Jadi USO kita akan jauh lebih besar dari sekarang,” ungkap pria berkacamata ini.

“Bila mana dana USO yang didapat nantinya melebihi dari sekarang, kita akan gunakan untuk membangun lebih banyak daerah yang tidak visible secara keuangan atau bisnis oleh operator,” tandasnya. (Icha)

Pengguna Tinggalkan Media Sosial Lantaran Dianggap Membuang Waktu

0

Telko.id – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab di 12 negara menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat ingin meninggalkan jejaring sosial, lantaran dianggap membuang waktu.

Menurut hasil survei, seseorang tetap menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram dikarenakan rasa takut kehilangan memori digital dan kontak dengan teman-temannya.

Bagaimana cara agar hubungan baik dengan teman-teman terus terjaga merupakan sebuah tantangan yang sulit untuk ditemukan solusinya. Kaspersky Lab, dalam hal ini memahami betul hal itu dan mencoba mencari solusi untuk mengatasinya, lewat sebuah aplikasi yang disebut FFForget.

FFForget mampu mem-backup semua kenangan dari jejaring sosial yang digunakan dan menjaganya dalam wadah yang aman serta sudah dienkripsi. Aplikasi ini diharapkan dapat memberikan kebebasan bagi seseorang untuk meninggalkan jejaring sosial kapan pun mereka inginkan, tanpa merasa kehilangan.

“Jejaring sosial dapat memberikan manfaat namun pada saat yang sama juga bisa membahayakan. Jika memang memberikan manfaat, maka hal itu tidak menjadi masalah. Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan platform yang ingin mereka gunakan atau meninggalkannya setiap saat. Kebebasan digital yang sesungguhnya bukanlah soal harus melakukan suatu pengorbanan. Kami ingin setiap orang mendapatkan kendali penuh yaitu mampu memiliki salinan yang telah dienkripsi untuk semua kenangan digital mereka setiap saat”, kata Evgeny Chereshnev, Head of Social Media di Kaspersky Lab.

Ia menjelaskan, dengan FFForget, individu tidak perlu takut kehilangan memori karena akun yang diretas. Dan yang terpenting, seseorang tetap berhak untuk meninggalkan jejaring sosial setiap saat tanpa kehilangan apa yang menjadi milik mereka, yaitu kehidupan digital.

Penelitian sebelumnya telah menyoroti kecenderungan kuat individu untuk menggunakan perangkat digital sebagai bagian eksternal dalam memori mereka. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa seseorang tidak mampu menahan diri untuk tidak melihat percakapan di media sosial dan tidak meng-update status di ponsel mereka.

Namun, survei terbaru menunjukkan bahwa pengguna sebenarnya cukup kritis dan sadar terhadap diri mereka sendiri – 39% responden percaya bahwa mereka membuang-buang waktu di jejaring sosial. Bahkan, hampir 78% menyatakan bahwa mereka sudah mempertimbangkan untuk meninggalkan jejaring sosial.

Meskipun ada kecenderungan untuk meninggalkan jejaring sosial, namun individu merasa ada keterpaksaan untuk tetap tinggal. Sebagian besar (62%) percaya bahwa mereka akan kehilangan kontak dengan teman-temannya jika meninggalkan jejaring sosial. Sebesar 21% responden tidak merasa khawatir dengan teman-teman mereka, tetapi takut tidak dapat mengembalikan kenangan digital seperti foto.

FFForget rencananya akan diluncurkan pada tahun 2017.

5 e-Commerce Tanah Air Bersatu Ciptakan Ekosistem Belanja Aman

0

Telko.id – Sebuah Memorandum of Understanding (MoU) ditanda tangani lima pelaku bisnis e-commerce di tanah air baru-baru ini, termasuk diantaranya Bhinneka.com, Blanja.com, Blibli.com, JD.ID, dan Lazada Indonesia. Tujuannya kerjasama ini adalah untuk melindungi konsumen dari non-genuine dan counterfeit software yang marak diperjualbelikan di situs e-commerce belakangan ini.

Didukung oleh Microsoft Indonesia, perjanjian kerjasama ini terangkum dalam sebuah inisiatif bertajuk Clean e-Commerce yang dapat menciptakan ekosistem bisnis online yang lebih aman dan memuaskan bagi konsumen. Utamanya sekarang ini, ketika transformasi digital yang mengusung mobile-first dan cloud-first membuat aktivitas belanja konsumen banyak beralih ke toko online.

Pertumbuhan pesat toko online di pasar e-commerce Indonesia ini dibuktikan dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 21 triliun pada 2014 lalu. Sayangnya, laju pasar e-commerce di Indonesia tidak serta merta berjalan mulus. Mudahnya akses jual beli juga membuka lebar pintu masuk barang-barang ilegal, termasuk counterfeit software. Hal ini menimbulkan rendahnya kepercayaan diri konsumen terhadap keaslian barang yang dijual melalui toko online, terutama untuk produk yang sulit diteliti secara fisik seperti software.

“Masih adanya peredaran counterfeit software di beberapa toko online menjadi penghambat perkembangan bisnis e-commerce Indonesia, mengingat dampaknya terhadap kredibilitas toko online serta timbulnya kekhawatiran konsumen saat berbelanja online,” kata Andreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia dalam keterangan resmi.

Selain itu, ia menjelaskan, konsumen yang sudah terlanjur membeli dan menggunakan counterfeit software juga terpapar risiko masuknya virus dan malware ke dalam perangkatnya yang akan merugikan dari segi waktu dan materi.

“Hal tersebut tentunya menimbulkan efek negatif kepada bisnis e-commerce Indonesia yang saat ini menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi digital,” imbuhnya.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), melalui penerbitan roadmap e-commerce, menekankan komitmen pemerintah untuk memajukan pasar e-commerce tanah air yang diprediksi akan menghasilkan nilai transaksi sebesar USD 130 miliar atau sekitar Rp 417 triliun pada tahun 2020.

Secara spesifik, pemerintah juga menekankan dua aspek penting pada roadmap e-commerce, yaitu perlindungan konsumen dan keamanan siber, agar konsumen dapat merasa terlindungi saat melakukan transaksi secara online.

“Kami mewakili para konsumen sangat mengapresiasi dan mendukung penandatanganan MoU ini sebagai bentuk komitmen bersama para pelaku industri untuk memberikan kenyamanan serta keamanan dari kejahatan siber dan peredaran barang counterfeit bagi konsumen,” ungkap Justisiari P. Kusumah, Sekretaris Jenderal, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP).

Ke depannya, masyarakat yang hendak membeli genuine software di kelima e-commerce tergabung di sini akan dapat dengan mudah menemukan genuine software melalui landing page Microsoft. Dengan dukungan Microsoft Indonesia, Lazada Indonesia dan kawan-kawan juga akan melakukan penyaringan terhadap vendor yang menjual software di toko online mereka masing-masing. Salah satu hasil dari penyaringan tersebut adalah penerapan sertifikasi untuk vendor yang benar-benar menjual genuine software.

Selain itu, inisiatif para pelaku e-commerce bersama Microsoft Indonesia ini juga diharapkan dapat menekan angka pemalsuan barang, terutama software, di toko-toko online di Indonesia sehingga menciptakan marketplace yang bersih dan sehat serta memberikan keamanan dan kenyamanan kepada pengguna saat hendak bertransaksi.

Bekasi Bersiap Untuk Jadi Smart City

0

Telko.id – Pertumbuhan jumlah penduduk yang berkembang begitu pesat membuat permasalahan-permasalahan perkotaan menjadi semakin kompleks. Hal ini mendorong adanya suatu kebutuhan untuk memberikan alternatif solusi tentang permasalahan kota. Penerapan Smart City akan mempermudah pemerintah kota dalam pengambilan keputusan dalam suatu kebijakan.

Bekasi pun bersiap untuk menjadi smart city. Bekerja sama dengan Telkomsel dan LAPI (Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri) Institut Teknologi Bandung (ITB). Targetnya untuk melakukan pengkajian, pengembangan, dan implementasi dalam rangka mendorong terwujudnya konsep ideal Smart City di kota-kota di Indonesia.

“Sebagai operator seluler terdepan di Tanah Air, kami memiliki tanggungjawab untuk memberikan layanan dan solusi mobile digital yang melebihi ekspektasi pelanggan, memberikan nilai tambah kepada para stakeholders, dan mendukung pertumbuhan perekonomian bangsa. Implementasi Smart City di Indonesia merupakan dukungan kami terhadap pemerintah kota dalam meningkatkan kinerja sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Ivan C. Permana, Vice President Technology & System Telkomsel menjelaskan.

Sebuah kota dikatakan “smart” jika kota tersebut dapat mengetahui (sensing) keadaan kota di dalamnya, memahami (understanding) keadaan tersebut lebih jauh, dan melakukan aksi (acting) terhadap permasalahan tersebut, sehingga akan terjadi integrasi informasi berbasis teknologi aplikasi secara langsung antara pemerintah kota dan masyarakat, juga sebaliknya.
Kerjasama yang akan dilakukan tersebut mulai dari membuat platform Smart City, Patriot Operation Center, instalasi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware), serta aplikasi Sorot.

Platform Smart City akan menjadi sumber informasi bagi pemerintah dalam melakukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat berdasarkan informasi real time yang dikirimkan oleh sensor-sensor yang terhubung dalam satu kesatuan sistem yang terintegrasi. Sementara Patriot Operation Center merupakan ruang kontrol bagi pemerintah kota dalam memantau dan mendapatkan informasi tertintegrasi seputar kota Bekasi secara real time.

Instalasi software dan hardware dilakukan dalam bentuk pemasangan sensor pencemaran udara, sistem sensor pencemaran sungai, CCTV, GPS tracking, serta sensor pendapatan daerah atas pajak daerah (MPOS) ke semua perangkat yang terintegrasi dengan Patriot Operation Center.

Sementara itu, aplikasi Sorot merupakan media berbasis teknologi terintegrasi yang memfasilitasi pelaporan dari masyarakat kepada Pemerintah Kota Bekasi tentang kondisi sosial dan lingkungan Kota Bekasi, di mana laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dan disolusikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Telkomsel berperan dalam membangun konektivitas sebagai medium komunikasi dan informasi dalam sistem tersebut. Dengan adanya kerjasama Telkomsel dengan LAPI ITB, diharapkan platform Smart City dapat diimplementasikan melalui pengembangan bisnis digital, penerapan teknologi machine to machine, dan supporting system untuk big data solution,” jelas Ivan.

Bekasi menjadi kota kedua diimplementasikannya platform Smart City oleh Telkomsel dan LAPI ITB. Tahun lalu, platform serupa juga telah diterapkan di Bogor, Jawa Barat. Ke depannya platform Smart City juga akan diterapkan di berbagai kota di Indonesia.

“Di samping kesiapan pemerintah dan masyarakat, alasan lain dipilihnya Bogor dan Bekasi sebagai pilot project Smart City adalah kota-kota ini merupakan penyangga utama Jakarta yang merupakan ibukota negara. Kami percaya permasalahan di ibukota dapat tersolusi secara komprehensif apabila kota-kota penyangga di sekitarnya juga mampu mengatasi persoalan perkotaan secara ‘smart’,” papar Ivan.

Untuk menunjang terwujudnya Smart City Bekasi, Telkomsel telah menggelar jaringan mobile broadband berkualitas. Sebanyak 332 BTS 4G (eNode B) telah dibangun di Bekasi untuk melayani kebutuhan digital lifestyle masyarakat Bekasi. (Icha)