spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1548

Akhirnya Penggunaan Frekuensi 1900 MHz Smart Telecom Resmi Dihentikan

0

Telko.id – Akhirnya, penggunaan frekuensi 1900 Mhz oleh Smart Telecom resmi dihentikan. Hal ini ditandai dengan penandatangan berita acara penghentian penggunaan pita frekuensi radio 1900 MHz antara Smart Telecom dengan 18 Kepala UPT Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, disaksikan oleh Direktur Jendral SDPPI Kominfo dan Para Anggota BRTI di Kantor Smart Telecom, Tangerang (14/12/2016) seperti dilansir dari berita Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Penghentian ini dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam rangka penataan ulang spektrum frekuensi radio untuk mendapatkan tambahan bandwidth atau pita frekuensi yang lebih lebar serta meningkatkan kecepatan untuk kebutuhan mobile broadband secara nasional.

Direktur Jendral SDPPI Dr. Ismail menyampaikan bahwa penghentian penggunaan pita 1900 ini merupakan bagian dari penataan Pita Frekuensi Seluler Nasional secara keseluruhan. “Tujuannya agar lebih efisien dan optimal dalam penggunaan pita frekuensi”, imbuhnya.

Lebih lanjut Ismail mengungkapkan dengan penghentian penggunaan 1900 MHz oleh Smart Telecom, Kementerian Kominfo dapat melakukan penataan kembali penggunaan blok 11 dan 12 pada pita 2100 MHz yang selama ini terganggu dengan penggunaan pita 1900 MHz berteknologi CDMA.

Direktur Jenderal SDPPI menegaskan meskipun pelaksanaan penghentian penggunaan pita spektrum frekuensi 1900 MHz0 Smart Telecom sudah dilaksanakan dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, Kemkominfo tetap melakukan pengawasan terus menerus.

“Direktorat Jenderal SDPPI melalui Direktorat Pengendalian SDPPI beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen SDPPI tetap terus melakukan pengawasan dan pengendalian pita frekuensi 1900 MHz secara terus menerus untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan yang merugikan pada pita frekuensi 2,1 GHz”, tegas Ismail.

Merza Fachys, Direktur utama Smart Telecom menegaskan komitmennya mendukung penataan frekuensi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo untuk kepentingan nasional. “Kementerian Kominfo dapat memanfaatkan frekuensi tersebut untuk kepentingan nasional disamping juga untuk kepentingan pelayanan yang lebih baik ke pelanggan dengan beralih ke teknologi 4G dari CDMA”. jelasnya.

Dijelaskan pula Smart Telecom sudah melakukan beberapa langkah sebelum pelaksanaan penghentian, antara lain melakukan relokasi pita frekuensi 1900 MHz dimulai pada bulan November 2016 dengan memperhatikan keberlangsungan layanan pelanggan.

Selain itu relokasi pita frekuensi 1900 MHz dilaksanakan dengan cara mengurangi jumlah carrier secara bertahap di seluruh daerah hingga menyisakan 1 (satu) carrier pada tanggal 6 Desember 2016 serta penghentian secara nasional telah selesai secara nasional pada tanggal 14 Desember 2016.

Penghentian ini sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo No : 22 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Realokasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 1,9 GHz yang menerapkan Personal Commmunication System 1900 ke Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz. Switch off pita frekuensi 1900 MHz Smart Telecom berakhir secara nasional per 14 Desember 2016 dan berpindah ke spektrum frekuensi pengganti yang dialokasikan pita frekuensi 2.3GHz. (Icha)

2 Combat 4G LTE Telkomsel Dukung Komunikasi di Final Piala AFF 2016

0

Telko.id – Telkomsel telah memperkuat jaringan guna mendukung kelancaran komunikasi pelanggan saat berlangsungnya partai final leg pertama Piala AFF 2016 antara Indonesia melawan Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (14/12).

Optimalisasi jaringan dilakukan dengan mengoperasikan dua unit compact mobile base station (Combat) yang sudah mendukung teknologi 4G LTE di sekitar stadion berkapasitas 35.000 orang tersebut. Sementara itu, 16 base transceiver station (BTS) existing turut disiagakan untuk mengamankan kualitas jaringan di area berlangsungnya pertandingan puncak turnamen sepakbola antar negara di Asia Tenggara tersebut. Transmisi jaringan pun sudah menggunakan fiber optic, sehingga kenyamanan berkomunikasi pelanggan lebih terjaga.

Vice President ICT Network Management Area Jabotabek Jabar Juanita Erawati mengatakan, “Kami telah melakukan sejumlah optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik layanan komunikasi yang dilakukan para pelanggan yang hadir untuk mendukung perjuangan tim nasional Indonesia. Kami berupaya agar pelanggan tetap lancar berkomunikasi sepanjang jalannya pertandingan, terutama bagi pelanggan yang aktif dalam mengunggah foto dan video pengalaman menonton pertandingan secara langsung ke media sosial.”

Di samping penguatan jaringan, Telkomsel juga menyediakan layanan isi ulang pulsa dan aktivasi paket data 4G, serta layanan upgrade kartu 4G di booth yang terdapat di area stadion. (Icha)

Jumlah Pelanggan XL Paska Bayar Naik 21%

0

Telko.id – Jumlah pelanggan paska bayar yang dimiliki oleh operator di Indonesia rata-rata hanya 2% dari total pelanggannya. Maklum saja, program untuk prabayar jauh lebih menarik dan pastinya tidak perlu khawatir kantong jebol karena tagihan yang membludak. Namun, XL tetap rajin menambah jumlah pelanggan paska bayarnya. Terutama setelah mengeluarkan sub brand XL Prioritas.

Banyak kekhawatiran konsumen menggunakan paska bayar ditiadakan. Itu sebabnya jumlah pelanggan nya pun naik cukup menggembirakan. Tercatat pertumbuhan XL Prioritas mencapai 21% dengan waktu kurang dari 1 tahun. “Average Rate per user pun bisa mencapai 290 ribu hingga Rp. 300 ribu. Sedangkan trafik datanya mencapai 4-6GB perbulan,” ujar Lira Filiola, GM Postpaid Marketing XL menjelaskan.

Memang, jumlah pelanggan XL Prioritas ini baru 600 ribu. Tapi tidak membuat XL patah arang. Bahkan operator ini menambahkan layanan spesialnya dengan membuat XL Prioritas Center. Harapannya, jumlah pelanggan paska bayarnya dapat terus bertambah. “XL PRIORITAS Center” pertamanya ada di Grand Indonesia. Dan selanjutnya akan dibuka lagi di kawasan Jakarta Selatan.

“Layanan XL PRIORITAS memiliki peran yang strategis bagi kami dalam berkompetisi dengan operator lainnya guna memenangkan hati pelanggan. Saat ini kami terus berbenah untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk untuk menyediakan berbagai kemudahan bagi pelanggan untuk dapat menikmati layanan ini. Dan salah satu kemudahan ini, kami wujudkan melalui penyediaan XL PRIORITAS Center sebagai satu-satunya pusat layanan pelanggan pascabayar di Indonesia. Kami berharap dengan adanya fasilitas ini, juga akan mendorong meningkatnya loyalitas pelanggan dalam menggunakan layanan pascabayar, ” ungkap Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL pada sambutannya dalam peresmian XL Prioritas Center.

XL PRIORITAS Center memberikan suasana premium dalam melayani pelanggan pascabayar dan masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam layanan ini. Di tempat ini, juga tersedia penawaran beragam gadget dan informasi yang bisa membantu pelanggan PRIORITAS untuk bisa memaksimalkan manfaat layanan pascabayar dari XL untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Di pusat layanan eksklusif tersebut, pelanggan dapat mendaftar nomor baru pascabayar atau meng-upgrade nomor prabayar menjadi PRIORITAS. Tersedia promo bagi pelanggan yang hendak meng-upgrade ke gadget terbaru, bisa mendapatkan cashback hingga Rp 6 juta. Khusus periode pembukaan XL PRIORITAS Center antara 6 – 20 Desember 2016, XL memberikan tambahan cashback hingga mencapai Rp 7 juta.

Hingga Oktober 2016, total pelanggan pascabayar meningkat lebih dari 21% dibandingkan total pelanggan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Akuisisi oleh PRIORITAS telah meningkat. Sebelumnya, tingkat akuisisi sekitar 2.000 pelanggan per bulan. Setelah diluncurkan kembali pada akhir Januari 2016 lalu sebagai PRIORITAS, akuisisi pelanggan terus meningkat, dan hingga November 2016 ini mencapai sekitar 11 ribu pelanggan per bulan.

XL melihat animo masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan pascabayar. Dengan berbagai usaha peningkatan layanan, XL optimis tahun depan layanan pascabayar akan bisa tumbuh lebih baik. Beberapa program telah dijalankan, antara lain edukasi kepada pelanggan mengenai layanan PRIORITAS secara lebih intensif, mempermudah pelanggan mendaftar dan menggunakan PRIORITAS, serta menawarkan program gadget dengan cashback yang menarik.

Selain itu, XL menjamin kualitas layanan bagi setiap pelanggan PRIORITAS dengan sejumlah program, antara lain prioritas penggunaan jaringan 4G LTE (Priority Network), gratis 10 digit nomor cantik (Nice Number), serta menelpon dan SMS “bebas khawatir” (Worry-FreeTM) ke semua operator di Indonesia (AnyNetTM). Manfaat lain berupa roaming “bebas khawatir” dengan PRIO Pass sehingga kuota internet yang dimiliki dapat digunakan di luar negeri, kendali penggunaan dengan Spend Limit, serta pengaturan yang mudah dengan aplikasi “myXL Postpaid”.

Sementara itu mengenai Brand Ambassador XL PRIORITAS yang baru, Hamish Daud, XL memilihnya untuk memperkuat brand XL PRIORITAS di kalangan pasar yang lebih luas. Citra Hamish yang telah dikenal luas sebagai seorang “adventurer” diharapkan mampu membentuk citra layanan PRIORITAS sebagai layanan komunikasi yang stabil kapan pun dan di mana pun melengkapi sosok Dian Sastrowardoyo yang telah menjadi Brand Ambassador sejak awal tahun 2016. Jadi siapa pun pelanggannya, apa pun pilihan gaya hidupnya, XL PRIORITAS berkomitmen untuk memberikan layanan komunikasi yang lebih baik (Simply Better). (Icha)

Microsoft Akuisisi LinkedIn Sebesar $ 26 milyar

0

Telko.id – Microsoft Corp menutup kesepakatan nya untuk membeli situs profesional-jaringan LinkedIn sebesar $ 26 milyar. Ini adalah nilai akuisisi terbesar dalam sejarah raksasa teknologi ini.

Perkawinan dari dua perusahaan yang diumumkan pada bulan Juni lalu merupakan pertaruhan bahwa jaringan sosial dapat menghidupkan kembali penawaran software Microsoft. Penutupan kesepakatan itu diumumkan oleh Microsoft Chief Executive Satya Nadella di posting LinkedIn.

Nadella berharap kesepakatan itu akan membuka cakrawala baru bagi Microsoft Office serta LinkedIn, yang keduanya telah menghadapi pasar mereka yang sudah jenuh. Dengan adanya perkawinan ini maka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan posisi kompetitif Microsoft. Microsoft mengatakan akan bekerja pada mengintegrasikan LinkedIn ke dalam beberapa persembahan utamanya, seperti menambahkan aspek jaringan LinkedIn untuk Microsoft Outlook dan Office suite, yang meliputi Word dan PowerPoint.

LinkedIn Chief Executive Jeff Weiner akan mempertahankan perannya. Perusahaan mengharapkan kesepakatan untuk menutup pada akhir 2016. (Icha)

Indosat Ooredoo dan Ericsson Tingkatkan Efisiensi Proses Charging dan Billing

0

Telko.id – Saat ini, kebutuhan pelanggan tidak bisa diseragamkan lagi. Banyak variable yang mempengaruhi. Itu sebabnya, operator pun harus sigap memberikan layanan sesuai kebutuhan. Termasuk juga dalam hal charging dan billing.

Untuk itu Ooredoo Group dan Ericsson (NASDAQ: ERIC) telah mengikat kontrak berdurasi 5 tahun dalam menerapkan Revenue Management System di beberapa group perusahaan yang berada di wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara dan Oceania. Sistem ini akan mulai dijalankan pertama kali di Indosat Ooredoo, sebelum di gelar secara keseluruhan di tahun 2016 dan 2017.

Sistem penagihan dan pembayaran terbaru ini membuat Indosat Oooredoo mampu memberikan sebuah layanan produk dan paket sesuai dengan permintaan pelanggan yang ada di Indonesia.

Sistem yang dinamakan, Ericsson Revenue Manager, adalah sistem penagihan pembayaran yang berbasis Cloud dengan kemampuan mendefenisikan role dari Business Support System (BSS). Sistem ini menawarkan inovasi dalam era layanan digital telekomunikasi yang mampu memberikan kecepatan dan efisiensi dari berbagai industri.

Pemanfaatan Software Ericsson dan juga teknologi Cloud akan membantu Indosat Ooredoo dalam proses transformasi bisnis digitalnya. Dengan mengganti sistem yang lama dengan menggunakan evolusi teknologi terbaru dari Ericsson, Indosat Ooredoo akan mampu menghemat biaya penagihan dan pembayaran dan juga menjadi yang pertama dalam grup Ooredoo.

“Indosat Ooerdoo adalah pemimpin Data Experience, yang mana kami akan memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Seiring kerja sama dengan Ericsson, kami akan secara cepat memberikan penawaran berupa produk data terbaru serta layanan yang mendukung pertumbuhan portofolio layanan Digital, yang pada akhirnya akan memungkinkannya ‘Internet of Things’,” kata Alexander Rusli, President Director & CEO, Inosat Ooredoo, dalam rilis tertulisnya.

“Kolaborasi ini membuktikan Inovasi Ericsson Revenue Manager memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Perjanjian kerja sama ini menjadi sorotan utama kami dalam proses transformasi pelanggan kami dalam membentuk dan mempercepat Network Society di Indonesia,” sahut Thomas Jul, Head of Ericsson Indonesia and Timor Lesete, menjelaskan

Dengan menggunakan Ericsson Revenue Manager akan sangat membantu Indosat Ooredoo dalam banyak hal seperti memperbarui produk dan pengembangan inovasi digital di Indonesia.

Konfigurasi simpel seperti mengurangi dependesi pada Technical Departments, mempermudah dan mempercepat peluncuran layanan baru, dan mendukung future-proof operations dalam menghadapi perubahan permintaan dari pelanggan serta gangguan teknologi. (Icha)

Telkomsel Implementasikan Teknologi 4.5G di 9 Kota

0

Telko.id – Belum lagi teknologi 4G digunakan oleh banyak masyarakat Indonesia, Telkomsel sudah investasi lagi di teknologi lanjutannya yakni 4.5G. Langkah ini merupakan upaya operator telekomunikasi ini untuk memandu industri dalam penerapan roadmap teknologi broadband terdepan.

Implementasi tersebut dilakukan Telkomsel bersama Ericsson, Huawei, Nokia, dan ZTE sebagai mitra penyedia teknologi dan jaringan. Teknologi 4.5G ini digelar disembilan kota di Indonesia. Pengalaman menggunakan layanan mobile broadband dengan teknologi terkini tersebut memang belum komersial karena baru ada di 11 GraPARI yang ada di Medan, Jakarta, Bandung, Denpasar, Mataram, Pontianak, Makassar, Manado, dan Ambon.

“Penerapan teknologi 4.5G kali ini dan uji coba teknologi seluler 1 Gbps yang kami lakukan baru-baru ini merupakan tahapan menuju diimplementasikannya teknologi 5G di Indonesia. Hadirnya teknologi 4.5G di pusat pelayanan pelanggan mempertegas komitmen Telkomsel untuk senantiasa menjadi yang terdepan dalam penerapan roadmap teknologi mobile broadband terkini, sekaligus upaya untuk memberikan pengalaman digital yang baru bagi para pelanggan,” ujar Sukardi Silalahi, Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi menjelaskan.

Teknologi 4.5G yang diimplementasikan Telkomsel memanfaatkan teknologi Long Term Evolution (LTE) di spektrum frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz yang dikombinasikan dengan teknologi 4X4 MIMO. Penggabungan teknologi tersebut memungkinkan akses data melalui teknologi 4.5G lebih cepat hingga dua kali lipat daripada teknologi 4G serta latensi yang sangat rendah, kurang dari 10 milidetik dibandingkan teknologi 4G.

Kesebelas GraPARI yang sudah diperkuat teknologi 4.5G adalah GraPARI Merah Putih Medan, GraPARI Gandaria City, GraPARI Pondok Indah Mall 3, GraPARI Alia (Jakarta), GraPARI Banda Bandung, GraPARI Matahari Galleria Denpasar, GraPARI Mall Epicentrum Mataram, GraPARI TTC Pontianak, GraPARI Makassar, GraPARI Manado, dan GraPARI Sitanala Ambon.

Di masing-masing GraPARI, Telkomsel telah menyediakan experience booth yang dilengkapi dengan customer-premises equipment (CPE) berupa device yang sudah mendukung teknologi 4.5G dan televisi LCD. Pelanggan dapat merasakan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband berbasis teknologi 4.5G langsung dari device tersebut. Di samping itu, pelanggan juga bisa melakukan perambatan (tethering) dengan cara menghubungkan device pelanggan dengan device 4.5G memanfaatkan akses WiFi.

Sukardi lebih lanjut menjelaskan bahwa Telkomsel selalu berupaya untuk mendorong terciptanya ekosistem digital yang lengkap di Indonesia, di mana selain device (perangkat) dan application (aplikasi), juga dibutuhkan network (jaringan) yang handal untuk menopang kenyamanan pelanggan dalam menikmati layanan data yang berkualitas. Komitmen Telkomsel dalam menyediakan jaringan broadband yang handal juga dapat dilihat dari tergelarnya lebih dari 5.200 eNode B (BTS 4G) yang melayani lebih dari 12 juta pelanggan 4G LTE di lebih dari 180 kota kabupaten di Indonesia hingga saat ini.

Saat ini kebutuhan pelanggan akan layanan data yang berkualitas semakin meningkat seiring dengan perilaku pelanggan yang semakin akrab dengan internet dan berbagai aplikasi digital. Melihat hal tersebut, Telkomsel melakukan berbagai upaya secara berkala terus dilakukan agar kualitas terbaik mobile broadband, baik 4G maupun 3G, dapat dirasakan secara maksimal oleh pelanggan, seperti melalui program peningkatan kualitas jaringan yang dinamakan dengan True Broadband Experience (TrueBEx). (Icha)

Songsong 2017, Symantec Prediksi Pola Serangan Penjahat Siber

Telko.id – Tahun 2017 sudah di depan mata, hanya tinggal beberapa pekan saja tahun 2016 mencapai batasnya. Di tahun ini, terdapat banyak sekali teknologi yang diciptakan dan tentunya dibarengi dengan usaha pencurian data oleh para peretas dunia maya. Lantas, bagaimana dengan tahun 2017 mendatang?

Mendekati  tahun 2017, para pakar keamanan Symantec telah mengamati dari dekat  tren-tren yang akan muncul pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Berikut adalah beberapa prediksi keamanan untuk tahun 2017

Pada tahun 2017 mendatang diprediksi sebagai sebuah era baru untuk kejahatan siber. Diperkirakan, Rogue nation states (Negara-negara yang dianggap membahayakan) akan mendanai negara mereka dengan melakukan pencurian uang.

Ada kemungkinan berbahaya bahwa rogue nation states bersekutu dengan kejahatan teroganisir untuk keuntungan pribadi mereka, seperti apa yang kita lihat dalam serangan SWIFT. Hal ini dapat mengakibatkan down time untuk sistem politik, militer bahkan keuangan.

Selain itu, di tahun ini pula Fileless malware akan meningkat. Infeksi fileless, yang tertulis langsung pada RAM komputer tanpa  menggunakan file apapun akan sulit untuk dideteksi dan seringkali menghindar dari pencegahan intrusi dan program antivirus. Tipe serangan ini meningkat selama tahun 2016 dan akan semakin terus dikenal pada tahun 2017, kemungkinan besar melalui serangan PowerShell.

Symantec juga memprediksi di tahun 2017 mendatang Penyalahgunaan Secure Sockets Layer (SSL) akan mendorong peningkatan situs phishing yang menggunakan HTTPS.

Dengan meningkatnya popularitas sertifikasi SSL yang gratis dipadukan dengan inisiatif terbaru dari Google untuk menamai situs dengan hanya HTTP sebagai situs yang tidak aman akan melemahkan standar keamanan, yang akan mendorong potensi munculnya spear-phishing atau program malware karena praktik optimasi mesin pencarian (SEO) yang berbahaya.

Selain itu, sebuah perangkat yang cukup populer di tahun 2016 ini yakni Drone akan digunakan untuk serangan espionage dan eksplosif. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2017, namun kemungkinan akan terjadi jauh di kemudian hari.

Bahkan, sebelum tahun 2025, kita akan melihat “dronejacking” yang menghalangi sinyal drone dan mengarahkan drone untuk keuntungan penyerang. Melihat kemungkinan ini, pihak Symantec dapat memprediksikan dikembangkannya teknologi anti-drone hacking/ anti peretasan drone guna mengontrol GPS dan sistem penting lainnya dari perangkat-perangkat ini.

Kerentanan IoT

Aksi penyerangan juga semakin meningkat pada perangkat IoT, yang mana perangkat IoT sejatinya menawarkan sumber pendapatan baru untuk penjahat siber. Beberapa hal yang dikhawatirkan seperti :

Peningkatan serangan DDoS IoT

Serangan Dyn pada bulan Oktober menunjukkan banyaknya perangkat IoT yang tidak memiliki solusi keamanan dan sangat rentan terhadap serangan. Karena semakin banyak perangkat IoT dipasang di pasar masal, risiko pelanggaran keamanan akan meningkat. Sekali perangkat yang tidak aman berada di pasaran, hampir mustahil untuk mengatasi masalah tersebut tanpa menarik perangkat tesebut dari pasar atau mengeluarkan pembaruan keamanan. Mengingat kurangnya keamanan masih akan terus berlanjut di masa mendatang, jumlah serangan IoT pun hanya akan meningkat.

Perangkat-perangkat IoT dalam perusahaan akan meningkatkan titik keterpaparan.

Melihat lebih jauh kerentanan pada komputer dan perangkat mobile, tim-tim respon insiden harus mempertimbangkan thermostat dan perangkat terhubungkan lainnya sebagai titik-titik masuk ke jaringan. Sama dengan server printer yang dimanfaatkan untuk penyerangan beberapa tahun lalu, hampir semua yang ada dalam perusahaan kini terhubungkan ke internet dan membutuhkan perlindungan.

Peretasan cloud

Ransomware akan menyasar cloud. Mengingat peralihan yang signifikan ke penyimpanan dan layanan berbasis cloud, cloud akan menjadi target serangan yang sangat menggiurkan.  Cloud ini tidak dilindungi oleh firewall ataupun tindakan-tindakan keamanan tradisional yang lebih banyak, sehingga akan ada pergeseran dimana perusahaan perlu melindungi data mereka. Serangan-serangan terhadap cloud dapat menyebabkan kerugian beberapa juta dolar dan hilangnya data penting, sehingga kebutuhan untuk melindunginya akan menjadi lebih penting.

Menurut laporan Symantec ISTR 2015, Indonesia berada di peringkat ke-13 di Asia Pasifik & Jepang dan peringkat ke-48 secara global pada serangan ransomware dengan rata-rata 14 serangan per hari.

Solusi Cloudera Bantu Perbankan Tambah Layanan Digital

0

Telko.id – Perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia saat ini tengah mengalami tekanan dalam mengembangkan bisnis mereka dengan menambahkan layanan digital baru yang mudah digunakan oleh konsumen, termasuk lebih banyak pilihan akses mobile, sambil tetap meminimalkan risiko dan mempertahankan kesesuaian.

Sementara itu, sebagai penyedia global manajemen data dan platform analitik, Cloudera mengumumkan bahwa semakin banyak perusahaan jasa keuangan yang beralih ke Cloudera Enterprise sebagai penopang hub data enterprise untuk mendukung upaya transformasi digital.

Cloudera sendiri menyediakan manajemen data dan platform analisis modern yang dibangun atas teknologi-teknologi open source terbaru

Solusi software big data milik Cloudera ini membantu perusahaan-perusahaan keuangan berbasis informasi dalam meningkatkan pendapatan, sekaligus pada saat yang sama menggaet pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama. Solusi Cloudera juga memungkinkan kemampuan deteksi penipuan yang canggih dan memastikan bahwa perusahaan keuangan mematuhi peraturan-peraturan pemerintah.

“Perusahaan-perusahaan jasa keuangan menghadapi berbagai macam tantangan yang harus dihadapi seiring mereka bergerak menuju transformasi digital, termasuk di antaranya pengalaman pelanggan, fragmentasi, keamanan, privasi, dan kualitas data. Mereka juga harus menarik pelanggan-pelanggan generasi baru yang menuntut perusahaan jasa keuangan untuk menawarkan lebih banyak layanan melalui berbagai kanal,” ungkap Steve Totman, penggiat big data dan Industry Leader, Financial Services di Cloudera.

Ia juga menuturkan, bahwa pihaknya telah melihat sebuah permintaan yang besar akan solusi ini. “Kami telah melihat permintaan yang besar terhadap hub data enterprise Cloudera dari perusahaan-perusahaan keuangan yang perlu mengatasi tantangan-tantangan bisnis yang kompleks tersebut, serta memungkinkan analitik yang lebih cepat dan akurat, sekaligus mematuhi peraturan dan praktik-praktik keamanan dan tata kelola yang diwajibkan.” tambahnya.

Sampai dengan saat ini, Cloudera sendiri telah bekerja sama dengan lebih dari 180 perusahaan keuangan global terkemuka, termasuk Allstate, Bank Mandiri, Credit Suisse,DBS Bank, Markerstudy, Nordea, Northern Trust dan Royal Bank of Scotland guna mewujudkan nilai bisnis dalam tiga area utama yakni Wawasan Pelanggan, Pendeteksi Penipuan dan KeamananCyber serta Risiko dan Kesesuaian.

Dalam setiap kasus penggunaan tersebut, para pelanggan memilih platform Cloudera karena kepiawaiannya, dan sebagai landasan untuk mentransformasi proses yang telah ada melalui mesin pembelajaran/artificial intelligence dan model prediktif.

Di industri jasa keuangan, model scoring memastikan bahwa perusahaan dapat mengeliminasi risiko dan mendeteksi penipuan secara lebih cepat dan lebih pintar dengan memanfaatkan sejumlah besar data guna melatih sistem mereka.

Sekedar informasi, Perusahaan jasa keuangan yang mengadopsi manajemen data modern dan platform analitik untuk memastikan bahwa data mereka aman, mudah diakses dan sesuai dengan regulasi industri terbaru. Saat ini, 19 dari 30 bank yang tergolong dalam global systemically important bank (G-SIB) menggunakan Cloudera untuk memperoleh wawasan mendalam dari data mereka.

Salah satunya adalah Muhamad Guntur, SVP Enterprise Data Management, Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa merek telah berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman di srluruh touch point mereka.

“Kami telah berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman bagi nasabah kami di seluruhtouchpoint dan memanfaatkan big data merupakan bagian penting untuk mencapai hal tersebut. Seiring perusahaan kami semakin kaya akan data, kami membutuhkan mitra teknologi yang akan membantu kami dalam memperoleh makna dan nilai bisnis sesungguhnya dari kekayaan data ini. Solusi big data Cloudera ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan pengalaman perbankan yang lebih mengesankan bagi nasabah kami dan kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Cloudera dalam mewujudkan hal tersebut menjadi kenyataan.”

Lenovo Masih Belum ‘Full Heart’ Jualan Motorola

0

Telko.id – Sudah hampir satu bulan Lenovo ‘berjualan’ Motorola di Indonesia. Produk pertamanya yakni Moto E3 Power masih dijual melalui jalur online. “Moto E3 Power ini masih dijual secara eksklusif di Lazada Indonesia,” ujar Adrie R. Suhadi, Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia.

Cara ini dianggap lebih sesuai untuk tahap awal kehadiran Motorola di Indonesia. Apalagi, merek ini sudah lama absen di pasar Indonesia sehingga perlu strategi yang cukup baik agar bisa lebih diterima di pasar. Ditambah lagi, Lenovo sebagai pemilik brand Motorola juga memiliki smartphone Lenovo juga. Jadi perlu hati-hati dalam melakukan strategi penjualan agar tidak ‘saling’ memakan di pasar.

Langkah penjualan online ini juga dilakukan untuk menguji brand Motorola itu sendiri. Apakah masih ada tempat di hati masyarakat Indonesia. Adrie sendiri masih belum mau mengungkapkan strategi Motorola ke depannya.

“Masih belum ditentukan akankah nanti nya akan menjadi Lenovo Moto atau bagaimana. Yang pasti kita akan mengikuti kebijakan Lenovo global. Di luar juga mengelola dua brand dan tidak masalah. Di Indonesia pun harusnya tidak masalah,” Ujar Adrie menjelaskan.

Memang, di Indonesia tidak bisa sembarang smartphone Motorola yang dijual. Maklum saja, ada aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang harus dipenuhi oleh Lenovo agar dapat berjualan Motorola. Padahal sudah banyak beredar tentang portfolio Motorola yang akan dikeluarkan pada 2017 mendatang. Hanya belum ada kepastian, seri apa saja yang akan diluncurkan di Indonesia.
Setidaknya ada beberapa produk yang sudah siap meluncur di pasar global. Hanya saja, masih belum jelas betul apakah nanti nya akan menggunakan brand Motorola atau Lenovo. Line up produk tersebut adalah Motorola Moto Z, Lenovo Moto X, Lenovo Moto M, Motorola/Lenovo Moto G, Lenovo Moto E dan Lenovo Moto C.

Lalu, bagaimana dengan Moto E3 Power yang sudah duluan masuk ke Indonesia? Apakah menjadi smartphone yang cukup baik menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengganti smartphone? Dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp.1.8 jutaan, Moto E3 Power ini memiliki daya tahan baterai yang cukup dapat diandalkan. Dengan baterai berkapasitas 3500mAh yang sudah mendukung fitur Fast Charging merupakan salah satu keunggulan yang ditonjolkan. Smatphone ini mampu bertahan 5 jam penuh hanya dengan megisi baterai 15 menit saja.

Jpeg
Jpeg

Desain
Secara desain, Moto E3 Power ini memiliki kesan yang kuat namun elegan. Berukuran 143.8 x 71.6 x 9.6 mm dengan berat hanya 153.5 gram membuatnya cukup simple untuk menemani dalam kegiatan keseharian yang cukup sibuk.

Kesederhanaan produk ini juga sangat terlihat dari desain bagian luar yang tidak banyak memiliki tombol. Bahkan untuk slot memory maupun simcard pun berada dibagian dalam, sehingga harus membuka cover belakang dan baterai. Untuk memaksimalkan smarthphone ini disediakan tombol sentuh yang sekaligus berada dalam layar.

Di bagian atas, hanya terdapat jack headset 3.5 mm saja. Sedangkan untuk bagian bawah, penggunanya hanya akan menemui port microUSB v2.0. Ada yang unik dari Moto E3 Power. Yakni terdapat speaker yang berada dibawah layar. Tentu, Motorola memiliki pertimbangan sendiri dalam penempatannya ini.

Display Lebar nan Nyaman
Moto E3 Power mengusung layar IPS LCD berukuran 5.0 inch dengan resolusi 720 x 1280 pixel. Anda dapat dengan nyaman melakukan berbagai kegiatan diatas Layar sentuh ini. Tampilannya juga cukup tajam dan jernih. Selain itu, dengan dukungan layar anti gores Corning Gorilla Glass meminimalisir goresan yang akan meninggalkan cacat di layar.

Prosesor Quad-Core
Untuk performa, Moto E3 Power ini sudah dibekali dengan prosesor Quad-core 1.0GHz Cortex-A53 dengan chipset dari MediaTek MT6735P. Beragam aplikasi dapat dibuka dengan baik dan mulus. Ditambah dengan dukungan RAM mencapai 2 GB dengan memori internal 16 GB yang akan membuat kegiatan bersama smartphone ini menjadi lebih menyenangkan. Baik saat membuka email, menonton video favorit tidak akan menemui hambatan karena ada dukungan GPU Mali-T720MP2, RAM 2GB. Ruang penyimanan pun dapat ditambah dengan menggunakan microSD yang mampu membaca hingga 32 GB.

p_20161207_082017_crop_376x278

Kamera 8 MP & 5 MP
Masalah kamera memang menjadi penting saat ini. Itu sebabnya Moto E3 Power sudah membekali dengan kamera utama 8 MP ditambah kamera depan 5 MP, Ditambah lagi dengan fitur auto fokus membuat pengambilan foto menjadi lebih mudah dan hasil pun tidak akan mengecewakan. Hebatnya kamera ini bisa merekam video dengan kualitas 720p@30fps.

screenshot_20161208-084031

Android 6.0 (Marshmallow)
Moto E3 Power ini juga didukung oleh sistem operasi terbaru dari Android yakni seri Marshmallow atau Android 6.0. Sistem operasi ini akan membantu dalam mengoptimalkan baterai sehingga mengurangi konsumsi baterai.

Akses Internet Lancar
Teknologi jaringan Moto E3 Power sudah mengusung konektivitas 4G LTE, sehingga membuat akses internet super cepat ketika streaming dan browsing. Dengan kecepatan LTE Cat4 150/50 Mbps, pengguna akan merasakan kenikmatan dalam kegiatan berinternet untuk mencari semua informasi yang dibutuhkan. Selain 4G LTE, smartphone teranyar dari Lenovo ini didukung pula dengan jaringan 3G HSDPA dengan kecepatan HSPA serta jaringan 2G GSM  dalam kecepatan GPRS-EDGE. (Icha) 

Advan Gandeng Komunitas Untuk Dorong Penjualan Tablet

0

Telko.id – Tidak dapat dielakan, bahwa penjualan tablet kini cenderung stagnan bahkan cenderung turun. Serbuan smartphone menjadi salah satu penyebabnya. Namun, Advan sebagai produsen tablet tetap optimis bahwa pasar tablet tetap dapat dipertahankan. Untuk itu, Advan menggandeng publisher serial televisi Satria Garuda Bima-X untuk merilis Tabet Android 7 inchi bernama Advan – Satria Bima X7. 
 
“Untuk mendorong penjualan tablet, kita memang harus jeli dan kreatif untuk memasarkannya. Setelah kita meluncurkan tablet hidayah, tablet pendidikan, kini giliran kita meluncurkan tablet untuk komunitas. Nah, yang kami sasar adalah super hero asal Indonesia yakni Satria Garuda Bima X. Apalagi, 2017 mendatang akan ada film nya. Pada saat itulah, kita akan lebih gencar,” ujar Tjandra Lianto menjelaskan.
 
Tjandra menambahkan bahwa “Kerjasama yang melahirkan Tablet Advan -Satria Heroes Bima X ini diharapkan bisa  menumbuhkan jiwa patriotisme kepada anak-anak Indonesia sejak dini. Dengan nilai-nilai patriotisme yang ditularkan dari serial televisi Satria Garuda Bima X, anak-anak Indonesia bisa lebih menghargai karya anak bangsa yang tidak kalah berkualitasnya dengan karya bangsa lain.
 
Tablet ini, tambah Tjandra, juga bisa untuk mengasah kreativitas anak dengan berbagai fitur yang disediakan sesuai dengan minatnya. Sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu alat untuk mendukung anak mewujudkan mimpi-mimpinya.
 
Senada dengan Tjandra Lianto, Reino Barack yang merupakan tokoh kunci di balik terciptanya serial tokusatsu pertama di Indonesia Satria Garuda Bima-X juga menyatakan hal itu. “Kolaborasi antara ADVAN dengan Satria Heroes BIMA X ini bisa terjalin erat karena sebagai brand nasional Indonesia, kami memiliki misi yang sama untuk menjadi brand kebanggaan Indonesia dengan menghasilkan tablet berkualitas ADVAN – Satria Heroes Bima X,” ujar Reino Barack.
 
Sementara itu Andy Gusena, Brand Director Advan, mengatakan bahwa tablet ini bakal digemari anak-anak, terlebih dengan munculnya karakter Bima-X yang sangat menonjol. “Selain sebagai sarana edukasi, tablet ini juga bakal menjadi sarana hiburan yang positif buat anak-anak. Mereka bisa langsung memainkan game Bima-X dari tablet ini untuk mendapatkan pengalaman seru,” jelas Andy.
 
Menurut Andy, tablet yang sudah mengadopsi sistem operasi terbaru Android 6.0 Marshmallow ini mampu menjalankan berbagai aplikasi edukasi maupun game anak-anak dengan kinerja maksimal. Karena telah dibekali dengan teknologi hardware mutakhir. Layar berukuran 7 Inchi resolusi 1024 x 600 pixel dengan 250 nit menyuguhkan tampilan visual yang tajam. 
 
Dapur pacunya makin mantab karena diperkuat dengan prosesor MT8735M Quad Core @28nm 1.0 Ghz, RAM 1GB DDR3 dan media penyimpanan eskternal 8GB EMMC serta dukungan microSD hingga 32 GB. Tablet juga dilengkapi dengan dual camera depan dan belakang yang keduanya menghasilkan resolusi 2MP disertai flash light. 
 
Dan yang tak kalah penting, tablet ini juga dibekali konektivitas nirkabel yang kencang untuk mengakses berbagai konten internet. Tablet ADVAN Bima X memiliki dua slot SIM Card yang mendukung jaringan luas mulai dari 2G, 3G HSDPA, hingga 4G LTE (FDD Band 3 + Band 8). Serta koneksi WiFi IEEE 802.11 b/g/n,2.4G. Untuk menunjang aktivitas kreatif penggunanya, dibekali baterai 2650 mAH yang mampu bertahan seharian.
 
“Tablet Advan-Satria Heroes Bima X kini sudah tersedia di gerai Advan dan toko online yang dibanderol dengan harga IDR. 999 ribu. Pilihan warnanya ada dua yakni Gold dan Silver dengan bagian belakangnya memiliki simbol khas BIMA X yang membuatnya terlihat unik dan menarik. Tablet kebanggaan Indonesia ini bisa menjadi hadiah istimewa untuk orang terkasih Anda menjelang akhir tahun ini,” pungkas Andy Gusena.

“Target penjualan dari tablet Advan ini adalah lebih 20 ribu setiap bulannya. Dan pada Maret 2017 mendatang bisa mencapai 100 ribu unit,” tutup Tjandra. (Icha)