spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1548

Dibanding Negara Ini, Layanan Data di Indonesia Jauh Lebih Murah

0

Telko.id – Penetrasi smartphone dan terus berkembangnya layanan berbasis IP berhasil merubah pola komunikasi pengguna seluler, dari komunikasi berbasis sirkuit menjadi komunikasi berbasis paket. Inilah yang selanjutnya mendongkrak kebutuhan pengguna akan layanan data.

Di Indonesia sendiri, rata-rata pengguna menghabiskan sekitar 50 ribu per bulan untuk berlangganan layanan data dengan kuota data rata-rata sekitar 2 GB. Menariknya, harga layanan data di Indonesia dikategorikan cukup murah jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.

Mengacu pada riset Tefficient tentang penggunaan data (data usage) di 32 negara, sebagaimana dilaporkan CBC News, Senin (26/12/2016), Kanada menjadi negara dengan layanan data termahal di dunia.

Selain Kanada, layanan data termahal di dunia juga ada di Belgia, Jerman, Republik Ceko, dan Belanda. Menariknya, pengguna data di sana justru tak terlalu banyak mengonsumsi data.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Kanada, persaingan industri telekomunikasi di sana sangat ketat karena biaya layanan datanya mahal. Untuk kuota 2GB hingga 5GB per bulan, tarifnya berkisar US$ 46,47.

Itu lebih rendah dari tarif paket di Amerika Serikat (AS) yang berkisar US$ 50,68 dan Jepang US$ 51,81.

Sementara di Italia, tarifnya tiga kali lebih rendah dari Kanada, yakni US$ 14,35, diikuti Prancis US$ 14,98, Australia US$ 15,57, dan Inggris US$ 17,61.

“Karena mahal, pengguna data di sana justru sangat irit dalam mengonsumsi data. Hal ini karena mereka sadar bahwa mereka mengeluarkan kocek besar untuk internet,” ujar laporan tersebut.

Menurut Tefficient, semakin banyak kuota data (unlimited) yang disediakan operator di suatu negara, kian tinggi pula konsumsi datanya. Di Finlandia misalnya, sebagian besar pengguna menggunakan paket data unlimited karena tarif layanan datanya paling rendah dibandingkan negara-negara lain. Tak heran jika konsumsi data rata-rata pengguna seluler di Finlandia mencapai 9,9 GB per bulan.

 

XL Manjakan Traveller dengan Roaming Combo

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) coba memanjakan pelanggannya yang suka bepergian ke luar negeri dengan meluncurkan Paket Roaming Combo. Paket ini menawarkan kemudahan bagi pelanggan yang sedang berpergian ke luar negri dengan koneksi internet dan data, maupun menelepon dan berkirim SMS, dalam satu paket tanpa harus berganti kartu.

“Tren warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Menurut suatu survey tahun ini, perjalanan wisata ke luar negeri dari Indonesia meningkat sebesar 33 persen antara tahun 2013-2015. Data-data tersebut menjadi sinyal bagi kami untuk membuat suatu solusi yang memudahkan pelanggan dan masyarakat Indonesia pada umumnya terkait persoalan roaming saat bepergian ke luar negeri. Untuk itulah kami meluncurkan Paket Roaming Combo ini,” kata GM Consumer Product XL, Roy Wisnhu Wibowo dalam rilisnya, Selasa (27/12).

Paket Roaming Combo bisa dipergunakan di 13 negara, yaitu Singapura, Hongkong, Malaysia, Macau, Jepang, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Kamboja, Myanmar, Sri Lanka, Bangladesh, dan Australia.

Tarif yang ditawarkan pada paket ini pun cukup terjangkau, dengan pilihan paket untuk 3 hari Rp 250 ribu (nelpon 25 menit + 25 SMS), 5 hari Rp 300 ribu (nelpon 40 menit + 40 SMS), dan 7 hari Rp 450 ribu (nelpon 50 menit + 50 SMS). Semua paket ini sudah termasuk untuk akses internet unlimited.

Selain itu XL juga menawarkan layanan XL PASS khusus bagi pelanggan XL yang ingin menggunakan kuota HotRod, Combo XTRA, dan XL GO di luar negeri. Khusus bagi jama’ah Umroh tersedia Paket Umroh Combo untuk menelepon, SMS, dan akses internet unlimited di Tanah Suci, mulai dari Rp 200 ribu untuk pemakaian 10 hari.

Cara membeli dan mengaktifkan Paket Roaming juga mudah. Pelanggan dapat memilih sendiri paketnya melalui ponselnya dengan UMB *123*747# atau menggunakan aplikasi myXL.

Masuk ke Amerika, Pelancong Wajib Punya Akun Medsos?

0

Telko.id – Sejak beberapa tahun silam, media sosial (medsos) tak sekadar wadah untuk bersosialisasi, tapi juga menyimpan beragam data diri. Tak heran jika keberadaannya menjadi begitu penting. Terutama jika dikaitkan dengan data yang ada didalamnya.

Ini pula yang menjadi pertimbangan imigrasi Amerika Serikat (AS) untuk menambahkan akun medsos sebagai bahan pemeriksaan saat memasuki imigrasi. Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui apakah orang yang masuk ke Amerika memiliki rekam jejak yang baik atau tidak.Wacana yang sudah dikemukakan sejak Juni 2016 kabarnya telah mendapat lampu hijau dari Department of Homeland Security. Sehingga, jangan heran jika ke Amerika, Anda akan diminta untuk  mengisi akun medsos di formulir yang disediakan oleh otoritas setempat.

Foto: istimewa

Tapi masih ada pro dan kontra terkait dengan rencana ini.  Alasannya, memberikan akun medsos dianggap bisa mengancam privasi seseorang. Lembaga American Civil Liberty Union pun mengklaim bahwa diskriminasi ini akan menyulitkan kaum Arab dan Muslim yang datang ke Amerika Serikat.

14 Perusahaan e-commerce Digandeng Telkomsel Untuk Jualan Pulsa

0

Telko.id – Trend digital mewajibkan roda usahapun harus mengikuti jaman. Telkomsel pun menggandeng 14 perusahaan e-commerce ternama di Indonesia untuk memperluas jaringan distribusi layanan.

Kerjasama ini akan membuat pelanggan lebih mudah untuk memperoleh layanan Telkomsel melalui saluran daring (online channel) yang dimiliki Tokopedia, Kaskus, Alfacart, Blanja, Lazada, Go-Jek, Mataharimall, Traveloka, Bhinneka, Blibli, JD.id, Grab, Bukalapak, dan Dinomarket.

Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Telkomsel dan mitra online dilakukan oleh Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid dan para Chief Executive Officer dari Mataharimall, Traveloka, Bhinneka, Blibli, JD.id, Bukalapak, dan Dinomarket.

Di samping mitra online, kerjasama ini juga melibatkan para mitra aggregator, yakni Koperasi Telekomunikasi Selular, PT Narindo Sarana Komunikasi, PT Oromont Symphony, dan PT Pulsa Media Bersama.

“Perkembangan e-commerce yang sangat pesat di Indonesia membuat Telkomsel yakin mampu untuk mengembangkan model bisnis yang akan menguntungkan pelanggan. Kerjasama dengan nama-nama besar di industri e-commerce nasional ini kami harapkan mampu menghadirkan kemudahan bagi pelanggan untuk memperoleh layanan dengan lebih cepat melalui online channel,” kata Mas’ud.

Dalam kerjasama ini, Telkomsel menjadi penyedia stok pulsa prabayar, baik pulsa reguler yang akan menambah saldo pulsa pelanggan, maupun pulsa data yang akan menambah kuota layanan data pelanggan.

Sementara itu, mitra online merupakan saluran pemasaran yang menyediakan stok pulsa prabayar Telkomsel. Sedangkan mitra aggregator berperan sebagai penyedia teknologi host-to-host yang memungkinkan terjadinya transaksi isi ulang pulsa Telkomsel melalui mitra online.

Dengan adanya kerjasama ini, pelanggan Telkomsel dapat memperoleh pulsa reguler maupun pulsa data dengan mengakses aplikasi mobile atau situs e-commerce yang sudah bekerjasama dengan Telkomsel.

Pelanggan cukup memilih menu pembelian pulsa, lalu memasukkan nomor ponsel yang akan diisi ulang pulsa, kemudian memilih denominasi yang tersedia mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 1 juta. Selanjutnya pelanggan memilih metode pembayaran yang disediakan, di mana setelah transaksi sukses dilakukan, pulsa akan masuk ke nomor ponsel pelanggan dan pelanggan akan menerima SMS notifikasi bahwa transaksi berhasil dan pulsa telah bertambah.

Saat ini pelanggan telah dapat menikmati kemudahan memperoleh pulsa reguler dan pulsa data melalui mitra online yang sudah bekerjasama dengan Telkomsel, yakni Tokopedia, Kaskus, Alfacart, Blanja, Lazada, dan Go-Jek. Dalam waktu dekat, layanan yang sama juga bisa dinikmati pelanggan di Mataharimall, Traveloka, Bhinneka, Blibli, JD.id, Grab, Bukalapak, dan Dinomarket.

Selain dengan mitra online, baru-baru ini Telkomsel juga menjalin kerjasama serupa dengan mitra perbankan yang terdiri dari bank swasta nasional, bank BUMN, dan bank BPD di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai dengan Papua. Kerjasama tersebut menjadikan bank sebagai saluran penyedia pulsa reguler dan pulsa data Telkomsel dengan denominasi mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 1 juta melalui layanan electronic banking (e-banking), automatic teller machine (ATM), internet banking, SMS banking, dan mobile banking (m-banking).

“Kehadiran mitra online sebagai saluran distribusi layanan Telkomsel tentunya memperkaya ragam alternatif saluran untuk mendapatkan layanan di samping melalui mitra reguler dan mitra perbankan yang sudah pelanggan nikmati selama ini. Kini pelanggan dapat memilih untuk memperoleh layanan melalui saluran yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupnya,” pungkas Mas’ud. (Icha)

Smartfren Siap Hadapi Kenaikan Trafik 15 – 18% di Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Trafik pada hari raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 sudah dipastikan akan naik. Untuk menghadapi lonjakan trafik, Smartfren Telecom, melakukan optimasi serta penambahan kapasitas jaringan untuk menjamin kelancaran komunikasi bagi para pelanggannya selama liburan Natal dan Hari Raya Tahun Baru.

Biasanya, lonjakan komunikasi terjadi di lokasi tujuan wisata, seperti taman hiburan serta pusat perbelanjaan. Hal tersebut ditambah dengan kebutuhan untuk eksis mengungah foto ketika mengunjungi lokasi wisata tersebut dan kecenderungan masyarakat untuk mengucapkan natal dan tahun baru, menggunakan video call melalui layanan VoLTE, ataupun melalui social messenger dan social media.

“Kami prediksi traffic data akan naik secara signifikan, karena itu kami lakukan serangkaian persiapan agar komunikasi dan keasikan liburan masyarakat tidak terganggu.” ujar Munir SP, VP Technology Relations & Special Project Smartfren.

Peningkatan kapasitas serta optimasi jaringan Smartfren telah dilakukan sejak 18 Desember 2016 lalu, di beberapa lokasi wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan traffic, antara lain: kawasan Monas, Kawasan Ancol, Kebun Binatang Ragunan, pusat pusat perbelanjaan, kawasan Puncak Jawa Barat, Bogor, Kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta Pantai Kuta di Bali. Sementara itu Terminal Pulo Gadung, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, serta Bandara Ngurah Rai, juga mendapatkan perhatian khusus dari Smartfren.

Sejak memperluas cakupannya hingga 200 kota besar dan kecil di Indonesia, Smartfren juga memastikan jaringannya sudah siap melayani masyarakat di musim liburan akhir tahun, di seluruh wilayah Sumatera seperti di Kota Medan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba Samosir, Banda Aceh, Pekanbaru, Batam, Palembang, Lampung, dan Jambi. Sulawesi dan Kalimantan juga tidak luput dari perhatian Smartfren diantaranya kota Tomohon, Manado, dan juga Pontianak.

Selain melakukan optimasi jaringan, Smartfren juga melakukan langkah intensive network monitoring selama 24 jam penuh dan juga menyiagakan mobile BTS dan Task Force Team, yang akan langsung diturunkan jika terjadi kendala. Semua langkah ini diambil Smartfren, demi menunjukkan tindakan nyata dari komitmennya untuk terus memberikan kelancaran serta kemudahan komunikasi bagi masyarakat.

Pada hari raya natal tahun 2015 lalu, traffic data Smartfren mengalami peningkatan hingga 12% dibandingkan dengan hari biasa, sementara pada tahun baru 2016 Smartfren mengalami kenaikan sebesar 11% dibandingkan dengan traffic di hari biasa. Untuk hari raya Natal dan Tahun Baru 2017 sendiri, Smartfren memprediksi akan ada peningkatan traffic antara 15 – 18%. (Icha)

MTS Luncurkan LTE-A Pro Berkecepatan 700 Mbps

0

Telko.id – Setelah sebelumnya TIM (Telecom Italia Mobile) merilis jaringan 4,5G berkecepatan 500 Mbps, kini giliran operator seluler terbesar di Rusia, MTS, yang mengaktifkan layanan 4,5G nya di Moskow, Saint-Petersburg, Ufa dan Yakutsk.

Tak tanggung-tanggung, jaringan 4,5G milik MTS sanggup melewatkan data dengan kecepatan hingga 700 Mbps.

“MTS berkomitmen untuk menjaga kepemimpinannya dalam teknologi telekomunikasi di Rusia dan meletakkan dasar untuk berkembangnya jaringan untuk standar 5G,” kata Andrey Ushatskiy, CTO dari MTS. “Hari ini, pada malam pengenalan perangkat pendukung 4.5g, kami meluncurkan secara komersial jaringan LTE-Advance Pro pertama di Rusia,” ucap Andrey.

“Memang, kami adalah operator telekomunikasi pertama di dunia yang meluncurkan agregasi jaringan FDD dan TDD, yang memungkinkan kita untuk mencapai kecepatan mobile internet hingga 700 Mb / detik. Dengan cara ini kita tidak hanya menyediakan pelanggan dengan peningkatan yang signifikan dalam kecepatan internet mereka, tapi kami juga meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum LTE TDD di band 2,6 GHz,” jelasnya.

Di Indonesia sendiri, jaringan LTE-Advance sudah diluncurkan oleh Smartfren, tapi kecepatan yang dihasilkan hanya sekitar 40 Mbps, walau secara teori kecepatannya bisa dioptimalkan hingga 300 Mbps.

Source link

Orlando Magic Gunakan Viewpost untuk B2B Payments

0

Telko.id – Bicara teknologi pembayaran B2B, nama Orlando Magic mungkin tidak terbersit di pikiran kebanyakan orang, banhkan oleh penggemar NBA sekalipun. Tapi hal tersebut berubah menyusul pengumuman Viewpost tentang kesepakatannya dengan Orlando Magic untuk mengelola pembayaran, sekaligus memungkinkan klub NBA tersebut untuk mengirim faktur digital ke klien korporasi dan menerima pembayaran elektronik.

Klub NBA Orlando Magic mungkin bukan waralaba pertama yang hinggap di pikiran orang ketika berpikir tentang teknologi pembayaran B2Bketika orang berpikir dari B2B teknologi pembayaran, tapi Viewpost berubah bahwa dengan Selasa (20 Desember).

Kerjasama tersebut juga memungkinkan Orlando Magic untuk menerima faktur dari pemasoknya dan menggunakan solusi manajemen faktur Viewpost untuk mengirim pembayaran dengan menyertakan data remittance.

Secara keseluruhan, total nilai faktur online dan pembayaran yang dikirim Viewpost ke dan dari Orlando Magic mencapai USD 54.000.000. Termasuk didalamnya transaksi dengan klien Orlando Magic seperti Pepsi, Walt Disney, JPMorgan Chase, Fox Sports dan lain-lain.

“Viewpost tak ubahnya Facebook di pembayaran B2B,” kata  Wakil Presiden Keuangan Orlando Magic, Jeff Bissey, dalam pernyataan yang dikutip telko.id dari pymnts.com.

“Ini memberikan mitra dagang kemampuan untuk menghubungkan dan memperoleh visibilitas langsung ke data penagihan dan pembayaran . Pada jaringan mereka yang aman, kita terhubung secara online dengan pemasok dan pelanggan korporat untuk merampingkan proses dan mengoptimalkan kinerja tunai,” jelas Jeff.

Orlando Magic pertama kali menggunakan Viewpost pada tahun 2015, tetapi baru sekarang ini menggunakan keseluruhan dari solusi Viewpost untuk mengelola procure-to-pay dan kebutuhan faktur sendiri .

“Kemitraan ini berfungsi sebagai contoh untuk organisasi olahraga profesional dan untuk setiap bisnis yang ingin membuka peluang untuk menghilangkan gesekan transaksional dan meningkatkan hubungan mitra dagang,” kata perusahaan.

Dalam pernyataan lain, Max Eliscu, CEO Viewpost, juga mencatat bahwa kerjasama ini menyediakan solusi pembiayaan melalui solusi discounting untuk para pemasok Orlando Magic.

“Seperti halnya dengan bisnis apapun, tim olahraga profesional mencari cara untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya dan memanfaatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” tutup Max.

Source link

Indonesia Harus Segera Tata Ulang Jaringan Pita Lebar

0

Telko.id – Digital Economy kini menjadi salah satu slogan yang terus didengungkan pemerintah. Salah satu yang menjadi bidikannya adalah bagaimana industri kreatif berbasis konten dan aplikasi hingga keterampilan digital (digital skill) menjadi salah satu nilai yang diharapkan dapat kompetitif dengan negara lainnya. Dengan keunggulan itu, tentu harapannya ekonomi digital akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa datang.

Tapi, untuk mewujudkan itu tidak semudah membalik telapak tangan. Seperti dikemukakan para pembicara dalam Diskusi Refleksi Akhir Tahun Indonesia Technology Forum 21 Desember 2016 di Jakarta, dukungan tersebut harus muncul dari pemerintah hingga dukungan ketersediaan infrastruktur yang memadai agar ekonomi digital terus tumbuh.

“Segera tata ulang kebijakan jaringan pita lebar, “ kata Nonot Harsono, akademisi telekomunikasi sekaligus chairman Mastel Institute.

Nonot juga menambahkan bahwa “Ketika Indonesia masuk ke jaringan 5G, tantangan yang akan muncul adalah bagaimana menata jaringan backbone, backhaul, dan access dengan tepat sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan dengan maksimal”.

Sementara itu, menurut Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik, mengkritisi bahwa industri telekomunikasi sangat dinamis ini masih banyak regulasi yang belum sesuai dengan perkembangan teknologi seluler.

“Yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah Revisi UU No.36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan atau segera sahkan Perubahan PP No.52 dan 53 tahun 2000,” ujarnya.

Pada dasarnya, tambah Agus, “Kemenkominfo harus dapat melindungi dan melayani kebutuhan publik serta dapat menciptakan iklim usaha telekomunikasi yang penuh kepastian agar produk-produk kompetitif”.

Agus juga mengkritik bahwa persoalan kebijakan publik semestinya tidak berpihak dengan dalih nasionalisme karena notabene tidak ada operator telekomunikasi seluler yang dimiliki Indonesia.

Agus juga menuturkan, agar dua aturan yang mengatur bisnis telekomunikasi itu dapat berjalan dengan baik Agus menyarankan bahwa perlu ada koordinasi antar kementerian/lembaga dengan implementasi melalui sistem online sehingga menekan kebijakan dapat transparan dan akuntabel.

Mengenai tantangan bisnis yang semakin terbuka saat ini dan masa datang, Nonot menilai bahwa tantangan terbesar adalah disharmoni sehingga boros investasi. Network sharing contohnya dapat menekan resiko ini sehingga wilayah yang kurang layak secara investasi dapat menjadi layak.

Kebijakan cost-sharing melalui beragam infrastructure sharing menjadi jawaban agar pemangku kepentingan (stakeholder) industri telekomunikasi dapat semakin sehat berkompetisi. Toh, tambah Nonot, cost-sharing yang dapat diartikan sebagai gotong royong dapat terlihat di industri telekomunikasi yakni setiap tahun terhimpun dana iuran kontribusi USO sekitar Rp. 2 Triliun dari para penyelenggara telekomunikasi. Dengan kata lain, cost-sharing ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk dengan skema win-win solution.
Tentu apabila dari sisi regulasi dan penerapan cost sharing itu dapat berjalan, efisiensi yang akan terjadi. Ujung-ujungnya adalah kepentingan konsumen yang terpuaskan.

Menurut Tulus Abadi, Ketua Pelaksana Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kesenjangan layanan operator di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa harus dipersempit.

“Tujuan akhirnya adalah meratanya layanan seluler baik suara maupun data di seluruh Indonesia sehingga semua masyarakat dapat merasakan mafaatnya,” kata Tulus.

Artinya, masyarakat yang akan diuntungkan bila pelaku bisnis telekomunikasi dapat berkompetisi dengan sehat dan dengan regulasi yang memihak kepentingan seluruh masyarakat. (Icha)

Niantic Kembangkan Wearable Tech?

0

Telko.id – Niantic, pengembang aplikasi Pokemon Go, telah menunda rencana pengembangan aplikasi Pokemon Go di Apple Watch yang rencananya akan mulai tersedia pada akhir tahun 2016 ini. Menurut informasi yang Telko.id lansir dari pyamnts.com, penundaan tersebut dilakukan karena Niantic berencana mengembangkan perangkat wearable yang konon akan diberinama Evolution.

Perangkat wearable Niantic dilaporkan akan memiliki layar sentuh 5 inci dengan baterai yang sanggup bertahan hidup selama empat hari, lengkap dengan fitur pelacakan kebugaran. Model hardware pertama Niantic ini kabarnya akan diintegrasikan dengan permainan augmented reality Ingress, dan tentu saja Pokemon Go.

Pokemon Go sendiri mencatat sukses setelah berhasil mengumulkan sedikitnya USD 200 juta dalam bulan pertama peluncurannya. Meski pada bulan-bulan selanjutnya, ketertarikan pengguna terhadap aplikasi ini mulai menurun. Ryan Fuoco, seorang analis kategori di NPD Group, mengatakan bahwa OS smartwatch pertama yang kompatibel dengan Pokémon GO Plus akan berarti bisnis besar bagi industri smartwatch dan merek yang mengimplementasikannya.

“Aplikasi seperti itu akan memberikan “kegunaan” yang jelas untuk smartwatch, sesuatu yang hilang bagi banyak konsumen saat ini, dan pasti akan membantu meningkatkan tingkat kepemilikan terhadap smartwatch,” kata Fuoco.

Niantic kabarnya akan mengutamakan untuk merilis sebuah perangkat yang dapat dikenakan (wearable) untuk Pokémon. Perangkat, yang disebut Pokémon Go Plus, bisa terhubung ke smartphone melalui Bluetooth dan akan memberikan notifikasi ke pemain Pokemon “kedipan” lampu LED.

Tahun 2025, 1 dari 8 Travellers Adalah Manula

0

Telko.id – Visa, dalam kemitraannya dengan Oxford Economics, baru-baru ini merilis sebuah studi yang mengeksplorasi tren percepatan dan pertumbuhan industri perjalanan dan pariwisata di seluruh dunia. Visa melakukan survei di 50 negara ekonomi terbesar di dunia, mengumpulkan data dari 750 kota-kota besar untuk menganalisis bagaimana travelling class, aging dan connectivity mempengaruhi 50 pasar untuk outbound tourism dalam dekade berikutnya.

Informasi yang paling mengejutkan dari studi Visa ini adalah bahwa perjalanan keluar (outbound tourism) untuk warga negara India dengan usia di atas 65 tahun diperkirakan akan mengalami peningkatan 193 persen pada tahun 2025. Diperkirakan pertumbuhan tahunan outbound tourism di kategori usia 65-plus bertumbuh 11,4 tahun persen lebih per-tahun. Bandingkan dengan 4,9 persen pertumbuhan yang diproyeksikan year on year pada outbound tourism untuk mereka yang berusia 34 tahun ke bawah atau 6,4 persen pertumbuhan tahun-ke-tahun dari outbound tourism untuk kelompok usia 34 sampai 64 tahun.

Visa juga menyebut bahwa peningkatan outbound tourism dikategori usia lanjut tidak hanya didorong oleh minat untuk travelling ke luar negri, tapi juga terkait dengan  pariwisata medis. Secara global, Visa memperkirakan bahwa komposisi wisatawan di kategori 65-plus mencapai 1 berbanding 8, artinya setiap 8 perjalanan ke luar negri maka satu diantaranya wisatawan kategori usia lanjut.

Selain itu, Studi Visa memperkirakan bahwa hampir 282 juta rumah tangga akan merencanakan setidaknya satu perjalanan internasional per tahun pada tahun 2025, naik hampir 35 persen dari tahun 2015. Studi tersbut juga memperkirakan bahwa belanja outbound tourism rata-rata akan meningkat menjadi $ 5305 per rumah tangga per tahun pada tahun 2025.

Source link