spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1549

Advan ‘Pede’ Bisa Kalahkan Samsung

Telko.id – Sebagai merek lokal Advan, boleh dibilang sebagai salah satu brand yang mampu bertahan hingga saat ini. Bahkan, posisi merek lokal ini di industri pun tidak mengecewakannya. Mampu bersanding dengan brand global di posisi 4 dibawah setelah Samsung, Oppo dan Asus.

“Untuk tablet, kita boleh bangga karena mampu menempatkan diri pada posisi pertama di Asia Pasific. Untuk smartphone memang masih di posisi 4,” ujar Andi Gusena, Brand Director Advan menjelaskan dalam pertumbuhan akhir tahun dengan media.

Andi menambahkan bahwa “Jika quantity tablet dan smartphone digabungkan kita sebenarnya sudah dalam posisi 2. Pasalnya, yang lain tidak dibedakan antara smartphone dan tablet nya”.

Pada 2016 lalu, industri smartphone memang cukup berat. Namun tetap saja ada pertumbuhan. “Untuk Advan di 2016 terjadi growth sekitar 8%. Itu sebabnya, kami juga optimis bahwa 2017 juga akan tumbuh,” ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan menjelaskan.

Terlebih, kini sudah hadir Advan G1 yang akan menjadi ‘flagship’ di tahun 2017. “Advan G1 membuat kami lebih percaya diri untuk bertarung di 2017, dengan Samsung sekalipun. Karena kami yakin, produk kami berkualitas dan berdaya saing. Disamping itu, masyarakat Indonesia semakin percaya kepada Advan bahwa Advan adalah brand nasional, karya anak bangsa dan satu-satunya yang mampu menandingi gempuran brand global,” ujar Tjandra.

Tjandra sendiri melihat bahwa 2017 akan terjadi pertarungan brand yang sangat ketat. Terlebih banyak brand baru juga yang mulai masuk ke Indonesia.

“Smartphone Advan G1 ini dihasilkan dari survei yang dilakukan sejak pertengahan tahun 2016 dan menghasilkan spesifikasi smartphone yang benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat Indonesia. Jadi kami yakin, produk ini tidak kalah dengan merek global. Apalagi harga lebih terjangkau,” ujar Hasnul Suhaimi, sebagai Project Director Advan G1 menjelaskan. (Icha)

Indosat Ooredoo Menjamin Kelancaran Telekomunikasi di Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Liburan akhir tahun dalam rangka Hari Natal dan Tahun Baru telah tiba. Meningkatnya aktivitas masyarakat dalam merayakan dan mengisi liburan akhir tahun ini tidak terkecuali juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas komunikasi seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Mengantisipasi hal ini, Indosat Ooredoo menjamin pelanggannya tetap dapat berkomunikasi dengan lancar dan nyaman walaupun diperkirakan akan terjadi lonjakan traffic telekomunikasi.

Indosat Ooredoo telah menyiapkan jaringannya untuk mengantisipasi kenaikan traffic telekomunikasi yang diprediksi akan terjadi saat libur akhir tahun ini, dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringannya. Perusahaan telah meningkatkan semua kapasitas layanan yang meliputi suara, SMS dan data. Kapasitas suara ditingkatkan menjadi 2,244 Juta menit/hari (37,4 juta Erlang/hari), kapasitas layanan SMS ditingkatkan menjadi 1,892 milyar SMS/hari, dan kapasitas layanan data ditingkatkan menjadi 6,890 Terabyte/hari.

Semua peningkatakan kapasitas tersebut telah memperhitungkan lonjakan traffic berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sehingga tetap dapat melayani 81,6 juta pelanggan Indosat yang didukung dengan total 54.212 BTS secara nasional.

“Kami ingin tetap memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan (best user experience) dalam kondisi apapun. Oleh karena itu kami telah meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan kami khusus untuk libur akhir tahun ini dengan kapasitas yang melebihi traffic reguler agar masyarakat dan pelanggan tetap dapat berkomunikasi dengan nyaman dan lancar baik saat bersilaturahmi atau pun aktivitas liburan lainnya,” demikian disampaikan Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Dalam rangka memastikan jaringan yang disiapkan dapat melayani pelanggan dengan optimal, Indosat Ooredoo terus memonitor jaringan secara intensif melalui i-NOC (Indosat Ooredoo Network Operation Center), fasilitas monitoring & pengendalian jaringan secara terpadu baik untuk layanan seluler (mobile) maupun layanan Enterprise Corporate (Fixed MIDI), Indosat Ooredoo Business, termasuk yang disediakan oleh anak perusahaan Indosat seperti Lintasarta dan IM2.

i-NOC juga berperan untuk meningkatkan fungsi monitoring kontinuitas antar jaringan yang kompleks, peningkatan percepatan penyelesaian gangguan dan pusat koordinasi (Command Center) bagi seluruh perangkat jaringan Indosat Ooredoo secara nasional.

Selain itu pemantauan kualitas layanan juga dilakukan melalui Digital Engagement Center (DEC), yang khusus memonitor percakapan pelanggan di media sosial, sehingga keluhan yang disampaikan pelanggan melalui percakapan media sosial dapat ditangkap dan ditindaklanjuti secara terpadu dengan fungsi i-NOC. ( Icha)

Telkomsel dan Telkomsigma Kolaborasi Untuk Garap Pasar Korporasi

0

Telko.id – Telkomsel berkolaborasi bersama telkomsigma menggelar sharing session bersama sejumlah pelanggan korporasi guna lebih dalam lagi memperkenalkan layanan Corporate Business Solutions (CBS) Telkomsel yang dapat dimanfaatkan pelaku bisnis khususnya segmen korporasi dalam membantu kinerja perusahaan melalui pemanfaatan layanan teknologi telekomunikasi berbasis digital.

Dihadiri sekitar 180 pelanggan dari segmen korporasi yang umumnya berlokasi di wilayah Jabotabek dan sekitarnya, acara yang juga dikemas dalam konsep Focus Group Discussion ini turut menghadirkan dua perusahaan bidang consumer goods yang merupakan pelanggan layanan Corporate Business Solutions Telkomsel, yaitu GarudaFood dan Unilever, yang berbagi pengalaman tentang pengembangan serta pemanfaatan layanan telekomunikasi digital untuk mendukung proses kerja di lingkungan perusahaan masing-masing.
“Telkomsel melalui layanan Corporate Business Solutions hadir untuk membantu pengembangan bisnis pelanggan korporasi. Kini, layanan CBS Telkomsel sudah dikembangkan untuk pemanfaatan teknologi digital yang dapat menghadirkan solusi bisnis terintegrasi. Sharing Session ini kami hadirkan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan layanan CBS kepada pelaku bisnis, dan menggali lebih dalam kebutuhan solusi bisnis dari pelanggan korporasi yang bisa disinergikan dengan layanan CBS Telkomsel,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.

Dalam acara ini Telkomsel memperkenalkan kembali beragam layanan CBS yang bisa dimanfaatkan pelanggan korporasi sebagai solusi bisnisnya, seperti layanan Mobile Communication, Mobile Device Management, Internet of Things dan Big Data Analytics & Insight yang umumnya menjadi kebutuhan bisnis untuk segmen korporasi di bidang industi minyak dan pertambangan, consumer goods, manufaktur, dan perbankan.

Pada kesempatan ini, telkomsigma sebagai market leader penyedia layanan Data Center yang terbesar di Indonesia turut memperkenalkan kembali solusi Data Center, Cloud dan Bisnis Analitik. Data Center yang dimiliki oleh telkomsigma telah bersertifikasi Tier III & Tier IV Design dan telkomsigma juga telah memperoleh dua sertfikasi Tier III Facility pertama di Indonesia untuk Data Center Sentul dan Serpong.

Selain itu telkomsigma telah memiliki Data Center dengan kapasitas 100 ribu sqm dengan pengelolaan Data Center yang telah disertifikasi oleh badan audit internasional, Uptime Institute. Solusi Cloud Computing telkomsigma memungkinkan suatu perusahaan untuk meminimalisir investasi infrastruktur yang besar dengan konsep Pay as You Grow. Serta Bisnis analitik yang dikelola oleh telkomsigma diyakini dapat membuat program marketing yang lebih efektif, memperluas peluang pangsa pasar, layanan pelanggan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, keunggulan kompetitif atas persaingan industri dan keuntungan bisnis lainnya.

Mas’ud lebih lanjut menambahkan, Telkomsel akan terus bersinergi dan mengembangkan beragam layanan solusi bisnis korporasi yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan pemanfaatannya. Telkomsel akan menyesuaikan dengan apa yang sedang menjadi tren dan berusaha memenuhi kebutuhan korporasi sesuai dengan kebiasaan ataupun budaya kerja yang sedang didorong oleh pelanggan korporasi, terutama berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan device dalam mendukung operasional pekerjaan.

“Sharing session bersama pelanggan korporasi ini diharapkan dapat memperkuat dan memperluas jaringan layanan CBS Telkomsel, terutama dengan dukungan teknologi jaringan terdepan 4G LTE Telkomsel yang kini sudah tersebar di lebih dari 180 kabupaten kota di seluruh Indonesia, ujar  Mas’ud menjelaskan.

Mas’ud juga menambahkan bahwa “Telkomsel juga menjamin kebutuhan layanan solusi bisnis korporasi ini juga akan didukung dengan kehadian layanan call center 24 jam melalui akses 188 (dari ponsel) dan akses nomor 08071811811 (dari PSTN), serta layanan email dan layanan personal dari Account Manager yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia”.  (Icha)

Fintech Bakal Tambah ‘Sexy’ di 2017

0

Telko.id – Pertumbuhan financial technology di Indonesia mulai terasa di 2016. Diproyeksikan tahun mendatang pun akan terjadi tren positif transaksi non-tunai yang konsisten.

Fintech akan berperan penting untuk menjembatani berbagai lembaga penyedia jasa keuangan baik melalui penyediaan segi teknologi yang inovatif, mudah dan aman sehingga kebiasaan masyarakat dapat terbentuk. Ini pun sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat non-tunai melalui program Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) sejak tahun 2014.

Hal ini tentunya berdampak positif langsung dengan memberikan keamanan transaksi untuk para pelanggan, juga mengoptimalkan jalannya roda bisnis sehingga kinerja menjadi lebih efektif dan efisien, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi pada perekonomian nasional.
Dimo Pay Indonesia (Dimo), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial, berpendapat bahwa peranan industri teknologi finansial (financial technology/fintech) akan semakin besar dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya dalam pengalakkan transaksi uang elektronik berbasis mobile. Dimo mengemukakan perspektifnya dengan berkaca pada perkembangan industri financial technology (fintech) di Indonesia sepanjang tahun 2016 ini.

Sebagai informasi, jelang akhir tahun 2016, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), tercatat nilai volume transaksi uang elektronik di Indonesia mencapai 537.588.334 transaksi. Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yakni sebesar 535.579.528 transaksi.

Selain itu, BI juga mencatat jumlah nilai transaksi uang elektronik di Indonesia yang meningkat dari Rp 5,28 triliun di 2015 (Januari-Desember) menjadi Rp 5,49 triliun di 2016 (Januari-Oktober 2016).

Lanskap digital Indonesia dengan 72,7 juta pengguna aktif internet, 74 juta pengguna sosial media aktif dan terdapat 308,2 juta koneksi mobile, serta 64 juta pengguna aktif sosial media di ponsel, juga dinilai kondusif dalam mendorong pertumbuhan transaksi uang elektronik khususnya melalui jalur mobile.

Peningkatan ini terjadi seiring juga dengan pertumbuhan tuntutan pasar yang menuntun pada maraknya jumlah pelaku bisnis fintech, yang saat ini tercatat ada lebih dari 120 perusahaan yang terdaftar di OJK.

Saat memaparkan perspektif terhadap industri fintech di 2016 serta kinerja perusahaan yang dipimpinnya, Brata Rafly, CEO Dimo Pay Indonesia berpendapat bahwa, “Di tahun 2017 dan yang akan datang, peran fintech akan semakin luas di berbagai lini ekonomi dan akan terus diperlukan oleh karena kapabilitasnya dalam melakukan berbagai inovasi yang cepat dan tanggap terhadap kebutuhan pasar”.

Brata juga menambahkan bahwa “Kedepannya, fintech akan menjadi salah satu tulang punggung utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan finansial di Indonesia. Fintech, khususnya di bidang mobile payment, memudahkan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi dengan adanya solusi yang aman dan mudah untuk digunakan oleh siapapun, sehingga makin banyak masyarakat yang memanfaatkan solusi ini khususnya untuk bertransaksi kebutuhan sehari-hari.”

Indonesia sendiri masih sangat besar potensinya, mengingat masih banyaknya populasi unbanked di Indonesia yang tercatat ada lebih dari 115 juta orang yang sebagian besar berada di daerah rural atau pedesaan.

Namun demikian, proses edukasi harus terus dilakukan mengenai teknologi fintech dan pentingnya menyimpan uang dan bertransaksi dengan aman dan sederhana menggunakan mobile banking dan e-wallet. Dengan demikian, Fintech dapat dikembangkan untuk memicu masyarakat dalam berbisnis dan menjalankan usahanya dengan efisien dan aman, seperti misalnya bagi pedagang kaki lima, peternak, petani, dan lainnya.

Untuk menciptakan ekosistem cashless society di Indonesia, dibutuhkan kerjasama dari berbagai elemen, mulai dari dukungan pemerintah selaku pencetus regulasi, serta dukungan dari pihak sektor swasta baik issuer, perbankan, e-commerce, payment gateway, dan sebagainya.

“Kami ingin menggandeng para pelaku fintech untuk bersama-sama dapat mewujudkan cashless society guna mewujudkan perekonomian Indonesia yang lebih baik. Posisi serta kapasitas Dimo sebagai penyedia solusi pembayaran mobile yang agnostik dan mudah beradaptasi dapat mempermudah adopsi teknologi oleh para pelaku industri, serta oleh masyrakat sebagai pengguna,” tambah Brata.

Wujud nyata yang dijalankan oleh Dimo untuk menciptakan cashless society adalah melalui layanan transaksi non-tunai, didukung oleh solusi kode QR pada PayByQR yang mencakup kebutuhan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat perkotaan dengan layanan Pay by QR, Pay in App & QR Commerce, QR Store, dan QR Cashier yang dapat diaplikasikan pada Usaha Kelas Menengah (UKM).

Dimo sendiri pada tahun ini menunjukkan peningkatan dari berbagai aspek, baik dari bisnis, teknologi, maupun organisasi perusahaan.

Volume transaksi Dimo di akhir tahun 2016 meningkat sebesar 7.150% dari awal tahun 2016 yang mana transaksi ini didapat dari penggunaan aplikasi PayByQR pada issuer-issuer Dimo dari sisi, e-wallet, mobile banking hingga credit card loyalty points. Selain itu, Dimo juga terus mengembangkan teknologi yang ada untuk memenuhi kepuasan pelanggan dan rekanan kami.

Saat ini sudah Dimo telah menggandeng 15 mobile wallet issuers/source of funds yang memanfaatkan teknologi PayByQR untuk pelanggan mereka dapat bertransaksi di ribuan merchant yang sudah menerima pembayaran PayByQR. (Icha)

Nokia Mengantongi 110 Kontrak Untuk Roll Out 4.5G

0

Telko.id – Setiap operator dunia kini sedang meningkatkan kinerja jaringannya agar mampu memberikan layanan mobile broadband yang mumpuni pada pelanggannya. Kondisi ini menjadi berkah bagi para vendor jaringan. Tidak terkecuali Nokia.

Vendor jaringan telekomunikasi asal Finlandia ini mengaku bahwa sudah memgantongi Montreal untuk peluncuran jaringan 4.5G dengan 110 penyedia layanan global. Bagi Nokia Hal ini cukup menggembirakan karena sudah beberapa tahun belakangan dilibas oleh vendor lain seperti Huawei dan Ericsson.

“Jika Anda ingin menciptakan lingkungan sepenuhnya otonom maka Anda perlu 5G untuk latency, tetapi jika Anda ingin mendukung download video dan layanan mobile broadband biasa kemudian 4.5G, 4.5G Pro dan 4.9G dapat memberikan kemampuan yang signifikan untuk itu,” Samih Elhage, presiden bisnis jaringan seluler Nokia seperti dikutip dari ETTelecom.

Kondisi ini menunjukan kemampuan Nokia untuk menggelar jaringan berteknologi 4.5G dan 4.5G label Pro memetakan ke LTE-Advanced Pro standar yang termasuk dalam 3GPP Rilis 13 dipercaya oleh banyak operator. Terlebih untuk masuk ke 5G masih ada ganjalan karena ITU belum juga mengeluarkan standarnya. Teknologi 4.5G inilah yang jadi jembatan sebelum masuk ke 5G nantinya.

Sebagai informasi, Nokia Networks tahun lalu mengakuisisi perusahaan pesaingannya yakni Alcatel-Lucent dengan mengeluarkan dana $17.4 Triliun.

Hal tersebut mengubah Nokia menjadi pemain tangguh di pasar infrastruktur telekomunikasi global. Akuisisi bisnis nirkabel dari Alcatel-Lucent pun secara signifikan memperkuat pijakan Nokia di Amerika Utara.

Operator Telekomunikasi besar di AS seperti Verizon Communications Inc. VZ dan AT&T Inc. adalah pelanggan utamanya dari Alcatel-Lucent. Selain itu, Alcatel-Lucent juga memiliki posisi yang kuat di Cina. Sementara Nokia memiliki dominasi yang cukup kuat di Eropa dan Asia. (Icha)

Zomato Siap Lipatgandakan Usaha Foodtechnya di Indonesia

0

Telko.id — Ketika raksasa dunia teknologi seperti Rocket Internet menutup produk teknologi kulinernya (foodtech) seperti Foodpanda di Indonesia, pemain foodtech yang berbasis di India, Zomato malah menyatakan akan melipatgandakan usahanya di Indonesia. Bahkan menargetkan untuk memenangkan pertarungan sengit dalam industri foodtech dengan fitur sosial yang baru dan juga mutakhir miliknya dengan menghubungkan Zomato dengan aplikasi pihak ketiga.

Zomato sendiri adalah panduan restoran online yang menyediakan informasi lengkap meliputi daftar makanan, foto, ulasan, hingga rating berbagai restoran di Jakarta dan Bali. Perusahaan yang didukung oleh para investor ini kini mengklaim telah mencapai titik break even di awal tahun, dan telah mendapatkan investasi lebih dari USD225 juta dari berbagai investor termasuk Sequoia Capital, Temasek Holdings, Vy Capital, dan Info Edge India.

Hingga kini, situs dan aplikasi Zomato memiliki informasi mendetil dari 30.000 restoran lebih di Indonesia, dan Zomato tidak mengijinkan restoran membayar untuk mengubah hasil pencarian organik, rating, atau ulasan yang mereka terima dalam Zomato. Country manager Zomato, Karthik Shetty menjelaskan bagaimana Zomato menargetkan untuk memenangkan hati dan perut dari para generasi millenial di Nusantara.

“Teknologi adalah jantung dari segala hal di Zomato. Banyak hal yang kita gunakan secara cuma-cuma memiliki algoritma kompleks di belakangnya,” ungkap Karthik, “Zomato tidak hanya membantu pengguna dengan menyediakan informasi lengkap mengenai restoran, tetapi juga membantu pengguna ‘menemukan’ dan mencari restoran baru dengan fitur ‘search’ dan ‘nearby’. Pengguna juga bisa membangun jaringan pecinta kuliner terpercaya milik mereka sendiri. Hal ini sangat penting karena makanan adalah hal yang sangat pribadi dan kita biasanya cenderung mempercayai pendapat dari teman kita terlebih dahulu, atau orang-orang yang kita tahu memiliki selera dan serupa dengan yang kita miliki.”

Zomato juga memiliki fitur yang memungkinkan pengguna menciptakan daftar koleksi restoran mereka sendiri, yang pastinya merupakan daftar pribadi yang bisa dengan mudah mereka bagikan ke teman-teman mereka melalui SMS, WhatsApp, Path, Facebook, Twitter, dan lainnya.

Zomato membedakan diri dengan kompetitor seperti Qraved dan MakanLuar melalui beberapa hal kunci. Salah satu hal menarik mengenai kehadiran Zomato di Indonesia adalah fakta bahwa pengguna bisa memilih restoran yang ingin mereka kunjungi dan memesan Uber langsung melalui Zomato untuk mengantarkan mereka ke restoran tersebut.

Sama halnya seperti foto, pengguna yang menggambil foto dan mengunggahnya melalui Instagram juga bisa secara instan menggunggahnya pada akun Zomato mereka. Karthik menjelaskan bahwa integrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti Uber dan Instagram ke Zomato membuat pengalaman berkuliner menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan tentunya sosial dari awal hingga akhir.

Dalam hal trafik saat ini, Karthik mengatakan bahwa di Jakarta dan Bali Zomato telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna yang unik, dengan trafik bulanan mencapai 6 juta kunjungan untuk Jakarta saja. Pengguna lokal biasanya mencari rata-rata sembilan hingga sepuluh laman dalam sekali kunjungan dengan durasi empat menit per sesi.

“Trafik web dan aplikasi kami selalu bertumbuh dalam tingkat yang sehat dari bulan ke bulan di Indonesia, dan ini benar-benar memberikan kami dorongan yang besar,” jelas Karthik. “Selain pertumbuhan angka pengguna, jumlah ulasan dan foto yang diunggah baik mingguan ataupun bulanan juga merupakan aspek yang sangat menggembirakan. Dari sudut pandang bisnis, semua hal ini membuat pemasukan kami bertumbuh tiap bulan pada tingkat yang sehat.”

Lebih jauh lagi, Zomato membedakan diri dari kompetitor di Indonesia dengan memberikan perlakuan yang sama bagi semua restoran. Karthik menjelaskan,”Satu hal penting yang perlu diketahui pengguna adalah Zomato tidak akan mengijinkan restoran membayar untuk bisa muncul lebih tinggi dalam hasil pencarian, atau mendapatkan rating dan ulasan atau bahkan menghapus ulasan yang ada. Hasil pencarian yang muncul adalah murni organik, dan berdasarkan algoritma kepopuleran kami.”

Salah satu keunggulan teknologi Zomato ialah algoritma perusahaan yang menentukan popularitas restoran yang ada di platform Zomato. Karthik percaya hal ini adalah inovasi terpenting yang membedakan Zomato dengan pemain lainnya dalam industri foodtech. Algoritma ini tidak hanya mengkalkulasi rating restoran berdasarkan perhitungan rata-rata sederhana dari rating yang diberikan pengguna. Rating yang diberikan pengguna memiliki bobot yang berbeda tergantung kredibilitas pengguna dari Zomato tersebut. Artinya, pengguna perlu membangun status mereka di Zomato sebelum rating yang ia berikan bisa memberikan dampak yang sama kuatnya dengan pengguna Zomato yang sudah veteran.

Hal ini guna mengantisipasi berbagai situasi tertentu, termasuk ketika sebuah restoran baru dibuka dan memiliki rating yang tidak stabil hanya karena orang-orang menghujaninya dengan berbagai rating baik atau buruk. Sebagai tambahan, untuk membuat ini tetap adil, untuk pengguna baru yang semakin lama berada di Zomato, maka rating yang dahulu mereka berikan pada sebuah restoran-pun akan berkembang bobotnya seiring berjalannya waktu.

Dalam situasi ini, Zomato adalah sebuah bentuk demokrasi dalam dunia kuliner. Sedangkan dalam hal bisnis, Karthik mengklarifikasi bahwa platform Zomato tetap menawarkan ruang untuk iklan spanduk bagi restoran di Indonesia.

Sang country manager juga menambahkan: “Zomato sedang membangun sebuah rangkaian produk dan jasa lengkap, termasuk fitur pemesanan makanan secara online untuk beberapa pasar, dan juga reservasi restoran secara online. Kami juga dalam proses untuk membangun sistem ‘point-of-sale’ untuk restoran dan akan mengintegrasikannya dengan laman Zomato mereka yang menyediakan berbagai analitik yang dibutuhkan. Ketika semua hal ini telah selesai dan diperkenalkan ke setiap pasar, kami akan jauh lebih dekat dalam mencapai tujuan kami untuk menjadi satu tampilan tunggal antara pengguna yang lapar dan restoran di Indonesia.” (Icha)

Telkomsel Siapkan 723 BTS Baru Untuk Kawal Komunikasi di Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Telkomsel melakukan sejumlah peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan di seluruh Indonesia dalam menyambut momen Natal dan Tahun Baru (NARU) 2017. Tidak kurang sebanyak 723 BTS baru disiapkan secara khusus untuk momen NARU, agar masyarakat dapat terus menikmati layanan telekomunikasi berkualitas di masa-masa dimana trafik telekomunikasi tercatat mengalami lonjakan cukup tinggi tiap tahunnya, khususnya layanan data.

“Natal dan Tahun Baru merupakan periode dimana kebutuhan komunikasi pelanggan meningkat, khususnya dalam penggunaan layanan data. Untuk itu setiap tahunnya kami selalu mengantisipasi hal tersebut melalui serangkaian aktivitas optimasi jaringan, agar kualitas layanan yang kami tawarkan tetap terjaga dan prima sekalipun terjadi lonjakan trafik komunikasi. Tentunya hal ini akan diharapkan dapat terus menjaga pengalaman terbaik ketika menggunakan layanan data Telkomsel,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel mengungkapkan.

Pada puncak periode NARU kali ini, Telkomsel memprediksi layanan data akan mencapai trafik tertinggi hingga 4.10 PB (Petabyte) atau naik lebih dari 118% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan layanan data oleh pelanggan untuk Video & Music Streaming, Games Online, Social Media, Chatting dan penggunaan berbagai aplikasi. Sementara itu, layanan suara diperkirakan menjadi 1.52 Milyar menit dan SMS diperkirakan menjadi 892 juta SMS/hari.

Mengantisipasi hal tersebut, Telkomsel melakukan sejumlah aktivitas, terutama untuk layanan data, seperti peningkatan kapasitas untuk Internet Service yang ditingkatkan menjadi 837 Gbps atau naik sekitar 78% dari tahun 2015. Dalam hal kemampuan penanganan pelanggan VLR (Visitor Location Register) ditingkatkan sebesar 241 juta pelanggan (naik 0.8% dari tahun 2015). Kapasitas HLR (Home Location Register) sebesar 313 juta pelangan. Sementara kapasitas OCS (Online Charging System) sebesar 177 juta diharapkan akan memberikan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi dan mengakses layanan data. Selain itu sebanyak 124.000 BTS Telkomsel yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, dipastikan berfungsi dengan baik untuk melayani pelanggan dimana pun mereka berada.

“Telah tergelarnya jaringan Telkomsel 4G LTE di lebih dari 180 kota di seluruh Indonesia, khususnya di lokasi-lokasi strategis, yang didukung oleh sekitar 5.200 BTS 4G kami harapkan juga dapat memberikan pelanggan pengalaman mobile broadband terbaik dari Telkomsel”, tambah Ririek.

Bahkan lebih dari itu, menyambut NARU tahun ini, Telkomsel juga telah mengimplementasikan teknologi 4.5G di sembilan kota di Indonesia dimana kini pelanggan dapat merasakan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband dengan teknologi terkini di 11 GraPARI yang ada di Medan, Jakarta, Bandung, Denpasar, Mataram, Pontianak, Makassar, Manado, dan Ambon.

Pada periode NARU kali ini, Telkomsel telah melakukan identifikasi terhadap 687 titik keramaian utama yang diprediksi akan dipadati oleh pelanggan di masa NARU, seperti Bandara, Stasiun, Terminal, Pelabuhan, Tempat Wisata, Mal dan Pusat Perbelanjaan, serta Rumah Ibadah. Di lokasi-lokasi tersebut diprediksi akan terjadi rata-rata peningkatan trafik layanan data sebesar 47% bila dibandingkan dengan trafik di hari normal di tahun 2016.

Di lokasi-lokasi strategis yang memerlukan peningkatan kapasitas dan kualitas, Telkomsel juga mengerahkan 91 Compact Mobile BTS (COMBAT) untuk menjaga agar jaringan tetap prima selama periode NARU.

Dari sisi layanan Telkomsel menyiagakan 487 Armada Mobile GraPARI, menjamin ketersediaan produk melalui 2.668 modern channel siaga dan 3.779 outlet siaga, serta didukung pula oleh 85 GraPARI Siaga dan Call Centre yang siap melayani tanpa kenal hari libur.

Di sisi lain, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pelanggan dalam melakukan pembelian pulsa, saat ini pelanggan dapat melakukan transaksi pembelian di berapa online channel yang bekerjasama dengan Telkomsel, diantaranya Blanja.com, Tokopedia, Kaskus, AlfaOnline, Gojek, Grab, Lazada.

Untuk memastikan kesiapan jaringannya, Telkomsel juga telah melakukan uji jaringan di beberapa area maupun jalur utama yang diprediksi menjadi pusat keramaian, seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan. Fokus uji jaringan dilakukan ke layanan data, yang saat ini penggunaannya terus mengalami peningkatan dari tahun dan ke tahun. (Icha)

Akhirnya Penggunaan Frekuensi 1900 MHz Smart Telecom Resmi Dihentikan

0

Telko.id – Akhirnya, penggunaan frekuensi 1900 Mhz oleh Smart Telecom resmi dihentikan. Hal ini ditandai dengan penandatangan berita acara penghentian penggunaan pita frekuensi radio 1900 MHz antara Smart Telecom dengan 18 Kepala UPT Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, disaksikan oleh Direktur Jendral SDPPI Kominfo dan Para Anggota BRTI di Kantor Smart Telecom, Tangerang (14/12/2016) seperti dilansir dari berita Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Penghentian ini dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam rangka penataan ulang spektrum frekuensi radio untuk mendapatkan tambahan bandwidth atau pita frekuensi yang lebih lebar serta meningkatkan kecepatan untuk kebutuhan mobile broadband secara nasional.

Direktur Jendral SDPPI Dr. Ismail menyampaikan bahwa penghentian penggunaan pita 1900 ini merupakan bagian dari penataan Pita Frekuensi Seluler Nasional secara keseluruhan. “Tujuannya agar lebih efisien dan optimal dalam penggunaan pita frekuensi”, imbuhnya.

Lebih lanjut Ismail mengungkapkan dengan penghentian penggunaan 1900 MHz oleh Smart Telecom, Kementerian Kominfo dapat melakukan penataan kembali penggunaan blok 11 dan 12 pada pita 2100 MHz yang selama ini terganggu dengan penggunaan pita 1900 MHz berteknologi CDMA.

Direktur Jenderal SDPPI menegaskan meskipun pelaksanaan penghentian penggunaan pita spektrum frekuensi 1900 MHz0 Smart Telecom sudah dilaksanakan dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, Kemkominfo tetap melakukan pengawasan terus menerus.

“Direktorat Jenderal SDPPI melalui Direktorat Pengendalian SDPPI beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen SDPPI tetap terus melakukan pengawasan dan pengendalian pita frekuensi 1900 MHz secara terus menerus untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan yang merugikan pada pita frekuensi 2,1 GHz”, tegas Ismail.

Merza Fachys, Direktur utama Smart Telecom menegaskan komitmennya mendukung penataan frekuensi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo untuk kepentingan nasional. “Kementerian Kominfo dapat memanfaatkan frekuensi tersebut untuk kepentingan nasional disamping juga untuk kepentingan pelayanan yang lebih baik ke pelanggan dengan beralih ke teknologi 4G dari CDMA”. jelasnya.

Dijelaskan pula Smart Telecom sudah melakukan beberapa langkah sebelum pelaksanaan penghentian, antara lain melakukan relokasi pita frekuensi 1900 MHz dimulai pada bulan November 2016 dengan memperhatikan keberlangsungan layanan pelanggan.

Selain itu relokasi pita frekuensi 1900 MHz dilaksanakan dengan cara mengurangi jumlah carrier secara bertahap di seluruh daerah hingga menyisakan 1 (satu) carrier pada tanggal 6 Desember 2016 serta penghentian secara nasional telah selesai secara nasional pada tanggal 14 Desember 2016.

Penghentian ini sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo No : 22 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Realokasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 1,9 GHz yang menerapkan Personal Commmunication System 1900 ke Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz. Switch off pita frekuensi 1900 MHz Smart Telecom berakhir secara nasional per 14 Desember 2016 dan berpindah ke spektrum frekuensi pengganti yang dialokasikan pita frekuensi 2.3GHz. (Icha)

2 Combat 4G LTE Telkomsel Dukung Komunikasi di Final Piala AFF 2016

0

Telko.id – Telkomsel telah memperkuat jaringan guna mendukung kelancaran komunikasi pelanggan saat berlangsungnya partai final leg pertama Piala AFF 2016 antara Indonesia melawan Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (14/12).

Optimalisasi jaringan dilakukan dengan mengoperasikan dua unit compact mobile base station (Combat) yang sudah mendukung teknologi 4G LTE di sekitar stadion berkapasitas 35.000 orang tersebut. Sementara itu, 16 base transceiver station (BTS) existing turut disiagakan untuk mengamankan kualitas jaringan di area berlangsungnya pertandingan puncak turnamen sepakbola antar negara di Asia Tenggara tersebut. Transmisi jaringan pun sudah menggunakan fiber optic, sehingga kenyamanan berkomunikasi pelanggan lebih terjaga.

Vice President ICT Network Management Area Jabotabek Jabar Juanita Erawati mengatakan, “Kami telah melakukan sejumlah optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik layanan komunikasi yang dilakukan para pelanggan yang hadir untuk mendukung perjuangan tim nasional Indonesia. Kami berupaya agar pelanggan tetap lancar berkomunikasi sepanjang jalannya pertandingan, terutama bagi pelanggan yang aktif dalam mengunggah foto dan video pengalaman menonton pertandingan secara langsung ke media sosial.”

Di samping penguatan jaringan, Telkomsel juga menyediakan layanan isi ulang pulsa dan aktivasi paket data 4G, serta layanan upgrade kartu 4G di booth yang terdapat di area stadion. (Icha)