spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1531

KPPU Sedang Mengkaji Terhadap Adanya Indikasi Monopoli Broadband

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara mengatakan dalam seminar yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF) bahwa dari elemen DNA (device, network, & application), sektor yang tumbuh stagnan hanya network. “Persoalannya karena business as usual, tidak ada terobosan apa-apa. Jadi perlu usaha meningkatkan affordability atau keterjangkauan,” kata Chief RA, panggilan akrab Rudiantara. Menurutnya, bagaimana cara menurunkan cost, tambah Rudi, adalah network sharing. Berbagi jaringan menjadi sebuah keniscayaan.

Sebagaimana diketahui bahwa Industri telekomunikasi telah berkembang amat cepat dan memiliki multiplier effect yang sangat besar dan luas. Di luar pengaruh besarnya ke hampir semua industry lain, tidak bisa dikesampingkan realitas bahwa mayoritas penduduk indonesia dan juga dunia saat ini sangat tergantung telepon seluler yang sudah menjadi salah satu kebutuhan utama sehari-hari.

Merujuk data itu, pertumbuhan telepon seluler di indonesia mencapai 23 persen per tahun. Pada 2015 jumlah telepon seluler mencapai 338 juta, yang berarti rata-rata setiap orang indonesia memiliki 1,3 telepon seluler, sekalipun jumlahnya tidak seimbang antara wilayah pulau jawa dengan di luar jawa. Di indonesia, secara garis besar rata-rata satu penduduk di pulau jawa memiliki lebih dari satu telepon dan penduduk di luar jawa memiliki kurang dari satu telepon. Reratanasional itu pun masih tergolong sedikit, misalnya dibanding hongkong (2,3), malaysia (3,4), ataupun Singapura (1,4).

Tentunya, lanjut Chief RA merupakan kewajiban pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi (serat optik) di luar jawa (palapa ring) serta meningkatkan jumlah dan pemakaian telepon dan kecepatan pengiriman data untuk peningkatan perekonomian dan sekaligus demi ketahanan nasional.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi antara lain melalui proyek palapa ring dengan menggunakan system komunikasi kabel laut dan serat optik (skll dan skso) untuk menyebarkan layanan broadband di seluruh wilayah indonesia dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (kpbu).

Manfaat kebijakan ini antara lain adalah ketahanan nasional, pemerataan infrastruktur telekomunikasi, penyediaan jasa akses teknologi informasi dan komunikasi (tik) yang tersebar di seluruh wilayah indonesia. Kebijakan ini sangat tepat karena sebaran infrastruktur saat ini hanya terpusat di jawa. Kebijakan ini tentu tidak bermanfaat maksimal apabila penggunaan infrastruktur tersebut tidak optimal (under capacity) sehingga perlu pula peningkatan jumlah telepon seluler/pintar serta penggunaannya

Namun, dalam praktiknya, menurut salah satu pembicara seminar, Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik, sebagian besar kpbu atas pembangunan infrastrukur telekomunikasi di luar pulau jawa (80 persen) dilakukan oleh satu operator telekomunikasi. Pasar telekomunikasi seluler Indonesia saat ini dikuasai (market leader) oleh satu operator, yakni Telkomsel (sekitar 37 persen pangsa pasar). Di bawah Telkomsel terdapat dua operator, yakni Indosat Ooredoo (23 persen) dan XL Axiata (14 persen).

Di bawah tiga operator tersebut terdapat empat operator lagi, seperti Ceria, 3 Hutchinson, Smartfren, dan Bakrie Telecom. Struktur pasar yang demikian mengakibatkan pasar telekomunikasi seluler bersifat oligopoli. Struktur pasar demikian diiringi adanya keengganan untuk berbagi kapasitas (sharing capacity) dengan operator telekomunikasi lain, selain operator telekomunikasi dalam grupnya.

Oleh karenanya, lanjut Agus, dalam struktur pasar yang oligopolis, dibutuhkan regulasi yang harus dapat mengatur persaingan usaha yang memastikan peningkatan manfaat bagi para pemangku kepentingannya. Bagi masyarakat sebagai konsumen kepentingan terutamanya adalah tarif yang lebih murah dan layanan yang lebih baik. Bagi pemerintah, kepentingan utamanya adalah peningkatan peran industry telekomunikasi, terutama untuk kesatuan wilayah dan perekonomian. Bagi industry telekomunikasi, kepentingan utama adalah pengaturan persaingan usaha yang sehat, efisiensi industri, mendorong inovasi dan investasi, serta peningkatan kualitas dan return yang lebih baik.

Solusinya? “Perubahan atas peraturan pemerintah nomor 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53/ 2000 tentang penggunaan spectrum frekuensi radio dan orbit satelit; yang memungkinkan berjalannya sharing kapasitas sangat diperlukan. Kedua peraturan tersebut tidak memadai lagi dengan perkembangan saat ini,” tegas Agus.

Senada dengan Agus, anggota Wantiknas, Garuda Sugardo mengatakan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan revisi terhadap regulasi yang sudah tidak relevan. Serta kebijakan network sharing merupakan kebijakan yang tepat dan perlu didukung oleh pelaku industri Telko. “Jika tidak dilakukan, maka percepatan industri digital di indonesia akan sulit terwujud.

Sementara itu, dari sisi kebijakan, menurut M.Syarkawi Rauf, Ketua KPPU, mengatakan pihaknya concern untuk terus mendorong terhadap pemerintah tentang perubahan dan revisi tarif interkoneksi, tarif off-net, frekuensi dan network sharing.

Pihak KPPU juga sedang melakukan kajian terhadap adanya indikasi monopoli jaringan pita lebar. Menurut Syarkawi, pihaknya sedang bergerak dan melakukan kajian mendalam terhadap indikasi penguasan dan kecenderungan adanya monopoli jaringan pita lebar oleh salah satu operator selular. Jika hal itu terjadi, lanjut Syarkawi pihaknya tak segan-segan melakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. (Icha)

Partisipasi Jadi eSaksi Yuk di Pilkada DKI via MataRakyat

Telko.id  – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang terus menyita perhatian masyarakat Indonesia. Hasil pilihan 7,1 juta warga DKI yang tersebar di 13.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun akan menjadi momen nasional yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia.

Untuk membantu menjawab keingintahuan masyarakat akan hasil Pilkada DKI Jakarta dengan lebih cepat, inTouch Innovate Indonesia bekerjasama dengan beberapa mitra seperti Microsoft Indonesia untuk mengembangkan MataRakyat, sebuah aplikasi penghitungan suara yang dapat menginformasikan hasil penghitungan secara riil dan cepat (real and quick count) – beberapa menit setelah masing-masing TPS memperoleh suara akhir.

“Hasil resmi penghitungan suara akan disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam 12 hari setelah tanggal 15 Feb. Selama rentang waktu tersebut, sistem quick count yang mengambil sampling 2% dari total data real count biasanya masih menjadi andalan untuk memprediksi hasil Pilkada. Tahun ini, aplikasi MataRakyat yang memanfaatkan cloud service Microsoft Azure pun hadir untuk membantu memberikan hasil survei secara riil dan cepat dengan metode Crowd Participation oleh eSaksi relawan” ujar Hendra Kendro, CEO inTouch Innovate Indonesia.

eSaksi adalah relawan yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu yang menggunakan ponsel masing-masing untuk mengunggah hasil pemilihan ke server MataRakyat secara real time dari masing-masing TPS – tepat ketika TPS ditutup dan Formulir Plano C1 ditandatangani para saksi.

Untuk menjamin akuntabilitas dan keabsahan hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh ribuan relawan di 13.000 TPS ini, MataRakyat menerapkan metode dan teknologi tepat guna sbb:

  • Untuk memastikan hanya warga DKI yang terdaftar di DPT yang bisa mendaftar menjadi eSaksi. Nama sesuai KTP dan NIK eSaksi akan divalidasi terhadap database KPU melalui API (Application Program Interface)
  • Untuk menjamin bahwa data yang diketik dan foto formulir C1 yang diunggah oleh eSaksi berasal dari TPS yang benar dan pada waktu yang tepat (saat TPS tutup), MataRakyat menggunakan teknologi GeoTagging (menvalidasi lokasi berdasarkan koordinat GPS) dan Time-Stampped
  • Untuk memastikan angka yang diketik sama dengan bukti foto Formulir C1, MataRakyat menerapkan metode peer validation dimana data yang diunggah oleh setiap eSaksi akan divalidasi oleh eSaksi dari TPS lain yang dipilih oleh sistem secara acak sebelum direkap oleh server

”Penggunaan validasi eSaksi, GeoTagging, time-stampped, dan peer validation ini kami harapkan akan menjamin hasil MataRakyat yang lebih akurat, independen, dan akuntabel,” jelas Dhana Galindra, Project Manager MataRakyat.

Dalam membangun aplikasi nirlaba ini, Microsoft Indonesia memberikan dukungannya melalui penyediaan cloud service, Azure. Ruben Hattari, Corporate Affairs Director, Microsoft Indonesia mengatakan, “Pada hari Pilkada, jutaan data akan masuk ke dalam aplikasi MataRakyat. Azure pun menyediakan kemampuan skalabilitas otomatis, sehingga pengguna dapat tetap merasakan kenyamanan penggunaan di tengah traffic yang tinggi.”

Selain melalui aplikasi mobile dan website MataRakyat, hasil Real Quick Count MataRakyat ini juga akan disiarkan secara langsung melalui MetroTV sebagai official media partner MataRakyat.

Keseluruhan proyek MataRakyat dibangun dari hasil sumbangan relawan perorangan maupun korporasi; mulai dari tim programmer inTouch yang membangun aplikasi secara probono, Microsoft yang menyediakan cloud service Azure, rekan-rekan dari IT-Group, dan terutama para eSaksi relawan yang bersedia untuk bekerja tanpa dibayar dengan menggunakan ponsel serta pulsa / kuota internet sendiri.

“Sesuai dengan slogan iVote, iCount, iShare, MataRakyat merupakan platform bagi rakyat yang peduli untuk ikut mengawal hasil pemilu yang demokratis dan transparan. Saya yakin hal ini akan menjadi tren cara rakyat Indonesia memantau hasil pemilu yang akan datang; termasuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang berskala nasional,” tutup Hendra Kendro. (Icha)

 

Huawei Dorong Pemerintah Wujudkan Ekosistem 4.5G di 2017

Telko.id – Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pemerintah memperkirakan nilai e-commerce di Tanah Air akan menembus angka US$ 130 miliar atau setara dengan Rp 1.726 triliun di tahun 2020, meningkat secara drastis sebanyak US$ 18 miliar atau setara dengan Rp 239 triliun dibandingkan dengan tahun 2015.

Prediksi ini mengacu pada pemetaan ekonomi digital yang digagas bersama dengan beberapa Kementerian lain untuk memenuhi target dalam menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Berdasarkan estimasi pemetaan ekonomi digital, pemerintah optimistis dapat menciptakan lebih dari 1.000 technopreneur dengan nilai bisnis sebesar US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 132 triliun di tahun tersebut. Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mewakili 99,9% perekonomian Indonesia menjadi fokus utama yang akan dikembangkan oleh pemerintah karena sektor ini merupakan pilar utama perekonomian yang berkontribusi terhadap lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sebagai penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, Huawei melanjutkan komitmennya untuk mendukung operator dalam memperluas implementasi teknologi 4.5G di Indonesia di tahun 2017.

Hal ini merupakan salah satu upaya Huawei untuk mendukung program pemerintah dalam merealisasikan ekonomi digital di Indonesia. Melalui teknologi ini, masyarakat dapat merasakan akses data terbaik dengan jaringan yang lebih stabil.

“Huawei percaya akan pentingnya penyebaran teknologi 4.5G di Indonesia pada tahun 2017 untuk mendukung usaha pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020,” ujar Mohamad Rosidi, Deputy Director ICT Strategy and Marketing Huawei Indonesia.

“Teknologi ini akan membantu technopreneur untuk mengembangkan usaha mereka, sehingga membantu terciptanya 1.000 technopreneur di tahun 2020. Di masa depan, teknologi 4.5G akan membantu terciptanya Indonesia yang lebih aman melalui Smart City, masyarakat yang lebih kreatif di bidang digital, serta mempercepat implementasi teknologi pita lebar (broadband) di Indonesia.”

Adapun tiga aspek yang menjadi tujuan dari penerapan teknologi 4.5G yaitu Video (untuk individu), WTTx (untuk hunian), dan Cellular Internet of Things. Dengan menggunakan teknologi 4.5G, Huawei mampu menghadirkan pengalaman terbaik menikmati video dengan resolusi 4K dan perangkat Mobile Virtual Reality (VR) berkualitas tinggi berkat penggunaan bandwidth yang besar.

Kehadiran solusi WTTX memungkinkan pengguna rumahan dan UKM untuk dapat mengakses internet dengan kecepatan unduh dan unggah yang super tinggi. Tidak hanya itu saja, jaringan internet berbasis serat optik nirkabel (4.5G atau 5G) juga memungkinkan pengguna untuk menikmati siaran TV beresolusi 4K, menonton video dan permainan berdefinisi tinggi dengan menggunakan perangkat VR, serta merasakan perkakas rumah berbasis IoT.

Rosidi menjelaskan lebih lanjut bahwa jaringan 4.5G akan memberikan tiga manfaat penting pada pengguna seluler di Indonesia, yaitu kecepatan unduh yang tinggi, penggunaan aplikasi-aplikasi pintar di kehidupan sehari- hari, dan tingkat latensi yang rendah (low latency) sehingga memungkinkan transfer data secara cepat tanpa menggunakan kabel.

Jpeg

Rosidi menambahkan, “Teknologi 4.5G yang mampu menghasilkan kecepatan sebesar 1Gbps memungkinkan pengguna untuk mengunduh video Blu-ray 25GB hanya dengan waktu kurang dari dua menit. Pengguna juga dapat menikmati film serial dan streaming video Full-HD tanpa gangguan buffering.

Selain itu, teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) 4.5G hanya membutuhkan daya yang sedikit dan menunjang berbagai aplikasi pintar, seperti smart parking, teknologi terbaru untuk mencari lahan parkir yang kosong melalui ponsel pintar. Jaringan latensi rendah dengan keterlambatan (delay) sebesar 10ms juga memungkinkan penggunaan aplikasi pintar untuk industri, seperti pertambangan dari jarak jauh (remote mining) dan proses produksi industri, serta aplikasi untuk pertolongan pada saat bencana alam.”

Teknologi ini dapat menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses data yang lebih cepat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Ernst and Young, terdapat 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna ponsel pintar di Indonesia pada tahun 2016.

Sebagai tahap awal, pada Oktober 2016, Huawei Indonesia telah bekerja sama dengan Telkomsel untuk meluncurkan uji jaringan 4.5G dalam ruangan tercepat di Jakarta, yang dilanjutkan dengan Bandung dan Surabaya pada Desember 2016.

“Huawei berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian negara, khususnya dalam menciptakan ekosistem teknologi 4.5G yang dapat diandalkan, sehingga dapat mempercepat terwujudnya ekonomi digital. Kami berharap manfaat perluasan jaringan 4.5G di tahun ini akan langsung dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya seluruh pihak yang terlibat dalam ajang olahraga berskala besar,” tutup Rosidi. (Icha)

 

IDC dann CBN Fasilitasi Para Administrator OpenIXP Kopdar

 

Telko.id – Indonesia Data Center (IDC Indonesia) dan CBN menyelenggarakan ajang pertemuan System Administrator (SysAdmin) terbesar bertajuk OpenIXP Gathering 2017. Tak kurang dari 1500 orang SysAdmin dari seluruh Indonesia berkumpul hari ini di Empirica Event Space, SCBD – Jakarta untuk saling bersilaturahmi dan bertukar informasi secara langsung.

“Saat ini terdapat 735 Autonomous System Numbers (ASN) yang terdaftar dalam exchange routing Indonesia, berasal dari beragam industri, mulai dari Internet Service Provider, pemerintahan, NAP, pendidikan, operator telekomunikasi, bisnis, dan lain sebagainya. Masing-masing ASN tersebut digawangi oleh SysAdmin utama dan tim yang menjaga kestabilan traffic internet di Indonesia selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu dan 365 hari per tahun. Para SysAdmin yang disebut juga Opisboy ini saling bahu-membahu menjaga dan bertukar informasi traffic setiap harinya untuk di dunia maya, seperti mailing list ataupun group social messanger,” kata Johar Alam Rangkuti, Komisaris PT IDC Indonesia / Head of OPENIXP Admin.

Survei APJII di tahun 2016 mencatat bahwa 132,7 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, mengalami kenaikan 51,8 persen dibandingkan pada tahun 2014 lalu. Sedangkan data traffic internet nasional Indonesia saat ini adalah sebesar 165562,75Mbps.

“Perkembangan penggunaan internet ini menjadi hal yang menggembirakan sekaligus menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para Opisboy. Kami bersyukur CBN menyambut baik dan mendukung penuh acara OpenIXP Gathering 2017 ini, dimana para Opisboy dari seluruh perwakilan ASN di Indonesia dapat bertemu secara langsung dengan rekan seperjuangannya yang sehari-hari hanya ditemui secara maya. Dengan kehadiran undangan yang lebih dari 90%, acara ini dapat dikatakan sebagai event SysAdmin terbesar se-Asia Tenggara,” ujar Johar.

“Sebagai salah satu admin OpenIXP, saya sangat bangga dengan pencapaian OpenIXP di Indonesia saat ini. Dukungan pada OpenIXP Gathering 2017 adalah ‘kado’ kami kepada insan SysAdmin / Opisboy sebagai para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ di dunia internet Indonesia pada HUT CBN ke-21 tahun yang jatuh pada tanggal 8 Januari 2017 lalu,” ujar Marcelus Ardiwinata, Chief Operating Officer CBN menjelaskan.

OpenIXP terbentuk karena kebersamaan, saling membutuhkan, saling membantu, saling menjaga, dan saling memiliki. Diharapkan, para Opisboy akan semakin solid dalam menghadapi tantangan kestabilan jaringan internet Indonesia dan tetap saling bertukar pengetahuan serta pengalaman.

Acara OpenIXP Gathering 2017 turut didukung oleh FiberStar, NOKIA, MMP Media Solutions dan Clicksquare. (Icha)

 

 

 

Multirotor Pilots Community Jadi Wadah Penghobi Drone 

Telko.id – Kemajuan teknologi digital dapat dimanfaatkan di berbagai bidang. Salah satunya adalah penggunaan drone yang tiga tahun belakangan ini semakin marak di Indonesia. Penggunaan teknologi drone digunakan oleh pehobi untuk menghasilkan video dan foto aerial yang memukau. Bagi professional, drone digunakan untuk kepentingan survey perencanaan lahan berskala besar baik itu pembangunan, perkebunan, serta penanganan bencana alam.

Indosat Ooredoo dengan visinya untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, hari ini meresmikan Multirotor Pilots Community sebagai bagian dari Indosat Ooredoo Sport and Art Committee (ISAC) yang sebelumnya sudah ada. Komunitas tersebut dibentuk untuk menjadi wadah bagi karyawan yang memiliki kegemaran pada teknologi drone.

“Kini karyawan Indosat Ooredoo dapat berkumpul di dalam Multirotor Pilots Community untuk berbagi pengetahuan dan berdiskusi seputar teknologi drone. Kami berharap dengan komunitas ini, akan muncul inovasi-inovasi yang bisa dirasakan oleh pelanggan melalui pemanfaatan drone dan berkontribusi maksimal di peta bisnis digital,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

Pemanfaatan teknologi drone bagi perusahaan telekomunikasi dan digital seperti Indosat Ooredoo dapat difokusikan kepada pengembangandigital services. Sebagai contoh pengaplikasiannya yaitu pengiriman barang secara airborne, pembuatan virtual reality video sebagai alat pendidikan, bahkan untuk memproduksi 3D digital imaging yang dapat membantu proses inventory menara, jalur fiber optic serta infrastruktur lainnya.

Para karyawan yang tergabung dalam Indosat Ooredoo Multirotor Pilots Community akan menggeluti perkembangan teknologi drone dan cara pengendaliannya, termasuk pemanfaatan software turunannya baik untuk kepentingan olahraga, dokumentasi dan lainnya sehingga dalam waktu dekat dapat memperkuat posisi Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan.

Indosat Ooredoo Multirotor Pilot Community bekerjasama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) yang menaungi profesionalisme dan keselamatan penerbangan drone di Indonesia dan juga dengan Indonesian Drone Race Federation (IDRF). Pada peresmiannya hari ini, Indosat Ooredoo Multirotor Pilot Community menggelar booth simulator, peragaan akrobatik dari tim racer berskala regional Asia Pacific dari IDRF, dan kawalan keselamatan dari APDI untuk menarik animo karyawan dan umum. (Icha)

Pelanggan Paskabayar pun Kini Diberikan Benefit Yang Maksimal

0

Telko.id – Pelanggan paskabayar, berbeda dengan pelanggan prabayar. Jika pelanggan parabayar cenderung banyak sekali program dan benefit lebih yang diberikan operator. Tapi kini tidak lagi. Khusus bagi pelanggan paskabayar Telkomsel tidak ‘dianaktirikan’ lagi. Sudah ada paket layanan paskabayar dengan benefit premium bernama Halo Kick!

Pelanggan yang mengaktifkan paket ini dapat menikmati berbagai keuntungan lebih, antara lain berupa layanan 4G LTE dan konten hiburan dengan kuota yang lebih besar, serta bonus Telkomsel POIN dan saldo TCASH dengan jumlah yang lebih banyak.

Paket Halo Kick! menyediakan kuota data 4G hingga 50 GB dan kuota data reguler hingga 20 GB. Paket ini juga memberikan kuota spesial untuk menikmati konten video di aplikasi HOOQ dan Viu melalui layanan VideoMAX, serta konten musik di aplikasi LangitMusik Premium, JOOX, Smule, Guvera, Prambors FM, dan Gen FM melalui layanan MusicMAX dengan kuota hingga 70 GB.

Benefit lain dari Paket Halo Kick! adalah Telkomsel POIN dengan jumlah hingga 2.500 POIN dan saldo TCASH dengan nominal hingga Rp 350.000. Di samping itu, pelanggan juga memperoleh bonus pemakaian telepon hingga 1.000 menit dan bonus SMS hingga 2.000 SMS yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan semua pelanggan kartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP di seluruh Indonesia. Seluruh keuntungan layanan Halo Kick! tersebut berlaku untuk pemakaian selama 30 hari dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 100.000.

“Paket Halo Kick! memberikan berbagai benefit yang lebih maksimal serta lebih lengkap dibandingkan layanan paskabayar yang tersedia di pasar saat ini. Kami berharap Paket Halo Kick! dapat membuat pelanggan semakin nyaman dalam menikmati beragam manfaat yang dihadirkan,” ujar Nirwan Lesmana, Vice President Brand & Communications Telkomsel menjelaskan.

Pelanggan dapat melakukan pengecekan sisa penggunaan kuota layanan dalam paket ini dengan mengakses aplikasi MyTelkomsel yang bisa diunduh secara gratis di Google Play Store bagi pengguna perangkat Android maupun Apple App Store bagi pengguna perangkat Apple. Selain itu, pelanggan juga bisa menghubungi *111# atau *889#. Untuk berlangganan kartuHalo dengan Paket Halo Kick!, pelanggan cukup mendaftar di kantor pelayanan GraPARI terdekat.

Kenyamanan pelanggan kartuHalo dalam menikmati berbagai manfaat Paket Halo Kick! didukung jaringan berkualitas milik Telkomsel melalui penggelaran lebih dari 124.000 base transceiver station (BTS), termasuk lebih dari 5.200 eNode B (BTS 4G), yang tersebar di seluruh Indonesia. (Icha)

 

Produsen Smartphone dari Cina ini Memiliki Target Penjualan $ 14 Miliar di 2017

0

Telko.id – Kehadiran Xiaomi beberapa tahun lalu cukup mengagetnya banyak orang. Langsung menlonjak dan melibas beberapa merek global lain di pasar. Namun, namanya bisnis, produsen asal Cina ini juga sempat melemah. Tahun 2017, tidak akan terlalu agresif karena akan melakukan beberapa langkah strategis yang diperlukan.

“Kami akan memperlambat laju ekspansi bisnis dan merombak strategi ritel online yang menjadi fokus kami. Dengan kondisi ini, kami akan menargetkan penjualan lebih dari 100 miliar Yuan atau sekitar US$14 Miliar, kata Lei Juni, Chief Executive Xiaomi, seperti dilansir dari Bloomberg News.

Langkah Xiaomi yang akan dilakukan pada 2017 ini akan meliputi peningkatan empat kali lipat jaringan toko untuk 200 outlet, memperluas pasar secara global dan memperdalam penelitian kecerdasan buatan dan keuangan secara online. Dalam memo yang diposting di akun WeChat nya, pengusaha miliarder mengakui perusahaannya telah mencoba untuk tumbuh terlalu pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2014 lalu, value dari Xiaomi senilai $ 45 milyar. Hal ini menjadikannya salah satu perusahaan starups terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan Apple Inc, perusahaan ini memperoleh pendapatan dua kali lipat pada tahun 2014 dan mencapai puncaknya di pasar smartphone Cina.

Sayang, pada 2015 mampu disusul oleh pesaing lokalnya yakni Oppo dan Huawei Technologies. Saat itu, Lei menetapkan target 100 miliar Yuan namun tidak tercapai.

Keberhasilan Xiaomi ini dikarenakan menerapkan model penjualan hanya melalui jalur online. Tentu langkah ini mampu mengurangi biaya yang sangat signifikan. Kesuksesan inilah yang kemudian banyak ditiru. Itu sebabnya, pada tahun ini akan melakukan pendekatan yang mirip dengan saat pertama kali masuk ke pasar. Rencananya, tahun 2017 ini akan membangun jaringan sekitar 54 outlet di seluruh negeri.

“Yang terburuk sudah berakhir,” kata Lei dalam memo tersebut. “Sementara menciptakan pertumbuhan yang ajaib dalam sejarah modern bisnis tidak mudah. Di sisi lain, po, kita tidak terjawab di daerah potensi pertumbuhan juga. Itu sebabnya kita harus memperlambat kecepatan kami, dan serius belajar dari kesalahan kita. “Lei tidak menawarkan spesifik seperti apa mungkin melambat.

Xiaomi mendapat investasi sebesar US$ 1,1 miliar pada 2014. Termasuk dari GIC Pte., All-Stars Investment Ltd dan DST. Perusahaan ini sekarang mengandalkan India untuk perkembangan selanjutnya yang mampu menyumbangkan penjualan lebih dari U$ 1 miliar pada 2016.

Bisnis Xiaomi sendiri tidak hanya smartphone. Tetapi juga menjual berbagai jenis gadget elektronik dan peralatan. Mulai dari pembersih udara ke Vacuums robot, yang dibuat oleh apa yang disebut ekosistem-mitranya. “Penjualan melalui manufaktur dan branding mitra seperti itu melebihi 15 miliar yuan pada 2016, kata Lei.

“Xiaomi adalah sebuah perusahaan dengan ambisi besar. Kami tidak akan puas menjadi hanya pembuat smartphone e-commerce, “katanya. “The e-commerce hanya strategi kini sudah tidak cukup lagi karena penjualan online hanya membutuhkan 10 persen dari total penjualan ritel, setelah semua,” tutup Lei. (Icha)

XL Upgrade Jaringan Dengan Teknologi Modulasi 4×4 MIMO 256 QAM

0

Telko.id –  Trafik data seluler setiap waktu nya terus meningkat. Demikian juga dengan XL Axiata Tbk. Di mana setiap bulan penggunaan data rata-rata per pelanggan mencapai 6,5 GB. Itu sebabnya XL menerapkan strategi untuk maksimalkan frekuensi yang dimiliki dengan mengimplentasikan teknologi modulasi 4×4 MIMO 256 QAM (Quadrature Amplitude Modulation).

Langkah ini harus dilakukan XL karena perusahaan ini kini fokus untuk menjadi perusahaan digital. Jadi salah satu cara yang diambil adalah dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan 4G LTE yang kini semakin menjadi kebutuhan pelanggan untuk beraktifitas di dunia digital baik bagi kebutuhan personal maupun bisnis.

Teknologi modulasi 4×4 MIMO 256 QAM ini mampu meningkatkan kecepatan sebesar 30% diatas teknologi 4×4 MIMO yang sudah diterapkan oleh XL saat ini, hingga mencapai lebih dari 360 Mbps untuk lebar spektrum yang sama (20 MHz). XL meyakini, pada layanan 4G LTE, kecepatan dan kapasitas yang semakin baik akan memperbesar manfaat positif layanan 4G bagi pelanggan dan masyarakat penggunanya.

“Secara teknis, keunggulan yang bisa XL dapatkan dari penerapan teknologi modulasi 256 QAM adalah peningkatan kapasitas dan peningkatan kecepatan downlink akses hingga 30% dengan lebar pita spektrum yang sama,” ujar Rahmadi Mulyohartono, VP LTE XL menjelaskan.

Rahmadi menambahkan bahwa “Perbedaan teknologi ini dengan MIMO 4×4 (4T4R) yang telah diimplementasikan oleh XL sebelumnya adalah pada teknologi modulasi yang digunakan yaitu 256 QAM. Dengan hanya melakukan software upgrade, teknologi modulasi 256 QAM ini memberikan peningkatan kecepatan throughput data hingga 30% diatas dari teknologi sebelumnya yang berbasis modulasi 64 QAM,”.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari teknologi yang diterapkan oleh XL ini adalah pelanggan yang sudah menggunakan device yang support. Sayangnya, device atau smartphone yang support teknologi modulasi 4×4 MIMO 256 QAM belum banyak. “Masih smartphone dengan kelas premium saja yang support. Namun, hal itu lebih disebabkan karena pilihan produsen smartphone karena dari chipset Qualcomm sudah dukung teknologi tersebut sebenarnya,” ujar Shannedy Ong, Country Manager Qualcomm Indonesia.

Walau demikian, pelanggan yang belum menggunakan device yang support tersebut, tetap akan merasakan manfaatnya. Setidaknya akan memperoleh peningkatan kecepatan download sampai 65%, untuk downlink mencapai 40%, lalu daya tangkap indoor lebih kuat 8 kali karena ada penguatan hingga 3dB.

Penerapan teknologi modulasi 256 QAM ini kini sedang dalam persiapan, dan akan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan akan kapasitas dan kualitas layanan ke pelanggan. Dalam persiapan ini, XL didukung pula oleh Ericsson dan Huawei. Untuk Ericsson di wilayah Jabodetabek, DIY dan Jawa Tengah. Sedangakan Huawei kebagian wilayah Bandung, Surabaya dan Denpasar.

XL 4×4 MIMO 256 QAM

Sejak komersialisasi layanan 4G LTE, XL juga telah melakukan persiapan teknis untuk penerapan sejumlah teknologi guna meningkatkan kualitas layanan XL 4G LTE mulai dari Carrier Aggregation(CA), License Assisted Access (LAA), dan kini Modulasi LTE 256 QAM. XL sudah mulai menerapkan teknologi 4.5G 4×4 MIMO di Jabodetabek, Bandung, DIY dan Jawa Tengah, Surabaya, dan Denpasar.

Dengan penerapan sejumlah teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas layanan 4G tersebut ternyata memberikan hasil. Antara lain berupa terus meningkatnya trafik layanan 4G oleh pelanggan XL sepanjang 2016. Jika pada Juni 2016 trafik sekitar 107 TB per hari, maka terus meningkat menjadi 605 TB di Desember 2016.  Peningkatan trafik 4G ini seiring dengan semakin baiknya kualitas layanan berupa koneksi yang semakin cepat dan stabil, serta terus meningkatnya jumlah pelanggan yang beralih ke 4G.

Hal tersebut yang membuat XL yakin bahwa langkah yang diambilnya untuk upgrade jaringan ini sudah sesuai. Namun, XL tidak akan serta merta mengimplementasikan di semua wilayah. Ada prioritas yang ditentukan berdasarkan trend data.

Sementara itu, mengenai rencana pengembangan layanan XL 4G LTE di tahun 2017, XL akan terus membawa layanan ini ke lebih banyak kota lagi, termasuk kota-kota kecil dan di luar Jawa. Pengembangan layanan ini ke wilayah yang lebih luas dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia sesuai dengan visi XL untuk menyediakan layanan internet cepat guna membantu masyarakat Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.

Sudah terbukti, berbagai kegiatan ekonomi dan sosial bisa ditingkatkan kinerja dan produktivitasnya melalui layanan internet cepat. Selain itu, penetrasi layanan internet cepat juga untuk mendukung percepatan pembangunan oleh pemerintah, sesuai dengan visi Indonesia Broadband Plan (IBP).

Seiring dengan perluasan layanan 4G tahun ini, maka XL juga berharap akan bisa meningkatkan jumlah pelanggan sepanjang tahun 2017 ini. Untuk itu, selain menyediakan jaringan yang berkualitas dan perluasan wilayah layanan, XL juga akan melanjutkan berbagai program yang terkait dengan penyediaan ekosistem 4G yang lebih lengkap dan menarik bagi pelanggan dan masyarakat. Selain itu, layanan mobile broadband atau MBB juga akan terus digiatkan. (Icha)