spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1521

Perangkat IoT Dual Mode Mulai Merangsek Ke Pasar

0

Telko.id – Bukan hanya smartphone yang memiliki dua standar atau lebih dikenal dengan dual mode. Perangkat IoT atau internet of Things pun sudah mulai menanamkan dual mode. Langkah yang cerdik ini dilakukan oleh Sierra Wireless dan U-Blox.

Kedua produsen IoT tersebut telah mengumumkan modul yang mendukung dua standar seluler yang berbeda untuk konektivitas di area dengan kekuatan rendah. Kedua perusahaan tersebut membawa solusi yang mendukung LTE Kategori M1 (Cat M1) dan narrowband IoT (NB-IoT).

LTE Cat M1 ini menggunakan 1,4 megahertz bandwidth sementara NB-IoT hanya menggunakan 200 kilohertz. Cat M1 menaikkan tingkat uplink dan downlink data pada 1 megabit per detik, dan NB-IoT mampu bekerja di kedua 1.4 megahertz maupun 200 kilohertz dengan kecepatan sekitar 0,2 megabit per detik.

Di Amerika Serikat, Verizon Wireless dan AT & T telah menambahkan teknologi LTE Cat M1 ke jaringan mereka, namun sejauh ini belum ada operator A.S. yang telah mengumumkan ketersediaan NB-IoT yang tersebar luas di jaringannya.

Sierra Wireless mengatakan bahwa modul AirPrime WP77 akan memungkinkan pelanggan untuk menggunakan perangkat yang sama dengan beberapa operator jaringan di seluruh dunia. Modul ini mendukung fallback 2G untuk area di mana cakupan LTE tidak tersedia secara luas.

U-Blox mengatakan modul SARA-R410M-02B-nya akan menawarkan konfigurabilitas berbasis perangkat lunak untuk semua band yang digunakan. Ini berarti pelanggan berpotensi berubah dari standar konektivitas ke standar lainnya tanpa menyentuh setiap titik akhir secara fisik. Hal ini penting karena dalam banyak penerapan IoT, karena titik akhir mungkin berada di lokasi terpencil.

U-Blox juga mengatakan bahwa SARA-R410M-02B juga akan mendukung fungsi suara melalui jaringan LTE menggunakan Cat M1, yang dapat digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan interaksi dengan manusia. Seperti yang dilakukan oleh Verizon Wireless pada akhir bulan lalu yang sedang menambahan dukungan VoLTE ke jaringan Cat M1-nya.

Apa yang dilakukan oleh Sierra Wireless dan U-Blox ini dengan memperoduksi perangkat IoT dengan kemampuan dual-mode yang menggunakan chip modern dan dapat bekerja di jaringan Cat M1 dan NB-IoT memang bukan yang pertama. Qualcomm dan pembuat chip Prancis, Sequans telah lebih dahulu memperkenalkan modem dual-mode. (Icha)

ZTE Test 5G NR Bareng China Unicom

0

Telko.id – Banyak pihak melakukan ujicoba 5G dengan menggunakan berbagai teknologi. Maklum saja, pasalnya belum ditentukan teknologi yang bakal dijadikan standar industry. Sebagai salah satu perusahaan teknologi, ZTE baru saja selesai melakukan ujicoba 5G NR (New Radio) pada pita 3.5 GHz termasuk juga penggunaan teknologi MIMO atau Multiple Input Multiple Output.

Ujicoba terbaru 5G NR, yang diselesaikan oleh vendor ZTE dan China Unicom ini fokus untuk menerapkan 5G pada spektrum sub-6 GHz, khususnya pita 3,5 GHz, seperti dilansir dari RCR Wireless.

Spesifikasi 5G NR ini memang sudah ditetapkan untuk disertakan dalam Release 15 dan masuk dalam penerapan standar-compliant dalam jangka waktu 2020. Hal ini telah disampaikan pada Awal tahun ini, pada sebuah rapat paripurna di Dubrovnik, Kroasia. Di mana, para anggota 3GPP sepakat untuk memperkenalkan spesifikasi intermediate, non-standalone 5G NR, untuk memfasilitasi penyebaran percobaan skala besar pada tahun 2019.

Menurut Lorenzo Casaccia, wakil presiden standar teknis untuk Qualcomm Technologies, menggambarkan varian non-standalone dan standalone dari spesifikasi 5G NR:

  • Non-Standalone (NSA) 5G NR akan memanfaatkan jaringan radio dan inti LTE yang ada sebagai jangkar untuk pengelolaan dan jangkauan mobilitas sambil menambahkan carrier 5G baru. Ini adalah konfigurasi yang akan menjadi target penyebaran awal 2019 (dalam terminologi 3GPP, ini adalah skenario penyebaran NSA 5G NR Opsi 3).
  • Standalone (SA) 5G NR menyiratkan kemampuan pesawat pengguna dan kontrol penuh untuk 5G NR, memanfaatkan arsitektur jaringan inti 5G yang baru yang juga sedang dilakukan di 3GPP.

China Unicom sendiri menggunakan perangkat pra-5G yang dimiliki oleh ZTE. Termasuk base station yang mendukung massive MIMO, walaupun masih belum menjadi teknologi standar tetapi paling banyak digunakan sebagai rujukan untuk rujukan konfigurasi transmit/receive antena 64 × 64, serta LDPC (low-density parity check).

Pengujian yang berbasis di Shenzhen ini menggunakan kanal 100 megahertz agar dapat mensimulasikan jaringan komersial yang sebenarnya, dan didasarkan pada pekerjaan yang dimulai tahun lalu di laboratorium 5G China Unicom. Tujuan akhir di sini adalah penerapan pra-standar pada tahun 2019 diikuti oleh “penyebaran skala besar pada tahun 2020,” menurut perusahaan tersebut.

Dengan ujicoba ini, ZTE berharap akan memperoleh peningkatan pendapatan dari penjualan peralatan standar 5G pada tahun 2019, seperti yang dikatakan oleh Alex Wang, Managing Director 5G solutions ZTE pada konferensi pers di Jepang beberapa waktu lalu.

Wang juga sempat menyampaikan bahwa perusahaan berharap memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dari penjualan peralatan terkait 5G mulai 2020 dan seterusnya. Walaupun semua itu akan tergantung pada roadmap operator seluler untuk peluncuran layanan 5G secara komersial.

Wang juga menambahkan bahwa ZTE bekerja sama dengan Qualcomm pembuat chip A.S. dan banyak operator untuk melakukan tes end-to-end.

“Sangat penting seluruh ekosistem bekerja sama, termasuk handset dan chipset. Pada 2019 dan 2020, kami yakin akan ada penawaran komersial dari handset, “kata Wang.

“Kami menganggap operator China dan Jepang akan mengikuti definisi berbasis 3GPP dengan lebih ketat,  dan akan diluncurkan sekitar tahun 2020. Jika ada yang melakukan peluncuran lebih awal, memang menjadi pilihan operator itu sendiri, namun kami tidak berpikir itu adalah standar yang sesuai 5G,” kata Wang. (Icha)

 

Xiaomi Akuisisi Aset Nokia Untuk Kembangkan IOT dan AI

0

Telko.id – Kolaborasi merupakan cara tercepat dan efisien untuk mengembangkan bisnis. Hal ini juga yang dianut oleh Nokia. Terlebih dalam pengembangan IOT perlu mitra yang sesuai agar mampu menghadapi deras nya permintaan.

Untuk itu Nokia menggandeng Xiaomi. Vendor asal Finlandia Nokia dan perusahaan Cina Xiaomi telah menandatangani perjanjian kerjasama bisnis dan perjanjian paten multi-tahun, termasuk lisensi silang dengan paten penting pada standar seluler yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan, dan bekerja sama dalam IOT, Artificial Intelligence (AI) dan data teknologi yang berhubungan dengan pusat.

Perusahaan Cina ini juga mengakuisisi aset paten dari Nokia sebagai bagian dari transaksi.

Menurut ketentuan perjanjian kerjasama, kedua perusahaan mengumumkan rencana untuk mencari peluang untuk bekerja sama dalam bidang-bidang seperti internet hal (IOT), ditambah dan virtual reality dan AI.

“Dengan adanya kolaborasi ini, kami juga berharap dapat bekerja sama dalam berbagai proyek strategis,” kata Rajeev Suri, Presiden dan CEO Nokia.

Nokia dan Xiaomi juga akan bekerja sama dalam solusi transportasi optik untuk datacenter interkoneksi, IP Routing berdasarkan prosesor jaringan FP4 yang baru saja diumumkan oleh Nokia, dan data center fabric solution.

Dengan kehadiran di lebih dari 30 negara dan wilayah, Xiaomi berfokus pada manufaktur smartphone serta di internet dalam ruangan. Mi, ekosistem platform IOT Xiaomi saat ini telah menghubungkan lebih dari 60 juta perangkat dan sekarang ada lebih dari 8 juta perangkat aktif harian terhubung pada Mi Platform ekosistem.

“Xiaomi berkomitmen untuk membangun berkelanjutan, kemitraan jangka panjang dengan para pemimpin teknologi global. Kolaborasi kami dengan Nokia akan memungkinkan kita untuk lebih cepat memimpin dalam industri, memiliki jaringan kinerja tinggi dan kekuatan yang tangguh dalam perangkat lunak dan layanan, sehingga kita mampu untuk menciptakan lebih banyak produk dan jasa serta memberikan pengalaman terbaik untuk fans Mi kami di seluruh dunia yang luar biasa, “kata Lei Jun, ketua dan CEO Xiaomi. (Icha)

Qualcomm Berusaha ‘Jegal’ Impor dan Penjualan Apple iPhone

0

Telko.id – Perselisihan antara Qualcomm dan Apple belum usai juga. Gugatan terbaru dari pembuat chipset asal Amerika terhadap Apple adalah Qualcomm meminta regulator perdagangan AS untuk tutup keran impor iPhone.

Dalam gugatannya tersebut, Apple telah diduga melanggar enam hak paten Qualcomm paten, termasuk teknologi yang meningkatkan masa pakai baterai iPhone dan Qualcomm ingin Apple membayar ganti rugi.

“Apple terus menggunakan teknologi Qualcomm tapi menolak untuk membayar untuk itu,” kata Don Rosenberg, Executive Vice President and General Counsel Qualcomm, seperti yang dilansir dari CNBC.

Qualcomm berharap regulator untuk menyelidiki ponsel yang menggunakan selular prosesor dari Qualcomm dan menghentikan penjualan iPhone yang melanggar paten.
Gugatan terbaru nya ini menjadi babak lanjutan dari pertempuran antara Apple dan Qualcomm.

Don juga menambahkan bahwa “Qualcomm telah mengajukan keluhan ke Pengadilan negeri Amerika untuk Southern District of California dan dengan Amerika Serikat Komisi perdagangan internasional. Kami tidak tahu persis berapa jumlah iPhone yang akan terpengaruh.

Namun, Apple berkilah. “Kami sangat percaya dalam nilai kekayaan intelektual tapi kami seharusnya tidak harus membayar mereka untuk terobosan teknologi mereka telah tidak ada hubungannya.

Apple dalam sanggahan nya juga mengatakan bahwa “Kami selalu bersedia untuk membayar secara adil untuk standar teknologi yang digunakan dalam produk kami dan karena mereka menolak untuk bernegosiasi wajar kami meminta Pengadilan untuk membantu.”

Sebelumnya, Apple pada bulan Januari menggugat Qualcomm untuk sekitar $ 1 miliar, mengklaim Qualcomm telah “mengklaim royalti untuk teknologi yang tidak ada hubungannya dengan.”

Perjuangan dengan Apple ini ‘membebani’ Qualcomm, terutama dari sisi finasial. Pasalnya, Apple menolak untuk melakukan pembayaran hingga sengketa ini sudah diputuskan oleh pengadilan. “Tanpa disepakati nya berapa banyak yang harus dibayar, kami telah menangguhkan pembayaran sampai jumlah sudah sesuai dan ditentukan oleh Pengadilan,” Apple mengatakan.

Padahal, produsen chipset ini sangat berharap dengan hadirnya standar data baru, seperti 5G, akan membuatnya dapat tetap menjadi yang di depan pesaing seperti Intel. Yang tentunya membutuhkan dukungan finansial yang bagus juga.

Qualcomm secara terpisah telah diselidiki oleh Komisi perdagangan Federal, yang diduga bahwa Qualcomm menggunakan hubungan eksklusif dengan Apple untuk menjaga persaingan dan semakin kuat. Namun, Qualcomm berdalih bahwa penyelidikan tersebut didasarkan pada “cacat teori hukum” dan “kurangnya dukungan ekonomi.” (Icha)

MyRepublic Bakal ‘Borong’ Pulsa Dari M1, Starhub atau Singtel

0

Telko.id – Mimpi besar MyRepublic untuk jadi operator fibre broadband di Singapura belum juga padam. Padahal, tahun lalu pernah gagal untuk memperoleh lisensi sebagai operator keempat di negeri Singa itu. Kalah oleh TPG, perusahaan telekomunikasi asal Australia.
Agar mimpinya bisa tercapai, MyRepublic mengumumkan rencananya untuk tetap meluncurkan layanan mobile pada awal Oktober tahun ini, seperti yang dilansir dari Straight Times.

Strategi yang dilakukan adalah dengan membeli pulsa dalam jumlah besar dari salah satu telcos dominan yang ada di Singapura. Bisa ke Singtel, StarHub atau M1, dibandingkan dengan membangun jaringan seluler fisiknya sendiri.

Strategi seperti yang akan dilakukan oleh MyRepublic ini dikenal sebagai operator jaringan virtual mobile (MVNO). Operator inipun sudah mengantongi lisensi bulan lalu (Juni). Life, merupakan salah satu contoh MVNO yang membeli airtime secara massal dari M1.

CEO MyRepublic Malcolm Rodrigues mengatakan akan menawarkan “data mobile yang murah” di Singapura. Tanpa memberikan rincian strateginya.

Bahkan, Rodrigues menambahkan bahwa beberapa hari setelah” TPG memenangkan lisensi telco keempat menerima telepon dari dua operator.

Sayang, Rodrigues yang juga mantan eksekutif di StarHub tidak mengatakan perusahaan telko mana yang akan diambil. “Tunggu pengumuman lebih lanjut tentang peluncuran layanan mobile kami,” ujar Rodrigues.

Sementara itu, StarHub mengaku sedang “dalam pembicaraan dengan pihak yang berkepentingan mengenai kemitraan MVNO” namun tidak disebutkan nama partai tersebut.

Namun, seorang juru bicara M1 mengatakan: “Kami tidak berdiskusi dengan MyRepublic atas tawaran MVNO manapun.”

Pada kesempatan yang sama, Rodrigues juga menampik tentang rumor yang menyatakan bahwa MyRepublic berencana membeli M1, dengan mengatakan: “Kami tidak mengejar penjualan M1.”

MyRepublic sendiri sudah sejak Mei melakukan penggalangan dana. Harapan nya adalah dapat mengumpulkan $ 100 juta untuk mendorong impian menjadi penguasa telco di Singapura dan tiga pasar lainnya – Australia, Selandia Baru dan Indonesia. Namun, rencana untuk beroperasi di Indonesia, Australia dan Selandia baru akan direncanakan Untuk tahun depan

Dana yang terkumpul, rencana nya akan digunakan untuk memasang infrastruktur serat optik di Indonesia dan untuk menumbuhkan basis pelanggan serat optiknya, yang saat ini sudah mencapai 100.000 pelanggan.

Di Singapura, MyRepublic memiliki 70.000 pelanggan serat optik. Perusahaan ini berharap bisa meraih pangsa pasar 5-6 persen di pasar ponsel Singapura dalam lima tahun.

Ini juga bertujuan untuk menjadi menguntungkan pada pertengahan tahun 2018, sebagai penawaran saham perdana (initial public offering / IPO) yang direncanakan pada akhir tahun 2018. Ini mengevaluasi apakah akan mencantumkan di Singapura, Hong Kong atau Australia.

Hasil dari IPO akan digunakan untuk membantu perusahaan berkembang di delapan pasar regional lainnya termasuk Malaysia, Filipina dan Thailand dalam lima tahun.

MyRepublic telah mengumpulkan total $ 120 juta sebelumnya dari para investor strategis termasuk dari perusahaan telekomunikasi terdepan di Brunei, DST Communications; Sunshine Network, Sinar Mas; dan miliarder Prancis Xavier Niel, yang mendirikan penyedia layanan mobile dan Internet Gratis di Prancis. (Icha)

Layanan Indosat Ooredoo Sampai H+7 Lebaran 2017 Naik 117.15%

0

Telko.id – Jaringan telekomunikasi Indosat Ooredoo secara konsisten menjamin performansi layanan telekomunikasi dengan baik hingga masa lebaran H+7 (2 Juli 2017). Layanan Data Indosat Ooredoo mengalami peningkatan sebanyak 117.15% dibanding trafik data H+7 Lebaran tahun lalu.

Jika dibandingkan dengan penggunaan data harian regular non-lebaran, penggunaan data ini meningkat menjadi sekitar 3154.34 Terabyte/hari atau naik 56.44% dibandingkan trafik data reguler pada hari biasa.

Peningkatan trafik data ini sejalan dengan tren penggunaan sosial media di masyarakat, terutama aktifitas komunikasi menggunakan berbagai aplikasi dalam berkomunikasi dan bersilaturahmi selama masa mudik dan libur Lebaran.

Sementara itu, data terakhir menunjukkan terjadinya perubahan tren penggunaan dari Voice dan SMS ke penggunaan social media di masyarakat mengakibatkan penurunan jumlah Voice dan SMS dibandingkan kondisi hari H+7 Lebaran tahun 2016 dimana trafik voice hari H+7 tahun 2017 mengalami penurunan 27.63%. Sedangkan trafik SMS hari H+7 tahun 2017 turun 50.39% dibandingkan trafik SMS pada H+7 tahun 2016.

“Masa mudik dan libur lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat menggunakan momen ini untuk bersilaturahmi dan menghubungi sanak saudara di berbagai pelosok Indonesia. Indosat Ooredoo sadar akan pentingnya kualitas jaringan untuk mendukung momen penting ini sehingga kami memastikan jaringan dalam kondisi baik dan dapat melayani kebutuhan pelanggan selama masa mudik dan lebaran. Semua layanan baik voice, sms dan layanan data berlangsung dengan baik,” ujar Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo. 

”Untuk memastikan kapasitas jaringan yang baik, Indosat Ooredoo melakukan peningkatan layanan hingga menjadi 7344 Terabyte/hari, dan kapasitas layanan suara disiapkan menjadi 37,5 juta Erlang/hari, sedangkan untuk kapasitas SMS ditingkatkan menjadi 1,9 Miliar SMS/hari untuk pelanggan nasional Indosat Ooredoo yang berjumlah 95,6 juta di seluruh Indonesia,” demikian disampaikan Deva Rachman .

Selain itu performansi jaringan Indosat Ooredoo juga memastikan melayani dengan baik melalui pemantauan jaringan yang dikendalikan dari Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC) sebagai Command Centre.

Command Center beroperasi beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran untuk mengidentifikasi secara proaktif melalui tim Performance Monitoring sebelum sebuah gangguan berimbas bagi pelanggan, dan secara reaktif melalui tim Customer Service sehingga bila ada kendala dapat diselesaikan sesegera mungkin. (Icha)

Samsung Siap Tambah Investasi $ 18 Miliar Untuk Kembangkan Chipset

0

Telko.id – Samsung Electronics Co, produsen chip memori terbesar di dunia, mengumumkan akan melakukan investasi baru untuk memperluas output semikonduktor di Korea Selatan sebesar 20,4 triliun won atau sekitar $ 18 miliar.

Sebelumnya, Samsung sudah menghabiskan 15,6 triliun won di pabrik Pyeongtaek, Seoul Selatan. Dengan tambahan tersebut maka total investasi di fasilitas tersebut akan meningkat menjadi 30 triliun won pada 2021, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Selain itu, perusahaan yang berbasis Suwon ini juga akan melakukan investasi 6 triliun won untuk memperluas produksi di Hwaseong dan sedang  mempertimbangkan lokasi baru untuk pembuatan display terutama untuk produksi dioda pemancar cahaya organik pada tahun 2018 dan jalur produksi kedua di Xi’an di China.

Samsung mengumumkan rencana pembelanjaannya karena mulai memproduksi chip secara massal dari fasilitas Pyeongtaek yang sudah lebih dari dua tahun beroperasi sejak awal pembangunan nya. Perusahaan ini dibangun dengan kapasitas yang kiranya akan mampu untuk memenuhi lonjakan permintaan yang diharapkan dari Internet of Things, teknologi kecerdasan buatan dan otomotif.

Sebagai informasi, selain smartphone dan televisinya, bisnis chip Samsung merupakan penyumbang pendapatan terbesar karena menjadi pemasok ke produsen ponsel, komputer dan perangkat lainnya.

Pada 2016 lalu saja, semikonduktor menghasilkan 46,5 persen pendapatan operasional di perusahaan tersebut, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (Icha)

Operator Ini Ngajak Nonton Bareng Pelanggan nya di Liburan Lebaran

0

Telko.id – Terkadang, saat libur lebaran bingung mau kemana. Momen ini dimanfaatkan oleh Telkomsel untuk mengajak pelanggan nya nonton bareng dan jumpa artis dengan para pemain film Surat Kecil Untuk Tuhan (SKUT). Kegiatan yang didukung brand simPATI ini berlangsung di salah bioskop ternama yang ada di kota Bekasi, (1/7).

Dalam acara ini, Telkomsel juga memperkenalkan layanan konten digital *500*78# yang khusus menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penggemar film Surat Kecil Untuk Tuhan.

“Telkomsel kembali menghadirkan layanan digital konten yang diharapkan dapat mendukung perkembangan film nasional. Melalui layanan UMB *500*78#, Telkomsel mengajak pelanggan simPATI merasakan pengalaman berbeda dalam mengakses berbagai konten pilihan yang akan melengkapi keseruan menikmati film Surat Kecil Untuk Tuhan, kata Robby Yandy Manager Branch Karawang Telkomsel.

Layanan UMB *500*78# ini menyajikan beragam menu konten digital menarik seperti berlangganan SMS informasi seru tentang film Surat Kecil Untuk Tuhan, mengakses foto dan video para pemain film, serta layanan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari soundtrack resmi film tersebut.

Selain itu, sebagai apresiasi bagi pelanggan yang sudah berlangganan konten digital *500*78#, Telkomsel juga menghadirkan promo Nonton Bareng Film SKUT secara gratis bagi pelanggan yang beruntung.

Dalam acara Nonton Bareng yang diselenggarakan di kota Bekasi kali ini, para artis pemain film SKUT seperti Joe Taslim, Aura kasih, Bima Azriel dan Izzati Khanza hadir dan menyapa para pelanggan setia produk simPATI dalam sesi Meet & Greet. Lebih dari 150 pelanggan simPATI yang beruntung berkesempatan berinteraksi secara langsung dan berfoto bersama para artis pemain film SKUT, sekaligus menambah keseruan momen libur Lebaran pelanggan.

Setelah Bekasi, acara Nonton Bareng dan Jumpa Artis film SKUT juga akan diselenggarakan di sejumlah kota, di mana salah satunya adalah Cirebon.

“Telkomsel terus menguatkan penetrasi layanan berbasis digital dalam gaya hidup pelanggan saat ini. Dalam menghadirkan layanan konten digital *500*78#, Telkomsel juga menjamin proses transaksi yang dilakukan pelanggan tetap terjaga karena harus melalui verifikasi dan konfirmasi pelanggan secara langsung sebelum layanan tersebut aktif dan dapat dinikmati pelanggan” pungkas Robby. (Icha)

Qualcomm: Pada 2035 Nilai 5G Akan Mencapai $ 12 Triliun

0

Telko.id – Seiring perkembangan 5G, CEO Qualcomm mengatakan masih banyak ruang untuk 4G tumbuh, terutama dengan LTE gigabit. Tetapi di sisi lain, perkembangan 5G pun memberikan peluang untuk memberikan pendapatan sebesar $ 12 triliun pada tahun 2035. Hal ini disampaikan oleh CEO Qualcomm A. Steve Qualcomm, Steve Mollenkopf dalam sebuah presentasi utama di Mobile World Congress Shanghai, seperti dilansir dari RCRwireless.

Mollenkopf mengatakan bahwa angka ini merupakan target pendapatan potensial dari barang dan jasa terkait 5G di seluruh dunia. Industri otomotif saja bisa menghasilkan peluang pendapatan sebesar $ 2,4 triliun, tambahnya.

Menurut perkiraan dari pembuat chip A.S ini, dampak ekonomi terhadap rantai nilai 5G di China, Korea dan Jepang pada tahun 2035 bisa mencapai $ 1,6 triliun, sementara 12,5 juta pekerjaan dapat tercipta dalam kerangka waktu di wilayah tersebut.

Mollenkopf juga menyoroti bahwa masih banyak yang harus dilakukan di ruang 4G, terutama dengan jaringan LTE gigabit baru, yang digambarkannya sebagai jalan menuju penerapan 5G di masa depan.

“Gigabit LTE ada di sini. Kami berada di generasi kedua LTE gigabit kami. Dua puluh operator di seluruh dunia menyebarkannya. Ini adalah langkah pertama menuju pengalaman mobile broadband yang disempurnakan dengan 5G, “katanya.

Selama Mobile World Congress Shanghai, perusahaan yang berbasis di California ini mengumumkan produk baru termasuk platform otomotif Snapdragon-nya, yang dipilih untuk dimasukkan ke dalam sistem infotainment generasi berikutnya di kendaraan pembuat mobil China Geely Auto Group, yang juga memiliki Volvo.

Geely merupakan kendaraan yang menampilkan platform otomotif Snapdragon yang diharapkan akan tersedia mulai 2020 dan seterusnya. Pilih model Geely yang diharapkan bisa menggunakan varian Snapdragon 820Am dari platform tersebut dengan modem LTE X12 terintegrasi, yang mendukung downlink hingga 600 Mbps dan kecepatan uplink 150 Mbps. Solusi ini dirancang untuk menyediakan konektivitas in-car cloud untuk mendukung fitur utama, seperti update over-the-air, navigasi dengan update real-time, berita dan informasi lokal, bantuan darurat dan diagnostik.

Qualcomm juga meluncurkan platform Snapdragon Wear 1200, yang menawarkan dukungan NB-IoT berdaya rendah untuk perangkat yang dapat dikenakan, yang menargetkan anak, hewan peliharaan, pelacak usia lanjut dan kebugaran. Snapdragon Wear 1200 adalah platform multimode untuk tujuan yang dapat ditargetkan pada ruang yang dapat dipakai dimana konsumen menuntut ukuran yang lebih kecil, masa pakai baterai lebih lama, penginderaan lebih cerdas, lokasi konstan dan keamanan yang kuat, Qualcomm mengatakan.

Solusinya juga dilengkapi aplikasi prosesor terintegrasi untuk aplikasi berbasis Linux dan ThreadX dan dapat disesuaikan untuk mendukung suara melalui LTE, Wi-Fi, dan Bluetooth. (Icha)

 

Verizon Sudah Siap Berikan Layanan VoLTE

0

Telko.id – Voice Over LTE atau VoLTE merupakan alternative komunikasi yang bakal ditawarkan oleh Verizon. Hal ini diumumkan pada minggu lalu. Operator ini mengklaim bahwa voice-over LTE bisa bekerja dijaringan LTE Cat M1 miliknya.

Tentu dengan adanya layanan ini akan memberikan kesempatan para pengguna jasa operator ini untuk menggunakan perintah suara saat mengaktifkan perangkatnya. Menurut Verizon, LTE X+Cat M1 ini adalah varian daya rendah teknologi LTE yang mendukung jaringan IoT yang baru diluncurkan Verizon.

“Dengan membuktikan bahwa layanan suara dapat berjalan baik pada jaringan LTE Cat M1, artinya kami akan membuka jalan untuk jenis aplikasi dan layanan IoT yang baru,” kata Rosemary McNally, Vice President Corporate Technology Verizon.

“Ruang IoT menawarkan layanan pendapatan baru untuk operator dan menambahkan kemampuan suara ke perangkat IoT menggunakan kasus seperti panel alarm dan sistem peringatan medis ke tingkat fungsionalitas berikutnya,” kata Eric Parsons, head of product line 4G and RAN mobile broadband Ericsson.

Untuk uji coba LTE Cat M1 ini, Verizon menggunakan infrastruktur jaringan komersial Ericsson dan modem LTE MDM9206 Qualcomm, yang chipnya diaktifkan untuk platform pengembangan ThingSpace IoT Verizon. Qualcomm mengatakan bahwa modem LTE-nya dirancang untuk mendukung LTE Cat M1 dengan VoLTE sehingga operator dapat mengkomersilkan aplikasi dan layanan IoT yang memerlukan suara.

“Memperluas teknologi VoLTE pada jaringan LTE Cat M1 nasional Verizon adalah langkah alami berikutnya dalam evolusi IoT,” kata McNally.

Verizon telah meluncurkan VoLTE di jaringan 4G selama tiga tahun, walaupun banyak ponsel cerdas di semua jaringan operator A.S. masih kembali ke 3G untuk layanan suara. Begitu operator memindahkan sebagian besar pelanggannya ke VoLTE, baru Verizon akan mulai meningkatkan spektrum 3G nya ke LTE. (Icha)