spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1519

Advan Investasi Besar Untuk Buat Operating system Sendiri

Telko.id – Advan menyakini bahwa untuk menjadi sebuah brand besar harus memiliki produk yang bagus. Terlebih, Advan merupakan brand lokal yang harusnya lebih paham dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Itu sebabnya, brand ini juga menginvestasikan dana yang cukup besar untuk membuat operating sendiri yang disebut denganIDOS.

“Kami punya tim sendiri yang terdiri dari anak-anak muda yang kreatif untuk membuat IDOS ini. Baik di Jakarta maupun di Semarang. Setiap masukan akan kebutuhan konsumen akan kami pelajari dan coba diakomodir melalui OS ini,” kata Tjandra Lianto, Marketing Director Advan.

Tjandra juga menambahkan bahwa “Advan tak pernah berhenti untuk melakukan inovasi dan menjadikan kebutuhan konsumen sebagai skala prioritas dalam setiap terobosan yang dihadirkan. IDOS ini kami kembangkan dengan berbagai fitur canggih untuk semakin meningkatkan pengalaman pelanggan dalam menggunakan smartphone Advan.”

Sampai saat ini, sistem operasi ini telah mencapai versi IDOS 6.1.2 yang memakai basis Android Marshmallow 6.0 di mana konsumen sudah bisa mencoba kecanggihanya di smartphone terbaru Advan G1.

Sistem operasi IDOS meningkatkan kesempurnaan di saat menjalankan beragam aktivitas dengan ponsel. Bahkan dengan tren belanja online yang meningkat, IDOS mampu memproteksi data pembayaran masyarakat sehingga dapat bertransaksi dengan lebih aman. Sesuai dengan namanya IDOS adalah kebanggaan masyarakat Indonesia sebagai operating sistem pertama dan satu-satunya yang dikembangkan oleh brand nasional.

Pada proses pengembangannya tersebut, Tjandra mengungkapkan, pihaknya telah menyelesaikan jutaan bugs saat mengembangkan proteksi keamanan data konsumen. Tahun ini, mereka sedang mengembangkan IDOS 7 yang hadir dengan fitur lebih kaya.

Lebih lanjut Tjandra mengatakan, IDOS memiliki user interface khusus yamg dirancang berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan orang Indonesia. “Keberadaan IDOS menjadikan tampilan antar muka ponsel ini semakin fresh dan user friendly,” ujar  Tjandra.

IDOS 6.1.2 ini memiliki empat update utama, yaitu Security, Smart Management, Power Saving, dan Unique Feature. Untuk Security, ada fitur Anti Theft yang berfungsi untuk melindungi pengguna dari akses oarang asing ke smartphone. Ketika salah masukkan  password sebanyak 3 kali, maka otomatis orang yang iseng membuka smartphone kita akan langsung terfoto.

Lalu, ada sistem enkripsi data pengguna yang berfungsi untuk melindungi data pengguna dengan sistem enkripsi ber-password ketika bertransaksi/belanja online. Bahkan ada fasilitas Apps Lock yang akan mengamankan perangkat anda dengan mengunci aplikasi untuk menjaga privasi anda.

Masalah baterai juga diperhatikan oleh Advan. Untuk itu ada fitur Power Saving memiliki 3 mode penghematan baterai, yaitu All-Time Saving yang berfungsi sebagai optimalisasi penghematan untuk penggunaan normal. Smart Saving yang mampu mengenali aplikasi yang berjalan dan menyesuaikan penggunaan daya. Dan, Ultra Saving yang mampu menghemat secara ekstrim dengan memprioritaskan fungsi dasar komunikasi.

Keunggulan lain adalah Smart Management dengan fitur Health Guard di dalamnya. Sebuah aplikasi yang bisa memantau penggunaan perangkat anda sekaligus sebagai pengingat untuk selalu menjaga kesehatan anda. Lalu dilengkapi dengan Picture in Picture yang akan membantu dalam beraktifitas di smartphone sambil tetap dapat nonton video dimana saja dan kapan saja. Selain itu, IDOS 6.1.2 ini juga sudah dilengkapi dengan QR Scan ID yang dapat menyimpan data kontak Anda cukup dengan melakukan Scan Barcode ID.

Keunggulan lain adalah Unique Feature dengan fitur Shake to shot & play yang mampu mengakses kamera dengan cepat tanpa merubah posisi tangan, cukup dengan menggoyangkan perangkat. Begitu juga saat mendengarkan music. Cukup goyangkan saja, player akan perpindah lagu.

Pada IDOS 6.1.2 ini juga terdapat Quick touch yang memiliki fasilitas satu akses shortcut untuk bermacam-macam aktivitas. Mulai dari kembali ke Home, Screenshot, Airplane mode, Ringtone Profile, dan lainnya.

Yang cukup menarik adalah One touch command. Di mana dengan satu sentuhan saja dapat membersihkan sampah di memori agar performa menjadi kembali fresh. Sekaligus juga dapat mengganti wallpaper untuk membuat tampilan baru. Untuk mencari aplikasi yang diperlukan juga sudah diakomodir. Namanya fitur Quick Universal Search. Cukup swipe dari bawah keatas dan masuk ke Quick Universal Search untuk mengetik aplikasi yang anda inginkan.

Satu lagi, Advan juga memiliki fasilitas Panduan Muslim yang akan sangat berguna karena terdapat fitur waktu sholat, masjid terdekat, arah kiblat hingga bacaan Quran.

Dengan semua kemampuan yang dimiliki IDOS ini boleh dibilang, langkah yang dilakukan oleh Advan ini sangat membanggakan Indonesia. Pasalnya, belum banyak brand lokal yang mengembangkan operating sendiri. Yang sudah sempat terdengar hanya Fira OS yang dikembangkan oleh Polytron dan sudah diimplementasikan di line up nya hingga saat ini. (Icha)

Snapdragon 835 Fokus Untuk Tingkatkan Kemampuan Foto dan Video

Telko.id – Saat ini, ekspektasi konsumen terhadap foto dan video sudah semakin tinggi. Tak pelak, semua vendor mengusahakan produk nya memenuhi kebutuhan dari keinginan konsumen tersebut. Namun bukan hanya sekedar lensa yang bagus saja. Prosesor dibelakangnya juga harus cukup canggih agar hasil foto dan video pun semakin baik.

Jika menggunakan kamera digital, hasil foto dan video yang diambil bergantung pada jenis dan mutu sensor gambar, lensa kamera, serta keadaan lingkungan sekitar. Terkadang gambar yang diambil mutunya kurang baik akibat kurangnya pencahayaan, zoom yang pecah, ataupun kemampuan autofocus yang lambat.

Salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan ini adalah melalui teknik fotografi komputasional (computational photography), yaitu pemanfaatan algoritma dan teknologi komputasi cerdas yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gambar, memastikan performa yang cepat, dan menambah kemampuan canggih pengambilan gambar yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Qualcomm menyadari hal itu dan mengakomodirnya dengan mengeluarkan prosesor Snapdragon 835 dilengkapi dengan teknologi yang direkayasa untuk menjadikan kamera pada smartphone menjadi kamera yang cerdas. Hasil foto dan video yang diambil pin menjadi lebih baik.

“Flagship prosesor Snapdragon baru kami ini dirancang untuk memenuhi persyaratan konsumen yang menuntut realitas virtual mobile dan konektivitas di manapun Anda berada. Namun juga mendukung berbagai desain ponsel tipis dan ringan,” kata Cristiano Amon, wakil presiden eksekutif, Qualcomm Technologies, Inc, dan presiden, QCT beberapa waktu lalu.

Cristiano juga menambahkan bahwa “The Snapdragon 835 memiliki tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di mana kami mengintegrasikan teknologi yang mendukung kehidupan unggul baterai, dukungan multimedia yang ditingkatkan, dan fotografi yang luar biasa dengan kecepatan kelas gigabit untuk lebih cepat serta pengalaman yang lebih.”

Jika ditelaah lebih jauh, keunggulan dari Snapdragon 835 tidak hanya mengintegrasikan CPU dan GPU pada smartphone, tapi juga dilengkapi banyak teknologi lain. Ada sejumlah peningkatan pada kamera smartphone Anda dengan dukungan Snapdragon 835, yaitu kemampuan zoom yang lebih baik.

Hal ini dibutuhkan untuk menyempurnakan salah satu kelemahan utama kamera smartphone yang kemampuan zoom nya yang tidak efektif. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar smartphone melakukan zoom secara digital, di mana hasil foto dipotong dan diinterpolasi secara elektronik. Kemampuan ini cukup efektif sampai titik jarak zoom tertentu. Sayang, jika digunakan zoom lebih jauh lagi, maka kualitas hasil foto jadi berkurang bahkan dapat mengakibatkan gambar menjadi pecah akibat rendahnya resolusi dan pewarnaan.

Untuk meningkatkan detail hasil foto dapat dilakukan dengan melakukan proses optical zoom atau proses zoom dengan memanfaatkan kemampuan lensa. Hasilnya akan lebih baik dan beresolusi tinggi walaupun dari jarak jauh. Hal ini lah yang dilakukan oleh prosesor Snapdragon 835.

Snapdragon 835 juga melengkapinya dengan Qualcomm Spectra 180 ISP (Image Signal Processor). Fungsinya untuk mendukung pengambilan gambar dengan resolusi hingga 32MP dengan kecepatan 30 fps (frame per second) tanpa adanya kelambatan dalam penangkapan obyek foto.

Pada smartphone dengan kamera ganda (dual camera), dibutuhkan 2 ISP, Snapdragon 835 memanfaatkan satu ISP untuk lensa wide angle dan satu ISP lagi untuk mendukung lensa telephoto. Kemampuan komputasi heterogen (heterogeneous computing) pada platform inilah yang mampu menjembatani penggunaan berbagai lensa yang berbeda untuk melakukan digital dan optical zoom secara cepat dan mulus – tentunya hal ini akan menghasilkan hasil foto yang lebih baik ketimbang jika hanya menggunakan digital zoom saja.

Untuk video, Snapdragon 835 sudah dilengkapi dengan EIS versi 3.0. Fungsinya meningkatkan secara signifikan kualitas video bahkan mendukung pengambilan video dengan resolusi 4K. Selain itu juga mampu meredam gerakan dan guncangan dengan melakukan koreksi gyroscope pada smartphone.

EIS 3.0 juga memperkenalkan algoritma smooth trajectory yang juga bisa membantu stabilisasi pengambilan video. Algoritma ini dirancang untuk memaksimalkan komputasi heterogen di antara komponen-komponen yang terintegrasi di Snapdragon 835 (contohnya Spectra 180 ISP, Qualcomm Adreno 540, dan Hexagon DSP).

Snapdragon 835 ini juga mengembangkan autofocus yang cepat dan akurat. Tujuannya adalah membuat autofocus yang sangat efektif dan membantu Anda mengambil gambar dengan baik, bahkan pada saat momen foto bergerak sangat cepat. Hasilnya adalah menambahkan teknologi Dual Photodiode (2PD) yang canggih. Sebuah mekanisme autofocus yang dirancang untuk melengkapi sepasang photodiode pada setiap piksel. Padahal, sebagian besar kamera di smartphone hanya menggunakan autofocus photodiode.

Sedangkan Qualcomm Technologies sudah bisa membantu penangkapan setiap detil di setiap piksel, ketimbang hanya pada sebagian saja. Hal ini berarti bahwa setiap piksel sekarang mampu melakukan phase detection dan pengambilan gambar secara bersamaan, membuat autofocus bekerja dengan sangat cepat dan efektif.

Untuk memunculkan warna yang seindah aslinya, Snapdragon memiliki Qualcomm Clear Sight – dua kamera dengan dengan dua sensor gambar (satu berwarna dan satu hitam putih). Filter warna tidak digunakan pada sensor hitam putih saja sehingga dapat merekam spektrum cahaya RGB yang maksimal, ketimbang hanya satu warna spesifik saja. Ketika gambar hitam putih sudah digabungkan dengan gambar berwarna, hasilnya adalah gambar yang sangat baik, bahkan jika diambil pada pencahayaan yang redup sekalipun. Bahkan untuk video juga akan menyajikan gambar seperti aslinya.

Selain itu, prosesor ini juga dilengkapi HDR 4K dengan EIS, HDR10 playback, dan, khususnya, Perceptual Quantization. Perceptual Quantization artinya bahwa kualitas akhir sebuah video dapat ditingkatkan melalui proses encoding cerdas yang berdasar pada analisa setiap scene yang diambil.

Jumlah bit yang lebih banyak dialokasikan ke area yang memiliki penerimaan visual yang lebih tinggi, misalnya area-area datar seperti langit, dan bit yang lebih sedikit dialokasikan ke area yang memiliki penerimaan visual yang rendah, misalnya objek yang bergerak cepat dan area bertekstur, seperti pohon.

Itu sebabnya, Qualcomm mengklaim bahwa Snapdragon 835 merupakan langkah besar dalam evolusi kamera smartphone, dengan teknologi yang canggih yang berfokus pada satu hal yakni memudahkan para pengguna untuk mengambil gambar seindah aslinya. (Icha)

 

Ayopop Ambisi Jadi One-Stop Platform Pembayaran Tagihan

0

Telko.id – Pada era digital seperti sekarang ini, kemudahan dalam berbagai kebutuhan menjadi idaman masyarakat. Termasuk kemudahan dalam melakukan pembayaran tagihan. Ke ATM? Kalau ada cara yang lebih mudah kenapa tidak? Seperti yang ditawarkan oleh Ayopop.

Setelah satu tahun diluncurkan di Indonesia, aplikasi pembayaran tagihan online Ayopop telah tumbuh secara signifikan. Aplikasi yang dibuat untuk pasar Indonesia ini membantu siapapun membayar semua tagihan bulanan mereka dimana pun hanya melalui smartphone, tanpa harus repot antre ataupun mencari convenience store.

Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan ini telah bertumbuh dari hanya dua anggota co-founder menjadi tim yang terdiri dari lebih dari 30 orang, dan kini menawarkan lebih dari 15 produk pada aplikasi mobilenya. Diantaranya pembayaran BPJS Kesehatan, Listrik Prepaid & Postpaid, Tagihan PDAM, pembayaran tagihan Internet, TV cable dan lainnya.

Ayopop pun memfasilitasi ribuan transaksi per hari, dimana pengguna di Indonesia memiliki pengalaman membayar tagihan dari awal hingga tuntas dengan proses yang mulus tanpa hambatan.

“Pada ulang tahun pertama ini kami ingin lebih banyak orang mengenal Ayopop dan menggunakan aplikasi ini supaya mereka lebih mudah membayar tagihan-tagihan dan membeli kebutuhan utilitas mereka. Untuk itu kami menggelar AyoPesta,” tutur Tommy Yuwono, Head of Commercial Division Ayopop Teknologi Indonesia.

Tommy juga menambahkan bahwa “Tujuan lain diadakannya AyoPesta tentu saja untuk meningkatkan transaksi secara signifikan. Kami akan membagikan Diskon menarik bagi penggunanya untuk pembayaran tagihan, isi pulsa, paket data, dan token listrik.

Ayopop juga akan membebaskan biaya admin selama AyoPesta untuk pembelian pulsa token listrik di aplikasi tersebut. “Saya rasa ini akan menjadi penawaran token listrik paling murah yang ada di pasaran saat ini,” tambah Tommy.

Untuk berpartisipasi dalam AyoPesta dan mendapatkan penawaran spesial ini, pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi Ayopop di smartphone. Aplikasi ini tersedia baik di ponsel Android maupun iOS secara gratis.

Sejak pertama kali diluncurkan setahun lalu, basis pengguna aplikasi ini terus berkembang. Ayopop telah diapresiasi rating bintang lima oleh lebih dari 1.850 pengguna Android dan iOS di Indonesia. Masyarakat telah mengenal Ayopop sebagai aplikasi yang dapat dipercaya dan user-friendly untuk membantu mereka isi pulsa, token listrik, paket data, dan membayar tagihan.

Salah satu kemudahannya, mereka bisa menggunakan Ayopop kapanpun mereka butuhkan, bahkan saat tengah malam ketika pergi ke ATM bisa jadi sangat berbahaya.

Founder Ayopop Jakob Rost mengatakan, “Ayopop berambisi menjadi one-stop platform yang dapat membantu masyarakat melakukan pembayaran tagihan, mulai dari mengecek tagihan hingga melakukan pembayaran tagihan mereka kapan saja.

Selama periode pembayaran tagihan, Ayopop akan mengirimkan pengingat otomatis beserta dengan tanggal jatuh tempo dan jumlah tagihan, sehingga pengguna dapat menghindari denda keterlambatan yang dikenakan operator terkait. Hal ini tentu saja membuat pengelolaan keuangan menjadi sangat mudah bagi Pengguna.”

Ayopop juga menyediakan fitur Cek Tagihan supaya pengguna dapat mengetahui jumlah tagihan mereka secara instan dengan tampilan yang tidak membingungkan. Fitur ini memberi tahu pengguna berapa tagihan yang harus dibayar untuk nomor pascabayar, listrik, internet, tv cable, ataupun tagihan air mereka.

Untuk memudahkan pembayaran berbagai macam tagihan, aplikasi ini sudah mengintegrasikan berbagai bentuk pembayaran. Pengguna dapat melakukan melakukan pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit, transfer melalui bank-bank terkemuka, bahkan e-cash (uang tunai elektronik).

Lebih dari itu, pengguna Ayopop pun dimanjakan dukungan layanan chat (obrolan) yang terdapat di dalam aplikasi selama 24 jam sehari, 365 hari setahun terkait pertanyaan seputar produk dan tagihan mereka.

“Di Perayaan ulang tahun pertama ini, Kami memiliki harapan yang besar bahwa Ayopop dapat tumbuh lebih cepat dan lebih besar untuk membantu masyarakat Indonesia dalam membayar tagihan secara digital,” kata Tommy. (Icha)

Telkomsel Menjadikan Film Blockbuster Sebagai ‘Booster’ Untuk Tingkatkan Trafik Data

0

Telko.id – Trend video on demand di Indonesia sudah semakin terasa. Setiap hari, ada saja satu video yang ditonton melalui smartphone. Terutama dari media social. Namun, operator tidak mau ‘kalah’ langkah dengan menggandeng berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Salah satunya adalah dengan film blockbuster sebagai ‘perangsang’ akses data agar tumbuh lebih cepat lagi.

Itu sebabnya, Telkomsel menggandeng membuat paket Catchplay yang dilengkapi dengan 2GB data video. Catchplay sendiri merupakan layanan hiburan terbaru movies-on-demand di Asia, yang memberikan  akses tak terbatas ke beragam jenis koleksi film populer Hollywood dan studio independen.

Jika Anda berlangganan paket Catchplay maka dapat menikmati akses 30 hari terhadap layanan Movie Lovers Catchplay, yang di dalamnya juga sudah termasuk kuota data video sebesar 2GB seharga Rp. 66.000.

‘’Kemitraan dengan Telkomsel ini sangat ideal bagi Catchplay karena mampu menyediakan layanan bagi konsumen dinamis dan sibuk, dengan akses cepat ke hiburan terkini, hanya sejauh ujung jari mereka.” Daphne Yang, Chief Executive Officer Catchplay.

Lebih lanjut Daphne menjelaskan, ‘’Indonesia memiliki potensi besar perihal jumlah pengguna Internet yang menikmati streaming video, kebanyakan dari mereka berusia 18-34. Mereka menghabiskan waktu hingga 6 jam sehari berselancar di Internet, dan 96% dari mereka memiliki smartphone. Ini gaya hidup amat menyenangkan dan merupakan indikator demografis bagi Catchplay. Kemitraan bersama Telkomsel memberi peluang besar untuk mencapai segmen pengguna ini.’’

‘’Belum lama ini Telkomsel menghadirkan VideoMAX sebagai jawaban dari tingginya minat pelanggan dalam menikmati konten video-on-demand. Kehadiran Catchplay dengan berbagai koleksi film terbaru dan eksklusif, tentunya akan menambah ragam pilihan hiburan video digital Telkomsel yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan Telkomsel,” kata Venusiana Papasi, Senior Vice President Consumer Marketing Telkomsel.

Venusiana kemudian menambahkan bahwa melalui akses tanpa batas atas konten Catchplay selama 24 jam baik melalui laptop, tablet dan telepon seluler yang didukung layanan internet 4G LTE Telkomsel yang handal, pelanggan dapat streaming film dengan nyaman, layaknya pengalaman menonton bioskop.

Untuk menikmati paket Catchplay, pelanggan pra bayar maupun paska bayar Telkomsel hanya perlu mengaktifkan paket langganan dengan memilih VideoMAX melalui aplikasi MyTelkomsel atau menu akses *363#, dengan tarif Rp. 66.000 untuk 30 hari, yang sudah termasuk kuota data video sebesar 2GB.  Setelah aktivasi sukses, pelanggan akan menerima kata sandi melalui SMS yang dapat digunakan untuk membuat akun di Catchplay dengan menggunakan nomor Telkomsel. Catchplay dapat diakses melalui web browser di www.catchplay.com/id atau melalui aplikasi Catchplay yang bisa diunduh dari Google Play maupun Apple App Store.

Kerjasama Telkomsel dengan Catchplay ini memungkinkan pelanggan secara mudah membeli film tambahan, yang biayanya langsung dikenakan pada biaya seluler pelanggan Telkomsel. (Icha)

 

 

Selama 2016 Huawei Mampu Menjual 139 Juta Unit Smartphone

0

Telko.id – Huawei memang lebih dikenal dengan perusahaan ITC Technologi. Untuk bisnis konsumen nya tidak sebesar unit lainnya terutama jaringan. Namun, di tahun 2016 lalu, Huawei cukup puas dengan perolehan dari unit bisnis ini. Pasalnya, setiap tahun value brand nya terus meningkat. Bahkan Huawei juga cukup pede pada tahun 2017 ini bakal menduduki posisi 40 dari 500 Most Valuable Brands yang pada tahun ini berada diposisi 47.

Secara sales revenue secara global, Huawei pada tahun ini mampu memperoleh $27 Miliar atau sekitar Rp.159 Triliun. Ada peningkatan sebesar 30% dibandingkan tahun 2015 yang hanya mencapai $20 Miliar. “Sedangkan untuk global shipments terjadi peningkatan sebesar 29% atau dari 108 juta unit di 2015 menjadi 139 juta unit,” kata Glory Cheung, CMO Huawei Consumer Business Group

Glory menambahkan bahwa saat ini global smartphone market share Huawei pun meningkat. Dari 7.4%, naik 1.9% menjadi 9,3% sehingga smartphone Huawei mampu menempati posisi ke 3.

Jika melihat lebih dalam lagi mengenai pasar smartphone, maka Huawei berhasil meningkatkan market share untuk premium sebesar 10%. Dari 11.20% pada kuartal 4 tahun 2015 menjadi 22.60% pada tahun 2016. Yang dimasukan smartphone premium oleh Huawei ini adalah yang memiliki harga yang berkisar dari 500 US$ sampai 600 US$ atau dalam range Rp.6 juta ke atas.

Khusus di Cina, harapannya pada kuartal dua tahun 2017 ini Huawei mampu mencapai market share 20.2% untuk semua jenis smartphone. Yang asalnya hanya 16.85%.

“Sedangkan untuk premium smartphone yakni yang memiliki harga daitas Rp.6 juta mampu mencapai 18.1% market share. Naik dari tahun sebelumnya pada waktu yang sama hanya mencapai 8.8%,” kata Glory.

Glory juga mengungkapkan bahwa Negara yang memiliki market share Huawei diatas 15% ada 33 negara. Sedangkan, yang memiliki market share diatas 20% ada 22 negara.

Produk smartphone yang memiliki peran besar sampai Huawei mampu menempatkan diri di pasar dengan cukup baik adalah Huawei P9. Di mana, produk tersebut menjadi yang pertama yang mampu mencapai produksi 12 juta
unit. Lebih banyak 152% dibandingkan dengan penjualan Huawei P8. Lalu Huawei Mate 9 mampu terjual sampai 5 juta unit dan lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan Huawei Mate 8. (Icha – Shenzhen)

XL Axiata–Ericsson Ujicoba 5G Outdoor Pertama di Indonesia

0

Telko.id – XL Axiata Tbk (XL Axiata) bekerjasama dengan Ericsson Indonesia menyelenggarakan ujicoba teknologi 5G outdoor atau dilakukan di luar ruangan, yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Ujicoba ini merupakan inovasi XL Axiata untuk menjadi yang terdepan dalam menjajaki dan mempersiapkan adopsi terhadap tren teknologi terbaru. Kedua pihak sepakat bahwa uji coba ini merupakan bagian dari upaya mempelajari lebih dalam mengenai seluk-beluk teknologi 5G dalam rangka persiapan untuk menyongsong implementasi teknologi jaringan tercanggih ini secara global di tahun 2020 mendatang.

Teknologi 5G diklaim mampu menghadirkan kecepatan koneksi hingga 20 Gbps, jauh melebihi kemampuan teknologi 4G LTE yang baru sekitar dua tahun terakhir diimplementasikan di Indonesia.

“Ujicoba di luar ruang (outdoor) yang kami lakukan ini, selain untuk secara langsung mengetahui apa saja keunggulan teknologi 5G, sekaligus juga untuk menegaskan konsistensi XL Axiata untuk selalu berinovasi menjadi operator terdepan dalam menjajagi dan mempersiapkan adopsi terhadap tren teknologi terbaru di masa depan,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata.

Sebagaimana diperkirakan, teknologi 5G akan mulai bisa diimplementasikan secara global pada 2020, berarti tinggal sekitar 3 tahun lagi, bahkan bisa lebih cepat lagi, karena saat ini pertumbuhan pelanggan/penggunaan layanan 4G sangat cepat sekali diluar prediksi.

“Menampilkan 5G demo bersama dengan XL Axiata tidak hanya membuktikan kepemimpinan Ericsson dalam teknologi bergerakgenerasi berikutnya tetapi juga menunjukkan kesiapan jaringan yang ada untuk mendukung 5G dan ekosistem untuk membangun Internet of Things (IoT).

Demonstrasi hari ini dengan XL Axiata juga menandai sebuah tonggak penting dalam mewujudkan visi pemerintah Indonesia untuk Digital Indonesia di tahun-tahun mendatang,” kata Thomas Jul, Presiden Direktur, Ericsson Indonesia dan Timor Leste.

Dian menambahkan, bahwa inovasi teknologi akan terus berkembang dengan cepat. Karena itu, XL Axiata juga harus cepat menyesuaikan diri dengan melakukan berbagai persiapan di segala aspek baik teknis maupun bisnis, termasuk kesiapan ekosistem untuk infrastruktur, sumber daya manusia, dan juga pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi 5G guna mendukung dan memberikan kemudahan aktifitas kehidupan masyarakat dan dunia bisnis di masa depan di Indonesia.

Berbagai persiapan yang sudah dilakukan XL Axiata, sebagai bagian dari tahapan untuk mengimplementasikan teknologi 5G nantinya, diantaranya adalah dari sisi spektrum, XL Axiata sudah menerapkan berbagai penerapan sejumlah teknologi guna meningkatkan/mengoptimalkan pemanfaatan spektrum mulai dari Carrier Aggregation(CA), License Assisted Access (LAA), dan kini Modulasi LTE 256 QAM. XL sudah mulai menerapkan teknologi 4.5G 4×4 MIMO.

Sedangkan dari sisi core, XL Axiata sudah melakukan konvergensi jaringan dan IT dengan menerapkan teknologi Network Functions Virtualization (NFV).

Selain itu juga mempersiapkan dari sisi Transport. Di mana XL Axiata terus melakukan perluasan jaringan tulang punggung (back bone) fiber optik yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Kemudian, XL juga berupaya agar Ekosistem 5G terbentuk dengan cara aktif mendorong pemanfaatan akses Internet Wireless to the home kepada masyarakat, melalui layanan XL Go dan XL Home.

Berikut gambaran keunggulan teknologi 5G dibandingkan generasi sebelumnya. Selain mampu menghadirkan kecepatan koneksi hingga 20 Gbps, juga memiliki latency yang sangat rendah (<=1ms end to end latency). Selain itu, 5G juga mampu menyediakan koneksi simultan hingga kurang lebih 2000 pengguna aktif. Selanjutnya, teknologi jaringan tercanggih ini juga unggul pada sisi penghematan tenaga, bahkan hingga 1000x lebih efisien dibandingkan dengan teknologi perangkat hari ini.

Dengan semua keunggulan itu, maka memungkinkan diselenggarakannya layanan-layanan digital inovatif. Misalnya saja mobil otonom yang sudah mulai diimplementasi di beberapa negara maju. Keunggulan 5G juga akan mampu menopang inovasi digital di berbagai bidang, termasuk kedokteran, selain juga akan mendukung industri robotik dan otomasi.

Uji coba yang dilaksanakan di halaman luar Grha XL, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, ini bertujuan antara lain dalam rangka mendalami aspek teknis teknologi 5G, meliputi pemasangan antenna radio, BTS serta uji coba teknis. Untuk perangkat baseband di jaringan XL Axiata.

Mekanisme ujicoba yang dilakukan adalah dengan menempatkan perangkat radio 5G. Uji coba dilakukan untuk mendemonstrasikan keandalan teknologi ini dalam tingkat kecepatan yang jauh melebihi 4G dengan tingkat latency yang sangat rendah. Perangkat yang akan digunakan adalah base station 5G, sistem pemancar radio berbasis teknologi 5G dengan teknologi Antenna Integrated Radio, user equipment 5G, dan sarana pendukung lainnya.

Implementasi layanan 5G mensyaratkan koneksi yang mencapai hingga 20 Gbps, delay 1 ms, spektrum bandwitdh yang lebih lebar, jumlah piranti yang tersambung yang sangat banyak, pemakaian daya jaringan dengan tingkat efisiensi yang sangat tinggi, serta persyaratan-persyaratan lainnya. Inovasi yang berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk mempersiapkan transformasi jaringan XL Axiata menuju 5G ready.

Untuk implementasi di Indonesia, teknologi jaringan 5G ini masih harus menunggu kesiapan regulasi dari pemerintah dan penyetaraan teknologi serta ekosistem secara teknis. Semua hal itu baru akan selesai pada kisaran tahun 2018 – 2020. (Icha)

Huawei Siapkan 10 Skenario Cloud Untuk Percepatan Transformasi Digital

0

Telko.id – Cloud adalah masa depan ICT. Cloud ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai skenario dan tentunya diharapkan dapat mengefisiensikan bisnis perusahaan yang ujungnya adalah memberikan nilai tambah bagi konsumen. Dalam event Huawei Analyst Summit 2017 mengatakan bahwa tahun ini akan mempromosikan 10 skenario yang spesifik tentang solusi layanan cloud. Yang akan dilakukan dengan bekerjasama dengan para mitra industrinya.

Skenario yang disediakan oleh Huawei ini meliputi HPC CLoud, SAP CLoud, IoT Cloud dan skenario umum lainnya. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih dari 10 skenario tersebut yang sesuai dan lebih efisien untuk melakukan transformasi digital.

Yang baru saja diperkenalkan pada event HAS 2017 ini adalah ServiceStage. Solusi public cloud pertama. Sebuah platform terbuka untuk para pengembang Cloud Native app yang mampu mengintegrasikan pengembangan workflow framework, app dan sumber shcedulling framework, seperti untuk micro-service operation dan governance framework.

Di sisi lain, Huawei juga menjadi public cloud miliknya terpercaya dan terbuka yang didedikasikan untuk menciptakan nilai tambah pada bisnis yang dilakukan para konsumennya demi pelayanan yang lebih maksimal pada pelanggannya. Hal ini akan sangat dijaga agar para klien nya juga percaya dan mau memanfaatkan teknologi berbasis cloud ini.

“Terlebih, Huawei juga menyakini bahwa dengan adanya teknologi cloud ini maka akan merangsang transformasi digital akan lebih cepat lagi,” kata Zheng Yelai, President, Cloud BU and IT Product Line, Huawei.

Untuk mendukung bisnis cloud tersebut, sejak Maret 2017 ini Huawei membentuk bisnis unit khusus untuk Cloud dan IT. Sampai saat ini, sudah ada beberapa penawaran untuk menangani konsumen dibeberapa negara. Seperti China, Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, dan beberapa Negara di Asia Pasific. Termasuk juga beberapa perusahaan besar seperti Volkswagen, Philips, dan CERN.

Tidak ketinggalan, Huawei juga bekerjasama dengan beberapa operator seperti Deutsche Telekom, China Mobile, Telefónica untuk membuat public cloud services. Semua itu bekerja menggunakan Huawei Cloud Platform.

“Layanan cloud ini menjadi bagian penting dalam infrastruktur untuk mendukung transformasi digital pada era Cloud 2.0 ini,” kata Zheng Yelai. (Icha – Shenzhen)

Digital Transformation Sebuah Keniscayaan

Telko.id – Salah satu yang diangkat dalam Huawei Analist Summit 2017 (11/4) adalah digital transformation yang dianggap sudah sangat perlu dilakukan oleh perusahan menuju digital.

“Digital transformation ini akan mengakselerasi dan mendorong modernisasi industri. Seperti industri finansial, transportasi, manufaktur dan pemerintahan. Semua itu tentu akan mengubah cara kita hidup dan bekerja,” kata Willian Xu, Executive Director of the Board, Chief Strategy Marketing Officer, Huawei.

William juga menambahkan bahwa “Estimasi kami, trafik data yang akan terbentuk secara global setiap tahun akan meningkat dan akan mencapai 180 ZB (Zetabytes) pada tahun 2025 atau sekitar 150 kali dibandingkan dengan tahun 2010”.

Pasalnya, digitalisasi industry akan memberikan benefit yang sangat besar. Termasuk peluang bisnis baru dan efisiensi yang akan dihasilkan oleh jutaan perusahaan. Proses ini juga tentu akan mempengaruhi dari bisnis Huawei dengan banyaknya permintaan pada digital infrastrukturnya. Mulai dari device, pipe atau jaringan dan cloud. Hal ini menunjukan betapa besarnya peluang di ICT industri ini.

Berdasarkan proyeksi dari Global Connectivity Index, pada tahun 2017 ini ICT akan menjadi ‘bahan bakar’ bagi pertumbuhan ekonomi dan cloud menjadi pendorong utamanya. Setidaknya setiap US$1 investasi di ICT infrastruktur akan menghasilkan pertumbuhan GDP baru sebesar US$3.

Itu sebabnya, perusahaan yang menggunakan ICT, tidak saja untuk mendukung system bisnisnya tetapi juga system produksi utama dan setiap system pembuat keputusan akan secara signifikan meningkatkan efisiensi dan inovasinya.

Namun, peningkatannya pada tahun 2025 akan jauh lebih besar lagi. “setidaknya pada 2025, setiap US$1 investasi di ICT infrastruktur akan menghasilkan US$5 ekstra GDP.

Dalam analisisnya GCI menunjukan ketika penetrasi fixed broadband mampu memperoleh value 10% dan 35% maka adopsi cloud juga akan melonjak secara signifikan. Lalu, ketika sebuah negara, level cloudification meningkat 3%, maka investasi di biga data analytic dan Internet of thing akan take off.

“Berdasarkan data tersebut maka kami merekomendasikan untuk perusahaan yang secepatnya melakukan investasi di cloud sebaik di broadband maka perusahaan tersebut juga akan memiliki pondasi yang kuat untuk pengembangan digitalnya,” kata William.

Untuk membantu industri menuju digital, Huawei pun harus mendigitalisasi juga proses penjualan dibisnis utamanya. Terlebih, layanan cloud akan menjadi pondasi untuk transformasi digital bagi operator telekomunikasi dan semua industri lainnya.

“Jadi, untuk merespon trend yang ada, Huawei sudah membentu Cloud Business Unit. Bahkan, kami akan melakukan investasi yang cukup besar untuk membangun ekosistem cloud,” kata William Xu.

Untuk menghadapinya, secara internal Huawei juga akan meningkatkan efisiensi dan kapasitas untuk inovasi dengan menjadi perusaaan digital. Setidaknya, perlu waktu 3 – 5 tahun untuk mengeksplorasi lebih jauh dari transformasi digital dan mengetahui aplikatif dari semua itu yang terbaik.

Secara eksternal, Huawei juga akan mendigitalisasi hubungan dengan partner dan mensosialisasikan Real-time, On-demand, All-Online, DIY dan pengalaman Sosial pada setiap proses penjualan pada lima group kunci yakni klien, konsumen, partner, supplier dan karyawan. (Icha – Shenzhen)

HAS 2017: Go Digital Go CLoud

Telko.id – Huawei Global Analyst Summit 2017 baru saja dibuka di Shenzhen (11/4) dan akan berlangsung selama 2 hari. Acara ini dihadiri oleh 500 peserta dari kalangan analis dan media.

Dalam presentasinya Eric Xu, Deputy Chairman of the Board, Rotating CEO, Huawei menyebutkan bahwa ke depan ada tiga peluang bagi bisnis jaringan. Yang pertama adalah video, home application dan vertical bisnis atau bisnis diluar operator telko.

Untuk video sendiri, Eric menyebutkan pangsa pasar nya sangat besar sekali. Termasuk entertainment video, video communications, dan video surveillance. “Kami perkirakan pasar video ini akan mencapai We US$700 billion pada tahun 2020 dan akan mencapai US$1 trillion by 2025,” kata Eric.

Sedangkan untuk home application, saat ini saja sudah mencapai 2 miliar households di dunia. Sayangnya, 1.1 miliar masih belum terkoneksi dengan broadband. Sekitar 300 juta hanya memiliki koneksi yang lambat bahkan kurang dari 10 Mbit/s. Dan diperkirakan 1.4 miliar household akan menjadi target pasar baru.

Peluang bisnis lainnya adalah vertical industries. Di mana, akan banyak sekali perusahaan di semua lini industry akan melakukan digital transformasi dan menjadikan perusahaannya berbasis digital.

“Setidaknya, kami memproyeksikan pada 2025 akan ada potensi pasar yang mencapai 15 triliun dolar,” kata Eric optimis.

Eric menambahkan bahwa “Di sisi lain, ada tantangan yang harus dihadapi para perusahaan. Di mana, aka nada perubahan bisnis model dan teknologi baru yang diterapkan. Tak heran banyak operator yang menghadapi berbagai problem selama menjalankan bisnisnya”.

Misalnya, profit dari layanan yang sudah ada menurun, pengembangan dari layanan baru terlalu lambat, kesulitan akuisisi dari site resourses dan effisiensi O&M yang rendah.

Itu sebabnya, Huawei komitmen untuk menjadi partner bagi para operator dan pihak lain untuk mengawalnya selama proses digital trasnformasi dan bisnisnya menjadi sukses.

“Pertama, kami akan meningkatkan kemampuan jaringan yang sudah ada dan memaksimalkan network value nya. Kedua, ke depan kami akan mengembangkan video menjadi basic service dan membuat cloud service untuk membantu vertical industry untuk go dgital,” kata Eric.

Eric juga menegaskan bahwa “Mulai 2017 ini, Huawei akan fokus pada layanan public cloud. Kami akan investasi yang cukup besar untuk membangun open public cloud platform yang terpercaya yang akan menjadi pondasi untuk keluarga Huawei Cloud. Yang termasuk di dalamnya adalah public cloud yang akan kami bangun bersama dengan operator, public cloud yang dapat dioperasikan sendiri.” (Icha – Shenzhen)

Lintasarta Kembali Adakan Appcelerate 2017 Bareng LPIK-ITB

0

Telko.id – Setelah sukses dengan ajang Lintasarta Appcelerate 2016, pada tahun ini Lintasarta kembali bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB) untuk mengadakan Appcelerate 2017.

Appcelerate merupakan realisasi Program Corporate Social Responsibility Lintasarta dalam bentuk kompetisi rencana bisnis yang berfokus pada inovasi produk berbasis aplikasi digital, seperti mobile application, yang memiliki nilai bisnis dan dapat diterapkan untuk mendukung berbagai sektor industri; perbankan, keuangan, migas, perkebunan, manufaktur, kesehatan, logistik, transportasi, kelautan, dan pariwisata.

Kerjasama Lintasarta dan LPIK-ITB diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Ruang Rapim B, Gedung Rektorat ITB Bandung. Penandatanganan. PKS ini mengawali rangkaian kegiatan Appcelerate 2017 yang akan dimulai pada April – Desember 2017.

Rangkaian kegiatan Appcelerate meliputi beberapa tahapan seleksi dimana meliputi kegiatan inkubasi bisnis, mentoring yang meliputi kegiatan mentoring yang melibatkan pihak Lintasarta dan ITB.

Dalam masa inkubasi, tim yang terpilih juga akan mendapatkan dana bantuan pengembangan produk. Di akhir masa inkubasi, kesepuluh tim akan kembali mempresentasikan produk akhir yang telah dikembangkan, tiga tim terbaik akan memenangkan dana dengan total ratusan juta rupiah, yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut.

“Lintasarta Appcelerate bertujuan untuk mengembangkan minat dan menyediakan sarana aktualisasi bagi para mahasiswa menjadi enterpreneur digital,” kata Arya Damar President Director Lintasarta.

Arya juga menambahkan bahwa “Kerja sama dengan LPiK ITB juga bertujuan mendukung program pemerintah yang sedang gencar mendorong agar lembaga pendidikan mampu menghasilkan 1000 startup yang mampu memanfaatkan ekonomi digital dalam mengembangkan usahanya.

Event ini pun diharapkan mampu membantu terciptanya digital ekonomi atau e-commerce yang akan membuka lapangan kerja seiring dengan aktivitas digital ekonomi yang berbasis internet yang diharapkan terus meningkat setiap tahun.

“Invensi dan inovasi dalam bidang ICT sangat penting bagi pengembangan industri ekonomi digital Indonesia saat ini dan di masa depan. Kerjasama ITB dengan Lintasarta melalui Appcelerate diharapkan mendorong percepatan munculnya entrepreneur dan start up dalam bidang ekonomi digital, sesuai dengan visi ITB sebagai entrepreneur university,” kata Bambang Riyanto Trilaksono, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan ITB.

Pada Appcelerate 2016 yang lalu, Kazee, BIOPS dan Winaafi keluar sebagai pemenang. Kazee merupakan produk yang berfokus untuk membantu perusahaan untuk mendengarkan dan memahami pelanggan melalui analisis percakapan pelanggan di media sosial. BIOPS merupakan aplikasi precision farming yang menawarkan monitoring dan controlling untuk para petani greenhouse.

Sedangkan Winaafi adalah aplikasi sembako mart yang menawarkan kemudahan berbelanja kebutuhan sehari-hari yang mengintegrasikan antara toko kelontong lokal dengan konsumen di sekelilingnya. (Icha)