spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1497

Telkomsel Dukung Pemkot Tangerang Selatan Membangun Ekosistem Smart City

0

Telko.id – Untuk melakukan digitalisasi pada sebuah kota dibutuhkan ekosistem yang mendukung. Termasuk juga masyarakat kota nya. Telkomsel adalah salah satu operator yang giat mendukung sebuah kota untuk siap menghadapi era digital dan membangun ekosistem smart city. Kali ini, operator ini mendukung pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan, bertepatan dengan ulang tahun ke-9 kota ini.

Dalam mempersiapkan masyarakatnya, Telkomsel bersama Pemkot Tangerang Selatan menggelar kegiatan Tangerang City Run 9K (19/11). Gelaran yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Tangsel ini menghadirkan konsep kolaborasi gaya hidup sehat dengan gaya hidup digital untuk penguatan ekosistem Smart City dalam keseharian masyarakat Tangerang Selatan.

“Selama ini Telkomsel telah membangun kerja sama sinergis bersama Pemkot Tangsel dalam mewujudkan ekosistem Smart City agar lebih cepat diadopsi dalam keseharian masyarakat kota Tangerang Selatan. Telkomsel memandang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, kota Tangerang Selatan telah berkembang cukup pesat dan masyarakatnya sangat terbuka dengan kemajuan teknologi terutama dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi seluler yang mendukung gaya hidup digital mereka,” kata Ririn Widaryani Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel.

Telkomsel pun memperkenalkan konsep layanan digital melalui pemanfaatan layanan mobile financial service Telkomsel TCASH untuk transaksi pembayaran dalam bazaar kuliner dan produk unggulan kota Tangsel.

Telkomsel juga menghadirkan gerai penjualan dan pelayanan produk unggulan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat yang hadir, seperti layanan upgrade kartu 4G LTE gratis, promo khusus penukaran Telkomsel POIN, bazaar bundling smartphone 4G LTE paket kuota data unggulan dengan harga terjangkau, serta layanan Telkomsel TCASH dengan promo harga khusus di sejumlah tenant yang semua sudah didukung dengan ftur terbaru menggunakan teknologi Snap QR Qode TCASH. Telkomsel juga menyediakan beragam doorprize menarik mulai dari peralatan rumah tangga, sepeda, smartphone 4G, hingga paket wisata ke Singapura.

Dalam kesempatan ini juga, Telkomsel bersama Pemkot Tangerang Selatan bersinergi dalam rencana pengembangan akses pembayaran retribusi Pemkot menggunakan layanan mobile financial service Telkomsel TCASH. Nantinya layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Tangerang Selatan khususnya para pelaku bisnis sebagai upaya mendorong percepatan konsep cashless society dalam operasional administrasi layanan publik yang dikelola Pemkot Tangerang Selatan.

Ririn lebih lanjut menjelaskan, di kota Tangerang Selatan sendiri pengguna layanan data Telkomsel meningkat hingga 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mendorong pertumbuhan trafik layanan data hingga 113%, yang dikontribusi oleh kenaikan trafik layanan 4G LTE mencapai 318%. Pertumbuhan pemanfaatan layanan data yang cukup pesat ini juga mendorong Telkomsel untuk meningkatkan penetrasi layanan digital, yang salah satunya pemanfaatan layanan TCASH oleh pedagang di kawasan Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan.

“Saat ini kota Tangerang Selatan sudah ada 39 merchant lokal yang bekerja sama dengan Telkomsel untuk pemanfaatan akses transaksi pembayaran menggunakan layanan mobile financial service TCASH. Selain penetrasi melalui pelaku bisnis, kedepannya Telkomsel akan mengembangkan pemanfaatan layanan TCASH dengan fitur Snap QR Code ini untuk fasilitas “kotak amal digital” di sejumlah Masjid di kota Tangerang Selatan. Telkomsel optimis, didukung pertumbuhan jumlah BTS berteknologi terdepan 4G LTE yang mencapai 115% di kota Tangerang Selatan, adopsi gaya hidup digital masyarakat akan semakin mempercepat pembangunan ekosistem Smart City di kota Tangerang Selatan” tutup Ririn.  (Icha)

 

 

Indosat Tidak Akan ‘Sentuh’ Bisnis Digital

0

Telko.id – Setelah beberapa tahun belakangan Indosat mencoba bermain dibisnis digital dengan membangun sendiri, kini operator ini seperti ‘alergi’ dengan bisnis digital. Konsep digitalisasi yang akan dilakukan akan berubah. Meski demikian, Indosat akan tetap berupaya mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat ekonomi digital Indonesia.

Seperti apa cara yang akan dilakukan oleh indosat? Joya Wahyudi, sebagai Joy Wahyudi, President Director & CEO Indosat Ooredoo yang baru mengatakan bahwa perusahaan dibawah pimpinannya ini akan fokus pada bisnis intinya, yakni sebagai penyedia jaringan yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

“Peningkatan kualitas jaringan dan infrastruktur digital serta pemerataan digital adalah kunci untuk mewujudkan visi digital nation yang dicanangkan pemerintah,” kata Joy

“Kami terus berupaya menjadi pelopor dalam membangkitkan visi digital melalui banyak kegiatan seperti Indonesia Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) hingga inkubasi bisnis start up untuk membentuk ekosistem digital yang berkelanjutan. Kami juga terus mendorong berbagai upaya pemerataan akses digital dan menjembatani literasi digital ke berbagai wilayah di Indonesia,” tambah Joy

“Hal ini kami lakukan karena semua yang berkenaan dengan digital, membutuhkan ‘jalan’ untuk bisa digunakan. ‘Jalan’nya ini yang kami sediakan. Dan, ini harus bagus,” ujar Joy menjelaskan disela acara Digital Economic Briefing dengan mengangkat tema “Menuju Visi 2020: Mendorong Pertumbuhan Eksponensial Ekonomi Digital di 2018.

Joy menambahkan bhawa “Tahun-tahun sebelumnya kita banyak bermain-main bikin bisnis ini-itu, sekarang semua kita setop. Kita back to basic“.

Joy pun menyebutkan bisnis e-commerce sebagai contoh bisnis yang akan mereka abaikan. Ia memastikan tak akan ada lagi mencoba peruntungan di bisnis e-commerce.

Dipertegas juga oleh Joy bahwa tidak perlu untuk bersaing dengan Traveloka, Gojek atau straup digital lainnya. Indosat akan menempatkan diri sebagai jembatan antara pelanggan dengan layanan digital yang ada di luar. Misalnya adalah dengan memperkuat jaringan dan paket data sebaik mungkin.

“80 persen dari belanja modal (capex) kita pasti lari ke bisnis dasar, tapi 20 persen kita kan juga ada B2B. Kita ada anak perusahaan B2B seperti Lintas Artha, Artha Jasa, dan lainnya yang kecil-kecil,” tutur Joy. (Icha)

Telkomtelstra ‘Pede’ Bermitra Dengan Microsoft Bakal Naikan Revenue

0

Telko.id – Dalam tiga tahun ke depan, Telkomtelstra optimis revenuenya bakal meningkat signifikan. Hal ini didorong oleh kemitraannya dengan Microsoft sebagai penyedia Hybrid Cloud pertama di Indonesia.

Pasalnya, dengan keberadaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik sudah berlangsung selama dua tahun. Regulasi yang merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengatur tentang kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang menyelenggarakan pelayanan publik maupun non pelayanan publik.

Di mana, salah satu kewajiban PSE adalah menempatkan Data Center dan Disaster Recovery Center (DRC) di Indonesia. Kebijakan pemerintah ini diantaranya bertujuan untuk melindungi kepentingan negara dan WNI serta implementasi Pasal 40 ayat (2) UU ITE tentang peranan pemerintah dalam melindungi kepentingan umum dari penyalahgunaan informasi elektronik dan transaksi elektronik.

Banyak perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia mencari Telkomtelstra. “Kami dicari oleh banyak perusahaan asing terutama dari industry perbankan dan perminyakan untuk memenuhi peraturan pemerintah tersebut,” ujar Ernest Vincent Hutagalung, Chief Financial Officer telkomtelstra dalam acara Telkomtelstra Digital Summit 2017 – Technology Innovation for Tomorrow’s Business di Jakarta.

Apalagi, dengan menggunakan Hybrid Cloud Microsoft, perusahaan asing dapat menyimpan data-data di server yang berada di Indonesia, tetapi untuk aplikasi yang berat-berat dapat menggunakan server Microsoft yang berada di luar atau di kantor pusat nya masing-masing. Dengan demikian, jadi lebih murah dan terkendali.

“Selain itu, dengan adanya Hybrid Cloud Microsoft ini, Telkomtelstra juga menjadi lebih dipercaya oleh pelanggannya terutama yang ingin melakukan transformasi digital. Di mana dengan menggunakan fasilitas tersebut, yang dulunya, server masuk dalam Capital expenditures (CAPEX) searang dapat dimasukan dalam Operating Expenses (OPEX) yang dapat membuat perusahaan juga lebih efisien,” kata David Gee, Director of Operations – COO Telkomtelstra menjelaskan.

Untuk memastikan layanan cloud yang baik, telkomtelstra juga mengintegrasikan jasa-jasa lain seperti: aplikasi business productivity, layanan jaringan, layanan keamanan, dan layanan profesional.”

Setidaknya, kenaikan revenue yang signifikan, menurut Ernest bisa mencapai 30%. Walaupun tidak dapat dipungkiri, layanan Telkomtelstra lain juga akan tetap meningkat, seperti produk, jasa, dan solusi (Managed Network Services, Integrated Service Management and Professional Services) dan juga managed cloud, unified communications dan integrated suite dari Managed Security Products.

Selain itu, telkomtelstra juga mengajak para pengembang aplikasi Indonesia untuk menggunakan platform Microsoft Azure melalui Indonesia Application Challenge (IAC) dengan memanfaatkan platform Microsoft Azure. Telkomtelstra menyelenggarakan IAC untuk mengajak para pengembang aplikasi di Indonesia untuk memperlihatkan kreativitas mereka dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi menggunakan platform Microsoft Azure dan API telkomtelstra untuk menangani tantangan-tantangan di dunia nyata.

IAC memiliki tujuan untuk menggairahkan komunitas pencipta perangkat lunak di Indonesia untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi unik bagi pelanggan telkomtelstra. Kegiatan ini juga menunjukkan kesiapan telkomtelstra untuk mendukung pelaku bisnis, khususnya pengembang aplikasi.

International Data Corporation (IDC) Indonesia melaporkan bahwa anggaran belanja negara untuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan meningkat 16% atau setara dengan Rp394 triliun (US$ 29.5 milyar) pada tahun 2020, dari prediksi pada tahun 2017 sebesar Rp339 triliun (US$25.4 milyar). Meskipun hardware dan devices masih mendominasi belanja TIK Indonesia, IDC juga melihat perubahan perilaku perusahaan yang akan membuat layanan TIK menjadi salah satu komponen utama pertumbuhan di tahun 2020. Sedangkan belanja layanan TIK juga diprediksi akan meningkat 61.1% pada tahun 2020 menjadi Rp29 triliun (US$2.2 milyar) dari perkiraan Rp18 triliun (US$1.3 milyar) pada tahun 2017.

“Perubahan ranah kompetisi mengharuskan penyesuaian usaha di berbagai sektor dan investasi pada transformasi digital untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, mendorong efisiensi operasional, serta mengoptimalkan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan di Indonesia,” lanjut David Gee.

Hal yang terpenting, untuk menghadapi tantangan-tantangan beragam di era digital, telkomtelstra menekankan rencana penyediaan solusi keamanan berkinerja tinggi yang dirancang untuk memberikan pelanggan ketenangan dalam menghadapi berbagai ancaman siber, sehingga dapat lebih fokus dan percaya diri dalam bersaing di era digital. (Icha)

Ini Dua Pemenang Domestik Telkomsel 5-Min Video Challenge: Season 2

0

Telko.id – Video pendek berjudul “Chick-Chick” dan “Sowan” akhirnya terpilih menjadi pemenang kompetisi domestik Telkomsel 5-Min Video Challenge: Season 2. Sebagai pemenang nasional pertama, “Chick-Chick” berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp 150 juta, sedangkan “Sowan” sebagai juara kedua berhak mendapatkan Rp 75 juta.

Keduanya akan mewakili Indonesia pada  kompetisi regional di Singapura pada tanggal 22 November 2017, bersaing dengan video pemenang domestik lainnya dari Singapura, Thailand, Filipina, Australia, dan India untuk memperebutkan gelar juara utama dengan hadiah sebesar 30.000 dollar AS.

Sebagai pemenang kompetisi nasional Telkomsel 5-Min Video Challenge, “Chick-Chick” dan “Sowan” juga berkesempatan mendapatkan gelar “The Regional People’s Choice Award” atau “Video Favorit Regional” berdasarkan voting terbanyak dari publik. Masyarakat Indonesia dapat ikut mendukung kedua karya anak bangsa tersebut untuk mendapatkan gelar “Video Favorit Regional” dengan memberikan suaranya di https://www.the5minvideo.com/finalists-2017/ sampai dengan tanggal 19 November 2017.

“Selamat kepada ‘Chick-Chick’ dan ‘Sowan’ yang berhasil menjadi pemenang Telkomsel 5-Min Video Challenge untuk mewakili  Indonesia di kompetisi regional.  Melihat kedua film pendek tersebut, kami merasa sangat bangga dapat menemukan talenta nasional terbaik yang dapat menghasilkan karya yang sangat menyentuh dan berkualitas. Kami yakin keduanya dapat mengharumkan nama Indonesia dengan mempertahankan gelar juara utama di kompetisi regional,” kata Nirwan Lesmana, Vice President Brand and Communications Telkomsel.

Lebih lanjut Nirwan menambahkan bahwa di tahun kedua pelaksanaan Telkomsel 5-Min Video Challenge,  terlihat peningkatan kualitas pada submisi video yang masuk dibandingkan dengan tahun lalu. “Hal ini merupakan sinyal positif bahwa potensi dan kreativitas generasi muda Indonesia makin berkembang dan Telkomsel senang dapat menjadi wadah penyaluran kreativitas mereka,” tambah Nirwan.

Senada dengan Nirwan, salah satu juri kompetisi domestik The 5-Min Video Challenge yang juga merupakan salah satu sutradara terbaik di Indonesia, Joko Anwar, juga mengatakan bahwa tahun ini kompetisi Telkomsel 5-Min Video Challenge ditandai dengan peningkatan kualitas teknis dan tema yang lebih beragam.

Menanggapi terpilihnya “Chick-Chick” sebagai juara nasional, Kevin Anderson, Sutradara “Chick-Chick”, mengatakan, “Saya terkejut bisa terpilih mewakili Indonesia di kompetisi regional. Melihat para juri yang percaya dengan film kami, saya personally optimis ‘Chick-Chick’ punya peluang untuk menang di regional nanti,” kata Kevin.

Sutradara “Sowan”, Destian Rendra, pun mengungkapkan harapannya untuk dapat memenangkan kompetisi ini. “Film ‘Sowan’ adalah film yang paling serius kami garap. Meski cukup cemas dengan karya para pesaing dengan karya-karya yang hebat dari berbagai negara, kami optimis akan mendapatkan hasil terbaik,” ungkap Destian.

“Chick-Chick” bercerita tentang gadis kecil bernama Kara yang harus tinggal di rumah neneknya karena orangtuanya sedang bertengkar dan tidak berbicara satu sama lain. Di sana ia berteman dengan seekor ayam dan mencoba berkomunikasi dengan ayam tersebut dengan menggunakan telepon kaleng. Sedangkan “Sowan” menghadirkan cerita pendek tentang seorang pria yang melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanannya, ia menemukan masalah agrikultura di daerah setempat, di mana selama ini telah terjadi konflik antara petani, pengepul, dan penjual di pasar.

Selain memberikan suara untuk menentukan pemenang “Video Favorit Regional”, publik juga dapat ikut menentukan “Video Favorit Nasional” dari lima video pendek terbaik hasil pilihan panel juri. Kelima video tersebut adalah “Chick-Chick”, “Sowan”, “My Demonic Ex”, “Memori Terakhir”, dan “Surat dari Sinabung”.  Publik dapat melihat video nasional pilihan tersebut sekaligus memberikan dukungannya dengan mengikuti voting nasional di https://5minvideo.id/  sampai dengan tanggal 19 November 2017.

Nirwan kemudian kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk mengikuti voting regional agar video perwakilan asal Indonesia bisa berhasil mendapatkan gelar Video Favorit Regional, “Kita tentu akan turut bangga apabila video karya anak bangsa dapat juga terpilih menjadi ‘Video Favorit Regional’ sehingga bisa membawa nama baik Indonesia di depan audiens internasional. Mari kita berikan dukungan dan ikut menentukan juara favorit dengan mengikuti voting sebelum batas waktu yang ditentukan,” tutup Nirwan.

The 5-Min Video Challenge adalah sebuah kompetisi video regional yang mulai diadakan pada tahun 2016 dan merupakan hasil kolaborasi dari operator seluler yang tergabung dalam Singtel Group, yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (India dan Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia). Kompetisi ini terbuka untuk seluruh filmmaker, baik yang sudah berpengalaman di industri film maupun para pemula dan orang awam yang merasa tertantang untuk menciptakan konten berkualitas yang dapat menggugah perhatian masyarakat luas.

Dengan mengangkat tema “Connecting Lives”, kompetisi ini menantang kreativitas dan pemikiran partisipan untuk menginterpretasikan hubungan antara cara kita melihat dunia dan bertindak sehari-hari dengan berbagai kejadian yang mengantarkan kita pada hal-hal penting dalam hidup. Video berdurasi 5 menit tersebut juga bisa menjawab berbagai pertanyaan mengenai hal-hal yang dapat memisahkan maupun menghubungkan kita pada sesama. (Icha)

 

 

 

Ini Dia Tiga Solusi Inovatif Buat Pebisnis di Indonesia Melakukan Transformasi Digital

0

Telko.id – Transformasi digital kini sudah menjadi sebuah desakan yang tak terbendungkan lagi. Tuntuan dari pasar dan industri membuat harus siap melakukan trasnformasi. Namun, tidak semua perusahaan atau pebisnis memiliki kemampuan. Itu sebabnya, Microsoft hari ini meluncurkan tiga solusi inovatif yakni Microsoft 365, Azure Stack, dan Microsoft SQL Server 2017. Peluncuran ini dilakukan dalam Microsoft Industry Summit 2017 yang diselenggarakan di Jakarta.

Ketiga solusi ini dirancang untuk mendukung kinerja tim, melindungi bisnis, dan menyederhanakan manajemen TI dengan satu solusi. Microsoft berkomitmen untuk membantu proses transformasi digital berbagai sektor bisnis di Indonesia, serta membantu mereka untuk dapat terhubung dengan pelanggan, memberdayakan karyawan mereka dan mengoptimalisasi proses pengerjaan serta mentransformasi produk dan juga model bisnis mereka.

Bisnis di Indonesia tengah menghadapi proses transformasi digital yang akan mengubah bagaimana masyarakat menjalani hidupnya, bekerja, dan bermain. Berdasarkan studi Microsoft Asia Digital Transformation yang dilansir pada tahun 2017, 90% pemimpin bisnis di Indonesia percaya bahwa dibutuhkan sebuah transformasi digital dalam bisnis mereka, untuk dapat berkembang dimasa mendatang. Namun, hanya 27% yang menyatakan bahwa mereka telah memiliki strategi digital sepenuhnya. Tiga solusi inovatif yang diluncurkan hari ini diharapkan mampu memberikan solusi cerdas agar para pemimpin bisnis dapat memberdayakan para karyawan.

Bersamaan dengan kemajuan teknologi mobile dan komputasi awansalah satu aspek terpenting dari proses transformasi digital di Indonesia adalah kemampuan bagi para karyawan untuk dapat bekerja dimanapun dan kapanpun dengan aman. Microsoft 365, sebuah solusi intelijen yang lengkap untuk pelanggan komersial baik besar atau kecil, sehingga setiap orang dalam organisasi dapat lebih kolaboratif, mendukung kreativitas dengan cara yang aman dihadirkan. Microsoft 365 menghadirkan Office 365, Windows 10, dan Enterprise Mobility + Security yang digunakan untuk memampukan organisasi-organisasi di Indonesia agar dapat merampingkan manajemen TI dalam satu solusi, yang khusus dirancang untuk bisnis.

Selain itu, sebagai kelanjutan dari produk Azure, Azure Stack diluncurkan dengan ketangkasan dan inovasinya terhadap komputasi awanyang cepat, memungkinkan adanya konsistensi saat menjalankan platform hybrid cloud yang dapat membantu pelaku bisnis mengoptimalkan operasional mereka dan dan memaksimalkan produktivitas. Telkom Telstra dan CBN merupakan mitra awal yang menyediakan solusi bagi konsumen pengguna Azure Stack di Indonesia.

Solusi lainnya yang juga diluncurkan hari ini adalah Microsoft SQL Server 2017, sebuah sistem manajemen database relasional yang dikembangkan untuk mengoptimalkan operasional dan pengelolaan penyimpanan untuk bisnis mereka. Sistem ini dapat diakses melalui Windows, Linux, dan Docker yang menyediakan kemampuan Always Encrypted, Transparent Data Encryption, dan Dynamic Data masking yang mampu menyembunyikan data-data sensitif, juga Row-Level Security yang dapat mengontrol akses ke dalam baris-baris database.

Microsoft SQL Server 2017 juga menyediakan kemampuan baru Machine Learning and Deep Learning yang mendukung seluruh data Anda dengan solusi komperhensif. Dengan segala keunggulannya, tahun 2017 juga merupakan tahun ketiga bagi Microsoft untuk masuk dalam kategori “leader” dalam Gartner Magic Quadrant untuk sistem manajemen basis data operasional.

Pada saat peluncuran, keamanan dan kepercayaan menjadi kunci yang disorot diantara solusi-solusi Microsoft lainnya. Berdasarkan laporan Microsoft Security Intelligence (SIR) Volume 22 yang diluncurkan ditahun 2017. Indonesia termasuk ke dalam daftar lima negara di Asia Tenggara yang paling terpapar program-program berbahaya. “Seiring dengan semakin gencarnya serangan siber, kami mengerti pentingnya keamanan bagi mitra kerja dan juga pelanggan di Indonesia. Perlindungan tangguh Microsoft terhadap ancaman menciptakan grafik keamanan yang mampu melindungi semua unsur dalam solusi-solusi kami,” tutur Linda Dwiyanti, Chief Marketing and Operations Microsoft Indonesia.

“Bersamaan dengan tingginya adopsi teknologi digital yang terus membawa peluang-peluang hebat, menjadi penting untuk mengatasi perubahan ekspetasi, pengetahuan, kemampuan dan juga alat yang digunakan baik oleh karyawan maupun pelanggan, untuk dapat berbaur dalam Revolusi Industri Keempat,” ujar Linda Dwiyanti. “Misi kami adalah untuk mendukung setiap orang dan juga setiap organisasi di Indonesia untuk dapat mencapai lebih banyak hal, juga untuk mentransformasi model bisnis, dan menemukan kembali nilai didalamdunia yang kerap berubah ini.” (Icha)

Efisiensi Operasional Buat Indosat Bukukan Laba Bersih Rp.1.090,3 Miliar

0

Telko.id – Indosat membukukan laba bersih yang kuat sebesar Rp1.090,3 miliar pada 9B 2017 atau tumbuh +29,0% dibanding periode yang sama tahun lalu, bersumber dari pertumbuhan pendapatan serta didukung oleh implementasi program peningkatan efisiensi operasional yang berjalan dengan sangat baik. 

Perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasian yang menggembirakan sebesar 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan konsolidasian tumbuh menjadi Rp22,6 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan selular sebesar 4,7% menjadi Rp18,7 triliun. Pendapatan dari layanan data selular juga tumbuh pesat sebesar 38,7% menjadi Rp10,5 triliun, memberi kontribusi sebesar 56% terhadap pendapatan selular.

Jumlah pelanggan selular pada 9B 2017 mencapai 97 juta pelanggan, meningkat sebesar 15,4 juta pelanggan dibandingkan dengan 9B 2016 di mana ini merupakan hasil dari penawaran program-program pemasaran menarik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan. Indosat Ooredoo telah membangun 6.035 BTS tambahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana 94% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi.

Inisiatif-inisiatif yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional Perusahaan juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Beban operasional Perusahaan selama 9B 2017 meningkat 3,3%, di bawah tingkat pertumbuhan pendapatan, sehingga Perusahaan berhasil meningkatkan laba usaha sebesar 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi EBITDA, Indosat Ooredoo berhasil membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 4,7% menjadi Rp9,9 triliun (9B 2016: Rp9,5 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 43,9%.

Total utang dari pinjaman bank dan obligasi pada 9B 2017 juga mengalami pengurangan sebesar Rp2,4 triliun atau menurun sebesar 11,8% dibanding 9B 2016. Porsi utang dalam denominasi USD turun sebesar 76,1% dari USD186,4 juta (mewakili 12% dari total utang) pada 9B 2016 menjadi sebesar USD44,6 juta (mewakili 3% dari total utang) pada 9B 2017, dimana Indosat Ooredoo melanjutkan upayanya untuk mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang. Penurunan total utang telah menambah efisiensi pada biaya keuangan sebesar Rp136 miliar atau turun 7,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. (Icha)

Qualcomm Tolak Tawaran Broadcom Rp.1.755 Triliun, Kenapa?

0

Telko.id – Qualcomm Inc. menolak tawaran akuisisi sebesar $ 105 miliar setara dengan Rp.1.755 Triliun dari Broadcom Ltd. yang sebenarnya akan memulai apa yang akan menjadi pertempuran pengambilalihan teknologi terbesar dalam sejarah.

Perusahaan yang berbasis di San Diego tersebut merekomendasikan agar pemegang saham menolak kesepakatan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah langkah oportunis oleh Broadcom untuk membeli pembuat chip nirkabel dengan harga murah.

Qualcomm juga mengatakan bahwa transaksi tersebut mungkin menghadapi pengawasan ketat yang akan menimbulkan keraguan pada saat penyelesaiannya.

Penolakan ini menaikkan tekanan pada Broadcom untuk mempermanis penawarannya, tapi sampai saat ini, Broadcom mengatakan bahwa pihaknya tetap “berkomitmen penuh” untuk terus melakukan pembelian.

“Ini adalah keyakinan dengan anggapan bahwa proposal Broadcom secara signifikan mengurangi nilai Qualcomm terhadap posisi kepemimpinan perusahaan dalam teknologi mobile dan prospek pertumbuhan di masa depan,” kata Paul Jacobs, ketua eksekutif dan ketua dewan Qualcomm, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Blommberg.

Sebagai informasi, Chief Executive Officer Broadcom Hock Tan pada 6 November menawarkan $ 70 per saham tunai dan saham untuk Qualcomm. Langkah ini diambil untuk membuatnya jadi pemimpin pasar chip nirkabel di perangkat seperti iPhone Apple Inc.

Bahkan sebelum tanggapan Qualcomm, Tan dan para penasihatnya bersiap untuk melakukan pertarungan proxy di mana mereka mengajukan banding langsung kepada investor Qualcomm.

Qualcomm naik 2,2 persen menjadi $ 65,96 pukul 11:17 am di New York, Senin. Sejak penawaran dari Broadcom, ia telah diperdagangkan di bawah harga penawaran karena skeptisisme bahwa transaksi dapat diselesaikan. Saham Broadcom sedikit berubah pada hari Senin.

Pernyataan dari Qualcomm tersebut disambut positif oleh Tan tapi dengan harapan negosiasi dapat tetap berjalan baik.

“Kami telah menerima umpan balik positif dari pelanggan utama mengenai kombinasi ini,” katanya dalam sebuah pernyataan menyusul penolakan Qualcomm.

“Kami terus percaya bahwa proposal kami merupakan alternatif yang paling menarik dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham Qualcomm dan kami didorong oleh reaksinya,” ujar Tan.

Sebenarnya, Broadcom membeli Qualcomm akan membentuk kembali industri pembuatan chip, mengubah Broadcom menjadi pembuat semikonduktor terbesar ketiga, di belakang Intel Corp dan Samsung Electronics Co. Bisnis gabungan akan langsung menjadi penyedia default dari seperangkat komponen yang dibutuhkan untuk membangun masing-masing dari lebih dari satu miliar smartphone terjual setiap tahunnya.

Kesepakatan itu akan mengalahkan nilai akuisisi Dell Inc. senilai $ 67 miliar terhadap EMC pada tahun 2015 – yang merupakan yang terbesar di industri teknologi.

Sebagai informasi, Tan telah membangun Broadcom melalui serangkaian transaksi yang mampu membantu terbentuknya kembali industri semikonduktor senilai $ 300 miliar. Sebelumnya telah berhasil menarik kesepakatan dengan pendekatan intensif.

Namun, target Broadcom untuk menutup lebih dari $ 40 miliar pembelian NXP Semiconductors NV membuatnya harus lebih agresif lagi. Tan juga mengatakan tawarannya untuk Qualcomm tetap berjalan, dengan atau tanpa akuisisi Qualcomm atas NXP.

Untuk saat ini, dewan Qualcomm tetap berpegang pada tim manajemennya, dipimpin oleh Chief Executive Officer Steve Mollenkopf.

“Setelah melakukan tinjauan menyeluruh, dilakukan dengan berkonsultasi dengan penasihat keuangan dan hukum kami, dewan menyimpulkan bahwa proposal Broadcom secara dramatis mengurangi Qualcomm dan mendapat ketidakpastian peraturan yang signifikan,” kata Tom Horton, direktur utama perusahaan tersebut, dalam pernyataan tersebut.

“Kami sangat yakin bahwa strategi Steve dan timnya adalah untuk memberikan nilai yang jauh lebih baik bagi para pemegang saham Qualcomm daripada penawaran yang diajukan”. (Icha)

Telkomsel Mendorong Perusahaan di DKI Jakarta Untuk Lakukan Digitalisasi

0

Telko.id – Masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum melakukan digitalisasi. Bahkan di Jakarta pun yang penerapan digital nya paling tinggi, masih belum semua. Itu sebabnya, Telkomsel cukup serius dalam menggarap pasar solusi bisnis korporasi.

Yang ditawarkan adalah solusi untuk memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi terpadu sejumlah perusahaan, baik untuk kepentingan Business to Business (B2B) maupun Business to Customer (B2C).

Telkomsel melalui unit Regional Account Management Central Jabotabek kembali dipercaya untuk menyediakan layanan berbasis solusi bisnis korporasi dari tiga perusahaan yang berada di wilayah DKI Jakarta yakni oleh PT Anugerah Cahaya Titian, PT Easypay Indonesia National Payment Systems, dan Koperasi Karyawan SIGAP Prima Astrea.

Telkomsel menandatangi MoU kerja sama layanan berbasis solusi bisnis korporasi dengan ketiga perusahaan tersebut untuk sejumlah produk dan layanan korporasi unggulan yang juga mendorong pemanfaatan sejumlah produk berbasis digital yang dapat mendorong efisiensi dan meningkatkan performansi serta koordinasi dalam operasional perusahaan-perusahaan tersebut.

“Telkomsel sangat mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan korporasi untuk memanfaatkan layanan solusi bisnis korporasi Telkomsel sebagai sarana untuk mempermudah akses terhadap informasi, efisiensi proses bisnis, dan juga produktivitas bisnis bagi tiga perusahaan tersebut. Terutama dengan pemanfaatan layanan berbasis digital yang akan semakin memberikan kemudahan bagi para karyawan dengan tingkat mobilitas tinggi,” kata Nyoman Adiyasa, General Manager Account Management Jabotabek Jabar Telkomsel.

Untuk kesepakatan kerjasama dengan tiga perusahaan tersebut, Tekomsel menghadirkan sejumlah fasilitas layanan solusi bisnis korporasi Telkomsel yang akan memberikan kenyamanan akses komunikasi dan koordinasi antar karyawan, seperti seperti melalui layanan Close User Group (CUG) Team Plan yang memberikan akses layanan nelpon dan SMS antar karyawan dengan paket harga terjangkau dan dilengkapi paket kuota data sesuai kebutuhan, serta Flash Bulk Business to Business to Customer (B2B2C) untuk fasilitas transfer kuota paket data yang juga dapat dijadikan reward bagi rekanan perusahaan atau corporate client.

Telkomsel juga menyediakan pinjaman untuk anggota Koperasi Karyawan SIGAP Prima Astrea melalui fasilitas layanan mobile financial service TCASH Loan, dimana fasilitas ini memungkinkan bagi karyawan serta anggota koperasi untuk melakukan pinjaman dengan mudah, cepat dan aman menggunakan layanan digital money.

Pembayaran pinjaman atas TCASH Loan dilakukan dengan cara pemotongan payroll karyawan yang bersangkutan di bulan berikutnya.

Nyoman lebih lanjut menambahkan, salah satu fasilitas layanan solusi bisnis korporasi yang dihadirkan Telkomsel dalam kerja sama dengan salah satu perusahaan yang bergerak di industri pariwisata adalah melalui pemanfaatan fitur Roaming Reseller System for Travel Agent.

Fitur ini menggunakan sistem bundling penjualan paket destinasi wisata dengan aktivasi layanan akses komunikasi international roaming (IR) terinetegrasi, di mana pelanggan dapat memiliki keleluasaan pemesanan tanggal aktivasi layanan IR Telkomsel yang dapat disesuaikan dengan jadwal kepergian.

“Kenyamanan pelanggan segmen korporasi dalam memanfaatkan beragam solusi layanan korporasi semakin terjamin dengan didukung kehandalan ratusan Account Managger (AM) Telkomsel yang siap membantu setiap saat serta cakupan jaringan yang luas dan berkualitas, dengan lebih dari 28.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk lebih dari 21.000 BTS broadband berteknologi terdepan 3G dan 4G di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar” pungkas Nyoman. (Icha)

 

Indosat Ooredoo Resmi Angkat Joy Wahjudi sebagai Direktur Utama

0

Telko.id – Akhirnya, Indosat Ooredoo resmi mengumumkan pengangkatan Joy Wahjudi sebagai Direktur Utama dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan Selasa (14/11).

Sebelumnya Joy Wahjudi telah menjabat sebagai Direktur dan Chief Sales and Distribution Officer Indosat Ooredoo sejak tahun 2014. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri telekomunikasi, Joy dikenal dengan terobosan dan strategi terdepannya dalam mendorong penjualan yang menghasilkan pertumbuhan signifikan bagi perusahaan.

“Perencanaan suksesi yang efektif dan disiplin merupakan hal yang sangat penting sebagai kunci sukses perusahaan dan komponen kunci dari keunggulan kompetitif Indosat Ooredoo. Joy telah disiapkan sebagai pengganti Direktur Utama dan CEO sejak tiga tahun sebelumnya. Sekarang, dengan bangga kami mengumumkan Joy sebagai Direktur Utama Indosat Ooredoo,” kata Johnny Ingemar Svedberg Anggota Direksi Indosat Ooredoo.

Setelah penutupan RUPSLB, komposisi Dewan Direksi perusahaan menjadi Joy Wahjudi, Direktur Utama sekaligus Direktur Independen, Johnny Ingemar Svedberd, Herfini Haryono dan Caba Pinter sebagai Direktur.

Setelah pengangkatan Joy, RUPSLB Indosat Ooredoo juga menerima pengakhiran masa jabatan Alexander Rusli sebagai Direktur Utama.

“Atas nama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, perkenankan kami menyampaikan terima kasih kepada Alexander Rusli atas kerja keras dan dedikasinya kepada perusahaan,” demikian disampaikan Komisaris Utama Indosat Ooredoo, Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed, sebelum menutup RUPSLB. (Icha)

Motor pun Dijadikan Armada Untuk Jangkau Pelanggan Telkomsel Hingga Pelosok

0

Telko.id – Kondisi wilayah di pelosok negeri, tidak semuanya mudah diakses dengan menggunakan kendaraan roda empat. Itu sebabnya, Telkomsel memperluas layanan Mobile GraPARI (MoGi) ke berbagai lokasi di Indonesia dengan menggunakan armada sepeda motor, agar pelanggan di pelosok yang belum terjamah oleh layanan telekomunikasi bisa dilayani layaknya di titik layanan pelanggan GraPARI.

Pelayanan bergerak ini dilengkapi dengan box khusus yang membawa produk dan layanan Telkomsel, mulai dari isi ulang pulsa, kartu perdana, dan sebagainya. Saat ini sebanyak 169 Armada Motor Mobile GraPARI beroperasi di berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Bali.

“Kami selalu berkomitmen untuk melayani pelanggan secara maksimal dan memberikan kenyamanan dalam berinteraksi seputar layanan Telkomsel. Hadirnya Armada Motor Mobile GraPARI Telkomsel dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi ini kami harap dapat melayani kebutuhan komunikasi pelanggan hingga daerah pelosok yang tidak terjangkau oleh pusat pelayanan kami, serta minim akses dan sulit untuk dilalui mobil,” kataSukardi Silalahi , Direktur Sales Telkomsel.

Sukardi juga menambahkan bahwa kehadiran Armada Motor Mobile GraPARI dapat mempercepat penetrasi penggunaan layanan broadband, baik 3G maupun 4G, oleh masyarakat di lokasi-lokasi yang sudah dilayani oleh layanan Internet cepat tersebut. Hal ini diharapkan akan membuka akses informasi masyarakat, sehingga dapat mendukung perekonomian, khususnya para UMKM untuk berkembang.

Dalam beroperasi, Armada Motor Mobile GraPARI memiliki tiga fungsi utama, yaitu edukasi, pelayanan, dan penjualan. Di fungsi edukasi, layanan bergerak ini dapat memberikan informasi kepada pelanggan, di antaranya mengenai produk, jenis paket data, harga paket data, paket produk digital, dan seputar registrasi prabayar. Di fungsi pelayanan, hadirnya Armada Motor Mobile GraPARI dapat berfungsi sebagai tempat untuk complaint handling dan ganti kartu, sebelum pelanggan dirujuk ke GraPARI terdekat. Sedangkan di fungsi penjualan, fasilitas ini juga dapat melayani penjualan kartu perdana, voucher isi ulang, konten digital, kartu TCASH Tap, dan cash in TCASH.

“Kami ingin agar pelanggan di kota maupun di pelosok memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati berbagai layanan kami. Kedepannya, lewat Armada Motor Mobile GraPARI pelanggan di pelosok juga dapat mengenal layanan broadband dan digital Telkomsel mulai dari TCASH, berbagai layanan digital lifestyle, hingga mobile advertising yang dapat mendukung perkembangan UMKM,” jelas Sukardi.

Hadirnya layanan bergerak dengan armada sepeda motor ini akan melengkapi 592 Mobile GraPARI yang berfungsi sebagai armada pelayanan bergerak Telkomsel yang saat ini sudah beroperasi di berbagai lokasi di Indonesia. Dengan hadirnya kedua armada tersebut, diharapkan kenyamanan dan kebutuhan komunikasi pelanggan dapat terus terjaga kapan pun dan di mana pun. (Icha)