spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1470

5 Startup “Gali’ Potensi Kerjasama Dengan Pemda DKI Jakarta

0

Telko.id – Untuk membangun sebuah smart city memang dibutuhkan banyak developer. Salah satu nya tentu para startup. Itu sebabnya, lima dari dua belas startup angkatan kedua yang dibina oleh GK – Plug and Play mengunjungi Balaikota untuk menghadap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno pada 7 Maret 2018.

Kelima startup tersebut adalah Duithape, Gandeng Tangan, Gringgo, Periksa.Id, dan Weston. Pertemuan ini dijadwalkan untuk menggali kolaborasi antara startup GK-Plug and Play dengan program Pemprov DKI Jakarta.

“Nama Plug and Play sudah tidak asing lagi dan kami sangat mengappreciate rekan-rekan startup yang ingin bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Kami menganut sistem City 4.0 yang mengedepankan kolaborasi. Kita akan lihat kemungkinannya untuk dikolaborasikan dengan Smart City atau OKE OCE,” buka Sandiaga Uno dalam pertemuan tersebut.

Kelima startup ini diketahui memiliki background yang berbeda, mulai dari Duithape dan Gandeng Tangan yang bergerak di bidang Financial Technology (fintech), Gringgo yang menyediakan aplikasi untuk pengelolaan sampah, Periksa.Id di bidang teknologi kesehatan, dan Weston di bidang renewable energy.

“Saat proses seleksi masuk ke program GK-Plug and Play, bukan hanya business model saja yang kami nilai, tapi juga karakter dan background dari founder startup tersebut hingga cerita di balik terbentuknya startup itu sendiri. Kami berharap startup-startup yang ada di Indonesia benar-benar bisa membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dengan bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Wesley Harjono, President Director GK – Plug and Play.

Dalam pertemuan ini, Wakil Gubernur Sandiaga Uno pun langsung menunjuk beberapa Person in Charge untuk menindaklanjuti kerjasama dengan kelima startup ini, “Akan langsung kita kenalkan dengan pihak terkait. Gandeng Tangan dan Duit Hape akan kita pertemukan dengan OKE OCE. Gringgo juga memiliki potensi kerjasama yang besar dengan Smart City. Periksa ID akan kita perkenalkan ke Depkes untuk melihat potensinya lebih jauh. Weston juga bisa kita undang ke Pulau Seribu untuk memberikan solusi di bidang listrik,” tutur Sandiaga Uno usai mendengarkan perkenalan dari kelima startup tersebut.

Memiliki program akselerasi yang terencana dengan baik, akselerator asal Silicon Valley ini mengaku optimis startup-startupnya dapat memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat Indonesia. Selain menghubungkan startup dengan regulators, saat ini GK-Plug and Play juga diketahui memiliki empat corporate partners yang siap bekerjasama dengan startupnya yaitu Astra, BNI, BTN, dan Sinar Mas. Bahkan, GK-Plug and Play mengaku telah menyiapkan sejumlah resources dan dana untuk lebih banyak startup.

“Kami sudah menyiapkan resources mulai dari coworking space, 1:1 mentorship, workshop, seed funding, hingga network yang luas. Bahkan, startup-startup yang tergabung dengan program kami akan kami perkenalkan dengan corporate partners kami untuk mengexplore peluang kerjasama. Registrasi untuk batch ketiga akan kami buka bulan ini. Startup yang tertarik dapat membaca informasi lebih lanjut di media sosial kami ,” tutup Wesley Harjono. (Icha)

 

 

Beli Reksa Dana pun Kini Bisa Melalui eCommerce

0

Telko.id – Investasi memang banyak alternatifnya. Salah satu yang resiko rendah adalah reksa dana. Dengan masuknya era digital ini, untuk berinvestasi reksa dana pun dapat dilakukan dengan lebih mudah. Bahkan dapat dibeli melalui eCommerce.

Salah satu yang sudah mulai masuk ke ranah investasi alternative ini adalah Tokopedia (Tokopedia). Perusahaan marketplace ini, mengumumkan kerja sama dengan marketplace reksa dana online Bareksa Portal Investasi (Bareksa) dalam menyediakan fasilitas pembelian reksa dana online, yang bertujuan mempermudah akses masyarakat dalam berinvestasi.

Melalu kerja sama ini, kini masyarakat dapat membeli reksa dana Syailendra Pasar Uang di marketplace reksa dana Bareksa melalui platform Tokopedia. Produk tersebut memiliki potensi keuntungan 6-7 persen per tahun. Produk reksa dana ini juga dapat dicairkan kapan saja dan dapat langsung cair di hari yang sama seperti produk tabungan. Saldo reksa dana di TokoCash juga bisa digunakan untuk berbelanja produk-produk di Tokopedia.

Melissa Siska Juminto, Managing Director Tokopedia menjelaskan bahwa hadirnya reksa dana online di Tokopedia bertujuan untuk mendorong semangat masyarakat dalam berinvestasi.

“Kemauan dan kemampuan berinvestasi menjadi tahap penting dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Dengan kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, Tokopedia berharap Toppers (pengguna Tokopedia, ed.) akan lebih tergerak untuk memulai dan mengembangkan investasinya lewat reksa dana online di Tokopedia. Ini merupakan bentuk dukungan Tokopedia dalam mendukung pengembangan inklusi keuangan berbasis inovasi digital,” kata Melissa.

Kerja sama dengan Tokopedia menjadi yang pertama pada 2018 bagi Bareksa untuk semakin memperluas penetrasi pasar dan pengembangan inovasi digital, terutama di industri e-commerce.

“Kami menyambut baik kerja sama strategis dengan Tokopedia ini. Sebab Bareksa kembali berkesempatan untuk semakin memperluas pemasarannya, terutama dalam pengembangan inovasi dunia digital dan e-commerce,” ungkap Ady F Pangerang, v Presiden Direktur, Bareksa Portal Investasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, kinerja industri reksa dana sepanjang tahun lalu cukup cemerlang. Jumlah reksa dana tahun lalu naik menjadi 1.777 produk dibandingkan 2016 yang sebanyak 1.425 produk. Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana pada 2017, juga melonjak 35 persen menjadi Rp 457,5 triliun dari Rp 338,7 triliun di 2016.

Tidak berbeda jumlah unit penyertaan (UP) beredar sepanjang 2017 tercatat 324,2 miliar, atau naik 35 persen dari 2016 yang sebanyak 240,2 miliar. Nilai subscription naik 10 persen menjadi Rp 386,5 triliun pada 2017.

Data OJK menyebut, jumlah reksa dana pasar uang konvensional per 29 Desember 2017 sebanyak 132 produk atau naik 19 persen dari 2016. NAB reksa dana konvensional pada tahun lalu tercatat Rp 49,8 triliun atau melonjak 74,5 persen dibandingkan 2016. Tidak berbeda jumlah reksa dana pasar uang syariah juga melonjak 73 persen jadi 26 produk dan NAB meroket 80 persen jadi Rp 2,05 triliun.

“Pertumbuhan dana kelolaan di reksa dana pasar uang merupakan yang terbesar dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Hal ini mempertegas pola simpanan masyarakat yang mulai memilih reksa dana pasar uang sebagai alternatif investasi mengantisipasi penurunan bunga deposito,” ujar Ady.  (Icha)

 

 

 

Pemerintah Dukung eSport Jadi Olahraga Prestasi

Telko.id – eSport saat ini masih banyak menjadi olahraga rekreasi. Belum professional. Padahal, eSport ini memiliki masa depan yang bagus. Itu sebabnya, pemerintah pun berniat untuk mendukung eSport ini menjadi olahraga prestasi.

“Posisinya, eSport ini sekarang masih menjadi olahraga rekreasi, belum prestasi. Nanti, kami dari pemerintah akan mendorong kearah olahraga prestasi. Diharapkan, ke depan dapat menjadi duta branding Indonesia juga di luar negeri,” ujar Raden Isnan, Deputi Pemberdayaan Olahraga Kemenpora ketika menghadiri pembukaan Indonesia Games Championship (IGC), Selasa (6/3/2018).

Dengan masuknya eSport sebagai olahraga prestasi, maka atlitnya juga harus professional. Di mana, si atlit harus melakukan latihan rutin dan mengikuti kompetisi.

“Kami selaku pemerintah akan mengakomodasi sebuah studio untuk memfasilitasi para gamer berlatih eSport,” kata Raden menunjukan keseriusan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Raden menambahkan “Di Kemenpora memang ada studio yang dapat dipergunakan, tapi kami belum mengetahui standar dari tempat pelatihan eSport itu seperti apa”.

“Jadi ayo, para insan yang terlibat di industry ini, seperti media, gamer, hingga publisher untuk mengunjungi kantor Kemenpora,” tutur Raden menambahkan. Tujuannya, sudah pasti untuk berdiskusi membahas industri serta perlengkapan apa saja yang dibutuhkan.

Raden pun berharap untuk mendukung industri eSports di Indonesia, harus sering diadakan kompetisi. Menurutnya, dengan semakin seringnya kompetisi digelar, potensi menemukan pemain berbakat akan lebih besar.

“Potensi pemain eSport di Indonesia ini harus dikembangkan lewat kompetisi. Kalau bisa, tidak hanya satu kompetisi, tapi ada tiga hingga empat kompetisi, dalam setahun” tukasnya. Selain itu, kompetisi juga bisa menjadi sarana agar eSports lebih dikenal masyarakat luas.

Selain itu, Raden juga berharap bahwa eSport ini dapat masuk dalam salah satu cabang oleh raga Asian Games. Namun, pada Asian games kali ini eSport akan tampil dalam eksibisi saja. Namun, jika memang nantinya diminati oleh banyak peserta Asian Games 2018 maka, Isnanta memperkirakan peluang eSport diterima sebagai cabor resmi bisa semakin besar.

Bagi Telkomsel sebagai salah satu pendukung Indonesia Games Championship 2018 ini, eSport memiliki arti yang cukup penting dalam bisnisnya. Dimana, selain melalui kartu kredit dan lainnya, para gamer ini juga membeli produk dari Telkomsel.

“Kira-kira, pendapatan Telkomsel dari para gamer ini mencapai 20-30% dari total pendapatan digital kami,” ujar Auliya I Fadli, GM Game and Apps Telkomsel menjelaskan usai pembukaan.

Menurutnya, dari total berkisar 190 juta pelanggan Telkomsel, ada sekira 40 juta pelanggan yang menggunakan pulsa untuk transaksi game.

Game yang digunakan pelanggan itu bervariasi itu mulai dari casual hingga hardcore. Untuk hardcore, pemainnya itu  biasanya mampu menghabiskan pulsa sekitar Rp100 hingga 200 ribuan. Sementara yang casual, menghabiskan pulsa.mulai Rp25 hingga 50 ribu, untuk transaksi game.

“Proyeksi growth 20 hingga 30 persen pengguna Telkomsel,”tutup Fadli. (Icha)

Ajang Kompetisi eSports Terbesar di Indonesia Kembali Digelar

Telko.id – Games memang menjadi favorite banyak anak muda di Indonesia. Suka tidak suka, mereka juga perlu penyaluran yang lebih positif. Itu sebabnya, Telkomsel kembali menggelar Indonesia Games Championship (IGC) 2018, sebuah ajang kompetisi games dan berkumpulnya anak muda yang memiliki keterampilan dalam bermain games. Kompetisi yang memasuki tahun kedua ini diperkirakan akan diikuti lebih dari 15.000 peserta dan pengunjung, menjadikan acara ini sebagai event turnamen online games (eSports) terbesar di Indonesia.

“Melalui IGC 2018, kami berupaya mewadahi komunitas gamer yang ada di Indonesia untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi seputar games. Ajang ini merupakan salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia,” kata Alistair Johnston, Direktur Marketing Telkomsel dalam pembukaan ajang kompetisi yang diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia ini.

IGC 2018 mempertandingkan permainan bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) dan casual game. Kompetisi ini diselenggarakan dalam dua kategori, yaitu PC Game dan Mobile Games. Untuk kategori PC Game, jenis game yang dikompetisikan adalah Dota 2. Sementara jenis game yang dikompetisikan pada kategori Mobile Games adalah Vainglory, Mobile Legends, AOV, dan LINE Let’s Get Rich. Para pemenang kompetisi games ini akan memperebutkan hadiah total senilai lebih dari Rp 600 juta.

Pendaftaran untuk kualifikasi nasional dibuka mulai tanggal 6 Maret 2018 yang dapat diakses secara online di https://igc.duniagames.co.id. Pertandingan babak kualifikasi nasional digelar secara online akan berlangsung pada bulan Maret dan April 2018. Delapan tim terbaik untuk masing-masing game pada babak kualifikasi tingkat nasional akan saling berhadapan untuk memperebutkan gelar juara pada grand final yang akan berlangsung pada tanggal 20-22 April 2018 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta.

Pada puncak acara IGC 2018 di Jakarta, selain mengundang kembali para pemenang baik dari event IGC 2017 dan pemenang babak penyisihan di event MAXcited 2017 di delapan kota, Telkomsel juga akan mendatangkan tim profesional berskala internasional, baik yang diundang secara khusus maupun finalis online qualifier untuk wilayah Asia Tenggara. Kehadiran tim internasional ini diharapkan semakin menyemarakkan IGC 2018.

“Kami mengapresiasi langkah Telkomsel yang berinisiatif menggelar IGC untuk mengembangkan industri eSports di Indonesia. Kami berharap Telkomsel mampu mendukung kreativitas dan talenta developer muda Indonesia dalam menciptakan model permainan tradisional menggunakan teknologi digital. Kami yakin Telkomsel mampu mewujudkannya,” kata Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Selain menyaksikan kompetisi eSports, para pengunjung IGC 2018 juga bisa merasakan serunya bermain virtual reality game, console game, serta arcade games. Pengunjung juga akan dihibur penampilan musik atraktif dari JKT 48 dan artis pendukung lainnya.

Telkomsel juga mengadakan kompetisi cosplay (parade kostum tokoh film kartun atau video games) yang bisa diikuti oleh perorangan maupun kelompok. Kontes ini terbagi atas lima kategori, yakni team cosplay, single cosplay, costreet, fun photo contest, dan cosplay photography competition. Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan oleh juri dari Indonesia maupun mancanegara. Selain itu, Telkomsel juga menggelar TCASH Food Bazaar, di mana pengguna TCASH bisa merasakan pengalaman bertransaksi secara nontunai di merchant-merchant makanan dan minuman yang telah disediakan di lokasi.

Pada tahun 2017, Telkomsel sukses menggelar IGC dengan total lebih dari 13.000 peserta dan pengunjung di enam kota besar di Indonesia. Kejuaraan ini disaksikan oleh sekitar 246.000 audiens secara live streaming di website duniagames.co.id. IGC merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk menjadikan duniagames sebagai portal games terbesar. Selain IGC, Telkomsel juga berambisi untuk mengembangkan eSports dengan mengadakan turnamen lokal, nasional, dan internasional. Bersama dengan mitra, Telkomsel juga membangun eSports team untuk membangun ekosistem eSports Indonesia. (Icha)

 

 

 

 

Lewat Fintech, Pesan Tiket Bus Semudah Menjentikkan Jari

0

Jakarta, 5 Maret 2018 – DOKU, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia, kembali memperluas ekosistem cashless di sektor transportasi dengan mengintegrasikan payment gateway dan DOKU e-Wallet ke dalam aplikasi serta layanan pemesanan tiket bus online, www.bosbis.com. Melalui integrasi ini, penumpang Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) bisa lebih mudah dalam melakukan pemesanan dan pembayaran tiket secara online.  Sosialisasi perdana untuk layanan pesan tiket online yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Perhubungan bersama dengan Organda ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran program ‘Touch Click and GO’ di Car Free Day, Minggu (04/03/2018).

“Kami sangat bangga dapat terlibat dalam proyek kolaborasi e-ticketing yang digagas oleh Kementerian Perhubungan ini. Kami berharap dengan adanya layanan dan aplikasi Bosbis para penumpang bus dapat lebih leluasa mengakses informasi dan mudah melakukan pembelian tiket bus darimana dan kapan saja, tak perlu repot pergi ke stasiun dan antri di loket. Selain itu DOKU juga memberikan opsi metode pembayaran beragam, sehingga calon penumpang dapat memilih metode pembayaran yang paling nyaman untuk mereka,” Jelas Himelda Renuat, Chief Marketing Officer DOKU.

Demi kenyamanan penumpang, selain pesan dan bayar tiket bus secara online, para calon penumpang juga memiliki opsi untuk membayar tiket yang sudah dipesan melalui gerai Alfamart yang tersebar di seluruh Indonsia atau beli tiket langsung di beberapa terminal percontohan melalui vending machine tiket.

Penumpang bus akan lebih mudah dalam melakukan pemesanan tiket, karena layanan dan aplikasi Bosbis sudah terkoneksi ke Bus Integration System (B.I.S) yang digunakan oleh Perusahaan Otobus (PO) untuk melakukan manajemen armada, harga, penjatahan kursi, keagenan tiket dan lain-lain. Sehingga, penumpang bisa memesan tiket, memilih kursi, dan membayar hanya dalam hitungan detik. Tidak perlu pergi ke stasiun dan antri di loket. Cukup mengakses www.bosbis.com ataupun aplikasi Bosbis untuk memesan tiket bus dengan lebih dari 300 operator perusahaan otobus dan penyedia jasa transportasi shuttle maupun travel yang telah bergabung di dalamnya.

Selain itu, DOKU juga memberikan potongan senilai Rp 30 ribu untuk 1500 orang pertama yang melakukan pemesanan tiket melalui situs dan aplikasi Bosbis dengan nilai pemesanan minimum Rp 200 ribu. Untuk pengguna aplikasi e-wallet DOKU, promo Bosbis bisa dilihat pada tab promo. Selanjutnya pengguna akan diarahkan ke www.bosbis.com untuk melakukan pembelian tiket secara online.

“Integrasi DOKU-Bosbis adalah bentuk komitmen kami dalam upaya mendukung GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) yang digalakkan pemerintah dan Bank Indonesia, sekaligus upaya untuk memperluas ekosistem cashless di sektor transportasi. Sebelumnya, sistem pembayaran DOKU juga sudah digunakan untuk moda transportasi udara, kereta, ride sharing, dan juga laut,” pungkas Himelda.

2018 ini, Lenovo ‘Ganti’ Strategi Ke Augmented Intelligence

0

Telko.id – Teknologi kini memang cepat sekali berubah arah. Itu sebabnya, para vendor pun harus sigap dalam menghadapi situasi industry terkini. Jika tidak maka bakal terlibas oleh para pesaingnya. Tak heran, Lenovo pun mengubah arah bisnis intinya. Masuk ke  Augmented Intelligence.

Terlebih, Lenovo merasa yakin dengan kemampuannya yang berakar pada industry PC sehingga bakal mampu menciptakan koleksi lengkap untuk perangkat AI. Dengan berbasis pada tiga elemen utama dari Intelligence, yaitu Data, Kekuatan Komputasi, dan Algoritma. Semuanya dipamerkan pada Mobile World Conggress 2018.

Dengan teknologi AR, VR dan suara-aktif baru yang dipamerkan dalam ajang tersebut, Lenovo memperlihatkan cara baru yang hebat untuk hidup, bekerja, dan bermain. Dari laptop cerdas TM ™ 2 inci in-1 yang intuitif diluncurkan hari ini, untuk mengubah Modifikasi Moto, hingga solusi data center yang canggih, Lenovo membuat semua koneksi manusia penting ke AI, dari perangkat ke pusat data.

Pengalaman Smartphone yang Berbeda

Di MWC, Motorola akan memamerkan produk yang menantang industri dengan fitur smartphone premium tetapi memiliki harga yang layak. Produsen ini juga memperkenalkan Moto Mods yang memampu membantu dalam memantau kesehatan. Seperti Health Mod yang dapat mengukur lima tanda vital yang akan dengan mudah memberikan info tentang tekanan darah sistolik dan diastolik yang akurat, semuanya melalui perangkat moto z Anda.

Motorola akan berbagi wawasan seputar Studi Phone – Life Balance yang baru dirilis yang telah dikembangkan dalam kemitraan dengan Dr. Nancy Etcoff, pakar terkenal dalam Mind-Brain Behavior dan Science of Happiness at Harvard. Studi ini mengidentifikasi perilaku bermasalah yang mempengaruhi hubungan dengan orang lain dan diri kita sendiri dan menunjukkan bagaimana orang meletakkan ponsel mereka di hadapan orang yang mereka sayangi, dengan temuan yang paling mengkhawatirkan terkait generasi muda yang tumbuh di dunia digital.

Motorola percaya bahwa teknologi harus memperkaya hidup kita, daripada mengalihkan perhatian dari mereka dan menawarkan solusi cerdas untuk membantu orang mengelola keseimbangan kehidupan ponsel mereka. Ini termasuk kemitraan dengan SPACE, sebuah aplikasi yang membantu Anda lebih memperhatikan penggunaan telepon Anda, dan Pengalaman Moto yang mendukung interaksi mobile yang lebih intuitif.

Pendekatan yang Berbeda terhadap Suara

Bisnis PC dan Smart Devices Lenovo juga mengembangkan produk baru untuk mentransformasikan pengalaman komersial dan konsumen melalui Augmented Intelligence.

Di MWC, Lenovo akan memperkenalkan Yoga 730 baru (dalam model 13 inci dan 15 inci) dan Yoga 530 inci baru – penambahan terbaru untuk keluarga 2-in-1 yang dirancang untuk generasi mobile. Convertible berbasis Windows 10 yang baru menampilkan desain modern, kinerja laptop yang kuat dan portabilitas tablet yang menjadikan Lenovo Yoga sebagai merek laptop premium ikon sejak pertama kali mempelopori faktor bentuk konversi. Yoga 730 yang baru memanfaatkan kekuatan AI untuk memberi Anda bantuan cerdas tanpa tangan. Dengan Cortana dan Alexa built-in, ia menawarkan lebih banyak pilihan dan mengenali perintah suara dari seberang ruangan

Lenovo trio baru, Lenovo 500e, 300e 2-in-1 dan 100e Chromebook dibuat untuk mendukung pendidikan bagi para konsumennya. Di mana, pada desain luar mampu mencegah tumpahan dan tetes, Chromebook 300e menampilkan teknologi Lenovo Enhanced Touch dan Chromebook 500 e menyediakan Pen EMR ™ dengan inovasi Google® yang dekat lag- algoritma gratis untuk menulis dan membuat sketsa.

Untuk kehidupan yang lebih cerdas, Lenovo Smart Display yang akan mendukung kegiatan berteknologi dalam rumah yang lebih nyaman, intuitif dan berbagi. Ini menggabungkan kemampuan suara dari Asisten Google Asisten dengan layar sentuh HD penuh yang dinamis. Sebagai pusat perintah untuk perangkat rumah pintar yang terhubung, mulai dari pencahayaan sampai pemanasan dan yang lainnya, dapat dikontrol dengan hanya suara Anda atau melirik sekilas pajangan.

Augmented Intelligence

Lenovo juga memamerkan bagaimana Augmented Intelligence terus membuat perangkatnya berbeda dan lebih mendalam. Header VR standalone Lenovo Mirage Solo dan Lenovo Mirage Camera, kamera VR180, memungkinkan Anda membuat dan mengkonsumsi konten VR Anda sendiri menggunakan Daydream, platform VR mobile Google, sementara Star Wars: Jedi Tantang dengan headset AR Lenovo Mirage dan pengendali Lightsaber memecahkan batasan dari apa yang mungkin dengan membiarkan penggemar mengalami pelatihan Jedi di AR.

Data Center

Grup Data Center Lenovo terus memperkuat Intelijen Revolusi dengan memperluas ke dua segmen baru di Telekomunikasi dan IoT.

Seiring inovasi pada perangkat mobile dan smart berkembang pesat, industri telekomunikasi mengalami perubahan besar-besaran dengan jaringan 5G. Lenovo diposisikan secara unik untuk mengganggu basis instalasi telekomunikasi tradisional dan memberikan transisi yang mulus untuk penyedia layanan komunikasi ke dunia yang didefinisikan perangkat lunak.

Lenovo meluncurkan kinerja yang dioptimalkan berdasarkan server dan switch Lenovo ThinkSystem SR650 / SR630, Platform Red Hat OpenStack, dan Mellanox ConnectX-4 NIC untuk pemrosesan paket yang dipercepat. Selain itu, Lenovo bergabung dengan program ‘Intel Select Solution for NFV’ dan menawarkan solusi yang dioptimalkan untuk enkripsi dan kompresi berbasis beban kerja NFV.

Solusinya terdiri dari Intel QuickAssist Technology (QAT) dan Intel XXV710 NIC yang diaktifkan pada server Lenovo SR650 / SR630. Dengan memanfaatkan posisi # 1 dalam keandalan server x863, Lenovo juga akan demo base station 5G pertama di industri dengan perangkat lunak dan implementasi virtualisasi unit terpusat dan terdistribusi (CU / DU) – dimungkinkan melalui kerjasama bersama yang dipimpin pelanggan, dengan China Mobile.(Icha)

 

 

 

Telkomsel Ajak UMKM Bandung Go Digital Dalam Berbisnis

0

Telko.id – Era digital ‘memaksa’ para Usaha Kecil Menengan Indonesia untuk ‘melek digital’ juga dalam berbisnis. Itu sebabnya, Telkomsel terus mengajak UKM Indonesia untuk meningkatkan kemampuan hingga tidak terlibas pada era digital ini.

Untuk itu, Telkomsel bekerjasama dengan UKM Indonesia Melek Digital, mengadakan pelatihan pengembangan usaha UKM (Usaha Kecil Menengah) di wilayah Bandung Jawa Barat. Targetnya untuk memberikan nilai tambah bagi para UKM melalui sosialisasi berbagai paket SME (Small Medium Enterprise) milik Telkomsel, sebagai salah satu solusi pengembangan bisnis menuju go digital.

“Seiring meningkatnya kebutuhan UKM dalam kinerja usahanya, Telkomsel berupaya menyediakan solusi lengkap dan terjangkau guna mendorong UMKM ini agar Go Digital dalam berbisnis. Solusi digital yang ditawarkan nantinya  diharapkan dapat membantu meningkatkan usaha UKM itu sendiri,” kata Agustiyono , General Manager Sales Regional Jabar Telkomsel.

Dengan disosialisasikan paket-paket SME yang di ditawarkan yaitu Paket MITRA, Paket Jarvis Store Online dan Paket MOKA atau MPOS Solution. Paket MITRA sendiri tersedia bagi para pemilik usaha, yang memberikan tunjangan komunikasi dan layanan data secara rutin terhadap karyawannya. Sementara itu Paket Jarvis Store, merupakan layanan pengelolaan toko online agar lebih mudah di akses dan di kelola, baik oleh pelanggan maupun pelaku UKM. Sedangkan Telkomsel MPOS Solution, merupakan aplikasi kasir yang memberikan kenyamanan dalam mengelola transaksi melalui tablet atau smartphone.

Berbagai kebutuhan tersebut sudah ditunjang dengan kekuatan layanan dan jaringan terdepan milik Telkomsel. Di kota Bandung sendiri pengguna layanan data yang telah mengadopsi layanan 4G LTE  tumbuh hingga  lebih dari 130 persen. Program kerjasama UKM Indonesia Melek Digital ini akan digelar di 10 kota di Indonesia dengan tema Motret Pake Hape. Hadirnya kegiatan ini bertujuan sebagai sarana peningkatan kualitas UKM di era Digital Bisnis Online shop, dengan mengedukasi praktek foto produk secara langsung, sekaligus menambah wawasan mengenai marketplace dalam pemasaran produk.

Selain itu untuk memudahkan UKM mendapatkan informasi lebih lanjut dan melakukan pembelian produk-produk SME, Telkomsel menyiapkan saluran distribusi daring (online channel) yang dapat diakses melalui https://tsel.me/sme.

“Telkomsel akan terus konsisten dalam mensosialisasikan layanan digital untuk UKM, guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat,” tutup Agustiyono. (Icha)

 

 

 

Mediatek Helio P60 Dengan AI Membuat Smartphone Kenal si Pengguna

0

Telko.di – Teknologi Artificial Intelligence atau AI kini memang semakin marak. Maklum saja, teknologi ini mampu mengenali berbagai kebiasaan dari si penggunanya. Itu sebabnya banyak vendor yang mengaplikasikan teknologi ini ke dalam produknya. Seperti juga dilakukan oleh Mediatek.

Produsen chipset ini pada ajang Mobile World Congress lalu juga memperkenalkan produk terbarunya tersebut yakni Mediatek P60 atau Helio P60. Platform System on Chip (SoC) yang menampilkan unit pemrosesan AI multi-core (APU mobile) dan teknologi AI NeuroPilot MediaTek. Dikawinkan dengan rangkaian prosesor Cortex A73 dan A53-nya dan menghasilkan kinerja CPU hingga 70 persen di atas Helio P23 dan Helio P30, selain peningkatan kinerja GPU 70 persen.

Produk ini diklaim juga mampu memberikan efisiensi energi hingga mampu memperpanjang umur baterai di device karena menggunakan teknologi FinFET 12nm baru.

“Teknologi inovatif kami ini mampu mengubah segalanya tentang apa yang konsumen harapkan di smartphone,” kata TL Lee, General Manager of MediaTek’s Wireless Communication business unit.

Lee menambahkan “Dengan mengemas big core power dan performace menggunakan unit pengolahan yang dirancang untuk aplikasi AI, chipset MediaTek Helio P60 ini mampu menghadirkan fitur andalan konsumen seperti deteksi wajah, identifikasi objek dan adegan dalam pembelajaran, pengalaman bermain cairan, dan fungsi kamera yang lebih cerdas. Chipset baru ini memberi setiap orang akses ke perangkat luar biasa tanpa label harga premium. ”

MediaTek Helio P60 memiliki empat prosesor Arm Cortex-A73 2.0 GHz dan empat prosesor Arm Cortex-A53 2.0 GHz dalam konfigurasi octa-core big.LITTLE configuration. SoC dibuat pada proses produksi TSMC 12nm dan merupakan rangkaian produk Helio P SoC yang paling kuat. Dibandingkan dengan seri Helio P generasi sebelumnya, Helio P23, MediaTek Helio P60 secara keseluruhan sampai 12 persen lebih efisien dan sampai 25 persen lebih hemat daya saat digunakan bermain game, sehingga konsumen dapat bermain lebih lama di perangkat mereka.

Produk ini juga dikelola menggunakan teknologi CorePilot 4.0 MediaTek, dengan manajemen termal, pemantauan pengalaman pengguna dan Energy Aware Scheduling (EAS), sehingga chipset pun dapat mengoptimalkan kinerja prosesor dan mampu merekam berbagai kegiatan pengguna pada smatphone.

SDK NeuroPilot MediaTek di P60 kompatibel dengan API Jaringan Neural Google Android (Android NNAPI), dan juga mendukung kerangka kerja AI umum, termasuk TensorFlow, TF Lite, Caffe, dan Caffe2. Itu memudahkan pengembang untuk segera menghadirkan aplikasi AI yang inovatif. Sebagai mitra Open Neural Network Exchange (ONNX), MediaTek berupaya membawa dukungan ONNX ke chipset pada Q2 2018 untuk memberi pengembang fleksibilitas yang lebih besar lagi untuk merancang aplikasi bertenaga AI.

Dibandingkan dengan seri Helio P sebelumnya, prosesor sinyal gambar Medium MediaTek Helio P60 (ISP) meningkatkan efisiensi daya dengan menggunakan daya 18 persen lebih sedikit untuk pengaturan dual-kamera. Dengan menggabungkan teknologi kamera Helio P60 yang luar biasa dengan APU Mobile yang kuat, pengguna dapat menikmati pengalaman dengan infus AI di aplikasi dengan keindahan real-time, lapisan real-time, akselerasi AR / MR, peningkatan fotografi, preview video real-time. dan banyak lagi.

MediaTek Helio P60 juga mengemas modem 4G LTE WorldMode, teknologi antena cerdas dual 4G VoLTE dan TAS 2.0 untuk memberi konsumen konektivitas global tanpa batas. Dengan keseimbangan daya dan kinerjanya yang sempurna, MediaTek Helio P60 akan memungkinkan pembuat perangkat membawa ke pasar smartphone mid-range yang lebih cerdas, lebih mampu dan lebih andal.

Kabarnya, smartphone keluaran Oppo yakni Oppo R15 adalah yang pertama akan menggunakan chipset kelas menengan ini ketika setelah chipset MediaTek Helio P60 tersedia secara global mulai awal Q2 2018. (Icha)

 

Keren, Indonesia Sudah Punya Pabrik Kabel Serat Optik

0

Telko.id – Biasanya, serat optik untuk kebutuhan dalam negeri harus impor dari luar. Tetapi karena ada peraturan tentang TKDN atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri maka industry dalam negeri pun memiliki peluang. Termasuk juga kabel serat optik yang merupakan salah satu dari tujuh produk yang berpotensi untuk dikembangkan melalui kebijakan penerapan TKDN tersebut. Enam produk lainnya adalah telepon seluler, panel surya, televisi digital, IOT, lampu LED, dan smart card.

Terlebih, Indonesia kini sedang membangun infrastruktu ICT dalam negeri yang sesuai amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi bahwa pembangunan infrastruktur ICT dilakukan oleh pelaku usaha bukan pemerintah.

Pabrik kabel serat optik yang berlokasi di Kawasan Suryacipta Industrial, Karawang, Jawa Barat tersebut dibangun oleh ini dibangun oleh Yangtze Optics Indonesia (YOI), perusahaan patungan antara Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) asal China dengan mitra lokal, Serat Optik Teknologi Indonesia (FOTI), dengan total investasi 22 juta dolar AS atau sekitar Rp300 Miliar.

Menurut Dirjen Ismail, perubahan lifestyle (gaya hidup) saat ini mengakibatkan kebutuhan penggunaan frekuensi semakin tinggi karena permintaan terhadap penggunaan aplikasi-aplikasi yang memerlukan bandwidth besar. Hal itu, kata Ismail, tidak bisa hanya dipenuhi oleh mobile broadband tetapi harus dibantu dengan fixed broadband.

Oleh karena itu, jika pemerintah tidak mengatur penggunaan frekuensi sebagai sumber daya terbatas, maka bisa berbahaya bagi ketahanan informasi nasional. Dua teknologi broadband itu, menurut Ismail, sangat membutuhkan ketersediaan kabel serat optik, terlebih pembangunan infrastruktur ICT Indonesia tidak hanya di kota-kota besar saja, namun hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Untuk daerah-daerah rural dan remote area, pemerintah sudah membangun Palapa Ring Project di seluruh Indonesia. Sebelum tahun 2019 seluruh ibukota 514 kabupaten/kota di Indonesia harus sudah terhubung dengan jaringan pita lebar. “Perkembangannya hingga saat ini, Paket Barat sudah selesai, Paket Tengah 70-80 persen, Paket Timur 50 persen,” kata Ismail.

Peluang tersebut yang perlu dimanfaatkan oleh industri kabel serat optik dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini. Kemenperin telah mendorong melalui kebijakan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pengoptimalan TKDN ini diharapkan pula dapat menggenjot kemampuan produksi industri dalam negeri, sehingga ikut mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Dari sisi market size, pembangunan jaringan kabel serat optik Indonesia yang sepanjang 50 juta kilometer hanyalah 1 persen dari kebutuhan dunia. Jika kebutuhan serat optik sudah bisa dipenuhi dari industri dalam negeri, maka hambatan pembangunan infrastruktur sudah jauh berkurang. Persoalan pembangunan di daerah-daerah strategis terkait koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal perizinan, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemkominfo karena keterpaduan atau sinergi dengan instansi lain sangat dibutuhkan.

Dalam peresmian pabrik ini,  Menperin Airlangga Hartarto menyampaikan hal yang sama mengenai perkembangan industri di Indonesia. “Sesuai harapan Presiden, hari ini kita saksikan bersama telah berdiri Yangtze Optics Indonesia, perusahaan yang membangun kabel serat optik yang merupakan backbone revolusi industri keempat,” paparnya.

Pengembangan industri kabel serat optik di dalam negeri pun menurut Airlangga masih memiliki prospek yang cerah ke depannya. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

“Di era digital seperti sekarang ini, sistem komunikasi menuntut adanya efisiensi dalam pengiriman informasi dari narasumber ke penerima,” jelasnya. Hal ini mendorong pengembangan teknologi kabel baru untuk meningkatkan efisiensi dalam sistem komukasi tersebut.

Untuk itu, kabel serat optik menjadi produk yang paling banyak digunakan dalam teknologi komunikasi modern saat ini karena mampu mentransmisikan cahaya dengan frekuensi tinggi. Apalagi, pemerintah telah mencanangkan pengembangan proyek Palapa Ring.

“Proyek ini akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota atau kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer,” ungkap Menteri Airlangga.

Di samping itu, produksi kabel serat optik juga bisa menjadi tulang punggung dalam menopang implementasi sistem revolusi industri keempat atau Industry 4.0. “Apalagi sekarang era internet of everything,” ujarnya. Sejumlah industri tengah bertransformasi untuk memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam proses produksinya agar terintergrasi.

Peluang tersebut yang perlu dimanfaatkan oleh industri kabel serat optik dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini. Kemenperin telah mendorong melalui kebijakan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pengoptimalan TKDN ini diharapkan pula dapat menggenjot kemampuan produksi industri dalam negeri, sehingga ikut mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Untuk masalah TKDN, Airlangga menambahkan, pemerintah akan segera menyelesaikan pembentukan tim pengawas TKDN bagi industri dalam negeri dan pelaksanaan proyek pemerintah. Agar lebih cepat, Menperin telah membahas dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait penerapan dan payung hukumnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Menurut Menperin, pembahasan payung hukum tentang pengawasan TKDN ini akan dirampungkan pada bulan Maret mendatang. “Harapannya awal bulan depan sudah bisa sinkron dan draftnya bisa masuk ke Bapak Presiden (Joko Widodo),” tuturnya.

Pembentukan tim tersebut akan melibatkan berbagai kementerian. Selain itu, dengan implementasi pengawasan TKDN ini, mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional. “Semoga utilisasi industri dalam negeri bisa semakin meningkat,” ujarnya. (Icha)

Huawei Y7 (2018)

0

Telko.id – Spesifikasi Huawei Y7 (2018) bertumpu pada Snapdragon 430, 2 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2018, March ini dibekali sistem operasi Android 8.0 (Oreo), EMUI 8 dan layar berukuran 5.99″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei Y7 (2018). Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga [content-egg-block template=customizable next=1 show=price] yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.[content-egg-block template=price_comparison]

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Gold, Blue) dan memiliki body berdimensi 158.3 x 76.7 x 7.8 mm (6.23 x 3.02 x 0.31 in) dengan berat 155 g (5.47 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Single SIM (Nano-SIM) or Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Huawei Y7 (2018)

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 430 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core 1.4 GHz Cortex-A53 dan prosesor grafis / GPU Adreno 505. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 2 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 16GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Ion dengan kapasitas 3000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 5.99″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1440 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei Y7 (2018) sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE. Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Kamera Huawei Y7 (2018)

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei Y7 (2018) :

  • 13 MP, f/2.2, PDAF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.