spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1456

IoT Jadi ‘Calon’ Penyumbang Revenue Besar Telkomsel

0

Telko.id – Era digital memang memberikan angin segar bagi semua operator. Dari sekian banyak layanan digital, Internet of Things lah yang diprediksi oleh Telkomsel akan jadi penyumbang revenue terbesar pada operator.

“Dari semua layanan digital, yang memberikan impact terbesar adalah IoT. IoT ini juga sagat erat relevansi nya dengan program pemerintah yakni Making Indonesia 4.0,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel saat jumpa media pada ajang festival kreatif, IdeaFest X The NextDev di Jakarta (26/10).

Telkomsel sendiri tidak hanya mengembangkan IoT saja, tetapi juga berbagai layanan, baik yang kini sudah berjalan maupun berbagai macam layanan yang masih dalam bentuk incubator untuk digali potensinya. Baik entertainment maupun bisnis.

IoT sendiri merupakan konsep yang punya tujuan memperluas pemanfaatan Internet agar terus terhubung di segala macam perangkat, mulai dari perangkat rumah tangga hingga korporasi. Konsep ini sangat mungkin dimasuki oleh Telkomsel dalam mengembangkan bisnisnya dan memperkuat posisi sebagai perusahaan telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia.

Adapun solusi IoT Telkomsel yang sudah melewati masa inkubasi, antara lain bike sharing di Universitas Indonesia (UI) yang merupakan hasil kolaborasi bersama Banopolis; automatic fish feeder dengan adanya aqua culture solution bagi petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia hasil kolaborasi bersama eFishery; dan, smart bin waste management system bersama Danone dan Alfamart.

Sedangkan beberapa solusi bisnis lainnya yang akan segera masuk ke tahap komersialisasi antara lain adalah smart metering, dan remote tank monitoring.

Ririek juga mengakui bahwa saat ini pendapatan atau revenue, digital sudah memberikan sumbangan yang lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari legacy. “Bahkan, tahun depan besar akan lebih besar lagi,” kata Ririek. Sayang, seberapa besar persentase nya saat ini dan potensi nya tahun depan tidak mau diungkapkan oleh Ririek.

Ririek juga menyakini bahwa semua layanan digital ini tidak bisa dikembangkan hanya oleh Telkomsel saja. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak agar lebih cepat terwujud.

Untuk itulah, Telkomsel menggelar festival kreatif IdeaFest x The NextDev untuk memperkenalkan berbagai teknologi dan layanan yang sedang dikembangkan oleh operator ini sebagai inspirasi bagi masyarakat yang ingin terjun ke dunia digital. (Icha)

Generasi Z Gunakan YouTube dan Media Sosial Sebagai “Guru”

0

Telko.id, Jakarta – Bicara tentang generasi Z pasti tidak jauh-jauh dari teknologi. Dan ini berlaku bahkan sampai ke dunia pendidikan, dimana mereka umumnya lebih akrab dengan metode pembelajaran interaktif, ketimbang tradisional. Sesuatu yang mungkin didapat para orang tuanya bertahun-tahun silam.

Tak heran, banyak sekolah pun menawarkan beragam metode belajar interaktif kepada para siswanya. Mulai dari memadukan antara materi pelajaran dengan permainan, praktek atau bahkan dengan permainan yang sudah disesuaikan. Intinya, para sekolah mencoba mengajak siswa untuk tidak hanya sekedar duduk dan diam, tapi juga aktif. Tujuannya  sederhana, membuat siswa lebih berkembang dan mau berpikir.

Nah, ada banyak cara yang ditempuh, termasuk menggunakan perangkat digital seperti komputer, laptop ataupun smartphone.

“Di era sekarang ini, perangkat digital jadi tools yang ideal untuk membangun interaksi dalam proses belajar siswa. Mulai dari interaksi antara siswa dengan materi pelajaran, siswa dengan guru, siswa dengan sekolah, hingga interaksi siswa dalam hal memilih metode penyampaian materi yang dianggapnya paling mudah untuk dipahami,” ungkap Fernando Uffie, pemerhati edutech sekaligus Country Manager Extramarks Indonesia.

Ia menambahkan, efektivitas pembelajaran interaktif secara online juga memberikan dampak yang positif karena didalamnya juga mengandung metode belajar Visual, Auditory dan Kinesthetic.

“Bukan sekedar teks, yang adakalanya sering membuat bosan, khususnya bagi generasi Z yang punya kebiasaan melihat layar,” katanya.

Selain itu, metode belajar seperti ini juga disebut-sebut sejalan dengan karakter siswa, dimana ada yang bisa dengan cepat menerima materi pelajaran hanya dengan teks, tetapi tak sedikit pula yang akan lebih mudah paham jika materi pelajaran disampaikan dalam bentuk visual, auditory ataupun kinesthetic.

Materi pelajaran visual disini disampaikan dalam bentuk animasi atau video. Untuk materi pelajaran auditory, disampaikan dengan bentuk cerita atau dongeng. Sedangkan kinesthetic, materi pelajaran diberikan dengan melibatkan gerakan.

“Kebiasaan melihat layar ala generasi Z, menjadikan perangkat digital sebagai alat belajar yang ideal. Dengan perangkat digital, proses belajar juga bisa lebih interaktif, karena mereka tidak hanya bisa learning, tapi juga practice dan test,” ungkap Uffie.

Generasi Z sendiri, jika mengacu pada penelitian yang dilakukan iiD, dikatakan sangat terbantu dengan adanya Youtube dan media sosial. Betapa tidak, S52% dari generasi ini menggunakan kedua media tersebut untuk membantu dalam mengerjakan tugas.

“Dalam konteks belajar, generasi Z cukup matang, mandiri dan banyak akal, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi untuk membantu proses pembelajarannya,” pungkas Uffie.

 

Indosat Dorong Pengusaha Di Banjarmasin Lakukan Transformasi Digital

0

Telko.id – Transformasi digital adalah sebuah keharusan. Hanya saja, tidak semua pelaku usaha melakukan dengan cepat dan efisien dalam melakukannya. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo dengan berbagai inovasi produk dan layanan ICTnya mencoba untuk mendorong percepatan kearah transformasi digital tersebut.

Langkah ini sejalan dengan agenda nasional pemerintah melalui Kementerian Perindustrian yakni Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era Industry 4.0. Agenda nasional tersebut menjadi pendorong bagi para pelaku usaha untuk turut mengambil peran dan membuka peluang dalam meningkatkan nilai bisnis mereka melalui transformasi digital.

Untuk itu, Indosat Ooredoo Business menggelar acara konferensi “Indosat Ooredoo Business Connect” untuk para pelaku usaha di Banjarmasin yang berlangsung pada 24 Oktober 2018 di Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kami menyadari pentingnya sebuah bisnis untuk terus berinovasi guna meningkatkan value dan berkompetisi dalam sebuah persaingan yang semakin ketat. Kami berharap melalui Indosat Ooredoo Business Connect ini, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di wilayah Banjarmasin dapat menemukan model bisnis baru dan business insight untuk meningkatkan nilai dan produktivitas bisnisnya melalui solusi digital yang kami tawarkan,” ungkap Fuli Humaeroh, Group Head Regional Accounts Indosat Ooredoo.

Dengan mengangkat tema “Building Digital Business”, konferensi ini memberikan kesempatan kepada para pelaku bisnis, pemerintah, penyedia teknologi untuk bertemu serta memberikan insight dan berbagi peluang bisnis. Konferensi ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan beragam disruptive teknologi melalui sharing use cases dari para praktisi dan industry leader.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga membuktikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas jaringan dan pelayanan dalam mendukung kegiatan digital di Kalimantan Selatan dengan menambah dan memodernisasi semua jaringan ke jaringan 4G Plus di wilayah Kalimantan Selatan.

Penambahan dan perluasan jaringan baru 4G Plus di wilayah Kalimantan Selatan memiliki keunggulan di kecepatan dan stabilitas jaringan, sehingga pelanggan dapat menikmati internetan lebih cepat, lebih stabil, dan dengan jaringan yang terbaik. (Icha)

Telkomsel Luncurkan MSIGHT Untuk Dukung ‘Making Indonesia 4.0’

0

Telko.id – Banyak nya data yang berseliweran di dunia maya harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang besar. Tidak bisa lagi dikelola secara manual. Itulah salah satu gunanya transformasi digital. Telkomsel melalui produknya Mobile Consumer Insight atau MSIGHT sebuah layanan telco big data yang akan memberikan nilai tambah untuk komunitas industri, pemerintah, dan startup.

Langkah ini juga diharapkan mampu melancarkan upaya Indonesia untuk masuk ke revolusi industri 4.0 yang tandai dengan hadirnya sejumlah terobosan teknologi baru di sejumlah bidang, di antaranya adalah big data, IoT, robotika, kecerdasan buatan, blockchain, dan lainnya.

“MSIGHT hadir sebagai portofolio bisnis Telkomsel yang menghadirkan layanan Telco Big Data. Sebagai event yang berfokus kepada bisnis digital dan teknologi di Asia Tenggara, partisipasi MSIGHT pada TIA 2018 Jakarta diharapkan menjadi katalis dalam mendukung transformasi digital Indonesia menuju roadmap pemerintah Making Indonesia 4.0,” ungkap Mia Melinda, VP Data Insight and Interface Services Development Telkomsel menjelaskan.

“Melalui pengembangan kapabilitas kami dalam kemitraan teknologi, MSIGHT sebagai unit yang beroperasi secara business to business (B2B) hadir untuk memberikan nilai tambah untuk lembaga-lembaga pemerintah dan sektor industri seperti keuangan, transportasi, e-commerce, ritel, digital, periklanan, dan masih banyak lagi,” tambah Mia.

Apa saja yang bisa dilakukan oleh MSIGHT? Beberapa aplikasi bisnis dari informasi Big Data diantaranya dapat digunakan untuk melakukan monitoring perubahan jumlah trafik pengunjung pusat; segmentasi konsumen berdasarkan profil tertentu; mengetahui perilaku digital konsumen, pola pergerakan konsumen antar lokasi, dan perilaku konsumen terhadap produk dan servis.

“Produk – produk  MSIGHT meliputi Risk insight, Mobility Insight, Lifestyle Insight, dan API marketplace, menawarkan berbagai manfaat bagi pelaku usaha mulai dari peruntukan marketing communication, business intelligence, maupun risk assessment,” tambah Mia.

Lini produk Risk Insight fokus pada analisis terhadap profil risiko pelanggan dengan manfaat untuk mengelola risiko keuangan klien yang diwakili oleh produk Credit Score dan Location Score.

Mobility Insight fokus pada penyediaan insight tentang pergerakan pelanggan, baik berpindah maupun menetap pada suatu lokasi yang diwakili oleh produk Skyscraper Profiler.

Lifestyle Insight fokus pada penyediaan insight yang berhubungan dengan demografi dan minat pelanggan yang diwakili oleh Syndicated insight.

Sedangkan API Marketplace fokus pada penyediaan portal berbagai jenis layanan API telco dan non-telco yang dapat digunakan langsung oleh klien.

“Informasi big data yang kami peroleh akan dikelola secara anonim, agregat, dan efisien yang diolah menjadi informasi dan insight, serta diperbarui secara berkala. Kekuatan Telkomsel dalam menyelenggarakan big data adalah pada basis 178 juta pengguna atau mewakili sebagian besar pengguna data Internet di Indonesia,” lanjut Mia.

Beberapa layanan Telco Big Data MSIGHT dalam tahun ini telah dimanfaatkan instansi pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melakukan studi secara lebih efisien dan mendapatkan sudut pandang yang lebih kaya, di mana aplikasinya diterapkan pada studi dampak makroekonomi dari penyelenggaraan Asian Games 2018.

“MSIGHT kami harapkan dapat menjadi solusi inovatif bagi kebutuhan industri dan pemerintahan dalam membantu pengambilan keputusan yang strategis, dengan lebih akurat, lebih cepat, dengan jangkauan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Melalui produk-produk MSIGHT kami berharap transformasi digital Indonesia dapat terwujud dengan memanfaatkan kelebihan dari Telco Big Data,  dimana  data bukan lagi faktor pelengkap, namun telah menjadi senjata utama untuk memenangi persaingan di berbagai bidang,” tutup Mia. (Icha)

 

Smartfren ‘Colek’ Milenials Agar Lebih Kreatif Di 7 Kota Kecil

0

Telko.id – Smartfren cukup bangga dengan jaringan yang dimiliki. Stabil dan mengklaim sebagai yang terluas untuk jaringan 4G LTE nya. Lalu, setelah itu apa? Sekarang saat nya ‘colek’ para milenials untuk menggunakannya pada hal yang positif dan kretatif.

Untuk itu, operator ini pun menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB). Bertajuk #GoUnlimited, Smartfren menggelar raodshow di 7 kota di Indonesia. Kota tersebut mencakup Serang, Blitar, Kediri, Purwokerto, Salatiga, Purwakarta dan Subang. Acara ini, digelar mulai Oktober – Desember 2018.

“Melalui #GoUnlimited, kami mengajak generasi milenial untuk berkontribusi dalam literasi digital. Literasi digital ini memungkinkan generasi milenial mendapatkan edukasi seputar layanan Smartfren,” ujar Dani M Akhyar, Head Of Community Development Smartfren pada acara Smartfren #GoUnlimited di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Uniknya, Smartfren menyambangi kota-kota kecil. Padahal, biasanya, jika ada kegiatan seperti ini, kota besar lah yang jadi sasaran. Smartfren tidak. Kali ini yang disasar adalah kota kecil. Kenapa?

“Karena kami yakin di kota kecil ini ada potensi besar dari sana. Seperti istilah mengatakan small is the next big thing,” ujar Dani menjelaskan.

Jadi, Smartfren akan mengedukasi seputar layanannya, GPMB bersama BEKRAF membantu juga mengedukasi para generasi milenial tentang cara berkreasi di era digital.

Yang menarik pada para milenials ini adalah masih menyampingkan masalah Hak Atas Intelektual. “Haki itu masih diurutan kesekian dari semua planning para milenial saat berkreasi. Padahal, hal ini sangat penting. Bukan hanya ketika hasil karya nya dipakai orang tetapi juga jangan sampai ketika berkreasi, ternyata sudah melanggar dari ha katas intelektual orang lain dan merugikan. Ini ancamannya bisa pidana dan dipenjara 4 tahun,” ujar Emanuel Rhano, Kasubdit Pengawalan Haki BEKRAF di tempat yang sama.

Untuk itu, BEKRAF mencoba selalu hadir untuk mengedukasi para milenials ini. Bahkan, akan siap membantu untuk mendaftarkan Haki para milenials ini atau bisa juga sampai memberikan dukungan pendanaan. Caranya?

“Setelah BEKRAF melakukan edukasi tentang pemodalan di seluruh Indonesia kepada generasi milenial. Kami menjembatani startup untuk bertemu dengan investor. Kami juga membantu pemasaran produk kreatif dari para startup dan UKM yang didominasi anak muda,” ungkap Rhano. (Icha)

Dell EMC Bekali Mitra Bisnisnya Supaya Lebih Inovatif dan Lincah

0

Telko.id – Dell EMC mengadakan pertemuan dengan para mitra nya dalam Konferensi Praktisi Pemasaran Pertamanya di Vietnam. Targetnya adalah membekali para mitra supaya lebih inovatif dan lincah dalam mengembangkan bisnis nya.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari perusahaan mitra channel bergabung dengan tim dari berbagai tingkatan – distributor, titanium, platinum dan pengecer resmi dan para pemimpin pemasaran Dell EMC, dari tingkat global dan wilayah Asia Pasifik dan Jepang, selama tiga hari untuk saling bertukar informasi seputar praktik pemasaran mitra channel.

Empat mitra Dell EMC dari Indonesia turut berpartisipasi dalam acara tersebut, yaitu Synnex Metrodata Indonesia, Tech Data Advanced Solutions Indonesia, Mitra Integrasi Informatika, dan Berca Hardayaperkasa.

Pertemuan itu diisi dengan berbagai presentasi, diskusi kelompok, kelas-kelas khusus dan diskusi panel, dimana semua pembicara adalah praktisi pemasaran wanita, yang membahas topik “Bagaimana Pemasaran B2B Berevolusi?”

Termasuk juga Dell EMC, berbagi informasi tentang strategi Dell Technologies dan transformasi pemasaran yang dilakukan perusahaan bersama para mitranya yang disampaikan oleh Karinne Brannigan, Senior Vice President, Marketing, APJ.

“SPARK merupakan ajang pertama bagi Dell EMC dalam memelopori diskusi tentang pemasaran yang efektif dan keterlibatan yang lebih dalam dengan komunitas praktisi pemasaran para mitra channel kami,” kata Karinne.

Karinne menambahkan “Mitra channel adalah strategi go-to-market yang sangat penting bagi kami, dan aspek pemasaran tentunya ikut berperan penting”.

Itu sebabnya, dalam ajang ini juga Dell juga berupaya dapat memberdayakan para mitra nya dengan pengetahuan, alat dan informasi yang dapat membantu dalam memahami kekuatan dari seluruh portofolio Dell Technologies dan tentunya membangun merek yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi perusahaan.

Event ini juga sebagai ajang untuk Dell EMC bukan hanya mendengarkan, tapi juga bertindak cepat untuk membantu para mitra bisnisnya menjadi lebih inovatif dan lincah.

Acara tiga hari tersebut ditutup dengan acara puncak merayakan prestasi terbaik yang diraih para praktisi mitra channel Dell EMC di APJ dalam acara Gala Dinner dan penyerahan penghargaan. Sebanyak 12 mitra menerima penghargaan atas prestasi terbaik mereka di bidang pengembangan pasar, manajemen dana, pemasaran digital, serta inovasi pemasaran dan kreativitas secara keseluruhan. (Icha)

Rekomendasi Kaspersky Lab Hadapi Pembaharuan Keamanan Facebook

0

Telko.id – Pada tanggal 28 September lalu, Facebook menerbitkan pembaharuan keamanan yang menjelaskan bahwa tim ahlinya telah menemukan masalah keamanan yang mempengaruhi hampir 50 juta akun, dan menunjukkan fakta mengejutkan bahwa pelaku melakukan serangan cukup canggih yang memungkinkan mereka untuk mencuri 50 juta token akses pengguna.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Facebook, akses token pada dasarnya menjadi kunci untuk akun Anda. Jika seseorang memiliki akses token, Facebook menganggap pengguna tersebut berwenang untuk memasukkan akun tanpa meminta kode login, kata sandi, dan 2FA. Jadi, setelah mencuri 50 juta akses token pengguna, para pelaku berpotensi mengakses jutaan akun tersebut.

Tetapi itu tidak berarti mereka mendapat akses ke kata sandi atau merusak mekanisme otentikasi dua faktor akun Anda. Kata sandi Anda masih tetap aman dan 2FA masih berfungsi sebagaimana seharusnya. Oleh karena itu, “mencuri token” adalah cara untuk melewati pertahanan tersebut.

Facebook menjelaskan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut masih berada di tahap awal, tetapi untuk saat ini mereka mencurigai bahwa pelaku menemukan kerentanan dalam fitur “View As” dan mengeksploitasinya, untuk mendapatkan akses ke 50 juta token akun.

Itulah mengapa mereka mematikan fitur tersebut, menyetel ulang token otentikasi pengguna terhadap akun, dan kembali menata ulang token tersebut untuk 40 juta pengguna lain yang telah menggunakan fitur ini dalam satu tahun terakhir. Mungkin terdengar seperti pencegahan awal, tetapi pada saat ini, mereka akan semakin berhati-hati.

Ketika token disetel ulang, orang yang telah memilikinya tidak dapat lagi mengakses akun tersebut  sehingga harus melakukan log in kembali. Pelaku tidak memiliki kata sandi log in, jadi meskipun akun Anda awalnya terpengaruh, mereka tidak bisa lagi berpura-pura dan mengakses akun Anda.

Facebook berjanji untuk melakukan pembaharuan setelah jelas apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ada akun yang disalahgunakan.

“Ketika pelaku kejahatan siber mendapat informasi tentang seseorang, biasanya akan digunakan untuk keuntungan finansial. Informasi identitas pribadi seperti nama, tanggal lahir dan nomor ponsel digunakan di banyak bagian dari kehidupan kita, seperti pertanyaan keamanan atau pemeriksaan verifikasi oleh bank, sementara alamat e-mail dapat digunakan lebih lanjut untuk serangan phishing,” kata Yeo Siang Tiong selaku General Manager, Kaspersky Lab Asia Tenggara.

Jika Anda merasa menjadi korban pencurian identitas pada Facebook, segera bertindak cepat dan berikut beberapa tips dari Kaspersky Lab :

  • Pertama, ubah semua kata sandi Anda menjadi kata sandi yang kuat. Anda dapat menggunakan pemeriksa kata sandi kami di https://password.kaspersky.com/ untuk memeriksa apakah kata sandi yang dipasang kuat atau lemah. Jangan pernah menggunakan kata sandi yang sama pada semua akun.
  • Jika telah diblokir dari akun Anda, Hubungi bank yang bersangkutan, penyedia email atau layanan apapun yang telah disusupi dan dapatkan penjelasan intinya.
  • Karena kita sering menghabiskan banyak waktu di perangkata seluler, pastikan Anda menggunakan paket anti-malware yang andal, tepercaya dan sesuai, yang dapat memberi tahu Anda apakah tautan di klik adalah tautan phishing.
  • Terakhir, gunakan login yang berbeda, kata sandi yang kuat, alamat email dan koneksi yang aman (seperti VPN) jika digunakan untuk kebutuhan finansial. Jangan pernah menggunakan akun yang sama terutama jika kaitannya dengan keuangan.

Pencurian identitas biasanya termotivasi untuk keuntungan finansial dan dapat menimbulkan efek buruk, terutama pada kredit yang Anda miliki. (Icha)

 

 

 

 

 

Grab Tunjuk CTO Baru Demi Kepuasan Pelanggan dan Mitra Pegemudinya

0

Telko.id – Sebagai mobile platform online-to-offline (O2O), Grab harus bisa memastikan bahwa layanan yang diberikan selalu stabil dan terus meneru berinovasi. Dan, semua nya itu banyak harus ditangani dengan baik secara internet, khususnya teknologi. Itu sebabnya, Grab menunjuk Mark Porter sebagai Chief Technology Officer (CTO) for Transport untuk memastikan bisnisnya berjalan baik.

Menanggapi pengangkatan Mark, Theo Vassilakis, Group Chief Technology Officer mengatakan, “Lebih dari 1 dari 6 penduduk Asia Tenggara telah bepergian bersama kami dan jutaan orang telah mendapatkan beragam manfaat sebagai mitra pengemudi kami. Selain memberikan cara aman, terjangkau dan mudah untuk bepergian, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan sistem kami terus stabil dan andal seiring dengan pertumbuhan Grab. Kami memahami ketika hal-hal tidak berfungsi, hal tersebut tidak hanya terkait dengan ketidakmampuan pengguna mendapatkan tumpangan; namun juga berdampak pada kehidupan banyak orang.”

“Dalam waktu bersamaan, cepatnya laju inovasi di Grab juga berarti kami harus merancang, membangun, dan menghadirkan fitur dalam waktu sesingkat satu minggu. Penting bagi kami untuk memastikan kami dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, serta perkembangan lanskap pasar. Dengan keahlian terhadap sistem mendalam yang ia miliki, tidak ada talenta yang lebih mampu atau berpengalaman dibandingkan Mark yang dapat memastikan infrastruktur teknologi Grab aman, kuat, dan sejalan dengan tujuan perusahaan.”

Sebagai CTO of Transport, Mark bertugas untuk mengawasi pengembangan ketangkasan platform dan machine learning, kecerdasan buatan (AI) dan kapasitas data science untuk memberikan pengalaman transportasi yang lebih aman, lancar dan personal. Berbasis di Seattle, Mark akan memimpin dan bekerja dengan tim engineering di seluruh jaringan R&D global Grab yang tersebar di 6 negara termasuk Singapura, Seattle, Beijing, Bangalore, Ho Chi Minh City dan Jakarta.

Selain memberikan cara aman, terjangkau dan mudah untuk bepergian, Mark juga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan sistem terus stabil dan andal seiring dengan pertumbuhan Grab. Pasalnya, jika hal-hal tidak berfungsi, hal tersebut tidak hanya terkait dengan ketidakmampuan pengguna mendapatkan tumpangan; namun juga berdampak pada kehidupan banyak orang.

Termasuk juga menjamin bahwa beberapa perbaikan utama untuk menciptakan pengalaman transportasi yang lebih baik yang sudah dicanangkan oleh Grab selesai dan berjalan lancar hingga bisa diluncurkan pada kuartal terakhir ini. Mulai dari menambahkan fitur pesan suara di dalam GrabChat, menjadi alternatif yang lebih cepat dan aman dibandingkan mengirim pesan, terutama bagi mitra pengemudi.

Kemudian menambahkan tombol ‘batal’ kapanpun setelah konsumen melakukan pemesanan maupun sebelum driver memperoleh tumpangan. Karena, pelanggan sering memasukkan lokasi penjemputan yang salah, dan fitur ini telah membantu mengurangi angka pembatalan pemesanan setelah pelanggan mendapatkan tumpangan.

Mark juga harus memastikan ada nya fitur menemukan mitra pengemudi lainnya secara otomatis jika mitra pengemudi yang ditunjuk sistem menolak pemesanan, sehingga pelanggan akan mendapatkan pengemudi lainnya secara lebih cepat tanpa harus kembali memasukan detail pemesanan. Termasuk juga membuat fitur yang memungkinkan penumpang untuk mengubah lokasi tujuan setelah perjalanan dimulai untuk GrabCar, JustGrab dan GrabBike. Fitur ini kini tengah diujicobakan di beberapa kota terpilih.

Selain memberikan cara aman, terjangkau dan mudah untuk bepergian, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan sistem kami terus stabil dan andal seiring dengan pertumbuhan Grab. Kami memahami ketika hal-hal tidak berfungsi, hal tersebut tidak hanya terkait dengan ketidakmampuan pengguna mendapatkan tumpangan; namun juga berdampak pada kehidupan banyak orang.”

Semua itu harus dipastikan lancar karena setiap harinya, Grab memproses 20TB data

“Jadi, Grab harus memanfaatkan data yang ada dengan berbagai tingkat. Pertama untuk memberikan pengalaman yang lebih lancar, personal, dan intuitif kepada pelanggan kami. Kedua untuk menciptakan layanan transportasi yang lebih cerdas dan lebih efisien di Asia Tenggara, dan ketiga untuk bekerja dengan berbagai kota dalam mengoptimalkan lalu lintas dan solusi multi-modal dengan mempelajari pola perjalanan,” tambah Theo.

Saat ini, Grab telah melayani lebih dari 2,5 miliar pemesanan kendaraan di Asia Tenggara sejak perusahaan ini mulai berdiri pada tahun 2012. Seiring dengan pertumbuhan Grab untuk menjadi platform ride-hailing terbesar di Asia Tenggara, Mark akan memastikan infrastruktur teknologi Grab makin kuat, guna menciptakan standar keandalan layanan tinggi, serta stabilitas bagi para pengguna, dan pada saat yang sama, dapat terus beradaptasi mendukung inovasi produk yang berkelanjutan. Hal ini akan mendukung upaya Grab untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

“Grab membentuk masa depan mobilitas di Asia Tenggara dan dalam prosesnya, Grab juga membawa jutaan orang masuk ke dalam realitas ekonomi baru. Saya merasa terhormat diberi kesempatan untuk bergabung bersama Grab dan tidak sabar untuk bekerja sama dengan talenta teknologi terbaik di dunia,” jelas Mark Porter.

“Tim kami mengenal Asia Tenggara dengan sangat baik, dan saya berharap dapat menggabungkan keahlian saya dengan pengetahuan mereka untuk membuat setiap perjalanan bersama Grab sempurna, baik bagi penumpang maupun mitra pengemudi,” tambah Mark.

Mark bergabung bersama Grab setelah lima tahun bekerja di Amazon; terakhir menjabat sebagai General Manager, Amazon RDS, Amazon Aurora, dan Amazon RDS for PostgreSQL. Mark membawa keahlian teknologi mendalam serta pengalaman kepemimpinan dari masa kerjanya di NASA, Oracle dan Caltech. (Icha)

XL Latih Perempuan di Daerah Tertinggal Untuk Memanfaatkan Teknologi Digital

0

Telko.id – Dengan adanya jaringan telekomunikasi maka masyarakat nya perlu diedukasi agar dapat memaksimalkan nya dengan tepat. Salah satunya untuk meningkatkan produktivitas bagi para pelaku UKM. XL Axiata cukup concern dengan peningkatan kualitas UMKM, terutama para perempuan nya.

Itu sebabnya, XL Axiata bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas bagi para pelaku UKM dan nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Peserta pelatihan yang berlangsung 18 Oktober 2018 ini terutama adalah para perempuan yang mengelola usaha kecil rumahan serta para istri nelayan. Program yang sama juga akan diselenggarakan di Lombok Tengah, akhir Oktober 2018. 

“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Desa PDTT agar program ini tepat sasaran, sekaligus sebagai upaya XL Axiata untuk mendukung percepatan pembangunan daerah tertinggal. Kami sepakat dengan visi pemerintah yang mendorong pemanfaatan teknologi digital guna memberdayakan potensi ekonomi rakyat di pedesaan dan pelosok daerah seiring dengan terus meluasnya jaringan telekomunikasi,” kata Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communication XL Axiata.

Sebagai operator penyedia layanan telekomunikasi, XL Axiata merasa ikut bertanggung jawab untuk menyiapkan masyarakat, di wilayah-wilayah di mana kami memiliki jaringan dan layanan, agar melek teknologi digital sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Tri Wahyuningsih menambahkan, pengenalan pada manfaat sarana teknologi digital akan sangat dibutuhkan terutama di wilayah-wilayah pelosok tanah air atau di pedesaan di mana masih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal banyak tentang keberadaan teknologi digital. Kaum perempuan menjadi salah satu sasaran program ini, karena perempuan memiliki peran yang tidak kalah penting sebagai pengelola sekaligus penopang ekonomi keluarga.

XL Axiata sendiri sebenarnya sudah memiliki program pemberdayaan perempuan bernama “Sisternet” (Rumah Digital Untuk Perempuan Indonesia) yang dapat dikunjungi di www.sisternet.co.id, di mana salah satu agenda utamanya adalah menyebarkan edukasi pemanfaatan teknologi digital bagi para perempuan penopang keluarga.

Dalam program edukasi di Pandeglang ini, Sisternet mengadakan kelas kreatif inspiratif dengan materi digitalisasi UKM melalui pemanfaatan internet dan media sosial. Program ini juga akan diintegrasikan dengan program-program berkelanjutan lain yang telah dijalankan oleh XL Axiata untuk masyarakat di daerah tertinggal, seperti penyediakan wifi gratis Gerakan Donasi Kuota untuk asrama atau sekolah di daerah tertinggal yang sudah ditunjuk oleh kedua pihak.

Selain itu juga disesuaikan dengan program pengadaan aplikasi Laut Nusantara untuk membantu para nelayan di daerah tertinggal dengan menyajikan informasi yang bersifat edukasi mengenai potensi dan isu kelautan lainnya.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo menyampaikan, “Membangun daerah tertinggal tidak dapat dilakukan secara parsial dengan cara-cara yang biasa. Harus ada inovasi baru melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk membangunan daerah tertinggal di semua aspek, termasuk dalam aspek pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Minimnya pemahaman internet secara dasar dan informasi publik merupakan kendala utama di daerah tertinggal.”

Samsul sepakat bahwa kaum perempuan bisa menjadi agen perubahan di pedesaan dan daerah tertinggal. Karena itu sangatlah penting untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kalangan perempuan secara berkelanjutan sehingga mampu memanfaatkan potensi sumberdaya alam di daerahnya sebagai sumber perekonomian keluarga dan masyarakat sekelilingnya.

Upaya itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan sarana teknologi digital yang kini mulai menjangkau pelosok-pelosok daerah seiring dengan terus meluasnya jaringan data milik operator seperti XL Axiata. Minimnya pemahaman internet secara dasar dan informasi publik merupakan kendala Utama di daerah tertinggal.

Menurut Samsul Widodo, kondisi di daerah tertinggal hingga saat ini masih memprihatinkan. Dari 18.223 desa di 122 daerah tertinggal, mayoritas desanya merupakan desa sangat tertinggal dan tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM). Sebanyak 42,69% atau 7.779 desa adalah desa sangat tertinggal dan sebanyak 41% atau 7.471 desa adalah desa tertinggal.

Oleh karena itu, Kemendesa PDTT akan terus melakukan percepatan pembangunan bidang pendidikan di daerah tertinggal melalui peningkatan koordinasi dan konsolidasi dengan Kementerian/Lembaga terkait dan pihak swasta seperti yang dilakukan saat ini dengan XL Axiata. (Icha)

Karena 3 Hal Ini, Chris Kanter Menerima Jadi CEO Indosat Ooredoo

0

Telko.id – Chris Kanter, tidak serta merta menyetujui penunjukan nya jadi CEO Indosat. Bahkan bos besar Ooredoo Group sampai terbang langsung ke Indonesia untuk memintanya memimpin. Baru setelah dua minggu, permintaan tersebut di iya kan. Tapi dengan syarat? Apa itu?

Bila ditilik beberapa tahun ke belakang, Indosat Ooredoo cukup ‘cekak’. Susah untuk bergerak melakukan pembangunan jaringan maupun melakukan promosi yang bisa ‘mempercantik’ kondisi nya. Salah satu nya adalah komitmen CAPEX dari induk nya, Ooredoo Group tidak keluar. Padahal, uang bagi perusahaan asal Arab ini no issue.

“Uang nya sekarung besar,” ungkap Chris Kanter bercerita kronologis nya sampai dirinya menerima pinangan menjadi Direktur Utama Indosat Ooredo pada acara Farewell & Welcoming CEO Indosat Ooredoo, Di Jakarta hari ini (18/10).

Itu sebabnya, minta tiga permintaan pada investor nya yang buntutnya disetujui dan Chris pun diresmikan jadi CEO. Pertama yang diminta adalah komitmen CAPEX. Berapa?

Chris mengaku masih menghitung-hitung kebutuhannya. Tapi sebagai gambaran kasar, selama dua tahun permintaan CAPEX ini bisa mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Artinya, belanja modal Indosat per tahun bisa mencapai Rp 15 triliun.

Dan, Chris sangat yakin dan optimis bahwa Ooredoo bakal memberikan CAPEX itu karena sudah bagian dari komitmen.

Permintaan Chris yang kedua pada Ooredoo adalah melakukan transformasi besar-besaran. Baik dari sisi people, maupun bisnisnya.

“Sebagai entrepreneur, saya terbiasa melihat dari berbagai sudut pandang untuk memajukan perusahaan. Jadi, bisa saja nanti jika memang menguntungkan akan melakukan merger atau akuisisi,” ungkap Chris.

Tapi sebagai langkah pertama, mantan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini akan melakukan pembenahan dalam hal SDM di Indosat Ooredoo.

“Yang pertama saya panggil, bukan bagian keuangan, tapi bagian HRD. Karena saya yakin, Indosat memiliki SDM yang kuat, tetapi bisa jadi penempatan yang tidak sesuai. Jika pun memang diperlukan akan tenaga expartriat. Tapi yang pasti, permintaan ketiga saya adalah membuat new team dan yang mengisi saya sendiri yang akan pilih,” kata Chris.

Dengan berbekal tiga permintaan pada Ooredoo maka Chris membuat strategi yang akan melakukan transformasi besar-besaran. Strategi itu akan focus pada People, Process dan Business.

Pertama mengapa people, karena individu yang siap dan matang merupakan akar dari kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu, pengembangan orang-orang yang akan menjalankan perusahaan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Kedua, pengembangan bisnis, dengan kata lain melakukan beberapa kegiatan ekspansi secara totalitas untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

“Lalu yang ketiga harus menjaring jaringan seluas mungkin guna mempermudah segala rencana pengembangan usaha perseroan,” ujarnya.

Harapannya, dengan melakukan ketiga strategi tersebut, Indosat pun bisa kembali menjadi  top two di industri telekomunikasi.

(Icha)