spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1408

Bocoran Terbaru Ungkap Ukuran Baterai Galaxy S10

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah bocoran terbaru terkait perangkat anyar Samsung, yakni Galaxy S10 kembali mengemuka hari ini. Menyusul bocoran-bocoran sebelumnya, yang tak hanya mengungkap rupa tetapi juga sejumlah fitur yang dibawa perangkat yang akan menandai 10 tahun perjalanan seri S di ranah smartphone dunia.

Kali ini, seperti dilaporkan Android central, Minggu (6/1/2019), bocoran tersebut diperoleh dari Ice Universe, yang menginsyaratkan kapasitas baterai yang dibawa Galaxy S10.

Jika kita mengacu pada foto di bawah, kapasitas baterai yang diklaim untuk perangkat anyar Samsung ini adalah 4000 mAh untuk Galaxy S10 +, 3500 mAh untuk Galaxy S10 dan 3100 untuk Galaxy S10 Lite.

Baterai pada S10 Lite hampir tidak lebih besar dari baterai S9, yakni 3.000 mAh S9, namun baterai 4.000 mAh pada S10 + adalah lonjakan signifikan dari kapasitas 3.500 mAh milik S9 +. Yah, meskipun itu mungkin bukan sebuah prestasi besar mengingat S10 + diproyeksikan memiliki layar 6,4 inci.

{Baca juga: Bocoran Foto Ini Ungkap Desain Samsung Galaxy S10}

Bagaimanapun, kita harus melihat hardware apa yang akan ditenagai baterai ini, atau apakah Samsung akan memiliki cara lain untuk mengoptimalkan kinerja perangkat. Perlu dicatat, S10 akan menjadi ponsel pertama Samsung yang akan diluncurkan dengan Samsung One UI yang baru.

Smartphone baru ini kemungkinan tidak akan diperkenalkan pada bulan Februari, tepatnya pada acara Mobile World Congress (MWC) 2019 yang akan digelar di Barcelona, Spanyol. Meski begitu, sudah ada spekulasi tentang fitur utama apa saja yang akan dibawa pada penerus S9 ini.

{Baca juga: Empat Model Samsung Galaxy S10 Terungkap, Ada Versi 5G}

Salah satu diantaranya, Samsung terbaru akan mengusung teknologi all screen display, yang artinya tidak akan ada bezel, tombol Home dan juga tidak memiliki notch atau poni di bagian atas. Selain itu, Samsung Galaxy S10 juga memiliki sensor sidik jari di bawah layar, yang akan menjadi fitur wajib di tahun depan.

Cybric Legend, Sepeda Pintar dengan Alexa di Badannya

0

Telko.id, Jakarta – Jika Anda masih perlu bukti lebih banyak lagi, bahwa Amazon Alexa siap untuk mengambil alih dunia, coba lihatlah Cybric Legend. Smartbike atau sepeda pintar baru yang didukung artificial intelligence (AI) ini akan memulai debut resminya di Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, minggu depan.

Sepeda pintar ini akan menggunakan asisten pintar Alexa untuk menangani sejumlah fitur dan fungsi yang dirancang untuk menyediakan keamanan dan kenyamanan yang lebih besar bagi pengendaranya.

Dilaporkan Digitaltrends, sepeda yang dijadwalkan akan mulai dijual di Inggris musim panas ini, adalah sepeda pertama yang menampilkan Alexa di badannya. Asisten digital ini tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan sepele, namun juga telah diberikan sejumlah kemampuan berguna bagi pengendara.

Diantara beberapa kemampuan itu adalah kemahirannya melacak sejumlah metrik kebugaran, termasuk kecepatan, jarak yang ditempuh, waktu, dan banyak lagi. Alexa bahkan dapat menampilkan informasi itu di layar sentuh built-in sepeda, membuatnya mudah untuk memntau hasil latihan.

{Baca juga: Berkat Teknologi Ini, Baju Pintar Segera Jadi Kenyataan}

Tapi itu hanya sebagian dari apa yang dapat dilakukan Alexa pada sepeda ini. Asisten digital ini juga dapat memberikan informasi lalu lintas dan membantu navigasi, membantu pengendara sepeda menemukan jalan kota yang tidak macet.

Cybric Legend juga dapat digunakan untuk mengaktifkan sistem pencahayaan terintegrasi, menyalakan lampu depan dan belakang hanya dengan menggunakan perintah suara. Tak cukup di situ, bahkan asisten digital ini dapat memutar audio untuk  mendengarkan musik dan podcast dan dilengkapi dengan alarm serta sistem pelacakan GPS yang dapat digunakan untuk menemukan sepeda jika dicuri.

Untuk menggunakan fitur yang terhubung di Alexa, smartbike dilengkapi dengan Wi-Fi dan opsi konektivitas seluler. Kabarnya, setiap pembelian sepeda ini akan mendapat kartu SIM Vodafone yang menyediakan layanan 3G gratis selama tiga tahun.

{Baca juga: Cegah Siswa Bolos, Sekolah di China Pasangkan “Seragam Pintar”}

3G memang bukan jaringan yang tercepat saat ini, tetapi itu cukup memadai untuk menjaga Alexa berfungsi saat jauh dari rumah.

Sayangnya, belum ada informasi pasti terkait kapan tepatnya Cybric Legend akan mulai dijual atau berapa harganya. Tetapi, sebuah toko khusus di Inggris, Halfords, disebut sebagai toko pertama yang akan menawarkan sepeda pintar ini.

Versi elektrik sepeda ini, Cybric E-Legend, dikabarkan juga sedang dalam pengerjaan dan akan ditawarkan bersamaan dengan model aslinya. [BA/IF]

Perangkat Fuchsia OS Bisa Jalankan Aplikasi Android?

0

Telko.id, Jakarta – Perangkat dengan sistem operasi terbaru yang sedang dikembangkan Google, Fuchsia OS baru akan dirilis beberapa tahun lagi. Meski demikian, sudah muncul beberapa bocoran soal perangkat Fuchsia OS yang kabarnya dapat menjalankan aplikasi Android.

Dilansir Telko.id dari 9to5Google, Senin (07/01/2019), telah ditemukan file yang diunggah ke situs Android Open Source Project (AOSP) yang mengindikasikan bahwa Google sedang membangun Android Runtime (ART) untuk Fuchsia OS.

Dengan kata lain, Google sedang mencoba mengembangkan versi baru dari ART yang bisa membantu perangkat Fuchsia OS untuk menjalankan aplikasi Android.

{Baca juga: Honor Play Jadi Ponsel Pertama Pakai Fuchsia OS?}

Rumor menyebut, ART di Fuchsia OS akan berbeda dengan Android. Sebab, keberadaannya tidak ditargetkan untuk perangkat tertentu, karena diduga sistem operasi ini bisa digunakan di hampir seluruh perangkat teknologi seperti desktopsmartphone sampai tablet.

Jika perangkat dengan Fuchsia OS bisa menjalankan aplikasi Android, maka konsumen akan lebih tertarik untuk mencobanya ketika perangkat tersebut diluncurkan.

{Baca juga: Sstt.. Begini Cara “Install” Fuchsia OS di Smartphone Android}

Para pengguna pun tidak perlu khawatir apabila tidak ada aplikasi yang bisa digunakan ketika mengakses sistem operasi Fuchsia. Sebaliknya, mereka bisa menggunakan aplikasi yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Dengan kemampuan tersebut, tak menutup kemungkinan bahwa ke depannya, sistem operasi ini bakal menggantikan sistem operasi Android dan Chrome sekaligus. (BA/FHP)

iPhone 2019 Bakal Punya Port USB-C?

0

Telko.id, Jakarta – Setiap tahun, Apple memang selalu mengeluarkan iPhone model terbaru. Untuk tahun ini, Apple diyakini bakal menyematkan port USB yang benar-benar berbeda di iPhone 2019 dibanding model sebelumnya.

Menurut kolom di Forbes yang ditulis oleh Jean Baptiste Su, Vice-President and Principal Analyst di Atherton Research memprediksi, iPhone 2019 akan memiliki USB-C Port dan in-screen Touch ID fingerprint scanner.

Selain itu, seperti dilaporkan Phone Arena, notch yang lebih kecil juga dirumorkan akan disematkan di iPhone. Prediksi itu masuk akal karena Apple menyematkan notch yang cukup besar di iPhone sebelumnya.

Apple juga diprediksi akan menambahkan TrueDepth Camera ke iPhone 2019. Berbeda dengan metode struktur cahaya yang digunakan saat ini di kamera depan, Apple akan menggunakan Time of Flight di iPhone versi terbaru.

{Baca juga: Apple Patenkan Kabel Data iPhone Tahan Air}

Apple menghilangkan port Lightning di iPad Pro keluaran tahun lalu. Langkah serupa pun disinyalir juga akan dilakukan raksasa asal Cupertino di iPhone baru yang meluncur pada tahun ini dan menggantinya dengan USB-C.

Peralihan ke USB-C bisa mempermudah pengguna untuk menemukan aksesori handset. Selain itu, teknologi USB tersebut juga bisa membantu pengguna iPhone menemukan alternatif yang lebih murah saat mengganti charger.

Apple dikabarkan bakal merakit iPhone terbaru di India. Apple akan menghadirkan iPhone premium dan digarap di India dengan bantuan Foxconn di pabrik Kota Sriperumbudur, negara bagian selatan Tamil Nadu. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

 

Sumber : Telset

BRTI Sudah Blokir Nomor Telepon Terindikasi Penipuan

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, beredar video yang viral dalam berbagai grup WA. Video itu berisi tentang manipulasi nomor customer service pada ATM salah satu Bank BUMN di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pun setelah menerima aduan masyarakat dan melakukan pemantauan dengan sigap langsung memblokir nomor kartu SIM telepon seluler yang terindikasi disalahgunakan untuk penipuan dengan cara memanipulasi nomor customer service bank pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

“Setelah beberapa hari terakhir beredar viral dalam berbagai grup WA, soal video indikasi penipuan itu, kami ingin cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat,” tegas Ketua BRTI Ismail di Jakarta, Kamis (03/01/2018).

Menurut Ismail yang juga menjabat Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, langkah cepat diambil sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap masyarakat.

“BRTI telah melakukan koordinasi dengan bank cabang setempat serta dengan operator seluler. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak masuknya pengaduan, nomor yang diindikasikan melakukan penipuan tersebut telah diblokir oleh operator telekomunikasi yang bersangkutan,” jelas Ismail.

Ketua BRTI menjelaskan, dasar pemblokiran sesuai dengan Ketetapan (TAP) BRTI Nomor: 04 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi, Ketetapan itu berlaku terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018.

“Penyalahgunaan jasa telekomunikasi tersebut perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan manfaat dari proses registrasi pelanggan jasa telekomunikasi terjaga dengan baik dengan tidak mengabaikan hak-hak pelanggan jasa telekomunikasi,” jelasnya.

TAP BRTI Nomor 4/2018 yang dikeluarkan  tanggal 30 November 2018 itu mengatur sanksi atas penyalahgunaan jasa telekomunikasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk perlindungan pengguna jasa telekomunikasi, BRTI dan Kementerian Kominfo mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang mengetahui atau mengalami penipuan untuk segera melakukan pengaduan ke BRTI melalui helpdesk atau akun twitter @aduanBRTI.

Pelanggan jasa telekomunikasi dapat melaporkan panggilan dan/atau pesan yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki (spam call and/or message), termasuk yang diindikasikan penipuan dalam berbagai bentuknya. Baik itu berupa permintaan untuk segera mengurus  pembayaran transaksi tertentu, transfer uang atau informasi pelanggan menjadi pemenang kuis/undian.

Adapun alur pengaduan pelanggan sesuai dengan alur sebagai berikut:

 

Ini Dia Empat Fokus Kerja Menkominfo Tahun 2019

0

Telko.id – Memasuki tahun 2019, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan focus program di bidang komunikasi dan informatika. Secara keseluruhan, ada empat focus program yang dijalankan.

“Fokus pertama selesaikan Palapa Ring tahun ini. Barat dan Tengah kan sudah selesai, kita akan mengintegrasikan (dengan Paket Timur), targetnya 2019 pertengahan tahun,” kata Rudiantara dalam obrolan ringan media sosial Tok Tok Kominfo di sela kunjungan kerja ke Morotai, Maluku Utara, Rabu (02/01/2019) malam.

Menurut Menteri Kominfo, pembangunan Palapa Ring merupakan upaya untuk pemerataan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia. “Ini menunjukkan saling komplimen (melengkapi) antara operator dengan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi). Operator kebanyakan fokus pada daerah yang feasible secara bisnis, sedangkan BAKTI fokus pada daerah yang tidak feasible secara bisnis,” ujar Rudiantara.

Menteri Rudiantara menyatakan jaringan akses telekomunikasi dan internet harus merata di seluruh Indonesia. Adapun pemanfaatan utamanya untuk sektor pendidikan, kesehatan dan pertahanan.

“Network ini harus ada di mana-mana. Di masa mendatang, hal itu juga dikhususkan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pertahanan,” tandasnya.

Adapun fokus kedua Kementerian Kominfo menurut Rudiantara adalah membangun satelit sendiri agar seluruh Indonesia bisa terhubung. Upaya itu telah dimulai oleh Kementerian Kominfo dengan membuka lelang untuk pengadaan satelit. Targetnya jaringan telekomunikasi dan internet di Indonesia akan ditopang denan jaringan kabel serat optik Palapa Ring dan satelit multifungsi.

“Sekarang lagi proses. kuartal pertama kita tentukan siapa pemenangnya. Satelit ini kita baru punya 2022. Tapi kita tidak nunggu satelit itu, kita akan sewa dulu punya orang yang karakteristiknya sama,” jelasnya.

Menurut Menteri Kominfo, pemilihan sewa satelit diperlukan agar terjadi percepatan dalam pembangunan jaringan telekomunkasi.  “Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa lebih cepat membangun. Nantinya, saat satelit sudah jadi di 2022, tinggal memindahkan antena di satelit sewaan ke satelit milik sendiri,” ungkapnya.

Mengenai fokus ketiga, Menteri Rudiantara menyebutkan Kementerian Kominfo akan mendorong kerja sama dengan Kementerian Perindustrian agar masyarakat bisa punya smartphone dengan fitur bagus dengan harga terjangkau. “Dari segi device, ke depannya ponsel murah dan bagus buatan Indonesia akan lebih banyak, yang harganya di bawah sejuta,” tuturnya.

Mengenai fokus keempat, berkaitan dengan upaya mendorong kehadiran Decacorn. Startup digital yang memiliki valuasi diatas USD10 Miliar. “Secepatnya pertengahan tahun depan akan ada decacorn di Indonesia. Artinya yang berproses adalah para Unicorn,” jelasnya.

Kunjungan Menteri Rudiantara selama dua hari di Pulau Morotai ditujukan untuk melihat penyelesaian pembangunan terminal Station Fiber Optic Morotai. Terminal itu menampung perangkat aktif transmisi backbone fiber optic jaringan Palapa Ring Paket Tengah.  Selain itu Menteri Rudiantara mengunjungi BTS Perbatasan yang dibangun oleh BAKTI Kominfo serta menyaksikan UMKM di Pulau Morotai yang mulai memanfaatkan teknologi digital.

Kunjungan kerja tersebut juga menjadi momentum uji coba pemanfaatan jaringan tulang punggung kabel serat optik Palapa Ring bagian Tengah. Jaringan kabel bawah laut itu menghubungkan Manado ke Melonguane Kabupaten Talaud, kemudian dari Melonguane ke Morotai, Maluku Utara. (Icha)

 

 

 

 

 

Sudah Ada 3.321 Pelanggan Bolt Yang Dapat Refund

0

Telko.id – Hasil pemantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan BRTI atas pengembalian pulsa dan kuota pelanggan Bolt, hingga kemarin, Kamis (03/01/2018) pukul 11.30 WIB, tercatat sebanyak  3.321 proses refund telah selesai ditransfer ke pelanggan. Dengan rincian 2581 proses refund melalui gerai dan 740 proses refund online.

Hal tersebut dilakukan Bolt karena adanya keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk PT. Internux dan PT. First Media, Tbk. Konsekuensi nya, Bolt harus mengembalian pulsa dan kuota milik  pelanggan serta hak-hak pelanggan lainnya yang sekiranya masih ada di kedua operator.

“Berdasarkan pantauan Kementerian Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 siang, kedua operator telah melakukan shutdown terhadap core radio network operation center (NOC) agar tidak ada lagi pemancaran frekuensi yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam penjelasan tertulisnya.

Mengenai pengembalian hak pelanggan, Kementerian Kominfo menerima laporan telah dibuka gerai layanan langsung bagi pelanggan yang ada di 28 lokasi. 25 lokasi gerai di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi serta 5 gerai di Medan, Sumatera Utara. Lebih lengkap bisa diakses di www.bolt.id/storelocation

Pelanggan dapat melakukan refund dengan menyerahkan perangkat dan/atau kartu. Selain itu pelanggan diminta untuk menujukkan  kartu identitas asli (KTP/SIM), menyerahkan fotocopy kartu identitas dan menyiapkan nama dan nomor rekening bank sesuai kartu identitas.

Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta kepada kedua operator telekomunikasi tersebut untuk mengutamakan hak-hak pelanggan. Terhadap proses pengembalian pulsa dan hak-hak pelanggan ini, Kementerian Kominfo bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia akan terus memonitor proses tersebut. (Icha)

 

 

Palapa Ring Paket Tengah Sudah Rampung 100%

0

Telko.id – Palapa Ring Paket Tengah baru saja rampung 100% pada akhir Desember lalu, tepatnya tanggal 21 Desember 2018. Awal tahun 2019, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mencoba kecepatan jaringan Palapa Ring di lokasi NOC Palapa Ring Paket Tengah di Desa Muhajirin Baru, Morotai, Maluku Utara, Rabu (02/01/2018).

Dalam rangka uji coba tersebut, Menteri Kominfo melakukan video call dengan Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Jakarta.

Menurut Rudiantara pemanfaatan Palapa Ring Paket Tengah akan semakin optimal dengan adanya sinergi antar kementerian/lembaga. Bahkan, ke depan Pemerintah akan segera menghubungkan seluruh desa dengan internet.

“Bisa dibayangkan ke depan, seorang Menteri Desa dapat berhubungan langsung dengan tiga kepala desa sekaligus dari 75.000 kepala desa hanya dengan menggunakan ponsel saja. Inilah bentuk cepatnya perkembangan teknologi yang kita bisa manfaatkan untuk bangsa ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Rudiantara menyapa Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad Kolonel Pnd Prasetiya Halim di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau melalui sambungan video call.

“Akses internet di Lanud Raden Sadjad menggunakan layanan Palapa Ring Paket Barat yang telah on air sejak Maret 2018,” jelas Menteri Kominfo.

Menteri Kominfo menuturkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring yang dilakukan BAKTI merupakan bentuk saling komplemen antara operator dengan BAKTI.

“Dimana operator pada umumnya fokus di daerah yang dianggap visible secara bisnis. Sedangkan BAKTI fokus di daerah yang tidak visible secara bisnis, dan dianggap tidak ada return,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya di Morotai, Menteri Rudiantara melakukan voice call menyapa Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh guna mencoba jaringan 2G yang baru dibangun BAKTI bersama mitra di Desa Waringin, Morotai.

Kecepatan Akses Di Morotai Mencapai 40 MBps

Dalam uji coba itu, Menteri Rudiantara didampingi oleh Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Bambang Noegroho. Menurut Bambang Noegroho, Palapa Ring merupakan proyek strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan menunjang penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Selain merata, mimpi internet cepat juga akan terwujud.

Mengenai kapasitas Palapa Ring Tengah, Noegroho menyatakan bisa  mencapai 100Gbps (Gigabyte per second). Adapun kecepatan akses di Terminal Station Morotai up to 40 Mbps (Mega Byte per second). Sementara kecepatan akses di sekitar Taman Kota Morotai up to 30 Mbps. Kecepatan itu mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya berkisar 2 Mbps.

“Kecepatan internet pada saat speedtest bisa mencapai 40 Mbps untuk unduh, sedangkan untuk unggah mencapai 7 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” jelasnya.

Selain Palapa Ring, untuk mewujudkan desa terlayani sinyal, BAKTI membangun BTS (Base Transceiver Station). Hingga saat ini pembangunan BTS di Provinsi Maluku Utara ada sebanyak 80 titik lokasi, khusus di Kabupaten Morotai sebanyak 29 titik lokasi dengan kapasitas 2G.

BAKTI juga menyediakan akses internet di Morotai. Tercatat sudah dibangun di 59 lokasi, yang tersebar di lokasi sekolah, puskesmas, serta lokasi publik lainnya. Sejak rampungnya Palapa Ring Paket Tengah, BAKTI melakukan proses migrasi akses internet yang menggunakan radio link dengan backbone Palapa Ring.

“Migrasi ini dilakukan demi mewujudkan internet cepat. Saat ini, migrasi baru dilakukan untuk akses internet yang menggunakan radio link. Sedangkan untuk BTS, bertahap kami lakukan migrasi menggunakan layanan Palapa Ring Paket Tengah,” tambah Noegroho.

Jaringan Palapa Ring Tengah, akan melayani 17 kabupaten/kota serta 10 kabupaten/kota yang merupakan titik interkoneksi dengan jaringan tulang punggung serat optik.

“Dengan rampungnya paket tengah, BAKTI saat ini sedang menjaring peminatan ke para penyelenggara jaringan dengan rencana uji coba operasi yang akan dilakukan selama tiga bulan atau sama seperti Palapa Ring Barat,” tambah Direktur Infrastruktur BAKTI.

Mengenai mekanisme penyusunan tarif Palapa Ring Tengah, Noegroho menyebut sama dengan mekanisme Palapa Ring Barat. “Penyediaan dan pengguna kapasitas pita lebar ditentukan berdasarkan nilai investasi, harga pasar dan jumlah pengguna jasa. Sedangkan, untuk dark fiber dengan memperhatikan juga panjang dan lokasi kabel,” jelasnya.

Palapa Ring Tengah

Palapa ring tengah yang dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer melintasi 17 kabupaten dan kota.

Dibangun melintasi  Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara itu terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1,787,06 km kabel laut. Proyek yang bernilai  Rp1,38 triliun itu beroperasi itu memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps.

Titik lokasi yang dilalui Palapa Ring Tengah, merupakan jalur bebas gempa. Paket itu dikerjakan PT LEN Telekomunikasi Indonesia yang memulai kontrak pada tanggal 4 Maret 2016.

Berdasarkan data Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), hingga saat ini terdapat 23 perusahaan yang menyampaikan minat untuk melakukan uji coba.

Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.

Sebelumnya, Palapa Ring Paket Barat sudah rampung 100% pada bulan Maret 2018. Adapun Palapa Ring Paket Timur, hingga bulan ini telah selesai 88,14%.

Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.

Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP). Pembiayaan yang diterapkan dengan skema availability payment, memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi.

Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring.  Di mana, dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25% setiap kuartalnya. (Icha)

 

 

 

 

 

Trafik Data XL Axiata Naik 83% Saat Libur Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Libur panjang akhir tahun telah meningkatkan penggunaan layanan telekomunikasi dan data. Di jaringan XL Axiata tercatat kenaikan trafik penggunaan layanan data yang cukup signifikan.

Terhitung mulai 23 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019, secara rata-rata terjadi kenaikan trafik sekitar 83% dibandingkan hari-hari normal. Kenaikan trafik tertinggi ada pada tanggal 23 Desember 2018 sebesar 40% dan 1 Januari 2019 sebesar 83%.

Dari jenis layanan, kenaikan trafik tertinggi ada pada akses ke layanan Instant Messaging, yaitu meningkat 540% dibandingkan hari-hari biasa.

“Antusiasme masyarakat dalam merayakan libur panjang sangat terlihat beberapa tahun terakhir. Bahkan hampir tak ada beda dengan saat libur Lebaran. Jalan-jalan di Ibukota Jakarta menjadi lengang, sementara itu jalan menuju luar kota menjadi padat. Melalui sistem monitoring jaringan, kami melihat tingkat perpindahan pelanggan juga cukup tinggi. Trafik penggunaan layanan di banyak area di luar Jakarta meningkat signifikan, sebaliknya di Jakarta cenderung berkurang,” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.

Yessie menambahkan, berkat persiapan yang matang, jaringan XL Axiata sukses dan lancar dalam melayani pelanggan di semua wilayah, termasuk di area-area yang mengalami peningkatan trafik secara signifikan.

Untuk memastikan jaringan benar-benar aman, maka XL Axiata meningkatkan kapasitas jaringan pada sekitar 1.500 site yang meng-cover area atau wilayah yang kemungkinan akan mengalami peningkatan trafik selama libur Natal dan tahun baru.

Site-site tersebut antara lain berada di jalur utama transportasi darat menuju kota-kota tujuan liburan, juga di sekitar lokasi-lokasi wisata. Selain itu, berbagai upaya juga telah disiapkan, antara lain dengan penempatan sejumlah Mobile BTS di berbagai lokasi yang tersebar di Sumatra, Jakarta, pusat Kota Bandung serta di jalur tol trans Jawa.

Area yang mengalami kenaikan trafik tertinggi adalah Kabupaten Buleleng, Bali sebesar 211%, Kabupaten Deli Serdang 140% dan Kota Medan 115%. Saat Natal, 24-25 Desember 2018, trafik di wilayah yang banyak komunitas Nasrani seperti Medan mengalami peningkatan trafik sebesar 35%, Manado 55%, dan Kupang 37%.

Sementara itu, area-area lokasi wisata popular yang mengalami kenaikan trafik antara lain Pangandaran sebesar 91%, Bali 87%, Lombok 80%, dan Danau Toba 310%. Di Labuhan Bajo, trafik layanan data juga mengalami kenaikan sebesar 165%.

Pada malam Natal, dari jenis layanan, selain instant messanging, layanan lainnya yang mengalami kenaikan penggunaan secara signifikan dibandingkan hari-hari biasa adalah SNS (Social Networking Service) naik 125% dan Gaming naik 122%.

Kenaikan trafik dari jenis-jenis layanan ini bisa terjadi karena aplikasi tersebut banyak digunakan untuk mengucapan Natal dan Tahun baru.

Saat ini XL Axiata juga terus melakukan perluasan infrastruktur jaringan layanan data, sejalan dengan fokus perusahaan untuk terus mendorong perkembangan dan pertumbuhan penggunaan layanan data di masyarakat.

Saat ini jumlah pelanggan XL Axiata mencapai sekitar 53,9 juta pelanggan, dengan jumlah pelanggan data mencapai sekitar 80% dari total pelanggan, yang didukung dengan infrastruktur jaringan sebanyak lebih dari 116 ribu BTS termasuk lebih dari 78 ribu BTS data (3G & 4G) di berbagai wilayah di Indonesia serta jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 45 ribu km. Saat ini jangkauan layanan data (3G & 4G) XL Axiata juga telah melayani lebih dari 422 kota/kabupaten di Indonesia. (Icha)

 

 

 

Konsultasi Publik RPM Untuk Dukung Internet of Things Di Indonesia

0

Telko.id – Akhirnya, ancang-ancang regulasi pemerintah yang mendukung internet of things keluar juga. Walaupun baru dalam tahap konsultasi Rancangan Peraturan Menteri, paling tidak memberikan angin segar bagi pemain IoT di Indonesia.

Salah satu teknologi yang dipilih oleh pemerintah untuk mendukung implementasi IoT di Indonesia adalah Low Power Wide Area (LPWA). Jadi dalam pengumuman konsultasi Rancangan Peraturan Menteri berisikan tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi LPWA.

Mulai dari persyaratan teknis alat dan/atau perangkat LPWA yang berbasis pita frekuensi non seluler; dan berbasis pita frekuensi seluler. Sampai peraturan tentang alat dan perangkat telekomunikasi LPWA wajib factory lock hanya pada pita frekuensi kerja yang diperbolehkan, dan factory lock wajib permanen/tidak bisa dihilangkan.

Dalam Rancangan Peraturan Menteri ini memiliki 3 Lampiran yaitu Lampiran I mengenai persyaratan teknis Alat dan/atau Perangkat Low Power Wide Area berbasis pita frekuensi non seluler; Lampiran II mengenai persyaratan teknis Alat dan/atau Perangkat subcriber station Low Power Wide Area berbasis pita frekuensi seluler; dan Lampiran III mengenai persyaratan teknis Alat dan/atau Perangkat base station Low Power Wide Area berbasis pita frekuensi seluler.

Kementerian Kominfo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan tanggapan atas Rancangan Peraturan dimaksud. Adapun tanggapan dan masukan dapat disampaikan melalui email siti008@kominfo.go.id,  adem001@kominfo.go.idfaja001@kominfo.go.idaria001@kominfo.go.id.  Batas waktu akhir untuk tanggapan dan masukan pada hari Rabu tanggal 9 Januari 2019. (Icha)