spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1361

Dibalik Konfigurasi Triple Kamera Vivo V15

0

Telko.id, Jakarta – Vivo V15 resmi meramaikan pasar ponsel tanah air. Tepatnya pada Selasa 5 Maret 2019 lalu, kala ia diperkenalkan dalam sebuah acara besar yang digelar Vivo Indonesia di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta.

Sekilas, memang tak banyak perbedaan ditampilkan oleh smartphne teranyar Vivo ini. Desain dengan warna gradasi masih menjadi pilihan seperti halnya sejumlah smartphone di luar sana. Pun demikian dengan bagian depan yang tampak seperti tak memiliki bezel alias bezelless.

But wait, tak ada “poni” ataupun “tompel” di layarnya. Kamera selfie yang biasanya membuat layar menjadi berponi ataupun bertompel, disembunyikan di balik punggungnya, dan secara otomatis akan menyembul keluar jika fungsi kamera diaktifkan. Dengan begitu, layarnya jadi benar-benar bezelless.

Ya, itu adalah hal bagus. Tapi kali ini kami ingin mengulik lebih jauh tentang tiga kamera yang ada di bodi belakangnya. Ada tiga sensor yang dibenamkan, masing-masing beresolusi 12 MP, 8MP dan 5MP.

Pertanyaannya sekarang, sehebat apa konfigurasi tiga kamera di bagian bodi belakang Vivo V15 ini? Tanpa berpanjang lebar, berikut hasil penelusuran tim Telko.id.

Main Camera 12MP f/1.78

Diantara tiga kamera yang dibenamkan Vivo di badan Vivo V15, satu diantaranya, dan ini yang utama, adalah sebuah kamera dengan resolusi 12 MP. Kamera ini, selain memiliki bukaan lensa f/1.78, juga memiliki 24 juta unit foto sensitive, lengkap dengan sensor 1/2,8 inci, dan teknologi dual-pixel.

Teknologi Dual Pixel sendiri telah menjadi kombinasi yang sangat bagus dalam meningkatkan fotografi smartphone selama beberapa tahun terakhir. Dan dengan disematkannya teknologi ini ke badannya, Vivo V15 dapat meningkatkan pencitraan dan kualitas hasil jepretan dari smartphone.

Kami mencoba mengambil gambar dengan lensa utama. Meski tempat yang kami ambil terasa kurang ideal, namun kami mendapati bahwa kamera utama Vivo V15 bekerja dengan cukup baik. Teknologi Dual-Pixel juga cukup cekatan dalam mengurangi noise.

8MP f/2.2 AI Super Wide-Angle

Berbekal sensor 8MP, kamera kedua Vivo V15 datang dengan kemampuan menghadirkan objek foto dengan sudut ultra-lebar. Tak tanggung-tanggung, hingga 120 derajat. Itu artinya, bukan saja tangkapan yang lebih luas, objek foto yang bisa masuk ke dalam bingkai juga lebih banyak. Nah, bagi Anda penggemar fotografi, apalagi yang suka mengambil gambar lanskap atau panorama, fitur yang satu ini bisa menjadi pertimbangan.

5 MP Depth Camera

Kamera terakhir yang ada di bagian belakang bodi Vivo V15 adalah dia yang memiliki resolusi 5MP dan bertugas menghasilkan kedalaman gambar. Jika mengacu pada fungsinya, artinya kamera inilah yang nantinya membantu pengguna menghasilkan efek bokeh, alias blur.

Untuk melengkapi kinerja triple camera yang dibawa Vivo V15, Vivo juga tak lupa menambahkan sejumlah fitur berbasis AI di dalamnya yang memungkinkan pengguna dapat mengambil foto berkualitas dengan mudah. Katakan saja AI Body Shaping, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan setiap aspek tubuh seperti pinggang, dan kaki. Lalu ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, dan fitur Smart Framing, yang berguna untuk membantu dapat mengambil foto ala seorang pro.

Nah, buat Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang triple camera dari Vivo V15 ini, bisa langsung klik disini. Perangkat ini juga sudah dapat dipesan sejak 5 Maret 2019, baik melalui e-commerce maupun Vivo Store.

Selama masa pre-order, yang berlangsung hingga  11 Maret 2019, Vivo Official Store juga mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce tanah air, termasuk Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia. Promo tersebut adalah berupa 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian dan Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000.

Dibalik Konfigurasi Tripple Kamera Vivo V15

0

Telko.id, Jakarta – Vivo V15 resmi meramaikan pasar ponsel tanah air. Tepatnya pada Selasa 5 Maret 2019 lalu, kala ia diperkenalkan dalam sebuah acara besar yang digelar Vivo Indonesia di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta.

Sekilas, memang tak banyak perbedaan ditampilkan oleh smartphne teranyar Vivo ini. Desain dengan warna gradasi masih menjadi pilihan seperti halnya sejumlah smartphone di luar sana. Pun demikian dengan bagian depan yang tampak seperti tak memiliki bezel alias bezelless.

But wait, tak ada “poni” ataupun “tompel” di layarnya. Kamera selfie yang biasanya membuat layar menjadi berponi ataupun bertompel, disembunyikan di balik punggungnya, dan secara otomatis akan menyembul keluar jika fungsi kamera diaktifkan. Dengan begitu, layarnya jadi benar-benar bezelless.

Ya, itu adalah hal bagus. Tapi kali ini kami ingin mengulik lebih jauh tentang tiga kamera yang ada di bodi belakangnya. Ada tiga sensor yang dibenamkan, masing-masing beresolusi 12 MP, 8MP dan 5MP.

Pertanyaannya sekarang, sehebat apa konfigurasi tiga kamera di bagian bodi belakang Vivo V15 ini? Tanpa berpanjang lebar, berikut hasil penelusuran tim Telko.id.

Main Camera 12MP f/1.78

Diantara tiga kamera yang dibenamkan Vivo di badan Vivo V15, satu diantaranya, dan ini yang utama, adalah sebuah kamera dengan resolusi 12 MP. Kamera ini, selain memiliki bukaan lensa f/1.78, juga memiliki 24 juta unit foto sensitive, lengkap dengan sensor 1/2,8 inci, dan teknologi dual-pixel.

Teknologi Dual Pixel sendiri telah menjadi kombinasi yang sangat bagus dalam meningkatkan fotografi smartphone selama beberapa tahun terakhir. Dan dengan disematkannya teknologi ini ke badannya, Vivo V15 dapat meningkatkan pencitraan dan kualitas hasil jepretan dari smartphone.

Kami mencoba mengambil gambar dengan lensa utama. Meski tempat yang kami ambil terasa kurang ideal, namun kami mendapati bahwa kamera utama Vivo V15 bekerja dengan cukup baik. Teknologi Dual-Pixel juga cukup cekatan dalam mengurangi noise.

8MP f/2.2 AI Super Wide-Angle

Berbekal sensor 8MP, kamera kedua Vivo V15 datang dengan kemampuan menghadirkan objek foto dengan sudut ultra-lebar. Tak tanggung-tanggung, hingga 120 derajat. Itu artinya, bukan saja tangkapan yang lebih luas, objek foto yang bisa masuk ke dalam bingkai juga lebih banyak. Nah, bagi Anda penggemar fotografi, apalagi yang suka mengambil gambar lanskap atau panorama, fitur yang satu ini bisa menjadi pertimbangan.

5 MP Depth Camera

Kamera terakhir yang ada di bagian belakang bodi Vivo V15 adalah dia yang memiliki resolusi 5MP dan bertugas menghasilkan kedalaman gambar. Jika mengacu pada fungsinya, artinya kamera inilah yang nantinya membantu pengguna menghasilkan efek bokeh, alias blur.

Untuk melengkapi kinerja triple camera yang dibawa Vivo V15, Vivo juga tak lupa menambahkan sejumlah fitur berbasis AI di dalamnya yang memungkinkan pengguna dapat mengambil foto berkualitas dengan mudah. Katakan saja AI Body Shaping, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan setiap aspek tubuh seperti pinggang, dan kaki. Lalu ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, dan fitur Smart Framing, yang berguna untuk membantu dapat mengambil foto ala seorang pro.

Nah, buat Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang triple camera dari Vivo V15 ini, bisa langsung klik disini. Perangkat ini juga sudah dapat dipesan sejak 5 Maret 2019, baik melalui e-commerce maupun Vivo Store.

Selama masa pre-order, yang berlangsung hingga  11 Maret 2019, Vivo Official Store juga mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce tanah air, termasuk Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia. Promo tersebut adalah berupa 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian dan Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000.

Yeay! Samsung Galaxy S10 Sambangi 70 Negara, Termasuk Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Setelah resmi diperkenalkan secara global pada awal Maret lalu – tepatnya di San Fransisco, Amerika Serikat, Samsung akhirnya resmi membawa flagship teranyarnya ke lebih banyak negara. Tak tanggung-tanggung, sekitar 70 negara disebut-sebut didatangi trio Samsung Galaxy S10, termasuk Kanada, India, Cina, dan seluruh Eropa

Dilaporkan GSMArena, Minggu (9/3/2019), negara-negara tersebut awalnya membuka penjualan dengan pre-order, baik Galaxy S10 +, S10 maupun S10e, namun kini ketiganya sudah bisa ditemukan di toko-toko baik online maupun offline.

Hingga akhir bulan, setidaknya 130 negara dijadwalkan akan menerima kadatangan Samsung Galaxy S10 versi 4G, sementara versi 5G sendiri baru akan melantai akhir tahun ini.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 vs iPhone XS: Adu Kuat Flagship “Zaman Now”}

Di Indonesia, peluncuran perdana ketiga flagship sendiri digelar pada 8-10 Maret 2019. Samsung menggelarnya di empat titik secara serentak, yakni Central Park Mall, Jakarta Barat; Kota Kasablanka Mall, Jakarta Selatan; Pakuwon Mall, Surabaya; dan Sun Plaza, Medan.

Sejumlah penawaran menarik pun diberikan Samsung Electronics Indonesia bagi calon pembeli. Untuk pembelian perdana Galaxy S10 dan S10+ misalnya, akan mendapatkan bundling promo Galaxy Buds, sementara pembelian Galaxy S10e akan mendapatkan bundling promo JBL Flip 3.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Disiksa dan Dibakar, Bisa Selamat?}

Tambahan menarik bagi pembelian perdana maupun pembelian trade in yaitu cashback hingga Rp 750.000 dan program cicilan 0% hingga 18 bulan melalui bank yang telah menjadi mitra Samsung.

Lain di Indonesia, lain di Taiwan. Di negara yang beribukota di Tapei ini, Samsung bahkan disebut-sebut kebanjiran pesanan, dengan Samsung Galaxy S10+ menjadi tokoh utamanya. Menurut laporan Digitimes, pre-order seri tersebut mencapai 60%, sementara sisanya dibagi antara S10 dan S10e, masing-masing 30% dan 10%.

Bagi Anda yang penasaran dengan smartphone teranyar Samsung ini, di bawah ini kami memiliki video ulasannya.

 

Gokil! Korea Utara Diduga Hasilkan Triliunan dari Peretasan

Telko.id, Jakarta – Korea Utara telah memperoleh sekitar USD 670 juta atau setara Rp 9.4 Triliun dalam bentuk mata uang virtual dan fiat, dalam upayanya mengatasi sanksi ekonomi yang diberlakukan sebagai akibat dari program nuklir dan misilnya.

Dilaporkan Nikkei, mengutp panel ahli yang melapor ke Dewan Keamanan PBB, tetangga Korea Selatan itu mengumpulkan dana melalui serangan dunia maya, yang dalam hal ini sebagian besar dilakukan oleh korps khusus dalam militer negara.

Dalam laporannya, panel merekomendasikan agar negara-negara anggota PBB “meningkatkan kemampuannya untuk memfasilitasi pertukaran informasi yang deras terhadap serangan cyber oleh Republik Rakyat Demokratik Korea, baik dengan pemerintah lain ataupun lembaga keuangan mereka sendiri.”

{Baca juga: Korea Utara Diduga Retas Data Pribadi 997 Pembelot}

Tak tanggung-tanggung, terkait serangan siber ini, Korea Utara disebut-sebut telah melakukan serangan terhadap lembaga keuangan asing selama tiga tahun, terhitung sejak 2015 hingga 2018. Negara yang dipimpin Kim Jong Un ini juga diperkirakan telah berhasil menargetkan pertukaran mata uang digital Asia setidaknya lima kali dari Januari 2017 hingga September 2018. Kerugian diperkirakan mencapai USD 571 juta atau sekitar Rp 8 Triliun.

Masih menurut panel, seperti dilansir dari TNW, Minggu (9/3/2019), mata uang virtual disebut telah membantu Korea Utara dalam menemukan lebih banyak cara untuk menghindari sanksi, mengingat itu lebih sulit untuk dilacak, dapat dicuci berkali-kali dan independen dari peraturan pemerintah.

{Baca juga: Korea Utara Manfaatkan Google Play untuk Cari Pengkhianat}

Sementara itu, Marine Chain, sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi blockchain untuk bisnis jual beli kapal di seluruh dunia juga diduga memasok cryptocurrency ke pemerintah Korea Utara. Marine Chain yang berbasis di Hongkong sendiri kini dinytakan telah ‘mati’.

Wow! Kamera Ini Bisa Deteksi Pencuri, Bahkan Sebelum Beraksi

Telko.id, Jakarta – Sebuah teknologi kamera dikembangkan di negeri Sakura, Jepang. Teknologi tersebut memungkinkan kamera mengenali pencuri, bahkan sebelum mereka melakukan aksinya. Kok bisa?

Caranya dengan membaca gerak-gerik pencuri.

Dilansir Telko.id dari The Sun pada Jumat (08/03/2019), kamera keamanan ini sudah banyak dipasang pada pertokoan di Tokyo, Jepang. Nantinya kamera akan mengawasi perilaku pencuri yang tidak biasa, gelisah dan mengingatkan pegawai toko terhadap pencuri tersebut melalui aplikasi smartphone.

Pegawai dapat mendekati pencuri tersebut dan bertanya kepada mereka apakah mereka membutuhkan bantuan. Tindakan ini merupakan taktik jitu untuk mencegah pencuri beraksi di toko.

Perlu diketahui, alat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) ini dibangun oleh para insinyur di startup Jepang bernama Vaak. Pendiri Vaak, Ryo Tanaka, mengatakan kepada Bloomberg bahwa teknologi itu merupakan inovasi untuk mencegah kejahatan.

{Baca juga: Two-Factor Authentication Facebook Ancam Keamanan Data Pengguna?}

“Ini langkah penting dan lebih dekat ke masyarakat di mana kejahatan dapat dicegah dengan AI. Sistem ini dapat dimuat ke dalam kamera keamanan yang ada dan melihat melalui rekaman secara real-time,” tutur Tanaka.

Tidak hanya mendeteksi perilaku, teknologi yang ditawarkan Vaak juga dapat melacak pergerakan Anda di sekitar toko, mencatat jenis kelamin Anda, perkiraan usia, barang favorit dan banyak lagi.

Tahun lalu, sistem itu digunakan untuk  melacak seseorang yang telah mengutil dari sebuah toko di Yokohama. Perusahaan yang menggunakan teknologi Vaak telah meminta perusahaan untuk tidak mengungkapkan toko mana yang menggunakan sistem karena alasan keamanan.

{Baca juga: Jepang Bikin Medali Olimpiade 2020 dari Ponsel Bekas}

Perusahaan itu sekarang siap untuk menjual perangkat lunak ke pihak lain meskipun tidak jelas apakah itu artinya akan berupa ekspansi ke Inggris. Namun, Vaak mungkin akan kesulitan untuk mengimplementasikan sistemnya ke toko-toko jalanan di Inggris, karena peraturan Uni Eropa tentang penyimpanan data. [NM/IF]

3 Kelebihan Pop-up Camera Vivo V15, Nomor 3 Berasa Ada di Masa Depan

0

Telko.id – Smartphone terbaru Vivo, yakni Vivo V15 merupakan salah satu smartphone yang berhasil menarik perhatian publik Indonesia. Bagaimana tidak, acara perkenalan dari smartphone ini bahkan diselenggarakan di sebuah taman air mancur terbesar se-Asia Tenggara, yakni Taman Wisata Air Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat.

Bukan cuma acara perkenalannya saja, Vivo V15 pun menawarkan banyak teknologi dan fitur baru di dalamnya, yang membuatnya seolah “sangat worth to buy” dengan harganya yang mencapai Rp 4,3 jutaan.

Salah satu teknologi baru yang dibawanya adalah Pop-up Camera, yang diprediksi akan menjadi tren desain pada smartphone di masa mendatang. Perlu diketahui, teknologi ini pertama kali dipamerkan Vivo pada seri Vivo NEX, yang merupakan seri flagship.

Nah, dalam tulisan kali ini, tim Telko.id akan membahas soal Pop-up Camera Vivo V15. Dalam bahasan ini, kami bakal merangkum 3 keunggulannya yang bisa dirasakan oleh para pengguna. Check this out!

Layar Bebas Tompel

Smartphone masa kini seolah “terpaku” dengan desain yang itu-itu saja. Seperti penggunaan desain layar memanjang dengan bezel cukup tebal di bagian atas dan bawahnya. Kemudian desain layar berponi atau menggunakan notch, sampai layar bertompel atau layar dengan adanya lubang kamera depan di bagian atasnya.

Namun, Vivo berani memberikan hal berbeda sekaligus memberikan solusi untuk memperluas layar sebesar mungkin dalam body yang kompak. Lewat Vivo V15 yang diresmikan di Indonesia, brand asal China ini mengandalkan Pop-up Camera.

Sekadar informasi, teknologi ini merupakan teknologi kamera mekanik yang hanya akan muncul dari dalam body smartphone ketika kamera depan digunakan, dan terbukti sukses memaksimalkan rasio layar terhadap body smartphone.

Vivo V15 sendiri mengusung layar berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Rasio layar terhadap body-nya juga sudah mencapai 90,95%.

Apabila dibandingkan dengan smartphone berdesain kompak dengan bezel tebal seperti iPhone 6 Plus dengan layar berukuran 5,5 inci, ukurannya pun tak jauh berbeda daripada smartphone Apple tersebut.

Lantas, apa keuntungan dari layar yang berukuran besar? Tentu saja akan berdampak pada meningkatnya pengalaman penyajian konten yang jauh lebih baik bagi penggunanya. Layar Vivo V15 juga dapat memberikan tampilan warna yang lebih detail, serta mampu menyajikan konten video atau game bergrafis tinggi dengan baik.

Lebih Beda dan Canggih

Pop-up Camera juga membuat Vivo V15 menjadi terlihat jauh lebih canggih dan berbeda daripada smartphone lain di kelasnya. Satu alasannya, berkat teknologi ini smartphone tersebut langsung menyandang predikat sebagai smartphone pertama di dunia dengan teknologi 32MP Pop-up Camera.

Ya, ada kamera depan 32MP di Vivo V15! Besarnya resolusi kamera tersebut juga ditopang oleh bukaan f/2.0 dan dukungan berbagai fitur di dalamnya. Seperti HDR, dan fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).

Ada sejumlah fitur berbasis AI pada 32MP Pop-up Camera Vivo V15. Sebut saja, AI Face Beauty yang dapat “memperbaiki” wajah pengguna saat selfie seperti mempercerah dan memperhalus wajah, meniruskan wajah, memperbesar mata, dan lainnya.

Kemudian, ada juga AI Portrait Lighting, sampai fitur Smart Framing untuk membuat pengguna dapat mengambil foto selfie dengan kualitas jernih dan detail yang baik. Canggih dan beda kan?

Cocok Buat Pamer

Sama seperti smartphone flagship dengan harga belasan juta Rupiah, Vivo V15 juga bisa jadi sarana pamer bagi penggunanya. Alasan terkuatnya adalah, berkat adanya Pop-up Camera.

Selain terlihat beda dan canggih karena resolusinya mencapai 32MP aperture f/2.0, ternyata Pop-up Camera juga punya efek suara khas dan terdengar kece ketika diaktifkan.

Ada tiga efek suara yang bisa dipilih oleh pengguna, yaitu Sci-Fi yang menyuguhkan suara dari “masa depan”, kemudian Machine yang menyajikan suara ala teknologi mekanik dari robot atau sejenisnya, dan Rhythm yang memberikan suara bernuansa tenang.

Jujur, kami lebih memilih suara Sci-Fi karena membuat smartphone ini seolah terlihat sebagai perangkat dari masa depan yang punya desain berbeda, teknologi baru, dan dikemas secara berkualitas.

Selain itu, pengguna juga dapat memamerkan bentangan layarnya yang lebih luas tanpa terganggu adanya poni seperti smartphone kebanyakan, atau tompel layaknya smartphone flagship yang baru-baru ini dirilis, dan “gangguan” lainnya.

Secara spesifikasi, Vivo V15 juga sudah dibekali dengan spesifikasi mumpuni di dalamnya. Smartphone tersebut ditopang oleh prosesor MediaTek Helio P70 octa-core 2.1 GHz, RAM 6 GB, dan ROM 64 GB yang bisa diperluas hingga 256 GB melalui microSD.

Vivo V15 juga ditenagai oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging, dan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.

Vivo V15 sudah dapat dipesan per 5 Maret 2019 melalui pre-order di e-commerce dan Vivo Store. Selama masa pre-order (5 – 11 Maret 2019), Vivo Official Store mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce besar Indonesia, yaitu Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia yaitu 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian Vivo V15 serta Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000. (FHP)

Perusahaan ASEAN Diminta Pakai Software Berlisensi, Kenapa?

Telko.id, Jakarta – Penggunaan software tanpa lisensi masih umum terjadi di kalangan perusahaan maupun sektor IT di Indonesia dan Kawasan ASEAN. Padahal, penggunaan software tanpa lisensi ini dapat menimbulkan risiko keamanan, bisnis dan hukum yang serius bagi perusahaan serta industri yang menerapkannya.

Untuk mengatasi hal ini, BSA Software Alliance, asosiasi perdagangan global penerbit software meluncurkan kampanye “Legalize and Protect” di kawasan ASEAN agar mendorong penggunaan software asli.

BSA pun berkolaborasi dengan pemerintah maupun mitra lain untuk mengedukasi perusahaan-perusahaan mengenai risiko-risiko signifikan dari penggunaan software tidak asli atau tidak berlisensi.

Sebagai  bagian dari kampanye ini, BSA bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengedukasi para pemimpin bisnis tentang risiko penggunaan software ilegal. Pasalnya, menurut data BSA, saat ini ada ribuan perusahaan di Indonesia yang diawasi karena adanya kemungkinan pelanggaran.

“Dengan beralih pada software berlisensi, perusahaan dapat melindungi keamanan data, daya saing dan reputasinya hingga terhindar dari risiko konsekuensi hukum,” ujar Senior Director BSA, Tarun Sawney.

{Baca juga: Software Bajakan Marak, Pemerintah Cuma Incar Pemain Kecil}

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Jumat (08/03/2019), wilayah Asia Pasifik memiliki tingkat penggunaan software ilegal tertingi di dunia yaitu sebesar 57%. Untuk itu, BSA telah mengorientasikan kampanyenya secara khusus untuk mencegah perusahaan dari praktik pemasangan maupun penggunaan software yang tidak berlisensi atau ilegal.

Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan menemukan bahwa software tidak berlisensi memiliki risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Pasalnya satu dari tiga perusahaan memiliki peluang untuk terserang malware ketika mereka menggunakan atau memasang software tidak berlisensi.

Setiap serangan malware dapat merugikan perusahaan sebesar USD 2,4 juta atau Rp 34,3 miliar. Belum lagi dibutuhkan waktu 50 hari untuk memperbaikinya. Infeksi yang dapat menyebabkan downtime perusahaan, atau kehilangan data bisnis, akan berdampak serius pada merek dan reputasi perusahaan.

{Baca juga: Google Curi Data dan Kuota Internet Pengguna di Australia?}

Biaya untuk mengatasi malware yang menggunakan software tidak berlisensi pun semakin meningkat. Hal tersebut dapat merugikan perusahaan hingga lebih dari USD 10.000 atau Rp 143,3 juta untuk setiap perangkat komputer yang terserang, dan merugikan hampir USD 359 miliar atau Rp 5147 triliun per tahun bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

Tindakan menghindari ancaman keamanan dari malware saat ini telah menjadi alasan utama CIO untuk memastikan software dalam jaringannya berlisensi secara penuh. Upaya peningkatan kegunaan software merupakan faktor pendorong ekonomi dan keamanan yang sangat penting.

Perusahaan-perusahaan dapat mengambil langkah penting untuk meningkatkan manajemen software dan mendapatkan berbagai keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan tersebut, perusahaan dapat menerapkan software asset management (SAM) yang telah terbukti kualitasnya.

BSA percaya bahwa melalui kerja sama menyeluruh dengan pemerintah daerah di negara-negara ASEAN, kampanye “Legalize and Protect” tidak hanya akan memberikan perlindungan pada hak kekayaan intelektual software – tetapi juga mendorong komunitas bisnis ASEAN yang lebih kuat, dinamis, dan mampu bersaing dalam skala global. [NM/IF]

IFixit Beri Nilai 3 untuk Galaxy S10, Ini Alasannya

0

Telko.id, JakartaSamsung Galaxy S10 telah secara resmi rilis ke pasaran. Seperti sudah menjadi tradisi, ponsel baru yang meluncur ke publik akan menjadi “korban” iFixit. Ya, iFixit telah membongkar untuk melihat jeroan Galaxy S10.

Tak hanya Galaxy S10, iFixit juga “memutilasi” Galaxy S10e dan Galaxy S10 Plus. Kabarnya, iFixit lumayan kesulitan membongkar ponsel tersebut. Namun, ketika bodi ponsel sudah terbuka, komponen di dalamnya cukup mudah dipreteli. Sebagai misal kamera depan serta kamera belakang, port audio, serta motherboard Galaxy S10

iFixit tak kesulitan melepasnya satu per satu. Dan, di antara semua komponen galaxy S10, iFixit tertarik dengan keberadaan sensor sidik jari ultrasonik.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10+ Paling Banyak Diminati di Taiwan}

Dilaporkan The Verge, seperti dikutip Telko.id, Jumat (8/3/2019), sensor sidik jari ultrasonik Galaxy S10 terhubung langsung ke layar. Dengan kata lain, jika sensor tersebut rusak, maka komponen yang harus diganti adalah sensor sekaligus layarnya.

Hal serupa ditemukan oleh JerryRigEverything yang menyebut bahwa sensor sidik jari adalah satu kesatuan dengan layar. Komponen itu masih bisa berfungsi jika layar tergores. Namun, sensor akan berhenti berfungsi jika ada keretakan di layar.

{Baca juga: Masalah Flexgate “Nular” ke MacBook Pro 2018?}

Hal unik lain dari jeroan Galaxy S10 adalah komponen kamera depan hole punch. Komponen tersebut benar-benar menghabiskan tempat, mulai dari layar sampai bodi belakang. Yang dilubangi tak cuma layar, melainkan juga motherboard.

Setelah membongkar, iFixit lalu memberi nilai 3 dari 10 soal tingkat kemudahan dalam memperbaiki Galaxy S10. Skor itu mengindikasikan bahwa Galaxy S10 sulit untuk dibongkar. Untuk mengganti layarnya, teknisi perlu membongkarnya total. [SN/IF]

Sempat Ngumpet, Spotify Akhirnya Kembalikan Opsi Repeat

Telko.id, JakartaSpotify sebelumnya melakukan eksperimen terkait perubahan desain. Hal itu dikeluhkan pengguna, lantaran dianggap mempersulit akses fungsi Repeat untuk lagu yang tersedia di aplikasi. Betapa tidak, fitur ini dihapuskan dari tampilan depan menu Now Playing, dan sebagai gantinya ditempatkan pada menu Home baru yang diwakili oleh ikon tiga titik di sudut kanan atas.

Namun, dilaporkan Gizmodo, tak lama setelah pengguna mengeluhkan kesulitan tersebut di media sosial dan halaman situs Community Spotify, aplikasi ini kembali mendapatkan update.

Update yang dirilis Spotify ini mengubah tampilan halaman depan Spotify kembali menjadi seperti sebelumnya. Opsi Repeat ini dapat diakses dengan mudah di posisi yang sudah diketahui pengguna, yaitu di sebelah kanan ikon kendali pemutaran lagu standar, beserta tombol fungsi acak di sebelah kini.

{Baca juga: Spotify Bakal Blokir Pengguna yang Pakai Ad Blocker}

Mengetuk tombol Repeat sebanyak satu kali akan mengaplikasikan fungsi fitur ke playlist atau album yang sedang pengguna dengarkan, sedangkan mengulangi opsi Repeat ini akan membantu pengguna memutar satu lagu secara terus-menerus.

Perubahan menyoal fungsi Repeat ini menjadi perubahan terbesar yang membekali update terkini Spotify, meski bukan satu-satunya hal baru yang disuguhkan penyedia layanan musik streaming itu untuk aplikasi versi Android dan iOS karyanya.

Perubahan lain hadir di sebelah kiri daftar musisi dan judul lagu, yang kini didukung oleh tombol hati. Kehadiran tombol yang telah lama diminta oleh pengguna ini akan memudahkan pengguna untuk menyimpan lagu sebagai lagu kesukaan.

{Baca juga: Pengguna Spotify Premium Bertambah, Berapa Banyak Sih?}

Sebelumnya, fungsi ini hanya dapat dimanfaatkan untuk menyimpan stasiun radio dan playlist yang telah dikurasi Spotify. Namun, update Spotify ini digulirkan secara bertahap sehingga pengguna harus bersabar menunggu hingga update tiba di perangkat.

Sementara itu, Spotify secara diam-diam meluncurkan layanannya di India. Terlepas dari tuntutan hukum yang didapatnya dari Warner Music Group yang saat ini mencegah seniman besarnya untuk merilis lagu mereka di layanan tersebut.

Sejumlah masyarakat di India menyebut mereka telah dapat mengunduh aplikasi ini di perangkat Android dan mendaftarkan akun, meski Spotify tidak secara formal mengumumkan ketersediaan layanan ini. [BA/IF]