spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1291

Harganya Lebih Mahal, Huawei P30 Pro “Keok” dari Oppo Reno

0

Telko.id, Jakarta – Oppo Reno resmi diluncurkan di China, pada Rabu (10/04) lalu. Sebagai pendatang baru, Reno rupanya langsung “tancap gas”. Tanpa perlu gembar-gembor publikasi, jagoan Oppo ini langsung melibas sejumlah smartphone flagship di AnTuTu Benchmark. Bahkan seri Reno 10x Zoom mengangkangi Huawei P30 Pro yang dibanderol dengan harga selangit.

Smartphone ini ditopang oleh dapur pacu prosesor Snapdragon 855, konfigurasi RAM dan ROM 6 GB/128 GB, 6 GB/256 GB, dan 8 GB/256 GB, serta baterai berkapasitas 4,065 mAh.

Meski memiliki spesifikasi tinggi, namun Reno 10x Zoom dibanderol dengan harga yang terbilang terjangkau. Melansir dari The Verge, Jumat (12/04/2019), smartphone ini dibanderol seharga mulai dari USD 600 atau Rp 8,4 jutaan hingga USD 710 atau Rp 10 jutaan untuk versi tertingginya.

{Baca juga: Usung Kamera 10X Zoom, Oppo Reno Resmi Meluncur}

Reno berhasil mencatatkan skor 369.254 poin dan mengisi posisi kedua di bawah Xiaomi Mi 9. Skor itu berhasil mengalahkan sejumlah smartphone flagship yang dibanderol dengan harga lebih mahal, seperti Huawei P30 Pro.

Sekadar informasi, P30 Pro dijual seharga Rp 12,9 jutaan di Indonesia untuk model 8GB dan 256GB. Meski dipatok dengan harga mahal, namun tidak menjamin smartphone ini memiliki performa lebih baik. Terbukti, P30 Pro hanya sanggup menempati posisi 7 saja dengan skor 290.189 poin.

Padahal jika melihat ke sisi spesifikasinya, keduanya sama-sama ditenagai oleh prosesor berbasis 7nm, yakni Snapdragon 855 untuk Reno dan Kirin 980 untuk P30 Pro. Keduanya juga sama-sama menerapkan sistem pendingin khusus untuk meningkatkan performa smartphone secara signifikan.

Tapi yang menarik sebenarnya, skor tinggi yang diperoleh Reno 10x Zoom bukanlah dari versi tertingginya, melainkan versi menengahnya yang “hanya” memiliki RAM 6GB dan ROM 256GB.

Jadi bisa Anda bayangkan, apabila benchmark menggunakan versi RAM 8GB dan ROM 256GB, hasil yang dicatat Reno akan lebih tinggi lagi dan jauh meninggalkan pesaingnya, termasuk P30 Pro.

{Baca juga: 10 Smartphone Android Terkencang, Huawei P30 Pro Masih “Kedodoran”}

Selain dapur pacu yang kencang, Reno juga merupakan seri dengan teknologi kamera yang mumpuni. Diklaim Vice President Oppo, Brian Shen, terdapat satu kamera depan berdesain pivot rising camera dan 3 kamera belakang.

Dengan hasil benchmark AnTuTu ini, kita dapat melihat bagaimana harga mahal sebuah smartphone belum tentu bisa jadi jaminan akan memiliki performa terbaik. Reno telah membuktikannya, dengan melibas P30 Pro yang memiliki harga jauh lebih mahal.

Oppo Reno 10x Zoom sendiri dipastikan akan hadir di Indonesia bersama dengan versi standarnya. Namun Oppo masih belum memberitahu kapan tanggal pasti keduanya akan hadir di Tanah Air. Kita tunggu saja. (FHP/HBS)

Sumber: The Verge

Sniper Elite V2 Versi Daur Ulang Hadir 24 April

Telko.id, Jakarta – Spesifikasi dan kualitas grafis PC dan konsol yang semakin mumpuni, membuat banyak game lawas diperbarui. Satu game tua yang mendapatkan versi daur ulang atau remastere adalah Sniper Elite garapan Rebellion Developments.

Game Sniper Elite pertama kali dirilis pada 30 April 2012. Sniper Elite adalah franchise game yang menggabungkan genre tactical shooter dan stealth game dengan latar era Perang Dunia II.

Pemain akan bermain sebagai penembak jitu yang memerangi Nazi. Gameplay yang disajikan dilengkapi dengan efek slow motion saat peluru menuju dan mengenai musuh.

Sebelumnya, pada Maret 2019, Rebellion Development mengumumkan rencana untuk meluncurkan versi remastered dari game tersebut. Salah satu perbaikan pada versi daur ulang ini adalah resolusi yang ditingkatkan ke kualitas 4K dan HDR.

{Baca juga: Gearbox Software Pamer Cuplikan Game Borderlands 3}

Kabar terbaru menyebutkan bahwa game tersebut akan dirilis ulang pada bulan Mei, dan sudah bisa dipesan saat ini. Kabar baiknya, semakin banyak platform yang akan mendukung game ini. Pada 14 Mei, game Sniper Elite akan dirilis untuk PC dan PS4.

Sementara versi untuk Xbox dan Nintendo Switch, menurut laporan Niche Gamer, akan dirilis pada 24 April 2019 mendatang. Video trailer terkait pengumuman itu juga sudah dirilis oleh Rebellion Development.

Salah satu video menunjukkan perbedaan signifikan dari grafis versi original dan daur ulang. Pada versi remastered, tampilan bayangan dan cahaya terlihat lebih dramatis dan nyata. Karakter dan ekspresinya juga dibuat lebih hidup.

Selain menyajikan opsi kualitas grafis 4K dan HDR, versi remastered dari game Sniper Elite ini juga menyiapkan opsi dengan frame rate 60fps, sehingga Sniper Elite V2 Remastered akan tidak kalah dari game AAA sekarang.

Tidak ketinggalan, fitur seperti Photo Mode juga bakal disediakan untuk memberikan kesempatan pemain mengabadikan momen seru saat bermain game.

Untuk versi remastered, semua DLC dari Sniper Elite V2 akan langsung disediakan di dalamnya. Ada tujuh karakter baru yang bisa dimainkan dari seri Zombie Army dan mendukung mode multiplayer hingga 16 pemain.

{Baca juga: Ubisoft Rilis Game Baru Watch Dog 3? Ini Bocorannya

Bagi gamer yang ingin mendapatkan Sniper Elite V2 di Steam harga yang dipasang adalah USD34,99 atau sekitar 495 ribu. Sementara gamer yang sudah memiliki Sniper Elite V2 versi original cukup melakukan pembelian senilai USD 9,99 atau sekitar Rp 141 ribu. [BA/HBS]

Sumber: Niche Gamer

Perangi Hoaks, Kominfo Bikin Chatbot Anti Hoaks di Telegram

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya untuk memerangi hoaks. Salah satu cara terbaru yang diperkenalkan adalah dengan meluncurkan Chatbot Anti Hoaks di platform Telegram.

Chatbot Anti Hoaks adalah piranti lunak yang dirancang untuk melakukan verifikasi atau menjawab setiap pertanyaan publik mengenai informasi yang masih diragukan kebenarannya.

“Jika kita menerima sebuah informasi dan masih meragukannya, kita bisa kirim informasinya ke Chatbot Anti Hoaks, lalu kita kasih penjelasannya mengenai kejelasan informasi tersebut,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo RI, Semuel A Pangerapan, di Kantor Kominfo, Jumat (12/04/2019).

Dalam mengembangkan layanan ini, Kominfo menggandeng Prosa, sebuah startup pengembang Natural Language Processing (NLP). Anda bisa mengunjungi akun Chatbot Anti Hoaks yang bernama @chatbotantihoaks di aplikasi Telegram.

{Baca juga: Kominfo: Konten Hoaks Semakin Banyak Jelang Pemilu}

“Diharapkan pengguna bisa lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima,” tambah Semuel.

Terkait klarifikasi data, berasal dari pangkalan data Mesin AIS Kominfo serta kolaborasi media yang bekerja sebagai fact checker Chatbot Anti Hoaks serta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Semuel pun menjelaskan cara kerja chatbot Anti Hoaks.

Pengguna mengetik atau menyertakan tautan website mengenai informasi yang mereka ragukan kebenarannya. Lalu Chatbot Anti Hoaks akan melakukan verifikasi dan memberikan klarifikasi jika data yang pengguna ajukan ternyata hoaks.

“Pengguna bisa menanyakan kata kunci pada artikel lalu chatbot akan melakukan verifikasi apakah data tersebut hoaks atau tidak,” ujar Semuel.

Sayangnya saat ini Chatbot Anti Hoaks baru ada di aplikasi telegram. Kominfo bersama Prosa sedang berusaha mengembangkan Chatbot ini supaya bisa berada di aplikasi WhatsApp dan Line yang juga memiliki banyak pengguna.

“Saat ini kominfo sedang mendorong supaya layanan ini bisa hadir di WhatsApp dan Line,” tutur Semuel.

{Baca juga: Kominfo Awasi Kampanye di Media Sosial Selama Masa Tenang}

Hal tersebut juga dikatakan oleh Teguh Eko Budiarto selaku CEO Prosa. Menurut Teguh saat ini verifikasi fakta baru bisa melakukan verifikasi dalam bentuk kata serta artikel. Sedangkan pengaduan dalam bentuk gambar dan video.

“Ke depannya untuk gambar dan video akan tersedia. Kemudian akan ada chating dan sosial media dan Anda bisa bergabung dalam sistem ini,” tutup Teguh. [NM/HBS]

Kominfo Luncurkan Chatbot Anti Hoaks di Telegram, Efektifkah?

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya untuk memerangi hoaks. Salah satu cara terbaru yang diperkenalkan adalah dengan meluncurkan Chatbot Anti Hoaks di platform Telegram.

Chatbot Anti Hoaks adalah piranti lunak yang dirancang untuk melakukan verifikasi atau menjawab setiap pertanyaan publik mengenai informasi yang masih diragukan kebenarannya.

“Jika kita menerima sebuah informasi dan masih meragukannya, kita bisa kirim informasinya ke Chatbot Anti Hoaks, lalu kita kasih penjelasannya mengenai kejelasan informasi tersebut,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo RI, Semuel A Pangerapan, di Kantor Kominfo, Jumat (12/04/2019).

Dalam mengembangkan layanan ini, Kominfo menggandeng Prosa, sebuah startup pengembang Natural Language Processing (NLP). Anda bisa mengunjungi akun Chatbot Anti Hoaks yang bernama @chatbotantihoaks di aplikasi Telegram.

{Baca juga: Kominfo: Konten Hoaks Semakin Banyak Jelang Pemilu}

“Diharapkan pengguna bisa lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima,” tambah Semuel.

Terkait klarifikasi data, berasal dari pangkalan data Mesin AIS Kominfo serta kolaborasi media yang bekerja sebagai fact checker Chatbot Anti Hoaks serta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Semuel pun menjelaskan cara kerja chatbot Anti Hoaks.

Pengguna mengetik atau menyertakan tautan website mengenai informasi yang mereka ragukan kebenarannya. Lalu Chatbot Anti Hoaks akan melakukan verifikasi dan memberikan klarifikasi jika data yang pengguna ajukan ternyata hoaks.

“Pengguna bisa menanyakan kata kunci pada artikel lalu chatbot akan melakukan verifikasi apakah data tersebut hoaks atau tidak,” ujar Semuel.

Sayangnya saat ini Chatbot Anti Hoaks baru ada di aplikasi telegram. Kominfo bersama Prosa sedang berusaha mengembangkan Chatbot ini supaya bisa berada di aplikasi WhatsApp dan Line yang juga memiliki banyak pengguna.

“Saat ini kominfo sedang mendorong supaya layanan ini bisa hadir di WhatsApp dan Line,” tutur Semuel.

{Baca juga: Kominfo Awasi Kampanye di Media Sosial Selama Masa Tenang}

Hal tersebut juga dikatakan oleh Teguh Eko Budiarto selaku CEO Prosa. Menurut Teguh saat ini verifikasi fakta baru bisa melakukan verifikasi dalam bentuk kata serta artikel. Sedangkan pengaduan dalam bentuk gambar dan video.

“Ke depannya untuk gambar dan video akan tersedia. Kemudian akan ada chating dan sosial media dan Anda bisa bergabung dalam sistem ini,” tutup Teguh. [NM/HBS]

Salut! Bos Xiaomi Donasikan Bonus Rp 13,6 Miliar untuk Amal

Telko.id, Jakarta – CEO Xiaomi, Lei Jun, baru saja menerima bonus besar dari perusahaan, mencapai Rp 13,6 triliun. Bingung mau dipakai buat apa uang sebanyak itu, akhirnya bos Xiaomi ini memutuskan untuk donasikan bonus yang ia dapat untuk amal.

Dilansir Business Today, Lei Jun menerima bonus tahunan setelah Xiaomi melantai di bursa Hong Kong. Ia mendapat lebih dari 636,6 juta saham sebagai bonus karena telah mengabdi delapan tahun di Xiaomi.

Dikutip Telko.id, Jumat (12/4/2019), sesuai harga terkini saham Xiaomi, jumlah tersebut setara 7,54 miliar dolar Hong Kong atau setara USD 961 juta. Kalau dirupiahkan, jumlahnya berada di kisaran Rp 13,6 triliun.

{Baca juga: Bos Xiaomi Pamer Smartphone Lipat, Mi Mix Flex?}

Yang menarik, Xiaomi juga memberi pernyataan bahwa Lei Jun sudah berjanji untuk mendonasikan semua bonus untuk keperluan amal. Namun demikian, jumlahnya harus terlebih dahulu kena potongan pajak.

Sayang, Xiaomi tidak menjelaskan lebih lanjut ke mana bonus yang diterma Lei Jun akan didonasikan. Xiaomi belum pula memberi pernyataan secara detail terkait hal tersebut. Lei Jun pun masih bungkam.

Xiaomi membukukan kinerja mentereng sepanjang kuartal II-2018. Pendapatan Xiaomi melonjak 68,3 persen seiring kenaikan penjualan ponsel. Xiaomi memang tengah populer di berbagai negara, khususnya India.

{Baca juga: Terbesar dalam Sejarah, Ini Bonus yang Diterima Bos Xiaomi}

Pendapatan Xiaomi dari pasar luar negeri melonjak dua kali lipat ketimbang periode yang sama pada 2017. Laporan tersebut baru dibeberkan oleh Xiaomi sejak melantai perdana di bursa saham senilai USD 4,72 miliar. [SN/HBS]

Sumber: Business Today

YouTuber Ini Dihujat Netizen Usai Berciuman dengan Adiknya

Telko.id, Jakarta – Chris Monroe, YouTubers yang populer dengan nama Prank Invasion, membuat video berkonten ciuman nan kontroversial. Kenapa kontroversial? Sebab ia berciuman dengan adiknya sendiri.

Sebelumnya, seperti dilansir Metro, Chris mengunggah foto bersama adik tirinya, Kaitlyn O’Connor. Dalam foto tersebut, ia mengaku sangat dekat dengan Kaitlyn meski secara keturunan bukanlah saudara kandung.

Dalam keterangan foto, Chris mempromosikan Instagram Kaitlyn. Kemudian, ada keterangan tambahan jika foto itu bisa mendapat lebih dari 30.000 tanda jempol dari netizen, ia dan Kaitlyn akan berciuman di YouTube.

{Baca juga: Ini Dia 5 Pilihan Gadget untuk Youtuber}

Seperti dikutip Telko.id, Jumat (12/4/2019), Instagram Chris pun dibanjiri lebih dari 30.000 tanda jempol dari para pengikut. Mau tak mau, ia harus menepati janji ke netizen dengan mencium Kaitlyn, adiknya.

Awalnya, Kaitlyn manyatakan sebenarnya tidak mau berciuman. Alasannya jelas, ia dan Chris adalah saudara meski berstatus tiri. Namun, ia akhirnya tetap berciuman dengan Chris, bahkan berlangsung lama dan tampak vulgar.

Tak pelak, kolom komentar YouTube Prank Invasion langsung mendapat sumpah serapah serta hujatan sinis dari netizen. Mereka menganggap, tindakan Chris dan Kaitlyn sangat tidak terpuji. “Gila!,” ujar seorang netizen.

{Baca juga: Gokil! Bocah Ini Hasilkan Rp 2,8 Miliar dari Main Game Fortnite}

Pada akhir video di YouTube Prank Invasion, Kaitlyn buru-buru mengatakan, ”Saya tidak akan melakukannya lagi. Tidak mau”. Kemudian, Chris menimpali, “Maaf, saya terpaksa melakukannya demi para pemirsa di YouTube”. (SN/FHP)

Sumber: Metro

Khawatir Anak Jadi Kecanduan Game, Nepal Blokir PUBG

Telko.id, Jakarta Nepal mengeluarkan kebijakan baru terkait game PlayerUnknows’s Battleground (PUBG). Negara tersebut melakukan pemblokiran karena khawatir jika anak-anak mereka kecanduan game pertempuran yang lagi digandrungi itu.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Jumat (12/04/2019), sebelumnya pemerintah federal Nepal, melakukan investigasi terkait game PUBG.

Hasilnya, pihak Nepal Telecommunications Authority (NTA) memerintahkan pihak penyedia layanan internet (ISP), vendor ponsel, dan penyedia layanan jaringan untuk memblokir PUBG.

Memang selama ini di Nepal belum ada kasus terkait game tersebut. Namun wakil Direktur NTA mengatakan bahwa kebijakan tersebut keluar karena khawatir jika anak-anak Nepal menjadi kecanduan, dan melupakan kegiatan belajar mereka.

{Baca juga: Gamers di India Cuma Bisa Main PUBG Enam Jam per Hari}

Sebelumnya pemblokiran PUBG bukan hal pertama. Pemerintah India akhirnya mengeluarkan pernyataan tegas terkait fenomena dampak kecanduan game Bahkan, pihak pemerintah negara tersebut sudah merilis daftar game yang dianggap membahayakan anak-anak, termasuk game-game populer seperti PUBG, Fortnite, dan Pokemon.

Komisi Perlindungan Anak di Delhi mengaku sudah mengirim catatan berisi daftar gameberbahaya bagi anak-anak, khususnya kalangan pelajar, kepada pihak sekolah di negara bagian. Satu diantaranya adalah gamePUBG.

Catatan itu dirilis setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi, memberi tanggapan terkait adiksi game bagi anak. Ia menyebut  bahwa teknologi harus diawasi, tetapi tidak boleh dijauhkan dari anak-anak karena memicu inovasi.

Seperti dikutip Telko.id dari India Today, Jumat (8/2/2019), Komisi Perlindungan Anak di Delhi telah memblokir beberapa game, termasuk Pokemon. Selain itu, ada pula PUBG, Fortnite, GTA, God of Warm Hitman, serta Plague Inc.

{Baca juga: Di Kota Ini, Main PUBG Bisa Ditangkap Polisi}

“Game tersebut terdapat unsur misoginis, kebencian, dan balas dendam yang berdampak negatif terhadap otak dan pola pikir anak,” tulis pihak Komisi Perlindungan Anak di Delhi dalam pernyataaan resmi kepada publik. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

7 Tahun Sembunyi, Julian Assange Diciduk Polisi London

Telko.id, Jakarta – Salah satu pendiri Wikileaks, Julian Assange akhirnya ditangkap di London, Inggris pada kamis pagi (11/04/2019). Assange ditangkap setelah 7 tahun mencari perlindungan di Kedutaan Besar Ekuador, di London Inggris.

Dilansir Telko.id dari CBNC pada Jumat (12/04/2019), polisi mengatakan jika Assange ditangkap karena tidak menyerahkan diri ke pengadilan, padahal surat perintah telah dikeluarkan oleh Pengadilan Westminster Magistrates, Inggris sejak Juni 2012 lalu.

Polisi kemudian akhirnya  kembali menangkap Assange karena surat perintah ekstradisi atas nama otoritas Amerika Serikat (AS). Kepolisian metropolitan AS pun mengonfirmasi penangkapan tersebut.

Pengacara Assange mengonfirmasi bahwa pria 47 tahun itu ditangkap atas permintaan ekstradisi AS dan juga karena melanggar persyaratan jaminan di Inggris.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Amerika Serikat sudah berencana untuk melakukan ekstradisi Assange dari Inggris, sehubungan dengan tuduhan peretasan komputer yang diajukan pemerintah federal di  Distrik Timur Virginia.

{Baca juga: WikiLeaks Minta 140 Fitnah soal Julian Assange Tak Disiarkan}

Selama ini Assange mencari suaka di London pada 2012 juga untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas kasus kekerasan seksual. Ketika itu pemerintah Swedia mengeluarkan surat perintah penangkapan Assange, terkait tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan dari dua wanita.

Assange membantah tuduhan itu. Di Inggris, dirinya sempat ditahan walaupun dibebaskan dengan jaminan. Pada tahun 2017, jaksa penuntut Swedia kembali menjatuhkan penyelidikan awal mereka ke dalam tuduhan.

Lagi-lagi Assange kembali menolak untuk meninggalkan Kedutaan Besar Ekuador dan mengklaim bahwa dia akan diekstradisi ke AS untuk diinterogasi atas kegiatan media WikiLeaks.

Sementara itu, pihak WikiLeaks buka suara terkait penangkapan Assange. Mereka menuduh Ekuador secara ilegal mengakhiri suaka politik Assange dan itu melanggar hukum internasional.

{Baca juga: Editornya “Hilang”, WikiLeaks Rekrut Editor Baru}

“Julian Assange tidak ‘keluar dari kedutaan’. Duta Besar Ekuador mengundang polisi Inggris ke kedutaan dan dia segera ditangkap,” kata WikiLeaks dalam tweet-nya. [NM/HBS]

Sumber: CNBC

Ilmuwan Ciptakan Robot Daur Ulang Sampah

Telko.id, Jakarta – Sampah masih menjadi masalah utama bagi manusia di Bumi. Salah satu cara menanganinya adalah dengan melakukan daur ulang. Baru-baru ilmuwan menciptakan robot yang membantu manusia dalam melakukan proses daur ulang sampah.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Jumat (12/04/2019), peneliti dari Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory, Massachusetts Institute of Technology (CSAIL MIT) mengembangkan robot yang dijuluki RoCycle.

Robot RoCycle ini memiliki kemampuan khusus soal sampah, karena dia dapat mengidentifikasi jenis sampah hanya dengan sentuhan.

Ia dapat mengetahui jenis bahan apa yang dibuat dan akan mengurutkannya, sehingga menghemat waktu petugas kebersihan untuk memisahkan sampah secara manual.

{Baca juga: Jepang Paling Ramah Lingkungan di Asia-Pasifik, Indonesia?}

Robot ini menggunakan sensor untuk mengukur objek sampah serta dua sensor yang menentukan apakah benda tersebut dapat diremas atau tidak. Kemudian robot akan memilah apakah sampah tersebut termasuk kertas, plastik atau logam ke tempat sampah.

Robot RoCycle memiliki akurasi sekitar 63% saat menyortir item sampah pada mesin sabuk konveyor, dan akurasi sekitar 85% ketika benda-benda tersebut dalam posisi diam.

Teknologi ini cukup bagus untuk menjaga lingkungan, walaupun masih perlu ditingkatkan lagi kemampuannya. Para ilmuwan saat ini memang sedang berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi ramah lingkungan.

Sebelumnya dua peneliti di Inggris telah menciptakan desain baru turbin angin mini yang tampak seperti bola voli. Turbin angin mini ini diklaim dapat menangkap angin yang bertiup dari segala arah dan dapat menghasilkan energi ramah lingkungan.

{Baca juga: Turbin Bola Ini Bisa Hasilkan Energi Ramah Lingkungan}

Turbin bernama The O-Wind Turbine yang berhasil memenangkan penghargaan ini dapat menghasilkan energi yang ramah lingkungan. Turbin ini cocok untuk diterapkan oleh orang yang tinggal di perkotaan.

Dua peneliti dari Lancaster University, Nicolas Orellana dan Yaseen Noorani mengatakan, turbin yang mereka buat berbentuk bola plastik kecil dengan ventilasi yang dapat menangkap angin dari segala arah. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo