spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1272

Indosat Ooredoo Ajak Siswa Sekolah #BijakBersosmed

0

Telko.id, Jakarta – Tingginya tren penggunaan media sosial di kalangan generasi muda membuat perlunya dukungan literasi digital, agar dapat dimanfaatkan secara positif. Untuk itu, Indosat Ooredoo menggelar roadshow program CSR Digital Day #BijakBersosmed.

Program ini dibuat untuk mengajak para siswa-siswa lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Acara ini dilakukan di 25 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Indosat juga akan menggandeng karyawannya di 5 region sebagai inisiator sekaligus fasilitator acara.

Menurut Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Turina Farouk kegiatan Digital Day #BijakBersosmed bertujuan untuk meningkatkan literasi digital.

Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) pilah pendidikan Indosat Ooredoo mengajak agar para siswa-siswi mampu menggunakan teknologi digital untuk hal-hal yang positif.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Resmikan Gerai dengan Konsep Digital}

“Kami berharap para siswa akan mampu menggunakan teknologi digital untuk membantu meningkatkan kreativitas yang berdampak positif bagi diri mereka sendiri maupun komunitas mereka,” ujar Turina, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (15/04/2019).

Program ini akan diisi sharing session dari pegiat media sosial Tanah Air serta permainan #BijakBersosmed Challenge yang menghibur para peserta.

Event ini dimulai sejak April 2019 dan berakhir di bulan Agustus 2019 di beberapa kota/kabupaten seperti Jakarta, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Magelang, Purwokerto, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Malang, Denpasar, Bangkalan, Sampang, Balikpapan dan masing banyak lagi.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Geber Solusi Digital untuk Infrastruktur Publik}

Program ini merupakan implementasi dari CSR Indosat pilar Pendidikan, di bawah payung program Indonesia Belajar yang diinisiasi perusahaan sejak tahun 2006.

Sampai akhir 2018, sebanyak 85.230 orang telah menerima manfaat inisiatif ‘Indonesia Belajar’ yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB atau United Nation Sustainable Development Goals, (UN SDG). [NM/HBS]

Susul Nepal, Irak Juga akan Blokir PUBG Mobile

Telko.id, Jakarta – Minggu lalu, pemerintah Nepal memberikan instruksi kepada operator seluler di untuk memblokir game mobile, termasuk PUBG Mobile. Kabar terbaru menyebut bahwa pemerintah Irak juga berencana melakukan hal yang sama.

Dilansir Telegraph, parlemen Irak tengah membahas rencana blokir game online multiplayer, seperti PUBG, Fortnite, dll.

Alasannya tidak jauh berbeda, game dianggap membahayakan generasi muda karena membuat mereka terbiasa dengan kekerasan.

Dalam rancangan kebijakan tersebut yang sudah dibahas minggu lalu, salah satu game yang akan diblokir adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Pemuka agama di Irak disebut juga sangat mendukung kebijakan tersebut.

{Baca juga: Khawatir Anak Jadi Kecanduan Game, Nepal Blokir PUBG

Mereka beranggapan kekerasan di game akan sangat berbahaya, terutama bagi generasi di negaranya. Pemuka agama di Irak mengingatkan bahwa sejarah negaranya sudah sangat melekat dengan perang dan pertumpahan darah.

Beberapa media lokal dikabarkan menemukan bahwa generasi muda di Irak tidak hanya menghabiskan waktu untuk bermain game tersebut. Bahkan kecanduan game tersebut disebut sudah menjadi alasan beberapa kasus perceraian dan bunuh diri di Irak.

“Ini sangat menyediahkan, melihat generasi muda kami dicucui otaknya oleh game PUBG. Masyarakat Irak semakin memburuk dengan generasi mudanya justru harus berperang di game,” tulis pemuka agama Syiah Irak, Moqtada al-Sadr di media sosialnya.

Disebutkan bahwa populasi Irak yang sekitar 60 juta jiwa dan 60 persennya adalah generasi muda. Game sendiri disebut menjadi jalan keluar bagi generasi muda Irak di tengah keamanan dan pemerintahan yang tidak stabil serta angka pengangguran yang mencapai lebih dari 20 persen.

Beberapa bulan lalu India juga berencana memblokir total game PUBG Mobile, tetapi tidak jadi. Hanya beberapa provinsi di India yang memberlakukan pemblokiran, bahkan hingga penangkapan oleh polisi bagi masyarakat yang ketahuan bermain game tersebut.

Di Tiongkok sendiri yang pasar game mobile diakui sangat besar dan juga punya efek adiksi terhadap generasi mudanya. Untuk itu, pemerintah China menerapkan beberapa aturan baru.

 {Baca juga: Gamers di India Cuma Bisa Main PUBG Enam Jam per Hari}

Beberapa pengembang game salah satunya Tencent, menerapkan teknologi pemindai wajah dan kartu identitas, serta durasi bermain pada game mereka sehingga menekang angka kecanduan terhadap game di Tiongkok.

Di Indonesia wacana serupa juga sempat ramai dibahas, namun game PUBG dikaitkan dengan aksi terorisme di Selandia Baru. Akhirnya PUBG Mobile batal diblokir di Indonesia karena dinilai memiliki unsur positif dan tidak berkaitan dengan aksi terorisme. [BA/HBS]

Sumber: Telegraph

Bos Xbox Sindir Google Stadia, Begini Katanya

Telko.id, Jakarta Google baru saja meluncurkan Stadia. Sementara itu, Microsoft lewat divisi game Xbox juga punya proyek serupa, yaitu Project xCloud.

Persaingan mereka pun semakin memanas, setelah bos Xbox memberikan sindiran pedas pada layanan streaming game buatan Google itu. Apa katanya?

Dilansir 9to5google, Chief Marketing Officer Xbox, Mike Nichols, dalam wawancara dengan Telegraph menyindir Google Stadia dengan mengatakan bahwa layanan tersebut tidak memiliki konten.

“Google mungkin memiliki infrastruktur cloud untuk streaming. Mereka juga punya komunitas YouTube, tapi tidak memiliki konten,” ungkap Nichols.

{Baca juga: Dua Game Ini Bakal Tersedia di Google Stadia}

Konten yang dimaksud adalah game untuk disajikan kepada penggunanya. Opini tersebut di satu sisi memang benar. Karena Xbox sendiri tidak hanya hadir sebagai pembuat konsol, tapi juga menaungi banyak sekali studio atau publisher game.

Sementara Google, hanya sesekali terlibat dalam pembuatan game mobile. Misalnya Niantic Labs yang kini sudah berpisah dari Google.

Oleh sebab itu, Nichols berpendapat bahwa Stadia masih akan sulit menemukan kejayaannya karena Google tidak memiliki pengalaman cukup panjang dengan industri game.

“Ke depan, kehadiran perangkat atau konsol mungkin tidak akan dibutuhkan tapi pengalaman terbaik tetap hanya bisa dihadirkan lewat perangkat lokal atau konsol,” jelas Nichols.

Pihak Microsoft dan Xbox mengklaim bahwa Stadia belum bisa menyaingi bisnis game dari Xbox dan Project xCloud.

Namun, Google sendiri tidak main-main dalam mempersiapkan Stadia. Buktinya, Stadia sudah diisi dengan sosok berpengalaman di industri game. Seperti Phil Harrison, mantan eksekutif di Xbox dan Sony yang ditunjuk memimpin tim Stadia.

Tak cuma Harrison, raksasa internet itu juga memboyong Jade Raymond, mantan produser dan salah satu pencipta Assassin’s Creed pertama Ubisoft untuk bergabung ke dalam tin Stadia.

{Baca juga: Google Perkenalkan Layanan Streaming Game “Stadia”}

Harrison sendiri pernah memberikan informasi bahwa mereka sudah menyebarkan development kits ke berbagai studio dan publisher game. Ia menyebut bahwa kemungkinan pada Juni 2019 akan ada pengumuman terbaru terkait Stadia.

Google Stadia sendiri baru menggunakan game Assassin’s Creed Odyssey untuk demonstrasi layanannya. Apabila benar, maka diduga Google Stadia akan ambil panggung pada acara E3 2019 pada Juni 2019. [BA/HBS]

Sumber: 9to5google

Operator Sudah Siap Kuatkan Jaringan Antisipasi Kenaikan Trafik Di TPS

Telko.id – Pesta demokrasi tinggal satu hari lagi. Operator sudah mempersiapkan jaringannya untuk menghadapi kenaikan trafik terkait dengan akan berlangsungnya pemilihan umum, Rabu (17/4).

Diperkirakan trafik data akan meningkat, terutama dari layanan media sosial (seperti Facebook, Instagram, Twitter), pesan singkat instan (seperti Whatapps, Telegram, LINE).

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan, “Kami sudah melakukan langkah antisipatif dalam rangka Pilpres ini. Kebetulan, karena ini berdekatan dengan bulan Ramadan lalu Lebaran, maka kami antisipasi ini sudah sekalian masuk dengan persiapan untuk jaringan Lebaran. Kami juga akan monitor terus kondisi jaringan di sejumlah titik penting di Jakarta, seperti kantor KPU, Media Center, serta area Ring 1.”

Kenaikan trafik data diperkirakan sekitar 5% – 10%. Sementara itu kenaikan trafik voice  dan SMS diprediksi sekitar 3%. Lokasi kenaikan trafik kemungkinan terjadi di kota-kota besar, terutama Ibu Kota Jakarta dan Kota Penyangga sekitarnya  seperti Bogor, depok, Tangerang,  Bekasi serta ibukota-ibukota provinsi.

Meski demikian, kenaikan trafik juga kemungkinan terjadi di kota-kota kecil di berbagai daerah seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia atas berlangsungnya pesta demokrasi tahun ini. Trafik normal untuk layanan data XL Axiata di hari kerja biasa rata-rata sekitar 9.300 TB. Untuk voice sekitar 4 juta menit dan 71 juta untuk SMS.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Telkomsel. Operator terbesar di Indonesia telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan supaya selama masa tenang, saat Pemilu hingga pengumuman hasil Pemilu komunikasi lancar dan tidak ada gangguan ataupun kendala yang berarti.

Menurut  Denny Abidin, GM External Corporate Communications Telkomsel, “Kami memberikan perhatian khusus, terutama di sejumlah titik yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seperti TPS, Kantor KPU/KPUD setempat, serta titik keramaian lainnya”.

Sebagai operator, Indosat Ooredoo pun berkomitmen mendukung kelancaran Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang melalui kesiapan jaringan telekomunikasinya.

“Persiapan kapasitas jaringan telekomunikasi untuk Pemilu merupakan bagian dari kesiapan kapasitas jaringan yang telah dilakukan sejak awal tahun, diantaranya melalui penggelaran jaringan 4G Plus yang telah mengcover 80% populasi nasional, dalam rangka mengantisipasi berbagai momen kenaikan trafik sepanjang tahun 2019, termasuk di dalamnya momen Pemilu,” kata Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo kepada Telko.id, Senin (15/4/2019).

Sementara untuk menjaga performansi jaringan, kami akan melakukan monitoring jaringan lebih intensif secara nasional melalui iNOC, sehingga setiap potensi gangguan trafik telekomunikasi bisa segera diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat. (Icha)

2 Pendekatan Kominfo untuk Tangkal Konten Hoaks Pemilu 2019

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memberantas konten hoaks di platform digital, khususnya menjelang Pemilu 2019. Menurut Menkominfo Rudiantara, pihaknya menggunakan dua pendekatan dalam menangkal peredaran konten hoaks Pemilu 2019.

Berdasarkan keterangan resmi di situs resmi Kominfo, pendekatan pertama adalah pengaisan terhadap konten hoaks yang berjalan setiap harinya. Kemudian pada pendekatan kedua, Kominfo melakukan pengawasan konten khususnya pada masa tenang Pemilu 2019. 

Hal tersebut Rudiantara katakan dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019 di Jakarta, Senin (15/04/2019)

“Ada dua pendekatan untuk menangani hoaks yaitu yang sudah berjalan dan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” jelas Rudiantara.

{Baca juga: Masa Tenang Pemilu, Kominfo Himbau Stop Kampanye di Medsos}

Berkaitan dengan masa tenang pemilu yang ditetapkan oleh KPU, Rudiantara mengatakan bahwa pengawasan konten hoaks mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

Bersama dengan Satgas Pemilu, Kominfo melakukan pengawasan terhadap hoaks di internet yang berkaitan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun Pemilihan Legislatif.

“Bersama dengan Bawaslu, kami (Kominfo) melakukan pengaisan setiap hari atas konten-konten yang diduga melanggar pasal 492 UU 7 Tahun 2017,” Kata Rudiantara.

Di masa tenang, Rudiantara juga melaporkan hasil pengaisan hoaks dari tanggal 14 Maret sampai 15 Maret 2019. Hasilnya, hoaks terkait pemilu masih ditemukan di platform digital.

“Hasilnya, kemarin (tanggal 14 Maret) setelah jam 00.01 WIB sampai tadi malam jam 00.00 teridentifikasi ada 4 hoaks. Kemudian, sampai tadi pagi jam 06.00 WIB, teridentifikasi ada 3 yang diduga melanggar UU 7 Tahun 2017,” ucap Rudiantara.

{Baca juga: Rudiantara Jelaskan Tiga Lapis Tindakan Tangkal Konten Hoaks}

Rudiantara menekankan bahwa, pengaisan konten hoaks di masa tenang akan mengacu pada UU Pemilu. Sedangkan penanganan hoaks berjalan, akan mengacu pada UU ITE. 

“Yang lainnya, yang hoaks berjalan, itu penanganannya menggunakan UU ITE yang selama ini memang sudah berjalan. Jadi hal khususnya adalah penambahan dengan menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2017,” papar Rudiantara. 

Rapat koordinasi tersebut dalam rangka kesiapan akhir pengamanan tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pileg dan Pilpres 2019. Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. (NM/FHP)

Lewat Aplikasi Ini, Yuk Cek Nama di DPT Pemilu 2019

Telko.id, Jakarta – Pemilihan Umum 2019 akan dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019. Artinya sebentar lagi kita akan memilih calon presiden dan calon legislatif (caleg) untuk 5 tahun ke depan. Tetapi sebelum memilih apakah, apakah Anda sudah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019?

DPT ini menjadi salah satu prasyarat untuk memilih dalam Pemilu. Melalui DPT kita akan mengetahui dimana kita akan melakukan pemilihan pada hari rabu nanti.

Biasanya kita harus mengunjungi kantor kelurahan untuk mengetahui apakah nama kita masuk DPT atau tidak.

Tetapi jika kalian tidak punya waktu untuk datang ke kantor kelurahan, maka aplikasi KPU RI Pemilu 2019 ini bisa membantu Anda. Aplikasi ini bisa membantu Anda untuk mengecek apakah Anda sudah terdaftar dalam DPT atau tidak

Bagaimana caranya? Nah, tim Telko.id akan memberitahu caranya untuk Anda. Yuk disimak.

{Baca juga: Cari ‘Info Kandidat’ Caleg Pemilu 2019 Bisa di Facebook}

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh aplikasi KPU RI di Google Play Store. Anda bisa mengetik kata kunci “KPU” dan dipilih aplikasi “KPU RI Pemilu 2019” yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada keterangan aplikasi, pihak KPU selaku pengembang aplikasi mengatakan bahwa melalui aplikasi ini, Anda bisa melakukan cek data pemilih, info dari KPU dan info terkait Pemilu 2019 yang terbaru dari data resmi KPU.

 

Silahkan Anda untuk mengunduh aplikasi tersebut. Setelah aplikasi terunduh maka Anda dapat membuka aplikasi dan menemukan beberapa fitur disana. Terdapat 6 fitur seperti Cek Pemilih, Cek Calon, Cek Hoax, Cek Hasil, Info KPU dan Pemilu 2019. Sesuai namanya fitur-fitur tersebut akan memberikan informasi terkait Pemilu 2019 dari data resmi milik KPU RI.

Misalnya Anda ingin mengecek nama di DPT apakah sudah terdaftar atau belum. Untuk itu Anda bisa memilih fitur “Cek Pemilih”. Disana nanti Anda diminta untuk menulis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama depan Anda. Setelah itu aplikasi akan melacak nama Anda dari dua informasi tersebut.

Tidak perlu waktu lama untuk mendapat hasil dari aplikasi pemilu 2019 tersebut. Nantinya akan muncul nama Anda, jenis kelamin, nomor Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan alamat lainnya.

Informasi tersebut menunjukan bahwa Anda sudah terdaftar dalam DPT dan bisa mencoblos di TPS yang dituju. Sedangkan jika nama Anda belum tertera maka Anda bisa melaporkan ke pihak KPU secepatanya.

{Baca juga: Jelang Pemilu 2019, LINE Today Hadirkan ‘Election Tab’}

“Kalau kamu ternyata belum terdaftar, segera kirim data diri Anda ke email layananpemilih@kpu.go.id,” tulis aplikasi tersebut.

Demikian cara mudah untuk mengecek nama di DPT lewat aplikasi KPU RI Pemilu 2019. Semoga aplikasi ini dapat mempermudah Anda untuk mengetahui informasi terbaru terkait pesta demokrasi tersebut. [NM/HBS]

Bos Huawei Puji Donald Trump, Mau Merayu?

Telko.id, Jakarta – Bos Huawei, Ren Zhenfei, sepertinya sedang ingin mengambil hati Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Betapa tidak, ia secara terang-terangan puji Donald Trump di hadapan publik.

Sekadar informasi, Huawei dan pemerintah AS terlibat perselisihan sengit. Apalagi ketika putri Zhenfei, Meng Wanzhou ditangkap oleh otoritas Kanada atas suruhan Trump.

Meskipun demikian, Zhenfei seolah berbaik hati dengan Presiden Amerika tersebut. Ia mengatakan bahwa Trump adalah presiden hebat meski memiliki memiliki kekurangan terkait pemilihan kebijakan untuk mendorong perekonomian.

{Baca juga: Samsung “Serang Balik” Sindiran Bos Huawei Soal Galaxy S10+}

Tapi, Ia tetap memuji kebijakan pemotongan pajak oleh Trump karena membantu perusahaan.

“Kabijakan pemotongan pajak membuat pendapatan menjadi lebih baik sekaligus meningkatkan pasar saham. Namun, di sisi lain, ia dapat melukai investasi asing,” katanya dilansir CNBC, dikutip Telko.id, Senin (15/04/2019).

Ia melanjutkan, jika tidak ada yang berani berinvestasi, bagaimana AS bisa menebus pendapat pajak yang hilang. Ia mengutarakan, Trump seharusnya lebih bersahabat dengan negara lain usai kebijakan pemotongan pajak.

{Baca juga: Oops! Bos Huawei Ketahuan Bawa iPhone Saat Diciduk Polisi}

Zhenfei yang kini berusia 74 tahun, memang tidak secara khusus mengidentifikasi negara atau perusahaan tertentu yang diintimidasi oleh Trump. Ia tidak pula menjelaskan siapa orang yang telah ditahan oleh Trump.

Januari 2019 lalu, Zhenfei juga pernah memuji Trump. Ia menyebut bahwa Trump adalah presiden hebat. Sama persis, ia juga mengkritik kebijakan Trump yang berpotensi menghilangkan investasi di Negeri Paman Sam. (SN/FHP)

Sumber: CNBC

Inikah Tampang Smartphone Kamera Pop-up ala Xiaomi?

0

Telko.id, Jakarta – Kabar soal smartphone Xiaomi dengan kamera pop-up kembali menyeruak ketika ada perangkat Xiaomi dengan kamera pop-up yang terlihat dalam sebuah unggahan foto di situs Weibo.

Product Director Xiaomi, Wang Teng, membagikan foto sederhana di Weibo. Foto itu memperlihatkan beberapa botol di ruang diskusi di HQ Beijing. Namun, ada yang menarik di latar belakang foto.

Menurut laporan GSMArena, seperti dikutip Telko.id, Wang memegang perangkat dengan kamera pop-up di belakang botol-botol tersebut. Namun, tak lama berselang, foto bocoran itu lenyap dari media sosial.

{Baca juga: Video Ini Pastikan Redmi Pro 2 punya “Kamera Berlubang”}

Sebelumnya ada informasi bahwa Redmi akan meluncurkan perangkat Snapdragon 855 dengan konsep desain kamera pop-up mekanik. Akan tetapi, Manajer Redmi, Lu Weibing segera mengeluarkan bantahan.

Ia mengatakan, desain smartphone baru tidak mengalami kebocoran sejak minggu lalu. Namun, jika kabar ternyata benar, maka perangkat tersebut akan menjadi yang pertama dari Xiaomi yang memiliki teknologi itu.

Beberapa saat setelah bantahan Weibing soal desain smartphone dengan kamera pop-up, muncul bocoran video yang menampilkan seri Redmi dengan konsep desain kamera berlubang.Video ini makin memperkuat rumor soal kehadiran seri Redmi dengan dapur pacu berupa Snapdragon 855.

{Baca juga: Ini Bocoran Foto Redmi Pro 2 dengan Kamera Pop-up}

Beberapa hari lalu, Xiaomi mengklaim bahwa Redmi Note 7 dan Redmi Note 7 Pro sudah laku terjual lebih dari satu juta unit sejak 13 Maret 2019. Xiaomi pun bangga melihat kecintaan Mi Fans terhadap seri tersebut.

Capaian penjualan kedua Redmi Note 7 dan Redmi Note 7 Pro praktis menginspirasi Xiaomi untuk terus menambah persediaan serta membantu Mi Fans di dunia agar bisa lebih mudah dalam mendapatkannya. (SN/FHP)

Sumber: GSMArena

Gara-gara Ini, Puluhan Ribu iPhone Bekas Hancur Sia-sia

0

Telko.id, Jakarta – Di Amerika Serikat, produk elektronik yang sudah tidak terpakai akan didonasikan agar bisa digunakan oleh pengguna lainnya. Tapi, tidak demikian dengan puluhan ribu iPhone bekas di Colorado.

Dilansir Motherboard, menurut laporan CoPIRG Foundation, puluhan ribu iPhone bekas yang seharusnya didonasikan ke orang lain terpaksa dibumihanguskan. Jumlahnya bahkan tak kurang dari 66.000 iPhone berbagai seri.

The Wireless Alliance, fasilitas daur ulang produk elektronik di Lafayette, Colorado, mencatat bahwa lebih dari 66.000 iPhone bekas layak pakai harus dihancurkan sejak 2015. The Wireless Alliance mengungkap alasannya.

{Baca juga: Penjualan iPhone di China Terdongkrak Diskon}

Seperti dikutip Telko.id, Senin (15/04/2019), puluhan ribu iPhone tersebut masih terkunci dengan fitur anti-pencurian milik Apple. Asal tahu saja, di ponsel iPhone, fitur itu biasa dikenal dengan nama iCloud Activation Lock.

The Wireless Alliance menambahkan, pada 2018 lalu, satu dari empat iPhone yang didonasikan masih terkunci dengan fitur anti-pencurian. Meski masih sangat layak untuk digunakan, keempatnya pun terpaksa harus dihancurkan.

Sebanyak 66.000 iPhone yang dihancurkan sebetulnya masih sangat layak untuk dipakai. Namun, hal tersebut menjadi berbeda karena iCloud Activation Lock atau akun iCloud dari pengguna sebelumnya belum dimatikan.

{Baca juga: Huawei Cuek-cuek Butuh ke Apple, Soal Apa?}

Solusi terakhir yang harus diambil adalah menghancurkan perangkat atau didaur ulang. Padahal, smartphone yang terkumpul di The Wireless Alliance biasanya berasal dari kegiatan donasi di sekolah, perumahan, atau kegiatan gereja.

Beberapa donator kemungkinan besar memang sudah tidak ingat akun iCloud yang digunakan sebelumnya. Pasalnya, puluhan ribu iPhone tersebut diketahui sudah tersimpan beberapa tahun di lemari para pemilik lama. (SN/FHP)

SUmber: Motherboard

Seumur Buyut Kita, Begini Rupa Tabel Periodik Tertua di Dunia

Telko.id, Jakarta – Sebuah tabel periodik tertua di dunia disebut-sebut telah menampakkan wujudnya. Sang penemu tak lain seorang ahli kimia bernama Alan Aitken. Ia mengaku telah menemukan tabel periodik ini secara tidak sengaja saat sedang membereskan gudang di bawah ruang kuliah kimia pada 2014. Tepatnya di Universitas St Andrews, Skotlandia.

Aitken menemukan benda itu tersimpan di antara bahan kimia dan peralatan laboratorium yang berantakan. Dari bentuknya yang sangat rapuh, tabel itu diyakini sebagai salinan tabel periodik tertua di dunia. Seberapa tua?

Menurut ahli dari Universitas California yang menganalisis unsur kimia dalam tabel, umurnya sekitar 140 tahun, lantaran diyakini dibuat antara 1879 sampai 1886. Bahasa yang digunakan dalam dokumen sendiri adalah bahasa Jerman.

{Baca juga: Cara mudah menghafal Tabel Periodik, nomor 2 paling asik}

Uniknya, seperti dilaporkan Science Alert, Germanium yang ditemukan pada 1886 tidak ada di dalam tabel. Sementara gallium dan skandium yang ditemukan pada 1875 dan 1879, ada.

Meski rapuh, dokumen tabel periodik tertua ini konon masih bisa terbaca jelas. Ini menandakan bahwa meski sempat “terbuang”, dokumen tersebut telah mendapatkan perawatan ekstra, termasuk pembersihan, pemandian kimia untuk menyeimbangkan pH kertas, dan juga proses perbaikan menggunakan kertas kozo Jepang serta pasta yanng terbuat dari tepung gandum.

{Baca juga: 100 Juta dalam 48 Jam, MV Terbaru BTS Cetak Sejarah Baru di YouTube}

Saat ini dokumen tersebut disimpan di ruang kontrol Universitas St Andrews dan salinannya dipajang di Fakultas Kimia, Universitas St Andrews.

Penyelidikan lebih lanjut juga menemukan catatan entri yang menunjukkan bahwa dokumen diproduksi pada 1885 oleh penerbit yang berbasis di Wina. Hal ini secara tidak langsung menjadi penguat bahwa dokumen tersebut merupakan tabel periodik tertua di dunia. Pasalnya, ini diketahui dibuat dua dekade setelah ahli kimia Dmitri Mendeleev menciptakan tabel ini, yang didasarkan pada peningkatan bilangan atom.

Tabel periodik sendiri merupakan tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan nomor atom (jumlah proton dalam inti atom), konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia. Tabel juga terbagi menjadi empat blok, yakni blok -s, -p, -d, dan -f. Secara umum, dalam satu periode (baris), di sebelah kiri bersifat logam, dan di sebelah kanan bersifat non-logam.

Sumber: Extramarks.id