spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1262

UKM Indonesia Ternyata Banyak Yang Belum Siap Go Digital, Kenapa?

0

Telko.id – Usaha kecil Menengah di Indonesia saat ini peran nya terus meningkat terhadap produk domestik bruto. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dalam lima tahun terakhir ini saja meningkat menjadi 60.34% dari jumlah sebelumnya yaitu sekitar 57.84%. Mirisnya, ternyata masih banyak UKM yang belum siap Go Digital.

Hal ini terungkap dalam Mekari Conference yang mengakat tema Powering Indonesia SMEs with Technology”. Dimana, acara ini digelar dengan dukungan dari Bank Mandiri dan XL Axiata yang bertujuan untuk mendorong adopsi teknologi digital bagi UKM di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing UKM Indonesia di masa yang akan datang. 

Berdasarkan data dari CISCO APAC SMB Digital Maturity Index tahun 2019 pun ternyata Indonesia masih menjadi negara yang menduduki peringkat dua terakhir dari 14 negara Asia Pasifik terkait kesiapannya dalam transformasi digital.

Padahal menurut riset yang dilakukan oleh McKinsey, adopsi teknologi dapat mendorong pertumbuhan UKM hingga dua kali lipat. Adapun, sektor usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia memang memegang peranan penting pada perekonomian negara.

Jadi, UKM harus tanggap dalam menghadapi perubahan tren yang sangat cepat, tidak hanya di perubahan tren pasar namun juga perkembangan teknologi. Adopsi teknologi digital yang maksimum dapat mendorong UKM untuk berinovasi dalam menghadirkan produk dan servis baru hingga peningkatan produtivitas proses bisnis.

Hal ini tentunya menjadikan transformasi digital pada bisnis UKM semakin krusial dan patut untuk diperhatikan. Terlebih lagi pesatnya perkembangan teknologi ini telah mengubah perilaku masyarakat yang semakin mengarah ke digitalisasi.

Menanggapi hal tersebut, Suwandi Soh, CEO dari Mekari, menyampaikan , “Kami percaya bahwa setiap bisnis UKM memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk tumbuh. Namun, di era digital saat ini maupun masa depan, literasi dan tingkat adopsi teknologi yang akan menjadi penentu seberapa jauh bisnis dapat melangkah”.

Hanya saja, hasil studi menunjukkan UKM Indonesia masih relatif tertinggal dan belum siap untuk go digital. Itu sebabnya, Mekari berusaha menyuarakan pentingnya memulai transformasi digital, karena melihat bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan daya saing UKM Indonesia.

Hal yang sama juga diperhatikan oleh Bank Mandiri sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka di Indonesia. Menurut Senior Vice President Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri, Muhamad Gumilang M, “Perkembangan teknologi informasi saat ini, yang kemudian diikuti proses digitalisasi dan otomasi dalam berbagai aspek kehidupan sebagai sebuah opportunity bagi dunia usaha,”.

Mandiri sendiri,  hingga Desember 2018, telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 27 ribu nasabah UKM dengan nilai mencapai Rp 55 Triliun.

Berdasarkan tahapannya, transformasi digital sendiri dibagi menjadi empat fase menurut CISCO APAC SMB Digital Maturity Index tahun 2019,  yang pertama adalah Digital Indifferent dimana bisnis sudah mulai tanggap terhadap perubahan pasar, namun belum memanfaatkan teknologi digital apapun.

Fase berikutnya adalah Digital Observer, yang merupakan fase dimana bisnis sudah mulai menggunakan teknologi digital secara taktis, dan lebih fokus pada proses otomatisasi untuk menghasilkan efisiensi.

Fase ketiga adalah Digital Challenger, yakni dimana bisnis sudah menggunakan teknologi digital secara strategis dan proses utama dalam pengoperasian bisnis sudah terotomatisasi dengan baik. Puncaknya adalah fase dimana bisnis sudah didukung dengan kemampuan analitik yang mumpuni dan terotomatisasi secara keseluruhan dalam pengoperasian bisnisnya.

Terakhir adalah fase yang disebut dengan Digital Native ini. Bisnis telah siap untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan dengan strategi digitalisasi yang terintegrasi.

Yang tidak boleh dilupakan, dalam mewujudkan transformasi digital ini, masalah konektivitas menjadi salah satu aspek yang paling berpengaruh. Saat ini, pengguna internet di Indonesia sudah menembus angka sekitar 150 juta atau sekitar 56% dari jumlah penduduk total. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 147 juta. Angka ini terus menunjukkan pertumbuhan yang positif setiap tahunnya.

“Kami setuju bahwa UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia dan kami yakin jika rekan UMKM didukung oleh konektivitas digital yang tinggi, UMKM dapat berkembang lebih pesat untuk mendongkrak perekonomian nasional. XL Axiata juga terus berinovasi dalam memberikan akses konektivitas yang baik bagi rekan UMKM. Tidak hanya itu, wujud nyata kami lainnya adalah turut berpartisipasi aktif mendukung transformasi digital ini melalui rangkaian kegiatan kolaboratif langsung dengan UMKM didalam #aslijago dan beragam workshop lainnya. Salah satunya melalui Mekari Conference ini,” ucap Sharif Lukman Mahfoedz, Group Head Enterprise Product and Marketing XL Axiata.

Mekari Conference, didukung oleh Bank Mandiri & XL Axiata, menghadirkan lebih dari 35 pembicara berlatarbelakang CEO, Founders, Executives dari sektor pemerintah, UKM, startup, korporasi, hingga investor di Indonesia. Konferensi ini memiliki misi untuk meningkatkan daya saing UKM Indonesia melalui teknologi, karena melihat minimnya adopsi teknologi pada industri UKM Indonesia dan ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi dibandingkan dengan negara lain. (Icha)

 

 

Masih Ada TV 4K, Ini Alasan Kenapa TV 8K Wajib Dilirik

0

Telko.id, Jakarta – Samsung baru saja meluncurkan TV 8K, Samsung QLED 8K TV di Indonesia. Brand asal Korea Selatan ini menjualnya dengan harga hampir mendekati harga mobil LCGC (Low Cost Green Car) di Tanah Air.

Seperti diketahui, Samsung menyediakan empat pilihan ukuran untuk TV mereka. Tiga diantaranya, dibanderol dengan harga Rp 80,4 juta untuk tipe layar 65 inci, Rp 119,9 jutaan untuk 75 inci, dan Rp 166,9 jutaan untuk 82 inci.

TV ini bisa dibilang sebagai breakthrough, karena membuat standar baru untuk resolusi TV masa kini.

{Baca juga: Samsung Luncurkan QLED 8K TV, Harganya Setara Mobil LCGC}

“Kami sekarang membuat standar baru resolusi TV lewat QLED 8K TV,” tegas President Samsung Indonesia, Jae Hoon Kwon saat acara peluncuran Samsung QLED 8K TV di Jakarta, Kamis (25/04/2019).

Pertanyaannya sekarang, adakah alasan melirik atau membeli TV 8K ketika penetrasi TV 4K di Indonesia saja masih terus berkembang?

Ubay Bayanudin, Senior Product Marketing Manager TV and AV Samsung Indonesia dan Timo Tjahjanto.

Menurut Ubay Bayanudin, Senior Product Marketing Manager TV and AV Samsung Indonesia, TV berukuran besar seharusnya memiliki resolusi yang besar juga, seperti QLED 8K TV. Sebab, TV besar yang tidak didukung dengan resolusi yang besar pula punya kerapatan pikselnya yang rendah dan berpengaruh pada detail konten yang ditampilkannya.

“Big TV seharusnya punya big resolution, karenanya muncul 8K. Dibandingkan UHD, layar 8K jauh lebih detail dan tajam,” ucap Ubay.

{Baca juga: Resolusi TV Sudah 8K, Lalu Konten Real 8K Kapan?}

TV besar beresolusi 8K dinilai sangat mampu memberikan kepuasan pada pengguna saat menonton. Karena, kualitasnya 4x lebih tinggi dari 4K dan 16x lebih baik dari Full HD, yang berarti tayangan konten akan terlihat lebih nyata.

“8K artinya ada 33,2 juta piksel yang memberikan detail pada gambar menjadi lebih baik,” katanya.

“Apalagi layar TV ini sudah 5000 nit brightness dan HDR10+ yang merupakan standar studio Holywood,” sambungnya.

Senada dengan Ubay, sutradara kondang Timo Tjahjanto juga menyatakan bahwa TV beresolusi tinggi dengan ukuran layar yang besar mampu memberikan informasi konten yang lebih banyak ke pengguna. Ia mengatakan, dari sisi konsumen yang terbiasa melihat konten di TV 4K pasti akan melihat perbedaan signifikan ketika melihat konten di TV 8K.

Sementara dari sisi film maker, Timo menjelaskan bahwa TV tersebut dapat menampilkan maksud, objek visual dan tujuan dari film maker ke penonton, yang biasanya sulit dipenuhi TV 4K apalagi Full HD.

“Patut untuk diapresiasi, karena maksud saya di film yang dibuat dapat terlihat dengan sangat baik,” ujar sutradara dari film Netflix, The Night Come for Us ini.

{Baca juga: Samsung Meluncurkan TV “Sultan”, Paling Mahal Rp1,5 Miliar}

“Semua warna keluar, semua warna yang saya inginkan, yang terkadang informasi itu hilang, dikeluarin lagi (ditampilkan) oleh TV ini,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi hadirnya teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) di Samsung QLED 8K TV. Menurutnya, AI seolah tahu titik atau objek mana yang harus dilihat penonton.

Kemudian ada juga AI Upscaling yang mampu memperbesar dan menyesuaikan gambar SD, Full HD sampai UHD ke 8K tanpa kehilangan tekstur detail dan bebas dari noise.

“Sebagai film maker ini juga harus diapresiasi karena maksud saya (di film) terlihat dengan baik,” pungkas Timo. (FHP)

Resolusi TV Sudah 8K, Lalu Konten Real 8K Kapan?

0

Telko.id, Jakarta – Hadirnya TV 8K, Samsung QLED 8K TV membuat publik akhirnya bertanya-tanya, akankah konten visual juga bakal “naik level” menjadi konten 8K? Disodorkan pertanyaan tersebut, Ubay Bayanudin, Senior Product Marketing Manager TV and AV Samsung Indonesia dan sutradara Timo Tjahjanto mengungkapkan pendapatnya.

Menurut Ubay, adanya TV 8K membuat kehadiran konten berkualitas 8K mungkin tak akan lama lagi. Ia meyakini, perkembangan konten visual seperti film yang tersedia di layanan video on demand seperti Netflix ke 8K akan semakin cepat.

“Kami yakin, dengan adanya TV 8K, maka akan ada konten 8K yang hadir kualitas yang luar biasa,” katanya, saat acara peluncuran Samsung QLED 8K TV di Jakarta, Kamis (25/04/2019).

{Baca juga: Samsung Meluncurkan TV “Sultan”, Paling Mahal Rp1,5 Miliar}

Pendapat Ubay diamini oleh Timo yang merupakan sutradara dari film The Night Come for Us, Headshot, sampai Sebelum Iblis Menjemput. Ia memprediksi bahwa konten 8K akan muncul sebentar lagi.

Ia menjelaskan, kemungkinan platform besar seperti YouTube, sampai Netflix tak lama lagi dapat menampilkan konten dengan kualitas 8K kepada penggunanya.

YouTube misalnya, meski jadi “platform gratis” tapi layanan milik Google itu sudah mampu menampilkan konten berkualitas 8K sampai 12K dalam tampilan 4K dengan sangat baik ke pengguna.

Gak usah jauh-jauh dari Netflix deh, yang gratis saja seperti YouTube sudah mendukung tampilan 4K. Bahkan, kita bisa tonton misal ‘Rio de Janeiro 8K’ atau ‘Tokyo by Night 12K’ dalam 4K yang bagus banget,” papar Timo.

“Maksudnya disini, YouTube saja sudah memberikan experience seperti itu, maka mungkin tahun-tahun ke depan menyusul nih 6K sampai 8K asalkan kecepatan internet mencukupi,” sambungnya.

Ubay Bayanudin, Senior Product Marketing Manager TV and AV Samsung Indonesia dan sutradara Timo Tjahjanto.

Samsung QLED 8K TV sendiri dinilai sebagai breakthrough, karena membuat standar resolusi baru untuk TV masa kini. TV ini memiliki empat pilihan ukuran. Tiga diantaranya, dibanderol dengan harga yang hampir setara dengan harga mobil LCGC (Low Cost Green Car).

{Baca juga: Samsung Luncurkan QLED 8K TV, Harganya Setara Mobil LCGC}

Ukuran 65 inci dilepas di angka Rp 80,4 jutaan, kemudian 75 inci dengan harga Rp 119,9 jutaan, dan 82 inci di harga Rp 166,9 jutaan. Sementara untuk ukuran 98 inci, Samsung membanderolnya dengan harga Rp 1,49 miliar yang akan tersedia pada Akhir Mei mendatang

Selain resolusinya yang tinggi, layar Samsung QLED 8K TV juga sudah mencapai 5.000 nit brightness serta mendukung teknologi HDR10+. Diklaim Ubay, teknologi ini membuatnya memenuhi standar studio di Hollywood

Untuk spesifikasinya, Samsung menyematkan prosesor Quantum 8K yang didukung dengan adanya teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama AI Upscaling. Teknologi ini, mampu memperbesar dan menyesuaikan gambar hingga 8K tanpa kehilangan tekstur detail dan bebas dari noise. (FHP)

Telkomsel Hadir Di IIMS 2019, Sebuah Bentuk Kolaborasi Lintas Industri

0

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, pada era digital ini, konvergensi antar industri semakin menguat. Keterkaitan satu dengan yang lain tidak dihindari demi mengakomodir kebutuhan. Apalagi industri telekomunikasi yang menjadi ‘backbone’ bagi semua industri yang mau masuk dalam dunia digital. Hal ini disadari oleh Telkomsel. Itu sebabnya, operator ini hadir dalam gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show 2019 (IIMS 2019).

Dengan semangat #TerusBergerakMaju, Telkomsel hadir di gelaran pesta otomotif  IIMS sebagai titling sponsor dan mengawali momentum kolaborasi antara industri otomotif dengan industri teknologi dan informasi di Indonesia.

“Telkomsel kini tengah bertransformasi menjadi digital telco company,  yang menghadirkan berbagai solusi dan layanan digital yang inovatif untuk menghadirkan manfaat bagi segmen pasar yang lebih luas.  Kolaborasi dengan IIMS membuktikan bahwa produk dan layanan Telkomsel sudah menyentuh berbagai lintas industri, termasuk otomotif,” ungkap Nirwan Lesmana, Vice President Brand and Communications Telkomsel usai pembukaan IIMS 2019 di Kemayoran, Jakarta (25/04).

Nirwan menambahkan, “Kami percaya para konsumen dan pelaku di industri otomotif, baik individu maupun perusahaan,  akan merasakan pengalaman berkualitas yang semakin memudahkan aktivitas mereka dengan manfaat dari produk dan layanan digital kami.”

Telkomsel hadir pada Telkomsel IIMS 2019 dengan menampilkan berbagai layanan digital di experience booth yang berlokasi di Carni Area. Salah satu layanan unggulan yang hadir adalah inovasi internet of things untuk solusi otomotif yaitu “Telkomsel FleetSight”.

Telkomsel FleetSight merupakan layanan yang berguna sebagai layanan pengelolaan armada kendaraan atau  fleet management.  Solusi pengelolaan armada kenndaraan ini mensinergikan perangkat telematika berbasis satelit yang dipasangkan pada asset kendaraan dengan layanan konektivitas Telkomsel serta platform Fleet Management. Solusi ini dapat membantu pengelolaan operasional armada, serta meningkatkan keamanan, efisiensi dan produktivitas armada.

Selain itu pengunjung juga dapat menikmati berbagai pengalaman digital lifestyle Telkomsel dari layanan streaming video “MAXstream”, layanan streaming musik “LangitMusik”, layanan konten games “Dunia Games”, serta penawaran dari layanan iklan digital “Telkomsel MyAds”.

Pengunjung booth Telkomsel di Carni Area juga dimanjakan dengan penampilan dari berbagai musisi yaitu NTRL, Reza Artamevia, Maliq & D’Essentials, dan The Groove. Tersedia pula photo booth, serta undian grand prize mobil DFSK Glory 560 Luxury untuk setiap transaksi di booth Telkomsel.

Telkomel juga akan menghadirkan “LinkAja” pada gelaran Telkomsel IIMS 2019, sebagai layanan keuangan berbasis elektronik yang akan membuat transaksi lebih lancar, lebih seru dan bebas repot.

LinkAja terhubung dengan seluruh bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (HIMBARA) sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada penggunanya dalam melakukan transaksi keuangan. LinkAja dapat dimanfaatkan pengunjung untuk transaksi pembelian makanan dan minuman di area food and beverages (FnB).

Telkomsel IIMS 2019 sendiri akan diselenggarakan pada 25 April – 5 Mei 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Icha)

 

 

Kominfo Dorong Operator dan Akademisi Pelajari Bisnis 5G Di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak operator dan akademisi, untuk membuat kelompok kerja untuk mempelajari rencana implementasi jaringan 5G di Indonesia.

Menurut Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo, Denny Setiawan pihaknya akan membentuk kelompok kerja atau working group untuk jaringan 5G. Adapun kelompok kerja tersebut terdiri dari BRTI, Operator Seluler, Operator Satelit, Vendor, Akademisi dan Asosiasi.

“Ini (Jaringan 5G)  harus diramu, dikaji. Makanya ada working group yang tidak hanya diisi teknis dan regulasi, tapi juga dari segi bisnis. Perlu kajian komprehensif yang melibatkan banyak pihak,” kata Denny di Jakarta, Kamis (25/04/2019)

Selain membuat kelompok kerja, Denny juga berencana untuk meminta masukan dari konsumen, khususnya soal manfaat dari jaringan tersebut, bagi kehidupan sehari-hari.

{Baca juga: Ditanya Soal 5G, Rudiantara: Bisnis Modelnya Belum Ada}

“Kita juga butuh masukan dari konsumen. Tantangannya, 5G serba urgent. Sebenarnya aplikasinya apa sih? kan masih awang-awang. Yang mendatangkan valuasi atau manfaat apa,” ujar Denny.

Menurut Denny langkah pertama sebelum mengimplementasikan jaringan 5G adalah studi akademis. Selain melalui Kelompok Kerja, pihaknya selama ini sudah melakukan kajian terkait jaringan tersebut.

“Kita studi dulu, baik untuk new frekuensi atau regulasi untuk sharing dengan service lain. Saya bilang kan nggak ada yang kosong. Jadi kami sedang melakukan studi,” ujar Denny.

“Mudah-mudahan tahun ini studi selesai. Kalau implementasinya sih belum,” tambahnya.

Sayangnya Denny tak bisa memprediksi kapan jaringan 5G akan hadir di Indonesia. Tetapi pria lulusan ITB ini berharap supaya jaringan 5G bisa segera menyelimuti Indonesia.  “Mudah-mudah 1-2 tahun lagi,” tutur Denny.

{Baca juga: Ericsson Pamer Perangkat 5G di Indonesia}

Sebelumnya perusahaan teknologi, Ericsson memperkenalkan platform atau perangkat  pendukung jaringan 5G terbaru di Indonesia dalam acara bertajuk ‘Barcelona Unboxed’ di Jakarta pada Kamis (25/04/2019).

Menurut President Director Ericsson Indonesia and Timor Leste, Jerry Soper, bahwa tahun 2019 adalah momentum yang tepat untuk melakukan pengembangan jaringan 5G di Tanah Air. [NM/HBS]

Enam Bulan Hilang di Laut, Apple Watch Masih Hidup

0

Telko.id, Jakarta – Apple Watch tampaknya bisa dibilang sebagai perangkat dengan daya tahan super. Pasalnya, peselancar Robert Bainter yang kehilangan Apple Watch saat berselancar di laut, berhasil menemukan jam pintar miliknya itu setelah 6 bulan menghilang. Hebatnya jam tersebut masih hidup.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Kamis (25/04/2019), kala itu Robert sedang berselancar di Huntington Beach, California, dan dihantam oleh ombak besar.

Beruntung Bainter selamat dari hantaman ombak besar itu. Namun ketika dia mengangkat tangannya, ia beru tersadar kalau Apple Watch miliknya hilang dihantam ombak.

Berbicara kepada media KTLA, Amerika Serikat, Bainter mengaku sampai menghabiskan waktu 1 jam untuk mencari jam kesayangannya itu. Bahkan dia menggunakan aplikasi Find My iPhone untuk mengaktifkan Mode Hilang di arloji miliknya. Sayangnya, jam tersebut tidak ditemukan.

{Baca juga : Lagi, Apple Watch Series 4 Selamatkan Nyawa Nenek 80 Tahun}

Hari berganti minggu dan perlahan menjadi bulan. Tidak terasa Apple Watch miliknya sudah hilang selama 6 bulan. Di tengah kepasrahannya, tiba-tiba Robert mendapati secercah harapan untuk bisa “bertemu” dengan jam kesayangannya.

Tanpa dia duga, suatu hari Bainter menerima panggilan telepon dari nomor orang yang tidak dikenal, dan mengaku telah menemukan Apple Watch miliknya.

“Orang ini mengatakan, Hei jika Anda Rob Bainter dan Anda kehilangan Apple Watch baru-baru ini, segera hubungi saya, dan jika Anda dapat menjelaskan ini, saya akan memberikan Apple Watch ini kepada Anda,” kata Robert meniru ucapan si penelepon.

Robert menjelaskan, bahwa orang tersebut mengatakan ia tanpa sengaja menemukan Apple Watch saat berkunjung di pantai Huntington untuk mencari kerang laut.

“Dia hanya berjalan mencari kerang dan dia menemukannya di sana. Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan, saya tidak bisa mempercayainya,” tutur Robert.

{Baca juga: Hebat! Apple Watch Kembali Selamatkan Nyawa Pengguna}

Robert pun bisa mendapatkan kembali Apple Watch miliknya. Setelah dicek ternyata jam pintar tersebut masih berfungsi dengan baik walaupun hilang selama 6 bulan di lautan.

”Yang lebih menakjubkan adalah bahwa meskipun telah hilang di laut selama setengah tahun, namun jam itu masih berfungsi. Layarnya agak kabur dari air asin, tapi semunya masih berfungsi dengan baik,” tutup Robert. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Dengan 5G, Pendapatan Operator Bisa Naik 30%

0

Telko.id, Jakarta – Jaringan 5G di Indonesia diprediksi dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para operator seluler. Perusahan teknologi, Ericsson memprediksi kehadiran 5G dapat menaikan pendapatan bagi pihak operator hingga 30 persen.

Menurut President Director Ericsson Indonesia dan Timor Leste Jerry Soper, penyedia layanan bisa meningkatkan pendapatan mereka hingga 30% di tahun 2026 jika menggunakan 5G.

“Bagi Indonesia, operator dapat memperoleh manfaat dengan tambahan pendapatan 30% dari peluang pasar yang mendukung 5G pada tahun 2026,” kata Jerry di Jakarta, Kamis (25/04/2019).

{Baca juga: Ericsson Pamer Perangkat 5G di Indonesia}

Perlu diketahui jika jaringan 5G sampai saat ini masih dalam tahap penyempurnaan dan belum digelar di Indonesia. Kalau sudah siap kelak, Jerry menilai jika teknologi seluler generasi ke-5 itu diprediksi akan dapat membantu operator seluler untuk memangkas pengeluarannya.

“Harga per 1 GB akan lebih rendah. Di situlah 5G akan melakukan perannya. Dengan 5G (operator) akan semakin efisien karena lebih smart termasuk peralatannya, dan cost akan lebih kecil,” kata Jerry.

Jerry juga membuat roadmap terkait prediksi penggunaan 5G di Indonesia. Menurutnya Jerry penggunaan 5G di Indonesia akan hadir untuk banyak sektor otomotif, hiburan, gaming dengan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), Smart Home dan Shipping.

“Jaringan 5G merupakan teknologi utama yang menyokong Intelligent Connectivity, dan jaringan ini bisa diprediksi akan digunakan untuk banyak sektor,” tutur Jerry.

{Baca juga: Ditanya Soal 5G, Rudiantara: Bisnis Modelnya Belum Ada}

Pada kesempatan tersebut Ericsson  memperkenalkan platform atau perangkat 5G terbaru di Indonesia. Dalam acara Barcelona Unboxed di Jakarta pada Kamis (25/04/2019) perusahaan yang memiliki kantor pusat di Stockholm, Swedia ini diharapkan dapat mendorong kehadiran jaringan 5G di tanah air.

“Ericsson adalah perusahaan pertama yang membawa dan memperkenalkan 2G, 3G dan 4G ke Indonesia. Saat ini Ericsson dengan bangga membawa teknologi serta inovasi terbaru ini ke Indonesia guna mengaktifkan 5G di Indonesia” tutur Jerry. [NM/HBS]

Ericsson Pamer Perangkat 5G di Indonesia

Telko.id, Jakarta – Perusahaan teknologi, Ericsson memperkenalkan platform atau perangkat  pendukung jaringan 5G terbaru di Indonesia dalam acara bertajuk ‘Barcelona Unboxed’ di Jakarta pada Kamis (25/04/2019).

Menurut President Director Ericsson Indonesia and Timor Leste, Jerry Soper, bahwa tahun 2019 adalah momentum yang tepat untuk melakukan pengembangan jaringan 5G di Tanah Air.

Sebelumnya, raksasa teknologi yang bermarkas di Stockholm, Swedia ini telah meluncurkan jaringan 5G komersial di benua Amerika Serikat, Eropa, Asia dan Australia.

Ericsson telah mengirimkan 3 juta perangkat radio 5G ke banyak negara, sehingga hari ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan platform 5G mereka ke masyarakat Indonesia.

Baca juga: Ericsson Perkenalkan Perangkat Lunak Jaringan 5G

“Ericsson adalah perusahaan pertama yang membawa dan memperkenalkan 2G, 3G dan 4G ke Indonesia. Saat ini Ericsson dengan bangga membawa teknologi serta inovasi terbaru ini ke Indonesia guna mengaktifkan 5G di Indonesia” kata Jerry di Jakarta, Kamis (25/04/2019)

Dalam acara tersebut terdapat 2 perangkat teknologi yang dikenalkan yakni Ecisson Radio System dan Ericsson Radio Sharing. Pertama adalah Ericsson Radio System (ERS).

Teknologi ini terdiri dari hardware dan software yang membangun jaringan akses modular dan terukur. ERS dirancang agar jaringan dapat diterapkan dalam berbagai lokasi dan skenario data  dengan memberikan kinerja terbaik.

Platform kedua adalah Ericsson Spectrum Sharing. Teknologi ini memungkinkan pengenalan 5G berjalan dengan lancar pada frekuensi 4G di jaringan penyedia layanan. Nantinya melalui teknologi ini operator bisa mengaktifkan jaringan 5G dengan bantuan infrastruktur Ericsson Radio System (ERS).

{Baca juga: Singapura Uji Coba 5G untuk Drone dan Mobil Otonom}

“Hardware milik Ericsson sebenarnya sudah siap 5G sejak tahun 2015 dan saat ini kami akan membuat peralihan 5G menjadi lebih mudah,” ujar Jerry.

Acara Barcelona Unboxed sendiri berlangsung pada sejak tanggal 25 April sampai 26 April 2019 di Raffles Hotel, Kuningan Jakarta Selatan. Acara tersebut menampilkan beragam teknologi ciptaan Ericsson yang dapat menunjang jaringan 5G. [NM/HBS]

Akhirnya Jumlah Pengguna Snapchat Bertambah, Jadi Berapa?

Telko.id, Jakarta – Untuk kali pertama dalam setahun terakhir, jumlah pengguna Snapchat dilaporkan meningkat. Pada kuartal I-2019, pengguna aktif harian Snapchat bertambah empat juta orang, sehingga secara total media sosial ini memiliki 190 juta pengguna.

“Pada kuartal pertama tahun ini, kami menunjukkan hasil sangat meyakinkan. Pertumbuhan jumlah pengguna aktif harian maupun pendapatan Snapchat melesat,” ujar CEO Snapchat, Evan Spiegel, sebagaimana dikutip Telko.id dari DailyMail, Kamis (25/04/2019).

Catatan positif Snapchat pada kuartal I-2019 tak lepas dari pembaruan aplikasi untuk perangkat berbasis Android.

{Baca juga: Snapchat Uji Fitur “Status” di Snap Maps, Mirip Foursquare}

Snapchat memang kerap dikritik karena tampil lebih bagus di perangkat bersistem operasi iOS ketimbang sistem operasi besutan Google tersebut.

Beberapa komplain yang paling sering dilontarkan adalah gambar yang buram dan kualitas video yang buruk. Selain memperbaiki aplikassi untuk Android, Snapchat juga menambah sejumlah fitur seperti game baru bernama Snap Games dan peningkatan di bagian Discover.

Khusus Snap Games, pengguna tidak harus menginstal aplikasi tambahan. Pengguna juga bisa menemukan seluruh rekan yang tengah memainkan game, mengirimkan pesan, bermain bersama, bahkan berbincang dengan memanfaatkan fitur Voice Chat.

{Baca juga: Snapchat Hadirkan Snap Games untuk Android dan iOS}

Snap Inc selaku induk perusahaan Snapchat juga membukukan pertumbuhan pendapatan. Pada kuartal I-2019, Spiegel menyebut, pemasukan Snap Inc menyentuh USD 320 juta atau Rp 4,5 triliun, yang artinya tumbuh 39 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar USD 230 juta atau Rp 3,2 triliun.

Saham Snap Inc pun meningkat empat persen ke level USD 11,99 per lembar pada penutupan pasar saham terkini. Mereka masih pula mempertahankan tren positif dalam hal pergerakan saham sejak awal tahun ini yang tercatat cenderung terus mengalami peningkatan. (SN/FHP)

Sumber: Dailymail

Console Edition akan Diluncurkan, Siap Main?

Telko.id, Jakarta – Developer 11 Bit Studios mengumumkan rencana untuk meluncurkan game ber-genre Strategy, yakni Frostpunk: Console Edition. Mereka memastikan akan menghadirkannya untuk konsol PlayStation 4 dan Xbox One tak lama lagi.

Dikutip dari Eurogamer, Kamis (25/04/2019), kehadiran game ini makin mendekati kenyataan dengan hadirnya video trailer yang diunggah ke YouTube.

Dilaporkan, 11 Bit Studios akan merilis game tersebut pada musim panas tahun ini.

{Baca juga: PlayStation 5 Dukung Resolusi 8K, 3D Audio dan SSD}

Frostpunk: Console Edition sendiri merupakan game yang menghadirkan gameplay strategis dan menantang. Jalan cerita game ini pun terbilang bagus karena dibumbui jalan cerita ber-genre Survival.

{Baca juga: Sony Ingin Batasi Konten Seksual di PlayStation 4, Caranya?}

Frostpunk: Console membawa gamers kepada setting post-apocalyptic. Di sini, pemain akan mengandalkan teknologi mesin uap di mana satu-satunya teknologi untuk bertahan hidup mengarah pada mesin uap.

Intinya, Frostpunk akan memaksa pemain memutuskan cara agar bisa mempertahankan diri di lingkungan yang sangat brutal. Game tersebut bisa membuat si pemain menjadi seseorang yang rela melakukan apapun untuk menyelamatkan diri sendiri. (BA/FHP)

Sumber: Eurogamer