spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1262

Pendiri Foxconn Ingin Maju pada Pilpres Taiwan

Telko.id, Jakarta – Pendiri Foxconn, Terry Gou, santer dikabarkan segera mundur dari posisinya di perusahaan. Usut punya usut, ia sedang mempertimbangkan untuk mencalonkan diri pada pemilihan presiden atau Pilpres Taiwan pada 2020 mendatang.

“Tahun 2020 adalah kunci bagi Taiwan. Tahun tersebut merupakan titik balik bagi Taiwan di bidang politik, ekonomi, dan pertahanan selama 20 tahun ke depan,” kata Gou di sela acara 40th Anniversary of the Taiwan Relations Act, Selasa (16/4/2019).

Seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Jumat (19/4/2019), Gou mengaku keputusan untuk maju pada Pilpres Taiwan diambil setelah lama melakukan kontemplasi. Ia menyatakan ingin memiliki kontribusi kepada bangsa dan negara.

{Baca juga: Microsoft Tagih Bayaran Royalti ke Foxconn, Kenapa?}

“Saya sering bertanya kepada diri sendiri sepanjang malam, apa yang bisa dilakukan bagi bangsa dan negara, apa yang bisa saya lakukan untuk kaum muda? Menurut saya, 20 tahun ke depan akan menentukan nasib mereka,” imbuh Gou.

Mengetahui pernyataan Gou, sejumlah pengamat mengatakan bahwa besar kemungkinan Amerika Serikat tidak akan menyambut baik keputusan itu. Amerika Serikat bakal tidak membiarkan begitu saja Gou mencalonkan diri sebagai presiden Taiwan.

“Gou dekat dengan China. Di lain sisi, Amerika Serikat tengah menghadapi masalah dengan China,” ujar pengamat politik di Universitas Chang Jung Taiwan, Shane Lee.

{Baca juga: Foxconn Sebut Amerika dan China Sedang Perang Teknologi}

Gou mengundang perhatian publik setelah mengisyaratkan rencana untuk pensiun dari jabatan sebagai pimpinan Foxconn. Pria berusia 69 tahun tersebut menegaskan akan memilih posisi sebagai orang yang berada di balik layar sebagai kepala perusahaan.

Ia bakal mundur dari jabatan demi memberi kesempatan bagi generasi muda untuk memimpin perusahaan pemasok perangkat besutan Apple itu. Rencana pensiun Gou sempat disinggung pada rapat pemegang saham sekitar setahun silam. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

 

Asli, 10 Foto Ini Tunjukkan Belanja Online tak Selalu Berakhir Bahagia

Telko.id, Jakarta – Bukannya untung malah buntung. Ungkapan ini sepertinya tepat sekali jika dialamatkan kepada beberapa pelanggan yang melakukan belanja online di sejumlah situs jual beli online ini.

Betapa tidak, alih-alih mendapatkan barang idamannya saat belanja online, orang-orang ini malah dipaksa menerima kenyataan bahwa gambar yang dilihatnya di situs ternyata tak seindah yang dibayangkan. Beberapa, bahkan seperti tertipu.

Di Indonesia, kejadian semacam ini juga sebenarnya bukannya tidak pernah terjadi. Satu yang lumayan menyita perhatian adalah apa yang pernah dialami seorang pelanggan Tokopedia beberapa waktu lalu.

Saat itu, seorang pelanggan bukannya mendapatkan barang yang dimaksudnya – sebut saja Hard Disk Eksternal – orang ini malah hanya mendapatkan foto dari hard disk yang dimaksud.

Merasa tertipu? Pastinya. Namun ini juga menjadi pengingat bagi kita bahwa berhati-hati dalam melakukan pembelanjaan online selalu penting untuk dilakukan. Paling tidak, agar tak merasa dikibuli, seperti beberapa kejadian berikut.

{Baca juga: Penjual “Gambar Hard Disk” Dikartu Merah Tokopedia}

Sekedar mengingatkan dan syukur-syukur terhibur, ini dia 10 kenyataan pahit yang harus diterima pelanggan situs jual beli online. Yuk simak!

1. Niat hati punya kursi santai baru buat nonton TV, apa daya dapatnya begini…. sedih!

2. Santai-santai di taman sambil berjemur, siapa juga yang nggak mau…. tapi… tapi… anak kucing aja ngga muat

3. Lucu… sampai gambarnya diperjelas pakai kaca pembesar

Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?

0

Telko.id, Jakarta – Layar Samsung Galaxy Fold dilaporkan bermasalah. Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphone itu setelah dua hari menggunakannya.

Ia menjelaskan, mulanya ada tonjolan berukuran cukup kecil tepat di bagian tengah layar atau pada lipatan layar. Menurutnya, tonjolan itu menekan lipatan layar yang mengakibatkan panel OLED Galaxy Fold rusak.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

“Apapun yang terjadi, itu pasti bukan karena saya telah memperlakukan smartphone ini dengan buruk,” jelasnya.

“Saya sudah melakukan hal-hal biasa, seperti membuka dan menutup smartphone dan menyimpannya di saku,” sambung Bohn.

Ia beranggapan, tonjolan kecil pada layar yang merusak panel OLED Galaxy Fold karena adanya benda kecil yang mungkin masuk ke celah smartphonelipat pertama Samsung itu. Sehingga akan membuat lipatan layar menjadi tidak sempurna dan malah merupakan smartphone.

{Baca juga: Mainan Lipat Lego Ini “Lebih Canggih” dari Galaxy Fold}

Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector.

“Smartphone ini dilengkapi dengan lapisan pelindung. Samsung mengatakan, Anda tidak seharusnya melepasnya. Saya melepasnya karena tidak tahu (konsumen juga tidak tahu). Ini tampak seperti dapat dilepas di sudut kiri, jadi saua melepasnya. Saya percaya ini menjadi penyebab masalah,” ucapnya.

{Baca juga: Corning Siapkan Lapisan Gorilla Glass Khusus Smartphone Lipat}

Dilaporkan, kemungkinan unit review yang diterima tidak menyertakan catatan peringatan pada smartphone, seperti unit ritel Galaxy Fold yang akan dijual Samsung ke konsumen. Catatan itu berisi peringatan agar pengguna tidak melepas lapisan pelindung di smartphone.

Akan tetapi, peringatan itu tidak menjawab permasalahan yang dialami oleh Dieter Bohn dan Steve Kovach yang mengaku tidak melepas lapisan layar Galaxy Fold. (FHP)

Sumber: The Verge

Apple Siapkan Penerus iPhone SE, Harganya Rp 9,1 Jutaan

0

Telko.id, Jakarta – Apple dilaporkan sedang mempersiapkan penerus iPhone SE yang akan dirilis di tahun 2020 mendatang. Rumor ini diperoleh dari sumber di lingkungan supply chain Apple yang juga memberikan bocoran soal spesifikasi iPhone SE tersebut.

Dilaporkan situs UDN, seperti dikutip dari GSMArena, Jumat (19/04/2019), suksesor iPhone SE ini akan mengusung layar berukuran 4,7 inci, dan akan ditenagai oleh prosesor Apple A13 serta ROM sebesar 128GB.

Sumber ini juga mengungkapkan bahwa Apple akan merilisnya pada Maret 2020 dan membanderolnya dengan harga mencapai USD 650 atau setara dengan Rp 9,1 jutaan.

{Baca juga: Gara-gara Ini, Puluhan Ribu iPhone Bekas Hancur Sia-sia}

Sebelumnya, terungkap bocoran desain iPhone XR terbaru yang akan dirilis di tahun ini. Smartphone itu diketahui akan memiliki tiga kamera belakang, sekaligus menjadi peningkatan yang signifikan daripada dua iPhone lain, iPhone XS dan XS Max.

{Baca juga: iPhone XR Versi 2019 Punya Tiga Kamera Belakang?}

Rumor kehadiran tiga kamera untuk iPhone XR akhirnya menimbulkan pertanyaan, yakni apakah Apple juga turut menaikkan harga dari iPhone ini? Well, Apple memang belum menjawabnya. Yang jelas tiga kamera belakang di trio iPhone 2019 memang sudah lama berembus.

Namun, sebelumnya disebut tiga kamera belakang hanya akan ada di dua seri iPhone premium. Nantinya, suksesor iPhone XR ini akan bernama iPhone XIR. Meski menjadi varian “terendah”, Apple tetap mengemasnya secara premium berkan body belakang berjenis frosted glass. (FHP)

Sumber: GSMArena

Asyik! Samsung Galaxy M20 Dapat Update, Apa yang Baru?

Telko.id, Jakarta – Samsung baru-baru ini merilis pembaruan sistem untuk Samsung Galaxy M20. Dalam pembaruan itu, Samsung mempercepat kecepatan charging untuk smartphone menengahnya tersebut.

Mengutip dari Tizen Help, Jumat (19/04/2019), pembaruan sebesar 73,53MB itu membawa peningkatan kecepatan charging Samsung Galaxy M20.

Pembaruan ini cukup mengherankan, karena sebenarnya Galaxy M20 diberikan teknologi fast charging 15W untuk mempercepat pengisian baterainya yang berkapasitas 5,000 mAh.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial}

Sehingga tidak jelas apa masalah charging yang diperbaiki oleh Samsung pada smartphone yang dibanderol Rp 2,7 jutaan di Indonesia ini.

Selain pembaruan untuk meningkatkan kecepatan charging, Samsung pun memberikan sejumlah peningkatan sistem dan patch keamanan terbaru, meski masih berjalan di Android 8.1 Oreo.

Samsung Galaxy M20 sendiri merupakan bukti bahwa brand sekelas Samsung juga harus mengikuti tren desain saat ini. Smartphone ini mengadopsi desain Infinity-V yang membuatnya mempunyai notch berbentuk waterdrop yang mungkin “terinspirasi” dari Oppo F9, Vivo V11 Pro, dan smartphone menengah lainnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy M20 vs Realme 3: Duel Smartphone Harga Rp 2 Jutaan}

Galaxy M20 pun memiliki bezel yang cukup tipis di tiap sisinya, yang mengelilingi layar besar berjenis PLS TFT berukuran 6,3 inci dengan resolusi Full HD+. Samsung menyematkan mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Exynos 7904, GPU Mali G71 MP2, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh.

Membahas soal kameranya, terdapat kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 13 MP aperture f/1.9 dan 5 MP lensa ultra-wide. Sementara kamera depan, beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0. (FHP)

Sumber: Tizen Help

Dirilis 24 April, Redmi Y3 Fokus ke Kamera Selfie

0

Telko.id, Jakarta – Setelah Redmi Note 7 dan Redmi 7, kini Redmi bersiap untuk merilis smartphone menengah lainnya di tahun ini lewat Redmi Y3Sub-brand Xiaomi tersebut memastikan akan meluncurkan Redmi Y3 pada 24 April mendatang di India.

Saat diluncurkan nanti, smartphone itu akan mengusung dua hal yang memang dibutuhkan oleh para pengguna smartphone menengah maupun Mi Fans (penggemar perangkat Xiaomi) saat ini, yaitu baterai besar dan kamera selfie yang mumpuni.

Lewat unggahan di akun Twitter Redmi India, brand ini mengkonfirmasi bahwa Redmi Y3 punya kamera depan dengan sensor 32MP yang ditempatkan pada notch berukuran kecil dengan desain waterdrop.

{Baca juga: Video Ini Pastikan Redmi Pro 2 punya “Kamera Berlubang”}

Kemudian, Redmi Y3 juga bakal ditopang oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh. Kapasitas sebesar itu merupakan peningkatan yang signifikan dibanding Redmi Y2 yang punya baterai 3,080 mAh saja.

Fitur lain dari Redmi Y3 juga terungkap lewat situs Amazon yang telah memberikan sekilas informasi soal smartphone ini. Dalam situs tersebut, smartphone itu akan diberi warna gradasi, sekaligus dilapisi oleh lapisan percikan untuk melindunginya dari tumpahan air.

{Baca juga: Redmi 7 Segera Diluncurkan di Indonesia, Catat Tanggalnya!}

Sebelumnya, Redmi memastikan akan menghadirkan Redmi 7 di Indonesia. Rencananya, Redmi akan merilis smartphone baru itu di pada akhir bulan April mendatang.

Hal ini dipastikan setelah Xiaomi Indonesia mengirimkan undangan peluncuran Redmi 7 kepada tim Telko.id. Dalam undangannya, smartphone ini disebutkan akan melenggang resmi pada 23 April mendatang. (FHP)

Layar Galaxy Fold Rusak, Samsung: Jangan Cabut Lapisan Layarnya!

0

Telko.id, Jakarta – Layar Galaxy Fold dilaporkan bermasalah, meski belum dijual secara resmi. Mengetahui kejadian tersebut, Samsung langsung memberikan keterangan resmi atas masalah pada smartphone lipat pertama mereka itu.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan akan menyelidiki unit Samsung Galaxy Fold yang rusak secara langsung walaupun masih belum bisa memberikan penjelasan soal kemungkinan penyebab utamanya.

“Sejumlah sampel Galaxy Fold telah disediakan kepada awak media untuk diulas. Kami menerima beberapa laporan mengetai layar pada sampel yang kami sediakan,” kata Samsung dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari GSMArena, Jumat (19/04/2019).

{Baca juga: Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?}

“Kami akan secara menyeluruh memeriksa unit-unit ini secara langsung untuk menentukan penyebabnya,” jelas mereka.

Selain itu, Samsung juga menekankan soal masalah yang terjadi pada layar Galaxy Fold akibat lapisan pelindung yang dilepas oleh sejumlah pengguna. Samsung menyatakan, lapisan pelindung itu dilarang untuk dilepas dengan alasan apapun.

“Secara terpisah, beberapa reviewer melaporkan telah melepas lapisan atas layar yang menyebabkan kerusakan. Layar utama Galaxy Fold punya lapisan pelindung atas yang merupakan bagian dari struktur tampilan yang dirancang untuk melindungi layar dari goresan yang tidak diinginkan,” papar Samsung.

“Melepas lapisan pelindung atau menambahkan lapisan lainnya dapat menyebabkan kerusakan. Kami akan memastikan informasi ini disampaikan dengan jelas ke pelanggan kami,” sambung perusahaan ini.

Sebelumnya, Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan pada Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphoneitu setelah dua hari menggunakannya. Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector. (FHP)

Samsung Langsung Respon Laporan Rusaknya Layar Galaxy Fold

0

Telko.id, Jakarta – Layar Galaxy Fold dilaporkan bermasalah, meski belum dijual secara resmi. Mengetahui kejadian tersebut, Samsung langsung memberikan keterangan resmi atas masalah pada smartphone lipat pertama mereka itu.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan akan menyelidiki unit Samsung Galaxy Fold yang rusak secara langsung walaupun masih belum bisa memberikan penjelasan soal kemungkinan penyebab utamanya.

“Sejumlah sampel Galaxy Fold telah disediakan kepada awak media untuk diulas. Kami menerima beberapa laporan mengetai layar pada sampel yang kami sediakan,” kata Samsung dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari GSMArena, Jumat (19/04/2019).

{Baca juga: Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?}

“Kami akan secara menyeluruh memeriksa unit-unit ini secara langsung untuk menentukan penyebabnya,” jelas mereka.

Selain itu, Samsung juga menekankan soal masalah yang terjadi pada layar Galaxy Fold akibat lapisan pelindung yang dilepas oleh sejumlah pengguna. Samsung menyatakan, lapisan pelindung itu dilarang untuk dilepas dengan alasan apapun.

“Secara terpisah, beberapa reviewer melaporkan telah melepas lapisan atas layar yang menyebabkan kerusakan. Layar utama Galaxy Fold punya lapisan pelindung atas yang merupakan bagian dari struktur tampilan yang dirancang untuk melindungi layar dari goresan yang tidak diinginkan,” papar Samsung.

“Melepas lapisan pelindung atau menambahkan lapisan lainnya dapat menyebabkan kerusakan. Kami akan memastikan informasi ini disampaikan dengan jelas ke pelanggan kami,” sambung perusahaan ini.

Sebelumnya, Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan pada Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphoneitu setelah dua hari menggunakannya. Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector. (FHP)

Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?

0

Telko.id, Jakarta – Layar Samsung Galaxy Fold dilaporkan bermasalah. Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan pada Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphone itu setelah dua hari menggunakannya.

Ia menjelaskan, mulanya ada tonjolan berukuran cukup kecil tepat di bagian tengah layar atau pada lipatan layar. Menurutnya, tonjolan itu menekan lipatan layar yang mengakibatkan panel OLED Galaxy Fold rusak.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

“Apapun yang terjadi, itu pasti bukan karena saya telah memperlakukan smartphone ini dengan buruk,” jelasnya.

“Saya sudah melakukan hal-hal biasa, seperti membuka dan menutup smartphone dan menyimpannya di saku,” sambung Bohn.

Ia beranggapan, tonjolan kecil pada layar yang merusak panel OLED Galaxy Fold karena adanya benda kecil yang mungkin masuk ke celah smartphone lipat pertama Samsung itu. Sehingga akan membuat lipatan layar menjadi tidak sempurna dan malah merupakan smartphone.

{Baca juga: Mainan Lipat Lego Ini “Lebih Canggih” dari Galaxy Fold}

Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector.

Smartphone ini dilengkapi dengan lapisan pelindung. Samsung mengatakan, Anda tidak seharusnya melepasnya. Saya melepasnya karena tidak tahu (konsumen juga tidak tahu). Ini tampak seperti dapat dilepas di sudut kiri, jadi saua melepasnya. Saya percaya ini menjadi penyebab masalah,” ucapnya.

{Baca juga: Corning Siapkan Lapisan Gorilla Glass Khusus Smartphone Lipat}

Dilaporkan, kemungkinan unit review yang diterima tidak menyertakan catatan peringatan pada smartphone, seperti unit ritel Galaxy Fold yang akan dijual Samsung ke konsumen. Catatan itu berisi peringatan agar pengguna tidak melepas lapisan pelindung di smartphone.

Akan tetapi, peringatan itu tidak menjawab permasalahan yang dialami oleh Dieter Bohn dan Steve Kovach yang mengaku tidak melepas lapisan layar Galaxy Fold. (FHP)

Sumber: The Verge

Mengintip Tugas Donna Agnesia Sebagai Duta Extramarks Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Presenter dan pemain film Donna Agnesia resmi menjadi brand ambassasdor Extramarks Indonesia. Lewat perannya ini, Donna akan memperkenalkan lebih jauh mengenai solusi belajar digital 360 derajat kepada masyarakat luas.

Diungkapkan Country Manager Extramarks Indonesia, Fernando Uffie, masuknya Donna Agnesia sebagai bagian dalam keluarga besar Extramarks Indonesia ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para ibu-ibu bekerja di seluruh Indonesia dalam mendidik putra-putrinya.

“Kami menilai Donna Agnesia sangat sesuai dengan segmen pasar yang akan kamis sasar,” kata Uffie, melalui keterangan resmi, Kamis (18/04/2019).

Seperti diketahui, Donna Agnesia sendiri merupakan seorang ibu bekerja dengan tiga orang anak yang sangat peduli dengan pendidikan. Kondisi ini mau tak mau harus membuatnya selalu sigap dalam memantau anak-anak. Baik itu ketika ia sedang berada di rumah ataupun sedang bekerja di luar rumah. Bukan persoalan mudah, pastinya. Dan hal ini pun banyak dialami oleh ibu-ibu bekerja lainnya di Indonesia.

“Sebelum menggunakan solusi belajar digital 360 derajat, saya selalu memantau anak-anak dengan menghubungi ‘nanny’ yang menjaga mereka. Saya khawatir anak-anak terlalu banyak bermain, lupa belajar sehingga nanti ketinggalan pelajaran sekolahnya. Soalnya, menurut saya pendidikan adalah nomor satu. Sekarang masih juga, tetapi bukan lagi urusan belajar anak-anak. Untuk urusan belajar saya sudah bisa memantaunya melalui laptop, tablet, maupun smartphone,” ungkap Donna.

Donna menambahkan, dengan solusi dari Extramarks Indonesia, ia kini benar-benar bisa memantau anak-anak lebih dalam lagi. Mulai dari waktu yang digunakan untuk belajar, mata pelajaran, materinya tentang apa dan hasil jawabannya bagaimana ketika mereka melakukan tes. Jadi progress belajar anak selalu bisa dipantau.

“Menurut saya solusi belajar digital 360 derajat ini penting untuk disebarluaskan, karena memang akan sangat membantu para ibu-ibu bekerja dalam memantau pendidikan putra-putrinya,” imbuh Donna.

Insipirasi ini juga yang ingin disampaikan oleh Exramarks Indonesia sebagai perusahaan yang menawarkan solusi belajar digital 360 derajat. Harapannya agar dapat membantu para ibu bekerja dalam memantau pendidikan putra-putrinya.

Sebagai brand ambassador, Extramarks Indonesia akan melibatkan Donna Agnesia dalam berbagai kegiatan Below The Line (BTL), termasuk sosialisasi dan edukasi di media sosial. Donna diharapkan dapat mengenalkan produk Extramarks ke lebih banyak ibu-ibu bekerja di Indonesia.