spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1248

Waduh, Karyawan Developer League of Legends Ancam Mogok Kerja

 Telko.id, Jakarta – Developer game League of Legends, Riot Games masih belum terbebas dari masalah internal di perusahaan mereka. Beberapa waktu lalu, Riot Games tersandung kasus diskriminasi gender. Baru mencoba menyelesaikannya, mereka malah mendapat ancaman mogok kerja dari karyawannya.

Ketika sedang melakukan upaya mencegah agar pegawai tak menggugat hukum ke pengadilan terkait kasus diskriminasi, developer ini justru mendapat ancaman dari para karyawannya. Mereka mengancam mogok kerja massal.

Menurut laporan DoteSport, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (03/05/2019), mereka kecewa dengan penuntasan kasus diskriminasi gender oleh RIot Games.

{Baca juga: Riot Games Rekrut Ahli Budaya Kerja, untuk Apa?}

Mereka menilai, upaya perusahaan mencegah dua pegawai wanita menempuh mediasi secara arbitrase hanyalah usaha untuk menyelamatkan diri saja.

Para karyawan menganggap pimpinan perusahaan tidak menunjukkan sikap tanggung jawab atas kasus itu. Sebaliknya, mereka seolah ingin cuci tangan dengan melakukan upaya-upaya tak prosedural.

Meski pihak Riot Games telah meminta maaf, namun para karyawan tidak bisa menerimanya. Sehingga, para karyawan sudah sejak beberapa bulan lalu menyusun rencana aksi mogok yang bakal dilakukan pada 6 Mei 2019.

{Baca juga: Gara-gara Budaya Perusahaan, Dua Karyawan Riot Games Keluar}

Mereka bahkan tak peduli dengan risiko pemecatan. Para karyawan menegaskan, aksi mogok akan berhenti jika pihak perusahaan menganulir soal pencabutan paksa arbitrase selambat-lambatnya dalam enam bulan ke depan. Mereka juga meminta perusahaan tak melakukan aksi serupa saat ada kasus lain.

Beberapa karyawan tidak bersedia memberikan konfirmasi lebih lanjut soal aksi mogok tersebut. Seorang karyawan mengaku mendukung penuh keputusan itu, meski ia belum memastikan ikut mogok kerja. (BA/FHP)

Sumber: Dot Esports

Industri Game di Korea Selatan Terancam Gara-gara WHO?

Telko.id, Jakarta – Korea Selatan tak terima dengan pernyataan WHO, bahwa kecanduan game bisa memicu gangguan jiwa. Sebab, pemerintah Korea Selatan menilai pernyataan WHO itu bisa mengancam masa depan industri game domestik.

Alhasil, pemerintah pun meminta WHO untuk menarik pernyataan tersebut. Mengutip dari Asia One, Jumat (03/05/2019), pemerintah Korea Selatan mengirimkan surat kepada WHO untuk mengkaji penelitian terkait dampak adiksi bermain game.

Kalau tidak, bisnis game di Negeri Gingseng itu bakal kehilangan pemasukan USD 9,45 miliar atau Rp 134 triliun.

{Baca juga: Catat! Ini Pedoman WHO Soal Pemakaian Gadget untuk Anak-anak}

Bukan hanya mengirimkan surat ke WHO, pemerintah juga bekerja sama dengan Konkuk University untuk melakukan riset soal kecanduan game. Hasilnya, menurut mereka, remaja jadi kecanduan game gara-gara stres dan tertekan oleh kebijakan orang tua.

Bisnis game di Korea Selatan memang cukup menggiurkan. Pada 2016 misalnya, angkanya mencapai 10,9 triliun won atau Rp 133,2 triliun. Jumlah itu akan melonjak naik menjadi 13,7 triliun won atau Rp 167,4 triliun pada tahun ini.

{Baca juga: Asosiasi Game Lobi WHO Batalkan “Penyakit Kecanduan Game”}

Selama ini, Korea Selatan merupakan pasar terbesar kelima di dunia untuk industri game setelah Amerika Serikat, China, Jepang, dan Inggris. Lebih dari 60 persen dari total 50 juta penduduk di sana sangat menyukai bermain game. (BA/FHP)

Sumber : Asia One

Uji Coba Terakhir, Roket New Shepard Terbangkan Manusia ke Bulan

Telko.id, JakartaBlue Origin, perusahaan luar angkasa milik Jeff Bezos, telah menyelesaikan uji coba peluncuran roket New Shepard pada Kamis (02/05) pagi waktu setempat, dari Texas, Amerika Serikat.

Roket tersebut membawa 38 muatan berupa dokumen penelitian dan pengembangan ke tepi ruang angkasa dalam misi yang berlangsung hanya lebih dari 10 menit.

Roket New Shepard mendorong kapsul ke ketinggian hingga 346.406 kaki atau lebih dari 100 kilometer dari daratan bumi.

{Baca juga: Blue Origin Siap Lepas Landas Bawa 38 Muatan}

Menurut laporan CNBC, seperti dikutip Telko.id, Jumat (03/05/2019), data awal menunjukkan bahwa roket meluncur dengan performa hampir tiga kali kecepatan suara.

Uji coba ini sendiri merupakan bagian terakhir sebelum Amazon mulai menjual tiket dan mengirim manusia ke luar angkasa. Asal tahu saja, Bezos memang punya mimpi untuk menjalankan misi eksplorasi luar angkasa dengan membawa manusia ke bulan.

Untuk mencapai tujuannya, Bezos bahkan menambah nilai investasi untuk proyek misi luar angkasa Blue Origin pada 2019. Ia merogoh kocek sebesar USD 1 miliar atau lebih kurang Rp 15,2 triliun untuk pengembangan perusahaan antariksa miliknya itu.

{Baca juga: Blue Origin Ungkap Harga Tiket Wisata ke Bulan, Berminat?}

Kini, Blue Origin punya tantangan yang sama dengan yang dihadapi oleh SpaceX besutan Elon Musk. Bahkan, kesamaan pengelolaan mereka telah terjadi selama 25 tahun terakhir.

Roket New Shepard bakal membantu perusahaan bersaing secara langsung dengan Virgin Galactic milik pebisnis Richard Branson di pasar pariwisata luar angkasa suborbital. Mereka pun bersaing dengan roket milik SpaceX. (SN/FHP)

Sumber: CNBC

Tumblr, Peninggalan Yahoo Lainnya yang akan Dilego oleh Verizon

Telko.id, JakartaVerizon dilaporkan akan jual Tumblr, aplikasi mikroblogging yang memungkinkan pengguna untuk berbagi foto. Hal ini dibenarkan oleh CEO Verizon, Hans Vestberg, yang mengatakan bahwa perusahaan akan melego Tumblr.

Keputusan Verizon untuk menjual aplikasi itu merupakan lanjutan dari keputusan pada tahun lalu. Ya, tahun lalu Verizon menjual aplikasi Flickr dengan harga dirahasiakan.

Flickr dibeli oleh Yahoo pada 2005 dengan harga USD 20 juta atau Rp 285 miliar. Situs tersebut otomatis menjadi milik Verizon, sepaket dengan akuisisi Yahoo yang dilakukan Verizon.

{Baca juga: Dari Lucu Sampai Bikin Ngeri, Yuk Intip 7 Postingan Tumblr Ini!}

Sekadar informasi, Juni 2013 silam, Yahoo memutuskan membeli Tumblr seharga USD 1,1 miliar atau Rp 15,7 triliun. CEO Yahoo, Marissa Mayer berpikir bahwa akuisisi itu bisa menarik banyak pengguna muda ke Yahoo.

Tapi tiga tahun kemudian, Yahoo “berpasrah diri” ke Verizon dengan nominal pembelian sebesar USD 4,5 miliar atau Rp 64,2 triliun. Meski demikian, belum diketahui pasti mengapa Verizon memutuskan untuk menjual Tumblr.

Tapi dikutip Telko.id dari Phone Arena, Jumat (03/05/2019), penyebabnya adalah jumlah pengguna Tumblr terus anjlok, apalagi setelah konten dewasa dilarang nongol di platform pada Desember 2018 lalu. Kemudian, Verizon juga ingin fokus mengembangkan Oath, dan ingin meningkatkan performa unit bisnis mereka yang lainnya.

{Baca juga: Kembali ke App Store, Konten Tumblr Kini Dibatasi}

Selain itu, aplikasi tersebut juga pernah bermasalah dengan Apple setelah dilarang kehadirannya di App Store. Ya, beberapa waktu lalu Tumblr diblokir di App Store karena terdapat beberapa gambar terkait pornografi anak. Kurang dari sebulan kemudian, aplikasi ini berbenah sehingga bisa nongol lagi di etalase aplikasi iOS. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Satelit SATRIA Senilai Rp 21.4 Triliun Demi Melayani Internet Di Daerah 3T

Telko.id – Palapa Ring yang di bangun pemerintah melalui departemen Komunikasi dan telekomunikasi tidak bisa menjangkau semua daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Itu sebabnya, pemerintah akan mulai membangun satelit melalui proyek Proyek Satelit Multifungsi (SMF) Satelit Republik Indonesia (SATRIA).

“Satelit SATRIA ini menjadi solusi bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh Proyek Palapa Ring. Satelit ini diperutukan untuk pemerintah. sekolah, puskesmas, kantor desa, korsamil, polsek yang membutuhkan akses internet,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat memberikan sambutan dalam Penandatangan Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Penjaminan, dan Perjanjian Regres Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Satelit Multifungsi di Museum Nasional Jakarta, Jumat (03/05/2019).

Proyek SATRIA ini memiliki kapasitas 150 Gbps yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite(HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Cakupan layanan SATRIA akan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh wilayah Indonesia.

Di mana nantinya, SATRIA ini akan digunakan untuk memberikan layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, administrasi pertahanan dan keamanan, serta pemerintahan daerah di seluruh wilayah Indonesia terhubung dengan internet.

“Dari 150 ribu titik ini kita membutuhkan 150 ribu antena, namun dengan catatan tidak boleh di bangun di Pulau Jawa tapi kita harus distribusikan ke daerah. Mungkin ada lima lokasi dengan 30 ribu masing-masing. Dengan skala ekonomi cukup ini akan menunjang pengembangan ekonomi daerah, berikan otonomi kepada daerah jangan hanya berpusat di Jawa,’ jelas Rudiantara.

Lebih lanjut Menteri Rudiantara menjelaskan bahwa Satelit SATRIA ini berbeda dengan satelit lainnya karena didesain khusus untuk internet. “Satelit ini didesain khusus untuk internet tidak untuk yang lain seperti satelit yang dioperasikan oleh BRI, Telkom, Indosat, dan PSN. Kalau satelit lain digunakan untuk komunikasi, TV dan broadcasting, satelit SATRIA hanya untuk internet. Karena kita memasuki era digital dimana kebutuhan internet makin lama makin besar,” lanjutnya.

Konstruksi SATRIA akan dimulai pada akhir tahun 2019 dan ditargetkan selesai dan bisa diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2022.  Pada tahun 2023 diharapkan SATRIA dapat beroperasional untuk mendukung konektivitas layanan publik.

Terbesar di Asia 

Proyek SATRIA menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment/AP) selama 15 tahun masa konsesi dengan nilai total Rp 20,68 Triliun (Rp399,31 Miliar dan USD70,5 juta per tahun) yang meliputi nilai CAPEX, OPEX, dan perhitungan pengembalian investasi yang wajar. Pembayaran AP akan menggunakan anggaran di dalam lingkungan Kominfo.

“SATRIA sendiri menjadi satelit pertama di Asia yang terbesar, sedangkan di dunia menjadi nomor 5 (lima) dari sisi kapasitas. Angka 21 triliun ini adalah angka untuk membangun, meluncurkan, mengoperasikan dan memilihara dalam waktu 15 tahun,” ujar Menteri Rudiantara.

Proyek Satelit SATRIA ini didukung penuh dan dimonitor oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berperan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto menjelaskan  Proyek SMF SATRIA menjadi proyek keempat yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Saya mengapresiasi Kementerian Kominfo karena satelit multifungsi ini menjadi proyek keempat yang mengimplementasikan skema KPBU. Ke depan kita berharap proyek ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dampak proyek SATRIA terhadap perekonomian juga akan dapat dirasakan melalui peningkatan online link dan jaringan komunikasi secara signifikan untuk UKM Transactional Center, proses e-Office, menurunkan biaya operasional, serta mempercepat dan memperbaiki layanan.

Selain itu, satelit juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan jasa keuangan, informasi pasar, bisnis dan kegiatan lainnya yang akan secara nyata mendorong perekonomian regional dan nasional.

Proses pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek SMF SATRIA dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo. Sebagai penjamin PT PII dan didukung pula oleh konsorsium yang terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera telah ditetapkan sebagai pemenang, serta telah membentuk PT Satelit Nusantara Tiga pada 26 April 2019 lalu. (Icha)

Parah Banget, TV Kabel Ini Tayangkan Avengers: Endgame Bajakan

Telko.id, Jakarta – Tak lama setelah tayang, Avengers: Endgame bajakan kini tersebar luas lewat internet. Meski demikian, animo penonton untuk menyaksikannya di bioskop tak surut.

Ada alasan khusus kenapa keberadaan bajakan dari sekuel Avengers: Infinity Wars itu tak memengaruhi jumlah penonton di sinema. Alasannya, kualitas tayangan bajakan film itu sangatlah buruk. Maklum, bajakan tersebut hanya hasil rekaman.

Yang membuat konyol, layanan TV kabel di Filipina tak belajar dari pengalaman. Alih-alih menyedot penonton, ia justru bisa kena urusan hukum. TV kabel itu menayangkan Avengers: Endgame versi bajakan di rumah-rumah pelangggan.

{Baca juga: Awas Spoiler! Detik-detik Pixel 3 jadi Bintang di Avengers: Endgame}

Adalah Orient Cable, nama TV kabel tersebut yang memutar versi bajakan cuma sehari setelah film Avengers resmi tayang di Filipina. Kontan, keputusan Orient Cable memutar Avengers: Endgame versi rekaman amatir menuai cibiran.

Menurut Ubergizmo, para pelanggan protes kenapa Orient Cable membocorkan alur Avengers: Endgame. Padahal, film itu baru diputar sehari di Filipina. Lebih-lebih, Orient Cable memutarnya secara ilegal dengan kualitas yang sangat buruk.

Dikutip Telko.id, Jumat (03/05/2019), layanan TV kabel itu pun akhirnya digugat oleh rumah produksi Teatro de Dapitan, sekaligus melaporkannya juga ke pihak kepolisian. Akan tetapi, seolah tidak kapok dengan perbuatannya, Orient Cable malah menayangkan film bajakan lain, yaitu Captain Barbel.

{Baca juga: Pria Ini Babak Belur Dihajar Penonton Avengers: End Game}

Sampai sekarang, Disney belum bersikap terkait penanyangan Avengers: Endgame versi bajakan oleh sejumlah pihak, termasuk Orient Cable. Tampaknya, mereka masih menghitung pemasukan besar yang didapat dari Avengers: Endgame. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Selamat! Mortal Kombat dan Solitaire Masuk “Hall of Fame”

Telko.id, Jakarta – Game dengan genre Arcade, Mortal Kombat masuk ke dalam daftar World Video Game Hall of Fame bersama Colossal Cave Adventure, Super Mario Kart, dan Solitaire. Keempatnya berpredikat game bersejarah karya Microsoft.

Para penilai merasa salut atas dampak empat video game itu terhadap budaya dunia. Mortal Kombat dkk juga dinilai tetap punya popularitas meski waktu dan perkembangan teknologi maupun game berjalan bergitu cepat.

“Mortal Kombat hadir pada 1992. Game tersebut sempat menuai kritik lantaran menampilkan permainan mengerikan. Mortal Kombat mempertontonkan praktik penyiksaan,” kata Senator Joseph Lieberman pada 1993 silam.

{Baca juga: Microsoft Penuhi Janji Campakkan Kreator Minecraft}

“Mortal Kombat menghadirkan pula banyak sekuel,” kata kurator game digital, Andrew Borman, seperti dilansir New York Post.

Acara penghargaan World Video Game Hall of Fame berlangsung di The Strong Museum di Rochester, Amerika Serikat. Ajang itu mengapresiasi berbagai jenis permainan elektronik untuk platform konsol maupun smartphone.

Dikutip Telko.id, Jumat (03/05/2019), siapapun dapat mengusulkan nama game yang pantas masuk daftar. Semua usulan yang masuk dinilai oleh juri, yang terdiri atas jurnalis, cendekiawan, dan para pakar di bidang video game.

{Baca juga: Penjualan PlayStation 4 Lebih Cepat Ketimbang Nintendo Wii}

Solitaire mendapat kehormatan tertinggi karena membantu mendorong pertumbuhan pasar permainan kasual. Sejak debut pada 1991 di Windows 3.0, Solitaire telah diinstal di lebih dari satu miliar komputer di seluruh dunia. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Mau Diluncurkan, Asus Kasih Bocoran Desain Zenfone 6

0

Telko.id, Jakarta – Kurang dari 2 minggu lagi, Asus Zenfone 6 bakal melenggang secara resmi di sebuah acara khusus di Valencia, Spanyol. Menjelang peluncurannya, Asus membagikan teaser yang memperlihatkan mockup desain dari Zenfone 6.

“Merangkul revolusi yang luar biasa. #ZenFone6 #DefyOrdinary,” kata Asus lewat akun Twitter resminya.

Konsep desain smartphone terbaru Asus yang dibagikan memperlihatkan bahwa smartphone tersebut tidak lagi mengadopsi desain fullscreen dengan notch atau poni.

{Baca juga: Catat! Ini Tanggal Peluncuran Asus ZenFone 6}

Smartphone suksesor Zenfone 5 ini punya desain benar-benar fullscreen dengan bezel yang tipis di tiap sisinya.

Tidak nampak adanya frame kamera di bagian atas smartphone, sehingga bisa jadi Asus Zenfone 6 bakal mengusung konsep kamera pop-up mekanik seperti Oppo F11 Pro atau Vivo V15.

Hingga kini, belum diketahui persis seperti apa spesifikasi dari smartphone itu. Tapi sebelumnya, smartphone flagship Asus ini akan hadir dengan menggunakan RAM 6GB, dan ROM 128GB.

Diprediksi, akan muncul varian tertinggi dengan RAM 8GB serta ROM 256GB. Di sisi sistem operasi, Zenfone 6 telah berjalan di sistem operasi ZenUI versi terbaru berbasis Android 9 Pie.

{Baca juga: Pakai Snapdragon 855, Ini Bocoran Spek Asus Zenfone 6}

Asus bisa jadi akan menyematkan layar berukuran besar untuk Zenfone 6. Meski ukurannya belum dikonfirmasi, namun resolusi layar yang digunakan adalah Full HD+ atau 1080 x 2340 piksel.

Dilaporkan juga, smartphone itu akan ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, dan ditenagai oleh baterai dengan teknologi fast charging 18W. (FHP)

Kominfo Temukan 486 Konten Hoaks, Mayoritas Isu Politik

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengindentifikasi konten hoaks sepanjang bulang April 2019. Hasilnya sebanyak 486 hoaks berhasil diidentifikasi sepanjang masa Pemilu 2019 tersebut.

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu pihaknya menelusuri konten hoaks melalui mesin AIS. Dari hasil penelusuran mesin tersebut, tercatat jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian terus meningkat menjelang hari pencoblosan 17 April 2019.

Jumlag konten hoaks atau berita palsu ternyata jumlah semakin bertambah pasca pencoblosan, dengan mayoritas konten hoaks adalah terkait masalah politik. “Dari  486 hoaks selama April 2019 tersebut, terdapat 209 hoaks kategoti politik,” kata Ferdinandus Setu.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Jumat (03/05/2019), jika diakumulasikan sejak Agustus 2018,  total hoaks kategori politik yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 620 hoaks.

{Baca juga: Kominfo Temukan 1.645 Konten Hoaks Terkait Pemilu 2019}

Mirisnya seakan mengikuti euforia Pemilu 2019, hoaks yang beredar justru menyerang penyelenggara dan peserta pemilu mulai dari tingkat pemilihan capres-cawapres sampai calon legislatif.

“Hoaks politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu,” tambah Ferdinandus.

Adapun total jumlah hoaks yang dikais, diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kominfo menjadi 1.731 hoaks pada periode yang sama yakni Agustus 2018 sampai dengan April 2019. Jumlahnya terus bertambah setiap bulan dan isu politik masih menjadi urutan pertama.

{Baca juga: KPU Jadi Target Serangan Konten Hoaks}

“Hoaks kategori politik mendominasi di angka 620 item disusul 210 hoaks kategori pemerintahan, 200 hoaks kategori kesehatan, 159 hoaks terkait fitnah, 113 hoaks terkait kejahatan dan sisanya hoaks terkait isu agama, bencana alam, mitos, internasional  dan isu lainnya,” ujar Ferdinandus.

Terakhir Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545. [NM/HBS]

Hasil RUPS 2019, Susunan Direksi Indosat Ooredoo Berubah

0

Telko.id – PT Indosat Tbk (“Indosat Ooredoo” atau “Perseroan”) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST” atau ”Rapat”) di Kantor Pusat Perseroan (03/05).

Dalam rapat tersebut ada beberapa agenda. Pertama, menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kedua, Menyetujui penetapan remunerasi Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2019. Ketiga, menyetujui penunjukan Auditor Independen Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

Keempat, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018, Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019. Kelima, menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan dan keenam, menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan mengenai perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan.

Selain itu, RUPST juga menyetujui penunjukan Bapak Chrisna A. Wardhana sebagai akuntan publik Perseroan dan Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan/anggota jaringan kantor PwC (”PwC”) sebagai Kantor Akuntan Publik Perseroan untuk tahun 2019.

RUPST menetapkan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk periode sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2020 (sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan) adalah sebagai berikut:

  1. Bapak Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed, Komisaris Utama
  2. Bapak Hans Anthony Kuropatwa, Komisaris
  3. Bapak Hilal Suleiman Malawi, Komisaris
  4. Bapak Heru Pambudi, Komisaris
  5. Bapak Afini Boer, Komisaris
  6. Bapak Andrew Tor Oddvar Kvålseth, Komisaris
  7. Bapak Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, Komisaris
  8. Bapak Syed Maqbul Quader, Komisaris Independen
  9. Bapak Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen
  10. Bapak Wijayanto Samirin, Komisaris Independen

Dan susunan anggota Direksi Perseroan untuk periode sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2020 (sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan) adalah sebagai berikut:

  1. Bapak Chris Kanter,  Direktur Utama
  2. Bapak Eyas Naif Saleh Assaf, Direktur
  3. Bapak Arief Musta’in, Direktur
  4. Bapak Vikram Sinha, Direktur
  5. Bapak Irsyad Sahroni,  Direktur Independen

Laporan Tahunan Perseroan tahun 2018 mengangkat tema “LEADing Through Trust”, dimana dalam menghadapi era industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, perusahaan berkomitmen untuk memimpin dengan cara membangun kepercayaan pelanggan melalui perilaku terpercaya, transparan dan dapat diandalkan sehingga meningkatkan keterlibatan pelanggan dengan kami menuju pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Sebagai informasi tambahan, PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo hanya mencatat pendapatan sebesar Rp23,14 triliun sepanjang 2018 anjlok 23% dibandingkan periode 2017 sebesar Rp29,92 triliun.

Dikutip dari laporan keuangan induk usahanya, Ooredoo, Indosat sepanjang 2018 memiliki Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sebesar Rp7,67 triliun turun 43,9% dibandingkan periode 2017 sebesar Rp13,69 triliun.

EBITDA marjin sepanjang 2018 hanya 33% turun dibandingkan 2017 sebesar 46%.

Indosat sepanjang 2018 memiliki 58 juta pengguna dengan Average Revenue Per User (ARPU) campuran sekitar Rp23 ribuan.

Dalam rilisnya, Ooreddo menyatakan kinerja anak usahanya di Indonesia dipengaruhi oleh peraturan pemerintah tentang registrasi kartu perdana prabayar berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Ooredoo menegaskan anak usahanya akan meningkatkan investasi dalam pengembangan jaringan terutama di luar Jawa, pergeseran strategi penjualan dari push ke market pull, dan disiplin dalam pengeluaran.

Ooredoo Group memiliki 115 juta pelanggan dari semua wilayah operasinya dimana Indosat Ooredoo menyumbang 50% pengguna.(Icha)