spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1219

Spotify Uji Coba Fitur Storyline untuk Musisi, Seperti Apa?

Telko.id, Jakarta – Sebuah fitur baru disebut-sebut tengah diuji soba oleh Spotify. Dipanggil Storyline, fitur ini memungkinkan para musisi berbagi konten bergaya stories kepada penggemar.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Selasa (14/05/2019), Storyline sedang dalam pengujian untuk beberapa pengguna Android dan iOS. Sayangnya, Spotify tidak memberi tahu kapan fitur ini akan tersedia secara luas.

“Perusahaan selalu menguji pengalaman baru,” ucap pihak Spotify.

Penambahan fitur itu akan memberikan Spotify konten diluar album dari musisi secara eksklusif. Para musisi bisa menceritakan kisah mengenai lagu yang mereka buat. Jika benar-benar dirilis, fitur Stories di Spotify bisa membuat aplikasi lebih relevan untuk generasi milenial yang senang dengan fitur berbagi cerita.

{Baca juga: Merasa Dipalak, Spotify Tuntut Apple ke Uni Eropa}

Selain itu, fitur ini juga secara tidak langsung bisa membuat Spotify lebih unggul dari Apple Music yang sebatas memberikan catatan editor dan wawancara di Beats 1 kepada musisi terkait lagu yang mereka ciptakan.

Spotify pada awal tahun 2019 memang sedang melakukan uji coba terhadap beberapa fitur baru. Sebelumnya, layanan streaming musik ini juga sedang menguji coba fitur blokir di perangkat iOS. Ini memungkinkan pengguna memblokir musisi tertentu, yang musiknya tidak ingin didengar.

{Baca juga: Spotify Uji Coba Fitur untuk Blokir Musisi}

Fitur ini akan memastikan artis yang akan diblokir tidak akan muncul di Personal Library, Playlists, Curated Playlists, Charts, Radio dan fitur lainnya. Anda bahkan tidak bisa memutar trek secara manual dari artis yang diblokir sehingga pengguna lain tidak dapat mengontrol Anda dengan menyalakan lagu yang Anda benci di akun Anda. [NM/IF]

Tiga Operator Ini Kena Semprit Gara-gara Diskon Smartphone 5G

Telko.id, Jakarta – Smartphone 5G seperti Samsung Galaxy S10 5G dan LG V50 ThinQ telah hadir di pasaran, meski dibanderol dengan harga yang mahal. Itu membuat para konsumen berpikir dua kali untuk membelinya. Guna menyiasatinya, tiga operator telko asal Korea Selatan (Korsel) memberlakukan diskon alias potongan harga.

Namun, niat baik mereka justru tak berjalan mulus. Kebijakan memberlakukan diskon untuk perangkat baru ternyata menyalahi aturan otoritas Korsel. SK Telecom, KT, dan LG Uplus pun mendapat surat peringatan dari otoritas terkait.

{Baca juga: Galaxy S10 5G Terbakar, Samsung Ogah Ganti Rugi}

Menurut laporan Venture Beat, seperti dikutip Telko.id, Selasa (14/05/2019), tiga operator lokal tersebut ketahuan menawarkan Samsung Galaxy S10 5G dan LG V50 ThinQ dengan harga sangat terjangkau, bahkan cenderung tidak masuk akal.

Saat Samsung Galaxy S10 5G tersedia di pasar, operator seluler LG Uplus langsung memberi diskon 35 persen. Dengan kata lain, konsumen membayar lebih murah USD 400 atau sekitar Rp 5,7 juta dari harga normal di pasar Korsel sebesar USD 1.115 atau setara Rp 16 jutaan.

{Baca juga: Selamat! Samsung Galaxy S10 5G jadi Smartphone Kamera Terbaik}

Begitu pula SK Telecom, menyediakan subsidi sebesar USD 460 atau Rp 6,6 juta. Demikian ketika LG V50 ThinQ meluncur ke pasar Korsel dengan harga USD 1.000 atau lebih kurang Rp 14,4 juta. Tiga operator tersebut juga menggeber diskon yang tidak masuk akal. (SN/FHP)

Sumber: Venture Beat

Twitter Akui Ada Bug Penyebar Info Lokasi di Aplikasi

Telko.id, Jakarta – Sebuah gangguan ditemukan Twitter di platform-nya baru-baru ini. Hal ini diungkap perusahaan di situs resminya, bahwa mereka telah menemukan bug yang tidak sengaja mengumpulkan dan membagikan data lokasi pengguna yang menggunakan iOS ke salah satu mitra.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (14/05/2019), Twitter tidak merinci terkait bug yang dimaksud, namun mereka menjamin bahwa data yang berada di mitra mereka telah dihapus.

“Kami telah memperbaiki masalah ini dan bekerja keras untuk memastikan itu tidak terjadi lagi,” tulis Twitter.

{Baca juga: Tegas! Twitter Hapus 166 Ribu Akun Penyebar Konten Terorisme}

Twitter juga mengaku telah berkomunikasi dengan orang-orang yang akunnya terkena dampak untuk memberitahu bahwa bug telah diperbaiki. “Kami mengundang Anda untuk memeriksa pengaturan privasi Anda untuk memastikan Anda hanya berbagi data yang Anda inginkan dengan kami,” tambahnya.

Tidak jelas apakah pengumuman ini cukup untuk menenangkan pengguna atau tidak, yang pasti privasi lokasi tampaknya menjadi subjek yang sensitif sehingga masih harus dilihat apakah akan ada dampak lebih lanjut dari kasus ini. Sementara itu, Anda  bisa meninjau beberapa pengaturan privasi di Twitter agar akun Anda lebih aman dan terjaga privasinya.

{Baca juga: Bug di Twitter Tampilkan Cuitan Orang Lain di Linimasa}

Masalah Bug sebenarnya juga sempat menghantui Twitter pada tahun lalu. Awalnya pengguna Twitter bernama akun @TappyPaws menemukan sekelompok cuitan tentang politik di linimasa akun miliknya. Ternyata, menurut Twitter, ada bug yang bertebaran di akun pengguna.

Kepada Engadget, seperti dilansir Ubergizmo pada Kamis (6/9/2018), jurubicara Twitter berani memastikan bahwa perusahaan sedang tidak melakukan uji coba fitur apapun di linimasa para pengguna.

Ia kemudian menyebut, di linimasa pengguna kemungkinan terdapat bug yang bisa menyebar ke akun lain. “Kami sedang mengecek dan berupaya keras untuk membersihkan gangguan yang ada,” paparnya. [NM/IF]

Amazon Tawarkan Ratusan Juta Bagi Karyawan yang Berhenti?

Telko.id, Jakarta – Sebuah tawaran menarik dilayangkan Amazon bagi para karyawannya. Betapa tidak, perusahaan memberi kesempatan bagi karyawan yang ingin berhenti, demi membuka bisnis pengiriman paket Amazon. Nantinya, perusahaan akan memberikan uang sebesar USD 10.000 atau Rp144,4 juta sebagai biaya awal bisnis mereka.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (14/05/2019), Amazon berupaya membangun layanan pengiriman satu hari kepada pelanggan baru tanpa persyaratan pembelian minimum. Maka untuk mempercepat pembangunan kapasitas itu, Amazon menawarkan bisnis yang unik itu bagi para karyawan.

Bukan saja akan memberikan biaya awal untuk karyawan yang diterima dalam program tersebut, dan kemudian berhenti dari pekerjaannya, Amazon juga akan tetap membayar gaji karyawan tersebut selama tiga bulan pertama pasca berhenti.

Penawaran ini berlaku kepada sebagian besar karyawan paruh waktu dan penuh waktu di perusahaan tersebut. Pekerja gudang yang mengemas dan mengirimkan pesanan, juga dapat mengikuti tawaran Amazon ini.

{Baca juga: Curi Apple Watch, Empat Karyawan Amazon Diciduk Polisi}

Amazon belum mengatakan berapa banyak karyawan yang diharapkan akan menerima tawaran ini. Ini merupakan perpanjangan dari program yang diluncurkan Amazon tahun lalu yang memungkinkan orang meluncurkan bisnis pengiriman Amazon independen.

Amazon sendiri dikenal sebagai perusahaan yang tidak memiliki hubungan terlalu baik dengan karyawan. Aksi protes disusul mogok kerja berkali-kali menjadi bukti. Kali ini, aksi tersebut digelar di fasilitas Amazon di Minnesota, Amerika Serikat oleh pekerja yang diorganisir kelompok masyarakat Afrika Timur, Awood Center.

{Baca juga: Karyawan Amazon Kembali Mogok Massal, Ada Apa Lagi?}

Sebelumnya, seperti dilaporkan Gizmodo, kelompok ini telah meminta para petinggi perusahaan untuk melakukan negosiasi pada bulan November dan melakukan protes massal di luar fasilitas mereka sebulan kemudian. Sekarang, Awood yang mayoritas terdiri dari pekerja di departemen penyimpanan di fasilitas MSP1 di Shakopee, Minnesota, memutuskan untuk mogok massal. [NM/IF]

Hati-hati! Ada Spyware di Fitur WhatsApp Call

Telko.id, Jakarta – Fitur WhatsApp Call tidak sepenuhnya aman. Hal ini dikonfirmasi WhatsApp dan pengembang perangkat lunak pembuat spyware asal Israel, NSO Group Technologies, yang mengatakan bahwa fitur tersebut memungkinkan masuknya alat spyware bernama Pegasus ke perangkat Android dan IOS.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Selasa (14/05/2019), Pegasus dapat menginfeksi perangkat bahkan jika pengguna tidak menjawab. Pegasus dapat menggunakan kamera, mik suara dan mengambil data terkait, informasi lokasi dan pesan pengguna.

Ada kecurigaan bahwa pelaku berasal dari negara di Timur Tengah yang berusaha untuk menekan kritik yang dilakukan terhadap negara tersebut. Ini tampak setelah adanya upaya untuk menyadap telepon pengacara Inggris yang sedang membantu seorang pemberontak asal Arab Saudi di Kanada pada 12 Mei.

{Baca juga: Tak Cuma Android, iOS Juga Jadi Sasaran Spyware Exodus}

Pihak NSO dituntut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh para pelanggannya. Sebelumnya, perusahaan ini juga mengirimkan perangkat lunaknya ke agen intelijen Timur Tengah, dan aktivis pendukung pemerintah setempat.

Tetapi NSO membantah jika mereka terlibat dalam penyadapan tersebut, dan akan menyelidiki kasus penyadapan ini. “Dalam situasi apapun NSO tidak akan terlibat dalam operasi atau mengidentifikasi target teknologinya,” kata pihak NSO.

WhatsApp telah memberi tahu kasus ini kepada kelompok hak asasi manusia dan Departemen Kehakiman AS. Sebelumnya aplikasi perpesanan ini mengklaim telah melakukan perbaikan di sisi server pada 10 Mei 2019, dan merilis versi aplikasi yang ditambal pada 13 Mei.

Teknologi Spyware memang cukup kontroversial. Tahun lalu  Edward Snowden menduga Arab Saudi menggunakan spyware atau malware mata-mata buatan perusahaan Israel, NSO Group untuk melacak kegiatan jurnalis Jamal Khashoggi lewat ponsel.

{Baca juga: Saudi Gunakan Spyware untuk Lacak Khashoggi via Ponsel?}

Menurut laporan Bloomberg, dikutip Telko.id pada Kamis (8/11/2018), spyware bernama Pegasus tersebut dipakai untuk menguntit wartawan The Washington Post asal Arab Saudi yang dibunuh di konsulat negaranya di Istanbul, Turki. [NM/IF]

Unik! Mesin Otomatis Ini Jualan Smartphone Xiaomi

Telko.id, Jakarta – Xiaomi punya konsep unik untuk menjual smartphone-nya. Mereka menggunakan vending machines atau mesin otomatis bernama Mi Express Kiosk di India.

Nantinya, melalui mesin tersebut, masyarakat India bisa membeli smartphone Xiaomi beserta aksesorisnya secara langsung hanya lewat mesin otomatis

Mi Express Kiosk sendiri telah diluncurkan di India pada Senin (13/05) waktu setempat, tepatnya di Manyata Tech Park di Bengaluru, India. Menurut Global VP Xiaomi, Manu Kumar Jain, mesin ini dirancang untuk menerima segala bentuk pembayaran di kartu kredit, kartu debit, uang tunai dan Unified Payments Interface (UPI).

Dilansir Telko.id dari Live Mint, Selasa (14/05/2019), tampilan Mi Express Kiosk tak jauh beda dengan mesin penjual otomatis pada umumnya. Bedanya, yang ditawarkan olehnya bukan makanan atau minuman, tetapi smartphone dan aksesoris Xiaomi yang bisa dipilih dan dibeli melalui fitur layar sentuh di mesin penjual.

{Baca juga: Redmi Note 7 Dicap “Ponsel Gaib“, Ini Komentar Xiaomi}

Pihak Xiaomi menjelaskan jika mesin ini memudahkan konsumen untuk mengakses dan membeli produk Xiaomi secara instan di pasar offline. Xiaomi bahkan mengklaim, harga yang ditawarkannya adalah harga yang murah, mirip dengan Mi Homes dan Mi.com.

Semua teknologi yang melengkapi Mi Express Kios diteliti dan dikembangkan di India, meskipun konsepnya sudah ada di Cina sejak tahun lalu. Mesin penjual otomatis akan tersedia antara jam 10 pagi hingga 8 malam waktu India, dengan staf promotor tersedia untuk membantu pelanggan.

{Baca juga: Rugi Bandar, Bos Xiaomi Kalah Taruhan Rp 2 Triliun}

Ini bukan yang pertama dan terakhir bagi Xiaomi, karena mereka berencana untuk mendirikan beberapa mesin lagi dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan besutan Lei Jun ini juga akan menargetkan tempat-tempat umum seperti taman, statiu, hingga pusat perbelanjaan. (NM/FHP)

Terkait Blokir Hoaks, Menkominfo: Facebook Sulit Diajak Kerjasama

Telko.id, Jakarta – Menkominfo Rudiantara bercerita tentang sulitnya bekerja sama dengan Facebook dalam memblokir konten hoaks. Menurutnya, Facebook menjadi platform yang paling rendah dalam pemenuhan permintaan pemerintah untuk melakukan blokir konten hoaks.

Dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kominfo di Gedung Wisma Nusantara II, Jakarta, Senin (13/05/2019), anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty mengatakan bahwa Facebook akan menuruti pemblokiran konten hoaks.

Tetapi Rudiantara membantah pernyataan Evita. Menurut pria yang akrab dipanggil Chief RA ini platform pimpinan Mark Zuckerberg itu sulit untuk diminta melakukan pemblokiran hoaks.

“Mengenai Facebook, FB bisa bicara ke Ibu ‘Saya akan ikuti pemerintah’. Kami akan sampaikan ke ibu datanya berapa yang kami minta di take down, berapa yang mereka take down. Facebook adalah yang paling parah,” tutur Rudiantara.

{Baca juga: Facebook Dituding sebagai Produsen Konten Ekstrem}

Rudiantara menyatakan Kominfo harus adu argumen terlebih dahulu dengan Facebook untuk meminta pemblokiran. “Belum tentu yang kita minta take down di-take down dengan berbagai macam alasan. Apa yang dikatakan Facebook kepada teman-teman di Komisi I berbeda dengan kenyataannya,” ujar Rudiantara.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Selasa (14/05/2019), Rudiantara siap menunjukan data jumlah permintaan blokir dari Pemerintah kepada platform media sosial di Indonesia.

“Dipenuhi oleh twitter berapa persen? Yang dipenuhi Instagram berapa persen? Dipenuhi oleh Facebook berapa persen? Yang dipenuhi oleh Google berapa persen? Kita punya record-nya semua,” tambah Rudiantara.

{Baca juga: Rudiantara Bantah Hoaks Eksodus WNI Jelang Pemilu 2019}

Dalam rapat kerja yang membahas mengenai pengamanan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi selama Pemilu Serentak 2019 itu, Menteri Kominfo menyatakan kementerian yang dipimpinnya sudah dan akan selalu tegas untuk melakukan pemblokiran konten negatif.

“Dia (FB) bicara dengan Ibu kalau Pemerintah minta turunkan, saya berikan datanya, Bu. Kami pun mohon maaf, harus istilahnya ‘sedikit berantem’ dengan mereka. Tapi kalau minta (pemblokiran) kami minta turun terus. Surat kami layangkan terus,” tutupnya. [NM/IF]

Terungkap, Ada “Lubang Kamera” di Layar Samsung Galaxy Note 10

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10 dilaporkan akan mengusung layar dengan aspek rasio yang sama dengan Samsung Galaxy S10, yaitu 19 : 9. Itu berarti, bisa jadi Note 10 juga akan sama-sama mengadopsi desain layar dengan lubang kamera seperti trio Samsung Galaxy S10.

Dilansir dari LetsGoDigital, Selasa (14/05/2019), laporan itu berasal dari situs HTML5Test yang mengungkap salah satu model dari Samsung Galaxy Note 10 berteknologi 5G dengan nomor SM-N976V.

Di situs tersebut, Note 10 diketahui akan memiliki layar besar yang diperkirakan berukuran 6,28 inci dengan resolusi 1440 x 3040 piksel dan aspek rasio 19 : 9. Smartphone ini juga dipastikan akan berjalan di One UI berbasis Android 9 Pie.

{Baca juga: Bos Samsung Yakin Pimpin Industri Smartphone 1 Dekade Lagi}

Tentu ini adalah peningkatan cukup signifikan di sektor layar. Sebab, layar seri sebelumnya, Galaxy Note 9 cuma beraspek rasio 18,5 : 9 saja.

Hingga kini, belum diketahui spesifikasi ataupun fitur baru dari Note 10. Yang pasti, smartphone ini akan ditopang oleh prosesor yang mendukung teknologi 5G, seperti Snapdragon 855 dan baterai berkapasitas besar dengan dukungan fast charging untuk menopang dayanya.

{Baca juga: Samsung Siapkan Empat Model Galaxy Note 10, Termasuk 5G}

Note 10 sendiri akan memiliki empat model. Dua di antaranya dibedakan dari ukuran body dan layarnya, dengan nomor model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Note 10+.

Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976. (FHP)

Sumber: Lets Go Digital

Bocoran Spesifikasi Lengkap dan Harga Oppo Reno Z

0

Telko.id, Jakarta – Baru-baru ini, muncul bocoran varian lainnya dari jajaran seri Oppo RenoSmartphone tersebut bernama Oppo Reno Z, yang muncul di situs resmi China Telecom, lengkap dengan spesifikasi dan harganya.

Oppo Reno Z hadir dengan layar berjenis AMOLED berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+ dan disematkan sensor sidik jari di dalam layarnya. Desain layarnya memanjang, plus terdapat notch berbentuk waterdrop sebagai tempat bagi kamera depannya yang beresolusi 32MP.

Desain ini sangat berbeda dibandingkan Oppo Reno yang diperkenalkan sebelumnya. Ya, smartphone tersebut mengusung Pivot Rising Camera atau pop-up camera.

{Baca juga: Bocoran Harga Oppo Reno, Lebih Murah dari Oppo R17 Pro?}

Reno Z ditopang oleh spesifikasi menengah ke atas, tepatnya prosesor MediaTek Helio P90, RAM 6GB, ROM 256GB, dan baterai berkapasitas 3,950 mAh dengan dukungan VOOC 3.0 bertenaga 20W.

Di sektor kamera utama, Oppo menyematkan dua kamera dengan konfigurasi 48MP sebagai lensa utama dan 5MP sebagai lensa depth atau bokeh.

Smartphone ini akan dikemas dengan desain warna gradasi yang tampak premium dan eye-catching. Ada empat pilihan warna, yaitu Star Purple, Extreme Night Black, Coral Orange, dan Bead White.

{Baca juga: Hasil Potret Berkualitas Pakai Kamera Oppo Reno 10x Lossless Zoom}

Dengan spesifikasi tadi, Oppo membanderol smartphone-nya ini dengan harga sekitar USD 377 atau setara dengan Rp 5,5 jutaan. Meski bocoran spesifikasi dan harganya terungkap, namun Oppo belum memastikan kapan Reno Z akan benar-benar dirilis ke pasaran. So, kita tunggu saja. (FHP)

Sumber: GSMArena

Smartphone Flagship Redmi “Berubah” jadi Pocophone F2?

0

Telko.id, Jakarta – Sub-brand Xiaomi, Redmi dilaporkan akan mempersiapkan dua smartphone flagship bertenaga Snapdragon 855, yaitu Redmi K20 dan Redmi K20 Pro. Tapi baru-baru ini santer dikabarkan, bahwa Xiaomi bakal mengubah nama K20 Pro menjadi Pocophone F2.

Sekadar informasi, Redmi rumornya memang sedang mengembangkan smartphone baru dengan dengan prosesor Snapdragon 855, yang diprediksi akan bernama Redmi Pro 2.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Selasa (14/05/2019), Pocophone F2 nantinya akan mengusung desain dan teknologi berbeda dibandingkan dengan pendahulunya.

{Baca juga: Membongkar Bagian Dalam Redmi Note 7, Ini Penampakannya}

Sektor layar misalnya, smartphone ini mengadopsi layar AMOLED berukuran 6,39 inci yang dilapisi Gorilla Glass 6, dan didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalam layar.

Selain Snapdragon 855, disematkan juga RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung fast charging 27W.

Sementara untuk kameranya, terdapat tiga kamera belakang dengan sensor 48MP sebagai lensa utama, 8MP lensa ultra-wide, dan 16MP lensa telephoto. Sedangkan kamera depan, Pocophone F2 punya pop-up camera dengan resolusi 20MP.

Ketika versi pro menjadi Pocophone F2, lantas bagaimana dengan versi standar? Dilaporkan, Redmi K20 standar tidak akan menggunakan prosesor Snapdragon 855, melainkan Snapdragon 730.

{Baca juga: Bos Redmi “Ketakutan” Lihat Skor AnTuTu Smartphone Ini}

Sebelumnya, bos Redmi sekaligus VP of Xiaomi, Lu Weibing memberikan teaser soal smartphone flagship Redmi yang bakal meluncur. Lewat situs Weibo pribadinya, Weibing mengatakan soal skor AnTuTu Redmi dengan Snapdragon 855 telah “membuatnya takut”.

“Hanya seorang teman yang memberitahuku tentang poin Redmi terbaru, membuatku takut,” katanya.

Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa skor AnTuTu dari smartphone flagship yang masih misterius tersebut. Sekadar informasi, dalam keadaan normal, smartphone dengan prosesor Snapdragon 855 sanggup mencetak skor 380 ribuan poin.

Apabila sistem smartphone dioptimalkan dengan baik, maka skornya bisa mencapai 400 ribuan poin. Bisa jadi, “hal menakutkan” menurut Weibing adalah skor Redmi yang mencapai 400 ribuan poin. (FHP)

Sumber: GSMArena