spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1211

Lenovo Pamer Video Desain Motorola Razr 2019

0

Telko.id, Jakarta – Motorola memang santer dikabarkan sedang mengembangkan smartphone lipat, Motorola Razr 2019Smartphone rumornya punya desain mirip ponsel legendaris Motorola, yakni Motorola Razr V3.

Nah baru-baru ini, Lenovo sebagai induk perusahaan Motorola memamerkan video render yang memperlihatkan desain Motorola Razr 2019.

Dilansir dari Engadget, Minggu (19/05/2019), video itu sendiri diedit oleh penggemar Motorola yang akhirnya digunakan Lenovo sebagai video demo bagi pers.

{Baca juga: Belum Diluncurkan, Bocoran Unboxing Motorola Razr 2019 Tersebar}

Dalam video berdurasi 33 detik tersebut menunjukkan desain smartphone lipat Motorola yang sesuai dengan paten yang diajukan perusahaan. Ada tiga warna yang diperlihatkan di video, yakni Red, Blue, dan Silver.

Smartphone ini punya dua layar. Layar di dalam berpanel OLED fleksibel yang dilipat ke dalam, dan layar luar untuk menampilkan notifikasi dan informasi lainnya ketika smartphone dilipat.

.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }

Ukuran smartphone ini tidak seperti Samsung Galaxy Fold atau Huawei Mate X yang seukuran tablet ketika dibentangkan. Razr 2019 punya ukuran seperti ponsel clamshell, dengan ukuran bak smartphone biasa ketika dibentangkan, dan kecil saat dilipat.

{Baca juga: Sudah Disertifikasi, Motorola Razr Siap Diluncurkan Tahun Ini}

Motorola Razr 2019 sendiri dikabarkan akan dibekali dengan prosesor Snapdragon 710. Untuk mendukungnya, terpasang RAM dan kapasitas penyimpanan 4GB/64GB serta 6GB/128GB.

Walaupun desain dan spesifikasinya telah bocor, namun harga smartphone itu belum terungkap. Berdasarkan rumor yang beredar luas, smartphone ini akan berharga lebih murah ketimbang Galaxy Fold atau Huawei Mate X yang berkisar USD 1.500 atau sekira Rp 21,2 juta. (FHP)

Sumber: Engadget

Artikel Lenovo Pamer Video Desain Motorola Razr 2019 dan berita teknologi terkini lainnya bisa Anda dapatkan di Telset.

“Fitur Lawas” MIUI dan EMUI akan Hadir di Android R

Telko.id, Jakarta – VP Engineering Android, Dave Burke mengungkapkan bocoran fitur yang akan hadir pada Android R, meski pada kenyataannya, Android Q saja masih belum mencapai versi final untuk diluncurkan. Anehnya, bocoran fitur Android R yang diberikan merupakan “fitur lawas”, yaitu scrollable screenshot.

Dikutip dari GSMArena, Minggu (19/05/2019), Burk berjanji dalam sebuah tweet bahwa timnya akan memasukkan daftar hal yang harus dilakukan untuk Android R, salah satunya adalah scrollable screenshot.

“Kami telah menambahkan fitur scrollable screenshot untuk Android R, dan mudah-mudahan dapat hadir di rilis itu,” katanya.

{Baca juga: Asyik! Game BTS World Rilis di iOS dan Android}

Sekadar informasi, fitur ini sebenarnya telah jadi fitur standar di user interface UI berbasis Android, seperti MIUI untuk Xiaomi, EMUI untuk Huawei, hingga Samsung. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar dari seluruh konten yang ditampilkan.

Sistem Android murni buatan Google memang memiliki sejumlah keunggulan, seperti tidak ada bloatware dan user experience (UX) yang efisien dan mudah digunakan. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan, yaitu “telat” memberikan fitur yang berguna bagi pengguna.

{Baca juga: OS Fuchsia Dikembangkan Bukan untuk Smartphone?}

Sebelum scrollable screenshot, Android juga telat membawa fitur multi-window atau multi-tasking ke Android. Fitur ini hadir di Android Nougat di yang rilis tahun 2016, ketika Samsung meluncurkan fitur serupa pada versi Android 4.3 Jelly Bean di tahun 2013. (FHP)

Sumber: GSMArena

Bocoran 5 Warna Samsung Galaxy Note 10, Ada Red!

0

Telko.id, Jakarta – Samsung dilaporkan akan memberikan warna baru untuk phablet premium mereka, Samsung Galaxy Note 10 ketika diluncurkan nanti. Rumornya, warna Samsung Galaxy Note 10 ini akan memadukan warna baru dan warna lama dari seri sebelumnya.

Dikutip dari MySmartPrice, Minggu (19/05/2019), Galaxy Note 10 akan hadir dengan warna Prism Black, Prism White, dan Flaming Pink.

Seperti Galaxy Note 9, smartphone ini pun akan dilengkapi dengan warna Cloud Silver. Yang menarik, Samsung akan menghadirkan warna baru, yaitu Red yang sebelumnya akan diberikan untuk seri Galaxy S10.

{Baca juga: Terungkap, Ada “Lubang Kamera” di Layar Samsung Galaxy Note 10}

Meski tersedia dalam lima warna, namun hanya empat warna Samsung Galaxy Note 10 saja yang akan dijual secara global. Sebab, khusus untuk Red, Samsung hanya akan menyediakannya di beberapa negara tertentu saja.

Note 10 sendiri akan memiliki empat model. Dua di antaranya dibedakan dari ukuran body dan layarnya, dengan nomor model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Note 10+.

Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976.

{Baca juga: Samsung Galaxy Note 10+ Punya Baterai Setara S10 5G}

Note 10 versi standar akan mengusung layar berukuran 6,28 inci. Sedangkan versi Note 10+, akan dibekali layar lebih besar, tepatnya 6,75 inci.

Dengan ukuran layar tersebut, diprediksi Note 10 akan menjadi smartphone dengan layar terbesar ketika dirilis. Sebagai perbandingan, Galaxy Note 9 memiliki layar 6,4 inci, Galaxy S9+ 6,2 inci, dan iPhone XS Max berukuran 6,5 inci. (FHP)

Sumber: MySmartPrice

Anak-anak Ketakutan, Nonton Detective Pikachu yang Diputar Film Horor

Telko.id, Jakarta – Bisa dibayangkan bagaimana reaksi orang tua yang ingin mengajak anak-anak mereka ke bioskop untuk menonton film Detective Pikachu, tapi malah disuguhi film horor dengan rating R atau 17 tahun ke atas? Tentu itu bakal menjadi kejadian yang menyeramkan dan tidak bisa dilupakan.

Baru-baru ini, insiden menyeramkan bagi anak-anak direkam oleh unggahan Twitter oleh akun seorang pria bernama Ryan George.

Di unggahan tersebut diungkapkan bahwa para orang tua dan anak-anak yang berada di dalam bioskop di kawasan Montreal, Kanada disuguhi oleh trailer film horor Annabelle Comes Home.

{Baca juga: Penggemar SEGA Protes Film Sonic the Hedgehog, Kenapa?}

Trailer itu membuat anak-anak ketakutan dan beberapa orang mulai menangis melihatnya. Keadaan semakin memburuk ketika bioskop menampilkan trailer film Joker dan Chucky Child’s Play yang membuat anak-anak benar-benar ketakutan.

Pengalaman seram bagi anak-anak tidak berhenti sampai disitu saja. Saat film dimulai, kesalahan kembali terjadi, karena film yang diputar tidak sesuai dengan tiket yang mereka beli.

{Baca juga: Mirip Film Avengers, LG akan Bikin Smartphone Transparan}

Alih-alih film Detective Pikachu yang diputar, mereka malah disuguhi film horor The Curse of La Llorona. Film ini mendapatkan rating R, karena menampilkan beberapa kekerasan dan memamerkan daya tarik utama cerita yaitu hantu.

Tidak diketahui berapa lama The Curse of La Llorona diputar, namun akhirnya staf teater menghentikan film. Para penonton kemudian dipindahkan ke teater lain yang memutar film Detective Pikachu. Tidak diketahui, apakah para orangtua diberikan kompensasi oleh pengelola bioskop atas pengalaman mengerikan mereka.  (BA/FHP)

Sumber: World of Buzz

Berbahaya! Warganet Diimbau Tidak Lakukan #KuhKussChallenge

Telko.id, Jakarta – Pemerintah Austria mengeluarkan peringatan kepada warganet untuk tidak mengikuti tantangan #KuhKussChallenge atau tantangan cium sapi yang diadakan oleh aplikasi asal Swiss, Castl. Tantangan ini sebenarnya untuk penggalangan dana amal, namun melalui cara yang aneh dan berbahaya.

Dilansir dari The Star Online, pada Sabtu (18/05/2019), tantangan ini mengharuskan warganet Swiss dan negara berbahasa Jerman lainnya untuk mencium sapi dengan atau tanpa menggunakan lidah.

Alhasil, tantangan ini membaut gusar Menteri Pertanian Austria, Elisabeth Koestinger.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (16/05) lalu, Koestinger menyebut kompetisi itu adalah gangguan yang berbahaya.

“Ladang penggembalaan dan lapangan rumput bukan kebun binatang, aksi-aksi seperti ini memiliki konsekuensi serius,” katanya.

Koestinger mengatakan sapi yang tampak menggemaskan ini dapat berubah menjadi agresif ketika mereka merasa terancam dan ingin melindungi anak-anak mereka.

Hal ini terbukti pada Februari 2019 lalu, ketika sebuah pengadilan di kawasan Tyrol menimbulkan kegemparan karena memerintahkan seorang petani membayar 490 ribu euro atau Rp 7,9 miliar sebagai kompensasi kepada seorang duda yang istrinya tewas terinjak-injak kawanan ternak sapi petani tersebut pada 2014.

Petani tersebut sedang mengajukan banding dan didukung oleh federasi peternak Austria. Ia juga membuat ancaman “akhir dari padang rumput di gunung kami” jika keputusan pengadilan tetap dilaksanakan.

Pemerintah sudah mencoba mencegah insiden tersebut dengan menerbitkan “kode etik” untuk pendaki gunung, yang menganjurkan mereka agar sebisa mungkin menghindari kawanan sapi.

“Aksi seperti tantangan itu muncul di tengah upaya kami untuk mempromosikan hidup berdampingan di padang rumput. Saya tidak bisa mengerti,” jelas Koestinger. (BA/FHP)

Sumber: The Star Online

Taksi Ini Segera Mengudara pada Tahun 2025

Telko.id, Jakarta – Liliumstartup asal Jerman pada Kamis (16/05) lalu melakukan uji coba penerbangan perdana taksi udara tanpa pilot bertenaga jet. Pesawat otonom ini diharapkan dapat beroperasi di berbagai kota di seluruh dunia pada tahun 2025 mendatang.

Taksi udara ini punya lima tempat duduk, jauh lebih baik dari pendahulunya yang hanya punya dua tempat duduk.

Diprediksi, pesawat tersebut bakal bersaing dengan perusahaan lain dengan proyek yang sama, seperti Airbus, Boeing, hingga Uber.

{Baca juga: Taksi Robot Tesla Beroperasi Mulai 2020}

Dilansir dari The Star Online, Sabtu (18/05/2019), pesawat ini lebih fokus pada penerbangan jarak dekat, sehingga Lilium yakin pesawat buatannya dapat bersaing dengan perusahaan besar.

Taksi udara ini diklaim dapat lepas landa secara vertikal seperti helikopter, dan dapat terbang dengan kecepatan maksimum 300 km/jam dengan jangkauan hingga 300 km.

{Baca juga: Canggih! Swedia Mulai Uji Truk Kargo Listrik Otonom}

“Jika penerbangan perdana selalu menjadi momen kebenaran untuk sebuah bisnis penerbangan, jet tersebut tampil persis seperti yang diharapkan dan merespons dengan baik,” kata Leandro Bigarella, kepala uji penerbangan Lilium.

Menurutnya, mereka percaya kalau di masa depan, masyarakat di perkotaan akan membutuhkan transportasi udara perkotaan yang tenang, aman dan ramah terhadap lingkungan. Selain itu, mereka juga mempersiapkan aplikasi bagi konsumen untuk melakukan pemesanan dengan tarif seperti taksi konvensional. (BA/FHP)

Siap-siap! Mode Raid di The Division 2 Rilis Lebih Awal

Telko.id, Jakarta – Ubisoft melakukan untuk game The Division 2. Terkini, Ubisoft memperbarui Operation Dark Hours yang menurut rencana bakal rilis pada 25 Mei 2019. Namun, rencana itu berubah, Ubisoft akan merilis pembaruan tersebut pada 17 Mei 2019.

Meski gratis dan tidak menghadirkan penambahan cerita signifikan, Operation Darks Hours akan menampilkan opsi mode permainan terbaru nan menantang. Misi operasi tidak cuma bisa dimainkan oleh empat pemain, tetapi sampai delapan pemain dalam satu tim.

Menurut laporan Polygon, seperti dilansir Telko.id pada Sabtu (18/05/2019), pembaruan Ubisoft untuk Operation Dark Hours menyajikan mode Raid.

Mode ini merupakan misi operasi yang dilakukan oleh delapan pemain, yang mengharuskan satu tim melakukan serangan ke basis musuh dengan beragam strategi.

Ubisoft menyebut, level kesulitan di game akan lebih tinggi. Delapan pemain dalam satu tim pun harus bekerja sama baik untuk menemukan sistem mekanik atau strategi yang tepat guna menyelesaikan misi.

Game ini juga akan menawarkan misi yang panjang. Agen The Division akan berusaha merebut kembali Washington National Airport yang dikuasai oleh basis pasukan Black Tusk.

Selama menjalani misi, terdapat juga berbagai item menarik. Seperti loot, item eksklusif, hingga kesempatan para pemain untuk diabadikan selamanya dalam lukisan di lokasi Gedung Putih atau Base Operation di dalam game. Syaratnya, pemain harus menjadi yang pertama menuntaskan misi.

Game ini hanya bisa diakses oleh pemain yang sudah mencapai World Tier 5 dan menyelesaikan misi Tidal Basin atau basis terbesar dari pasukan Black Tusk. World Tier 5 menjanjikan gaya permainan yang lebih menantang dan sulit.

Sumber: Polygon

Bandai Luncurkan Mainan Tamagotchi On, Apa yang Baru?

0

Telko.id, Jakarta – Bandai memperkenalkan Tamagotchi On, versi terbaru dari mainan simulasi peliharaan yang berbentuk seperti telur. Meski baru, mainan ini punya bentuk seperti Tamagotchi versi lama. Lantas, apa bedanya?

Dilansir dari IBTimes, Sabtu (18/05/2019), yang membedakan hanyalah layar yang berwarna pada versi terbaru. Sementara versi lama punya layar yang monokrom atau hitam putih.

Perbedaan lainnya, versi baru punya harga yang lebih mahal. Informasi menyebut, Tamagotchi On dijual sekitar USD 60 atau lebih kurang Rp 870 ribu. Sebagai perbandingan, versi lama dijual seharga USD 18 atau sekitar Rp 260 ribu.

Secara gameplay, kedua mainan ini punya jalan cerita yang sama. Pemain harus menemukan telur dan membesarkannya hingga tumbuh dewasa. Setelah dewasa, pemain bisa mengawinkan peliharaan mereka dengan Tamagotchi lain untuk mendapatkan telur baru.

Director of Marketing Bandai America, Tara Badie, mengatakan bahwa perusahaan telah memperbarui produk mainan ini selama bertahun-tahun. Pada 2013 misalnya, Bandai meluncurkan aplikasi Android Tamagotchi.

Kemudian pada 2017, Bandai membuat mainan edisi ulang tahun seharga USD 15 atau lebih kurang Rp 220 ribu.

Pada 2018, Bandai sempat merilis My Tamagotchi Forever untuk smartphone Android. Bentuknya tidak berupa kumpulan titik-titik hitam, melainkan model 3D lengkap yang terlihat seperti sesuatu dari permainan Animal Crossing.

Sumber: IBTimes

Respawn akan Banned Permanen Pemain AFK di Apex Legends

Telko.id, Jakarta – Respawn Entertainment bakal menindak tegas pemain Apex Legends yang AFK atau tidak berkontribusi apapun dalam permainan. Respawn Entertainment melarang mereka hanya menumpang dalam kesuksesan tim.

Dilansir dari Ubergizmo, Sabtu (18/05/2019), Respawn tak lagi ingin ada pemain yang hanya memperoleh manfaat dari kemenangan tim Apex Legends.

Hukuman yang akan diberlakukan developer tersebut untuk pemain AFK adalah banned permanen.

Walaupun demikian, sebenarnya Respawn tetap menerapkan pendekatan yang halus. Dan, kebijakan tersebut tidak berlaku dalam waktu dekat. Banned atau pencekalan yang diterapkan pun tidak berlaku serta merta kepada pemain yang terindikasi malas.

Respawn menyebut, tindakan tegas baru berlaku untuk kasus-kasus ekstrem. Untuk kasus yang tidak termasuk ekstrem, pencekalan mungkin hanya bersifat sementara. Namun, mereka tetap memberlakukan pencekalan permanen.

Developer ini yakin, upaya itu bakal mampu mengatasi pemain AFK di Apex Legends. Masalah serupa sebenarnya tak hanya terjadi di Apex Legends, tetapi juga game ber-genre battle royale lain.

Sekadar informasi, untuk naik ke level berikutnya, setiap tim Apex Legends wajib menang. Tapi, apabila ada pemain yang tidak berbuat apapun selama permainan berlangsung, peluang tim untuk menang akan semakin kecil.

Sebelumnya Respawn Entertainment mengumumkan perang terhadap cheater di game miliknya. Mereka bahkan telah memblokir 770 ribu pemain, 300 ribu akun fiktif, dan 4.000 penjual kode cheater yang selama ini beredar di arena permainan.

Sumber: Ubergizmo

Asyik! Game BTS World Rilis di iOS dan Android

Telko.id, Jakarta – Boyband K-Pop, BTS akan terjun ke dunia game mobile. Netmarble dikabarkan berinvestasi untuk mengembangkan game BTS berjudul BTS World sebesar USD 190 juta atau setara Rp 2,7 triliun kepada Agensi BigHit Entertainment.

Dilaporkan oleh Metro, seperti dikutip Telko.id pada Sabtu (18/05/2019), para penggemar boyband itu sudah bisa mencicipi game lewat program pra registrasi.

Informasi menyebut, game BTS akan menghadirkan 10.000 foto dan 100 video eksklusif dari ketujuh anggotanya.

Game itu sendiri ber-genre simulasi dengan adanya cerita di dalamnya, mirip seperti game Kim Kardashian: Hollywood besutan Glu Mobile.

Nantinya, pemain bakal diajak berpetualan secara interaktif, dan bahkan bisa mengenal lebih dekat para personel BTS secara virtual.

Selama pre-registrasi, pemain berkesempatan melihat cuplikan pertama BTS World. Di dalamnya terdapat pula game mini yang memasangkan pemain dengan anggota yang dinilai sebagai pasangan manajer dan artis terbaik.

Game ini rencananya akan dirilis untuk perangkat iOS dan Android di seluruh dunia. BTS World diklaim bakal tampil beda dibanding game lain keluaran Netmarble seperti Lineage 2: Revolution, Marvel Future Fight, dan Everybody’s Marble. (BA/FHP)

Sumber: Metro